Diduga Cabuli Bocah Berusia 14 Tahun, Kakek di Pati Ini Diamankan Polisi

Pelaku pencabulan berinisial S (tengah) diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang kakek berinisial S (57), warga Kedungbulus, Margorejo diamankan petugas kepolisian karena diduga mencabuli bocah di bawah umur.

Bocah yang diduga dicabuli berinisial GP, warga Kecamatan Margorejo dan masih berusia 14 tahun. Aksi bejat pelaku diketahui warga dan hampir dihakimi massa.

Babinsa desa di mana GP tinggal, Brigadir Agus Susanto mendapatkan laporan dari warga bahwa telah diamankan pelaku pencabulan anak perempuan di bawah umur.

“Saya langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dari massa. Pelaku diamankan di Mapolsek Margorejo,” ujar Brigadir Agus, Senin (18/12/2017).

Setelah mengamankan pelaku, dia mengarahkan korban dan orangtuanya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pati.

Adapun modus pencabulan yang dilakukan sang kakek dengan cara membuka baju dan meremas payudara korban. Beruntung, aksi tersebut diketahui warga dan pelaku segera diamankan.

Meski masih bocah, korban saat ini sudah bekerja. Namun, dia saat ini masih ikut orangtua. Sementara lokasi pencabulan di rumah salah satu warga Kecamatan Margorejo.

Editor: Supriyadi

Usai Tonton Film Porno, ABG Cabuli 7 Anak di Pekalongan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pekalongan – ABG inisial ASH, warga Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Pekalongan, benar-benar lepas kontrol. Pelaku nekat mencabuli tujuh orang anak.

Perbuatan itu dilakukannya karena pelaku tak mampu menahan syahwatnya tiap kali menonton film porno. Pelaku kecanduan dengan film dewasa sejak lama.

Keluarga salah satu korban melaporkan pelaku ke Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan. Tak butuh waktu lama, polisi langsung menggelandang ke Mapolres Pekalongan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman kasus ini. “Pelaku mengaku ada tujuh orang anak-anak. Ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan,” kata Agung.

Pelaku mulai beraksi sejak awal 2016 sampai November 2017.  Yang jelas, apa yang dilakukan pelaku karena keinginan sendiri. “Muncul hawa nafsu yang selama ini timbul setelah sering menonton film porno,” ungkapnya.

Cara yang biasa dilakukan pelaku, biasanya lebih dulu membujuk calon korban yang bermain di dekat rumahnya. Calon korban diajaknya main ke dalam rumah. Bila kondisi memungkinkan, pelaku melakukan aksi bejatnya.

Akibat perbuatannya, ada korban yang mengalami kesakitan pada alat vitalnya.

Editor : Akrom Hazami

Gadis 14 Tahun Tak Berdaya saat Dipaksa ‘Begituan’ Dua Kali di Klaten

Foto Ilustrasi MuriaNewsCom

MuriaNewsCom, Klaten – Gadis di bawah umur menjadi korban pencabulan di  wilayah Kraguman, Jogonalan , Klaten pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2017 lalu. Pelaku adalah GE (27) buruh harian dengan korbannya berusia 14 tahun. Keluarga yang mendapati laporan anak gadisnya, segera melaporkan GE ke polsek setempat.

Info dihimpun, sebelumnya korban memang menginap di rumah pelaku. Saat dijemput oleh keluarga, korban menolak karena ketakutan. Kemudian pelaku ini berinisiatif mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Baca : Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Teryata korban melaporkan apa yang dilakukan pelaku kepada dirinya. Pada saat itu pihak keluarga melaporkan pelaku ke Polsek dan kami lakukan tindak lanjut. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku menyetubuhi korban sebanyak dua kali di rumah pelaku.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing, mengatakan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku.

BacaPasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

“Pelaku dikenai hukuman melanggar Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo 287 ayat (1) KUHP,” katanya.

Kini GE harus mendekam di hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Akrom Hazami

Kakek Cabuli Gadis Cilik di Sragen

Kakek berinisial SD harus mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya di Mapolsek Ngrampal, Sragen. (Humas Polres Sragen)

MuriaNewsCom, Sragen  – Bejat, kakek SD (87) warga Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, mencabuli bocah perempuan berusia 12 tahun, Kamis (12/10/2017). Polisi pun menindak pelaku usai keluarga korban melaporkan ke Mapolsek Ngrampal, Jumat (13/10/2017).

Info yang dihimpun, SD saat itu sedang memegangi kemaluannya sendiri dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya memegang alat kelamin milik korban.

