Maling Ini Berani Embat Motor di Depan Kantor Polisi Lalu Diposting di Facebook

MuriaNewsCom, Salatiga – Pelaku pencurian kendaraan bermotor sudah berani terang-terangan dalam beraksi. Tak hanya menjalankan aksinya di tempat sepi, mereka juga berani di tempat ramai, bahkan di depan kantor polisi.

Seperti yang dilakukan T (31), warga Kramat Selatan, Magelang ini. Ia nekat membawa kabur sepeda motor di depan kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga. Bahkan ia juga berani terang-terangan menjual motor hasil curiannya itu dengan memposting di Facebook.

Tak hanya di tempat ini saja, T juga diketahui telah beraksi di 21 lokasi. Sebagian besar berada di Kota Salatga dan Kabupaten Semarang. Dan petualangan jahat T harus berhenti setelah dibekuk jajaran Resmob Polres Salatiga.

Ia dibekuk di teras masjid di kawasan Ise-isep Salatiga, Senin (26/2/2018) sore. Saat dibekuk, pelaku sudah tak bisa berkilah lagi. Ia pun mengakui semua perbuatannya.

Pengakuannya selain di depan Kantor Satlantas, ia juga melakukan aksi di depan Salon Jetis, Lapangan Pancasila, depan Wonder, Pasar Blauran, Pasar Pagi. Modusnya dengan berkeliling mencari motor yang kunci kontaknya tertinggal.

”Barang saya posting di Facebook untuk ditawarkan. Jika sudah ada calon pembli langsung COD. Motor saya jual antara Rp 2-3 juta,” akunya kepada polisi.

Dari hasil penangkapan pelaku, tim Resmob juga berhasil mengamankan 10 motor hasil curian. Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Wakapolres Salatiga Kompol Kristanto Budi mengatakan, motif pelaku melakukan aksi pencurian karena maslah ekonomi.

“Dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan kesempatan untuk mengambil barang curiannya, karena rata-rata yang diambil tertinggal kunci kontaknya,” katanya dalam gelar kasus, kemarin.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati, terutama jangan meninggalkan kunci kontak tergantung di motor. Selain itu, warga yang merasa kehilangan sepeda motor bisa menghubungi Satreskrim Polres Salatiga.

“Yang merasa kehilangan sepeda motornya bisa konfirmasi ke Satuan Reskrim Polres Salatiga, dengan membawa bukti kepemilikan sepeda motor yang hilang,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Hendak Salat Subuh, Warga Tambakselo Grobogan Kaget Honda Jazz di Garasi Raib Digondol Maling

MuriaNewsCom, GroboganKasus pencurian mobil yang diparkir di garasi terjadi di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Senin (5/2/2018). Hilangnya mobil Honda Jazz dengan nomor polisi K 8989 JP di garasi rumah warga bernama Supat (52), tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa pencurian diketahui pemilik rumah ketika hendak berangkat ke Masjid untuk salat Subuh. Saat keluar rumah, ia sempat kaget karena mobil warna silver yang sebelumnya diparkir di garasi sudah tidak ada ditempatnya.

Kemudian, Supat segera membangunkan penghuni rumah lainnya untuk mengabarkan hilangnya mobil tersebut. Setelah dipastikan ada tindak pencurian, kejadian itu selanjutnya dilaporkan pada Polsek Wirosari.

Saat kejadian, posisi pagar rumah dalam keadaan tidak digembok. Sementara, kunci kontak mobil disebut-sebut masih tertinggal dalam kendaraan. Kondisi inilah yang memudahkan pencuri jadi cukup mudah menjalankan aksinya.

Kades Tambakselo Sareh Joko Prasetyo saat dimintai komentarnya membenarkan adanya kasus pencurian mobil yang terjadi didesanya tersebut. Menurutnya, kejadian itu sudah dilaporkan pada pihak Polsek Wirosari.

“Kasus pencurian sudah ditangani pihak kepolisian. Mobil yang hilang milik anaknya Pak Haji Supat. Mudah-mudahan, segera terungkap pelakunya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pasutri di Jepara Nekat Curi Motor untuk Bayar Kos 

MuriaNewsCom, Kudus– Terdesak kebutuhan, pasutri asal Kudus nekat mencuri sebuah motor. Namun nahas, aksinya diketahui dan kini mereka harus meringkuk di tahanan Mapolres Kudus.

Mereka adalah Sudariyani (41) dan Fajar Setiawan (35). Dihadapan penyidik, mereka baru mengaku baru sekali melakukan perbuatan itu.

“Itu nanti uangnya buat bayar kos Rp 400 ribu dan kebutuhan lainnya. Namun belum sempat dijual sudah ketahuan,” ujar Fajar yang telah menikah siri dengan Sudariyani, Senin (5/2/2018).

Dalam aksinya, pasutri yang nge-kos di Desa Ploso, Kecamatan Jati itu, membagi peran. Si perempuan bertindak sebagai eksekutor, sementara si laki-laki berperan sebagai pengawas.

Saat kejadian, duo maling tersebut beruntung karena kunci motor masih terpasang. Sehingga dalam waktu singkat, yang bersangkutan dapat menggondol barang curiannya pergi.

“Saat itu sedang ada hajatan, saya sebenernya kenal dengan orangnya (korban) namun karena terdesak kebutuhan, mau bagaimana lagi,” imbuhnya

Menurut Fajar, honornya sebagai montir panggilan dan istrinya yang bekerja sebagai tukang bubut ayam tak mencukupi. Akhirnya, karena terdesak kebutuhan membayar kos, keduanya pun nekat mencuri motor.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, kasus tersebut merupakan satu dari 24 perkara yang ditangani Polres dan Polsek jajaran selama bulan Januari 2018.

Adapun, puluhan perkara yang terjadi selama bulan Januari diantaranya, 12 tersangka perjudian, 6 tersangka pencurian dan 3 tersangka pencurian, satu kasus pemerasan dan penadahan serta pengeroyokan.

“Untuk kasus pencurian tersangka terancam kurungan maksimal 7 tahun penjara,” ungkap Onkoseno.

Ia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya, lantaran pelaku memanfaatkan kelengahan warga.

Editor: Supriyadi

Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

Ibu Ini Kaget Motornya yang Dicuri Maling Diantarkan Polisi

MuriaNewsCom, Purbalingga – Sri Hartuti, tak pernah mengira sepeda motornya yang dibawa kabur pencuri, bisa kembali dengan begitu cepat. Awalnya, ia sudah pasrah, karena jarang sepeda motor yang dicuri, bisa kembali.

Namun ini, hanya berselang satu hari sepeda motor Yamaha Xeopn nopol R 3582 UL miliknya, yang hilang justru diantarkan ke rumah oleh polisi. Sepeda motor itu hilang pada Rabu (24/1/2018) di garasi rumahnya di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga.

Sepeda motor itu diperkirakan dicuri pada dini hari. Korban sendiri baru mengetahui motornya hilang sekitar pukul 06.00 WIB.

Esok harinya, Kamis (25/1/2018) sepeda motor yang dicuri sudah kembali ia dapatkan. Dan ternyata motor miliknya berhasil ditemukan polisi di daerah Banjarnegara.

Awalnya ia cukup kaget, karena tiba-tiba dihubungi polisi dan mengabarkan jika sepeda motor miliknya telah ketemu.

Kapolsek Pengadegan, AKP Riyatnadi mengatakan, sepeda motor yang dicuri itu berhasil ditemukan setelah ada laporan sepeda motor yang ditinggal orang begitu saja. Sepeda motor itu tergeletak di dekat penggilingan padi wilayah Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara.

“Mendapat informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Pengadegan langsung mendatangi lokasi penemuan sepeda motor. Setelah dilakukan pengecekan dan pengidentifikasian melalui nomor rangka dan mesin, diketahui sepeda motor tersebut merupakan milik warga Pengadegan yang hilang dicuri,” katanya, Jumat (26/1/2018).

Kapolsek menambahkan, setelah sepeda motor curian ditemukan, selanjutnya dibawa ke Polsek Pengadegan. Korban pencurian langsung dihubungi untuk mengecek kendaraan tersebut berikut membawa surat kendaraanya.

“Setelah dipastikan sepeda motor tersebut adalah miliknya, selanjutnya sepeda motor kita serahkan kepada pemiliknya,” kata kapolsek.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap pencurian sepeda motor. Sebaiknya menambah kunci pengaman sepeda motor untuk mencegah terjadinya pencurian.

Editor : Ali Muntoha

Apes, Bocah 13 Tahun di Pati Ini Dituduh Tabrak Lari Sebelum Motornya Dicuri

MuriaNewsCom, Pati – Nasib apes dialami Arya Eka S, warga Desa Lengkong, Kecamatan Batangan. Bocah 13 tahun itu kehilangan sepeda motor Vario 125 bernopol K 5489 JV setelah dikerjai penipu dengan dalih menjadi pelaku tabrak lari.

Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih mengatakan, hal apes tersebut terjadi Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. Saat itu, korban bersama temannya sedang berpergian menggunakan sepeda motor.

Nahas, saat melintas di jalan Desa Lengkong, mereka dikejutkan dengan kedatangan dua orang laki-laki pengendara Yamaha MIO warna putih. Keduanya langsung menuduh korban telah menabrak seseorang.

”Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban dan temannya untuk menemui orang yang diaku sebagai korban, dengan maksud menyelesaikan kasus tersebut,” katanya.

Hanya, lanjut kapolsek, di tengah perjalanan seorang pelaku turun kemudian memboncengkan korban dan diajak muter-muter. Sementara satu pelaku lainnya mengaku harus menjemput anaknya ke Rembang.

“Sesampainya di depan SDN 01 Klayusiwalan pelaku menurunkan korban dan temannya itu. Bilangnya motornya dipinjam sebentar, dan kedua bocah tadi diminta menunggu. Namun sudah ditunggu lama sepeda motor milik korban tidak juga dikembalikan,” ujarnya.

Atas hal tersebut, kemudian dua bocah pulang dan menceritakan kepada orangtuanya. Sesaat kemudian mereka melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Bawa Kabur Motor Tetangga, Pria di Jepon Blora Dibekuk Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Aparat Polsek Jepon, Blora berhasil mengamankan pelaku penggelapan sepeda motor milik tetangganya. Pelaku yang diketahui bernama Ling Ngaryono (41), warga Kidangan, Kelurahan/Kecamatan Jepon itu diamankan Selasa (9/1/2018) kemarin.

Selain pelaku, barang bukti sepeda motor Honda Vario bernomor polisi K 5334 NY serta STNK milik korban juga berhasil diamankan. Motor tersebut milik Jumini (33) yang terhitung masih tetangga pelaku.

”Tersangka masih diperiksa secara intensif di Polsek Jepon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka akan dikenakan pasal 372 KUHP jo 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan,” jelas Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono pada wartawan, Rabu (10/1/2018).

Dia menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada Kamis (4/1/2018) lalu. Peristiwa itu bermula saat pelaku bermaksud meminjam motor milik Jumini. Tujuannya, untuk mengambil uang di salah satu ATM.

Namun, hingga sehari semalam, motor yang dipinjam tetangganya tersebut tidak kunjung dikembalikan. Beberapa kali ia meninggalkan pesan (sms) untuk segera mengembalikan morotnya. Hanya, pesan tersebut tak dapat respon. Akhirnya, Jumini memutuskan untuk melapor ke Polsek Jepon.

Setelah dapat laporan, tim dari Polsek Jepon kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap pelaku selama beberapa hari. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan saat pulang ke rumahnya.

Saat diperiksa di rumahnya, sepeda motor milik tetangganya tidak ditemukan. Ketika ditanyakan, pelaku mengatakan kalau motor itu sudah digadaikan.

”Dari keterangan pelaku, motor itu digadaikan sebesar Rp 2 juta di Desa Tempel Lemah Abang. Saat kita lacak ke sana, motor itu berhasil kita temukan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Curi Honda Scoopy, Residivis Kambuhan Asal Jepara Didor Polisi

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto (kiri) ketika mengintrogasi tersangka Gengkong, Kamis (7/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Sairi alias Gengkong (40) ditangkap Satreskrim Polres Jepara karena mencuri sebuah motor Honda Scoopy milik Nor Istianah, Selasa (5/12/2017) lalu. Karena berusaha melawan saat hendak ditangkap, ia kemudian “didor” oleh petugas di lutut sebelah kiri.

Saat press rilis di Mapolres Jepara, tersangka mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara. Pertama kali masuk bui, karena kasus penjambretan. Bukannya jera, di balik jeruji besi Warga Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang itu justru meningkatkan kemampuannya.

“Di penjara saya tanya-tanya tentang pembuatan kunci T kepada napi lain,” tuturnya Kamis (7/12/2017). 

Gengkong mengaku untuk membobol kunci motor hanya dibutuhkan waktu maksimal 20 detik. Hal itu bisa dilaksanakan jika, pemilik motor tak menutup lubang kunci atau menambah kunci ganda.

Ia mengaku terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan. Pekerjaannya yang serabutan tak mencukupi, sedangkan kini istrinya hamil lagi. Untuk setiap motor yang dipetiknya, dijual kembali dengan harga Rp 2 juta.

“Saya keluar dari penjara 2016 lalu, saya sempat puasa (mencuri) selama 17 bulan,” akunya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, yang bersangkutan terancam pidana maksimal tujuh tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. 

“Kami imbau pula kepada warga agar melengkapi motor dengan kunci ganda,” papar Kapolres Jepara.  

Editor: Supriyadi

Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Menyerah Saat Didatangi Polisi di Purbalingga

Pelaku curanmor saat ditangkap Polres Purbalingga. ( Humas Polres Purbalingga Polda Jateng )

MuriaNewsCom, Purbalingga – Unit Reskrim Polsek Kaligondang Polres Purbalingga mengungkap kasus pencurian sepeda motor. Tersangka yang diamankan yaitu RO (26) warga RT 7 RW 3 Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Purbalingga.

Kapolsek Kaligondang AKP Imam Hidayat saat memberikan konfirmasi, Rabu (8/11/2017) mengatakan kasus pencurian  terjadi pada 3 Oktober 2017 lalu di rumah Nur Hadi (51) warga Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga.

Adapun motor yang dicuri adalah Honda Beat milik Mudiyah (24) warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Sepeda motor sebelum dicuri tengah dititipkan di rumah Nurhadi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi akhirnya mendapatkan petunjuk pelakunya. Namun saat hendak ditangkap, tersangka sudah kabur dari rumah,” kata  kapolsek.

Saat pihaknya mendapatkan informasi bahwa tersangka pulang ke rumahnya, Unit Reskrim Polsek Kaligondang yang dipimpin Aipda Sugihartono langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, Senin (6/11/2017).

Dari keterangan tersangka, setelah mencuri motor di wilayah Desa Brecek, motor dijual oleh temannya yang merupakan warga Bandung Jawa Barat kepada warga Kampung Cibadak Desa Nangelasari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Unit Reskrim Polsek Kaligondang kemudian melacak keberadaan motor hasil curian tersebut dan berhasil diamankan di Tasikmalaya, Selasa (7/11/2017). Namun penjual sepeda motor tidak ditemukan dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Tersangka kini sudah diamankan dan ditahan di ruang tahanan Mapolsek Kaligondang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

Editor : Akrom Hazami

6 Bulan Ngumpet, Pencuri Sepeda Motor di Wonogiri Tertangkap juga di Blora

JAW, pencuri sepeda motor yang tertangkap setelah pelariannya selama hampir setengah tahun. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya tetap jatuh juga. Itulah yang dialami JAW (43), warga Dusun Posanan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Surakarta.

JAW adalah pencuri sepeda motor yang tertangkap setelah pelariannya selama hampir setengah tahun. Pelaku ditangkap di Kabupaten Blora, Selasa (7/11/2017).

Polres Wonogiri telah menjadikan JAW menjadi buronan usai pencurian sepeda motor yang dilakukannya. Sepeda motor itu milik Katiyo (54) warga Jeblongan, Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri.

Kepada polisi, JAW melakukan pencurian Yamaha Vega AD-2101-MA pada Jumat (10/05/2017). JAW dibantu rekannya WA (33), warga Pulogadung, Jakarta.

Kasus pencurian terjadi pada Jumatpagi ketika korban berangkat memanen kacang tanah di ladangnya di desa setempat. Korban ketika itu langsung memarkir kendaraan di pinggir jalan begitu tiba di lokasi. Jarak antara ladang dengan tempat ia memarkir kurang lebih 100 meter.

Ketika korban hendak pulang sekira pukul 11.00 WIB, kendaraan yang diparkir sudah tidak ada di lokasi. Kemudian ia melaporkan kejadian kehilangan sepeda ke SPKT Polsek Karangtengah untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora mengatakan, teman pelaku WA menjual hasil curian di Gunung Kidul, Yogyakarta, seharga Rp 800 ribu rupiah. “Barang bukti sepasang sayap sepeda motor Yamaha Vega warna silver telah disita,” kata Tora.

Sedangkan WA saat ini masih dalam pengejaran polisi. Sementara, JAW harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mapolres setempat.

Editor : Akrom Hazami

Mimpi Dapat Bisikan Gaib, Pencuri Motor Serahkan Diri ke Polisi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal – Pelaku pencurian bermotor (curanmor) AP (16) menyerahkan diri ke polisi usai mimpi dapat bisikan gaib. AP, warga Kota Tegal.

AP dicari polisi usai melakukan pencurian sepeda motor di Pasar Pagi Kota Tegal, akhir pekan lalu. AP mencuri sepeda motor Beat G 6897 KZ milik warga Jalan Branjangan, Pekauman, Tegal.

BacaNgeri, Motor Jadul yang Dipamerkan di Stadion Joyokusumo Pati Ini Harganya Setara Pajero Sport

Aksi pelaku terpantau melalui kamera CCTV dengan menggunakan seragam sekolah. Pelaku yang berhasil melarikan diri pun sempat membaca berita sebuah media massa tentang pencurian yang dilakukannya.

“Setelah itu, malamnya bermimpi ada bisikan agar motor tersebut dikembalikan, yang kemudian menyerahkan diri ke polsek,” ujar Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa, melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol HM Syahri.

BacaBikin Heboh, Semburan Air Setinggi 30 Meter Muncul di Blora

Kepada polisi, pelaku mengatakan aksi dilakukan karena ingin memiliki sepeda motor untuk berangkat sekolah ataupun les.

Sementara setelah dilakukan pemeriksaan dan penyerahan barang bukti, pelaku sementara  dikembalikan kepada orang tuanya. Karena masih anak-anak.

Editor : Akrom Hazami

Waspada!! Selain Jadi Ajang Balapan, 3 Titik di Kaliwungu Kudus Ini Rawan Begal

Sejumlah pengendara melintas di salah satu jalan yang masuk dalam kategori rawan kejahatan dan balapan liar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Husodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tiga tempat di Kecamatan Kaliwungu.

Selain rawan kejahatan, ketiga tempat tersebut sering digunakan sebagai ajang balap liar yang sering mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

Tiga titik tersebut berada di kawasan barat wilayah Kaliwungu. Di mulai dari jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran, Jalan lingkar Jetak – Kencing dan jalan Kudus Jepara atau wilayah perbatasan dengan Jepara.

“Untuk jalur pertama di jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran. Tempat ini sering digunakan untuk balap liar. Biasanya, balap liar dilakukan sore hari, antara habis ashar sampai maghrib dan tengah malam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017)

Kemudian, lanjut dia, untuk lokasi kedua adalah Jalan lingkar Jetak – Kencing . Di jalan ini juga sering digunakan sebagai ajang balap liar. Bedanya, lokasi tersebut biasanya digunakan saat tengah malam.

”Sebagai langkah antisipasi, kami beberapa kali memasang petugas untuk stand by di sana. Dengan melihat petugas, para pembalap liar yang sedang balapan maupun hendak balapan akan kabur dan bubar. Namun saat petugas tak ada, biasanya mereka kembali lagi. Untuk itu kami juga sering berpatroli,” ujarnya.

Sedang untuk lokasi ketiga, yaitu di perbatasan Kudus-Jepara. Di titik ini banyak ditemukan tenggangan dan rawan dengan begal. Kondisi jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan

“Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kami perbanyak patroli. Khusunya saat jam rawan seperti menjelang Maghrib, tengah malam dan menjelang shubuh. Jam tersebut cukup efektif. Alhamdulillah saat ini sudah aman,” ungkapnya.

Tak hanya patroli, anggota juga sering ditugaskan untuk memantau sirkulasi laju kendaraan di tempat tersebut. Hal itu akan membuat pengendara nyaman dari adanya mara bahaya.

Editor: Supriyadi

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Maling di Jepara Ini Hanya Butuh 15 Detik untuk Bobol Kunci Sepeda Motor

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Anda tahu berapa waktu yang dibutuhkan maling sepeda motor membobol kunci kontak ketika sedang beraksi? Ternyata hanya butuh hitungan 15 detik, setelahnya mereka langsung menggelandang kabur. 

Hal itu dikatakan seorang maling spesialis roda dua, saat diinterogasi di Polres Jepara. Adalah Mohammad Ardiyan Laksana alias Kethek yang membeberkan rahasia dapurnya, di depan pewarta, Sabtu (19/8/2017).

Ia terjaring operasi dengan sandi Jaran Candi 2017, yang menyasar pencurian sepeda motor (curanmor), yang dilaksanakan selama 20 hari, dari bulan Juli hingga pertengahan Agustus. Kethek sendiri tertangkap pada Minggu (30/7/2017).

Warga Perumnas Bangsri, Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jepara, itu ketahuan menggondol sebuah motor matic, bermerk Honda Scoopy bernomor K 2718 VQ dengan menggunakan kunci letter T.

“Hanya 15 detik saya bisa melakukan pembobolan kunci, setelah itu saya bawa kabur. Saya melakukan bersama seorang teman saya, saya yang mengawasi dia yang bobol karena dia masih baru,” katanya. 

Dalam melakukan operasinya, ia mengaku terlebih dulu berputar-putar mencari “mangsa”. Ia mengaku mengincar motor yang terparkir didalam rumah namun kondisi lingkungan tengah sepi. 

“Biasanya waktu yang saya gunakan untuk mencuri adalah sehabis maghrib atau diwaktu dhuhur (tengah hari),” ujarnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka terancam hukuman di atas lima tahun akibat perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Fadhil Tak Menyangka Motornya yang Digondol Maling Bisa Kembali

Penyerahan secara simbolis kendaraan roda dua oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho kepada pemilik. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Reserse Polres Jepara berhasil menangkap 11 tersangka pencurian motor, selama Operasi Jaran Candi 2017. Operasi yang berlangsung selama 20 hari mulai dari bulan Juli hingga pertengahan Agustus 2017, berhasil mengamankan 12 barang bukti. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, barang bukti tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya, begitu persidangan rampung. Sebanyak 12 barang bukti berupa motor tersebut, telah diklaim oleh pemiliknya.

“Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan surat-surat kendaraan dan laporan polisi atas peristiwa kehilangan sepeda motor,” ujarnya Sabtu (19/8/2017).

Dirinya mengatakan, kejahatan pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap pada operasi itu, terjadi di hampir seluruh penjuru wilayah. Mulai dari Nalumsari, Jepara kota, Batealit, Pakis Aji, dan Batealit.

Kasat Reserse Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, selain 12 barang bukti yang telah diklaim oleh pemiliknya, masih ada empat sepeda motor yang belum menemukan pemiliknya. Ia mengimbau, bagi yang merasa kehilangan menghubungi kantor polisi terdekat, atau langsung ke Mapolres Jepara.

“Masih ada empat yang belum kita ketemukan pemiliknya. Untuk dapat mengambilnya pemilik cukup membawa bukti kepemilikan berupa BPKB, STNK atau jika masih kredit, ada keterangan dari diler motor. Dan itu tidak dikenakan biaya alias gratis,” tuturnya.

Sementara itu, Mohammad Fadhil mengaku senang motornya berhasil ditemukan lagi. Ia sempat menyangka motornya itu tak bakal kembali.

Warga Kudus itu mengatakan, sepeda motornya itu dicuri saat dipakai anaknya melihat pertunjukan musik di daerah perbatasan Jepara-Kudus. “Alhamdulillah bisa ketemu,’ ucapnya singkat.

Editor : Ali Muntoha

Dibekuk Polisi, Sopir Bus di Rembang Ini Akui Sudah Curi 11 Sepeda Motor

Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor diamankan polisi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Jajaran Polres Rembang  bekuk dua spesialis maling sepeda motor yang biasa beroperasi di wilayah Kabupaten Rembang. Mereka diduga sering menjalankan aksinya di area perkampungan dan persawahan warga.

Dari dua tersangka tersebut yakni Sustiyono (34) warga Desa Sumbangrejo, Kecamatan Pamotan dan Mujiono (29) warga Desa Jurangjero, Kecamatan Sluke, Rembang.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, tersangka atas nama Sustiyono ditangkap karena disangka mencuri sepeda motor di sebuah lahan tegalan di Gegersimo, pada 2016 lalu. “Modus operandinya, pelaku merusak kabel kunci kontak sepeda motor, lalu membawanya kabur,” katanya.

Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor jenis Honda Supra K 4932 LD. “Selain kendaraan hasil curian, kita juga juga sudah mengamankan sebilah sabit yang dipakai oleh tersangka untuk memotong kabel kunci kontak,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tersangka Mujiono diringkus karena mencuri sepeda motor di sedikitnya 11 lokasi berbeda di Kecamatan Bulu. Di antara TKP tersebut yakni, Desa  Sendangmulyo 7 TKP, Desa Pinggan 1 TKP, Desa Mlatirejo 1 TKP, Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber 1 TKP, dan Desa Pondokrejo 1 TKP.

“Untuk tersangka atas nama Mujiono, yang berprofesi sebagai sopir bus mini ini, pernah beraksi mencuri sepeda motor jenis Honda Supra Fit K 6681 KA milik anggota jemaah pengajian di Sendangmulyo Bulu, 28 Maret 2017 lalu,” paparnya.

Dia melanjutkan, modus operandinya yakni dengan cara pelaku menyasar sepeda motor yang diparkir di tempat pengajian. Setelah itu, pelaku membawa lari menggunakan kunci palsu yang sudah dipersiapkan terlebih sebelumnya.

Dari informasi yang ada, hasil dari penangkapan pelaku atas nama Mujiono ini petugas kepolisian berhasi mengamankan 11 unit kendaraan bermotor.

Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah ada tersangka baru atau komplotan pelaku. Ia mengutarakan bahwa saat ini masih dalam pengembangan.”Petugas masih melakukan pengembangan terhadap dua pelaku curanmor ini,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Maling Nekat, Colong Motor di Depan Pemiliknya di Gebog Kudus

Polisi meminta keterangan atas hilangnya sepeda motor yang raib di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Suwito (40) warga Dukuh Santren, Desa Klumpit RT 03 RW 02, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (1/3/2017). Dia kehilangan motor kesayangannya Yamaha N Max 2016 warna putih metalik nomor polisi K 6285 IT. Sepeda motor itu dicuri maling di depan dirinya.

Kasubag Humas Polres Kudus, AKP Sumbar Priyono mengatakan, kalau kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.40 WIB. Lokasinya di jalan lingkar utara Desa Klumpit. Saat itu, pemilik melihat motor kesayangan dinaiki oleh orang yang tak dikenal.

“Mereka yang di lokasi termasuk korban sudah berteriak maling. Namun karena motor sudah di-starter, maka pencuri langsung tancap gas meninggalkan lokasi,” kata Sumbar di Kudus.

Menurutnya, seorang warga yang berada di lokasi sempat berteriak maling dan mengambil batu untuk dilempar ke pencuri. Namun lemparan tidak kena dan pencuri kabur. Setelah itu, korban berlari mengejar namun gagal.

Mendapatkan motornya digondol maling, korban langsung melaporkan ke Polsek Gebog. Petugas langsung mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan di lokasi Kejadian.

Dikatakan, sebenarnya korban bermaksud untuk bongkar pasir di depo miliknya, setelah mendapat telepon dari rekan karena ada kiriman. Namun setelah dicek, dan kendaraan ditinggal sebentar malah motornya dicuri.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Desa Randukuning Pati

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Unit Resmob Polres Pati membekuk komplotan pencuri sepeda motor yang beroperasi di kawasan kos-kosan Desa Randukuning Gang III RT 3 RW 3, Kecamatan Pati Lor, Pati.

Satu pencuri bernama Aris Cahyo Utomo (24) berhasil dibekuk di kawasan Indomaret Margorejo pada Senin (30/1/2017). Sedangkan Khoirul Anam (29) dibekuk di kawasan depan Swalayan Luwes pada Selasa (31/1/2017)  dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Aris merupakan warga Desa Semirejo, Gembong dan Khoirul adalah warga Desa Sumberejo, Tlogowungu. Penangkapan kedua pelaku, menyusul laporan Liana Trisnawati (19), mahasiswi asal Desa Tawangrejo, Winong yang kehilangan sepeda motornya.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku, mencuri sepeda motor menggunakan kunci letter T. Keduanya sudah berhasil ditangkap dan diamankan untuk dilakukan interogasi. Kami akan mengembangkan kasus itu untuk mencari barang bukti hasil tindak kejahatan, termasuk kemungkinan ada komplotan lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo.

Dari hasil penangkapan kedua pelaku, polisi berhasil menyita satu unit sepeda motor Mio Soul tanpa nomor polisi dari hasil tindak kejahatan. Polisi juga menyita satu lembar STNK, dan satu kunci letter T sebagai alat untuk merusak kontak sepeda motor.

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit kendaraan truk Mitsubhisi warna merah hasil tindak kejahatan, uang tunai Rp 300 ribu sisa hasil penjualan sepeda motor curian, satu unit sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam bernomor polisi K 5984 KU sebagai sarana untuk mencuri truk di Jaken, serta satu unit Suzuki Satria warna hitam merah bernopol K 3317 DO untuk mencuri Mio Soul dengan TKP kos-kosan Randukuning.

Editor : Kholistiono

Pancal Polisi sampai Tersungkur,  2 Pencuri Motor Asal Demak Didor di Grobogan

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dua pelaku pencurian di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Polres Grobogan juga berhasil membekuk dua maling motor lainnya yang sudah berulang kali beraksi di wilayah kota Purwodadi. Kedua pelaku ini adalah Faizin alias Bro (28) dan Andi Fitriyanto alias Codot. Keduanya merupakan warga Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak.

Kali terakhir, keduanya melakukan tindak kejahatan di rumah Edy Purwanto, warga Lingkungan Keling, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi pada 3 Januari 2017 lalu. Dalam aksinya, komplotan ini berhasil menggasak sepeda motor Vario.

Mereka masuk dalam rumah dengan merusak gembok pagar. Saat beraksi, ada satu orang lagi yang terlibat yakni Jumain yang saat ini masih buron.

Usai menerima laporan pencurian, anggota Reskrim Polres Grobogan kemudian melakukan perburuan dan akhirnya melihat dua pelaku melintas di jalan Gajah Mada berboncengan motor curian. Seketika, beberapa anggota polisi melakukan pengejaran hingga bundaran Tugu Tani di sebelah barat terminal induk Purwodadi.

Salah seorang anggota yang mengendarai motor trail KLX berhasil mendekati kedua pelaku dan berupaya memepetnya ke pinggir. Namun, salah seorang pelaku kemudian menendang motor petugas hingga akhirnya tersungkur dari atas kendaraan.

Nahas, tidak lama berselang, kedua penjahat ini akhirnya juga terjatuh dari atas motornya. Gara-gara, pengendaranya menabrak gundukan tanah di pinggir jalan.

Beberapa anggota yang sudah menyusul lokasi akhirnya berhasil membekuk pelaku dan memasukkan dalam mobil dalam posisi tangan terborgol.

Ketika hendak membawanya ke Mapolres Grobogan yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi, kedua pelaku berhasil membuka borgol dan membuka pintu mobil lalu meloncat keluar untuk melarikan diri. Setelah diberi tembakan peringatan tidak digubris, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kedua pelaku.

“Penangkapan kedua pelaku ini berlangsung seperti dalam adegan film. Kita terpaksa ambil tindakan tegas karena mereka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” kata Kapolres Grobogan Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono saat gelar perkara, Selasa (10/1/2017).

Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan. Antara lain sepda motor Vario nopol K 5090 ZZ hasil kejahatan. Kemudian, berbagai peralatan yang dipakai untuk melakukan kejahatan juga diamankan dari tangan pelaku.

“Peralatan yang dipakai pelaku ini sangat lengkap. Ada alat untuk merusak gembok pagar, kunci letter L, T dan Y dengan berbagai mata kunci serta alat khusus untuk membuka kunci magnet motor,” terang Agusman.

Dari hasil penyelidikan, komplotan yang berjumlah sekitar lima orang ini sudah beraksi delapan kali di wilayah Purwodadi. Namun, untuk sementara baru satu lokasi kejahatan yang berhasil diungkap. Pihaknya, masih memburu beberapa anggota komplotan lainnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga meringkus seorang perangkat desa di Kecamatan Mayong, Jepara. Perangkat bernama Suwarso ini diamankan lantaran diduga sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Colong Vixion Gara-gara Kepincut Ingin Kerja di Medan

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta keterangan pada pelaku pencurian kendaraan bermotor di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta keterangan pada pelaku pencurian kendaraan bermotor di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gara-gara ingin ikut kerja temannya di Medan, warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Ali Shodikin nekat cari ongkos buat merantau dengan jalan pintas. Sayangnya, cara yang dipilih pemuda 21 tahun itu justru mengantarkannya ke dalam penjara.

“Saya pingin sekali kerja ikut teman di Medan. Katanya, di sana dapat gaji besar. Akhirnya, saya memilih curi motor dengan tujuan biar dapat ongkos untuk merantau,” kata Ali saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Selasa (10/1/2017).

Pencurian motor itu dilakukan Ali pada pertengahan Desember 2016 lalu. Sasaran yang dipilih adalah motor milik tetangga dusunnya sendiri bernama Harto (36).

Saat melakukan aksinya, Ali tidak sendirian tetapi dibantu rekannya Suwarlan alias Agus Susanto (41), warga Desa Sambung, Kecamatan Godong. Keduanya, melakukan aksi sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat beraksi, Suwarlan bertindak selaku eksekutor. Sedangkan Ali bersiaga di atas motor Satria dan menunggu di luar rumah. Pelaku ini masuk rumah korban melalui jendela rumah yang kebetulan tidak dikunci dari dalam.

Saat berada di dalam rumah, pelaku melihat ada kendaraan Yamaha Vixion warna putih yang kunci kontaknya masih ada di kendaraan. Setelah membuka pintu rumah, pelaku ini kemudian dengan mudah melarikan motor yang baru beberapa minggu dibeli pemiliknya.

Peristiwa pencurian baru diketahui pemilik rumah menjelang Subuh. Selanjutnya, korban melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Geyer. Beberapa hari kemudian, kedua pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, penangkapan kedua pelaku pencurian motor itu berkat laporan dari masyarakat. Yakni ada informasi yang menyebutkan jika ada seorang pemuda yang menawarkan motor Vixion tanpa dilengkapi surat kendaraan.

“Informasi ini kemudian kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Hingga akhirnya, pelaku bisa kita amankan berikut barang buktinya,” jelas Agusman.

Sejumlah perwira ikut mendampingi kapolres dalam gelar perkara. Antara lain, Wakapolres Kompol Wahyudi, Kabagops AKP Parno, Kasat Reskrim Eko Adi Pramono, dan Kasubag Humas I Made Sujana.

Agusman menambahkan, latar belakang pencurian itu disebababkan para pelaku butuh uang. Pelaku Ali butuh uang untuk merantau ke luar Jawa. Sedangkan pelaku Suwarlan mengaku butuh uang buat bayar hutang.

Editor : Akrom Hazami

Sembrono Tinggalkan Motor di Pinggir Sawah, Ini yang Dilakukan Polisi Grobogan

Salah seorang anggota Polsek Brati sedang memberikan pengarahan pada petani di pinggiran sawah, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang anggota Polsek Brati sedang memberikan pengarahan pada petani di pinggiran sawah, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polsek Brati, Kabupaten Grobogan, yang tengah patroli mendadak menghentikan kendaraannya di areal sawah Desa Tirem, Rabu (4/1/2017). Hal itu terjadi, setelah anggota polisi itu melihat beberapa kunci motor yang ada di pinggiran sawah masih tertinggal pada kendaraan.

Sedangkan pemiliknya berada cukup jauh di tengah sawah karena sedang mengontrol tanaman padi. Selanjutnya, polisi memanggil para pemilik motor untuk diberi pengarahan.

“Perlu diperhatikan, kalau menaruh motor harap dikunci stang biar aman. Jangan sampai meninggalkan kunci motor di kendaraan. Hal ini bisa memicu terjadinya aksi kejahatan,” kata salah seorang polisi pada petani.

Selain itu, pihak kepolisian juga meminta para petani untuk ikut menciptakan kemanan dan ketertiban. Salah satu caranya, segera melaporkan pada perangkat desa atau pihak kepolisian jika melihat ada sesuatu yang mencurigakan disekitarnya.

Beberapa petani mengaku cukup senang dengan adanya pengarahan dari pihak keamanan tersebut. Menurut petani, mereka memang biasa menaruh motor begitu saja di pinggir sawah karena selama ini selalu aman.

Sementara itu, dari data yang dimiliki Polres  Grobogan, sepanjang tahun 2016, ada 18 kasus pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah. Sebagian kasus ini terjadi di areal sawah. Yakni, pelaku mengambil motor petani yang ditinggalkan di pinggiran sawah tanpa diberi pengaman dengan baik.

“Salah satu penyebab terjadinya aksi kejahatan adalah kurang hati-hatinya pemilik kendaraan. Oleh sebab itu, kami minta anggota untuk member penyuluhan pada masyarakat, termasuk pada para petani agar menjaga kendaraan yang ditinggalkan ke sawah,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Editor : Akrom Hazami

Apes, Aksi Pelaku Curanmor Terekam CCTV di Rumah Kos Grobogan

Anggota kepolisian sedang melakukan olah TKP pencurian sepeda motor di tempat kos yang berada di di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota kepolisian sedang melakukan olah TKP pencurian sepeda motor di tempat kos yang berada di di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Komplotan pencuri motor kembali beraksi di wilayah kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (22/12/2016) dini hari. Tepatnya, di sebuah kos-kosan di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi.

Dalam aksinya, pencuri yang diperkirakan berjumlah empat orang itu berhasil menggasak dua unit motor Honda Tiger milik penghuni kos. Masing-masing, sepeda motor Honda Tiger warna silver nopol G 6684 JE milik Akbar. Satu lagi, motor Honda Tiger warna hitam nopol H 4859 DJ milik Yoga. Diperkirakan, komplotan pencuri beraksi di atas pukul 01.00 WIB.

“Tadi malam, ada teman kos yang baru masuk kamar pukul 01.00 WIB dan saat itu situasi masih aman. Ketika salah satu pemilik motor bangun saat Subuh, motornya sudah tidak ada di tempat parkir. Selain motor, sepatu dan sandal beberapa penghuni juga diambil pencuri. Dari rekaman CCTV pencuri beraksi dalam waktu 10 menit,” kata Zaki, salah seorang penghuni kos-kosan tersebut.

Di dalam tempat kos tersebut terdapat CCTV yang mengarah ke beberapa sudut pandang. Antara lain, jalan, pagar dan tempat parkir kendaraan. Namun, kamera CCTV yang mengarah ke jalan diputar ke atas oleh pencurinya.

Penjaga kos-kosan bernama Hardi mengatakan, dari rekaman kamera CCTV pencuri tersebut diketahui berjumlah lima orang. Empat orang masuk ke dalam indekos setelah merusak kunci pagar. Satu di antaranya tampak mengenggam benda seperti senjata tajam jenis golok yang disembunyikan di balik punggung. “Wajah pelakunya tidak terlihat. Mukanya ditutup dengan kain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dibantu anggota Satreskrim Polres Grobogan, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami juga sudah memeriksa rekaman CCTV. Semoga kasus ini bisa segera terungkap,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Curanmor Bikin Gentar, Polisi Mlonggo Jepara Sambangi Warga 

Polisi menyambangi salah satu tokoh masyarakat Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten  Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi menyambangi salah satu tokoh masyarakat Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten
Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Mlonggo Resor Jepara, Aiptu Antonius melaksanakan sambang dialogis ke rumah salah satu tokok masyarakat Desa Jambu, Mlonggo, Jepara, Bambang.

Sambang dialogis untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas serta untuk mengajak masyarakat berkomunikasi dan mendengar keluhan, informasi dan masukan terkait pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat di desa tersebut.

Kepala Polsek Mlonggo Ajun Komisaris Polisi Maryono melalui Aiptu Antonius Hadimulyo menerangkan selain untuk bertatap muka atau menjalin tali silaturahmi, juga sekaligus untuk  mempererat kemitraan antara polisi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan sambang dialogis tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan dan imbauan  agar selalu waspada terhadap pelaku curanmor. “Para pelaku biasanya sering sekali melakukan aksinya dengan berbagai macam cara, jangan sembarangan memarkirkan kendaraan bermotor dan lengkapi dengan kunci pengaman ganda,” kata Antonius.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Bekuk Oknum TNI Berpangkat Serda yang Terlibat Aksi Curanmor

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, aparat Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Total pelaku yang ditangkap ada tiga orang. Terdiri dua pemetik dan satu orang penadah hasil kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan, dua pemetik ini diketahui bernama Agus Setiawan (34) alias Pedro. Warga Randublatung, Blora ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. Sedangkan satu lagi, adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat Serda dan bertugas di Kodim Blora.

“Satu tersangka lagi yang kita amankan adalah Ahmad Faizin (32) alias Joker Moto Kucing, warga Kecamatan Sumber, Rembang yang bertindak sebagai penadah. Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Jaringan ini sedikitnya sudah 13 kali melakukan aksi kejahatan di wilayah Grobogan. Semua tempat yang disasar berada di kawasan kota Purwodadi.Keduanya mengincar kendaraan bermotor yang terparkir di tempat sepi. Saat menggasak satu kendaraan menggunakan kunci T, mereka butuh waktu tidak sampai satu menit.

Terungkapnya jaringan pelaku curanmor itu berawal dari tertangkapnya Pedro pada pertengahan November lalu ketika melintas di jalan A Yani Purwodadi. Dalam penyergapan itu, petugas terpaksa menembak kaki kanan Pedro lantaran mencoba kabur.“Dari penangkapan Pedro akhirnya muncul beberapa nama lainnya yang akhirnya berhasil pula kita amankan. Mereka akan kami jerat KUHP pasal 363 pencurian dan pasal 480 tentang penadahan,” jelasnya. 

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi BBPAP Jepara Kemalingan 2 Motor

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kendaraan yang terparkir di komplek Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara raib dibawa maling, yakni Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, Sabtu (24/9/2016) sore dua kendaraan tersebut masih digunakan untuk dinas. Kemudian pada malam harinya motor tersebut diparkir di depan rumah. Sementara Imam dan Suhardi sudah masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat. Setelah bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB, kedua motor tersebut sudah hilang.

“Dari keterangan mereka, motor tersebut memang biasa diparkir di depan rumah. Mereka tidak khawatir karena ada keamanan yang berjaga selama 24 jam. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah pencuri yang masuk ke kompleks tersebut,” kata Sriyono.

Setelah mendapat informasi tersebut, dalam waktu bersamaan Polsek Kota mendatangoli lokasi. Petugas melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara. Hasilnya, ada dugaan kuat pencurinya kabur melalui jalan kecil yang menghubungkan kompleks BBPAP Jepara dengan perkampungan warga. “Di bagian belakang memang ada jalan kecil tembus ke perkampungan. Jalan tersebut memang tidak ada pintunya,” katanya.

Hingga Senin siang tadi, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami