Catut Nama Bupati Kendal, 2 Pria Ini Kuras Uang Calon Perangkat Desa

MuriaNewsCom, Kendal – Dua orang yang mengaku sebagai anggota LSM, melakukan penipuan terhadap calon perangkat desa di Kabupaten Kendal. Dengan mencatut nama bupati Kendal, pelaku berhasil menguras uang calon perangkat desa mencapai puluhan juta rupiah.

Kedua pelaku yakni Mugi Widodo dan Muhammad Sumartono, keduanya berhasil meraup uang sebesar Rp 26 juta dari dua korban. Keduanya tertangkap basah saat hendak memeras dan mengibuli korbannya.

Dalam aksinya, keduanya mengaku orang dekat atau orang suruhan bupati dan menjanjikan bisa meloloskan peserta seleksi perangkat desa hingga pelantikan. Bahkan mereka menjamin bisa mengubah posisi rangking peserta dalam tes CAT.

Dua korbannya yakni Jambari salah satu orang tua peserta seleksi. Satu lainnya yakni Ida Fitriana peserta seleksi asal Kecamatan Kankung. Dari pemeriksaan polisi, Jambari mengaku jika kedua pelaku meminta untuk disediakan uang sebesar Rp 40 juta.

“Alasan para pelaku jika tidak disediakan uang tersebut, maka anaknya yang sudah peringkat satu dalam tes CAT tidak akan ikut dilantik. Hal itulah yang menyebabkan korban kemudian merasa berat untuk tidak percaya,” kata Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya.

Dari hasil penyidikan dimungkinkan ada keterlibatan pelaku lain. Begitupun korban-korbannya juga masih didalami karena bisa jadi korbannya juga bertambah.

“Kami masih menunggu hasil penyidikan dari keterangan saksi-saksi maupun keterangan kedua tersangka serta barang bukti. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini,” ujarnya.

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti total uang hasil penipuan yakni Rp 26 juta. “Dari korban Jambari Rp 1 juta sebagai uang muka, kemudian dari korban lainnya Rp 25 juta. Jadi total barang bukti ada 26 juta,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar keduanya akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 378 tentang Penpiuan. “Ancaman pidananya lima tahun penjara,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha