Ada Ragam Batik Khas dari Berbagai Daerah di Jateng Bakal Dipamerkan pada Kegiatan Dandangan Kudus

MuriaNewsCom,Kudus – kegiatan tradisi Dandangan yang biasa dilaksanakan sebelum Ramadan, akan kembali digelar tahun ini. Rencananya, kegiatan Dandangan tahun ini bakal lebih meriah lagi, lantaran lebih banyak pedagang yang berkumpul seperti berkumpulnya perajin batik se-Jawa Tengah.

Kelala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, rencananya tahun ini akan ada beragam batik dari Jawa tengah yang akan dipamerkan dan dijajakan di kawasan Dandangan. Untuk stand batik, juga akan ditempatkan di lokasi khusus.

“Untuk stand batik ini, kami sediakan tempat mulai Simpang Tujuh Kudus hingga perempatan Kojan. Di sana, akan mampu menampung 30 lebih stand khusus batik,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, lantaran ini yang pertama ada pameran batik, maka fasilitas stand digratiskan terlebih dahulu. Pihaknya mengejar keramaian, dengan mengumpulkan berbagai macam batik se-Jateng.

Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa perajin batik dari sejumlah wilayah yang bersedia ikut. Jika ini berhasil, besar kemungkinan tahun depan bakal dilaksanakan kembali progam yang sama semacam itu.

“Jadi Dandangan ada khas lainya. Dan masyarakat tak perlu bepergian kemana-mana, karena kalau mau membeli batik bisa datang saat kegiatan Dandangan berlangsung,” ungkap dia

Pada kegiatan Dandangan tahun ini, akan diselenggarakan selama 10 hari. Jika bisa dimulai pada 16 Mei mendatang, maka Dandangan akan ditutup pada 25 Mei, yakni sehari sebelum bulan puasa Ramadan.

Editor : Kholistiono

Besok, Perempatan Jember Hingga Simpang Tujuh Kudus Bakal Bersih dari Pedagang Dandangan

 Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Andi Imam Santosa (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Andi Imam Santosa (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tradisi Dandangan di Kudus, seperti biasa berakhir ketika masuk bulan Ramadan. Namun hingga Senin (6/6/2016) ini, masih banyak pedagang yang menjual dagangannya di lapak-lapak yang digunakan saat Dandangan.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Andi Imam Santosa mengatakan, pihaknya memberikan kelonggaran kepada pedagang untuk membongkar lapak. Hal itu, lantaran bukan karena keinginan pedagang, namun lebih kepada faktor lainnya.”Kebanyakan dari pedagang yang mendirikan lapak, terkendala dengan transportasi. Sehingga, lapak baru dapat dibongkar kalau kendaraan datang,” ungkapnya.

Melihat hal itu, pihaknya memberikan kesempatan para pedagang untuk menempati lapak tersebut. Hanya, batas waktunya maksimal hari ini harus sudah selesai atau sudah bersih.

Menurutnya, kelonggaran tersebut harus dimanfaatkan pedagang untuk membongkar lapak dengan. Jika nanti tetap berdiri sampai batas waktu yang diberikan, maka pedagang yang memadati jalan akan berhadapan dengan Satpol PP Kudus dan dapat dibongkar paksa.”Kalau memang sampai kini belum datang, dapat menepikan dulu lapaknya. Hal itu karena aktivitas lalu lintas di sana juga tinggi,” ungkapnya.

Pada event Dandangan tahun ini, Pemkab Kudus menyediakan kapling sebanyak  546 unit. Jumlah tersebut belum lagi ditambah dengan kapling lesehan yang baru datang saat sore. “Mudah-mudahan Dandangan selalu rutin dilaksanakan, dan tahun depan dapat dilakukan dengan yang lebih ramai dan lebih meriah lagi,” jelasnya

Dia menambahkan, biasanya pedagang tidak mau melewatkan berjualan saat Dandangan. Sehingga, tiap tahun akan ada pedagang yang sama di tempat yang sama.

