Koalisi Pengusung Sudirman Said Rayu PKB, Bidik Gus Yusuf Jadi Wakil

Sudirman Said saat dideklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal cagub Jateng dari Partai Gerindra beberapa waktu lalu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said mendapat tambahan dukungan dari PKS, setelah Partai Gerindra dan PAN. Kini koalisi tiga parpol itu mendekati PKB, untuk mau iktu mendukung mantan Menteri ESDM tersebut.

Bahkan, koalisi ini siap menjadikan Ketua DPW PKB Jateng, KH Chudlori Yusuf (Gus Yusuf) menjadi calon wakil gubernur mendapingi Sudirman Said.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menyebut Sudirman Said juga sudah menjalin komunikasi dengan Gus Yusuf mengenai hal ini.

“Jika PKB gabung, kita beri kesempatan kepada Gus Yusuf sebagai wakil gubernur. Atau nanti ada tokoh nahdliyyin yang lain, bisa kita bicarakan,” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng ini menyebut, pihaknya kini tengah menunggu respon dari PKB untuk masuk dalam koalisi. Menurutnya, komunikasi politik antarparpol saat ini juga sudah berkembang semakin dinamis.

Ia juga menyebut, jika PKB tak jadi bergabung pun menurut dia, koalisi ini tak akan gentar. Apalagi gabungan dari tiga parpol ini sudah mampu untuk mengusung. Karena ketentuan minimal 20 kursi di DPRD sudah terpenuhi. Gabungan tiga parpol ini kini mempunyai kekuatan 29 kursi.

“Kalau nantinya partai selain Gerindra, PKS, dan PAN tidak bergabung pun pendukung Sudirman Said tidak gentar. Mungkin karena pertimbangan sebagai partai pendukung pemerintah tidak gabung, atau ada alasan lain kami tetap menghormati,” ujarnya.

Ia mengatakan partai koalisinya saat ini tinggal mencari pasangan bagi Sudirman Said untuk bertarung di Pilgub.

Baca : Siapa Bakal Dampingi Sudirman Said Lawan Ganjar?

Karenanya, dirinya mengimbau kepada elite partai koalisin untuk menahan ego dalam menentukan nama wakil gubernur. “Asal calon yang diusung memiliki popularitas dan elektabilitas serta mampu menerjemahkan tagline Mbangun Jateng Mukti Bareng,” ungkap Sriyanto lagi.

Sebelumnya Sudirman Said juga menyebut nama Gus Yusuf menjadi salah satu tokoh yang dilirik untuk menjadi wakilnya.Selain Gus Yusuf ada nama mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih yang maasuk dalam nominasi.

“Keduanya masih dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi saya. Tentu masih dilihat semuanya baik Bu Rustriningsih, juga Gus Yusuf,” kata Sudirman

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said : Pilkada Itu Adu Gagasan Bukan Saling Menjelekkan

Bakal calon gubernur Jateng Sudirman Said saat menghadiri pelantikan pelantikan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) Partai Amanat Nasional (PAN) se- Kabupaten Sukoharjo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said menyebut, pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan momen untuk saling adu gagasan dan program. Bukan kesempatan untuk saling menjelekkan antarkandindat maupun antartim pemenangan.

Mantan Menteri ESDM ini menyebut, adu program, ide dan gagasanlah yang bisa digunakan untuk merebut hati rakyat.

Ia mengingatkan, Pilkada adalah urusan lima menit di dalam bilik suara. Setelah itu selesai. “Jangan sampai urusan yang hanya lima menit ini diwarnai dengan permusuhan yang merusak persatuan dan kesatuan, yang selama ini sudah terjaga,” katanya.

Ia juga meminta pada para elit untuk sama-sama menjaga suasana damai dalam pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang. Jangan menciptakan isu atau kegiatan yang memanaskan suasana, yang pada gilirannya menimbulkan gesekan yang tidak perlu di akar rumput.

“Nanti masyarakat bawah yang akan jadi korban. Sementara elit politiknya sudah berangkulan kembali, masyarakat di bawah masih memendam luka. Mudah-mudahan Pilkada ini bisa kita jaga bersama agar berlangsung aman dan damai,” terangnya.

Hal ini juga dikatakan ketika Sudirman Said menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) Partai Amanat Nasional (PAN) se- Kabupaten Sukoharjo, Minggu (24/12/2017) kemarin. Dalam pelantikan itu, juga hadir pimpinan parpol.

“Saya datang ke sini (Jateng) untuk merajut kemajemukan yang ada. Merajut persatuan, bukan untuk menciptakan permusuhan antarwarga Jateng,” katanya.

Karena itu menurutnya, ia terbuka untuk menerima dukungan dari beragam kekuatan politik yang ada.

“Yang mendukung saya baru Partai Gerindra dan PAN, monggo yang lain kalau ingin mendukung saya siap untuk duduk dan membicarakannya. Di sini ada PDIP, PKB, dan Partai Demokrat,” ujarnya.

Dirman mengajak semua pihak untuk menjadikan Pilkada sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Karena itu penting masyarakat mengetahui rekam jejak kandidat yang akan dipilihnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Hanya Butuh 1 Kursi Lagi untuk Melaju di Pilgub Jateng

Sudirman Said (kiri) didampingi Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wakhid ketika memberikan keterangan pers, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, hanya membutuhkan sokongan satu kursi lagi di DPRD Jateng untuk melaju dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Pasalnya, setelah dideklarasikan Partai Gerindra sebagai bakal calon gubernur, Sudirman Said juga mendapat dukungan dari PAN.

Koalisi dua partai ini telah mengumpulkan 19 kursi di DPRD Jateng. Sementara syarat yang dibutuhkan minimal 20 kursi.

Sebelumnya setelah Prabowo Subianto mengumumkan Gerindra memberikan rekomendasi kepada Sudirman Said, PAN juga melakukan hal serupa. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendeklarasikan Sudirman Said saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN Jateng, di Grobogan, akhir pekan kemarin.

Sudirman Said mengaku sangat yakin ketentuan untuk melaju di Pilgub Jateng bisa dipenuhi. Pasalnya, PKS juga dikabarkan akan memberikan rekomendasi kepada mantan Menteri ESDM tersebut.

“Sekarang sudah ada modal 19 kursi. Semoga dalam waktu dekat PKS segera menyatakan dukungannya,” katanya.

PKS sendiri di DPRD Jateng mempunyai 10 kursi. Sehingga dengan bergabungnya PKS maka kekuatan Sudirman Said adalah 29 kursi.

Saat ini parpol di Jateng yang mampu mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi adalah PDI Perjuangan, karena mempunyai bekal 31 kursi di DPRD Jateng.

Dirman mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan PKS. Menurutnya, keputusan PKS masih menunggu rapat internal.

Selain PKS, komunikasi juga dilakukan dengan sejumlah partai. Meskipun untuk memenuhi syarat minimal kepesertaan pilkada di Jawa Tengah, Sudirman Said tinggal butuh satu kursi lagi. “Tapi kan tidak bisa bawa kursi itu (sambil menunjuk kursi peserta-red) maka komunikasi kita lakukan ke semua partai,” kata Sudirman.

 Kepada wartawan Sudriman Said mengaku langsung tancap gas. Ia sudah membentuk 152 relawan yang tersebar di 35 kota dan kabupaten se-Jawa Tengah.

Tidak saja menyerang melalui udara, SS mengaku juga siap perang darat dimana, Jawa Tengah yang sangat luas diharapkan akan bisa disambangi secara keseluruhan.

Sesuai PKPU Nomor 9 tahun 2016, syarat bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri adalah harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20 persen. Atau parpol punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir.

 Di Provinsi Jawa Tengah, total kursi DPRD Jateng berjumlah 100 kursi. Partai politik baru bisa mengusung calon sendiri di Pilgub Jateng bila memiliki minimal 20 kursi.

PDIP menjadi pemilik kursi terbanyak dengan jumlah 31 kursi. Artinya, PDIP sudah melewati syarat minimal jumlah perolehan kursi di DPRD untuk mengusung calon sendiri.

PKB menjadi partai kedua dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD, 13 kursi. Gerindra mempunyai 11 kursi di DPRD. PKS dan Golkar punya masing-masing 10 kursi. Demokrat memiliki total 9 kursi, sedangkan PAN dan PPP masing-masing punya 8 kursi di DPRD Jateng.

Editor : Ali Muntoha

PAN Hampir Pasti Usung Sudirman Said di Pilgub Jateng

Sudirman Said. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Amanat Nasional (PAN) sudah hampir bisa dipastikan akan mengusung mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, sebagai calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Sinyal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Desk Pilkada DPW PAN Jateng Drs Jayus MM. “Secara formal memang belum diputuskan oleh DPP. Tapi yang sudah bicara sampai teknis dengan DPW ya hanya SS (Sudirman Said),” katanya.

Jayus menjelaskan, setiap tahapan komunikasi dan fit and proper test sudah disampaikan ke DPP. Biasanya rekomendasi dari DPP selalu berdasar masukan dari bawah.

“Memang ada dua orang yang komunikasi dengan DPW (PAN Jateng) tapi yang lain belum sampai masalah teknis,” bebernya.

Ketika disinggung soal Balon Ferry Juliantono (Wakil Ketua DPP Partai Gerindra), Jayus membenarkan, namun pembicaraan dengan Ferry masih sebatas komunikasi biasa.

Soal rekomendasi kapan dikeluarkan, Jayus mengatakan, dalam waktu dekat depan DPW akan berkirim surat secara resmi ke DPP mengusulkan bakal calon yang akan dimintakan rekomendasinya.

“Perkiraan saya pekan ketiga Desember ini rekomendasi sudah turun” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

PKS Bawa Pengalaman Anies-Sandi Menang di Pilgub Jateng

Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman saat berada di Kantor DPW PKS Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – PKS punya keyakinan akan mampu memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Pengalaman memenangkan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta menjadi inspirasi.

Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman mengatakan, dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, PKS dan calon yang diusung banyak diremehkan, karena harus melawan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

“Pengalaman di Pilgub DKI Jakarta, awalnya kita memang jadi tim underdog, ibarat bola, lawan yang kita hadapi sekelas Barcelona dan Real Madrid,” katanya saat bertandang ke semarnag, baru-baru ini.

Meski jadi underdog dan dianggap remeh, kata Sohibul, berkat kerja keras dari semua tim, akhirnya PKS bersama Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) bisa mengantarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Shalahudin Uno, menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Alhamdulillah, berkat kekuatan tekad, kerja keras dari seluruh kader, termasuk dari kawan-kawan Partai Gerindra dan, juga berkat pertolongan Allah SWT, kita bisa memenangkan Anies-Sandi menjadi pemimpin,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan di DKI Jakarta adalah buah dari kerja keras, keseriusan dan penuh dengan kesungguhan.

Sehingga dia berharap kemenangan di Jakarta bisa ditularkan dalam momentum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pilkada serentak di Jateng tahun 2018 mendatang.

“Tidak ada salahnya kita menambah basis kekuatan partai. Setelah di Sumatera Barat dan Jawa Barat kita bisa mengantarkan kader kita memimpin, tentu apalagi kalau Allah bisa menangkan di Jateng, kuncinya adalah bekerja dengan serius dan penuh kesungguhan,” jelas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Apalagi, kata Sohibul, sesuai dengan rekomendasi dari Musyawarah Nasional (Munas), PKS menargetkan menjadi partai papan atas pada tahun 2019.

“Ketua Majelis Syuro kita Habib Salim Segaf Al Jufri menyampaikan juga amanatnya agar PKS menjadi partai papan atas, tentu hal itu semakin mudah kita wujudkan apabila kita bisa memenangkan Pilkada serentak tahun 2018, salah satunya adalah Pilgub Jateng,” tandasnya.

Untuk itu, kata Sohibul, jajaran DPW PKS Jateng diharapkan terus berkomunikasi intensif, termasuk dengan para calon internal dan eksternal, juga dengan partai politik dalam rangka menyusun strategi memenangkan Pilkada serentak Jateng 2018. “Semoga Allah SWT meridhai perjuangan kita semua,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Saat Ganjar Ditanya Veteran Tua, ’Njenengan Gubernur’?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan pada sejumlah veteran dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang veteran berusia 83 tahun bernama Soemar, begitu terlihat senang saat mendapatkan bantuan  kursi roda. Namun kakek itu terlihat kesulitan untuk berdiri dan naik ke kursi roda.

Mengetahui hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak tinggal diam. Ia langsung melangkah kemudian merangkul dan memamapah pejuang itu menuju kursi rodanya.

Peristiwa itu terjadi saat Ganjar memberikan bantuan pada sejumlah veteran perang usai upacara Hari Pahlawan di halaman Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (10/11/2017). Selain untuk para veteran, Ganjar juga menyerahkan bantuan pada sejumlah anak berkebutuhan khusus. Bantuan tersebut antara lain berupa kursi roda.

Saat dipapah Ganjar itu, veteran itu bertanya apakah orang yang merangkulnya itu adalah gubernur Jateng. Soemar mengaku penglihatanya sudah kabur, sehingga tak tahu persis siapa yang di hadapannya.

“Njenengan Gubernur, njenengan Pak Ganjar?, lanjut yo pak, ojo mandeg,” ujar Soemar.

Mendengar pertanyaan itu, politikus PDI Perjuangan ini justru tertawa. Sembari duduk bersimpuh, Ganjar menjawab pertanyaan Soemar.

“Iya saya Ganjar Pak, kok mboten oleh mandeg ki pripun? (kok tidak boleh berhenti itu bagaimana?),” tanya Ganjar.

Soemar pun seketika langsung menjawab agar Ganjar tetap melanjutkan memimpin Jawa Tengah. Tak hanya sekali, ucapan itu ia sampaikan berulang. Ganjar pun kemudian tersenyum dan mencium tangan Soemar.

Ditemui usai pemberian bantuan, Soemar mengatakan ia memang sangat berharap Ganjar kembali menjadi Gubernur Jateng. Alasannya menurutnya sangat sederhana.

“Pak Ganjar itu pemimpin yang mengayomi semua rakyatnya, jadi saya meminta Pak Ganjar untuk terus lanjutkan memimpin,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, selama kepemimpinan Ganjar sejak 2013 sudah berjalan baik, sehingga perlu dilanjutkan ke periode berikutnya. Pembangunan infrastruktur ungkapnya sudah banyak dirasakan masyarakat. Juga dengan sejumlah program lainnya.

“Mudah-mudahan bisa awet dalam memimpin Jawa Tengah dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Jateng khususnya dan umumnya Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Cagub-Cawagub Jateng dari PDIP Sudah Dipilih, Megawati Belum Berkomentar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat datang Kantor DPD PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tak mengumumkan siapa calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang akan diusung, saat bertandang ke markas banteng Jateng, Panti Marhaen Semarang, Kamis (9/11/2017).

Megawati langsung pergi meninggalkan kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah itu, usai memimpin rapat tertutup untuk konsolidasi pemenangan pilkada serentak 2018. Rapat itu dihadiri tokoh-tokoh penting partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Puan Maharani, Agus Wilujeng (anggota DPR RI), ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir dalam rapat tersebut.

Rapat konsolidasi itu berlangsung selam tiga jam. Sebelum rapat, Megawati menyaksikan festival kekayaan pangan Jateng, yang digelar di halaman kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang.

Usai rapat, Megawati langsung ke luar dan masuk ke dalam mobil. Ganjar juga ikut berlari masuk ke dalam mobil rombongan Megawati.

Ganjar hanya memberi komentar sangat singkat saat membuka kaca mobil. “Asyik,” kata Ganjar sambil mengacungkan jempol.

Nama Ganjar disebut Puan Maharani sebagai calon paling kuat di antara kandidat yang lain. Hal ini berdasar survei yang dilakukan di internal PDI Perjuangan.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, pihaknya sudah mengantongi cagub dan cawagub yang akan diusung.

Hanya saja menurut dia, pengumuman siapa sosok yang dipilih masih menunggu momentum yang dianggap tepat.

Sepasang calon ini menurutnya sudah mengerucut usai dilakukan fit and proper test yang dilakukan seluruh pelamar. “Mengerucut, sudah satu pasangan. Baru atau lawas itu relatif,” kata Hasto.

Kapan momentum yang tepat itu menurut Hasto, menunggu keputusan dari Megawati.  “Ketika momentum tepat itu ditentukan ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran partai sudah siap,” pungkas Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Cagub Independen dari Jepara Ini Sudah Kumpulkan 1,8 Juta KTP

Proses pengumpulan syarat dukungan oleh relawan Mundi. (dok Mundi)

MuriaNewsCom, Jepara – Mundi, bakal calon gubernur jalur independen asal Jepara menyebut telah mengumpulkan syarat dukungan untuk ikut kontestasi dalam Pilgub Jateng 2018. Ia mengklaim telah mengumpulkan 1,8 juta fotokopi KTP dari 1.781.606 yang dipersyaratkan oleh KPU Jawa Tengah.

“Dukungan yang kami kumpulkan sudah melebihi batas minimal, namun dari jumlah tersebut (1,8 juta) belum semuanya dimasukan dalam database. Relawan kami masih terus bergerak,” ujar warga Mantingan itu, yang berasal dari komunitas Tikus Piti, Selasa (7/11/2017). 

Mundi yang berpasangan dengan Sarjono mengungkapkan, ia didukung oleh 36 ribu relawan yang tersebar di seantero Jawa Tengah. 

Dikatakannya, relawan sebanyak itu adalah yang terdaftar, sementara yang tidak tercatat, jumlahnya lebih banyak lagi. 

Di setiap kabupaten/kota, ia mengklaim ada sekitar 1.000 orang yang menjadi relawan. Bahkan menurutnya, di Kabupaten Blora memiliki 5.000 relawan yang mendukungnya.

Ia menambahkan, rencananya syarat dukungan yang telah terkumpul akan disetorkan kepada KPU Jateng pada 26 November 2017.

“Kami akan menyerahkan syarat dukungan tersebut pada hari terakhir. Hingga masa tersebut, kami perkirakan akan ada sekitar dua juta dukungan berupa fotokopi KTP,” klaim Mundi.

Editor : Ali Muntoha

Sudah Ketemu Megawati, PPP Condong Merapat ke PDIP di Pilgub Jateng

Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy saat diwawancarai wartawan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan mempuinyai tiga opsi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Dari tiga opsi yang disiapkan, opsi yang paling kuat yakni berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy. Menurutnya, opsi pertama adalah membuat ”koalisi semangka”. Yakni berkoalisi dengan PDI Perjuangan, dengan mengusulkan kadernya sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Koalisi semangka, bangjo (abang dan hijau). Gubernure abang, wakile ijo,” kata Romi, panggilan akrabnya.

Abang di sini adalah PDI Perjuangan sebagai warna identik partai, dan hijau adalah PPP. Ada sejumlah nama kader yang disebutnya potensial untuk diusung sebagai calon wakil gubernur.

Di antaranya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, yang juga sudah mendaftar di PDIP. Mantan Bupati Jepara Abu Nafi, dan Akhmad Muqowam (anggota DPD). Di DPRD Jateng, PPP mempunyai delapan kursi, sehingga pede untuk mengusulkan wakil.

Ia menyebut, telah berkomunikasi dengan DPP PDI Perjuangan dalam hal ini Ketua Umum Megawati Soekarno Putri mengenai koalisi ini. Ia menyebut, menghormati mekanisme internal di partai berlambang banteng tersebut.

“Kami sudah sampaikan ke Bu Mega, kita hormati mekanisme internal. Proposal sudah kami siapkan, kalau tidak ditanggapi dengan memadai ya skenario lain akan kita laksanakan,” jelas Romi.

Skenario lain yakni berkoalisi dengan partai lain dengan mengusung kader PPP sebagai calon gubernur. Dan skenario ketiga, berkoalisi dengan parpol selain PDI Perjuangan dengan tetap mengusung kader sebagai calon wakil gubernur.

“Kita juga bangun komunikasi ke partai lain dan calon lain. Yang sudah hubungi saya ada Pak Marwan, Pak Sudirman Said, dan Bu Arianti Dewi dari Golkar,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Mantingan Jepara Nyalon Gubernur Jateng Lewat Jalur Independen

Sosialisasi pencalonan gubernur dari jàlur perseorangan, Rabu (18/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah melakukan safari ke kabupaten/kota di Jateng, untuk mendeteksi calon gubernur 2018 dari jalur perseorangan (independen). Hingga saat ini, tercatat sudah ada enam orang yang berkonsultasi terkait pencalonan kepala daerah dari jalur tersebut. 

Muslim Aisya Komisioner KPU Jateng Bidang Pemutakhiran Data Pemilih mengatakan, dari enam orang yang telah berkonsultasi dengan KPU Jateng terkait jalur perseorangan, satu di antaranya adalah warga Jepara, yakni Mundi warga Mantingan. 

”Ada satu yang dari Jepara. Ia adalah pan Mundi. Saat ini beliau sudah berkonsultasi dengan KPU Jateng,” katanya saat memberikan sosialisasi terkait pencalonan jalur perseorangan di kantor KPU Jepara, Rabu (18/10/2017).

Saat ini, lanjutnya, pencalonan dari jalur perseorangan (independen) menempati tahap awal. Syaratnya ada dukungan dari 6,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Terakhir (DPT) Jateng. 

“Syarat dukungannya harus ada sejumlah 1.781.606 orang yang dibuktikan dengan identitas seperti KTP atau surat keterangan perekaman data penduduk,” ujarnya,. 

Menurutnya, dalam sejarah pemilihan gubernur di Jawa Tengah belum ada pemimpin yang dihasilkan dari jalur independen. Meskipun, pencalonan dari jalur tersebut telah diatur dalam peraturan KPU No 3/2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan gubernur, bupati dan wakil bupati, dan atau walikota dan wakil walikota. 

Dengan pencalonan dari jalur perseorangan, maka akan memberikan alternatif bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah.

“Kalau dilihat dari pengalaman pemilihan gubernur sebelumnya, belum ada calon dari perseorangan. Namun kalau di kabupaten, banyak muncul, seperti Pati atau Rembang yang kini menjabat bupati,” katanya. 

Terpisah, Mundi mengatakan mantap melangkah pada pencalonan Gubernur Jateng lewat jalur perseorangan. Dirinya mengklaim telah mengantongi komitmen dukungan sebanyak 5 juta orang. 

“Iya saya mencalonkan gubernur Jateng dari jalur perseorangan, untuk wakil saya sudah ditentukan adalah Sarjono warga Sukoharjo. Kemarin di Solo Raya sudah ada komitmen dukungan sebanyak 5 juta orang, namun kita lihat nanti realisasinya,” kata warga Mantingan RT 16/RW 5 itu. 

Terkait motivasinya bertarung untuk pilgub Jateng 2018, ia mengaku terpanggil untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Hal itu menurutnya dapat dimulai dengan mengubah pola pikir warga Jateng terhadap politik, yang selama ini telah berlangsung. 

Editor: Supriyadi

Sebut Tak Cari Pekerjaan, Sudirman Said Tak Ngotot Jadi Calon Gubernur

Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, tak lagi ngotot menjadi calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ia menyatakan siap jika partai politik mengusungnya sebagai calon wakil gubernur.

Sejumlah parpol memang memasukkan nama Sudirman Said dalam bursa bakal calon yang akan diusung, namun hingga kini belum ada kepastian resmi.

Bahkan PKB beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan wacana untuk memasangkan Sudirman Said dengan Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja’far.

“Mau jadi gubernur, mau jadi wagub, saya terbuka. Yang penting bagi saya adalah berkontribusi bagi masyarakat Jateng,” katanya.

Ia menyebut, ia tak tengah mencari pekerjaan dalam Pilgub Jateng, sehingga tak ngotot menginginkan posisi gubernur. Sehingga ketika ditunjuk parpol untuk mendampingi tokoh laion dalam Pilgub Jateng mendatang, ia mengaku tak mempermasalahkannya.

“Saya sedang tidak mencari pekerjaan, jadi tidak penting saya dalam posisi apa,” ujarnya.

Parpol-parpol yang yang memasukkan nama Sudirman Said dalam kandidat yang potensial untuk diusung yakni Gerindra, PKS dan PAN. Hingga saat ini parpol-parpol tersebut tengah menunggu keputusan dari DPP masing-masing untuk menentukan pasangan calon yang bakal diusung.

“Partai Gerindra mengumumkan dua calonnya untuk bersosialisasi, PKS juga menyebut saya sebagai calonnya, berikutnya PAN juga,” terangnya.

Dari antusias parpol-parpol tersebut yang membuatnya tak tertarik untuk maju melalui jalur independen.

Sudirman Said juga menyebut dukungan dari tokoh dan kelompok masyarakat sudah cukup besar. Ini diketahuinya dalam sosialisasi yang dilakukan ke berbagai pelosok di Jateng dalam beberapa waktu terakhir.

Editor : Ali Muntoha

Bawaslu Jateng Khawatir Warga Tak Bisa Nyoblos Calon Gubernur Karena Ini

Tokoh Semar jadi maskot dalam Pilgub Jateng 2018

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mengingatkan KPU Provinsi Jateng untuk teliti dalam menentukan daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng 2018. Pasalnya, hingga saat ini masih ada 3 persen dari calon pemilih yang belum melakukan perekaman E-KTP.

Sementara E-KTP menjadi syarat untuk menentukan DPT. Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subhi meminta agar jangan sampai warga terampas haknya untuk memilih calon pemimpin.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Fajar Subhi mengingatkan agar pihak penyelenggara pemilu teliti terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilgub Jateng 2018.

“Disdukcapil mengatakan masih ada 3 persen warga yang belum rekam E-KTP, padahal memenuhi syarat sebagai pemilih. Untuk DPT termasuk Pemilu 2019 kan menggunakan E-KTP dan wajib,” katanya.

Fajar mengatakan, jangan sampai warga yang sudah memenuhi syarat menjadi terampas haknya hanya karena persoalan teknis.

Hal yang paling memungkinkan adalah semua stakeholder terkait melakukan penyisiran warga, hingga di pelosok untuk memastikan hak konstitusionalnya terlayani. “Tidak ada alasan apa pun untuk kehilangan hak pilih,” ujarnya.

Komisioner Bidang Pelaksanaan Teknis KPU Provinsi Jateng, Ichwanuddin mengatakan, syarat administratif penggunaan E-KTP dalam pemilihan hukumnya wajib. Namun, karena kondisi kekurangan blanko dan belum rekam secara keseluruhan, membuat warga menggunakan surat keterangan (suket) dalam membuktikan keabsahannya sebagai pemilih.

Baca : Pertama Kalinya DPS Pilgub Bakal Diuji Publik, Ini yang Ingin Diraih KPU

Untuk mendapatkan suket, lanjutnya, maka harus melaksanakan perekaman terlebih dahulu. Aturan lain khusus pemilih pemula yang berusa 17 tahun saat hari pencoblosan 27 Juni 2018, tetap terakomodir.

“Aturan warga yang berhak memilih adalah mereka yang sudah menikah, atau 17 tahun saat pencoblosan. Namun, pendataan dilaksanakan sebelum pencoblosan, dan ada warga pemilih pemula yang sudah berhak memilih. Sehingga solusinya mereka warga pemilih pemula yang berusia 17 tahun saat hari pencoblosan tetap diakomodir,” terangnya.

Cara akomodir yang dilaksanakan, lanjutnya, yakni memberikan surat keterangan akan berusia 17 tahun dari Disdukcapil. Meski belum genap 17 tahun namun boleh melalukan perekaman. Jika usianya sudah genap 17 tahun, maka E-KTP baru bisa diberikan.  Pasalnya, dalam aturan kependudukan, warga yang belum 17 tahun belum bisa memiliki KTP. 

“Jadi remaja yang 17 tahun saat pencoblosan bisa merekam di Disdukcapil, kemudian dapat suket yang memiliki barcode. Di sanalah, data mereka otomatis akan masuk sebagai daftar pemilih,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Didukung Buruh, Ferry Semakin Pede Masuk Gelanggang Perebutan Kursi Gubernur Jateng

Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi salah satu kandidat bakal calon gubernur Jateng. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kandidat bakal calon gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra, Ferry Juliantono semakin yakin mendapat rekomendasi dan bertarung dalam memperebutkan kursi gubernur di Pilgub Jateng 2018.

Keyakinan ini muncul setelah banyaknya dukungan yang datang kepada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Terbaru kelompok buruh yang diwakili Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberi dukungan padanya. Bahkan kelompok buruh ini menjanjikan 5 juta suara untuk memenangkan Feri.

Ketua KSPI Said Iqbal menjanjikan hal itu saat mendeklarasikan dukungannya kepada Feery di kantor DPD Partai Gerindra Jateng.

“Buruh di Jawa Tengah ada 1,5 juta orang. Dengan koefisien 1,4 anak dan istri, itu berati jumlah buruh hampir 5 juta orang,” kata Said.

Menurut dia, jumlah tersebut setara dengan 20 persen dari daftar pemilih. Sehingga sangat efektif untuk menentukan kemenangan dalam pilgub Jateng.

Menurut dia, dukungan tersebut diberikan dengan kontrak politik. Menurutnya, kontrak politik tersebut sama dengan ketika pihaknya memberikan dukungan pada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca : Klaim Diberi Restu Prabowo Nyalon Gubernur, Ferry Minta Dukungan Warga Kudus

Yakni jika terpilih Ferry harus menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jateng dengan layak. Selain itu, jika terpilih Ferry harus mewujudkan rumah murah bagi buruh, jaminan sosial bagi pekerja yang kena PHK, dan menghentikan outshorching.

Sementara itu, Ferry menyatakan siap untuk memenuhi hak-hak buruh jika terpilih sebagai gubernur. Menurut dia, seorang gubernur harus bisa menyediakan rumah sakit untuk mengakomodir kesehatan para buruh.

“Selain itu, saya akan memperhatikan penyediaan rumah-rumah yang layak bagi buruh. Selain upah tentunya ada jaminan hidup yang lainnya yang akan diperhatikan oleh kami,” tuturnya

Ferry juga membantah melakukan kontrak politik bersama para buruh adalah salah satu manuver untuk mematahkan peluang mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Seperti diketahui Sudirman Said juga disebut-sebut mempunyai peluang besar untuk diusung Partai Gerindra dalam Pilgub Jateng 2018.

“Ah engga, kan semuanya temen. Mungkin lebih tepatnya ini kritik untuk yang sekarang sedang berkuasa di pemerintah di Jateng. Hal yang semeskinya bisa malah tidak dilakukan seperti rumah murah dan fasilitas kesehatan dan toko murah. Kalau memang niat, setahun bisa dilaksanakan itu,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Dua Kandidat Calon Gubernur dari Gerindra Jualan Kemiskinan Sebagai Senjata

PKB Bakal Duetkan Dua Mantan Menteri untuk Lawan Ganjar di Pilgub Jateng

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan serius untuk memasangkan dua mantan menteri, sebagai jago dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Langkah ini diambil untuk menandingi popularitas gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Dua sosok itu yakni mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja’far dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. Marwan Ja’far merupakan salah satu kader terbaik PKB, sementara Sudirman Said juga telah rajin mendekati parpol-parpol agar mau mengusungnya dalam pilgub.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memastikan, pihaknya serius untuk memasangkan dua tokoh tersebut. Keinginan ini dikatakannya usai menjadi pembicara kunci pada seminar nasional dengan tema “Penanaman Nilai Ideologi Pancasila” di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (30/8/2017).

“Sementara yang menonjol Marwan dan Pak Sudirman, digabung saja,” kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, PKB sudah berkomunikasi dengan parpol-parpol lain yang akan akan diajak untuk koalisi, tentang kemungkinan duet Marwan Ja’far dan Sudirman Said.

Ia mengakui, popularitas Ganjar Pranowo masih sangat tinggi. Oleh karenanya, PKB ingin menandingi dengan menduetkan dua mantan menteri yang namanya sudah dikenal secara luas tersebut.

Sementara itu, Hartono, Koordinator Tim Pemenangan Sudirman Said menyebut, belum ada kepastian mengenai rencana duet ini. Meski demikian menurut dia, kemungkinan itu bisa saja terjadi.

“Selama semuanya bisa jaga niat baik bersama dan ada kesamaan visi membangun Jateng menjadi lebih baik, kita terbuka dengan setiap kemungkinan,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Editor : Ali Muntoha

Pertama Kalinya DPS Pilgub Bakal Diuji Publik, Ini yang Ingin Diraih KPU

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang terdapat sejumlah hal yang baru. Salah satunya mengenai daftar pemilih sementara (DPS).

DPS ini nantinya tak hanya akan ditempel di tempat-tempat umum, melainkan juga dilakukan uji publik. Tujuannya, daftar pemilih tetap (DPT) pilgub nantinya benar-benar valid. Sehingga tingkat partisipasi dalam pilgub bisa maksimal.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan, dalam uji publik pemutakhiran DPS itu nantinya, warga akan dilibatkan. Seluruh kepala keluarga (KK) di Jateng akan dilibatkan untuk memeriksa DPS pada awal Desember 2017 mendatang.

“Paling tidak, kalau tidak 100 persen ya bisa 90 persen terlibat. Sehingga data lebih valid ketimbang data yang selama ini sering tertukar, karena aplikasi olah data di sistem,” katanya kepada wartawan.

Joko menyatakan, uji DPS ini bukan sekadar online atau dipasang nama pemilih, namun KK itu diundang dalam forum dan tanda tangah hadir sebagai bukti bertanggung jawab bersama atas uji publik DPS.

Selain itu menurut dia, pada Oktober hingga November akan dilaksanakan seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Dalam bulan November juga akan dilakukan penerimaan bukti dukungan warga bagi peserta yang maju melalui jalur idependen. Dalam pemetaan Pilgub secara keseluruhan, Joko mendata terdapat 64.171 tempat pemungutan suara (TPS), 573 PPK, dan 8.559 PPS.

“Soal TPS di rumah sakit, kami tidak hadirkan TPS khusus. Namun biaya operasional untuk TPS terdekat rumah sakit akan dilaukan, karena di RS tidak ada data dasar, namun akan diusahakan terenuhi semua hak suara masyarakat. Dulu 10 TPS terdekat di RSUP Kariadi dikerahkan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pengen Nyalon Gubernur Tanpa Melalui Parpol? Begini Caranya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 sudah ramai dilakukan. Partai-partai politik sudah melakukan penjaringan untuk mencari sosok yang akan dijagokan.

Selama ini partai politik memang jadi kendaraan yang dianggap paling efektif untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Namun selain melalui partai politik, ada juga jalur yangbisa digunakan, yakni melalui jalur independen.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, pendaftaran untuk calon independen akan dimulai pada Januari 2018 mendatang. Menurutnya, sudah ada kelompok masyarakat yang datang ke KPU untuk berkonsultasi mengenai masalah ini.

“Ada kelompok dari Jepara, Tikus Pithi datang cari info dan mau daftar dari calon independen. Jadi sejauh ini yang tanya secara lugas baru satu,” kata Joko kepada wartawan.

Menurutnya, untuk bisa mendaftar sebagai calon independen, calon harus memenuhi persyaratan dukungan sebanyak 1,7 juta KTP. Dukungan ini minimal harus berasal dari 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Bukti dukungan ini harus diserahkan sebelum masa pendaftaran dimulai, yakni pada Desember 2017.

Setelah mendaftar dan mengumpulkan bukti dukungan, KPU akan melakukan verifikasi sebelum dinyatakan lolos atau tidak untuk ikut bertarung dalam Pilgub Jateng 2018.

Masa kampanye sendiri akan berlangsung dari 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Pencoblosan dilaksanakan Rabu Pon 27 Juni 2018.

Joko menyebut, masa kampanye Pilkada serentak 2018 akan melewati bulan Ramadan dan libur Lebaran. Namun apakah nantinya apakah libur Lebaran nasional akan dilarang berkampanye, pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Pusat. “Kalau saat Lebaran dilarang, ya tidak boleh kampanye,” terangnya.

Saat Ramadan menurutnya, para calon nantinya tetap boleh berkampanya. Hanya saja pihaknya tetap akan membatasi tema kampanye. Dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan tahapan Pilkada pada 29 Agustus. Termasuk, peluncuran jingle Pilkada dan maskot Pilkada 2018.

Editor : Ali Muntoha

Kades di Batang Anggap Sudirman Said Berani Lawan Koruptor

Mantan menteri ESDM Sudirman Said saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Batang, Selasa (15/8/2017). (Foto : Humas Sudirman Said)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said tak memungkiri jika ia bukanlah satu-satunya sosok terbaik yang patut memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ia pun menyatakan tak segan untuk mendukung dan tokoh terbaik tersebut.

Hal ini ditegaskan mantan Menteri ESDM tersebut saat bertemu kepala desa de-Kabupaten Batang, Monggo Moro, Gringsing, Batang, Selasa (15/8/2017).

“Jika ada yang lebih baik dari saya, mari kita junjung bersama untuk Jawa tengah yang lebih baik,” ujarnya.

Karena menurut dia, untuk membangun Jawa Tengah adalah tugas bersama. Seluruh rakyat mesti turut serta berbuat demi kebaikan provinsi ini.  Sudirman Said mengaku, orang-orang yang baik ini patut untuk diajak kerja bersama.

“Membangun Jawa tengah itu bukan hanya kerja perorangan, tapi kerja bersama untuk rakyat yang lebih baik”, ucapnya Sudirman Said sewaktu berkumpul bersama seluruh kepala desa se Kabupaten Batang, di Monggo Moro, Gringsing, Selasa 15 Agustus 2017.

Dalam kunjungan ini, secara bergantian kepala desa seluruh Kabupaten Batang memberikan sambutan atas kehadiran Sudirman Said. Mereka menyambutnya sebagai seorang yang berani.

Ahmad Rojikin, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Batang mengatakan Sudirman Said sebagai tamu penting dan istimewa.

Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu terbaik Jateng. Seorang pemberani yang terus meluangkan waktunya untuk berkarya untuk Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut bahwa tidak banyak orang yangg berani melawan koruptor kecuali Sudirman Said. Keberanian ini adalah hal yang baik bagi Jawa Tengah ke depan. “Kita harus bersama dukung Sudirman Sa’id karena terbukti, pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha