4 Kuintal Daging Gelonggongan Ditemukan di Grobogan

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto memusnahkan daging gelonggongan hasil razia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto memusnahkan daging gelonggongan hasil razia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Razia daging gelonggongan yang dilakukan petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan serta didukung instansi terkait lainnya, Jumat (23/12/2016) dini hari membuahkan hasil yang cukup signifikan.

Meski sempat ada aksi kejar-kejaran dengan pemiliknya, namun sebanyak 400 kg daging gelonggongan akhirnya berhasil diamankan dalam razia tersebut.

Daging gelonggongan yang difatwakan haram oleh MUI itu ditemukan dari tiga pedagang. Masing-masing, sebanyak 141,8 kg milik Sugeng Lestari, warga Boyolali. Kemudian, Jaswanto, warga Salatiga sebanyak 138,8 kg dan Doto, warga Boyolali sebanyak 120,1 kg.

“Selama ini, Grobogan memang jadi salah satu incaran pedagang daging gelonggongan dari luar daerah. Diantara pelakunya ini, merupakan pemain lama yang sudah beberapa kali terkena razia,” Kadinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Nur Ahmad Wardiyanto serta Kasi Keswan dan Pengawasan Obat Hewan drh Bambang Yulianto, pada wartawan.

Setelah diamankan, daging tersebut selanjutnya dibawa petugas ke kantor Disnakkan untuk diuji laborat. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kadar air daging tersebut lebih dari 80 persen. Sementara kadar air normal di bawah 77 persen.

“Dari hasil pemeriksaan, daging itu dinyatakan semi basah dari proses penyembelihan yang kurang sempurna. Oleh sebab itu, daging tersebut tidak layak diedarkan pada masyarakat,” jelasnya.

Dari hasil uji laborat itu daging gelonggongan itu kemudian disita dan disimpan dalam mesin pendingin yang ada di aula disnakkan. Kemudian, siang tadi, daging tersebut dimusnahkan petugas di belakang kantor Disnakkan dengan cara dibakar.

Editor : Akrom Hazami

Harga Daging Mahal, Pemkab Kudus Jamin Tak Ada Penimbunan

Pedagang daging di salah satu pasar tradisional Kudus. Dari hasil pantauan kepolisian Resort Kudus tidak ditemukan adanya penimbunan daging di Kudus, kenaikan harga masih wajar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang daging di salah satu pasar tradisional Kudus. Dari hasil pantauan kepolisian Resort Kudus tidak ditemukan adanya penimbunan daging di Kudus, kenaikan harga masih wajar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Harga daging yang semakin tinggi juga disikapi pemkab Kudus. Hanya, pihak pemkab memastikan kebutuhan daging di Kudus masih dalam kategori aman. Bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Budi Santoso mengatakan, pihaknya memastikan kebutuhan daging sapi saat sekarang masih aman.

Kebutuhan daging baik sapi maupun kerbau di Kudus setiap hari sekitar 6 ton. Jumlah tersebut merupakan jumlah rata-rata kebutuhan masyarakat Kudus.
”Populasi sapi di Kabupaten Kudus selama 2014 mencapai 11.652 ekor, sedangkan kerbau 2.196 ekor. Jumlah tersebut lumayan banyak jika untuk membutuhkan kebutuhan masyrakat,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, jumlah tersebut masih dapat dipenuhi pemasok dari Kudus dan juga luar daerah, sehinggga dipastikan Kudus aman dari kebutuhan daging. (FAISOL HADI/TITIS W)

Wakapolres : Tak Ada yang Menimbun Daging

 

Pedagang daging di salah satu pasar tradisional Kudus. Dari hasil pantauan kepolisian Resort Kudus tidak ditemukan adanya penimbunan daging di Kudus, kenaikan harga masih wajar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang daging di salah satu pasar tradisional Kudus. Dari hasil pantauan kepolisian Resort Kudus tidak ditemukan adanya penimbunan daging di Kudus, kenaikan harga masih wajar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejak terjadi kenaikan harga daging, kepolisian Resort Kudus melakukan tindakan dengan melakukan pantauan. Hanya, dari hasil pantauan tidak ditemukan adanya penimbunan daging.

”Memang mengalami kenaikan, namun masih stabil masih dalam taraf wajar. Sehingga masyarakat tidak perlu risau mengenai hal tersebut,” kata Kapolres Kudus AKBP M. Kurniawan melalui Wakapolres Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom Minggu (16/8/2015).

Menurutnya, sejak kabar melonjaknya harga daging di sejumlah daerah meningkat tajam, pihaknya langsung menindaklanjuti perintah pimpinan untuk memantau kondisi pada masing-masing wilayah. Dan hingga kini petugas juga masih memantau perkembangan harga daging di Kudus.
Pihaknya juga tidak melihat adanya praktik curang, seperti penimbunan dan sejenisnya. Peningkatan kebutuhan di lapangan lebih disebabkan karena dinamika di pasaran saja.

Walaupun begitu, pihaknya dapat saja melakukan penindakan bila ditemukan bukti adanya kecurangan terkait distribusi daging sapi. Secara umum tidak ada persoalan dengan distribusi daging sapi di wilayah kami. (FAISOL HADI/TITIS W)

Dinkes Blora Urung Kasih Teguran ke Pedagang

 Petugas saat melakukan sidak di Pasar Induk Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

Petugas saat melakukan sidak di Pasar Induk Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora bersama instansi terkait di Pasar Induk Blora tak menemukan makanan yang mengandung bahan pengawet atau formalin. Atas kondisi ini, petugas tak jadi memberikan teguran ke pedagang, seperti pada sidak sebelumnya.

”Dari beberapa lapak penjualan ikan laut yang kami periksa dan lakukan pengecekan hasilnya negatif, sehingga ikan yang dijual di pasar Blora layak konsumsi. Barang-barang lainya juga masih layak dikonsumsi,” ujar Kasi POM pada Dinkes Blora Teguh Prasetyono, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya, selain ikan dan cumi, pengambilan sampel pada produk tahu dan tempe juga dinyatakan aman. Begitupun dengan daging sapi maupun ayam.

”Pengecekan dilakukan agar masyarakat barang yang layak konsumsi dan sehat. Sebab, bulan-bulan seperti ini sering ditemukan adanya bahan pengawet pada makanan maupun bahan-bahan lainya,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Dinkes Blora Kembali “Acak-acak” Pasar dan Toko Modern

f-sidak (e)

Petugas saat melakukan sidak di Pasar Induk Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora Bersama Pihak Satpol PP dan Polsek Blora kembali melakukan sidak di Pasar Induk Blora dan toko modern. Hal ini untuk memastikan kondisi barang yang dijual pedagang dalam kondisi layak konsumsi. Lanjutkan membaca

Hindari Ada Campuran Daging Celeng, Dintanhut Rembang Intensifkan Inspeksi Pasar Selama Ramadan

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Menurut Agus IwanHaswanto, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dintanhut Kabupaten Rembang, inspeksi peredaran daging di pasaran perlu diketatkan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Agar tak tercemari daging campur babi dan sejenisnya, Agus berpesan kepada setiap pedagang agar tidak gampang menerima stok dari suplier baru.

Selain itu juga agar mewaspadai harga murah yang ditawarkan penyetok. Untungnya, pedagang daging di Rembang sudah punya penyuplai langganan, jadi aman.

”Selain fokus di Pasar Rembang dan Lasem, inspeksi rutin saat Ramadan juga akan dilakukan di Pasar Pamotan dan Kragan. Kita akan gencarkan di pasar lain sampai jelang Lebaran nanti. Alhamdulillah di Rembang masih aman,” kata Agus Iwan Haswanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Dintanhut Klaim Stok Daging di Rembang Aman

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Salah seorang penjual daging di Pasar Rembang. Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayah masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang mengklaim bahwa stok daging di wilayahnya masih aman, setidaknya hingga hari ke-19 puasa.

Harga daging juga dinilai relatif masih stabil, yakni Rp90 ribu perkilogram. Begitu pula dengan harga daging ayam potong yang berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam kampung mencapai Rp70 ribu hingga Rp75 ribu.

“Berdasarkan catatan dari yang kita miliki, stok daging ayam dan sapi sepanjang Ramadan kami jamin aman. Jika pun terjadi lonjakan harga, itu tidak akan signifikan. Kenaikan harga kami perkirakan terjadi pada H-10 Lebaran,” ujar Agus Iwan Haswanto, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dintanhut Kabupaten Rembang, Senin (6/7/2015). (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)