 

Editor : Kholistiono

Ribuan Warga dan Peserta Kirab Dandangan Banjiri Alun-alun Kudus

Peserta kirab dandangan saat berjalan menuju Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peserta kirab dandangan saat berjalan menuju Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan peserta mulai dari tingkat pelajar, seniman, budayawan, hingga wakil rintisan desa wisata yang ada di Kudus turun ke jalan mengikuti Kirab Dandangan di Alun alun Kudus, Minggu (5/6/2016).

Kirab yang dilakukan untuk menandai datangnya bulan Ramadan tersebut dilakukan dengan cara berjalan kaki dari Jalan dr. Ramelan hingga depan Pendapa Kabupaten Kudus.

Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Kudus Yuli Kasiyanto menyebutkan, peserta kirab memang sengaja diambil dari kalangan pelajar, seniman, budayawan, maupun pelaku budaya yang ada di desa rintisan wisata Kudus guna mengenalkan budaya yang ada di Kota Kretek.

”Dalam kegiatan ini memang bertujuan untuk mengembangkan potensi budaya dan seni yang ada di Kudus,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, masing-masing kelompok peserta kirab diberikan waktu sekitar 5 menit oleh panitia untuk menampilkan seni atau kreatifitas dihadapan Bupati Kudus Musthofa.

”Selain mengembangkan atau memperkenalkan kepada masyarakat luas, tradisi dandangan ini juga bisa sebagi pengangkat budaya, seni yang ada di Kudus. Supaya kesenian dan budaya itu bisa tereksplore kembali di dunia luar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa menegaskan, tradisi dandangan ini jangan dijadikan seremonial belaka. Namun harus bisa paham akan makna dandangan itu sendiri.

”Bukan hanya sekadar menabuh bedug saja, tapi harus tau kalau dandangan itu adalah tradisi umat muslim sebagai penanda datangnya Ramadan. Dulu Sunan Kudus sendiri yang menabuh bedug untuk menyambut datangnya bulan suci Romadan,” paparnya.

Untuk itu, ia meminta pembukaan kirab dandangan yang diawali dengan menabuh bedug yang dilakukan oleh Bupati Kudus Musthofa tersebut tak dimaknai berbeda. Sehingga budaya tersebut bisa dilestarikan.

“Selain itu, jadikanlah bulan puasa ini sebagai ajang instropeksi diri. Khususnya masyarakat Kudus. Sehingga wilayah Kudus bisa dijadikan kota inspirasi untuk negeri Indonesia ini,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Dinas Dagsar Kudus Jamin Besok Stan Dandangan Bakal Berdiri Penuh

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski hingga 27 Mei masih terdapat 110 stan PKL Dandangan yang kosong, namun dipastikan oleh dinas akan terisi dalam waktu singkat. Bahkan, diyakini kalau besok (28/5/2016) sudah akan dipenuhi oleh pedagang.

Hal itu dipastikan Plt Dinas Perdagangan Dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti melalui Kasi PKL pada Dinas Dagsar Imam Santoso. Menurutnya, tradisi Dandangan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Sehingga, pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan.

”Masih banyak juga yang menunggu untuk membangun stan. Jadi kami bisa alihkan mereka yang sudah daftar dan tidak mau membangun dengan yang masuk daftar tunggu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, tidak ada ceritanya kalau pedagang Dandangan akan sepi pembeli, sehingga semangat jualan menurun. Ini lantaran dandangan

Selain itu, kata dia, sejumlah pedagang juga masih ada yang belum mendirikan stan di kaplingnya. Sebab biasanya pedagang memilih waktu malam mendirikan karena tidak panas.

“Satu pedagang lebih dari satu kapling, sehingga akan penuh semuanya. Terlebih tahun ini peminatnya lebih Banyak ketimbang tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Besok, Dandangan Kudus Resmi Dimulai

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tradisi tahunan dandangan, mulai besok resmi dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumya, tradisi dandangan tahun ini juga tidak ada pembukaan dari Pemkab Kudus.

Plt Dinas Dagsar Sudiharti mengatakan, kegiatan dandangan dimulai pada 26 Mei hingga 5 Juni. Selama waktu itu, sejumlah pedagang akan memadati area dandangan.

”Sesuai dengan rencana, Dandangan siap dilaksanakan mulai 26 Mei, dan Dandangan tahun ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya,” katanya

Ia menyebutkan, dandangan tahun ini ada 460 pedagang juga sudah bersiap dalam menjual barang dagangannya. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Ini lantaran, pemkab mengundang UMKM se-Jawa Tengah untuk mengikuti tradisi tahunan tersebut.

”Tiap tahun, kami upayakan ada penambahan yang lebih baik. Karena itu, tahun ini diramaikan kami mengundang perwakilan UMKM se-Jateng,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain diramaikan UMKM se-Jateng, tradisi dandangan juga bakal ditutup dengan kegiatan kirab dandangan yang akan dilangsungkan pada 5 Juni mendatang. Saat itu diumumkan bahwa keesokan harinya puasa.

”Dandangan itu menyambut bulan suci puasa, jadi dalam kirab juga menonjolkan dengan budaya Kudus dan juga kegiatan seputar Kudus,” imbuh Kabid Pariwisata Pada Disbudpar Dwi Yusi sasepti.

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Rintisan Desa Wisata di Kudus Bakal Dibuatkan Stan Khusus Selama Dandangan

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus  Dwi Yusi Sasepti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus  Dwi Yusi Sasepti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain dipenuhi ratusan pedagang, pada Dandangan tahun ini juga akan dimeriahkan stan unik. Stan itu merupakan stan untuk rintisan desa wisata yang disiapkan Disbudpar Kudus.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar  Dwi Yusi Sasepti mengatakan, stan untuk rintisan Desa Wisata dipastikan ada. Sebab komunikasi dengan panita Dandangan sudah dilakukan sehingga dipastikan akan dapat stan.

”Kami dapat stan, tapi ya hanya satu. Meski demikian cukup mampu membuat rintisan desa wisata senang karena dilibatkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebenarnya, lanjutnya, Dinas mengusulkan dua stand untuk menampung produk dan pengenalan rintisan desa wisata. Hanya, karena banyaknya pedagang yang minta lapak untuk berjualan, pihak panitia hanya memberukan satu buah stan saja.

Stan tersebut masuk dalam stan khusus. Yakni bertempat pada 36 stan lain UMKM se-Jateng. Pihaknya menolak stan yang dicampur pedagang lainnya lantaran akan dikemas khusus

”Kami kemas khusus. Jadi kami akan tata sebaik mungkin agar mengail perhatian pengunjung. Selain itu kami juga pariwisata, jadi harus ada bedanya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

 

Polwan Cantik Bermoge Bakal Memeriahkan Kirab Dandangan Kudus 2016

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus  Dwi Yusi Sasepti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus  Dwi Yusi Sasepti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain diikuti oleh ribuan peserta, kirab dandangan nantinya juga bakal lebih menarik. Ini lantaran, panitia sudah menggagas adanya dua polwan cantik dan para rintisan desa wisata untuk memeriahkan kirab.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar  Dwi Yusi Sasepti mengatakan, kirab dandangan nanti akan dibuka oleh dua polwan cantik. Rencananya, kedua polwan cantik itu akan menaiki moge pada barisan paling depan.

“Kami sudah melakukan kordinasi dengan polres, dan mereka siap dengan dua polwan cantik yang naik Moge,” katanya kepada MuriaNewsCom

Yusi menambahkan, para rintisan desa wisata juga sangat antusias dengan hal itu. Bahkan mereka sampai siap jauh hari mempersiapkan segalanya untuk penampilan nanti.

