Dandangan Telah Usai, Ini Ragam Masukan Warga untuk Pelaksana

Beberapa stand yang ada pada acara Dandangan. Dalam hal ini, panitia banyak mendapatkan masukan dari warga terkait perhelatan Dandangan tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Pelaksanaan event Dandangan Kudus 2017 telah usai. Pelaksanaan ini dinilai sukses, lantaran banyaknya pengunjung yang datang. Namun demikian, ada beragam masukan dari warga terkait kegiatan tersebut.

Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, pihaknya mendapatkan sejumlah masukan dari warga, baik secara langsung ketika pelaksanaan maupun melalui media sosial.

“Seperti halnya soal lalu lintasnya, banyak juga masyarakat yang terganggu dengan masih banyaknya kendaraan yang masuk ke lokasi Dandangan. Bahkan​ kendaraan roda empat juga menerobos masuk dan membuat lokasi Dandangan menjadi sesak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, keberadaan kendaraan yang masih diperbolehkan masuk memang cukup mengganggu pengunjung. Apalagi, saat jalan sesak dan pejalan kaki sedang membeli sesuatu di Dandangan, terpaksa harus buru-buru pergi karena bunyi klakson kendaraan yang melintas.

Dia juga mengakui merasakan​ hal tersebut. Saat berkeliling, banyak menjumpai sepeda motor yang mendesaknya. Dengan seperti ini, menurutnya pengunjung Dandangan maupun pedagang juga kurang nyaman.

“Khususnya pada malam hari, yang mana banyak pengunjung Dandangan. Dengan dibukanya jalan untuk kendaraan, jelas membuat pengunjung terganggu,” ucapnya.

Selain soal lalu lintas, dia juga mendapatkan masukan soal MCK. Seperti diketahui, MCK selama Dandangan hanya disediakan di kawasan Simpang Tujuh saja. Sedangkan lokasi lainya masih tak tersedia.

“Untuk lalulintas kemungkinan akan ditutup total tahun depan, sementara MCK, kami masih mengupayakannya. Karena biasanya pedagang bekerja sama dengan warga terdekat,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Perajin Batik Berharap Dilibatkan Kembali Dalam Dandangan Kudus Tahun Depan

Salah satu pedagang saat menjaga stand batik di Dandangan Kudus beberapa waktu lalu. Tahun depan, perajin batik berharap dilibatkan kembali pada event Dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Sejumlah perajin batik se-Jawa tengah yang mengikuti pameran batik pada event Dandangan tahun ini, berharap akan dilibatkan kembali tahun berikutnya. Pedagang tertarik dengan model tersebut lantaran dianggap menguntungkan.

Hal ini seperti disampaikan Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri. Katanya, sejumlah pedagang menginginkan kembali dilibatkan dalam Dandangan di tahun-tahun mendatang.

“Karena dagangannya laku cukup banyak. Untuk itu, mereka menginginkan agar dapat diajak berpatisipasi kembali di tahun-tahun berikutnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, selama Dandangan kemarin, Sejumlah pedagang batik memang cukup banyak mengeruk omzet selama Dandangan. Meski awalnya pembeli masih jarang, namun lama-kelamaan pengunjung Dandangan mampir ke stand dan membeli batik.

Meski demikian, katanya, usulan dari para pedagang batik tersebut tidak sepenuhnya disetujui oleh Pemkab Kudus. Pihaknya masih menimbang-nimbang mengenai untung ruginya bagi masyarakat Kudus secara luas. Karena, stand batik lebih pas jika ditempatkan secara khusus untuk lokasinya, bukan tempat terbuka seperti Dandangan.

“Kami juga memiliki gambaran untuk mengajak UMKM Jateng dalam Dandangan berikutnya. Namun soal batik, kami juga masih mempertimbangkannya,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Inilah Asal Usul Dandangan Kudus

Warga menikmati tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tradisi Dandangan berlangsung tiap menjelang bulan puasa Ramadan di Kudus. Tradisi Dandangan akan dimulai Selasa (16/5/2017).

Perayaan berupa pasar malam inidiselenggarakan sebelum Ramadan. Biasanya, sejumlah pedagang memanfaatkannya untuk berdagang. Berikut sekilas soal sejarah Dandangan.

Edy Supratno, sejarawan Kudus mengatakan, awal Dandangan bermula dari masyarakat yang menunggu pengumuman tanggal 1 Ramadan. Satu hari sebelum Ramadan tiba, masyarakat berkumpul  menunggu dimulainya bulan puasa.

“Berdasarkan sumber informasi di era itu, adalah Jakfar Shodiq selaku pemimpin Kudus (umaro) sekaligus ulama. Yang mana beliaulah yang menyuarakan dimulainya puasa Ramadan,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Senin (15/5/2017).

Adapun tempatnya, kata Edy adalah di masjid dan Menara Kudus. Masyarakat Kudus berkumpul di sekitarnya. Khusus untuk menunggu datangnya pengumuman awal puasa.

Menurut dia, tandanya berupa suara beduk yang ditabuh dari Menara. Dan tabuhan yang berbunyi dang dang dang itulah kemudian menjadi nama Dandangan. Yang dikenal sampai sekarang.

Lambat laun keramaian ini menjadi momentum yang dimanfaatkan pedagang untuk menggelar lapak jualan. Tradisi tersebut terus berlangsung sampai sekarang.

Editor : Akrom Hazami

 

Retribusi Dandangan Tahun Ini Diklaim Over Target

Salah satu pedagang yang berjualan pada event Dandangan (MuriaNewsCom)

Salah satu pedagang yang berjualan pada event Dandangan (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pendapatan retribusi dari pedagang Dandangan mencapai Rp 60, 7 juta. Jumlah tersebut melebihi yang ditargetkan, yakni sebesar Rp 59,4 juta. “Tahun ini targetnya sudah terpenuhi, bahkan lebih dari apa yang diharapkan,” ujar Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar ) Kudus Andi Imam Santosa.

Ia katakan, Rp 60, 7 juta itu meliputi dua komponen, yakni dari pendapatan dari retribusi pedagang mencapai Rp 56, 7 juta dari target Rp 55, 5 juta. Sedangkan untuk retribusi sampah juga tercapai dengan memperoleh Rp 4 juta dari target Rp 3,9 juta.

Menurutnya, jumlah pedagang tahun ini juga mengalami peningkatan. Hal ini juga terlihat dari adanya penambahan jumlah gerai yang disediakan mencapai 546. Hanya, untuk stand UMKM, dalam Dandangan tahun ini digratiskan dan diberikan tempat khusus. Jika tidak, maka restribusi tahun ini malah bisa lebih meningkat.

Ia katakan, untuk biaya sewa gerai dengan ukuran 3×4 meter sebesar Rp 2.000 per meter2 per hari, sedangkan gerai khusus sekitar Rp 750 ribu. Sedang untuk retribusi sampahnya, lanjut dia, sesuai Perbub Nomor 12/2010 tentang Retribusi Sampah dijelaskan bahwa tarifnya untuk setiap meter persegi sebesar Rp 60 ,” jelasnya.

Dandangan sendiri dimulai dari 26 Mei hingga 5 Juni. Selama waktu itu, ratusan pedagang memadati jalan mulai Perempatan Jember hingga Simpang Tujuh. Kemudian, stand mulai alun-alun ke selatan.Dia mengaku senang, karena Dandangan tahun ini berjalan lancar.

Editor : Kholistiono

 

 

Hari Kedua, Ratusan Stan Dandangan Kudus Masih Kosong

Seorang pedagang tengah menata barang dagangannya menyambut datangnya dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pedagang tengah menata barang dagangannya menyambut datangnya dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tradisi Dandangan yang berjalan tiap tahun, hari ini memasuki hari kedua. Meski demikian, ratusan stan Dandangan masih kosong di sejumlah titik lantaran belum didirikan stan oleh pedagang.

Plt Dinas Perdagangan Dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti melalui Kasi PKL pada Dinas Dagsar Imam Santoso mengatakan, total stan yang masih belum berdiri mencapai 110 stan yang tersebar di sejumlah titik Dandangan.

”Kami tahun ini menyediakan 546 stan. Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang ada di Dandangan. Namun masih ada yang belum didirikan sampai 27 Mei sejumlah 110 kapling,” katanya kepad MuriaNewsCom.

Ia menyebutkan, stan yang masih kosongpaling banyak terdapat di Jalan Kiyai Telingsing, dengan stan yang kosong sejumlah 64. Padahal, Pemkab Kudus menyediakan stan sejumlah 85 kapling.

Hal itu, kata Imam, sangat wajar karena jalan tersebut merupakan jalan paling sepi peminat Dandangan ketimbang lokasi lainnya.

”Kalau buat parkir sangat pas, buktinya di sana banyak yang membuka jasa parkir ketimbang mendirikan stan,” ujarnya.

Lokasi lain, yang juga masih kosong adalah Jalan Pangeran Puger. Dari 62 kapling yang disiapkan terjual 25 kapling dan sisa 27 kapling. Sedangkan, untuk Jalan Dokter Ramelan, disiapkan sejumlah 69 kapling dan yang baru terisi 60.

”Daerah paling laris adalah Jalan Sunan Kudus, dari 330 kapling, semuanya sudah berdiri stan. Malahan semenjak buka dalam.waktu yang tidak lama sudah penuh pendaftar,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Sunan Kudus Selalu Ditunggu Warga Jelang Awal Ramadan

Warga meramaikan tradisi Dandangan di Kudus. (MuriaNewsCom)

Warga meramaikan tradisi Dandangan di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dari beberapa sumber yang dihimpun, biasanya Sunan Kudus selalu ditunggu warga setempat, dan luar kota, guna menentukan awal Ramadan. Hal itulah yang menjadi dasar sejarah adanya tradisi jelang Ramadan. Yang disebut Dandangan.

Dandangan sampai saat ini terus diadakan. Bahkan, kecenderungannya selalu ramai setiap tahunnya. Tidak hanya warga Kudus. Namun juga warga luar kota. Seperti dari Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai luar provinsi kerap hadir di Dandangan.

Konon, pada zaman Sunan Kudus atau Syeh Ja’far Shodiq, setiap menjelang bulan puasa, masyarakat berbondong-bondong datang ke Masjid Menara untuk mendengarkan dan melihat ditabuhnya bedug sebagai pertanda datangnya pengumuman hari pertama puasa. Ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang awal puasa.

Kondisi keramaian dadakan itulah yang dimanfaatkan pedagang. Mereka biasanya berjualan mulai dua minggu sebelum puasa hingga malam hari menjelang puasa.

Yang jelas, tradisi Dandangan diadakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan.

Tahun ini, Dandangan diadakan 26 Mei sampai H-1 jelang Ramadan. Jadi, silakan ramaikan tradisi yang masih dilestarikan itu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kabar Gembira, Dinas Dagsar Kudus Upayakan MCK untuk Pedagang Dandangan

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengupayakan adanya tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk pedagang dandangan. Hal itu lantaran kebutuhan MCK sangat penting untuk ratusan pedagang di sana.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengungkapkan, MCK merupakan hal yang penting bagi pedagang. Karena itu, pemkab berupaya tiap tahun untuk selalu mengupayakan adanya MCK.

”Tahun ini, kami mengupayakan adanya MCKuntuk pedagang. Sehingga mereka leluasa untuk menggunakan tempat MCK sesuai kebutuhan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, ia mengakui dandangan tahun lalu, pemkab belum memiliki tempat untuk MCK. Karena itu, tahun ini mulai melakukan pengadaan. ”Tahun lalu, kami berupaya meminjam ke provinsi, namun belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Sedangkan, untuk tahun ini, Dinas Dagsar akan meminjam ke BPBD terkait MCK tersebut. Nantinya, MCK akan ditempatkan di sejumlah titik yang terdapat Dandangan.

”Kita akan komunikasi terkait hal itu. Jadi, kita akan pinjam ke BPBD untuk MCK nya. Mudah mudahan tahun ini sudah bisa dilengkapi dengan MCK,” ungkapnya.

Mengenai kebutuhan MCK, sedikitnya di berbagai persimpangan membutuhkan toilet umum itu. Hanya, soal nanti yang dapat dipenuhi berapa masih belum final. Soalnya masih dilakukan persiapan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Jangan Kaget, Ini Target Pendapatan Dandangan yang Dipatok Pemkab Kudus

Para pengunjung berjubel di arena hiburan dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para pengunjung berjubel di arena hiburan dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pmerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan pendapatan dandangan sebesar Rp 100 Jutaan. Jumlah ini merupakan jumlah keseluruhan yang ditargetkan untuk ratusan pedagang.

