Bupati Grobogan Minta Bayu Aji Pamungkas Tularkan Ilmu pada Dalang Lokal

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan wayang Arjuna pada Ki Bayu Aji Pamungkas sebagai tanda dimulainya pertunjukan wayang kulit di alun-alun Purwodadi, Selasa (22/8/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalang kondang Ki Bayu Aju Pamungkas (putra Ki Anom Suroto) diminta membantu meningkatkan kemampuan dalang lokal yang ada di Grobogan. Permintaan itu dilontarkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka pertunjukan wayang kulit di Alun-alun Purwodadi, Selasa (22/8/2017) malam.

”Selama ini, Adik Bayu sudah sering tampil di Grobogan. Selain menghibur penggemar wayang kulit, saya berharap juga bisa menularkan ilmu pedalangan pada dalang lokal yang ada disini,” katanya.

Menurut Sri, hingga saat ini potensi dalang yang tergabung daam wadah Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Grobogan masih bisa ditingkatkan. Selama ini, dalang-dalang lokal itu masih mendapatkan kesempatan tampil rutin dalam ajang pentas wayang kulit di pendopo kabupaten yang digelar tiap malam Jumat Kliwon.

”Kemampuan dalang lokal ini sebenarnya cukup bagus. Dengan tambahan ilmu dari dalang kenamaan seperti Bayu Aji, saya optimis kemampuan dalang lokal ini nanti bakal bertambah pesat dan lebih dikenal pecinta wayang kulit,” imbuhnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Bayu Aji menyatakan siap membantu menularkan ilmu yang dimiliki pada dalang lokal di Grobogan. Ia menilai, kemampuan beberapa dalang lokal sudah cukup mumpuni. Hanya saja, mereka perlu tambahan inovasi, kreasi dan jam pentas serta ketekunan berlatih. 

Editor: Supriyadi

Dalang Cilik Wanita Pukau Ratusan Penonton

Dalang wanita Elvia Trisnawati Siswi SD Kemiri II Jepon saat pentas dalang pada malam Jumat Pon tadi malam. (MuriaNewsCom/Priyo)

Dalang wanita Elvia Trisnawati Siswi SD Kemiri II Jepon saat pentas dalang pada malam Jumat Pon tadi malam. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Pentas wayang kulit yang digelar rutin setiap malam Jumat Pon oleh Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Kamis malam (6/8/2015) kemarin berlangsung meriah, jika dibanding gelaran sebelumnya. Pasalnya, malam itu sebelum acara utama seni wayang kulit menampilkan dalang cilik wanita, yang belum pernah dilakukan.

”Sangat meriah sekali. Ini baru kali pertama di malam Jumat Pon mempertunjukkan wayang kulit dengan dalang cilik perempuan,” jelas Kepala DPPKKI Kabupaten Blora Slamet Pamuji SH, M. Hum melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo S.Kar, Kamis malam (6/8/2015).

Menuruntya, dengan adanya dalang cilik wanita di Blora bisa menjadi contoh dalang lainnya. Bahwa menjadi dalang itu tidak harus pria, namun wanita pun juga bisa. Suntoyo berharap dengan adanya dalang cilik wanita, generasi mendatang mengetahui bagaimana sejatinya wayang sesuai pakem, ide kreatif, dan hiburan yang sejak lama ada. Tentu kreativitas harus selalu ditingkatkan, agar pertunjukan wayang semakin menarik dan enak dilihat.

”Seni Pedalangan zaman sekarang harus berani bersaing dengan seni hiburan lainnya. Jangan sampai mematikan ide kreatif para dalang. Tentu dibutuhkan pembinaan dan keberanian, dan tetap berada pada ruh pakem pewayangan sebagai budaya luhur yang dilestarikan. Sehingga dengan munculnya dalang cilik wanita ini, bisa menggugah srikadi cilik lainnya ikut berkreasi dalam dunia pewayangan khususnya pada dalang,” terangnya. (PRIYO/TITIS W).

Penonton Berdecak Kagum dengan Aksi Dalang Cilik di Museum Kretek Siang Ini

M Bayu Kusumo (8) beraksi dalam pentas wayang kulit di Museum Kretek, siang ini. Penonton berdecak kagum dengan aksi putra kuli bangunan asal Desa Karangbener, Kecamatan Bae. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Para penonton pagelaran wayang kulit di Museum Kretek, Kudus, berdecak kagum dengan aksi dalang cilik, siang ini. Dalang bernama M Bayu Kusumo (8) itu, didaulat membabar wayang dalam acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Lanjutkan membaca