“Kami berikan waktu empat menit untuk atraksi di depan panggung atama, jadi mereka memperbolehkan berkreasi sesuai dengan potensi desa masing masing,” ujarnya

Sedangkan, untuk sekolah yang mengikuti kirab nanti sudah ditentukan tema kirab sesuai dengan undian. Seperti tradisi dagang, tradisi rebana dan budaya lain yang terdapat di Kudus.

“Namun ada pula yang tukar undian, seperti SMA 1 Gebog dengan SMA 2 Kudus. Asal sama sama sepakat tidak menjadi persoalan,” ungkapnya

Rencananya, dalam kirab akan berjalan sejauh 3 kilometer. Dengan mulai utara Matahari hingga SMP 3 Kudus. Sedang panggung utama terdapat di simpang tujuh.

Editor: Supriyadi

Catat, Kirab Dandangan Kudus Digelar 5 Juni

Bupati Kudus Musthofa menabuh bedug sebagai tanda dimulainya puasa tahun lalu. (MuriaNewsCOm/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa menabuh bedug sebagai tanda dimulainya puasa tahun lalu. (MuriaNewsCOm/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kirab Dandangan yang dilangsungkan tahun ini, di jadwal pada lima Mei mendatang. Pada acara tersebut, nantinya akan diikuti oleh ribuan peserta.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar  Dwi Yusi Sasepti mengatakan, pelaksanaan kirab Dandangan memang akan dilakukan pada lima Juni atau sehari sebelum puasa. Hal itu dilakukan sesuai kesepakatan dan seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Dalam kegiatannya bukan hanya kirab saja, namun juga terdapat penabuhan bedug dan pengumuman kalau keesokan harinya sudah masuk bulan puasa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Lantaran kirab juga dilakukan pengumuman puasa, maka jadwal juga dapat berubah. Jika puasa tidak mundur dari jadwal kalender, maka kirab juga mengikuti dengan sehari sebelum puasa

Menurutnya, pada kirab kali ini terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya. Dinas sudah mengevaluasi mana saja yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

“Pesertanya ada 20 sekolah di perkotaan. Sekolah tersebut terdiri dari SMP dan SMA. Selain itu, rintisan desa wisata juga dilibatkan dalam berlangsungnya kirab,” imbuhnya

Dia mengatakan untuk tiap kelompok terdiri dari puluhan orang. Bahkan untuk sekolah saja sudah dikuti 750 siswa, belum lagi dengan peserta lainnya sehingga peseta mencapai ribuan.

“Perbankan juga ada yang ikut, mereka sangat antusias dengan menjadi tokoh kanjeng sunan Kudus,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Dandangan Kudus, PGOT Akan Ditertibkan  

Beberapa PGOT yang dirazia Satpol PP di jalan Sunan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa PGOT yang dirazia Satpol PP di jalan Sunan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus akan memantau pergelaran Dandangan. Sebab, pada momen tersebut para Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT)  biasa berkeliaran.

Keberadaan mereka di lokasi Dandangan biasanya meresahkan masyarakat. Karenanya, Satpol PP segera melakukan aktivitas antisipasi penanganan sejak sekarang. Tujuannya agar pencegahan bisa dilakukan.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Tibum Tranmas Sukrin Subiyanto mengatakan, dalam even Dandangan itu, pihaknya akan terus mengintensifkan patroli.”Keberadaan PGOT maupun anak  punk bisa tersisir dengan baik,” kata Sukrin.

PGOT tersebut pasti bakal memanfaatkan even Dandangan itu. Terlebih even Dandangan juga bertepatan dengan bulan Syaban atau Ruwah. Saat jumlah peziarah di makam Sunan Kudus sedang meningkat  luar biasa. Jika keberadaan PGOT dibiarkan, maka dikhawatirkan akan mengganggu peziarah.

“Memang tempat wisata itu tempatnya PGOT berkumpul. Oleh karenanya saya akan terus berupaya berkoordinasi dengan tim supaya bisa menertibkan PGOT tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan terus menyisir objek wisata yang ada di Kudus lainnya. Terutama objek wisata religi. Dia menambahkan, dalam razia tersebut Satpol PP berharap warga bisa ikut melaporkan keberadaan PGOT. Supaya Satpol PP bisa melacak keberadaan PGOt. “Jadi akan tepat sasaran,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kabar Gembira, Dinas Dagsar Kudus Upayakan MCK untuk Pedagang Dandangan

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal mengupayakan adanya tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk pedagang dandangan. Hal itu lantaran kebutuhan MCK sangat penting untuk ratusan pedagang di sana.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengungkapkan, MCK merupakan hal yang penting bagi pedagang. Karena itu, pemkab berupaya tiap tahun untuk selalu mengupayakan adanya MCK.

”Tahun ini, kami mengupayakan adanya MCKuntuk pedagang. Sehingga mereka leluasa untuk menggunakan tempat MCK sesuai kebutuhan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, ia mengakui dandangan tahun lalu, pemkab belum memiliki tempat untuk MCK. Karena itu, tahun ini mulai melakukan pengadaan. ”Tahun lalu, kami berupaya meminjam ke provinsi, namun belum bisa dipenuhi,” ujarnya.

Sedangkan, untuk tahun ini, Dinas Dagsar akan meminjam ke BPBD terkait MCK tersebut. Nantinya, MCK akan ditempatkan di sejumlah titik yang terdapat Dandangan.

”Kita akan komunikasi terkait hal itu. Jadi, kita akan pinjam ke BPBD untuk MCK nya. Mudah mudahan tahun ini sudah bisa dilengkapi dengan MCK,” ungkapnya.

Mengenai kebutuhan MCK, sedikitnya di berbagai persimpangan membutuhkan toilet umum itu. Hanya, soal nanti yang dapat dipenuhi berapa masih belum final. Soalnya masih dilakukan persiapan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Tak Ada MCK, Pedagang Dandangan Sasar Kamar Mandi Menara Kudus untuk Buang Hajat

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pedagang mulai menjajahkan dagangannya menyambut tradisi dandangan di Jalan Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tak adanya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dalam tradisi dandangan membuat para pedagang kelimpungan. Dampaknya, ratusan pedagang menggunakan fasilitas umum seperti, wc umun, toilet masjid ataupun musala, hingga kamar mandi di kompleks Menara Kudus untuk buang hajat dan mandi.

”Saya sudah sembilan tahun berjualan di setiap even dandangan, dan setiap tahun selalu manfaatkan kamar mandi di Menara Kudus,” kata Karsono, salah satu pedagang yang mengadu nasib di tradisi dandangan, Kamis (5/5/2016).

Pedagang berusia 42 tersebut mengaku terpaksa melakukan hal tersebut. Ini lantaran, sepanjang dandangan dimulai, memang tak ada toilet ataupun MCK khusus untuk pedagang.

”Ya kalau ada khusus pedagang pastinya tidak ke Menara. Apalagi, terkadang sampai terjadi antrean panjang hanya untuk mandi dan buang hajat,” ungkapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, juga dilakukan oleh pedagang yang lain. Terlebih, pedagang yang mencoba peruntungan tak hanya berjumlah puluhan, melainkan ratusan. Praktis, mereka memanfaatkan fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan MCK.

”Selain di kompleks Menara, kalau ada rumah warga ya rumah warga. Tapi atas sizin yang punya rumah dulu. Kalau tak diizinkan ya kami tak berani,” terangnya.

Karsono pun berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemab) Kudus bisa mengadakan MCK khusus pedagang. Dengan begitu, ratusan pedagang yang berjualan tak merepoti orang-orang di sekitar.