Hal tersebut diutarakan Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti, kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016).

”Target Rp 100 jutaan adalah target secara keseluruhan. Mulai dari pedagang musiman yang datang saat dandangan hingga para pelaku UMKM di Jateng yang kami undang,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk UMKM yang diundang dalam dandangan tahun ini sejumlah 35 kabupaten se-Jateng. Hanya, untuk yang hadir belum diketahui berapa jumlahnya.

Mengenai fasilitas, untuk yang dari luar daerah diberikan penambahan berupa tenda. Sehingga akan ada biaya tambahan untuk sewa tendanya.

”Kalau biaya sewanya masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya targetnya yang ditambah, dan jumlah pedagang yang juga ditambah,” ujarnya.

Pada tahun lalu, biaya sewa lapak dibedakan berdasarkan besaran lapak. Untuk lapak biasa dengan ukuran 3×4 meter sebesar Rp 2.000 per hari, sedangkan lapak khusus sekitar Rp 750 ribu selama perayaan Dandangan.

Sementara untuk Retribusi sampahnya, pada tahun lalu juga  sesuai Perbub Nomor
12/2010 tentang Retribusi Sampah dijelaskan bahwa tarifnya untuk setiap meter persegi sebesar Rp 60.

Dengan harga tersebut, tambahnya, banyak pedagang yang tertarik menyewa lapak. Hal itu menunjukkan betapa diminatinya untuk Dandangan. Kondisi tersebut dianggap lebih baik sebab perputaran ekonomi hanya berputar di Kudus. Sedangkan sebelumnya banyak yang pendatang datang.

Editor: Supriyadi

Dimulai 26 Mei, Dandangan Kudus Tahun Ini Hadirkan UMKM se-Jateng

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akhirnya menetapkan tanggal 26 Mei sebagai tanda dimulainya tradisi dandangan tahun 2016 ini. Selain tanggal, pemegang otoritas tertinggi di Kota Kretek tersebut juga menentukan tradisi dandangan kali ini akan digelar sembilan hari.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, dipilihnya tanggal tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan Pemkab Kudus. Selain itu, tanggal tersbut juga berdasarkan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah awal bulan puasa.

”Juni kan sudah puasa, dan dandangan pasti dilaksanakan sebelum puasa. Makanya tanggal 26 Mei diambil,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016)

Selain itu, tradisi dandangan tahun ini ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran puluhan UMKM di Jawa Tengah akan ambil bagian untuk meramaikan tradisi yang digelar sepanjang Jalan Sunan Kudus.

”35 kabupaten kita tawari untuk ikut meramaikan dandangan tahun ini. Karena itu dandangan bakal lebih ramai lagi dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Mengenai rute Dandangan, direncanakan bakal lebih panjang dari tahun sebelumnya. Hanya, mengenai rute persis masih belum final, sehingga belum bisa dibeberkan.

”Kita harus ada peningkatan, jadi kita akan mengakomodir pedagang lokal Kudus. Sehingga rute juga lebih panjang dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Banyak Keuntungan Bergabung Dalam Pakudjembara

Dalam kirab Dandangan Rabu (17/6/2015) lalu ada ketokohan Sunan Kudus berikan peringatan kepada Bupati Kudus dan masyarakat bahwa hari ini sudah puasa Ramadan. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

Dalam kirab Dandangan Rabu (17/6/2015) lalu ada ketokohan Sunan Kudus berikan peringatan kepada Bupati Kudus dan masyarakat bahwa hari ini sudah puasa Ramadan. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Penutupan tradisi Dandangan sehari sebelum puasa Rabu (17/6/2015) lalu turut mengundang kepala dinas pariwisata dari kabupaten yang tergabung dalam Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora). Dengan momen tersebut, Dandangan menjadi keunggulan Kudus dan berniat untuk dipamerkan. Lanjutkan membaca

Kudus Pamerkan Dandangan ke Pakudjembara

Dalam kirab Dandangan Rabu (17/6/2015) lalu ada ketokohan Sunan Kudus berikan peringatan kepada Bupati Kudus dan masyarakat bahwa hari ini sudah puasa Ramadan. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

Dalam kirab Dandangan Rabu (17/6/2015) lalu ada ketokohan Sunan Kudus berikan peringatan kepada Bupati Kudus dan masyarakat bahwa hari ini sudah puasa Ramadan. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Penutupan tradisi Dandangan sehari sebelum puasa Rabu (17/6/2015) lalu, ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini tamu undangan dihadiri kepala dinas pariwisata dari kabupaten yang tergabung dalam Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora). Dengan momen tersebut, Dandangan menjadi keunggulan Kudus dan berniat untuk dipamerkan. Lanjutkan membaca

Jalan Area Dandangan Malam Ini Ditutup

Plt kepala dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti peringatkan para pedagang Dandangan malam ini harus membersihkan dagangannya. Besok pagi diharapkan sudah tidak ada lagi lapak yang berdiri. (MURIANEWS)

Plt kepala dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti peringatkan para pedagang Dandangan malam ini harus membersihkan dagangannya. Besok pagi diharapkan sudah tidak ada lagi lapak yang berdiri. (MURIANEWS)

KUDUS – Mengenai pendapatan, Sudiharti Plt kepala dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar belum bisa menjelaskan lantaran belum selesai semua dan masih di data. Sehingga paling lambat besok pendapatan dari Dandangan akan diketahui. Lanjutkan membaca

Besok, Semua Pedagang Dandangan Harus Bersih

Plt kepala dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti peringatkan para pedagang Dandangan malam ini harus membersihkan dagangannya. Besok pagi diharapkan sudah tidak ada lagi lapak yang berdiri. (MURIANEWS)

Plt kepala dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti peringatkan para pedagang Dandangan malam ini harus membersihkan dagangannya. Besok pagi diharapkan sudah tidak ada lagi lapak yang berdiri. (MURIANEWS)

KUDUS – Berakhirnya Dandangan, harus diakhiri pula dengan berhentinya pedagang, dan besok semua pedagang di Dandangan sudah harus meninggalkan lapak mereka yang digunakan berjualan selama 10 hari. Lanjutkan membaca

Hingar Bingar Dandangan Masih Ada

Sejumlah pengunjung nampak memanjakan anak-anaknya dengan wahanan mainan kereta di area Alun-alun Kudus. (MURIANEWS/HANA RATRI)

Sejumlah pengunjung nampak memanjakan anak-anaknya dengan wahanan mainan kereta di area Alun-alun Kudus. (MURIANEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Hingar bingar Dandangan yang seharusnya berakhir kemarin juga masih tampak ramai. Puluhan orang berduyun-duyun memadati wilayah tersebut untuk sekadar jalan-jalan. Terlebih bagi anak-anak yang sedang libur sekolah. Lanjutkan membaca

Kirab Budaya Tutup Tradisi Dangan dan Sambut Ramadan

Jpeg

JpegBupati Kudus Musthofa memukul bedug dalam kirab penutupan tradisi Dandangan, di alun-alun, Rabu (17/6/2015). Pemukulan bedug juga sebagai penanda datangnya Ramadan. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Ratusan peserta kirab Dandangan, memadati jalan menuju Simpang Tujuh. Kirab tersebut digelar untuk menandai berakhirnya tradisi tersebut tahun ini. Kirab juga digelar untuk menandai datangnya bulan Ramadan. Lanjutkan membaca

Usung Tema Mbah Rogo Moyo, Nenek-nenek Diikutkan Pada Kirab Dandangan

Beberapa nenek yang ikut ambil bagian dalam kirab budaya Dandangan (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

Beberapa nenek yang ikut ambil bagian dalam kirab budaya Dandangan (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

 

KUDUS – Beragam tema diusung peserta Kirab Dandangan, di antaranya peserta dari Desa Kaliwungu. Kali ini, tema yang diusung adalah ”Mbah Rogo Moyo”. Untuk melengkapi tema tersebut, nenek-nenek diikutsertakan dalam kirab. Lanjutkan membaca