Nekat Curi Motor, Ini yang Dilakukan Subhan Agar Tidak Dicurigai

Muhammad Subhan (23), tersangka pencurian kendaraan bermotor diamankan di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Muhammad Subhan (23) warga Desa Rau, Kecamatan Kedung, Jepara, terpaksa berurusan dengan polisi, karena mencuri sebuah sepeda motor. Aksinya itu didasari keinginannya memiliki motor. 

Kepada pewarta, ia beralasan tak akan menjual barang curiannya itu. Agar tak dicurigai, Subhan mengganti stiker yang menempel di bodi motor Honda Vario 125 CC yang dicurinya, dari warga Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Jepara. “Saya hanya ingi memiliki sepeda motor. Tak ada niat untuk menjualnya,” ujarnya.

Kejadian itu terjadi  pada 16 April 2017 pukul 18.30 WIB. Saat itu pemilik motor hendak salat berjemaah di musala yang berada di Desa Petekeyan, yang berada di dekat rumah korban. 

Karena bergegas, pemilik motor lupa mencabut kunci kontak dan meninggalkannya begitu saja di halaman musala. Kesempatan itulah yang digunakan Subhan. Ia kemudian melarikan  sepeda motor tersebut ke rumahnya.

Sial bagi Subhan, aksinya itu diketahui seorang saksi yang lantas melaporkannya ke pemilik motor.”Saksi yang mengetahui tersangka membawa motor, melaporkan hal tersebut kepada pemilik motor. Meski telah diganti stikernya, namun setelah dicocokan dengan STNK nomor rangkanya sama,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. 

Melanggar pasal 363 KUHP, Subhan terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun. 

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi BBPAP Jepara Kemalingan 2 Motor

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kendaraan yang terparkir di komplek Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara raib dibawa maling, yakni Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, Sabtu (24/9/2016) sore dua kendaraan tersebut masih digunakan untuk dinas. Kemudian pada malam harinya motor tersebut diparkir di depan rumah. Sementara Imam dan Suhardi sudah masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat. Setelah bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB, kedua motor tersebut sudah hilang.

“Dari keterangan mereka, motor tersebut memang biasa diparkir di depan rumah. Mereka tidak khawatir karena ada keamanan yang berjaga selama 24 jam. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah pencuri yang masuk ke kompleks tersebut,” kata Sriyono.

Setelah mendapat informasi tersebut, dalam waktu bersamaan Polsek Kota mendatangoli lokasi. Petugas melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara. Hasilnya, ada dugaan kuat pencurinya kabur melalui jalan kecil yang menghubungkan kompleks BBPAP Jepara dengan perkampungan warga. “Di bagian belakang memang ada jalan kecil tembus ke perkampungan. Jalan tersebut memang tidak ada pintunya,” katanya.

Hingga Senin siang tadi, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Kompleks Elite BBPAP Jepara Disantroni Maling, 2 Motor Raib

pencurian-motor

MuriaNewsCom, Jepara – Kompleks Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara yang selama ini dikenal elite dalam penjagaan selama 24 jam, tak mampu menjamin keamanan. Kompleks tersebut disatroni maling, hingga dua kendaraan roda dua lenyap.

Kendaraan yang raib dibawa maling adalah Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

“Motor Beat warna hitam itu milik Imam Fatoni. Sedangkan Supra yang sewarna dengan Beat milik Suhardi. Keduanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas dan tinggal di komplek BBPAP Jepara,” ujar Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono kepada MuriaNewsCom, Senin (26/9/2016).

Hingga Senin siang, kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. Selain itu juga belum diketahui jumlah pencuri yang masuk dan menggasak dua kendaraan motor tersebut. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih melakukan proses penyelidikan. Kami belum bisa memastikan identitas pelaku,” katanya.

Sriyono menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memberikan pelatihan pada petugas keamanan terkait keamanan di lokasi. Ia mengimbau agar keamanan tak hanya berjaga di bagian depan. “Setiap beberapa saat harus keliling kompleks agar keamanan bisa terjamin,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Tak Punya Ongkos ke Malaysia, Pemuda Asal Mantingan Jepara Ini Nekad Curi Motor

Pelaku curanmor diamankan di Mapolsek Tahunan beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelaku curanmor diamankan di Mapolsek Tahunan beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemuda asal Desa Mantingan RT 28 RW 8 Kecamatan Tahunan, Jepara bernama Azmir (30), nekat mencuri sepeda motor bernomor polisi K 3743 PQ milik Muka (40), warga RT 5 RW 3 Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan. Aksinya itu dilakukan demi mendapatkan uang untuk ongkos ke Malaysia.

Azmir yang bekerja sebagai tukang amplas itu mengaku ingin sekali ke Malaysia untuk berkunjung ke tempat ayahnya yang saat ini tinggal di negeri Jiran tersebut. Dia juga mengaku sudah tiga kali mencoba mencuri sepeda motor di kawasan Jepara.

”Selalu gagal kepergok warga. Ini sudah ketiga kali. Rencananya mau buat pergi ke Malaysia nengok ayah disana,” ujar Azmir di Mapolsek Tahunan, Rabu (25/5/2016).

Dia juga mengaku usahanya selalu gagal lantaran kepergok warga. Dalam menjalankan aksinya, Azmir mengaku hanya seorang diri. Untuk melakukan aksinya, dia hanya bermodalkan dua buah kunci T. Kunci itu didapatkan dari seorang temannya saat berada di Sumatra.

Sementara itu, Kapolsek Tahunan AKP Budi Santoso mengatakan, Dari tangan Azmir, jajarannya berhasil mengamankan dua buah kunci T dan satu unit sepeda motor bernomor polisi K 3743 PQ.

Saat ini pihaknya tengah mendalami kasus ini. Itu untuk mengungkap apakah Azmir masuk dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor atau tak.

”Apalagi menjelang puasa seperti saat ini, kejahatan curanmor biasanya marak,” katanya.

Aksi yang dilakukan Azmir di  kawasan pasar Ngabul tersebut berhasil digagalkan oleh warga yang mengetahuinya di depan pasar buah Desa Ngabul Jepara. Tak hanya itu, Azmir mendapatkan sejumlah pukulan dari warga sehingga wajahnya mengalami luka.

Editor: Supriyadi