”Harapannya ya ada tempat MCK khusus pedagang. Sehingga tak bergantung pada tempat umum dan rumah orang,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

 

Jangan Kaget, Ini Target Pendapatan Dandangan yang Dipatok Pemkab Kudus

Para pengunjung berjubel di arena hiburan dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para pengunjung berjubel di arena hiburan dandangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pmerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan pendapatan dandangan sebesar Rp 100 Jutaan. Jumlah ini merupakan jumlah keseluruhan yang ditargetkan untuk ratusan pedagang.

Hal tersebut diutarakan Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti, kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016).

”Target Rp 100 jutaan adalah target secara keseluruhan. Mulai dari pedagang musiman yang datang saat dandangan hingga para pelaku UMKM di Jateng yang kami undang,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk UMKM yang diundang dalam dandangan tahun ini sejumlah 35 kabupaten se-Jateng. Hanya, untuk yang hadir belum diketahui berapa jumlahnya.

Mengenai fasilitas, untuk yang dari luar daerah diberikan penambahan berupa tenda. Sehingga akan ada biaya tambahan untuk sewa tendanya.

”Kalau biaya sewanya masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya targetnya yang ditambah, dan jumlah pedagang yang juga ditambah,” ujarnya.

Pada tahun lalu, biaya sewa lapak dibedakan berdasarkan besaran lapak. Untuk lapak biasa dengan ukuran 3×4 meter sebesar Rp 2.000 per hari, sedangkan lapak khusus sekitar Rp 750 ribu selama perayaan Dandangan.

Sementara untuk Retribusi sampahnya, pada tahun lalu juga  sesuai Perbub Nomor
12/2010 tentang Retribusi Sampah dijelaskan bahwa tarifnya untuk setiap meter persegi sebesar Rp 60.

Dengan harga tersebut, tambahnya, banyak pedagang yang tertarik menyewa lapak. Hal itu menunjukkan betapa diminatinya untuk Dandangan. Kondisi tersebut dianggap lebih baik sebab perputaran ekonomi hanya berputar di Kudus. Sedangkan sebelumnya banyak yang pendatang datang.

Editor: Supriyadi

Polisi Juga Disiagakan di Jalur Pengalihan Lalu Lintas Saat Dandangan

Pedagang menata mainan di sekitar Menara Kudus. Untuk Dandangan tahun ini, pemkab telah membuat rekayasa lalu lintas untuk menekan kemacetan. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi Mengatakan, pengamanan yang dilakukan saat Dandangan tak hanya di sekitar Menara Kudus saja. Jalur-jalur pengalihan juga sudah disiapkan petugas untuk melakukan penjagaan.

Lanjutkan membaca

Ratusan Personel Disiagakan Selama Dandangan

Pedagang menata mainan di sekitar Menara Kudus. Untuk Dandangan tahun ini, pemkab telah membuat rekayasa lalu lintas untuk menekan kemacetan. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Selama berlangsunganya tradisi Dandangan nanti, ratusan petugas bakal disiagakan selama sembilan hari. Hal itu dilakukan guna mengatur lalu lintas dan keamanan sekitar lokasi Dandangan.

Lanjutkan membaca

Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Dandangan

Pedagang menata mainan di sekitar Menara Kudus. Untuk Dandangan tahun ini, pemkab telah membuat rekayasa lalu lintas untuk menekan kemacetan. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Tradisi Dandangan yang bakal dimulai 8  Juni nanti, diperkirakan menyebkan kemacetan di kawasan perkotaan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, Pemkab Kudus mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantasi hal tersebut.

Lanjutkan membaca

Dandangan di Kudus Akan Dimulai 8 Juni

Menara Kudus di sekitar menara ini nantinya akan diadakan tradisi dandangan yang akan dimulai 8 Juni. (MURIANEWS)

KUDUS – Menyambut bulan suci Ramadhan, di kota kretek identik dengan tradisi  Dandangan. Dandangan yang merupakan proses menunggu pengumuman awal Puasa Ramadhan ini, setiap tahun selalu meriah dengan keramaian para pedagang dan berbagai tontonan serta hiburan masyarakat.

Lanjutkan membaca