Inspiratif! Perempuan Muda Ini Bakal Buka Bisnis Busana dari Sampah

Isna mengenakan busana daur ulang sampah hasil karyanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Isna mengenakan busana daur ulang sampah hasil karyanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka, sampah dari beragam barang bekas tak terpakai bisa disulap menjadi produk dengan nilai ekonomi yang tinggi. Hal itu yang akan dilakukan Isnaini Nur Maimunah (22), warga Kelurahan Kalidoro RT 1 RW 1, Pati.

Satu produk busana dari daur ulang sampah buatannya, rencananya dibanderol dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. Mahal tidaknya produk ditentukan jenis bahan dan tingkat kerumitan membuat busana.

“Saat ini, busana buatannya saya baru sebatas mau disewa untuk keperluan even, seperti fashion show, karnaval, dan kegiatan lainnya. Kemarin, ada dua sampai tiga orang yang sudah mau menyewa,” ujar Isna, Kamis (5/5/2016).

Bila permintaan banyak, Isna rencananya akan membuat sejumlah gaun dari daur ulang sampah untuk disewakan. Selain itu, perempuan kelahiran 10 Mei 1993 ini juga akan menjualnya ke toko online.

“Ada rencana untuk jual ke toko online. Kalau memang nantinya terkendala pengiriman, kita akan buka gerai di rumah saja. Media sosial nantinya akan jadi wadah untuk promosi saja,” imbuhnya.

Ia menambahkan, busana dari pemanfaatan daur ulang di Pati terbilang masih jarang yang mengembangkan. Karena itu, dirinya tergerak untuk mengembangkannya. Terlebih, busana daur ulang sampah juga tak kalah mahalnya dengan busana pada umumnya yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Editor : Akrom Hazami

Gadis Cantik Asal Pati Ini Kembangkan Busana dari Sampah

Gadis Cantik Asal Pati Ini Kembangkan Busana dari Sampah (e)

Isnaini mengenakan busana buatannya dari pemanfaatan sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Isnaini Nur Maimunah (22), gadis cantik asal Desa Kalidoro RT 1 RW 1, Kecamatan Pati saat ini tengah mencoba mengembangkan busana dari pemanfaatan sampah. Dibantu ibunya, Isna berhasil merancang busana dari pemanfaatan koran bekas, botol air mineral, tutup botol, plastik bungkus sisa, bungkus makanan hantaran sisa hajatan, kancing bekas, dan kawat.

Butuh waktu cukup lama untuk membuat busana dari pemanfaatan sampah. Satu gaun siap pakai bisa memakan waktu tiga minggu hingga satu bulan. “Butuh waktu lama, karena masih menggali ide dan melakukan eksperimen,” ujar Isna saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Kamis (5/5/2016).

Bila satu model gaun sudah berhasil dibuat, maka pembuatan untuk kedua kalinya hanya butuh tiga sampai lima hari saja. Pun, itu sudah memanfaatkan sisa waktu kerja.

“Saya setiap hari kerja. Jadi, saya harus mencuri waktu untuk menyelesaikan satu gaun dari sampah. Kalau ide sudah ketemu dan eksperimen berhasil, maka tak butuh waktu lama untuk membuat satu gaun. Tiga sampai lima hari saja sudah jadi,” tuturnya.

Satu busana yang sudah dibuat Isna, plastik dibuat semacam rangkaian bunga yang berfungsi sebagai topi, kemben, dan penghias sepatu. Tutup botol yang dirangkai menjadi penutup badan bagian perut. Koran bekas dan botol air mineral digunakan sebagai rok.

“Kawat digunakan untuk mengangkat rok biar bisa mengambang dan tidak jatuh ke bawah. Tutup botol cukup dilem saja untuk menutupi bagian perut. Awalnya cuma membayangkan, seumpama begini dan begitu. Ternyata hasilnya lumayan bagus,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Percaya atau Tidak, Busana Anggun Buatan Warga Pati Ini Didesain dari Koran Bekas

uplod jam 11.30 gaun koran(e)

Novi Widya Ardani mengenakan gaun yang terbuat dari koran bekas buatan Sri Wahyuni, pensiunan guru asal Kelurahan Kalidoro, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka, bila busana anggun yang terkesan elegan dan mahal bukan berarti dari bahan-bahan mewah. Seperti yang dikenakan Novi Widya Ardani, warga Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota.

Busanaya ternyata berasal dari koran bekas. Busana itu dipakai di atas panggung dengan meliuk-liuk seperti model papan atas. Bulatan-bulatan kecil berbentuk kipas tampak apik melapisi setiap bagian tubuh Novi.

Sri Wahyuni, desainer baju dari koran bekas itu mengatakan, ide itu muncul setelah melihat banyaknya koran yang menumpuk. Bertepatan dengan diadakannya suatu lomba fashion show berbahan barang tak terpakai, Wahyuni mencoba untuk merancang baju dari koran bekas.

“Gaun dari koran bekas itu saya buat bersama menantu saya. Butuh koran sekitar 2 kilogram untuk membuat satu gaun. Harus telaten karena memang butuh waktu yang cukup lama. Satu baju bisa memakan waktu dua hingga tiga minggu,” ujar Wahyuni, Selasa (26/4/2016).

Pada bagian dada hingga pinggang ditutupi kertas tebal yang kemudian dilapisi koran. Selebihnya, busana itu dibentuk dari ratusan kipas-kipas kecil dipasang hingga membentuk busana lengkap.

“Pada bagian bawah sengaja dilebihkan satu meter, karena busana ini bermodel seperti gaun pengantin. Sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu PKK, gaun itu rencananya akan dipajang di balai desa atau bank sampah di desa setempat. Bila ada yang berminat, kita akan produksi lagi,” kata pensiunan guru ini.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Siswa SMA 1 Bangsri Rancang Busana dari Barang Bekas

JEPARA – Beragam cara mengasah kreatifitas seseorang,salah satunya memanfaatkan barang yang sudah tak berguna alias limbah dengan menyulapnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berharga. Hal ini seperti yang dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 1 Bangsri Jepara.

Mereka memanfaatkan berbagai limbah dengan menjadikannya sebuah kostum yang layak dipakai seperti pakaian atau busana pada umumnya. Dengan kreatifitas,  merekamendesain sendiri busana berbahan limbah tersebut menjadi menarik.

Hasil kreatifitas tersebut dipamerkan dalam even pameran bertajuk fashion show ,layaknya sebuah pameran busana professional. Dengan mengenakan busana berbahan limbah yang mereka buat sendiri, mereka berlenggak-lenggok memamerkan karya mereka. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)