Hal itu rupanya diketahui oleh saksi yang ketika itu sedang berwudu. Mengetahui hal itu, saksi langsung mendamprat pelaku. Seketika, pelaku pura-pura menyalahkan korban.

Saksi pun melaporkan kejadian ke keluarga. Sementara keluarga yang mendapati laporan saksi langsung bereaksi. Mereka melaporkan hal itu ke Polsek Ngrampal.

Kapolres Sragen Arif Budiman mengatakan,  saat ini perkara tengah ditangani oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen akan menyeret pelaku, dan mempertanggungjawabkan perbuatan itu di mata hukum,” kata Arif.

Editor : Akrom Hazami

5 Anak di Bawah Umur Dicabuli, Pelaku : Jarang Dibelai Istri

Foto Ilustrasi (Twitter)

MuriaNewsCom, Solo – Pria berinisial SHY (53) nekat mencabuli lima orang anak di bawah umur di rumahnya di Nusukan, Surakarta, beberapa waktu lalu.  Saat ini, jajaran Polresta Surakarta telah meringkusnya.

Kepada polisi, SHY  menuturkan jika aksinya karena dia tak mampu menahan hawa nafsunya. “Jadi pelaku tinggal bersama istrinya di rumah. Tapi karena istrinya sering tidak di rumah karena bekerja, di situlah dimanfaatkan pelaku melancarkan aksinya,” ungkap Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai, saat ditemui wartawan, di Mapolresta Surakarta.

Pelaku mencabuli lima orang anak yang masih dibawah umur. Tepatnya saat kondisi rumah dalam keadaan sepi. Pencabulan ini bermula dari seringnya korban bermain di rumah pelaku.

Waktu itu, pelaku yang sedang sendirian di rumah, terangsang melihat kepolosan kelima bocah berinisial MR, TL, RF, GB dan ND. Dengan iming-iming uang senilai Rp 1000 – Rp 2000, pelaku menggerayangi tubuh korban.

Wakapolresta mengatakan bahwa pelaku sudah melakukan aksinya sejak awal Agustus lalu. Aksi bejat pelaku akhirnya terbongkar setelah para korban mengadukan perlakuan pelaku kepada orang tua mereka.  Kemudian, para orang tua segera melaporkan kasus tersebut ke Polresta Surakarta.

“Laporan itu langsung kami tindaklanjuti dengan menangkap pelaku termasuk mengamankan barang bukti seperti pakaian korban, uang dan menangkap tersangka,” jelas Andy.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU RI  No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

EDAN, 3 Siswi Digagahi Ramai-Ramai di Pasar Hewan Kebumen

Para pelaku pencabulan diamankan Polres Kebumen. (tribratanews polres kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Bikin geleng geleng kepala, empat orang pria tega mengagahi tiga siswi di Pasar Hewan Kabupaten Kebumen, pada malam hari. Selain dicabuli, ada juga siswi yang disetubuhi.

Melansir dari tribratanews polres kebumen.com, Polsek Kebumen saat ini masih menangani empat kasus persetubuhan dan pencabulan di bawah umur sekaligus. Kasus ini ditangani Polres Kebumen dan merupakan paling menonjol dalam pertengahan 2017 ini.

Dalam kasus tersebut, sedikitnya empat tersangka diamankan Polsek Kebumen. Satu di antaranya tersangka masih berstatus di bawah umur.

Para tersangka yang diamankan polisi masing masing berinisial, PC (21) warga Kebumen, MF (20) warga Buluspesantren, RZ (14) warga Buluspesantren dan FR (20) warga Buluspesantren Kebumen.

Untuk tersangka berinisial AN, saat ini masih dalam pengejaran (DPO). Korban dalam kasus ini adalah tiga siswi dan masih di bawah umur, yang semuanya warga Ambal, Kebumen.

Saat dihubungi Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menerangkan, keempat tersangka kini berada di Rutan Polsek Kebumen dan masih menjalani pemeriksaan, Senin (09/10/2017) pagi.

Berdasarkan informasi, ketiga korban “Mawar, Melati, Kenanga” (bukan nama asli) digagahi tersangka pada tanggal 1-2 Oktober kemarin.

“Ada yang melakukan pencabulan, ada pula tersangka yang melakukan persetubuhan. Kini kasusnya masih didalami. Mereka melakukan aksi bejatnya di Pasar Hewan Kebumen pada malam hari pada tanggal tersebut,” kata Willy.

Masih kata  Willy, tiga tersangka berhasil diamankan polisi pada Rabu (4/10/2017) dan 1 tersangka berinisial FR menyerahkan diri pada Sabtu (07/10/2017) malam.

“Penangkapan tersangka dilakukan Rabu (4/10/2017), tetapi tersangka FR menyerahkan diri di Polsek Kebumen, Sabtu (7/10/2017) malam setelah sempat dilakukan pencarian,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersangka PC dan MF terancam pasal 81 sedangkan RM, FA serta AN terancam pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Kami mengimbau orang tua untuk mengawasi pergaulan anak, mengontrol penggunaan handphone, dan membekalinya dengan ilmu agama agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

Pria Ini Ngaku Titisan Nabi Adam dan juga Cabuli ABG

Polres Tegal membekuk Sutrisno (42) warga Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. (Facebook)

MuriaNewsCom, Slawi –  Polres Tegal membekuk Sutrisno, warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan modus mengaku sebagai guru spiritual. Tak hanya itu, pria berusia 42 tahun ini juga tengah diselidiki atas dugaan melakukan penistaan agama.

Melansir radartegal.com, pelaporan tersebut dilakukan oleh warga yang sempat menjadi pasien pengobatan tradisional yang dibuka Sutrisno sejak 2011 dan kemudian berubah menjadi pengajian mulai 2013. Pengajian tersebut diikuti hingga belasan orang.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Tegal, dalam pengajian itu, Sutrisno menyampaikan ajaran-ajaran yang melenceng dari ajaran agama. Warga yang tinggal di RT 27 RW 04 itu juga menyebut dirinya sebagai titisan Nabi Adam. Sutrisno diduga juga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku melakukan aksinya dengan modus mengaku sebagai guru spritual.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan terhadap korban, EP (17) hingga berkali-kali di pekarangan rumahnya yang dijadikan pelaku sebagai tempat menerima tamu-tamu yang hendak berkonsultasi dengannya.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo mengatakan, pelaku ditangkap setelah korban yang merupakan tetangga pelaku melaporkan tindakan pencabulan yang dialaminya pada Senin (2/10/2017). “Setelah laporan korban kita selidiki, pelaku kita tangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dikenakan perbuatan pencabulan,” kata Heru.

Modus pelaku awalnya meminta korban yang datang ke rumahnya bersama kekasihnya, OP, untuk berhubungan intim. Setelah menyaksikan korban dan kekasihnya berhubungan intim, pelaku kemudian memaksa korban untuk berhubungan intim dengannya. “Modusnya, tersangka mengancam akan menyebarluaskan hubungan intim korban dengan pacarnya agar korban mau berhubungan intim dengannya,” ungkapnya.

Menurut Heru, berdasarkan pengakuan korban, tersangka sudah enam kali melakukan perbuatan bejatnya. Seluruhnya dilakukan di pekarangan di belakang rumah pelaku pada malam hari. “Berdasarkan laporan korban, perbuatan tersangka sudah dilakukan sejak sebelum bulan puasa lalu. Apakah ada korban lainnya, kita masih dalami,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawaban perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Editor : Akrom Hazami

Bejat, Paman di Blora Ini Tega Cabuli Keponakan Hingga Hamil 7 Bulan

Mukhlisin (22), warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung diamankan polisi karena mencabuli keponakannya yang masih berusia 15 tahun hingga hamil tujuh bulan. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Mukhlisin (22), warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung , Kabupaten Blora, diamankan jajaran Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Blora. Penyebabnya, dia diketahui mencabuli seorang gadis berinisial Melati (15) yang merupakan keponakan sendiri.

Kapolres Blora AKBP Saptono  melalui Kasat Reskrim AKP Herry Dwi mengatakan, pencabulan tersebut berawal ketika sang paman menyatakan cinta kepada korban.

Walau pun tersangka sudah beristri dan mempunyai seorang anak. Selama kurang lebih 2 tahun yang lalu hubungan asmara terlarang tersebut terjalin.

”Persetubuhan itu sering dilakukan di rumah pelaku terhadap korban saat keadaan sepi, hingga membuat korban hamil tujuh bulan saat ini,” katanya seperti dikutip halaman resmi Polres Blora.

AKP Herry menjelaskan, kejadian tersebut terbongkar setelah ibu korban mencurigai perkembangan bentuk tubuh yang tidak wajar yang dialami anaknya. Kemudian kedua orang tuanya menanyakan kepada korban, sampai dirinya menceritakan semua yang dialaminya bersama pamannya itu.

”Menurut keterangan korban, dirinya melakukan hal tersebut didasari karena korban dijanjikan akan dinikahi jika hamil,” ujar Kasat Reskrim.

Merasa tidak terima orang tua korban melaporkan perkara tersebut ke Polsek Randublatung pada hari Kamis tanggal 21 September 2017 lalu. Hal tersebut langsung ditindak lanjuti Unit PPA Sat reskrim Polres Blora, setelah mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi yang cukup.

Pelaku ditangkap hari Sabtu tanggal 23 September 2017 di rumahnya tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolres Blora untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 7 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 16 tahun penjara.” tegas Kasat Reskrim AKP Herry.

Editor: Supriyadi

Guru Ngaji Cabuli Santrinya di Masjid Jepon Blora

Barang bukti pakaian yang dikenakan korban pencabulan guru ngaji di Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Guru ngaji, MJ (46), warga Desa Blungun Rt 3 Rw 1, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, harus berurusan dengan hukum. MJ mencabuli santrinya berusia 8 tahun di salah satu masjid. Satreskrim Polres Blora kini telah menangkap MJ usai keluarga korban melaporkannya ke polisi.

Kejadian bermula, saat MJ dan korban usai melakukan salat duhur di salah satu masjid di Jepon, Selasa (1/8/2017). Usai salat, MJ memanggil korban, tapi tak dihiraukan. MJ lantas menarik tangan dan menurunkan celana yang dipakai korban.

Korban hendak melarikan diri dan meronta, tapi pelaku memarahinya. Aksi pencabulan itu dilakukan MJ di dalam masjid. Usai dicabuli, MJ mengancam korban agar tidak memberitahukan aksi tersebut. MJ tak lupa memberi uang Rp 2 ribu kepada korban. Uang tersebut diberikan sebagai uang jajan.

Selanjutnya korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut ke ibunya. “Aksi tersebut terbongkar setelah korban bercerita kepada orang tuanya dan langsung  melaporkan tindak pencabulan itu ke polisi,” ujar Kapolres Blora AKBP Saptono dikutip dari halaman resmi, Polres Blora, Sabtu (26/8/17).

Polisi menyita pula barang bukti yang diamankan, yaitu baju berwarna merah muda, dan celana kain berwarna kuning. “Kasus ini juga masih dalam pemeriksaan tim penyidik Sat Reskrim Polres Blora,” katanya.

Menurut pengakuan tersangka di depan polisi, dirinya melakukan perbuatan cabul karena tak mampu membendung hawa nafsunya. Pelaku mengaku sudah lama bercerai dengan istrinya, dan belum menikah lagi. “Saya mengaku khilaf melakukan perbuatan itu pak, lantaran hasrat hawa nafsu saya yang menggebu-gebu,” ujar MJ sembari tertunduk.

Saptono mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak perempuan agar menjaga anaknya dengan baik. Termasuk, orang tua juga perlu memantau pergaulan sehari-hari anak.” Jangan mudah  percaya dengan siapapun. Terutama anak yang masih di bawah umur,” imbaunya

Akibat perbuatannya, pelaku diancam Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak di bawah umur.

Editor : Akrom Hazami

 

Pencabulan Gadis Ini Bermula dari Kenalan di Alun-alun Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memeriksa pelaku saat gelar perkara kasus pencabulan, di mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Yusuf Efendi alias Muhammad Doni Hermawan (28) warga Bae yang kepergok berbuat cabulan dengan N (13)  di Kota, ternyata teman baru. Mereka berdua kenalan saat ada salah satu acara di Kudus.

Kepada polisi, pelaku mengaku dirinya kenalan dengan N di salah satu acara di Alun-alun Kudus, belum lama ini. Keduanya bertukar nomor telepon hingga akhirnya aktif berkomunikasi. Setelah itu, pelaku juga menanyakan alamat korban. Pelaku pun akhirnya bertandang ke rumah korban. Sampai akhirnya pertemuan terjadi di rumah korban. Di rumah korban itulah, pelaku melakukan pencabulan.

“Usai dapat alamatnya di Kota. Saya datang ke rumahnya untuk bertemu dengan dia (korban),” katanya singkat saat gelar perkara di Mapolres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, pelaku diancam Pasal 81 dan atau 82 UU RI nomor 35 2014 tentang perubahan atas UU no 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak sejumlah Rp 5 miliar.

Kapolres berharap tidak akan ada lagi kasus semacam itu.  Apalagi sampai menimpa anak-anak. Sebab ke depannya akan berdampak pada psikologis korban. “Kalau ada kejadian dapat lapor secepatnya ke kami, baik ke polres ataupun ke polsek terdekat untuk kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Cabuli Gadis di Bawah Umur Kepergok, Pemuda Sembunyi di Balik Sofa di Kudus 

Cabuli Gadis di Bawah Umur Kepergok, Pemuda Sembunyi di Balik Sofa di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat melakukan gelar perkara kasus pencabulan yang menimpa gadis di bawah umur di  mapolres setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang pemuda asal Bae, Kudus, Yusuf Efendi alias Muhammad Doni Hermawan, tertangkap basah saat melakukan pencabulan di wilayah Kecamatan Kota. Saat itu, pelku bersembunyi di balik sofa.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, peristiwa terjadi pada 18 Februari lalu, di wilayah Kecamatan Kota. Saat itu, pemuda 28 tahun itu datang ke rumah N (13) warga Kota sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saat itu pelaku datang ke rumah korban. Pelaku masuk ke ruang tamu karena saat itu pintu sudah terbuka. Kemudian mereka duduk sambil berbincang-bincang. Kemudian pelaku beraksi di ruang tamu,” katanya kepada wartawan saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Selasa (21/2/2017).

Pelaku yang mulai tak terkontrol, mencoba mengajak korban untuk melakukan hubungan. Tiba-tiba, datang tante korban. Tante mendapati pelaku yang ternyata bersembunyi di balik sofa.  “Tante langsung meminta pelaku duduk di sofa, dan ditanya tentang perbuatan yang dilakukan,” ujar Andy.

Tak lama kemudian, sejumlah tetangga datang ke rumah korban. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi “Pelaku dibawa ke Polsek Kudus setelah petugas menerima laporan. Petugas membawa hari itu juga sekitar jam 23.00 WIB.

Editor : Akrom Hazami

 

Gadis di Bawah Umur Diperkosa di Hotel Melati Usai Kenalan Lewat Medsos

Pelaku pencabulan DM, warga Wedarijaksa Pati, harus mempertanggungjawabkan aksi bejatnya. (Tribratanewskudus)

Pelaku pencabulan DM, warga Wedarijaksa Pati, harus mempertanggungjawabkan aksi bejatnya. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Gadis di bawah umur, RM (15) warga Kecamatan Mejobo, Kudus, jadi korban pencabulan. Korban dicabuli oleh pria kenalannya DM (30) warga Desa Pangerharjo, Wedarijaksa, Pati. Pelaku dikenal korban lewat media sosial (medsos).

Dikutip Tribratnewskudus.com, Satuan Reserse Polres Kudus mengamankan pelaku pencabulan di bawah umur yang telah ditangkap pihak keluarga korban, Jumat (20/1/2017).

Korban berkenalan dengan pelaku DM, lewat medsos. Kemudian keduanya menjalin hubungan. Mereka sebelunnya telah bertukar nomor ponsel. Jalinan asmara berlanjut ketika DM mulai berani berkunjung ke rumah RM. Orang tua RM pun mengetahui kalau anaknya berteman dengan DM namun tidak menyangka jika DM memiliki hubungan khusus dengan anaknya.

DM sering mengajak RM pergi kencan saat libur sekolah dan menginap di salah satu hotel di Kudus. Beberapa hari kemudian RM menghilang selama 5 hari dan diketahui pergi bersama DM.

Menurut keterangan korban setelah ditemukan, pelaku mengajaknya menginap disalah satu hotel kelas melati untuk melampiaskan nafsunya. DM mengaku tidak memaksa korban untuk berhubungan badan. Bahkan pelaku ingin berhubungan serius dengan korban.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai  melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli menerangkan pihaknya telah menerima lapaoran keluarga korban tentang kasus ini. Penyidik masih mendalami keterangan tentang kasus tersebut. Korban juga masih diperiksa karena masih di bawah umur.

“Korban masih takut mengaku. Jadi kami masih mempelajari keterangan tersangka,korban, dan beberapa saksi lain. Meskipun perbuatan itu dilakukan suka sama suka, kasus ini tetap akan terus dilanjutkan mengingat korban masih dibawah umur,” katanya.

Korban dimungkinkan mengalami trauma dan belum mengetahui secara pasti kondisi psikologis korban. Polisi berharap korban dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Dengan begitu, kasus ini segera dapat diproses dengan cepat.

Editor : Akrom Hazami