Jadi Tersangka, Sopir Bus Indonesia yang Guling di Kudus Diancam 5 Tahun Penjara

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memberikan santunan kepada ahli waris korban lakalantas, Sabtu. (2/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus akhirnya menetapkan sopir Bus Po Indonesia Ikhwan Mukminin (46) asal Rembang sebagai tersangka kecelakaan maut di Jalur Lingkar Selatan Kudus, turut Desa Tanjung Karang, Jati, beberapa waktu lalu. Atas kejadian itu, sopir diancam kurungan penjara hingga lima tahun.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, sopir bus sudah melanggar UU LAJ tahun 2009 pasal 310. Atas dasar itu, hukuman yang diancamkan kepada Sopir bus bisa sampai lima tahun kurungan.

“Hukuman bisa juga bertambah tergantung hasil penyidikan. Jika dalam sidik yang berlangsung menemukan bukti baru, maka bisa ditambah dengan pasal lainya juga,” katanya, Senin (4/9/2017).

Baca Juga : Dirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Kapolres juga memastikan akan melakukan penyidikan secara tuntas terkait kasus kecelakaan maut hingga tuntas. Bahkan ia pun akan mendalami perkara yang menewaskan lima warga Kudus itu.

”Saat ini yang jadi tersangka baru sopir saja. Untuk kernet dan juga kondektur hanya sebatas dimintai keterangan. Namun tak menutup kemungkinan pelaku bertambah dengan proses yang berjalan,” tegasnya.

Dari hasil kesimpulan sementara, tambah Kapolres, penyebab kecelakaan lantaran sopir ngebut dan tak bisa mengendalikan bus. Ditambah lagi, dari hasil tes juga tak ditemukan adanya narkotik atupun miras, sang sopir bahkan dinyatakan sehat dan tidak dalam keadaan ngantuk.

Editor: Supriyadi

Ditabrak Bus Indonesia, Emak-emak di Pati Langsung…

Kondisi Bus Indonesia usai alami kecelakaan di Juwana Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Pati-Juwana, Desa Mintomulyo, Juwana, Jumat (1/9/2017) petang sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketiga kendaraan tersebut, sepeda motor Mio J K 6367 PG dengan Bus Indonesia L 7557 UV dan truk yang tidak diketahui identitasnya. Kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara Mio, Yuni Kiswati (38), warga Mintomulyo RT 10 RW 4, Juwana mengalami luka ringan.

Yuni mengalami luka lecet pada tangan kanan, patah bahu kiri dan opname di RS Budiagung Juwana. Sementara Bus Indonesia mengalami ringsek pada bagian depan kendaraan.

Baca : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Kanit Laka Polres Pati Ipda Suyadi mengatakan, kecelakaan bermula ketika pengendara Mio melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sekitar 50 km per jam. Dari belakang, bus PO Indonesia melaju dengan kecepatan 70 km per jam.

“Dari arah berlawanan, ada truk melaju. Seteleh pengendara Mio menyeberang ke kanan, tertabrak Bus Indonesia dari belakang karena jaraknya sudah terlalu dekat,” kata Ipda Suyadi, Sabtu (2/9/2017).

BacaDETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Bus Indonesia yang oleng akhirnya menabrak truk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Petugas yang mengetahui informasi tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti dan mengecek kondisi korban. Saksi-saksi dan barang bukti diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

Baca4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Dirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jateng memeriksa bangkai Bus Indonesia yang menewaskan lima orang, Jumat (1/9/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jateng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas antara Bus Indonesia Nopol L 7519 UV dengan 7 sepeda motor dan 3 mobil.

Tim dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto, Jumat (1/9) siang. Dalam olah TKP, tim melakukan rekam jejak pra dan pasca kejadian dengan memakai metode TAA.

Baca Juga: Ini Kronologi Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Dirlantas mengatakan hasil olah TKP dapat diumunkan dalam dua hari ke depan. Namun dari hasil sementara didapati bahwa bus tersebut kondisi rem dan sebagainya masih layak.

“Pengakuan sopir rem blong itu tidak benar karena setelah diuji coba oleh tim ternyata masih baik,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya masih akan mempelajari semua bukti-bukti yang didapat termasuk keterangan sopir dan kernetnya, maupun hasil tes urine terhadap sopir.

“Satlantas Kudus tadi malam telah melakukan tes urine untuk mengetahui kondisi pengemudinya apakah dalam pengaruh alkohol, obat atau tidak,” ungkap Dirlantas.

Baca Juga: Ini Daftar Sementara Korban Kecelakaan Bus Indonesia di Kudus

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto menjelaskan jika kejadian laka lantas yang terjadi di Simpang Tanjung karena sopir yang diketahui bernama Ikhwan Mukminin Bin Margono (46) warga Desa Tireman RT 01/RW 02, Kecamatan/Kabupaten Rembang ugal-ugalan dengan memacu kendaraan cukup tinggi.

Akibatnya, saat berada di traffic light, bus tidak terkendali yang kemudian oleng dan menabrak 10 kendaraan yang berada di trafic light dari arah selatan atau dari jalur Kudus- Purwodadi yang sedang berhenti menunggu lampu menyala hijau.

Baca Juga: Selain Over Kapasitas, Sopir Bus Indonesia yang Terguling di Kudus Juga Ugal-ugalan

“Kondisi bus over kapasitas penumpang karena mengangkut 90 orang namun sudah turun disimpang Ngembal Kudus sebanyak 20 orang, pada saat kejadian masih mengangkut 70 penumpang,” ujarnya.

Ditambahkan untuk korban yang meninggal bertambah 1 orang atas nama Kartini warga Undaan Kudus sehingga total menjadi 5 orang, sedangkan yang luka-luka dan dirawat di RS Mardi Rahayu dan RS dr. Loekmono Hadi Kudus masih 15 orang.

Editor: Supriyadi

Selain Over Kapasitas, Sopir Bus Indonesia yang Terguling di Kudus Juga Ugal-ugalan

Sejumlah petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan Bus Indonesia di Proliman, Tanjung, Kudus, Jumat (1/9/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Fakta baru terkait kecelakaan lalu lintas antara Bus Indonesia Nopol L 7519 UV dengan 7 sepeda motor dan 3 mobil yang terjadi di Jalur Pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam, kembali mencuat.

Di luar dugaan, selain penumpang yang over kapasitas, sopir Bus Indonesia juga ugal-ugalan saat melaju di tempat kejadian perkara.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto menjelaskan, jika kejadian laka lantas yang terjadi di Simpang Tanjung karena sopir yang ugal-ugalan dengan memacu kendaraan cukup tinggi.

Akibatnya ketika berada di traffic light, bus tidak terkendali yang kemudian oleng dan menabrak 10 kendaraan lain yang berada di trafic light dari arah selatan atau dari jalur Kudus- Purwodadi yang sedang berhenti menunggu lampu menyala hijau.

”Kondisi bus juga over kapasitas penumpang karena mengangkut 90 orang namun sudah turun di simpang Ngembal Kudus sebanyak 20 orang. Pada saat kejadian masih mengangkut 70 penumpang,” ujarnya.

Akibatnya, lima orang harus kehilangan nyawa dan puluhan lainnya harus menjalani perawatan karena luka yang diderita. Atas kejadian itu, sang sopir langsung dites urin guna mengetahui kondisi sang sopir dalam pengaruh alkohol atau tidak.

”Hasilnya masih belum keluar. Saat ini kami juga masih menunggu olah TKP. Begitu ada informasi, sesegera mungkin akan kami beritahu,” tegasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini korban yang meninggal hanya lima orang, sedangkan yang luka-luka dan dirawat di RS Mardi Rahayu dan RS dr. Loekmono Hadi Kudus masih 15 orang.

Editor: Supriyadi

Membaik, Belasan Korban Kecelakaan Bus Indonesia di Kudus Dibolehkan Pulang

Sejumlah pasein korban kecelakaan maut di Kudus menjalani perawatan di RS Mardi Rahayu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi korban kecelakaan maut Bus Indonesia yang terguling di Jalur Pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam yang dirawat di RS Mardi Rahayu berangsur membaik.

Puluhan korban tersebut bahkan diizinkan pulang dengan catatan tetap melakukan kontrol untuk memudahkan pantauan dan perawatan.

Kanit Laka Polres Kudus Iptu Ngatmin menyebutkan, banyak dari korban yang semalam di rumah sakit sudah dipulangkan. Tercatat, hingga pukul 11.00 WIB hari ini (1/9/2017) korban yang meninggalkan rumah sakit lebih dari separuhnya.

”Kebanyakan lukanya tidak begitu parah, sehingga begitu penanganan medis sudah diperbolehkan pulang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga: Ini Daftar Sementara Korban Kecelakaan Bus Indonesia di Kudus

Dia menjabarkan, dari 33 korban yang dirawat di RS Mardi Rahayu, saat ini tinggal 18 pasien yang masih menjalani perawatan intensive. Kebanyakan pasen tersebut mengalami patah tulang dan membutuhkan perawatan ekstra.

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Kudus. Dari 12 korban kecelakaan yang dirawat tinggal dua pasien saja. Meski begitu, ia meminta semua pasien korban kecelakaan Bus Indonesia tetap melakukan kontrol hingga kondisi dinyatakan sembuh.

”Ya, kami harap tetap periksa. Kadang-kadang, ada hal-hal yang kurang diperhatikan saat di rumah dan berakibat fatal. Karena itu, periksa kembali sangat disarankan,” terangnya.

Sebelumnya, insiden kecelakaan maut melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya dengan Avanza, minibus, serta sejumlah mobil dan beberapa unit sepeda motor menimbulkan banyak korban. Para korban tersebut kebanyakan dilarikan ke RS Mardi Rahayu dan RSUD Kudus.

Editor: Supriyadi

 

Korban Bus Indonesia Guling di Kudus, 4 Tewas, dan 45 Luka Akan Disantuni Jasa Raharja

Korban masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan bus Indonesia dengan 10 kendaraan di Jalan Lingkar Proliman Kudus, menyebabkan banyak korban. Data yang dicatat PT Jasa Raharja ada 4 orang tewas dan sekitar 45 orang luka-luka.

Arya Bramanto mengatakan, jumlah korban tewas ada 4 orang. Korban tewas saat ini berada di RS Mardi Rahayu Kudus.

Dari info yang dihimpun di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Sedangkan korban luka dirawat di dua rumah sakit. Rinciannya, 33 orang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Sedangkan 12 orang luka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Baca juga Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Para korban baik tewas maupun luka akan mendapatkan santunan kecelakaan yang sudah dijamin oleh UU No 33 tahun 1964 dan UU No 34 tahun 1964. Besar santunan yaitu Rp 50 juta per jiwa dan bagi korban luka ada santunan biaya pengobatan Rp 20 juta per orang.

Diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan 11 kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

 

Tragedi Bus Indonesia Guling Tewaskan 4 Orang di Kudus, 11 Kendaraan Terlibat

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam.

Data yang diterima di lapangan, ada banyak kendaraan yang terlibat:

  1. Bus PO Indonesia nomor polisi H-7519 UV
  2. Mitshubishi L300 nomor polisi K1949 BN
  3. Avansa nopol : H 9189 BF
  4. Luxio nopol : H9144LR
  5. Sepeda motor Mio nopol: K 2495 BR
  6. Sepeda motor Supra nopol K 5710PK
  7. sepeda motor Beat nopol K2918RR
  8. Sepeda motor CB150R nopol K3449PR
  9. Sepeda motor Vario K 4972 QB
  10. Sepeda motor Vario K3290HE
  11. Sepeda motor Vixion K4295LM

Identitas pengendara bus Indonesia Ikhwan Mukminin Bin Margono (46)  warga Desa Tireman RT 01/02, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Kronologinya, bus Indonesia berjalan dari arah Pati ke Jepara dengan kecepatan tinggi dengan kondisi rem dan handrem blong sebelum terjadi laka lantas. Sampai di lokasi kejadian di Proliman, bus banting setir ke kiri kemudian mengguling ke kanan, selanjutnya menimpa minibus dan sepeda motor yang sedang menunggu lampu trafik menyala hijau.

Editor : Akrom Hazami

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Bangkai kendaraan yang guling dan tertabrak di jalan pantura Proliman Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Dari info yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Kerabat korban meninggal dari Sri Mulyaningsih, Zainal Arifin (62) di RS Mardi Rahayu Kudus mengatakan, kedua korban meninggal yakni Sri Mulyaningsih dan Edi Handoko, adalah saudaranya. “Saya tahu dari buka FB (Facebook) kalau ada kecelakaan. Saya curiga, dan mendatangi lokasi. Serta ke RS,” kata Zainal.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Karena penasaran, Zainal pun tanya kepada petugas rumah sakit untuk melihat korban luka dan yang meninggal dunia. Ternyata, Zainal mengenal wajah dua korban yang meninggal dunia. Korban Sri Mulyaningsih merupakan keponakannya. Sedangkan Edi Handoko adalah suami Sri.

Sementara dua anak Sri, Feri Setiawan (7) dan Ahmad Algaruk Haidar (7) mengalami luka-luka. Infonya, kata Zainal, keluarga keponakannya pergi naik sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, sepeda motornya ikut terkena badan bus yang terseret.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

“Sepeda motor (milik korban) ketindihan mobil. Luka pada korban Edi memar di sejumlah bagian tubuh. Tapi wajah masih bisa dikenali. Sedangkan luka Sri di paha tapi wajah masih bisa dikenali,” ungkapnya.

 Saat ini, korban meninggal masih berada di RS Mardi Rahayu Kudus. Sementara lokasi kejadian, arus lalu lintas masih ditutup untuk jalur dari Proliman ke Undaan. Bangkai bus masih di lokasi. Arus pantura di jalan lingkar Proliman merayap.

Editor : Akrom Hazami

DETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Menurut salah satu penumpang bus yang selamat, Ahmad Zainal Fuadi (30) warga Sukosono, Kedung, Jepara, bus melintas dari Surabaya. Dia naik bus Indonesia dari Lamongan, Jawa Timur.  Dirinya duduk di barisan kursi penumpang nomor 2.

“Saat itu penumpang bus penuh.  Bahkan ada penumpang yang berdiri. Pas habis magrib. Bus ngebut. Bus jalannya tidak stabil. Tiba-tiba bus guling. Banyak penumpang berteriak Allahu Akbar,” kata Zainal ditemui di RS Mardi Rahayu Kudus.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Bus guling lebih dulu. Kemudian, bus terseret dan mengenai mobil dan sejumlah sepeda motor. “Tadi banyak penumpang berlarian cari selamat di tempat kejadian,” ujarnya.

Sampai sekarang, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

KRONOLOGI Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam.  Insiden melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Dari penuturan saksi mata, Edy di lokasi kecelakaan, mulanya bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pati, hendak ke arah barat. Namun sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dari keterangan saksi kepada polisi, kecelakaan bermula bus melintas dengan kecepatan tinggi mau ke Jepara. Sesampainya di lokasi kecelakaan, bus kesulitas mengontrol. “Bus banting setir ke kiri. Sampai akhirnya bus naik ke median jalan hingga terguling mengenai Avanza, dan beberapa kendaraan,” kata Ngatmin.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Pantauan di lokasi saat ini, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. 

Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi. Sejumlah petugas telah berada di lokasi kejadian untuk mengatur dampak kecelakaan lalu lintas. Hasil penelurusan polisi sementara, kecelakaan berakibat banyak korban.

“Ada 10 lebih korbannya. Kepastiannya saya belum ngecek. Korban dibawa ke Mardi Rahayu (RS Mardi Rahayu) dan RSUD (RSUD Loekmono Hadi),” kata Ngatmin kepada MuriaNewsCom, di lokasi.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Pantauan di tempat kejadian, sejumlah mobil ambulans hilir mudik membawa penumpang bus, atau pengendara yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

Bus saat ini masih terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga masih mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Akibat kecelakaan, sejumlah penumpang mengalami luka. Belum jelas, apakah ada korban meninggal dunia atau tidak.

Saksi mata, Edy, mengatakan, kecelakaan terjadi saat bus melaju kencang dari arah timur atau Pati. Sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Bus terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga pun mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami