Komplotan Pencuri Gondol Komponen Instalasi Listrik Pabrik di Pekalongan

Petugas saat mengecek instalasi listrik di Pekalongan. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Komplotan pencuri berhasil menggasak komponen instalasi listrik pabrik di kawasan PT Delta Dunia Textil, Desa Rembun, Siwalan, Pekalongan. Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi diketahui, para komplotan pencuri spesialis itu diketahui oleh petugas yang sedang melaksanakan patroli piket jaga pabrik, Agus Setiawan (38).

Saat itu ia memergoki dengan melihat ada tiga orang yang bukan karyawan pabrik berada di dalam ruang oprasional sedang membawa bungkusan plastik kresek warna hitam. Karena merasa curiga, Agus lalu mendekati orang tersebut, namun ketiga orang tersebut langsung berlari kearah belakang pabrik dan meninggalkan bungkusan kresek tersebut.

Setelah Agus mengejar ketiga orang tersebut  ternyata ketiganya melarikan diri dengan memanjat pagar belakang pabrik setinggi 5 meter. Agus pun langsung mengecek isi dari bungkusan plastik tersebut. Setelah dicek isi bungkusan  plastik tersebut ditemukan beberapa komponen dari panel instalasi listrik pabrik yang dipotong dari panel.

Kemudian diketahui, Agus memberitahukan Wama selaku teknisi dan Agus Wiratno, perihal barang yang ditemukannya. Kemudian Agus Wiratno selaku teknisi instalasi pabrik mengecek ke tiap-tiap ruang panel listrik, setelah dicek dipanel ruang MDP tersebut teknisi mendapati pintu panel dalam keadaan terbuka dan komponen-komponen di dalamnya sudah hilang dengan bekas kabel tiap-tiap komponen panel sudah dipotong.

Mengetahui hal tersebut teknisi memberitahukan kepada kepala personilia pabrik atas kejadian hilangnya komponen-komponen di dalam panel instalasi listrik pabrik tersebut. Adanya kejadian itu, kemudian personalia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi guna penyelidikan lebih lanjut.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar ketika dikonfirmasi membenarkan info itu. Akibat kejadian tersebut  PT Delta Dunia Texti mengalami kerugian materi sejumlah Rp 100 juta.

Untuk barang bukti yang diamankan berupa 21 buah komponen panel jenis kontaktor merk Schneider Elektrik  LC1DWK12, kunci pas ukuran nomor 24 dengan panjang sambungan besi  53 cm. Kemudian beberapa baut komponen panel ukurang 8,8.

“Adanya laporan itu, anggota langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpukan barang bukti. Untuk kasus ini masih ditangani angota Polsek Sragi dan masih dalam pengembangan,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Aksi Heroik Tukang Parkir Bikin Pencuri Klepek-klepek di Salatiga

Polisi saat meminta keterangan pelaku pencurian helm di Mapolsek Tingkir, Salatiga.  (Humas Polres Salatiga )

MuriaNewsCom, Salatiga – Andi Ari (35) warga Jalan Kemiri Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, terpaksa berurusan dengan polisi setempat.

Gara-garanya, Andi kedapatan mencuri helm di salah satu sepeda motor yang terparkir di depan toko kelontong Ami, Pasar Raya 1, Salatiga, Jumat (17/11/2017). Andi pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan polisi. Pelaku saat ini tengah diamankan di Mapolsek Tingkir, Salatiga.

Kapolsek Tingkir Kompol Harry Sutadi menceritakan mula kejadian. Slamet (32) seorang tukang parkir di lokasi merasa curiga dengan pria tak dikenalnya. Saat itu, pria tersebut berada di dekat sepeda motor milik teman Slamet, bernama Fahrudin, seorang pedagang pasar itu.

“Pelaku mengambil helm dari motor yang disasarnya itu. Slamet yang curiga mengajak rekannya, Nardi (35) sesama tukang parkir di Pasar Raya 1,” kata Harry.

Keduanya segera menangkap orang tersebut dan mengamankannya ke Pos Jaga Keamanan Pasar Raya 1. Mereka menghubungi Mapolsek Tingkir terkait adanya kejadian itu.

Anggota SPKT Polsek Tingkir yang menerima berita tersebut segera menghubungi Unit Piket gabungan Polsek Tingkir yang saat itu sedang melakukan patroli rutin kewilayahan dipimpin Aiptu Suratman.

Polisi s mendatangi lokasi, mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Tingkir berikut barang bukti 1 buah  Helm Merk VOG, warna ungu.

Editor : Akrom Hazami

1,7 Ton Kabel Tembaga Hilang di Klaten

Polisi melakukan pemeriksaan di gudang penyimpangan kabel di Delanggu, Kabupaten Klaten. (Humas Polres Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Pencurian kabel tembaga terjadi di gudang bekas pabrik karung goni, di Desa/Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Rabu (30/8/17). Kabel seberat 1,7 ton yang disimpan di dalam gudang hilang dicuri.

Pemilik pabrik Agus Prasetyo Budi (50) mengatakan kabel tersebut sudah lama disimpan di dalam gudang, “sekitar tahun 2012 kabel-kabel tersebut saya simpan di dalam gudang lalu saya kunci. Saat ditemukan gembok tidak rusak, namun setelah saya cek di dalam kabel tembaga sudah hilang dan tinggal kulitnya saja,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Delanggu Ipt Juwardi bersama anggota langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

“Sementara kami kumpulkan barang bukti dan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian perkara yang mengetahui kejadian tersebut,” ujarnya.

Dengan harapan dari barang bukti yang didapat dan dari keterangan saksi, kasus pencurian tersebut bisa cepat terungkap.

Editor : Akrom Hazami

Begini Nasib Pencuri Mobil Permaisuri Raja Surakarta

Polisi menunjukkan mobil raja Solo yang dicuri adik permaisuri. (Foto: KBR)

MuriaNewsCom, Solo – Pencuri mobil milik permaisuri Keraton Kasunanan Surakarta berhasil diringkus Kepolisian Resor Kota Surakarta. Pelaku ditangkap di Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Senin, mengatakan pelaku yang mencuri mobil adalah W (45), warga Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

“Kami menangkap pelaku yang ternyata masih adik kandung dari korban, di rumahnya Desa Telukan Grogol Sukoharjo, pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Andy Rifai yang didampingi Kasat Reskim Kompol Agus Puryadi dikutip dari Antarajateng.com.

Selain itu, polisi saat melakukan penggeledahan di rumah pelaku ditemukan sejumlah barang bukti barang-barang yang ada di dalam mobil korban, ternyata disimpan di dalam tas milik tersangka di rumahnya.

Barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku antara lain STNK mobil atas nama KRAY. Adipati Pradapaningsih alamat Keraton RT 01/01 Baluwarti Pasar Kliwon Surakarta, plat nomor mobil AD 7220 AH, kunci mobil Pajero, sepasang spion, 12 keping CD, satu bungkus dupa, alat pengukur tekanan ban, plat nomor palsu AD 88 AR, dan lima buah sekring mobil.

“Barang barang ini, ditemukan di rumah pelaku. Padahal, barang-barang itu, sebelumnya tersimpan di dalam kotak dash board mobil milik korban,” katanya.

Menurut Andy, pihaknya mengungkap hilangnya mobil milik permaisuri tersebut berawal dari ada laporan kasus pencurian mobil milik korban saat di parkir Central Parkir Sasono Keraton Surakarta Baluwarti Solo, pada tanggal 3 Juli 2017.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan monitor CCTV yang dipasang di lokasi kejadian. Namun, alat CCTV ternyata sudah dimatikan oleh pelaku sebelum dia melakukan aksinya sehingga tidak terekam di monitor,” katanya.

Namun, mobil milik korban yang hilang telah ditemukan saat parkir di Jalan Martadinata di Pasar Gede Surakarta, pada tanggal 30 Juli 2017. Polisi langsung melakukan mengembangan dan mengarah ke pelaku.

Polisi setelah melakukan serangkaian penyelidikan berhasil mengungkap pelakunya, ternyata adik kandung  KRAY Adipati Pradapaningsih. Polisi melakukan penangkapan kepada pelaku di rumahnya pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB.

“Pelaku sempat mengelak perbuatannya. Namun, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku, akhirnya mengakui. Pelaku mengaku nekat mengambil mobil kakaknya karena faktor ekonomi,” katanya.

Pelaku mengaku selama mengambil mobil milik korban dengan mengganti plat nomor asli AD 7220AH dengan nomor palsu AD 88 AR untuk mengelabuhi agar tidak diketahui pemiliknya.

Andy mengatakan peristiwa kasus pencurian dalam keluarga tersebut, pihak korban setelah tahu pelakunya adik kandungnya kemudian mencabut perkara ini. Namun, polisi akan melakukan pendalaman kasus itu.

