PNS Tak Boleh Selfie dengan Cagub Lho, Ada Sanksi Jika Melanggar

MuriaNewsCom, Semarang – Tahapan Pilgub 2018 dan pilkada serentak di 7 kabupaten/kota di Jateng telah dimulai. Seperti dalam pemilu-pemilu sebelumnya pegawai negeri sipil (PNS) selalu diingatkan untuk menjaga netralitas dengan tak ikut aksi dukung mendukung calon kepala daerah.

Tak hanya ikut kampanye, sekadar foto bareng calon gubernur atau calon kepala daerah lain pun dilarang. Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Somantri mengatakan, ada aturan tegas yang mengatur tentang netralitas pegawai negeri. Yakni UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga PP tentang Kode Etik.

“Tak hanya dilarang ikut deklarasi atau kampanye, PNS juga dilarang berfoto dengan para calon, memberikan kode-kode dengan jari, dan sebagainya. Sanksi terhadap pelanggarannya pun sudah jelas, mulai sanksi disiplin sedang hingga berat,” katanya dilansir dari website resmi Pemprov Jateng.

Diakui, saat ini tak sulit menjatuhkan calon dengan mendiskreditkan PNS. Sudah semestinya setiap PNS dan PHL menaati aturan yang berlaku, agar pelaksanaan Pilkada di Jawa Tengah berjalan baik, tanpa kampanye hitam, berita hoax, dan sebagainya.

“Para ASN tolong bertindak cerdas. Kita punya hak pilih, tapi jangan berikan beban pada calon yang kita pilih dengan cara konyol. Tahan diri, boleh berpendapat tapi hati-hati. Jangan sampai ada kalimat untuk mengarahkan, mengajak, bahkan kampanye,” tegas Dadang.

Tak hanya PNS, polisi juga dilarang berfoto bersama calon kepala daerah. Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan memberikan peringatan tegas kepada jajarannya untuk tak melakukan foto dengan calon kepala daerah.

“Anggota Polri harus netral dan tidak berpihak. Oleh karenanya personel TNI-Polri diharapkan  tidak foto-foto dengan calon kepala dan wakil kepala daerah,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng, Jumat (12/1/2018).

Selain berfoto, polisi juga dilarang keras mengunggah, menanggapi atau menyebarluaskan gambar/foto bakal calon/bakal pasangan calon kepala daerah melalui media online maupun media sosial. Berfoto bersama dengan mengikuti simbol tangan atau gerakan bisa menimbulkan jika anggota Polri berpihak.

“Kami juga membuka pintu kepada pihak eksternal untuk membantu mengawasi. Jadi kalau ada anggota Polri yang tidak netral informasikan kepada jajaran Polri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ganjar-Yasin Hari Ini Daftar ke KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1/2018) hari ini akan mendaftar ke KPU Jateng. Pasangan ini diusung oleh banyak parpol, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP.

Rencananya Ganjar-Yasin akan mendaftar ke KPU pada pukul 1.30 WIB. Sejumlah pimpinan parpol pengusung akan mengantarkan pasangan ini mendaftar ke KPU.

“InsyAllah saya dan gus yasin akan mendaftar ke KPUD Provinsi Jawa Tengah sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023, mohon doa semoga lancar,” kata Ganjar.

Senin (8/1/2018) malam tadi, PPP secara resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan terhadap Ganjar-Yasin. Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di Kantor DPW PPP Jateng.

Thomafi mengatakan, nama Gus Yasin adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan oleh PPP sebagai calon wakil gubernur. Pengusulan nama juga berdasarkan musyawarah dengan struktur partai.

“Jadi ini “pernikahan” yang sah dan dilandasi rasa tresno karena kami dengan Pak Ganjar sudah komunikasi lama dan intens,” katanya.

PPP menilai Ganjar-Yasin sebagai pasangan yang sekarang sangat dibutuhkan Jateng untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan.

Thomafi secara khusus memperkenalkan Yasin sebagai tokoh muda dari kalangan santri. “Gus Yasin adalah tokoh muda, gaul. Inilah model santri milenial, berkarakter dan ganteng lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin ‘Dicuri’ PDIP untuk Ganjar, Begini Sikap Gerindra

MuriaNewsCom, Jepara – Satu dari dua putra ulama kharismatik NU KH Maimoen Zubair, (Majid Kamil dan Taj Yasin) sempat diwacanakan Gerindra mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng.

Namun tanpa diduga, Nama Taj Yasin (Gus Yasin) muncul dalam rekomendasi cawagub dari PDIP mendampingi petahana Ganjar Pranowo, Minggu (7/1/2018). Lalu bagaimana sikap dari Gerindra?

Kepada Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputra, MuriaNewsCom bertanya akan hal ini. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika politik.

“Itu kan (Majid Kamil dan Taj Yasin) opsi-opsi (pilihan, untuk pendamping SS), ternyata diambil pihak lain, dalam politik itu sah-sah saja,” katanya, lewat sambungan telepon.

Ditanya siapakah sosok yang akan mendampingi mantan menteri ESDM itu, ia belum mau buka suara. Menurutnya, penentuan calon gubernur dan wakilnya, merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Meski demikian, ia memastikan sudah memiliki calon lain sebagai pendamping Sudirman. Hal itu nantinya akan dipertimbangkan dengan DPP Gerindra, dengan melihat berbagai pertimbangan.

“Kalau kami inginnya secepatnya (penunjukan cawagub), kan paling lambat tanggal 10 (batas akhir pendaftaran peserta pilkada 2018 ke KPU),” ujar anggota Komisi A DPRD Jateng itu.

Disinggung mengenai kans kader PKB menjadi pendamping Pak Dirman, Sriyanto mengaku hal itu bisa saja terjadi. Hal tersebut karena, opsi untuk memilih kader Partai Kebangkitan Bangsa, merupakan pilihan diawal.

“Dengan PKB bisa saja, itu kan opsi (kader PKB) pertama. Karena partai pengusung Gerindra, PAN dan PKS tidak meminta (kursi) wakil. (calon) wakilnya dari PKB bisa saja,” terangnya.

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Terakhir, Sriyanto memastikan, meskipun belum ada nama cawagub pendamping Sudirman Said, akan tetapi mesin partai tetap bergerak. Bersama partai koalisi PAN dan PKS, mereka siap merebut kursi gubernur dan wakil gubernur Jateng.

“Mesin partai sudah mulai bergerak, sejak nama gubernur (Sudirman Said) ditetapkan pada 13 Desember 2017,” tutup Sriyanto.

Editor : Ali Muntoha 

Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akhirnya mengumumkan cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018. Seperti diperkirakan banyak pihak, Ganjar Pranowo kembali diusung sebagai calon gubernur.

Yang cukup mengejutkan adalah posisi cawagub yang akan mendampingi Ganjar. Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, yakni Taj Yasin (Gus Yasin) diumumkan Megawati sebagai pendamping Ganjar Pranowo.

Ini mengejutkan, pasalnya sebelumnya yang lebih dulu membidik putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu adalah koalisi pendukung Sudirman Said. Baik Gerindra dan PAN sudah memastikan antara Gus Malik atau Gus Yasin yang akan menjadi wakil Sudirman.

Namun ternyata Gus Yasin yang tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah lebih dulu diambil PDI Perjuangan.

Ganjar Pranowo saat diumumkan Megawati sebagai cawagub yang diusung PDIP.
(Foto : detik.com)

Pengumuman cagub dancawagub dari PDIP ini dilakukan Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

“Untuk Jateng, yang pertamanya tetap Pak Ganjar Pranowo. Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya,” kata Megawati.

Baca : Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

Sebelumnya ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid memastikan jika putra Mbah Maimoen yang akan mendampingi Sudirman Said.

Ia menyebut, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucut pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : PKB Ngotot Minta Jatah Cawagub

MuriaNewsCom, Semarang – Dinamika politik jelang pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jateng semakin memanas. Terlebih PDIP yang dijadwalkan mengumumkan jagonya pada Kamis (4/1/2018) ternyata batal, dan baru akan diumumkan sehari mejelang pendaftaran calon di KPU Jateng.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ngotot meminta jatah cawagub untuk kadernya. PKB menginginkan kader PKB digandeng entah dari kubu PDI Perjuangan, Sudirman Said (Gerindra, PAN PKS), ataupun poros tengah (PPP, Demokrat, Golkar).

Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengemukakan, DPP PPP saat ini masih aktif berkomunikasi dengan pimpinan partai lain guna menentukan arah koalisi pada pilgub mendatang.

“Pimpinan PKB sedang komunikasi intens untuk menentukan kita mau berkoalisi dengan siapa. Prinsipnya kami ingin menempatkan kader sebagai cawagub,” katanya kepada wartawan.

Ia menyebut, PKB saat ini telah membentuk tim komunikasi untuk melakukan lobi dengan partai-partai lain. Selain itu pihaknya juga menugaskan beberapa orang kiai untuk melakukan salat istikharah. “PKB memiliki tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga membawa berkah,” katanya.

Gus Yusuf mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan figur yang akan diusulkan sebagai cawagub. Figur itu nantinya merupakan hasil komunikasi dari tim dan hasil istikarah para kiai.

Ia juga mengakui pernah dikunjungi Sudirman Said dan diminta untuk menjadi cwagub mendampingi mantan Menteri ESDM tersebut. Namun ia belum memberi keputusan, dan menyerahkan keputusan ajakan tersebut kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Yang itu juga menunggu istikharah,” tegasnya.

Pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur sendiri akan dibuka 8 sampai 10 Januari 2018. Pendaftaran dibuka pada jam 08.00 – 16.00. Khusus untuk tanggal 10, pendaftaran akan ditutup pada pukul 12 malam.

Editor : Ali Muntoha

Rekomendasi PDIP Batal Diumumkan, Begini Ungkapan Hati Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – DPP PDI Perjuangan batal mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng, Kamis (4/1/2018) kemarin. Pengumuman rekomendasi ternyata ditunda pada Minggu (7/1/2018) atau sehari jelang pendaftaran calon di KPU.

Gubernur petahana, Ganjar Pranowo yang digadang-gadang akan mendapatkan rekomendasi menanggapinya dengan santai. Bahkan Ganjar memberikan jawaban bercanda saat ditanya wartawan mengenai hal ini.

“Mungkin wingi mangsine entek (mungkin kemarin tintanya habis),” kata Ganjar berkelakar kepada wartawan usai gropund breaking normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang, Jumat (5/1/2018).

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, jika penundaan pengumuman rekomendasi tersebut hanya masalah teknis. ”Itu teknis. Sabar-sabar, tanggal 7 (diumumkan),” ujarnya.

Ganjar optimistis bahwa dirinya akan kembali ditunjuk Megawati menjadi cagub pada Pilgub Jateng 2018. Meski demikian, ia juga menyatakan akan siap dan legawa jika ternyata rekomendasi diberikan kepada orang lain.

“Ditugaskan lagi siap. Enggak ditugaskan lagi? Ditugaskan saja siap mosok tidak ditugaskan tidak siap,” terangnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga memastikan jika pengumuman rekomendasi untuk Pilgub Jateng dan Jabar akan dilaksanakan pada Minggu 7 Januari 2018. Selain Jateng dan Jabar, juga akan diumumkan rekomendasi untuk Pilgub Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Pengumuman ini akan disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP pukul 09.30 WIB. Pengumuman ini sehari menjelang pendaftaran cagub-cawagub di KPUD masing-masing wilayah.

“Seluruh pada calon pilkada yang diusung PDIP betul-betul siap untuk ujian Indonesia raya. Tanggal 7 Januari, Ibu Ketua Umum akan memutuskan pada pukul 09.30 WIB,” tutur Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Batal Umumkan Cagub-cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri batal mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng 2018. Partai berlambang moncong putih itu hanya mengumumkan pasangan cagub-cawagub untuk Pilgub Lampung, Papua, NTB, Sumut dan Maluku Utara.

Padahal sebelumya, dijadwalkan PDIP juga akan mengumumkan rekomendasi untuk pasangan cagub dan cawagub Jateng.

Sejumlah petinggi DPD PDI Perjuangan Jateng, termasuk calon incumbent Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga dikabarkan sudah hadir di Kantor DPP PDIP di Jakarta untuk mendengarkan pengumuman rekomendasi.

Batalnya pengumuman Cagub Sumatera Utara dan Jawa Tengah tersebut disampiakan Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

“Hari ini yang pasti Lampung dan Papua. Jadi Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara hari ini,” kata Komaruddin Watubun dikutip dari Tribunnews.com.

Belum diketahui secara pasti penyebab dibatalkannya pengumuman rekomendasi tersebut. Kemungkinan DPP PDIP masih membutuhkan waktu untuk menggodok nama-nama yang bakal diusung.

Baca : Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

Dilansir dari Detik.com, Megawati mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi cagub Sumatera Utara. Namun nama cawagub yang mendampingi Djarot belum diumumkan.

”Untuk Sumatera saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau katanya sebagai petugas partai dia bersedia,” kata Megawati dilansir dari Detik.com.

Sementara untuk Pilgub Papua,  John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. Ia akan didampingi Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura dua periode.

Untuk Pilgub NTB, PDIP mengusung Wali Kota Mataram, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh. Untuk posisi cawagub, PDIP mengusung kadernya sendiri. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi diusung PDIP jadi cawagub NTB.

Sedangkan untuk Pilgub Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi diusung jadi cagub. Sementara cawagub Lampung, PDIP mengusung Sekda Pemprov Lampung Sutono.

Megawati juga mengumumkan jagonya untuk Pilgub Maluku Utara. Gubernur petahana Abdul Ghani Kasuba kembali diusung sebagai cagub, sedangkan posisi cawagub dipercayakan kepada kader PDIP yang merupakan Bupati Halmahera Tengah, yakni M Al Yasin Ali.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Rekomendasi PDIP Nunggu Naga Dina

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dikabarkan akan mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Kamis (4/1/2018). Gubernur petahana Ganjar Pranowo disebut-sebut yang akan mendapatkan rekomendasi ini.

Meski demikian Ganjar mengaku belum tahu siapa yang bakal ditunjuk partainya untuk maju. Ia menyebut, masih menunggu rekomendasi itu turun.

“Kita komunikasi rutin kalau umpama DPP sudah memutuskan, saya kira tinggal keluarkan saja. Nunggu naga dina. Nggolek dina apik, padahal dinane apik kabeh,” kelakar Ganjar saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018).

Selain itu, ia juga menganggap akan lebih baik jika Pilgub Jateng diikuti lebih dari dua pasang calon. Hal ini berkaitan, dengan munculnya poros baru (PPP, Demokrat, Golkar) yang akan mengusung calon alternatif.

“Namanya Pilkada membuat poros, artinya menggalang kekuatan masing-masing untuk bernegosiasi kemudian mendukung calonnya. Oke-oke saja,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, semakin banyak calon yang berkompetisi maka akan semakin baik. Karena rakyat akan diberi banyak pilihan. Selain itu menurut dia, dengan banyaknya calon menunjukkan banyak warga Jateng berkualitas yang layak jadi pemimpin.

”Banyak kandidiat yang bisa jadi pemimpin kan itu menarik. Daripada sendiri, berdua, enggak asik, kalau banyak kan menarik,” ujarnya.

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ia juga membantah jika muncul calon lebih dari dua pasang akan menguntungkan pihaknya. ”Menurut saya lebih banyak partisipan lebih baik karena nuansa demokrasi akan terasa. Nuansa representasi atau keterwakilan akan terasa. Lebih menarik untuk saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan jika rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Jateng akan diumumkan pada 4 Januari 2018. Pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan pengumumunan calon gubernur dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

Editor : Ali Muntoha

Putra Mbah Maimoen jadi Wakil Sudirman Said di Pilgub Jateng?

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah nama beken ditimang untuk mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018. Bocoran terbaru, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, KH Majid Kamil yang akan dipilih untuk menjadi wakil.

Bahkan disebut-sebut peluang Gus Malik untuk menjadi cawagub mendampingi Sudirman Said sangat besar.

Gus Malik merupakan putra keempat pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang, KH Maimoen Zubair. Selama dua periode terakhir, Gus Malik menjabat sebagai Ketua DPRD Rembang.

Nama Gus Malik ini muncul dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ketika ditanya wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2017).

“Cawagubnya putra Mbah Maimoen, mungkin itu. Gus apa itu ya, adalah yang ketua DPRD,” katanya dikutip dari detik.com.

Zulkifli menyebut pembicaraan soal bakal cawagub Sudirman memang sempat alot. Pada akhirnya, pilihan pun mengerucut. Ia juga menyebut, jika Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori tak lagi masuk daftar, meskipun sebelumnya sangat santer.

“Ketua PKB nampaknya tidak, diajak beberapa kali tidak, mungkin sudah dengan PDIP,” ujarnya.

Perwakilan Forum Silaturahmi Kiai dan Habaib menyerahkaan hasil rekomendasi kepada Mbah Moen di Sarang, Rembang, Minggu (31/12/2017) sore.  (Istimewa)

Sebelumnya, nama Gus Malik ini juga mendapat dukungan dari Forum Silaturahmi Kiyai dan Habaib. Nama Gus Malik dan putra MBah Maimoen yang lain, yakni Taj Yasin direkomendasikan untuk bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 sebagai calon wakil gubernur (cawagub).

Rekomendasi bagi ulama kharismatik Rembang ini dikeluarkan di Ponpes Al-Wahdah, Lasem, Minggu (31/12/2017). Forum itu dihadari alumni pondok pesantren (Ponpes) Sarang, Lasem, dan Ploso (Kediri).

Hadir dalam pertemuan ini antara lain‎ KH Wafi Maimoen, KH Abdul Rahman Alkautsar, KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH Minanurohman Anshori (Payaman, Magelang), dan KH Baidlowi Misbah (Demak).

Kemudian Habib Syarif Alhamid (Jepara), Habib Zen Al-Jufri, KH Ulil Albab, KH Nasih (Tegalrejo, Magelang‎), dan kiai serta habib lain.

‎Ketua panitia, Muhlisin, mengatakan pertemuan tersebut digelar sebagai wadah menjaring aspirasi santri di Jateng, dalam menghadapi Pilkada 2018. Menurut dia, kiai dan habib menginginkan ada keterwakilan dari kalangan pesantren dalam memimpin Jateng.

“‎Dibutuhkan pemimpin yang bisa mengakomodasi peran dan aspirasi kalangan pesantren, dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi,” katanya.

Ia pun menyebut, rekomendasi itu langsung dimintakan restu ke Mbah Maimoen. Pihaknya akan mengikuti apapun yang menjadi petunjuk ulama karismatik tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha

3 Parpol Bentuk Poros Baru di Pilgub Jateng, Siapa Calonnya?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 diperkirakan akan semakin sengit dengan muncul tiga pasang calon. Selain koalisi Gerindra, PAN, PKS yang mengusung Sudirman Said, serta kubu PDIP, ada tiga parpol lain yang memunculkan wacana untuk membuat poros baru.

Tiga parpol itu yakni PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Komunikasi politik antartiga parpol ini semakin gencar seiring dengan semakin dekatnya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU.

Saat ini baru koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang sudah memastikan mempunyai bakal calon gubernur, yakni mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Sementara PDIP masih menunggu rekomendasi dari Megawati, yang dikabarkan akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Tiga parpol yang akan membuka poros baru ini, selain mematangkan komunikasi juga tengah menimbang-nimbang calon yang akan diusung. Kubu ini memastikan akan mengusung calon alternatif yang mampu menandingi Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Siapapun calon yang akan diusung, poros baru ini diakui mempunyai kekuatan yang cukup. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. Dengan bekal 27 kursi itu, sudah melampaui batas minimal yang syarat yang ditetapkan KPU.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat.

Menurutnya, untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDI-P, serta koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS. “Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie. Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis.

“Jika dilihat dari jumlah kursi kami (PPP, Golkar, dan Demokrat) sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru bagi calon di Pilgub Jateng.  “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said : Jawa Tengah Perlu Diversifikasi Energi

Sudirman Said. (dokumen)

MuriaNewsCom, Jepara – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang juga calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra, menyebut Jawa Tengah memerlukan diversifikasi energi. Menurutnya, wilayah ini memiliki banyak sumber daya terbarukan yang dapat dikonversi menjadi energi.

“Seluruh Indonesia, harus ngotot untuk melakukan diversifikasi energi. Jawa Tengah dengan topografi seperti ini Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLT MH) masih bisa dibangun. Banyak waduk besar yang belum dimanfaatkan,” katanya, di rumah Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wakhid, Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Jumat (15/12/2017).

Ditanya mengenai pembangkit listrik panas bumi yang ada di Banyumas, Sudirman mengatakannya sebagai ramah lingkungan. Menurutnya, panas bumi yang dihasilkan tanpa pelestarian lingkungan.

“Teknologi PLT PB ramah lingkungan, bila lokasi atasnya (pegunungan) tidak ditanami dengan pohon-pohon maka panas bumi tak akan muncul ,” ungkapnya. 

Menurutnya perlu ada kampanye untuk menyadarkan masyarakat terkait pengelolaan energi.

Editor : Ali Muntoha

Prabowo Deklarasikan Sudirman Said Cagub Jateng dari Gerindra

Sudirman Said saat mendatangi kediaman Prabowo Subianto sebelum dideklarasikan sebagai bakal calon gubernur Jateng dari Gerindra di Jakarta. (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rabu (13/12/2017) mengumumkan Sudirman Said sebagai bakal calon gubernur Jateng yang diusung Gerindra. Pengumuman ini dilakukan Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Mantan Menteri ESDM itu akhirnya menggusur Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, yang selama ini juga digadang-gadang untuk mejadi calon gubernur Jateng.

“Akhirnya kita putuskan, untuk Jawa Tengah, Partai Gerindra akan mencalonkan saudara Sudirman Said,” kata Prabowo dikutip dari detik.com.

Prabowo menyebut, lebih memilih Sudirman Said karena masih membutuhkan Ferry untuk tugas lain. Sebelum ditentukan Sudirman Said yang dipilih, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pimpinan Partai Gerindra Jateng.

“Waktu saya adakan konsultasi dengan pimpinan Gerindra seluruh Jawa Tengah, ada dua putra terbaik yang masuk seleksi terbaik, yaitu Pak Ferry Juliantono Waketum dan Pak Sudirman Said,” ujarnya.

Setelah mengantongi dua nama itu, Prabowo akhirnya memanggil Ferry dan berbicara soal pertimbangan menunjuk cagub Jateng. Prabowo menyampaikan membutuhkan Ferry di tugas lain.

“Saya akhirnya memanggil Pak Ferry dan mengatakan bahwa dari beberapa pertimbangan walau Pak Ferry kader terbaik Gerindra, wakil ketua umum, berjuang sangat keras di mana-mana, tapi saya butuh Pak Ferry untuk tugas tugas di tempat lain jadi saya juga tadi sangat terkesan,” kata Prabowo.

Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan sambutan. Sudirman Saidan dan Ferry Julianto tampak duduk bersama Prabowo Subianto. (Istimewa)

 

Sementara Ferry Juliantono mengaku legawa dengan keputusan Partai Gerindra yang memilih Sudirman Said untuk mendapatkan rekomendasi.

“Apa pun keputusannya itu pasti adalah yang terbaik dan melalui pertimbangan yang demokratis. Sebagai kader, saya tunduk dan patuh terhadap keputusan beliau,” kata Ferry.

Meski sudah menentukan bakal calon yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018, partai ini tidak bisa maju sendiri. Dengan bekal 11 kursi di DPRD Jateng, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain.

Belakangan sejumlah partai juga mengeluarkan sinyal kuat untuk mengusung Sudirman Said. PKS dan PAN dalam beberapa pekan terakhir telah menjalankan komunikasi intensif dengan mantan Menteri ESDM ini.

Sementara itu dalam deklarasi calon gubernur Jateng yang dilakukan Gerindra, hari ini dihadiri sejumlah tokoh Gerindra. Baik di tingkat pusat, maupun pengurus Gerindra Jateng. Sejumlah anggota DPR RI dari Gerindra dapil Jateng juga hadir.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan musisi Ahmad Dani juga datang ke kediaman Prabowo untuk mengikuti deklarasi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga hadir.

Editor : Ali Muntoha

Maju Jadi Bakal Cawagub Jawa Tengah, Walikota Magelang Sambangi Kudus

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa saat menyambut kedatangan Walikota MagelangSigit Widyonindito . (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Sigit Widyonindito silaturahmi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kudus, Rabu (29/11/2017). Walikota Magelang itu disambut Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa bersama jajaran pengurus partai.

Kehadiran Sigit di Kudus tersebut dalam rangka sosialisasi dan konsolidasi bakal calon wakil gubernur Jateng dari PDI Perjuangan. Pada acara yang berlangsung hangat ini, Sigit menyebut tentang kemajuan Kudus sebagai pusatnya di pantura timur. 

Perubahan kemajuan secara tajam terlihat nyata di era kepemimpinan Musthofa yang telah hampir 10 tahun memimpin Kudus. Kepemimpinannya selama dua periode ini berhasil membangun Kudus dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Kawan saya, sahabat saya, Pak Musthofa ini adalah kader terbaik partai,” kata Sigit.

Sigit menilai Musthofa yang sukses di partai dan pemerintahan. Apalagi di tengah kesibukannya, Musthofa masih menyempatkan kuliah untuk menuntaskan gelar doktor di Undip dalam waktu dekat. 

Mengenai tingkat perekonomian, tambahnya, Sigit mengatakan iri dengan PDRB di Kudus yang sangat tinggi. Ini semua didukung kemampuan Musthofa menggerakkan ekonomi rakyat. Apalagi Musthofa adalah seorang pengusaha sebagai praktisi ekonomi.

“Bukan hanya piawai sebagai Bupati, Pak Musthofa ini juara sejak kerja di swasta bahkan sebagai pengusaha,” jelas Sigit pada pertemuan yang sangat bersahabat ini.

Menyinggung mengenai Pilgub Jateng tahun depan, Sigit menyatakan siap dengan apapun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan. Termasuk siap menjadi wakil gubernur pendamping Musthofa, bila Megawati Sukarnoputri merekomendasikan.

“Saya berdoa, semoga Pak Musthofa mendapat rekomendasi sebagai Cagub. Dan saya siap mendampingi,” harapnya yang langsung disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Menanggapi hal ini, Musthofa menyatakan siap dengan apapun keputusan ketua umum PDI Perjuangan. Karena prinsip tegak lurus dipegangnya di partai berlambang banteng moncong putih ini.

“Kami siap apapun dengan keputusan Ibu Megawati. Termasuk jika kami berdua direkomendasi sebagai cagub dan cawagub,” tegasnya.

Dikatakannya, sinergi 3 pilar terus dilakukannya untuk kemajuan partai dan tentunya membangun daerah bahkan bangsa ini.

“Terima kasih, Pak Sigit atas kerawuhannya di Kudus. Semoga jalinan silaturahmi ini membawa berkah untuk kita bersama,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Terkendala Silon, Warga Mantingan Jepara Gagal Nyalon Jadi Gubernur Jateng

Proses pengumpulan syarat dukungan oleh relawan Mundi. (dok Mundi)

MuriaNewsCom, Jepara – Mundi batal mencalonkan diri sebagai gubernur dari jalur perseorangan. Warga Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan itu, mengaku terkendala Sistem Informasi Pencalonan (Silon). 

“Kami terkendala Sistem Informasi Pencalonan (silon). Terutama tim-tim kami yang berada di daerah tidak bisa menyelesaikan entri data pada sistem tersebut hingga batas waktunya,” ujar Mundi, Senin (27/11/2017). 

Dirinya mengungkapkan, sosialisasi terkait Silon baru dilaksanakan pada 17 November 2017. Sehingga menyebabkan, tim yang dimiliki oleh nya tak bisa memasukan data kependudukan. Hal itu terkait dengan format yang telah disiapkannya, tak cocok dengan format yang digunakan dalam Silon. 

Baca: Dipastikan Tak Ada Calon Independen di Pilgub Jateng 2018

Mundi yang berpasangan dengan Sarjono itu mencontohkan, format Nomor Induk Kependudukan. Oleh karena itu, timnya tidak mampu merevisi jumlah syarat dukungan yang harus dimasukan pada Silon. 

“Ketika memasukan NIK yang seharusnya tidak menggunakan spasi, namun ini diberi spasi. Kemudian kalau diberi tanda titik, berubah menjadi nol. Akhirnya tidak terbaca. Dengan itu, maka kami dengan berat hati, tidak menyerahkan syarat dukungan” urainya. 

Adapun sebelumnya, Mundi mengaku telah mengumpulkan dukungan sejumlah 1,8 juta salinan KTP. Jumlah itu dinilai melebihi jumlah minimal pencalonan gubernur dari jalur perseorangan yang membutuhkan 1.781.606 yang dipersyaratkan oleh KPU Jateng. 

Dihubungi terpisah, Komisioner KPU Jawa Tengah Muslim Aisha memastikan Pilgub Jateng 2018 berlangsung tanpa peserta dari jalur perseorangan. 

“Hal itu karena hingga batas akhir penyerahan syarat dukungan (26/11/2017) tidak ada calon yang menyerahkan syarat tersebut,” tutup Muslim.

Editor: Supriyadi

Dipastikan Tak Ada Calon Independen di Pilgub Jateng 2018

Maskot Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018, dipastikan tak bakal ada calon dari jalur independen (nonparpol). Pasalnya, hingga penutupan penerimaan syarat dukungan, tidak ada satu pasangan calon pun yang menyerahkan.

Padahal sebelumnya lima kelompok masyarakat yang melakukan konsultasi untuk pendaftaran calon gubernur dari jalur independen.

Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo mengatakan, penerimaan syarat dukungan calon perseorangan Pilgub Jateng 2018, telah dibuka selama lima hari, di Hotel Semesta Semarang. Penutupan sudah dilakukan pada Senin (27/11/2017) dini hari tadi.

Menurutnya, dengan tidak adanya calon perseorangan yang memenuhi syarat dukungan, maka dipastikan pada Pilgub Jateng 2018 mendatang tidak ada calon independen.

“Dengan ditutupnya tahapan penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dan tidak ada yang mendaftar, maka dipastikan Pilgub Jateng 2018 tidak ada pasangan calon perseorangan,” katanya.

Menurutnya, dari lima kelompok yang melakukan konsultasi, hanya ada dua kelompok yang terlihat cukup serius. Namun hanya satu kelompok saja yang sebenarnya sudah mengisi data dukungan dalam sistem informasi pencalonan atau Silon.

Hanya saja, hingga penutupan penyerahan dokumen, jumlah syarat yang ditentukan belum terpenuhi. Ketentuan yang diberikan KPU syarat diukungan minimal harus sebanyak 1.781.606 dukungan dari 18 kabupaten/Kota.

“Ada satu pasangan calon yang telah mengisi data di Silon. Hingga jam 24.00 telah terisi sekitar 40.000-an daftar dukungan yang diinput di Silon,” ujar Joko.

Menurut dia, dalam penutupan tahapan penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dihadiri pihak-pihak terkait. Di antaranya, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Fajar Saka serta Devisi Teknis KPU dari Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Editor : Ali Muntoha

Cagub-Cawagub Jateng dari PDIP Sudah Dipilih, Megawati Belum Berkomentar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat datang Kantor DPD PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tak mengumumkan siapa calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang akan diusung, saat bertandang ke markas banteng Jateng, Panti Marhaen Semarang, Kamis (9/11/2017).

Megawati langsung pergi meninggalkan kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah itu, usai memimpin rapat tertutup untuk konsolidasi pemenangan pilkada serentak 2018. Rapat itu dihadiri tokoh-tokoh penting partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Puan Maharani, Agus Wilujeng (anggota DPR RI), ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir dalam rapat tersebut.

Rapat konsolidasi itu berlangsung selam tiga jam. Sebelum rapat, Megawati menyaksikan festival kekayaan pangan Jateng, yang digelar di halaman kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang.

Usai rapat, Megawati langsung ke luar dan masuk ke dalam mobil. Ganjar juga ikut berlari masuk ke dalam mobil rombongan Megawati.

Ganjar hanya memberi komentar sangat singkat saat membuka kaca mobil. “Asyik,” kata Ganjar sambil mengacungkan jempol.

Nama Ganjar disebut Puan Maharani sebagai calon paling kuat di antara kandidat yang lain. Hal ini berdasar survei yang dilakukan di internal PDI Perjuangan.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, pihaknya sudah mengantongi cagub dan cawagub yang akan diusung.

Hanya saja menurut dia, pengumuman siapa sosok yang dipilih masih menunggu momentum yang dianggap tepat.

Sepasang calon ini menurutnya sudah mengerucut usai dilakukan fit and proper test yang dilakukan seluruh pelamar. “Mengerucut, sudah satu pasangan. Baru atau lawas itu relatif,” kata Hasto.

Kapan momentum yang tepat itu menurut Hasto, menunggu keputusan dari Megawati.  “Ketika momentum tepat itu ditentukan ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran partai sudah siap,” pungkas Hasto.

Editor : Ali Muntoha