DAK untuk 3 SD di Kudus Dipangkas

Ilustrasi Uang

Ilustrasi Uang

 

KUDUS – Sebanyak tiga sekolah dasar (SD) di Kudus yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2015 terpaksa dipangkas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dipangkasnya DAK untuk tiga SD tersebut, di antaranya sekolah sudah mendapatkan dana dari sumber lain.

“Ada tiga SD yang mendapatkan bantuan DAK, namun terpaksa dipangkas. Pertama adalah SD 1 Margorejo, yang terjadi kesalahan dalam peruntukannya, yakni tidak sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dalam DPA, yang direhap adalah gedung kelas, namun dalam pelaksanaan yang dilakukan malah pembangunan gedung perpustakaan,” ujar Kepala Disdikpora Kudus melalui Kabid Dikdas Kasmudi.

Karena kesalahan ini, Disdikpora Kudus terpaksa memangkas anggaran pembangunan, lantaran tidak sesuai. Meskipun pembangunan ruang perpustakaan dibutuhkan, namun hal itu tidak sesuai dengan DPA, sehingga tidak diperbolehkan.

SD berikutnya adalah SD 1 Soco. Di sekolah ini, juga ada pemangkasan untuk dana rehab yang rencananya bisa untuk merehab satu kelas. Karena, usulan yang awalnya dua kelas, ternyata dalam pelaksanaannya hanya satu kelas. Mengingat kebutuhan yang diperlukan hanya satu kelas.

Selanjutnya adalah SD 1 Tanjungkarang. Di sana juga pemangkasan anggaran, karena rencana anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan enam kelas, ternyata dengan menggunakan biaya tiga kelas sudah cukup.”Jadi ada penghormatan. Seharusnya anggaran enam kelas, tapi dengan biaya tiga kelas sudah dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Meski ada pemangkasan anggaran, menurutnya, pembangunan untuk tiga sekolah tersebut sudah selesai dilaksanakan seperti rencana semula.

Mengenai jumlah anggaran yang dipangkas, pihaknya belum dapat memberitahu, lantaran masih dalam tahap rekapitulasi atau pendataan akhir. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

DAK Miliaran Rupiah untuk SMA/SMK Tak Terlaksana

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan untuk tingkat Pendidikan Menengah (Dikmen) tahun 2015 terpaksa harus terparkir. DAK untuk sarana pendidikan SMA/SMK tersebut, baru dilakukan tahun 2016.

Menurut Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo, DAK di 2015 untuk Dikmen gagal dilaksanakan lantaran terkendala waktu. Sehingga, dari pihak Disdikpora mengambil kebijakan dengan menunda pelaksaan DAK di 2016 mendatang.

“Anggaran yang kami sediakan sekitar Rp 11 miliar. Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan pada DAK di 2015 dan 2016,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, gagalnya pelaksanaan DAK di 2015, selain disebabkan dengan waktu yang sudah mepet, juga disebabkan dengan proses lelang yang menggunakan sistem e-katalog. Sehingga, bagi sebagian besar SMA dan SMK mengalami kendala dalam pembahasannya.

“Untuk rehab pembangunan gedung sekolah, perpustakaan dan sebagainya, nanti pelaksanaannya sama dengan Dikdas, yakni menggunakan termin hingga tiga kali untuk mencairkannya,” jelasnya.

Ia katakan, untuk pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada masing-masing sekolah yang mendapatkan DAK tersebut, begitupun dengan pengawasannya.

Sama seperti DAK untuk Dikdas, pencairan dana juga dilakukan dengan tiga tahapan. “Kami bagi menjadi tiga termin. Pada termin pertama biaya yang keluar sejumlah 30 persen dari biaya yang didapat. Kemudian untuk termin kedua anggaran yang didapat sejumlah 45 persen dari kebutuhan. Kemudian kalau sudah selesai sisa 25 persen baru dapat diberikan. Sama seperti Dikdas,” katanya.

Saat ini, katanya, termin pertama sedang dipersiapkan. Sebab penggunaan yang dilakukan di 2016. Dia berharap,jika nanti hasil akhir tidak sesuai dengan proposal yang diajukan, maka dapat dipermasalahkan lantaran tidak sesuai dengan perencanaan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

DAK Tahap Ketiga untuk Sekolah Segera Cair 

dak-2

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pelaksanaan fisik pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 sudah sekitar 60 persen lebih dan telah persiapan untuk pencairan tahap ketiga.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, pencairan DAK untuk tahap ketiga bakal dilakukan 10 Desember mendatang. Namun, hal itu dengan syarat, proyek pembangunan sudah mencapai minimal 70 persen.

“Pencairan DAK dilakukan dalam tiga tahapan. Untuk tahap pertama dilakukan pada awal pengerjaan, sebesar 30 persen dan tahap kedua sebanyak 45 persen. Sedangkan untuk tahap ketiga nanti sebesar 25 persen,” ungkapnya.

Ia katakan, alokasi DAK untuk pembangunan sekolah tahun ini sebesar Rp 7,794 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan untuk rehab 73 SD dan SMP, yang masuk kategori rusak sedang. Kemudian ada juga pembangunan perpustakaan di 5 SD, dengan anggaran Rp 650 juta. Selanjutnya juga ada rebah ruang guru di 14 SD dan SMP serta pembangunan ruang kelas baru untuk 15 SD dan SMP.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan bermacam-macam. Mulai dari pembangunan perpustakaan baru, pembenahan dan pembangunan ruang kelas, perawatan sekolah yang rusak serta pembangunan pagar dan ruang guru yang rusak.

Dia menambahkan, jika ditotal secara keseluruhan, anggaran tersebut mencapai lebih Rp 12 miliar.Jumlah tersebut merupakan keseluruhan yang diterima sekolah dalam pembangunan dengan sistem swakelola. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)