Portal Dirusak, Truk Pasir Tetap Nekat Lewat Jembatan Darurat Grawah

MuriaNewsCom, Boyolali – Jembatan darurat Grawah di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, beberapa waktu lalu telah dipasangi portal untuk menghalau truk pasir dan kendaraan tonase besar melintas. Namun portal itu kini dirusak dan truk-truk pasir nekat melintas.

Padahal jembatan darurat itu kekuatannya telah berkurang. Karena jembatan itu dipasang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng untuk sementara.

Jembatan darurat itu untuk mempermudah akses masyarakat di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Portal itu kini kondisinya miring, karena dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab.  “Mungkin ada yang memiringkan (portal),” terang Pengawas Jalur SSB, Sumarwan.

Pemasangan portal itu untuk membatasi kendaraan yang melintas dijembatan bailey yang bersifat sementara. Pembatasan itu dimaksudkan agar jembatan tetap kuat. karena tedapat satu besi yang patah dan sejumlah besi telah berkarat.

“Kekuatan jembatan darurat itu juga sudah berkurang dari sebelumnya,” kata Sumarwan.

Meskipun ada pelanggaran yang dilakukan oleh sopir truk dan warga sekitar, namun pihaknya tak bisa melakukan penindakan. Sebab yang memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan dari pihak kepolisian.

Untuk itu, pihaknya berharap dari jajaran Polres Boyolali dapat melakukan penindakan aksi nekat para supir truk tersebut. “Kami bisanya cuma meluruskan kembali portal yag sudah dimiringkan itu,” ujarnya.

Petugas jasa pengatur lalu lintas di jembatan, Muhammad, menyatakan pihaknya bukan yang memiringkan portal tersebut. Pihaknya justru merasa kerepotan karena harus mengatur ratusan truk yang melintasi jembatan setiap hari.

“Kami malah khawatir kalau jembatan ini runtuh karena dilalui truk muatan setiap hari,” katanya.

Namun dia menilai pemasangan portal ini tak ada gunanya. Sebab truk masih bisa melintas karena ada pihak yang melegalkan truk untuk melintas di jembatan darurat.

Editor : Ali Muntoha