Dua Abdi Negara di Kudus Kena Semprit Panwas Akibat Foto Bersama Cabup

MuriaNewsCom, Kudus – Panwaskab Kudus menyatakan dua PNS di lingkungan Pemkab Kudus melanggar aturan, karena nekat berfoto dengan Calon Bupati Tamzil. PNS yang diketahui suami istri tersebut berfoto dengan menggunakan isyarat tangan yang terindikasi untuk ajakan.

Hal itu dikatakan oleh Komisioner Panwaskab Kudus Eni Setyaningsih. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 11 Maret 2018. Saat itu, memang ada silaturahmi Cabup Tamzil kemudian dua orang tersebut sengaja berfoto dengan calon tersebut.

“Pada waktu itu kejadiannya sore hari, mereka tak menggunakan seragam. Akan tetapi, yang bersangkutan (ASN) berfoto sambil menggunakan isyarat tangan (menunjuk angka paslon) Tamzil,” tuturnya.

Oleh karenanya, pihaknya kemudian menelusuri hal tersebut dengan melakukan klarifikasi baik kepada yang bersangkutan dan kepada calon. Kasus tersebut pun dibahas pada Sentra Gakkumdu.

Terpisah, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan membenarkan hal itu. Menurutnya, ulah kedua Aparatur Sipil Negara itu telah dianggap melanggar. Hal itu karena keduanya melanggar Surat Edaran Menpan RB nomor B/71/M.SM.00.00/2017.

“Di sana disebutkan bahwa ASN dilarang berfoto dengan Calon Kepala Daerah dengan mengikuti atau simbol tangan yang digunakan sebagai identitas calon,” tuturnya, Senin (19/3/2018).

Adapun, sanksi yang akan diberikan, menurut Minan diserahkan sepenuhnya kepada atasan ASN tersebut (Sekretaris Daerah). Panwas, dikatakannya hanya sampai pada tahap rekomendasi.

Editor: Supriyadi

SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

MuriaNewsCom, Kudus – Lima bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati-wakil bupati Kudus ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati-wabup Kudus 2018. Penetapan itu dilakukan oleh KPU Kudus di Hotel Kenari Asri, Jl Kenari Kota Kudus, Senin (12/2/2018).

Dalam kegiatan tersebut, hanya tiga calon yang menghadiri acara. Sementara dua calon lagi absen. Mereka yang hadir adalah Masan, M. Tamzil dan Noor Hartoyo-Junaedi. Sedangkan dua lainnya yakni Akhwan dan Sri Hartini nampak tidak hadir.

“KPU Kudus sudah menetapkan melalui pleno, lima bapaslon yang mendaftar, hari ini kita tetapkan sebagai calon pasangan bupati dan wakil bupati Kudus. Hal itu berdasarkan verifikasi administrasi dan verifikasi dokumen yang kita lakukan secara faktual, semuanya sah,” kata Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Ia mengungkapkan, penelitian yang dilakukan menganut azas keterbukaan dan ketelitian. Dirinya mengatakan, hingga dengan masa akhir penelitian dokumen, tidak ada sanggahan dari masyarakat terkait bakal pasangan calon.

“Setelah penetapan ini, besok kita akan melakukan pengundian nomor urut,” imbuhnya.

Ditanya mengenai ketidakhadiran beberapa paslon, Khanafi menyebut tidak menjadi masalah. Menurutnya, untuk proses penetapan tidak ada keharusan bagi calon untuk hadir.

“Kalau besok (pengundian nomor) itu harus. Kalaupun berhalangan, harus menyertakan surat mandat kepada yang mewakili,” tuturnya.

Adapun, nama-nama yang ditetapkan KPU Kudus sebagai calon bupati dan wakil bupati adalah, Akhwan-Hadi Sucipto yang mendaftar dari calon perseorangan. Nor Hartoyo dan Junaidi sebagai calon dari jalur perseorangan.

Selanjutnya Masan-Noor Yasin yang diusung oleh PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Golkar. Muhammad Tamzil dan Hartopo yang diusung PKB, PPP dan Partai Hanura. Terakhir adalah Sri Hartini-Setia Budi Wibowo yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB.

Editor: Supriyadi

Terima “Raport” dari KPU, Begini Kata Para Tim Sukses Bakal Calon Bupati Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Tim sukses masing-masing bakal pasangan calon bupati-wakil bupati Kudus 2018 yakin para jagoannya dapat ditetapkan sebagai calon pemimpin Kota Kretek. Hal itu setelah KPU Kudus menyerahkan raport berupa dokumen penelitian persyaratan pencalonan dan syarat calon, Jumat (26/1/2018) siang.

Feri Firmansyah tim sukses bapaslon Tamzil-Hartopo mengatakan, setelah menerima “raport” dari KPU Kudus, ia mengatakan hasilnya baik. Seluruh persyaratan pencalonan maupun syarat calon dinyatakan memenuhi syarat. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ikhwan timses dari pasangan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo.

“Ya dengan diserahkannya hasil ini hasilnya bagus, memenuhi syarat. Kami optimistis bisa ditetapkan sebagai calon pada tanggal 12 Februari 2018,” kata keduanya.

Baca: KPU Kudus Nyatakan Semua Syarat Bakal Calon Bupati Memenuhi Syarat

Sementara itu, timses Bapaslon Masan-Noor Yasin Amat Soleh mengaku sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi kampanye. Namun demikian, pada tahap awal ia akan menunggu penetapan calon KPU terlebih dahulu.

