Penjual Daging Glonggongan Bisa Dipenjara Tiga Bulan

Daging glonggongan seberat setengah ton disita petugas untuk dilakukan pengujian. (MiriaNewsCom/Dani Agus)

Daging glonggongan seberat setengah ton disita petugas untuk dilakukan pengujian. (MiriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Para penjual daging bakal dindak tegas jika kedapatan menjual daging glonggongan. Tindakan tegas itu dimungkinkan karena sudah ada payung hukum yang mengatur masalah tersebut. Yakni, Perda No 5 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan.

“Tahun-tahun kemarin kita cukup kesulitan untuk memproses penjual daging glonggongan hingga ke ranah hukum. Tapi saat ini sudah memungkinkan karena kita punya perda yang mengatur masalah tersebut,” kata Kadinas Peternakan dan Perikanan Riyanto melalui Keswan Kesmavet Nur Ahmad Wardiyanto.

Menurutnya, dalam perda tersebut sudah mencakup ketentuan pidana. Dimana, mereka yang melanggar perda, seperti menjual daging glonggongan bisa diancam hukuman pidana tiga bulan atau denda Rp 50 juta.

“Saat ini kami masih memberikan peringatan keras buat para pedagang. Dalam waktu mendatang kita akan lakukan upaya penindakan yang lebih serius,” katanya. (DANI AGUS/SUWOKO)

Penjual Daging Glonggongan Pakai Ini Agar Tak Diketahui

Daging glonggongan seberat setengah ton disita petugas untuk dilakukan pengujian. (MiriaNewsCom/Dani Agus)

Daging glonggongan seberat setengah ton disita petugas untuk dilakukan pengujian. (MiriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski berhasil menyita setengah ton lebih daging glonggongan namun petugas yang melakukan razia sempat menemukan kesulitan di lapangan. Yakni, ketika akan menentukan apakah daging itu termasuk kriteria glonggongan atau tidak. Sebab, dilihat dari permukaannya, daging tersebut tidak tampat seperti glonggongan karena kondisinya agak kering alias tidak begitu berair.

Kepastian daging itu ternyata glonggongan baru diketahui setelah petugas melakukan uji laborat. Tidak tanggung-tanggung, tiga metode uji sekaligus dilakukan terhadap daging yang ditengarai glonggongan tersebut.Yakni, uji status bangkai, uji aliran darah, dan uji oven.

“Dari hasil uji ini baru bisa kita pastikan kalau daging tersebut glonggongan. Kemungkinan penjual daging punya modus baru yakni mengeringkan permukaan daging terlebih dahulu dengan alat pemanas seperti hair dryer,” kata Kadinas Peternakan dan Perikanan Riyanto didampingi Kabid Keswan Kesmavet Nur Ahmad Wardiyanto. (DANI AGUS/SUWOKO)