Atas perbuatan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 367 KUHP, tentang Kasus Tindak Pidana Pencurian, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Perhiasan Satu Tas dan Uang Real Digondol Pencuri di Kudus

Polisi saat meminta keterangan di depan lokasi pencurian di Desa Peganjaran, Bae, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi pencurian terjadi di showroom mobil, Falino Mobilindo Berkah, di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (5/4/2017).  Barang yang dicuri adalah perhiasan bernilai sekitar Rp 50 juta, serta uang 30 real, atau Rp 102.000.

Afrodli (51) pemilik showroom mobil mengatakan, perhiasan tersebut milik istrinya, Masroh (46). Perhiasan dan uang real berada di dalam tas. Saat itu, Masroh meletakkan tas di dalam showroom. Kebetulan showroom bersebelahan dengan sebuah toko kelontong.

Saat itu, dia melihat dua orang, yaitu perempuan dan laki-laki. Keduanya menuju toko kelontong untuk beli sabun. Namun pemilik toko sedang tidak ada. Keduanya pun berlalu begitu saja.

Tak lama kemudian, Masroh merasa kehilangan tas yang tadi ditaruh di dalam toko.”Dalam tas cengklang warna hijau milik istri saya, berisi sejumlah perhiasan yang akan kami bawa ke pegadaian. Perhiasan tersebut meliputi kalung, cincin, gelang serta sejumlah perhiasan emas lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Pihaknya segera lapor polisi setempat. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan.

Editor : Akrom Hazami

Pancal Polisi sampai Tersungkur,  2 Pencuri Motor Asal Demak Didor di Grobogan

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dua pelaku pencurian di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Polres Grobogan juga berhasil membekuk dua maling motor lainnya yang sudah berulang kali beraksi di wilayah kota Purwodadi. Kedua pelaku ini adalah Faizin alias Bro (28) dan Andi Fitriyanto alias Codot. Keduanya merupakan warga Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak.

Kali terakhir, keduanya melakukan tindak kejahatan di rumah Edy Purwanto, warga Lingkungan Keling, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi pada 3 Januari 2017 lalu. Dalam aksinya, komplotan ini berhasil menggasak sepeda motor Vario.

Mereka masuk dalam rumah dengan merusak gembok pagar. Saat beraksi, ada satu orang lagi yang terlibat yakni Jumain yang saat ini masih buron.

Usai menerima laporan pencurian, anggota Reskrim Polres Grobogan kemudian melakukan perburuan dan akhirnya melihat dua pelaku melintas di jalan Gajah Mada berboncengan motor curian. Seketika, beberapa anggota polisi melakukan pengejaran hingga bundaran Tugu Tani di sebelah barat terminal induk Purwodadi.

Salah seorang anggota yang mengendarai motor trail KLX berhasil mendekati kedua pelaku dan berupaya memepetnya ke pinggir. Namun, salah seorang pelaku kemudian menendang motor petugas hingga akhirnya tersungkur dari atas kendaraan.

Nahas, tidak lama berselang, kedua penjahat ini akhirnya juga terjatuh dari atas motornya. Gara-gara, pengendaranya menabrak gundukan tanah di pinggir jalan.

Beberapa anggota yang sudah menyusul lokasi akhirnya berhasil membekuk pelaku dan memasukkan dalam mobil dalam posisi tangan terborgol.

Ketika hendak membawanya ke Mapolres Grobogan yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi, kedua pelaku berhasil membuka borgol dan membuka pintu mobil lalu meloncat keluar untuk melarikan diri. Setelah diberi tembakan peringatan tidak digubris, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kedua pelaku.

“Penangkapan kedua pelaku ini berlangsung seperti dalam adegan film. Kita terpaksa ambil tindakan tegas karena mereka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” kata Kapolres Grobogan Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono saat gelar perkara, Selasa (10/1/2017).

Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan. Antara lain sepda motor Vario nopol K 5090 ZZ hasil kejahatan. Kemudian, berbagai peralatan yang dipakai untuk melakukan kejahatan juga diamankan dari tangan pelaku.

“Peralatan yang dipakai pelaku ini sangat lengkap. Ada alat untuk merusak gembok pagar, kunci letter L, T dan Y dengan berbagai mata kunci serta alat khusus untuk membuka kunci magnet motor,” terang Agusman.

Dari hasil penyelidikan, komplotan yang berjumlah sekitar lima orang ini sudah beraksi delapan kali di wilayah Purwodadi. Namun, untuk sementara baru satu lokasi kejahatan yang berhasil diungkap. Pihaknya, masih memburu beberapa anggota komplotan lainnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga meringkus seorang perangkat desa di Kecamatan Mayong, Jepara. Perangkat bernama Suwarso ini diamankan lantaran diduga sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut.

Editor : Akrom Hazami