Hebat, Warga Banyuurip Pati Ini Sulap Daun Jati Jadi Kerupuk Lezat

Lilik Martini, warga Desa Banyuurip menunjukkan kerupuk daun jati buatan KWT Berkah Lumintu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Lilik Martini, warga Desa Banyuurip menunjukkan kerupuk daun jati buatan KWT Berkah Lumintu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tak banyak orang tahu bila daun jati ternyata bisa dimanfaatkan jadi camilan yang lezat. Peluang itu dimanfaatkan sejumlah ibu-ibu dari Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Pati yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT) Berkah Lumintu.

Daun jati yang tumbuh subur di lereng pegunungan Pati Ayam itu dijadikan kerupuk yang rasanya tak kalah dengan kerupuk ikan. Kerupuk daun jati sudah lama menjadi camilan warga setempat dengan harga Rp 500 per bungkus kecil.

Namun, KWT Berkah Lumintu saat ini tengah mengembangkan kerupuk daun jati sebagai jajanan khas Desa Banyuurip dengan nilai ekonomi yang tinggi. “Kerupuk daun jati sudah eksis di Desa Banyuurip sekitar dua hingga tiga tahun yang lalu. Saat ini, kami tengah mengembangkan produk itu supaya punya nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Sutijah, anggota KWT Berkah Lumintu saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Selama ini, kata dia, sebanyak 12 bungkus kecil kerupuk daun jati dijual ke toko atau warung seharga Rp 5.000. Sementara itu, toko menjualnya kembali kepada konsumen Rp 500 per bungkus.

“Sekarang kita mulai jual dengan kemasan sekitar 2,5 ons dengan harga Rp 8 ribu. Kita akan segera urus izin dagang, termasuk mengurus izin pangan industri rumah tangga (PIRT), dan lainnya. Kita ingin kerupuk daun jati jadi produk unggulan Desa Banyuurip,” imbuhnya.

Sementara itu, Lilik Martini, warga Desa Banyuurip RT 1 RW 2 yang juga anggota KWT Berkah Lumintu mengatakan, bentuk khas kerupuk daun jati adalah bintik-bintik warna merah bercampur ungu pada kerupuk. Hal itu berasal dari daun jati yang masih muda.

“Kalau biasanya kerupuk ada bintik-bintik kedelai atau kacang, ini bintik-bintiknya berasal dari pucuk daun jati muda yang masih berwarna merah. Rasanya gurih dan renyah,” ungkap Lilik.

Editor: Supriyadi

H-6 Lebaran, Penjualan Cemilan Mulai Diserbu Masyarakat

H-6 Lebaran (e)

Pedagang cemilan mulai diserbu masyarakat jelang H-6 Lebaran. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN –Meski Lebaran masih menyisakan waktu sepekan, namun sebagian orang sudah mulai membeli kebutuhan untuk hari raya nanti. Salah satu barang yang mulai diburu orang adalah aneka macam cemilan kering. Meski belum signifikan namun penjualan cemilan ini sudah mulai ada peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Lanjutkan membaca