Sudirman Said Calon Gubernur Jateng dari Gerindra Siap Turun ke Desa-desa

Sudirman Said Calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudirman Said Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra langsung bergerilya setelah dikukuhkan oleh Prabowo Subianto Rabu (13/12/2017). Jumat (15/12/2017) kemarin, Mantan Menteri ESDM itu, menghadiri sebuah acara Peringatan Maulid Nabi di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo. 

Seusai acara, ia mampir ke rumah Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wahid. Di kediamannya yang ada di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Sudirman mengaku akan kerja keras mengenalkan dirinya kepada rakyat di pelosok pedesaan Jawa Tengah. 

“Saya akan terus turun ke bawah, karena popularitas petahana jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, kami akan kerja keras, dengan mendatangi tokoh yang ada di desa-desa. Karena sebagian besar masyarakat menengah yang berada di kota sudah mengenal, tapi di desa-desa belum,” tuturnya. 

Ditanya mengenai sosok wakil yang nantinya akan mendampinginya, Sudirman mengaku belum mendapat. Akan tetapi untuk kriterianya sudah ditentukan.

“Kita akan memilih wakil yang mengakar di Jawa Tengah. Selain itu, track recordnya pun harus bebas dari kasus terutama korupsi. Bukan hanya dimasa lalu, namun  kecenderungannya di masa depan (untuk tidak korupsi),” jelasnya.

Terkait dukungan dari partai politik. Ia mengaku terus melakukan komunikasi dengan semua partai, tak terkecuali PDIP maupun Demokrat. Namun yang pasti satu partai yakni PAN dapat dipastikan merapat dengan Gerindra. 

Editor: Supriyadi

Dipastikan Tak Ada Calon Independen di Pilgub Jateng 2018

Maskot Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018, dipastikan tak bakal ada calon dari jalur independen (nonparpol). Pasalnya, hingga penutupan penerimaan syarat dukungan, tidak ada satu pasangan calon pun yang menyerahkan.

Padahal sebelumnya lima kelompok masyarakat yang melakukan konsultasi untuk pendaftaran calon gubernur dari jalur independen.

Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo mengatakan, penerimaan syarat dukungan calon perseorangan Pilgub Jateng 2018, telah dibuka selama lima hari, di Hotel Semesta Semarang. Penutupan sudah dilakukan pada Senin (27/11/2017) dini hari tadi.

Menurutnya, dengan tidak adanya calon perseorangan yang memenuhi syarat dukungan, maka dipastikan pada Pilgub Jateng 2018 mendatang tidak ada calon independen.

“Dengan ditutupnya tahapan penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dan tidak ada yang mendaftar, maka dipastikan Pilgub Jateng 2018 tidak ada pasangan calon perseorangan,” katanya.

Menurutnya, dari lima kelompok yang melakukan konsultasi, hanya ada dua kelompok yang terlihat cukup serius. Namun hanya satu kelompok saja yang sebenarnya sudah mengisi data dukungan dalam sistem informasi pencalonan atau Silon.

Hanya saja, hingga penutupan penyerahan dokumen, jumlah syarat yang ditentukan belum terpenuhi. Ketentuan yang diberikan KPU syarat diukungan minimal harus sebanyak 1.781.606 dukungan dari 18 kabupaten/Kota.

“Ada satu pasangan calon yang telah mengisi data di Silon. Hingga jam 24.00 telah terisi sekitar 40.000-an daftar dukungan yang diinput di Silon,” ujar Joko.

Menurut dia, dalam penutupan tahapan penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dihadiri pihak-pihak terkait. Di antaranya, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Fajar Saka serta Devisi Teknis KPU dari Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Editor : Ali Muntoha

Heru Nyalon Lagi Sebagai Wagub Karena Paksaan

Heru Sudjatmoko, Wakil Gubernur Jawa Tengah. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018. Ia mengaku memilih posisi ini karena ”paksaan” dari PDI Perjuangan.

Meskipun banyak kelompok masyarakat yang mendorongnya untuk maju menjadi calon gubernur. Heru kemarin juga mengukuhkan relawan Jateng Gayeng, yang menyatakan siap untuk memenangkannya dalam pilgub.

“Saya mendaftar sebagai calon wakil lagi sebenarnya karena partai setengah mengharuskan,” kata Heru dikutip dari Antara Jateng.

Menurut dia, partai telah menginstruksikan agar petahana gubernur dan wakil gubernur, Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko kembali mencalonkan diri pada pilkada tahun depan, dengan formasi yang sama.

Ganjar kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur melalui PDIP, begitu pula Heru maksimal mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur. Oleh karena itu saat pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran di PDIP, ia selalu bersamaan waktunya dengan Ganjar Pranowo.

Adapun berkaitan dengan pasangan calon yang akan diusung nantinya, lanjut dia, hal tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogratif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Meski demikian, ia mendukung pencalonan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon gubernur.

Heru bahkan menyatakan siap jika nanti dirinya tidak memperoleh rekomendasi partai. Ia mengaku ikhlas dan tidak akan kecewa jika nantinya tidak mendapat rekomendasi dari PDIP. “Terima kasih atas dukungan sukarela dan ikhlasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Jateng Gayeng Achmad Robani menyatakan sesungguhnya sukarelawan ini dibentuk untuk mendukung Heru Sudjatmoko untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah. Peran relawan, kata dia, sudah terkumpul di 30 daerah di provinsi ini.

Hingga saat ini, lanjut dia, relawan yang sudah terbentuk di 30 kabupaten/ kota telah mencapai 1.672 orang. “Kami dukung Heru sebagai gubernur, apapun alasannya,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng 2018 : Sudirman Said Kian Mesra dengan PKS

Sudirman Said berfoto bersama Presiden PKS Moh Sohibul Iman saat bertemu di kantor DPW PKS Jateng, Rabu (8/11/2017) kemarin. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said terlihat semakin mesra dengan PKS. Bahkan Presiden PKS Moh Sohibul Iman memberikan lampu hijau kepada untuk mantan Menteri ESDM itu menjalin komunikasi yang lebih erat dengan struktural PKS di Jateng.

Ia juga mempersilahkan Sudirman Said untuk mengikuti mekanisme penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan PKS Jateng.

“Silahkan Pak Sudirman Said berkomunikasi dengan struktur PKS di tingkat wilayah untuk ikut mekanisme yang ada. Kami terbuka, karena di PKS keputusan terbesar dari bawah, kalau Jateng berarti DPW PKS Jateng,” katanya.

Iman menjelaskan, PKS membuka diri untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan siapa pun apakah itu internal PKS maupun dari luar PKS.

“DPW PKS Jateng akan terus berkomunikasi intensif dengan para calon gubernur dari internal PKS maupun eksternal. Kami terbuka, masih fleksibel,” ujarnya.

Ia juga menargetkan dalam pelaksnaan pilkada serentak di Jateng 2018 mendatang, pihaknya menargetkan 5 kemenangan dari 8 pilkada.

“Ya target kita untuk Jawa Tengah dari 8 pemilukada, kita menang 5. Kalau bisa salah satunya adalah pemilihan gubernur Jateng,” terangnya.

Sesuai dengan rekomendasi dari Musyawarah Nasional (Munas), PKS menargetkan menjadi partai papan atas pada tahun 2019. Sehingga untuk menyongsong amanat itu, PKS harus memenuhi target pemenangan pemilukada sebelum 2019.

Lebih lanjut Sohibul Iman mengajak seluruh pengurus partai di tingkat wilayah hingga daerah untuk membuka komunikasi dengan pihak manapun.

“Struktur silahkan buka komunikasi dengan siapapun. DPW PKS Jateng diharapkan terus berkomunikasi intensif dengan para calon gubernur dari internal PKS maupun eksternal,” paparnya.

Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi menjelaskan, pihaknya kini telah bersiap menghadapi pemilukada serentak 2018 mendatang.

Ia juga mengaku siap memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng 2018 mendatang. Pihaknya kini tengah melakukan komunikasi dengan semua pihak dan melakukan penjaringan sesuai dengan mekanisme yang ada di PKS.

Selain itu, PKS juga optimis menangi 5 pemilihan kota / kabupaten yaitu kota tegal, Kabupaten Kudus, kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, dan mempertahankan Kabupaten Karanganyar.

“Insya Allah kita siap di Kota Tegal, Kudus, Banyumas, Magelang. Kemudian mempertahankan Karanganyar serta merebut gubernur atau wakil gubernur Jateng. Kami mohon doa dan dukungannya,” ungkap Kamal Fauzi.

Editor : Ali Muntoha

Calon Gubernur Jateng Pilihan Megawati Bakal Diumumkan Januari

Megawati Soekarno Putri. (Dok)

MuriaNewsCom, Semarang – PDI Perjuangan belum menentukan siapa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Diperkirakan, rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, baru akan turun mepet pembukaan pendaftaran oleh KPU.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng telah mengumumkan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur akan dibuka pada Jateng pada 8-10 Januari 2018. Sehingga diperkirakan rekomendasi baru akan turun di awal Januari 2018.

Prediksi ini dikatakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Rukma Setyabudi. Prediksi ini mendasarkan pada kebiasaan Megawati yang selalu mengeluarkan rekom pada detik-detik akhir.

Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, rekomendasi yang diberikan kepada Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga turun menjelang penutupan pendaftaran di KPU.

“Kayaknya awal Januari. Kita tidak ada yang tahu. Bu ketum yang tahu. Tapi kebiasaan beliaunya seperti itu,” katanya.

Ketua DPRD Jateng itu menyebut, Megawati akan datang ke Markas PDIP Jateng pada Kamis  (9/11/2017). Namun belum bisa dipastikan apakah kehadirannya juga sekaligus mengumumkan siapa calon gubernur yang akan dipilih.

Saat ini sudah ada 19 kandidat yang mendaftar melalui PDI Perjuangan. Sebanyak 5 kandidat bakal calon Gubernur Jateng dan 14 kandidat bakal calon wakil Gubernur Jateng.

Menurut Rukma, kedatangan Mega untuk memantau langsung persiapan untuk pemenangan dalam Pilgub Jateng. Mega juga akan melihat sejauh mana tingkat elektabilitas kader-kadernya yang melamar menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur Jateng.

Selain Megawti, Menko PMK, Puan Maharani juga akan hadir dalam acara tersebut.

“Ibu ketua umum akan datang 9 November habis kondangan (pernikahan anak Presiden Jokowi) di Solo. Kita semua ke sana. Rabu malam, Mbak Puan hadir di sini bertemu pengurus DPD dan DPC, dan bupati atau wali kota PDIPerjuangan, serta ketua DPRD se-Jateng. Malam itu kita sudah mulai di Panti Marhaen,” ujarnya.

Namun demikian Rukma mengakui kedatangan Megawati akan membakar semangat kader di Jawa Tengah. Rukma pun percaya diri akan memenangkan 7 pemilihan bupati/walikota dan 1 gubernur di Jateng.

“Memberikan semangat bagi kami. Kami ditunggoni ibune (ditunggui ibunya) semangat tinggi sekali. Persiapan tempur kita terdongkrak,” terangnya.

Ia yakin, PDI Perjuangan akan kembali sukses memenangkan pilkada ini. Terlebih partainya ia klaim mempunyai prestasi yang cukup gemilang.

PDI Perjuangan sukses meraih kedudukan 29 ketua DPRD dan 9 Wakil DPRD. Ia menyebut hal ini jadi capaian luar biasa bagi partainya. “Kita juga dapat jabatan 21 bupati dan wali kota,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jika Sudirman Said Diusung PPP, Haji Lulung Siap Turun dari Jakarta Kampanye di Jateng

Haji Lulung, Politisi PPP dan Wakil Ketua DPRD DIKI Jakarta. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Politikus fenomenal Abraham Lunggana atau biasa dikenal sebagai Haji Lulung, menyatakan dukungan kepada mantan Menteri ESDM Sudirman Said maju di Pilgub Jateng 2018. Bahkan Wakil Ketua DKI Jakarta itu menyatakan siap turun ke Jateng untuk menjadi juru kampanye.

Ini disampaikan Haji Lulung saat berkunjung ke Fraksi PPP DPRD Jateng, di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (27/10/2017).

Politisi PPP ini berharap partainya mengusung Sudirman Said sebagai gubernur dan menyandingkan kader internal sebagai calon wakil gubernur. Salah satu nama yang diusulkan untuk mendampingi Sudirman Said adalah Ketua Komite I DPD RI Ahmad Muqowwam.

“Saya siap menjadi jurkan dan masuk timnya beliau (Sudirman Said). Akan saya kerahkan segala upaya untuk memenangkannya,” katanya.

Ia menyebut, sudah sangat mengenal Sudirman Said. Terutama saat bersama-sama menjadi tim pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Sudirman Said akan lebih tepat jika dipasangkan dengan dua kader dari PPP. Terlebih, ia menilai, elektabilitas Sudirman Said terus naik.

Namun, Lulung mengingatkan dukungan terhadap Sudirman masih bersifat personal, bukan mengatasnamakan PPP. Untuk PPP sendiri, sejauh ini masih menunggu petunjuk keputusan Ketua Dewan Syuro, yang juga ulama kharismatik Rembang, KH Maimun Zubair, terkait figur yang akan didukung.

“Ini kan saya kunjungan fraksi PPP DKI ke Jateng. Sebenarnya ada dua kader PPP yang disiapkan, yakni dari Sarang (Rembang) dan Ahmad Muqowam, yang kini jadi anggota DPD RI. Kita akan terus bangun komunikasi dengan semua pihak yang mau berkoalisi,” jelas Lulung.

Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie, menyebut saran yang disampaikan Haji Lulung merupakan masukan yang bagus. Selama ini menurut dia, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak Sudirman Said.

Selain itu menurutnya, PPP masih membuka komunikasi dengan semua pihak, baik dengan PDI Perjuangan selaku pemilik kursi terbanyak di DPRD Jateng, maupun dengan parpol serta figur lain.

Editor : Ali Muntoha

5 Orang Ini Ingin Jadi Gubernur Jateng dari Jalur Independen

Maskot Pilgub Jateng 2018

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 dimungkinkan juga akan diramaikan calon dari jalur perseorangan/independen. Saat ini sudah ada lima orang yang berkonsultasi ke KPU untuk maju melalui jalur ini.

Lima orang ini berasal dari Semarang dan Jepara. Mereka yakni  Sigit Prihatmoko, Bekti Wiratama, Andri Trinugroho, dan Bakrun dari Semarang. Serta Mundi Sarjono dari Jepara.

“Yang empat orang berasal dari Semarang, sedangkan yang dari kelompok mewakili Paguyuban Tikus Piti yang ada di Jepara,” kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo.

Kelima orang ini telah melakukan konsultasi dengan KPU pada 2 Agustus 2017 lalu. Saat itu, mereka tiba secara bergiliran untuk menanyakan tata cara pendaftaran serta ketentuan basis suara minimal sebagai syarat dukungannya lewat jalur independen.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengecekan syarat minimal dukungan untuk calon independen atau perseorangan akan digelar mulai 22 Oktober sampai November 2017 mendatang.

Jika calon perorangan dinyatakan memenuhi syarat dari KPU, maka tahapan selanjutnya ialah melakukan penelitian ganda sekaligus memverifikasi data-data di lapangan serta rekap ulang di masing-masing kecamatan.

“Pada 22 Desember 2017 baru dikembalikan ke KPU untuk digunakan mendaftarkan diri sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur pada pekan awal Januari 2018,” ujarnya. 

Baca : Ini Jumlah KTP yang Harus Dikumpulkan untuk Nyalon Gubernur Jalur Independen

Minimal dukungan yang harus dikumpulkan untuk maju melalui jalur ini yakni sebanyak 1.781.606 suara. Jumlah dukungan ini harus dibuktikan dengan salinan KTP dari masing-masing pendukung. Jumlah minimal dukungan itu diambil dari 6,5 persen daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir.

“DPT pemilu terakhir yakni 27.409.316. Sehingga 6,5 persen dari DPT itu yakni 1.781.606 suara,” terangnya.

Angka 6,5 persen ini diambil dari Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 9 Huruf D yang menyatakan bahwa provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu terakhir lebih dari 12.000.000 jiwa, maka harus didukung paling sedikit 6,5 persen.

Menurutnya bakal calon yang menggunakan jalur perseorangan ini harus bisa membuktikan dukungannya berupa fotocopy E-KTP atau surat keterangan (suket) telah melakukan perekaman E-KTP.

Editor : Ali Muntoha

Benarkah Rustri Lirik Jalur Independen untuk Nyalon Gubernur Jateng?

Rustriningsih, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur yang cukup kuat dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Hanya saja belum ada kepastian parpol yang mengusungnya.

Namun belakangan muncul wacana bagi mantan kader PDI Perjuangan itu untuk maju melalui jalur independen. Bahkan juga muncul wacana dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah untuk bergabung dalam mengusung salah satu tokok untuk maju melalui jalur perseorangan tersebut.

Wacana ini dilontarkan Khafidz Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng, di sela-sela pembentukan Paguyuban Akuntan Muda (PAM) Jawa Tengah, Rabu (4/10/2017). Dalam pembentukan PAM itu kebetulan juga hadir Rustriningsih sebagai pembicara.

“Tapi kami belum bicara who (siapa tokoh yang akan diusung). Ini bicara soal how (bagaimana) calon gubernur indepnden bisa diusung ‘NuMu’, gabungan dari ‎Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” katanya.

‎Dia menyatakan tengah menjajaki PW NU Jawa Tengah untuk membuat acara bersama PW Muhammadiyah Jateng. ‎Jumlah anggota dia taksir ketika digabungkan mencapai 7.000 orang.

“‎Anggota sudah punya kartu tanda anggota. Domisilinya jelas dan tidak mungkin salah. Kami akan segera merealisasikannya karena sebenarnya ini hanya membutuhkan kesepaktan antar-PW saja,” ujarnya.‎

Sementara Rustriningsih mengaku dorongan untuk maju dalam Pilgub Jateng sangat besar. Simpatisannya yang tersebar di seluruh wilayah Jateng juga telah sering meminta untuk nyalon gubernur.

Namun ia mengaku belum memberikan jawaban. Karena masih memikirkan langkah apa yang harus diambil, dan menggunakan kendaraan (parpol) ataupun jalur independen.

”Minat kan harus disertai perangkat yang memungkinkan bisa. Saat ini kan proses masih jalan antara partai yang bisa mengusung dan koalisi, itu ranah di luar kemampuan saya,” kata Rustri.

Baca : Rustriningsih Malu-malu Pengen Kembali Nyalon Gubernur

Ia mengaku memang menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik. Namun sifatnya tak resmi hanya dengan peronal di dalam parpol tersebut.

Sementara terkait jalur independen, ia yakin bisa memenuhi syarat dukungan minimal 1,7 juta pendukung, seperti yang disayaratkan KPU Jateng. Hanya saja ia menyoroti salah satu persyaratan dari KPU yang dinilai membuat posisi kandidat perseorangan menjadi lemah.

“Pada salah satu halaman formulir itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW, sedangkan jaringan itukan berpencar, tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis,” katanya.

Syarat teknis pengisian seperti itu, kata dia, menjadi persoalan tersendiri bagi kandidat pada Pilgub Jateng yang maju melalui jalur perseorangan dan jika itu untuk tingkat kabupaten/kota, maka bisa menjadi kendala yang berarti.

”Dari sisi formulir tidak menguntungkan dalam hal mengunggah di form. Banyak menjadikan si calon lemah, kasarannya gampang dibully, itu kemungkinan ya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Abdul Wachid Dilarang Prabowo Nyalon Gubernur Jateng

Anggota DPR RI Komisi Vi Abdul Wachid saat melakukan pemotongan pita simbol dimulainya Bumi Kartini 2017, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018. Namun niatnya untuk nyalon gubernur tak mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Bahkan anggota Komisi VI DPR RI itu diminta untuk mendukung dan memenangkan calon yang kini telah disiapkan untuk memperebutkan kursi gubernur Jateng.

Wachid mengakui sesuai arahan Prabowo, ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari bursa pencalonan.

“Sesuai arahan Pak Prabowo, saya tidak dulu (mencalonkan diri) di Pilgub Jateng. Saya diminta untuk memenangkan calon dari Gerindra, siapapun orangnya,” kata Abdul Wachid, dikutip dari detik.com, Selasa (19/9/2017).

Meski tak mau menyebut secara pasti siapa yang bakal diusung partai ini dalam Pilgub Jateng 2018, namun Wachid memastikan partainya telah menentukan jagoannya.

kebijakan yang diambil DPP Partai Gerindra tersebut semata-mata untuk kepentingan politik menghadapi Pilgub Jateng 2018. 

Baca : Pilgub Jateng : Sudirman Said Berebut Rekom dengan 2 Pentolan Gerindra

Bahkan ia menyebut, tokoh tersebut akan dideklarasikan dan dikenalkan pada masyarakat Jateng mulai pekan depan. “Secepatnya pekan depan akan ada deklarasi bakal calon gubernur Jateng dari Partai Gerindra,” ujarnya.

Ia memastikan, meski batal mencalonkan diri, ia akan fokus untuk memenangkan calon tersebut. Bahkan menurutnya, semua jajaran pengurus dan kader Partai Gerindra Jateng akan bekerja keras untuk meraih kemenangan di Pilgub Jateng.

Selama ini di internal Partai Gerindra, ada tiga nama yang menguat untuk diusung sebagai bakal calon gubernur. Selain Wabdul Wachid, ada nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fery Juliantono, dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Dua nama terakhir ini sama-sama disebut telah mendapatkan dukungan dari Prabowo Subianto.

Editor : Ali Muntoha

PDIP Soal Pilgub Jateng : Koalisi Ayo, Minta Jatah Cawagub Harus ke Bu Mega

Bambang Wuryanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – PDI Perjuangan sangat percaya diri dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Terlebih dalam Pilgub Jateng 2013 lalu, partai ini mampu memenangkan jagoannya meskipun tak berkoalisi dengan parpol lain.

Meski demikian, dalam Pilgub Jateng ini PDIP memastikan tak akan menutup keran komunikasi untuk koalisi dengan parpol lain. Hanya saja menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, pihaknya tak bisa berbuat banyak jika komunikasi itu membahas soal jatah posisi calon wakil gubernur (cawagub).

Karena menurutnya, kewenangan untuk menentukan pasangan cagub dan cawagub yang bakal diusung berada di DPP, khususnya di tangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

”Kalau lobi yang ditawarkan adalah wakil (cawagub) tidak bisa di DPP, tapi ke pusat. Karena tidak akan ada hasilnya kalau di DPP,” katanya.

Ia menyarankan, parpol lain yang ingin berkoalisi dengan mengusulkan calon agar langsung berkomunikasi dengan DPP.

”Maka lobinya jangan ke DPD, tapi ke Jakarta. Itupun milih, tempatnya di Teuku Umar (Kediaman Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri),” ujarnya.

Dengan bekal kursi di DPRD Jawa Tengah, PDIP bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain. Meski demikian, pihaknya tak menutup kemungkinan koalisi ini tetap bisa dilakukan.

“Intinya PDIP semakin banyak kawan bergabung semakin suka, istilahnya seribu kawan kurang, satu lawan kebanyakan. Kami tidak tertutup (untuk berkoalisi),” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Masih Ada Sejuta Warga Jateng yang Terancam Tak Bisa Nyoblos

Warga melakukan pencoblosan pada salah satu pesta demokrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Tingkat partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 mendatang dikhawatirkan tak maksimal. Pasalnya, hingga kini masih ada sekitar satu juta warga Jateng yang belum memiliki KTP elektronik (E-KTP).

Padahal E-KTP digunakan sebagai dasar untuk menentukan daftar pemilih dalam pilgub. KPU Jateng memperkirakan jumlah pemilih pada Pilgub Jateng mendatang sebanyak 27.439.361.

Dari jumlah itu baru ada 26 juta calon pemilih yang sudah memiliki E-KTP. Selebihnya, warga sudah merekam namun belum mencetak E-KTP, dan sisanya merupakan warga yang merantau, atau belum memiliki E-KTP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Capil Provinsi Jawa Tengah, Sudaryanto, menyebut 1 juta warga yang belum memiliki E-KTP ini merupakan warga yang memiliki hak pilih dalam Pilgub Jateng 2018.

Untuk masalah E-KTP yang belum tercetak, dalam September tahun ini aka nada pendistriobusian blanko E-KTP untuk masyarakat Jateng.

“Informasi yang saya dapatkan dari Pusat, September nanti lelang E-KTP selesai. Setidaknya ada 18,9 juta keping blanko bisa dibagikan ke seluruh Indonesia,” katanya pada wartawan.

Menurutnya, warga yang sudah melakukan perekaman dan belum mendapatkan E-KTP bisa menggunakan surat keterangan yang diberikan Dinas Kependudukan di daerahnya.

Sementara yang belum melakukan perekaman akan kembali dilakukan sosialisasi. Karena E-KTP menjadi syarat wajib masuk dalam DPS.

Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016, serta Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2015 yang terakhir diubah menjadi Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2016 tentang pemutakhiran data dan daftar pemilih.

“Kami sudah memerintahkan kepada Disduk Capil di kabupaten/kota untuk melakukan jemput bola dalam melakukan perekaman. Kita akan kejar agar semua warga yang sudah wajib memiliki KTP, untuk melakukan perekaman, sehingga hak pilihnya bisa digunakan. Sementara kami terus mendata, supaya dilaporkan kepada Mendagri untuk bisa diteliti dan dijadikan DP4,” tegas Sudaryanto.

Komisioner KPU Provinsi Jateng Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Muslim Aisha mengatakan, data pemilih di Jateng sebanyak 27.439.361 jiwa merupakan data pemilu terakhir yang dihimpun pihaknya.

Namun, jumlah pastinya masih dalam proses pendataan yang akan digelar pada 19 Desember 2017, dan akan disandingkan dan dicocokkan dengan DP4 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

KPU Provinsi Jateng sendiri menjadwalkan melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih sementara (DPS) pada 19 Desember 2017.

Editor : Ali Muntoha

Soal Agama Masih Sensitif, Tapi Tak Bakal Laku Dijual di Pilgub Jateng

Foto : Merdeka.com

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 dinilai tak akan seperti Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang begitu kuat berhembus dalam Pilkada DKI Jakarta, dinilai tak akan laku dijual di pesta demokrasi warga Jateng.

Pengamat politik dari Undip yang juga Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Semarang, M Yulianto menyebut, meski persoalan agama dan keyakinan masih cukup sensitif, namun isu SARA tak bakal begitu mencuat.

Hal ini menurutnya, berdasar dari nama-nama yang muncul dalam kontestasi pilgub. Di mana sebagian besar figur yang muncul ke publik adalah tokoh-tokoh yang mempunyai keyakinan agama yang sama.

“Isu SARA sulit diangkat, terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun wakil gubernur karena memiliki keyakinan yang sama,” katanya.

Dari hasil survei yang dilakukan LPSI mengenai pemetaan perilaku pemilih, 46,6 persen menganggap agama dan keyakinan sebagai landasan memilih calon pemimpin.

Menurut dia, hal tersebut bisa jadi karena efek perilaku politik Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. “Pilkada DKI kemarin itu membunuh moral demokrasi sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan,” ujarnya.

Ia berharap, jika memang para kandidat nantinya tak membawa isu tentang SARA. Semisal, persoalan lingkungan, infrastruktur publik, dan kemiskinan. “Jangan soal keyakinan,” pintanya.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro juga mengharapkan hal serupa. Ia meminta semua parpol ikut mendorong agar pesta demokrasi lima tahunan bisa berjalan dengan baik, tanpa ada isu SARA.

“Sebaiknya kita bertarung secara sehat dan `fair` karena pilkada adalah sarana pesta demokrasi. Saya kira gak perlu membawa isu SARA, apalagi masyarakat Jateng juga sudah cerdas, gak bisa dikompor-kompori,” harapnya.

Ganjar Pranowo yang berencana maju kembali sebagai petahana berharap Pilgub Jateng mendatang tidak diwarnai isu SARA.

“Mudah-mudahan sih tidak ada isu SARA, terutama mereka yang trauma dengan di Pilkada Jakarta,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Sudirman Said Berebut Rekom dengan 2 Pentolan Gerindra

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said saat bertemu kepala desa se-Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berpeluang diusung Partai Gerindra sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Namun Sudirman harus bersaing dengan dua pentolan Partai Gerindra Jateng, untuk mendapatkan rekomendasi. Pasalnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid dan Wakil Ketua Gerindra Jateng, Ferry Juliantono juga punya ambisi yang sama.

Ketua Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputra juga menyebut kandidat yang berpeluang untuk diusung dalam pilgub mengerucut tiga nama tadi.

“Sekarang mengerucut tiga nama. Dua dari internal Abdul Wachid dan eksternal Sudirman Said,” kata anggota DPRD Jateng itu, Senin (28/8/2017).

Sebelumnya menurut dia, ada lima nama yang dijaring Partai Gerindra untuk diusung. Dua nama lain yakni Kukrit Wicaksono (CEO Suara Merdeka) dan Rahayu Saraswati (model yang juga keponakan Prabowo). Namun dua nama tersebut menyatakan tidak tertarik untuk maju pilgub.

”Kami hormati dan menghargai langkah politik itu. Namun kami tak hanya berfokus saja pad atiga nama tadi, tapi juga berkomunikasi dengan parpol lain tentang figur yang akan diusung. Karena Gerindra harus berkoalisi,” terangnya.

Sebelumnya saat Sudirman Said bertandang ke Kantor Gerindra Jateng, Achmad Wahid memperkenalkan mantan menteri itu kepada para kader sebagai calon gubernur.

Menurutnya pertemuan Sudirman Said dengan kader Gerindra Jateng tersebut sudah melalui persetujuan Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Ini adalah kesempatan, karena kader sudah banyak yang mendesak dan bertanya siapa yang akan diusung pada Pilgub Jateng. Nanti bisa juga Pak Sudirman bawa baliho atau gambar sehingga lebih mudah memperkenalkan,” katanya, Sabtu (12/8/2017) lalu.

Editor : Ali Muntoha

Jika Tak Diberi Rekomendasi dari PDIP, Ini yang Bakal Dilakukan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa foto selfie bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa merasa yakin akan mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018. Meski demikian, Musthofa menyebut dia tak bakal jadi “kutu loncat” jika rekomendasi tak diberikan kepadanya.

Bupati Kudus dua periode ini memastikan, dia tak akan mengikuti jejak politisi lain yang pindah ke partai lain, karena tak mendapat rekomendasi.

Musthofa memastikan akan tetap berada di partai banteng, karena menurutnya ia adalah petugas partai yang siap menjalankan apapun tugas yang diberikan. “Tidak akan lari ke sana ke mari. Saya patuh pada yang diperintahkan partai,” katanya di Semarang, Kamis (24/8/2017).

Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, mantan Bupati Sumedang Don Murdono menyeberang karena tak mendapat rekomendasi. Ia kemudian berpasangan dengan Hadi Prabowo dan diusung sejumlah partai, meski tak berhasil memenangi pilgub.

Jejak ini tak akan diikuti Musthofa. Ia menceritakan, selama ini sudah tiga kali mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, yakni pertama pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kudus pada 2003 meski tidak menjadi pemenang.

Namun, ia tetap setia dengan PDI Perjuangan hingga mendapatkan rekomendasi kedua pada Pilkada Kudus 2008 yang berhasil dimenanginya, dan ketiga pada pilkada 2013 yang membuatnya menjadi Bupati Kudus sampai sekarang.

“Kalau nanti (di Pilgub Jateng 2018) tidak mendapatkan rekomendasi, ya tidak apa-apa. Politik itu bagi saya adalah amanah. Sudah 10 tahun ini jadi Bupati Kudus,” katanya.

Ketua DPC PDIP Kudus itu mengakui, meski pasrah pada keputusan pimpinan partai tentang siapa yang akan diusung dalam Pilgub Jateng mendatang, ia tetap berikhtiar supadaya mendapat rekomendasi.

“Saya siap melaksanakan perintah. Ya, saya tetap ikhtiar bagaimana supaya dapat rekomendasi, namun kalau tidak dapat rekomendasi, ya, enggak apa-apa. Secara struktural ikuti aturan partai,” pungkasnya.

Musthofa menjadi salah satu kepala daerah dari PDIP yang mengikuti penjaringan calon gubernur yang dibuka DPD PDIP Jateng beberapa waktu lalu.

Editor : Ali Muntoha

Anggaran Pilgub Jateng 2018 Nyaris Rp 1 Triliun

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Dana yang akan dikeluarkan Pemprov Jateng untuk menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 2018 nyaris menembus angka Rp 1 triliun.

Dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), dana yang diberikan Pemprov Jateng ke KPU untuk pelaksanaan pilgub sebesar Rp 992 miliar lebih.

Dana tersebut 30 persen lebih besar dari dana yang pelaksanaan Pilgub Jateng 2013 lalu. Peningkatan dana tersebut, karena adanya perubahan aturan, salah satunya tentang kampanye calon gubernur dan wakil gubernur yang menjadi tanggungjawab KPU.

“Jelas naik, ada perubahan undang-undang untuk mengamanatkan alat peraga kampanye dibiayai negara,” kata Diana Ariyanti, Komisioner KPU Jateng Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia.

Meski demikian menurut dia, dari dana sebesar itu paling banyak nantinya tersedot untuk pembiayaan di tempat pemungutan suara. Persentasenya mencapai 70 persen, dan 20 persen untuk panitia pemungutan suara (PPS).

Pada Pilgub Jateng 2018 mendatang, jumlah TPS nantinya sebanyak 64.171 TPS yang tersebar di 35 kabupaten/kota, 573 kecamatan, dan 8.559 desa/kelurahan.

Ia menyatakan, KPU akan segera menyosialisasikan tahapan-tahapan Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota. Sosialisasi akan dimulai dengan peluncuran maskot dan jingle Pilgub Jateng 2018, yang akan dilaksanakan Selasa (29/8/2017) di Lawang Sewu Semarang.

KPU Jateng juga akan segera melakukan pembentukan badan penyelenggara, yakni panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. Rekrutmen petugas badan penyelenggara dilaksanakan 12 Oktober 2017 hingga 11 November 2017.

Setelah pembentukan badan penyelenggara selesai, KPU Jateng akan memulai tahapan pemutakhiran data pemilih pada 11 Desember 2017 hingga Februari 2018. “Proses pemutakhiran data pemilih itu tahapannya dari data pemilih sementara (DPS) dan DPS hasil perbaikan,” ujarnya.

Diperkirakan jumlah data pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng 2018 sekitar 27 juta orang lebih berdasarkan data dari kabupaten/kota dan pencocokan serta penelitian DPS.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Menteri ESDM Diberi Mandat untuk Perjuangkan Jateng

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said saat berpidato dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menerima mandat dari ribuan warga Jawa Tengah untuk memperjuangkan kemajuan provinsi ini menjadi daerah yang bermartabat.

Mereka berharap jika Sudirman Said maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang dan terpilih, Jawa Tengah bakal bisa maju dan mengentaskan kemiskinan. Ini terjadi dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017).

Dalam pandangan Sudirman Said, Jawa Tengah punya alasan penting untuk diperjuangkan. Menurutnya, Jawa Tengah adalah provinsi yang penting. “Tanpa Jawa Tengah Indonesia tidak akan ada,” katanya.

Ia menyatakan, segala kekurangan yang dimiliki Jateng adalah ruang yang besar untuk perbaikan dan pertumbuhan. Itulah salah satu alasan mengapa dirinya mau menerima mandat dari warga Jateng.

Alasan lainnya yakni, dia merasa memiliki utang kepada negara yang harus dibayar. Beasiswa pendidikan yang diterimanya berasal dari negara, sehingga membuatnya dientaskan dari jurang kemiskinan dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

“Kalau tidak dientaskan negara, saya tidak akan sampai pada titik ini, dan bisa menempati beragam posisi yang strategis di negeri ini,” terang dia.

Alasan berikutnya adalah keinginannya mengembalikan politik seperti pada masa perjuangan dulu. Di mana politisi umumnya adalah orang-orang yang berintegritas, jujur, dan berjuang semata untuk kemajuan bangsa. “Tiga alasan itu yang membuat saya mau menerima amanat ini,” kata Pak Dirman.

Ia menyebut, politik hari ini diisi oleh tokoh politik yang korup. Ini berbeda dengan dahulu yang menurutnya banyak tokoh politik yang jujur.

Dalam acara itu, Sudirman Said juga menegaskan bahwa Jawa Tengah harus dipimpin oleh orang yang baik. “Jika ada yang lebih baik untuk Jawa tengah kita dukung,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha