Jangan Dibuang, Biji Durian Ternyata Bisa Dibikin Jadi Olahan Cokelat Lho

MuriaNewsCom, Grobogan – Selama ini, biji durian sudah dianggap sebagai limbah karena tidak enak dimakan. Siapa sangka, biji durian ini ternyata bisa diolah jadi sebuah bahan makanan. Khususnya, makanan olahan cokelat.

Uji coba membuat olahan cokelat dari bahan biji durian sudah berhasil dilakukan siswa Kelas XII SMK Asta Mitra Purwodadi jurusan farmasi. Setelah melakukan serangkaian eksperimen sederhana, olahan coklat dari biji durian akhirnya berhasil tersajikan. Bahkan, hasil karya itu mendapat respon positif dari siswa dan para guru karena rasanya dinilai cukup enak.

Salah satu siswa Kelas XII jurusan Farmasi Qori Nurzaeni menyatakan, biji durian digunakan sebagai ganti penggunaan kacang almond maupun kacang mete. Pembuatan cokelat biji durian bisa cukup sederhana dan butuh waktu sekitar 2 jam.

Pada tawah awal, biji durian yang akan dipakai dibersihkan dan selanjutnya direbus. Setelah direbus, biji durian didinginkan dan dipotong kecil-kecil sesuai selera.

Tahap selanjutnya, irisan biji durian tersebut digoreng. Setelah matang dan ditiriskan, biji durian dalam cetakan. Selanjutnya, mulai melelehkan cokelat diatas pemanas.

Kemudian, irisan biji durian yang telah dimasukan dalam cetakan tersebut diberi dituangi cokelat yang telah meleleh tersebut. Setelah didinginkan, cokelat berisi biji durian di simpan di dalam freezer agar beku.

“Sekitar 1 jam kemudian, coklat bisa diambil untuk dikonsumsi. Dengan biji durian teksturnya lebih empuk dan memiliki aroma yang wangi ketimbang kacang almond atau mete,’’ jelas Qori.
Ia menjelaskan, ide membuat olahan coklat dengan biji durian didapat tidak sengaja. Tepatnya, saat ia dan teman-temannya sempat makan durian dan menyadari jika bijinya tidak termanfaatkan.

“Dari sini kemudian terlintas ide untuk memanfaatkan biji durian menjadi olahan makanan. Setelah berdiskusi bersama, akhirnya kami mencoba membuat cokelat biji durian,’’ katanya.
Salah satu guru pembimbing jurusan Farmasi SMK Asta Mitra Siti Zulifat menyatakan, cokelat biji durian saat ini baru sebatas untuk kalangan sekolahan saja. Namun, tidak menutup kemungkinan cokelat biji durian dapat dikembangkan lagi dan dipasarkan ke lingkungan sekitar atau sekolah lain.

Ia menilai gizi dari biji durian lebih baik ketimbang kacang almond maupun mete. Soalnya, biji durian memiliki nilai protein lebih tinggi dan rendah lemak.

Editor: Supriyadi

Jelang Valentine Pesanan Coklat di Jepara Meningkat

MuriaNewsCom, Jepara – Pesanan kue cokelat meningkat jelang hari kasih sayang atau valentine,  Rabu (14/2/2018). Peningkatan itu mencapai 80-100 persen dibanding hari biasa.

Wiwik Hariyati seorang perajin cokelat di Jepara mengaku, pesanan mulai meningkat seminggu sebelum valentine. Adapun, varian coklat karakter kini menjadi incaran para muda-mudi yang ingin memberikan hadiah cokelat.

Pada hari biasa, pesanan yang ia buat hanya sekitar 20-25 batang per hari. Namun untuk momen hari kasih sayang, pesanan cokelat terdongkrak lebih dari separuhnya.

“Kenaikannya sekitar 80-100 persen dari hari-hari biasanya,” ujar Wiwik, pemilik gerai Rumah Cokelat yang ada di Jl Sunan Mantingan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan-Jepara, Selasa (13/2/2018).

Salah satu perajin coklat di Jepara sedang membuat pernak pernik jelang valentine. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Menurutnya, saat ini tren kenaikan cokelat adalah jenis karakter. Dengan varian ini, pelanggan, menurutnya bisa memilih bentuk-bentuk yang disukai. Tidak hanya polos, namun bisa dibentuk sepatu, kucing maupun huruf.

“Memang bentuk seperti ini lagi booming dikalangan remaja,” kata dia.

Untuk cokelat buatannya, dihargai mulai Rp 2000 hingga Rp 150 ribu, bergantung varian dan tingkat kesulitan pembuatannya. Sementara itu pemasaran bukan hanya dilakukan secara konvensional tapi juga merambah dunia maya.

Seorang pembeli cokelat Femmy (26) mengatakan, sengaja membeli untuk merayakan valentin. “Sudah langganan di sini, sengaja untuk nanti dibagikan kepada teman-teman se kantor,” katanya.

Editor: Supriyadi

Dinkes Jepara Instruksian Puskesmas Mlonggo Tindaklanjuti Temuan Coklat Berisi Baut

MuriaNewsCom Jepara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara instruksikan Puskesmas Mlonggo menindaklanjuti temuan coklat mengandung material baut, rafia dan plester, di MI Matholibul Huda. ‎

“Kami mengimbau pihak sekolah dan warga terutama murid untuk waspada terkait penganan yang dijual di‎ sekolahan, teliti sebelum membeli,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati, Jumat (5/1/2018).

Selain karena kasus di Mlonggo, dirinya juga meminta warga Bumi Kartini untuk mewaspadai, kudapan yang mengandung bahan kimia. Diantaranya pewarna kimia ataupun zat berbahaya lain.

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

“Hindari makanan yang warnanya menyolok karena diduga mengandung Rhodamin atau zat berbahaya lainya,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta warga yang menemukan jajanan yang diduga mengandung bahan berbahaya untuk segera dilaporkan ke Puskesmas setempat. Terkait penganan berharga murah Dwi meminta warga tidak tergiur.

“Makanan murah belum tentu sehat, untuk itu kita harus berhati-hati,” tuturnya.

Baca: Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur Di Mlonggo Jepara

Diberitakan sebelumnya, di kantin sekolah milik MI Matholibul Huda Mlonggo, ditemukan coklat yang didalamnya terdapat mur, tali plastik, dan potongan plester. Peristiwa yang terjadi kemarin (Kamis, 4/1/2018) itu sontak membuat pihak sekolah kaget.

Langkah jangka pendek kemudian diambil, dengan menyita seluruh stok coklat di kantin dan melaporkan hal ini kepada kepolisian setempat. Saat ini, polisi tengah menyelidiki pemasok coklat tersebut.

Editor: Supriyadi

Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur di Mlonggo Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Mlonggo bertindak cepat begitu mengetahui adanya temuan coklat berisi baut dan Rafia. Penelusuran terhadap pemasok kini tengah dilakukan.

AKP Maryono Kapolsek Mlonggo menyatakan, saat ini pihaknya telah mendatangi kios di Pasar Mlongo dimana coklat itu berasal. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Hari ini kami telah mendatangi toko di Pasar Mlonggo dimana coklat di MI Matholibul Huda berasal,” katanya, Jumat (5/1/2018‎).

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

Menurutnya, ciri coklat yang mengandung material tak lazim itu berbentuk segi empat, berbungkus alumunium foil warna emas. Sementara pada bagian bungkus terdapat label produksi bertuliskan Pelita Enak dan Lezat Bandung. Bahkan didalamnya dicantumkan izin dari dinas kesehatan untuk penganan yakni P.IRT No 2103204011879-18.

Pengecekan yang dilakukan, menemukan bahwa coklat diperoleh di sebuah kios bernama Monaliza. Disana, diketehui coklat didistribusikan oleh seseorang dari Demak.

“Belum kami ketahui identitasnya (pemasok coklat), namun demikian diketahui yang memasok dari wilayah Demak,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Polsek Mlonggo telah melaporkannya kepada Polres Jepara. Selain itu, petugas Bhabinkamtibmas setempat juga telah melakukan imbauan kepada guru dan siswa, agar waspada.

Editor: Supriyadi

Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut dan Rafia

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah coklat berisi mur baut dan serpihan tali plastik ditemukan di Kantin Sekolah MI Matholibul Huda Mlonggo. Mengetahui hal itu, pihak sekolah langsung menyetop peredaran kudapan tersebut agar tak sampai membahayakan siswanya.

“Iya betul, ada coklat di kantin sekolah yang berisi material, seperti tali rafia, ring baut, dan potongan plester didalamnya,” ujar Muhammad Syaiful Anam, guru kelas di MI MH Mlonggo, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, temuan itu kali pertama diketahui dari laporan siswa, Kamis (4/1/2018). Setelah diteliti, ternyata benar coklat-coklat berwadah alumunium foil warna emas itu berisi material tak lazim. Sementara di wadah pembungkus tidak ditemukan adanya merek penganan, hanya bertuliskan “Aneka Coklat Buatan Bandung”.

Setelahnya, pihak sekolah lantas menyita seluruh persediaan coklat batangan seharga Rp 500 per biji itu. Dari hasil penyelidikan, coklat-coklat itu dibeli di Pasar Mlonggo.

Coklat batangan tak bermerk yang didalamnya terdapat material seperti mur, tali plastik dan potongan plester, ditemukan kemarin di Mlonggo. Jumat (5/1/2018).
(MI Matholibul Huda)

“Jadi di sekolah kami ada kantin, yang kemudian membeli coklat dari pasar. Pembelian itu baru sekali dilakukan. Namun ternyata, saat kami temukan ada material tersebut,” tambahnya.

Mengetahui hal itu, pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepolisian setempat. Barang bukti berupa dua bungkus (12 biji) coklat diberikan kepada petugas Bhabinkamtibmas Polsek Mlonggo.

Terkait hal itu, sekolah lantas mengambil tindakan tegas tidak memperbolehkan penjualan coklat semacam itu di kantin.

“Di kantin milik sekolah kami sebenarnya penganannya bikin semua, terkait coklat itu sebenarnya selingan. Namun tak disangka, kami menemukan adanya material tersebut. Lalu kami stop peredarannya dan mengimbau tak jual lagi coklat yang tak bermerk seperti itu,” tutur Anam.

Lebih lanjut, ia menyebut selama ini kantin menjual penganan yang dimasak sendiri‎.

Editor: Supriyadi