Dari jalur perseorangan, Saifudin Timses Akhwan- Hadi Sucipto pun mengatakan langkah mereka saat ini tinggal menunggu penetapan sebagai calon, sembari terus menyosialisasikan bakal calon yang didukung kepada masyarakat. Akan tetapi, kondisi agak berbeda terjadi pada kubu timses Hartoyo-Junaidi. Mengaku optimistis, namun mereka tetap harus melewati tahapan verifikasi faktual.

Hal itu karena, setelah diteliti oleh KPU Kudus, syarat dukungan perbaikan Harjuna sebanyak 12.358 menyusut menjadi 12.302.

“Ada yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 56 dukungan. Kemungkinan karena datanya ganda ataupun salah tulis. Namun kami yakin bisa ditetapkan sebagai calon dari jalur perseorangan. Karena yang dibutuhkan hanya sekitar 4.000 dukungan,” ujar Abdul Muchid, timses pasangan Harjuna.

Adapun, suara minimal untuk dapat ditetapkan sebagai calon bupati-wabup dari calon perseorangan adalah 45.323. Namun saat penyerahan dukungan akhir 2017 lalu dukungan yang diserahkan baru 40.995.

Pada pelengkapan berkas dukungan, paslon itu menyerahkan dukungan sebanyak 12.358. Sedangkan yang dibutuhkan pasangan tersebut adalah 4.328 dukungan. Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini dirinya tengah getol menyosialisasikan visi-misi pasangan tersebut.

Editor: Supriyadi

KPU Kudus Nyatakan Semua Syarat Bakal Calon Bupati Memenuhi Syarat

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus menyerahkan hasil verifikasi administrasi dokumen syarat pencalonan dan syarat calon bakal pasangan calon (bapaslon) bupati-wakil bupati Kudus 2018, Jumat (26/1/2018). Dari kelima bapaslon, baik dari jalur partai dan perseorangan dinyatakan telah memenuhi syarat.

“Dokumen yang kami serahkan hari ini merupakan hasil penelitian administrasi, dari persyaratan calon (berupa LHKPN, tidak dicabut hak pilih, keterangan tak pailit dan sebagainya) dan Persyaratan pencalonan (dukungan suara dan dukungan partai), karena kemarin ada yang belum memenuhi syarat, lalu diperbaiki pada kurun waktu tanggal 18-20 Januari 2018,” tutur Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Menurutnya, pihaknya juga telah melakukan penelitian dengan duduk bersama bersama pihak terkait. Seperti petugas pajak dan dinas terkait untuk melakukan kroscek administrasi.

Namun demikian, pada tanggal 27 Januari hingga 11 Februari 2018, KPU Kudus tetap melakukan pencermatan terhadap dokumen yang telah diteliti. Hal itu untuk memantau ada tidaknya keberatan dari masyarakat, terkait dokumen bakal pasangan calon.

“Ketika ada keberatan (pada tanggal 27 Januari – 11 Februari) maka bisa memengaruhi penetapan pada tanggal 12 Februari 2018. Nanti kita pasang di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dan Web KPU Kudus. Hal itu bisa memengaruhi proses penetapan pencalonan. Namun insyaallah clear,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, dari lima bapaslon untuk pasangan Hartopo Junaidi, perlu dilakukan verifikasi faktual dukungan mulai tanggal 30 Januari sampai 5 Februari 2018. Hal itu untuk melakukan kroscek lapangan, terkait dukungan yang telah diserahkan pasangan dari jalur perseorangan itu.

Editor: Supriyadi

Lima Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Lolos Tes Kesehatan

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus menyatakan lima bakal pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kudus lolos tes kesehatan. Hal itu diketahui setelah hasil tes kesehatan yang dilakukan masing-masing pasangan calon diterima KPU Kudus, Selasa (16/1/2018) sore.

“Hasil pemeriksaan kesehatan secara maraton baik dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) dan BNN (Badan Narkotika Nasional), sudah kami terima kemarin sore (Selasa, 16/1/2018). Alhamdulillah semua bakal pasangan calon memenuhi syarat,” kata Ketua KPU Kudus M. Khanafi, saat rapat pleno penelitian administrasi syarat pencalonan dan syarat calon, Rabu (17/1/2018).

Ia mengemukakan, pada saat pemeriksaan kesehatan di RSUP Karyadi Semarang, seluruh aspek kesehatan bakal calon diperiksa menyeluruh. Mulai dari organ dalam, psikologi hingga tes penggunaan narkoba.

Baca: Ini Peta Kekuatan Calon Bupati Kudus

Selain mengumumkan ihwal tes kesehatan, Khanafi juga memberikan hasil pemeriksaan dokumen administrasi syarat pencalonan dan syarat calon. Dikatakannya, ada beberapa syarat yang masih harus dilengkapi oleh bakal pasangan calon.

“Seperti syarat dari LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang sebagian besar masih belum mencantumkan tanda pendaftaran, belum tanda terima. Adapula yang masih kurang berupa surat dari pengadilan tipikor dan keterangan tak pailit dari pengadilan niaga,” terangnya.

Khanafi meminta, agar semua kekurangan tersebut dapat dilengkapi dalam masa perbaikan tanggal 18-20 Januari 2018. Jika pada masa tenggat terakhir belum diserahkan, maka pencalonan yang bersangkutan bisa gagal.

“Jika sampai dengan tanggal 20 Januari dokumen (yang masih kurang) belum diserahkan kepada kami, maka sesuai dengan peraturan KPU, konsekuensinya (bakal calon) tidak akan ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati,” tegas Ketua KPU Kudus.

Sementara itu, terkait syarat dukungan dari calon perseorangan (Hartoyo-Junaedi) yang masih kurang, ia mengingatkan kembali melalui timnya agar segera melengkapi. Sesuai syarat, yang harus diserahkan adalah dua kali lipat dari jumlah yang kurang, yakni 8.656.

Editor: Supriyadi

Baca: Panwas Kudus Endus Mobilisasi Guru saat Pendaftaran Calon ke KPU

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudah Final, PKB Kudus Merapat ke PDIP di Pilbup 2018

Wakil Ketua DPC PDIP Kudus yang juga bakal calon bupati Kudus Masan saat datang ke kantor PKB untuk mengajak berkoalisi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kudus memutuskan untuk merapat ke PDI Perjuangan untuk berkoalisi dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang. Partai berlambang bola dunia ini menyatakan siap untuk memenangkan pasangan calon yang bakal diusung.

Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan, keputusan berkoalisi dengan PDI Perjuangan ini sudah final. Menurut dia, keputusan ini diambil dari survei internal yang menunjukkan pelkuang paling besar jika PKB berkoalisi dengan partai berlambang kepala banteng tersebut.

“Hasil survei demikian, jika mau menang dalam pemilu, koalisi paling baik adalah dangan PDIP,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (5/12/2017).

Pertimbangan lain menurut dia, PDIP mempunyai kader unggulan yang siap untuk maju sebagai calon gubernur. Di antaranya Ketua DPRD Kudus, Masan.

Ia menyebut, keputusan untuk berkoalisi dengan PDIP ini sudah dikomunikasikan dengan DPP PKB.  Menurutnya koalisi antara PKB dengan PDI Perjuangan merupakan koalisi tanpa syarat.  “Kami juga siap bergerak untuk melakukan pemenangan,” ujarnya.

Dengan keputusan ini maka secara tidak langsung nasib calon bupati dan wakil bupati yang melamar di PKB juga sudah tertutup. Karena menurut dia, rekomendasi dari PKB akan diturunkan jika PDIP sudah menurunkan rekomendasi untuk pasangan calon.

“Yang melamar ke PKB masih ada kemungkinan dapat rekomendasi. Tapi tergantung dari DPP akan diturunkan kepada siapa,” jelasnya.

Sejumlah figur yang mengikuti penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 melalui PKB, yakni Bupati Kudus periode 2003-2008 Muhammad Tamzil, Sri Hartini, Kharirotus Saadah, Jhony Raharjo, dan Ilwani.

Sebelumnya, PDIP Kudus juga pernah mengajukan surat resmi ke PKB untuk mengajak berkoalisi dengan PDIP Kudus dalam Pilkada 2018. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPC PDIP Kudus, Masan bersama pengurus partai pada 11 November 2017 lalu.

Editor : Ali Muntoha

Golkar Usung Adik Nusron Wahid Jadi Wakil Bupati di Pilkada Kudus

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017) lalu.  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Rekomendasi Partai Golkar di Pilkada Kudus memang baru dikeluarkan akhir Oktober nanti. Meski begitu, bocoran terkait siapa yang ditunjuk sudah diketahui. Hal ini setelah ada pemberitahuan secara lisan yang dilakukan DPP Partai Golkar.

Sekretaris DPD Partai Golkar, Ali Mukhlisin mengatakan, dari hasil komunikasi dengan DPP, Partai Golkar hanya akan mengusung calon Wakil Bupati. Sedangkan untuk nama yang terpilih adalah Mawahif Afkar.

“Dari DPP akan mengeluarkan rekomendasi sebagai wakil bupati saja, dan rekomendasi diberikan kepada Mawahib, adik kandung Nusron Wahid,” katanya, Senin (9/10/2017). 

Ia menegaskan, keputusan lisan yang disampaikan DPP itu akan disusuli pemberitahuan resmi, paling lambat akhir bulan ini akan keluar. Setelah itu diteruskan kepada calon terpilih.

Baca Juga: Selain Mawahib, Ini Nama-Nama Bakal Calon Bupati Kudus dari Partai Golkar

Mengenai alasan terpilihnya Mawahib, lanjutnya, murni dari penilaian dari DPP. Selain itu, dari sejumlah calon yang mendaftar, Mawahib merupakan pelamar dari kader Partai Golkar.

”Ini murni keputusan partai. Saat ini kami sedang menyusun strategi untuk memenangkan beliau,” terangnya

Disinggung terkait siapa yang akan didampingi Mawahib, Ali Mukhlisin mengaku masih membahasnya di internal partai. Selain itu, pihaknya pun akan mendengarkan partai-partai yang  berkoalisi.

Hanya, ia mengakui dengan keluarnya putusan itu, tugas partai akan berat. Karena itu, pihak DPP partai Golkar akan bekerja keras meningkatkan elektabilitas calon.

“Karena politik selalu berkembang dan berubah-ubah, jadi harus terus bergerak,” ungkapnya.

Baca Juga: Nusron Wahid Tiba-tiba Hadir di Pasar Murah Jati Kudus

Sebelumnya, Ketua tim penjaringan bacabup-cawabup Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, sebelum Mawahib, ada sejumlah nama yang mengambil formulir pendaftaran.

Mereka adalah, Ketua Partai Idaman Kudus Maesyaroh,  Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan Sukandar, serta pengusaha  Umar Ali atau Mas Umar.

”Sudah ada nama, untuk Maesyaroh mengambil formulir pendaftaran calon wakil bupati. Sementara Akhwan dan Umar Ali mengambil formulir sebagai calon bupati dari Golkar,” kata Joni di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).

Joni menambahkan , dari hasil pendaftaran tersebut, nanti akan diverifikasi melalui rapat pleno pengurus DPD Partai Golkar Kudus.

Selanjutnya, dari hasil rapat pleno tersebut nanti akan diajukan ke DPD Partai Golkar Jateng minimal tiga orang calon, dan maksimal lima orang calon, untuk masing-masing posisi.

Editor: Supriyadi

Jadi Lumbung Suara, Bakal Calon Bupati Kudus Berlomba-lomba Gandeng PCNU

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus nampaknya menjadi organisasi yang laris bagi para Bakal Calon Bupati Kudus mendatang. Pasalnya, warga Kudus yang didominasi warga Nahdliyin itu dianggap jadi lumbung suara bagi para bakal calon.

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi mengatakan, hingga kini, banyak bakal calon yang sudah mulai merapat ke PCNU Kudus. Bahkan beberapa di antaranya malah blak-blakan minta dukungan akan pencalonan bupati.

“Kalau melihat ya sudah semuanya datang ke NU. Tujuannya meminta dukungan kepada NU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, kedatangan para calon, tak hanya sampai ke ketua NU saja. Namun, para bakal calon  juga sampai ke para kiai NU untuk dimintai doa dan dukungan.

Dikatakan, selama Pilkada Kudus, sudah menjadi tradisi para bakal calon meminta NU untuk mendukung. Karena, bagaimanapun di Kudus basisnya adalah hijau atau NU. Bagi yang mendapat dukungan akan sangat diuntungkan.

Namun, lanjut dia, dari semuanya yang datang, semuanya pula didukung. Hanya, hingga saat ini PCNU tak pernah memihak kepada salah satu calon. Sejauh ini, PCNU bahkan bersikap netral lantaran NU merupakan organisasi non partai. 

“Kami tidak pernah memberikan instruksi untuk mendukung satu pihak, kami serahkan semuanya ke masing-masing pribadi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Soal Bupati Wanita di Kudus, Begini Reaksi Sri Hartini

Bakal calon bupati Kudus Sri Hartini saat berbincang dengan pedagang kacang rebus beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini, mengaku tak ambil pusing tentang masalah gender dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan ia tak mengambil pusing terhadap kabar penolakan terhadap pemimpin wanita.

Kepada MuriaNewsCom, Kader Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya tentangan terhadap munculnya calon pemimpin perempuan, sangat mungkin. Hanya saja menurutnya, pihaknya telah melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.

Apalagi menurut dia, dalam survei yang dilakukan, warga Kudus sudah berpikiran terbuka mengenai sosok pemimpin.

“Sebelum menentukan siapa yang maju dalam Pilbup Kudus, kami (Partai Gerindra) sudah menyelenggarakan survei terlebih dahulu. Termasuk survei tentang calon pemimpin perempuan. Hasilnya, masyarakat Kudus tak mempermasalahkan hal tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah itu menyebut, dari hasil survei dan saran para tokoh, akhirnya Gerindra memutuskan untuk mengusung calon perempuan di Pilkada Kudus.

Dikatakan, pemimpin tak melulu dari kaum adam. Wanita juga bisa memimpin, apalagi dengan dukungan banyak pihak, termasuk juga dari seluruh masyarakat Kudus. Hal itu akan dibuktikannya nanti saat dipercaya menjadi bupati Kudus.

“Yang diinginkan masyarakat itu bukan laki-laki atau perempuan. Namun lebih pada kinerjanya yang baik, serta seorang pemimpin yang lebih merakyat dan berbaur dengan masyarakat bawah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Getassrabi Kudus Rela Tak Tidur Hingga Subuh Demi Lihat Adegan Ini

Aksi para pemain ketoprak saat sesi perang, yang tak hanya menengangkan kadang juga diisi banyolan yang membuat penonton terpingkal-pingkal. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketoprak masih menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu banyak orang di Kabupaten Kudus. Bahkan untuk menyaksikan drama tradisional ini, mereka rela begadang hingga menjelang subuh.

Ini terlihat ketika pertunjukan ketoprak Kridho Caritho asal Pati, dipentaskan di Lapangan Sipengkol, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (24-25/9/2017) tadi. Ketoprak memang biasa digelar hingga semalam suntuk.

Pementaan yang dimulai semenjak habis Isya itu, sudah diserbu masyarakat setempat. Tak hanya dari Kecamatan Gebog, masyarakat dari Kecamatan Kaliwungu juga berbondong-bondong untuk menyaksikan.

“Pertunjukan semacam ini sangat jarang, makanya datang untuk menyaksikan. Apalagi ini hiburan yang gratisan,” kata Abdul, warga Getassrabi saat menyaksikan ketoprak.

Warga lain yang juga turut menyaksikan adalah Nasir, warga Kaliwungu. Menurut dia, pertunjukan ketoprak merupakan pertunjukan daerah yang khas dan apik. Untuk itu, saat ada kabar adanya ketoprak dia sering meluangkan waktu guna menyaksikan.

“Sering nonton jika ada pertunjukan ketoprak. Bahkan sampai luar kecamatan juga pasti akan tak datangi untuk menonton,” ungkap dia.

Tak hanya penasaran akan jalannya cerita ketoprak, hal yang paling ditunggu penonton yakni muncul dagelan.  Seperti diungkap M Munir, warga Desa Kaliwungu, Gebog, menurut dia, dalam pertunjukan ketoprak, yang paling ditunggu-tunggu adalah keluarnya pelawak dagelan.

“Biasanya lawakan keluarnya malam, yaitu setelah cerita dari pertunjukan dilaksanakan. Makanya kalau ada ketoprak, biasanya berangkat setelah tengah malam,” terangnya.

Menurut dia, lawakan dianggap lebih menghibur ketimbang cerita  pertunjukan ketoprak, lantaran lebih jelas dan singkat. Lain halnya dengan pertunjukan sendiri, yang memakan waktu  berjam-jam hingga terkadang membuat penonton jenuh.

Selain lawakan, lanjut dia, yang menarik dari pertunjukan juga adanya musiknya. Keberadaan musik dalam ketoprak membuat penonton yang awalnya ngantuk jadi hilang karena adanya musik yang asik.

“Apalagi lagunya banyak layaknya orkes, jadi lebih menarik. Dan jika orkes cenderung ribut, lain halnya dengan musik dalam ketoprak yang lebih damai,” imbuh dia.

Pertunjukan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini yang kini maju mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus. Serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, yang maju di bursa Pilgub Jateng.

Sri Hartini menjelaskan, pertunjukan ketoprak tersebut, merupakan kegiatan yang digelar Pemprov Jateng. Kegiatan merupakan wujud dari keinginan masyarakat setempat yang menginginkan adanya hiburan saat dewan mengatakan komunikasi dengan masyarakat.

“Selain itu, ini juga upaya melestarikan budaya daerah yang sudah mulai bergeser dengan budaya asing,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

PAN Tunggu Pengembalian Berkas Tiga Bakal Calon Bupati Kudus

Bakal calon bupati Kudus M Tamzil saat mengembalikan berkas ke DPD PAN. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPD PAN Kabupaten Kudus sepertinya ingin ambil aman dalam penentuan rekomendasi partai untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus di Pilkada 2018 mendatang.

Buktinya, hingga hari ini, Jumat (21/9/2017) tiga nama yang mencalonkan diri maju dalam Pilbup Kudus dan mengambil formulir di PAN masih ditunggu untuk pengembalian berkas.

Ketua Desk Pilkada PAN Kudus Noor Alim mengatakan, Jumat siang jam 14.00 WIB merupakan batas akhir pengambilan formulir pendaftaran. Tercatat, hingga kini tujuh bakal calon bupati Kudus sudah mengambil formulir ke DPD PAN dan empat di antaranya sudah mengembalikan. 

“Dari tujuh yang ambil, yang sudah mengembalikan ada Pak Tamzil, Bu Sri Hartini, Pak Djoni Rahardjo dan terakhir Bu Maesyaroh,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sedangkan, lanjut dia, yang belum mengembalikan adalah Umar Ali, Akhwan, dan Khariroh. Ketiganya diharapkan untuk segera mengembalikan berkas supaya proses penyampaian visi misi bisa segera dilakukan.

Hanya saja, sejak pengambilan formulir dibuka, pihak desk Pilkada PAN tidak memberi batasan waktu batas akhir pengembalian formulir pendaftaran. Namun setelah hari terakhir pengambilan formulir, panitia akan lebih aktif dalam menanyakan kepada bakal calon tentang pengembalian berkas.

“Jika tak segera dikembalikan saat kami hubungi, maka kami akan lanjutkan dalam proses selanjutnya dengan penyampaian visi misi,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk penyampaian visi misi bakal calon akan dilakukan langsung dari DPD. Artinya, panitia desk Pilkada PAN melaporkan siapa saja yang sudah menggunakan dan siapa saja yang tak mengumpulkan untuk kemudian dilanjut ke penentuan jadwal visi misi.

Editor: Supriyadi

Di Atas Angin, PKB Jadi Rebutan Pemburu Rekomendasi di Pilkada Kudus

Ketua Desk Pilkada PKB Kudus, Noor Hadi, menerima pengembalian berkas dari Maesyaroh beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nilai tawar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilkada Kudus semakin tinggi. Partai yang memiliki enam kursi itu bahkan berada di atas angin dan menjadi partai yang paling diminati Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus untuk bertarung di Pilihan Bupati Kudus.

Buktinya, hingga 11 September lalu sudah ada tujuh bakal calon yang mendaftar baik jadi Bakal Calon Bupati ataupun Wakil Bupati Kudus. Ketujuh nama yang mengajukan pendaftaran adalah Sri Hartini, M Tamzil, Khariroh, Djoni Rahardjo, Maesyaroh, Umar Ali dan Ilwani.

Tak hanya itu, PDI Perjuangan yang menjadi parpol paling gemuk dengan sembilan kursi di parlemen juga melakukan pinangan untuk berkoalisi.

Jika dilihat dari jumlah kursi, PKB memang partai paling logis untuk berkoalisi. Mereka berada di posisi kedua setelah PDIP dengan enam kursi parlemen. Jumlah kursi itu tentu membuat banyak partai dan para balon sedikit sumringah.

Bayangkan saja, jika deal dengan PKB, mereka hanya butuh partai minimal tiga kursi untuk mengusung Bupati/Wakil Bupati.

Sejauh ini, hanya PDIP yang bisa mengusung calon sendiri. Dengan sembilan kursi yang dimiliki, mereka sudah aman untuk berpartisipasi (mengusung calon) di pilkada. Hal itulah yang membuat balon bupati enggan mendaftar ke PDIP. Sampai saat ini pun Balon bupati yang diajukan ke DPD untuk estafet ke DPP.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Desk Pilkada PKB Kudus, Noor Hadi tak mau berfikir terlalu jauh. Saat ini, ia sedang fokus dengan tujuh pendaftar yang sudah mengembalikan berkas ke PKB.

”Ada tujuh yang resmi mendaftar dan mengembalikan berkas. Kebanyakan mendaftar sebagai bakal calon bupati. Kecuali Maesyaroh yang mendaftar sebagai wakil, serta Ilwani yang mendaftar keduanya. Kami fokus pada itu dulu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Setelah berkas diterima, tahapan selanjutnya adalah penyampaian visi misi, yang rencananya akan dilaksanakan pada 24 September mendatang. Penyampaian visi misi diagendakan di hotel Griptha, dengan menghadirkan sejumlah kalangan.

Di antaranya, kata dia, adalah para pengurus PKB, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga DPP di pusat. Para pengurus akan berdialog secara aktif, guna mempertimbangkan bakal calon mana yang diberikan rekomendasi.

“Kami juga mengundang sejumlah organisasi, ada NU, IPNU serta organisasi kemasyarakatan lainya. Nantinya, undangan bisa bertanya secara langsung dengan para bakal calon,” ujarnya.

Ditambahkan,   banyaknya pendaftaran ke PKB, disebabkan PKB sudah melekat di masyarakat. Bahkan partai berlambang bintang sembilan itu sangat disukai masyarakat dan sangat familiar. Apalagi, PKB memiliki enam kursi di DPRD Kudus.

Editor: Supriyadi

Sore Ini, 4 Nama Bakal Calon Bupati Kudus Asal Hanura Dikirim ke DPD

Satu dari empat bakal calon Bupati Kudus Akhwan saat mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Kudus dari DPC Partai Hanura resmi ditutup 18 Agustus lalu. Dari hasil pendaftaran, terdapat empat nama yang mendaftar dan akan dikirim ke DPD Jateng.

Ketua penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura, Sutriyono mengatakan, keempat nama tersebut adalah Umar Ali atau Mas Umar, Sri Hartini, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus.

“Sore ini, Selasa (22/8/2017), saya akan mengirimnya ke DPD Jateng. Keempatnya juga sudah dikatakan lengkap sebagai bakal calon Bupati Kudus,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Sebelumnya, lanjutnya, satu dari keempat bakal calon, yakni Sri Hartini nyaris gagal karena belum bisa menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri (PN) tentang pernyataan tidak pailit atau tidak terlilit hutang.

Beruntung, tim penjaringan memberi batas waktu hingga 19 Agustus sebelum berkas dikirim ke DPD. Dalam waktu yang ditentukan itu, Sri Hartini telah menyelesaikan syaratnya termasuk menyusulkan syarat tersebut.

“Kami dari Hanura agak susah, terdapat 22 persyaratan yang harus dilengkapi oleh bakal calon. Dan keempatnya sudah bisa melengkapinya,” ujarnya.

Disinggung bakal calon lain yang sudah komunikasi, dia mengaku ada dua bakal calon yang sudah komunikasi. Yaitu Masan dari PDIP dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

“Tapi, pak Masan hanya mengajak koalisi tanpa mendaftar. Sedangkan Maesyaroh hanya mengambil berkas sebagai wakil dan tidak mengembalikan berkasnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Mas Umar Tak Gentar Rebut Rekomendasi Cabup dari Kader Parpol

Mas Umar menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon bupati Kudus dari Partai Golkar, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon bupati Kudus Umar Ali (Mas Umar), Sabtu (19/8/2017) pagi mengembalikan formulir penjaringan calon bupati dari Partai Golkar Kudus. Pengusaha ini mengaku yakin bisa mendapatkan rekomendasi, meski harus bersaing dengan kader partai.

Meski demikian menurut dia, kader parpol yang juga melamar sebagai calon bupati bukanlah musuh, melainkan hanya sebagai kompetitor yang sama-sama ingin merebut rekomendasi dari partai politik.

“Saya menghormati mekanisme partai, termasuk juga kader yang mencalonkan diri. Dengan menghormati itulah, saya mengikuti aturan partai,” katanya usai pengembalian berkas di DPD Partai Golkar Kudus.

Di partai beringin sendiri, ada nama Mawahib yang sudah terlebih dahulu mengembalikan berkas sebagai bakal calon Bupati Kudus. Mawahib merupakan kader partai, yang juga anggota DPRD Kudus.

Mas Umar menjelaskan, tidak hanya dengan kader dari Golkar saja yang siap berkompetisi. Namun juga dengan partai lainya yang memiliki kader yang mencalonkan diri. Termasuk dengan PDIP Kudus, yang ada ketua DPRD Kudus Masan, yang oleh banyak pihak dianggap calon kuat.

Bahkan, Mas Umar mengaku tak gentar, meski telah dikabarkan dicoret dari penjaringan yang dilakukan PDIP. Apalagi menurutnya, ia juga telah mendaftar melalui DPD PDIP Jateng dan ke DPP. Umar sendiri mengaku hingga kini belum menerima surat resmi dari DPC PDIP Kudus, terkait dicoretnya namanya.

“Sampai kini masih berkomunikasi dengan PDIP, berserta patai lainya. Karena, dengan berkomunikasi tersebut masih memiliki kemungkinan mendapatkan rekomendasi. Dan saya yakin mendapatkan,” ujarnya. 

Dia menambahkan, komunikasi juga dilakukan dengan partai lainya termasuk Partai Gerindra. Meskipun di Partai Gerindra ada nama Anggota DPRD Jateng Sri Hartini yang diunggulkan.

Editor : Ali Muntoha

Sambil Gendong Bayinya, Mawahib : Bismillah Nyalon Bupati Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Mawahib mengembalikan berkas pendaftaran ke DPD Golkar Kudus, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mawahib Afkar, Anggota DPRD Kudus, mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Kudus dan wakil bupati Kudus ke Partai Golkar, Jumat (18/8/2017).

Saat datang ke markas partai beringin, adik Kepala BNP2TKI Nusron Wahid itu, hanya ditemani anak dan istrinya saja. Bahkan saat menyerahkan berkas pendaftaran pun ia menggendong bayinya yang masih berumur 1,5 tahun.

Mawahib mengatakan, niatan mengembalikan formulir pendaftaran berlangsung mendadak hari ini. Saat itu, pihaknya menjemput anaknya pulang sekolah bersama dengan istrinya. Setelah pulang, diputuskanlah langsung mampir ke Kantor DPD Partai Golkar guna mengembalikan formulir pendaftaran yang sebelumya diambil.

”Ide mendadak dan alami seusai jemput anak-anak sekolah. Bismillah bi idznillah wa bi aunillah. Saya mengembalikan berkas balon (bakal calon) cabup dan cawabup diiringi anak istri sebagai simbol fundamental keluarga, dalam berkhidmat untuk umat,” katanya kepada MuriaNewsCom melalui aplikasi WA.

Menurut dia, sebenarnya hari ini belum punya niatan untuk mengembalikan berkas. Setelah bersama keluarga saat perjalanan pulang, niatan itu baru muncul.

Disinggung terkait syarat yang dikumpulkan, Mawahib mengaku semua persyaratan sudah komplit. “Saatnya santri yang berkiprah. Saatnya yang muda yang berkarya. Era baru harapan baru,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

4 Bakal Calon Bupati Kudus Berebut Rekomendasi Partai Hanura

Sri Hartini berfoto bareng usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon bupati Kudus di kantor DPC Partai Hanura Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak empat nama bakal calon bupati memperebutkan rekomendasi dari partai Hanura. Dua di antaranya diketahui sudah mengembalikan berkas, sementara dua lainnya belum.

Meski begitu, terhembus kabar masih ada dua nama lagi yang bakal ikut berkompetisi untuk mendapatkan rekomendasi

Kadarjono, Ketua DPC Hanura mengatakan, keempat bakal calon yang sudah mengambil berkas berasal dari berbagai kalangan. Pertama, dari kalangan pengusaha ada Umar Ali. Pengusaha rokok yang dikenal dengan sebutan Mas Umar itu mengambil berkas awal Juli dan mengembalikan Kamis (10/8/2017) lalu.

Kemudian ada juga dari politisi Gerindra, Sri Hartini. Anggota DPRD Jateng tersebut mengambil berkas pada 20 Juli dan dikembalikan hari ini (12/8/2017). Selain itu ada juga dari pensiunan PNS di Kudus Joni Raharjo dan politisi Partai Nasdem Ahwan.

“Yang Mas Umar dan Sri Hartini sudah mengembalikan berkas. Sedangkan yang dua lagi hingga kini masih belum dikembalikan. Kami menunggu sampai batas waktu yang ditentukan,” katanya usai penyerahan berkas dari Sri Hartini, di kantor DPC Hanura, Sabtu (12/8/2017).

Menurut dia, untuk Mas Umar semua berkas sudah beres. Namun untuk Sri Hartini masih menunggu surat dari pengadilan. Sementara dua lainnya, dikabarkan akan menyerahkan surat dalam waktu dekat ini ke kantor DPC Hanura.

Ditambahkan, dua nama lagi yang dikabarkan akan datang adalah Hj Maesaroh asal Partai Idaman dan juga Masan PDIP. Untuk Maesaroh, akan mengambil formulir calon wakil bupati, sedang untuk Masan dikabarkan akan melakukan silaturahim.

“Apakah dalam silaturahim akan mengambil berkas atau tidak, kami tidak tahu. Namun kabarnya demikian,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Sam’ani: Pak Bupati Kudus Belum Mengizinkan Saya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kandidat kuat calon bupati Kudus yang digadang-gadang maju pada pilkada 2018 mendatang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris punya pengakuan jujur, kenapa dirinya tidak akan mencalonkan diri.

Menurut Sam’ani, sejak awal dirinya memang tidak ingin maju dalam pemilihan kepala daerah tersebut. “Jujur, saya tidak (ingin nyalon),” katanya usai jumpa pers di Green Cafe, Jumat (21/7/2017). 

Pria yang hari ini berulang tahun itu, memang tidak mengatakan banyak hal, terkait dengan tidak majunya dia pada pilkada ini. Hanya menegaskan jika, dirinya masih ingin mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Saya masih 12 tahun lagi pensiun. Jadi, saya laksanakan dulu tugas dan fungsi saya sebagai PNS sebaik-baiknya,” jelasnya.

Alasan masih berstatus PNS itu, menjadi salah satu alasan kenapa dia tidak mencalonkan diri. Selain enam alasan lain seperti, belum mendapat restu orang tua, bukan orang partai, bermodal pas-pasan, atau tidak mempunyai rekomendasi.

Oran tua, menurut Sam’ani, bukan hanya merujuk kepada kedua orang tuanya saja, melainkan juga kepada atasannya. Yakni Bupati Kudus. “Atasan itu juga termasuk orang tua lho, ya. Dan memang pak bupati belum memberikan izin. Makanya menjadi salah satu alasan,” katanya.

Sam’ani sendiri memutuskan bahwa 93% dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. Sedangkan 7%, tergantung kepada rahasia dan keajaiban Allah SWT.

Terkait dengan para pendukungnya yang selama ini menginginkannya maju, Sam’ani mengatakan lebih dini mereka mengetahui keputusannya tidak mencalonkan diri itu, akan lebih baik. “Karena mereka sudah tahu sejak awal. Daripada nanti-nanti, malah membuat mereka makin kecewa. Lebih baik sekarang,” jelasnya.

Namun Sam’ani menegaskan bahwa dirinya sudah memberikan penjelasan kepada pendukungnya, untuk mengerti dan memahami keputusannya itu. “Semua sudah memahaminya,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Bermodal Pas-pasan, Sam’ani Pastikan Tak Nyalon Bupati Kudus

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu kandidat yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati Kudus, pun bersuara. Adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris, yang menyatakan dirinya tidak akan maju dalam pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

Dalam jumpa pers yang digelar Jumat (21/7/2017), di Green Cafe, Sam’ani mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. “Keputusan saya ini sudah bulat. Saya 93% tidak akan menyalonkan diri sebagai calon bupati pada pilkada mendatang,” katanya di hadapan sejumlah wartawan.

Sam’ani mengatakan, 93% opsi tidak mencalonkan diri itu, didasari pada beberapa pertimbangan. Setidaknya ada tujuh poin kenapa dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri.

Pertimbangan itu adalah belum ada restu orang tua (bapak dan ibu), masih pegawai negeri sipil (PNS) aktif, bukan orang partai, tidak mempunyai rekomendasi, modal pas-pasan, pertimbangan apa mampu jadi bupati, dan mempertimbankan antara manfaat atau mudharatnya.

Sedangkan pertimbangan 3% sisanya adalah soal rahasia dan keajaiban Allah SWT. “Memang begitulah. Saya sudah mempertimbangkannya dengan matang-matang soal ini (untuk tidak maju). Kalau alasan yang tujuh sebelumnya tadi bisa gugur, maka yang 3% juga kemungkinan masih dipertimbangkan lagi (untuk maju),” paparnya.

Namun tidak dipungkiri Sam’ani bahwa aturan soal PNS yang harus mengundurkan diri saat akan nyalon bupati, juga menjadi salah satu pertimbangan penting. 

“Saya masih 12 tahun lagi menjadi PNS. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai PNS dengan sebaik-baiknya saja,” tegasnya.

Sam’ani sendiri, adalah salah satu sosok disebut-sebut menjadi calon kuat jadi Bupati Kudus, dari kalangan birokrat. Selain Sam’ani, nama lainnya adalah Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kudus, Sumiyatun. Bahkan, Sumiyatun mengklaim sudah didukung pengurus anak cabang PDIP Kudus. 

Editor : Akrom Hazami

 

Buka Puasa Bareng, Sri Hartini dan Abdul Wachid Bagi-bagi Speaker Masjid

Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini memberikan bantuan alat pengeras suara kepada pengurus masjid dan musala di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, Sabtu (3/6/2017) petang menggelar buka puasa bersama kader Gerindra dan warga Kudus.

Kegiatan buka puasa bersama dilakukan di kediaman Sri Hartini, di Jalan Suryo Kusumo VI, Nomor 99, Desa Jepang, Mejobo, Kudus. Ratusan orang hadir dalam kegiatan yang digelar di hari kedelapan Ramadan tersebut.

Abdul Wachid dan Sri Hartini keduanya menjadi jago Partai Gerindra dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Abdul Wachid dijagokan sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah, sementara Sri Hartini akan diusung sebagai bakal calon bupati Kudus.

Kegiatan ini dihadiri 250 orang, yang terdiri dari kader Partai Gerindra, masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Buka puasa ini kami isi dengan dialog untuk menguatkan jalinan silaturahmi antarkader dan juga masyarakat,” kata Wachid yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jateng tersebut.

Dalam dialog tersebut, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mulai dari kondisi saat ini di Kudus dan Jawa Tengah, harapan ke depan dan berbagai program dan usulan yang disampaikan kepada dua legislator tersebut.

Sementara Sri Hartini menyatakan silaturahmi adalah hal yang utama. Dari silaturahmi menurutnya, berbagai masalah ataupun persoalan bisa dicarikan solusi dan dipecahkan secara bersama.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid dan Sri Hartini juga memberikan bantuan seperangkat alat pengeras suara untuk masjid dan musala di Kabupaten Kudus. Pemberian bantuan disampaikan langsung kepada para pengurus masjid dan musala.

Editor : Ali Muntoha

Partai Nasdem Deklarasikan Ahwan Maju jadi Calon Bupati Kudus

Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso mendeklarasikan Ahwan menjadi calon bupati di Pilkada Kudus nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso mendeklarasikan Ahwan menjadi calon bupati di Pilkada Kudus nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski pemilihan umum Bupati Kudus masih lama, namun kini sudah mulai muncul beberapa nama yang diusulkan untuk menjadi kandidat. Bahkan, penggalangan dukungan tingkat kader juga telah dipersilakan.

Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso, mendeklarasikan Kader Partai Nasdem Ahwan guna menjadi Bupati Kudus. Hal itu disampaikan dihadapan ratusan kader Nasdem di Balai Desa Karangbener Kudus saat reses.

“2018 mendatang, Bupati Kudus dipegang Ahwan. Jadi kita mulai dari sekarang untuk kesuksesannya,” katanya.

DPW mendukung penuh Ahwan untuk menjadi Bupati Kudus periode mendatang. Bahkan, dia juga meminta dukungan kepada para kader partai mensukseskan sosok Ahwan memimpin Kudus ke depan.
Dia mengungkapkan, kesuksesan Nasdem harus dilanjutkan untuk Kudus. Terbukti, dalam Pemilukada 2015 lalu, Nasdem berhasil memenangkan 12 kota dari jumlah total 20 kota.

Jumlah tersebut, kata dia merupakan jumlah yang banyak. Dan dari sekian banyak partai yang ada hanya PDIP yang bersaing ketat dengan Nasdem.

Prestasi membanggakan, kata dia tidak hanya berasal dari Jateng saja. Namun dalam skala nasional juga terjadi hal yang sama. Yakni 132 di seluruh Indonesia.

“Dalam pemilu 2017 mendatang, target kami haruslah minimal empat kabupaten kota. Itu akan tercapai dengan komunikasi dan kesolidan yang bagus,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami