Perusahaan dan Awak Otobus di Kudus Keluhkan Pemindahan Terminal Terboyo

MuriaNewsCom, Kudus – Penonaktifan Terminal Terboyo sebagai muara bus-bus dari Pantura Timur (termasuk Kudus) karena perubahan status terminal dari A ke C dikeluhkan awak Perusahaan Otobus. Terminal pengganti yakni Penggaron dan Mangkang dinilai terlalu jauh.

“Kalau jadi pindah ke Mangkang atau Penggaron terminalnya, ya terlalu jauh,” ungkap Tiyan (35) kernet PO Nusantara jurusan Kudus-Semarang, Senin (15/1/2018).

Faktor jarak sangat berpengaruh pada operasional busnya, mengingat armada busnya biasanya empat kali pergi pulang (Kudus-Semarang). Sementara dengan pemindahan terminal, dikhawatirkan jadwal keberangkatan tak sampai sebanyak itu.

“Biasanya empat kali rit, namun dengan pemindahan terminal ini, bisa jadi cuma dua kali paling banyak tiga kali,” tambahnya.

Baca: Peralihan Status Terminal Terboyo Diterapkan, Penumpang di Kudus Sempat Telantar

Namun demikian, dirinya tak bisa berbuat banyak terkait hal itu. Lantaran pemindahan terminal adalah wewenang mutlak dari Pemerintah Kota Semarang.

Dalam cuitannya di Twitter @Dishubkotasmg, Dinas Perhubungan Kota Semarang telah melakukan upaya pemindahan terminal dilakukan per hari Senin ini. Hal itu dengan memasang rambu larangan masuk ke terminal Terboyo dan pengarahan bus AKAP dan AKDP ke Terminal Penggaron dan Terminal Mangkang.

Sementara itu, akibat pemindahan tersebut calon penumpang bus jurusan Semarang atau Pati dari Kudus sempat Telantar. Hal itu karena, tidak ada bus yang melayani penumpang, karena awak bus tengah diberi sosialisasi oleh dinas perhubungan terkait penonaktifan Terminal Terboyo.

Hal itu diakui oleh petugas retribusi Terminal Jati Kudus Seniman. Menurutnya, setiap 15 menit sekali ada bus yang memasuki terminal itu, namun dari pukul 09.00 hinga 12.00 WIB hari Senin, baru ada satu bus yang memasuki terminal.

Editor: Supriyadi

25 Orang Luka saat Bus Rombongan Perangkat Desa Purworejo Kecelakaan di Banyumas

Bus mengalami kecelakaan di Banyumas, Rabu dini hari. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banyumas – Rombongan perangkat desa dari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, mengalami kecelakaan Banyumas. Sebanyak 25 orang mengalami luka-luka dan 5 orang di rujuk ke RSUD Purworejo.

Dilansir dari detik.com, kecelakaan terjadi di tikungan Babakan, Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Rabu (25/10/2017) sekitar pukul 03.30 WIB. Bus mengangkut rombongan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) seusai mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Jakarta.

Namun saat pulang melalui jalur selatan wilayah Lumbir dari arah Bandung, bus masuk ke sawah dan terguling. Saat ini korban luka sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas Lumbir. Lima korban luka berat di rujuk ke RSUD Purworejo.

“Yang luka luka dari perangkat desa ada 25 orang dan 5 diantaranya luka berat akan dirujuk ke Purworejo. Ada satu lagi kernet juga luka ringan,” kata Dodo, Sekdes Kedunggede, Lumbir yang ikut menengok di Puskesmas Lumbir, Rabu (25/10/2017).

Salah satu perangkat desa yang menjadi korban kecelakaan, Makmun (56) mengatakan jika saat kejadian dirinya duduk di belakang sopir dalam kondisi mengantuk. Namun tanpa diketahuinya bus Brilian nopol AA 1632 DD yang ditumpanginya sudah masuk areal sawah dan terguling.

“Saya duduk di belakang sopir, saya ngantuk jadi tidak tahu. Tahu tahu sudah kecelakaan. Yang sakit sini, saya tidak bisa angkat bahu,” ungkap Makmun.

Dia mengungkapkan dari Jakarta bus sempat berhenti dua kali di daerah Jawa barat untuk makan dan membeli oleh-oleh, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta sekitar pukul 17.00WIB melalui jalur Bandung.

“Setelah makan di daerah Nagrek dan berhenti beli oleh-oleh. Setelah itu langsung bablas Purworejo tapi malah kecelakaan,” ujarnya.

Sementara menurut kernet bus Brilian Ahmad Sujiono yang saat ini ikut dirawat di Puskesmas Lumbir karena mengalami luka di pundak dan kedua kakinya. Dia sempat mengingatkan sopir bus Wahyu Agung agar berhati-hati dengan kondisi jalan berkelok kelok dan sepi yang menyebabkan mengantuk.

“Ya itu, tahu-tahu bus sudah oleng. Saya ikut ngliyep ngantuk, saya juga sudah ingetin sopirnya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Buruh Tewas Dilindas Bus di Karanganyar

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Karanganyar – Kecelakaan lalu lintas di jalan umum jurusan Grompol-Jambangan menewaskan warga Bangkle Rt 03/Rw IV Desa Karangrejo, Kerjo, Karanganyar, Agus Priyono (35), Rabu (4/10/2017).

Pengendara sepeda motor Honda Beat nopol AA 5160 KN ini mengalami luka serius di bagian kepala akibat terlindas ban bus pariwisata.

“Pengendara Honda Beat terpelanting ke kiri saat hendak menyalip bus itu dari sisi kanan. Lalu terjatuh di aspal dan terlindas ban bus,” kata Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Ahdi Rizaliansyah kepada wartawan dilansir dari krjogja.com.

Korban tewas merupakan seorang kuli bangunan, berniat mendahului bus itu dengan menggeber sepeda motornya dari sisi kanan. Pada saat bersamaan melaju pula sepeda motor Honda Megapro nopol AD 6662 GK dari arah berlawanan. Sepeda motor itu dikemudikan warga Pucangsawit Rt 03/Rw I, Jebres, Solo, Dody Ari Wibowo (20).

Lantaran jarak terlalu dekat dan tak cukup ruang, adu banteng tak bisa dihindarkan. Dua sepeda motor itu sama-sama tumbang. Hanya saja, Agus terjatuh di jalur bus melaju. “Pengendara Megapro luka bagian tangan dirawat di RS DR Moewardi Solo. Sedangkan korban tewas dibawa ke RSUD Karanganyar,” kata Ahdi.

Lebih lanjut Ahdi mengatakan, sopir bus pariwisata diburu. Saat kejadian, jalan itu sepi sehingga tak ada yang mengetahui bus itu langsung berlalu usai melindas orang.

Editor : Akrom Hazami

Petualangan 3 Copet Spesialis Penumpang Bus di Solo Berakhir

FOTO ILUSTRASI (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Sepintar-pintarnya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah itu menggambarkan tertangkapnya tiga pencopet kawakan di wilayah Solo. Tiga orang pencopet yang biasa beroperasi di sejumlah bus AKAP di daerah Serengan, Solo, akhirnya dibekuk polisi setempat.

Ketiga pelaku tersebut,  Mulut (51) warga Kragilan Kadipiro Banjarsari Solo; Muji Lesmono (48) warga Bibis Baru Nusukan; dan Joko Ariyanto (49) warga Balong Sudiroprajan Solo.

Di hadapan wartawan, Polsek Serengan melakukan gelar perkara, Jumat (22/9/2017).  Kapolsek Serengan Kompol Giyono, menjelaskan, bahwa ketiga pelaku ditangkap beberapa hari lalu.

Baca :  Gara-gara Kambing Ribut, Pemilik Rumah di Tambirejo Grobogan Ini Selamat dari Kebakaran

Para pelaku melakukan aksinya terakhir pada 6 Agustus 2017. Saat itu, pelaku beraksi di salah satu bus yang melintas di Jalan Yos Sudarso Geblekgan Solo. Dengan korbannya salah satu warga Wonogiri, Nila Ningrum.

Kerugian yang didera akibat ulah mereka pada hari itu berupa ponsel Lenovo, surat identitas, kartu ATM BRI, dan uang Rp 200 ribu. “Polisi mendapatkan laporan dari korban tak lama setelah kejadian,” kata Giyono.

Dilansir dari Antarajateng.com, polisi segera melakukan penyelidikan selama satu bulan kemudian baru berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap tiga pelakunya. Giyono mengatakan polisi berhasil mengungkap setelah salah satu pelaku mengambil uang milik korban dengan menggunakan kartu ATM BRI di kawasan Mojosongo Solo, senilai Rp5 juta.

“Kami mengecek identitas pelaku melalui monitor CCTV di ATM BRI Mojosongo, dan hasil itu, kemudian dicocokan dengan keterangan saksi awak bus terkait. Kami awalnya berhasil menangkap tersangka Joko Ariyanto di depan Pasar Telukan Grogol Sukoharjo, pada tanggal 13 September,” ucapnya.

Polisi melakukan pengembangan dari hasil penangkapan tersangka Ari, kemudian menangkap tersangka Mulut dan Muji Lesmono di rumahnya masing-masing, Kamis (21/9) sekitar pukul 10.00 WIB. “Tersangka mengaku melakukan aksi pencopetan di dalam bus AKAP sudah selama 10 tahun ini, dan baru ditangkap di Solo,” ungkap Giyono.

Tersangka Ari berperan menghadang-hadangi jalannya calon korbanya saat turun dari bus, sedangkan tersangka Mulut dan Lesmono sebagai eksekusi atau mengambil barang-barang di tas korbannya.

Tersangaka mengaku hasil dari kejahatan dibagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian untuk foya-foya. Atas perbuatan ketiga tersangka dikenai Pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan terhadap barang dan dilakukan secara bersama-sama, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Langgar Trayek, Bus AKAP Jurusan Solo-Jakarta-Bogor Dikandangkan di Mapolres Grobogan 

Petugas gabungan tengah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tegas dilakukan petugas gabungan saat menggelar pengecekan kondisi angkutan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan, Selasa (29/8/2017). Dalam kegiatan itu, ada satu bus, PO Mulia Indah yang diberi sanksi berat tidak boleh melakukan operasi.

Tidak hanya itu, bus jurusan Solo-Jakarta-Bogor ini tersebut juga dibawa ke Mapolres Grobogan untuk diamankan. Tindakan tegas ini dilakukan lantaran bus tersebut beroperasi tidak sesuai trayek yang dimiliki.

Sesuai trayek yang dimiliki, bus bernomor polisi AD-1633-HA ini rute operasinya melalui wilayah Kota Salatiga. Meski demikian, bus ini masih nekat melintasi jalur Grobogan.

“Saya terpaksa lewat Grobogan karena di daerah Salatiga ada proyek pengecoran,” kata sopir bus Edi Santoso pada petugas.

Akibat sanksi ini, sejumlah penumpang yang sudah ada di dalam bus tersebut akhirnya diantarkan ke Terminal Induk Purwodadi dan dialihkan pada armada lainnya. Setelah menurunkan penumpangnya, bus lalu dikandangkan ke mapolres.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, bus yang melanggar trayek baru boleh diambil setelah sidang tilang. Menurut Panji, tindakan tegas itu dilakukan untuk memberikan efek jera pada sopir bus lainnya.

“Bus yang beroperasi tidak sesuai trayek merupakan pelanggaran berat. Tindakan seperti ini disisi lain juga merugikan sopir bus lainnya,” tegasnya.

Panji menambahkan, pemeriksaan kendaraan, khususnya bua antara kota antar provinsi (AKAP) dilakukan terkait libur panjang pada akhir pekan ini. Razia gabungan akan terus digalakkan hingga menjelang Idul Adha.

Editor : Akrom Hazami

Bus Ini Tiba-tiba Terbakar saat Diperbaiki di Kudus 

Bus mengalami kebakaran saat tengah diperbaiki di salah satu bengkel di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah bus berwarna putih hujau, terbakar di kawasan Desa Tanjungrejo, Jekulo, Sabtu (5/8/2017).  Hal itu terjadi saat  awak bus sedang memperbaiki bus di salah satu bengkel di kawasan itu.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri mengatakan, lokasi kebakaran terjadi pada bengkel  Mbelut Mobil milik Abdul Charis (45), warga Desa Tanjungrejo, RT 4 RW 4, Jekulo.  Bus terbakar saat pekerja sedang menangani proses pengelasan bodi mobil.

“Berdasarkan keterangan saksi, bus terbakar sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Tiba-tiba api muncul dari bis. Warga dan kru bengkel kesulitan memadamkan karena api cepat membesar,” kata Subakri kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Subakri mengatakan, bus mengalami kebakaran saat salah satu kru bernama Tasimin sedang melakukan pengerjaan las dan pemotongan pada bagian belakang bus.  Percikan api cepat membesar setelah merembet ke jok bagian belakang.

Api pun merembet pula ke sebagian besar bodi bus. Sejumlah warga melaporkan ke bagian pemadam kebakaran pemkab. Tak lama kemudian, petugas tiba di lokasi. Usaha petugas pemadam kebakaran cepat membuahkan hasil. Terbukti, api cepat padam tak lama setelah petugas beraksi.

Seluruh bagian bus hangus terbakar. Kini, bus menyisakan bagian kerangka. Saat ini, bangkai bus siap dievakuasi dari bengkel tersebut.

“Beruntung dalam kejadian tidak ada korban jiwa. Hanya atas kejadian tersebut, kemungkinan kerugian mencapai Rp 300 juta lantaran bus habis dilalap api. Saat ini, kami masih mendalami kasus tersebut dengan mencari data pemilik dan kondisi bus,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

Dishub Cek Kelaikan Angkutan Jelang Lebaran

Bus saat ngetem menunggu penumpang di Jalan Diponegoro Rembang. Dalam waktu dekat, Dishub Rembang bakal lakukan pengecekan kelaikan angkutan menjelang Lebaran. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang dalam waktu dekat bakal mengecek kelaikan kondisi angkutan umum untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2017.

“Kami akan lakukan pengecekan kelaikan armada angkutan umum, terutama bus. Kami fokuskan di terminal-terminal,” kata Bagian Lalu Lintas Dishubkominfo Rembang Suwarno.

Menurut dia, pengecekan kelaikan armada angkutan umum yang digunakan untuk melayani penumpang pada arus mudik dan balik menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan keselamatan.

Ia menegaskan jika ditemukan adanya angkutan umum yang tidak laik jalan bakal ditarik dari operasional untuk menjalani pembenahan karena membahayakan keselamatan penumpang dan masyarakat.

Menurutnya, di Rembang ada sebanyak 16 perusahaan otobus (PO). Sedangkan transportasi milik perorangan atau angkutan desa sebanyak 303 unit. Rinciannya, untuk bus pariwisata ada 12 PO dengan jumlah bus 630 unit. Kemudian, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ada 2 PO dengan jumlah bus 64 unit. Sedangkan, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ada 2 PO dengan jumlah bus 5 unit, dan angkutan desa ada sebanyak 303 bus.

Dia melanjutkan, untuk pengecekan kesiapan transportasi itu nantinya akan bekerja sama dengan pihak Polres Rembang. Baik pengecekan surat surat bus, kondisi laik jalan dan lainnya.

Editor : Kholistiono

Bus Peziarah dari Muria Kudus Diwacanakan Dihapus

Bus peziarah melintas ke kawasan makam Sunan Muria di Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bus peziarah melintas ke kawasan makam Sunan Muria di Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, mewacanakan penghapusan kendaraan jenis bus peziarah ke kawasan Muria. Dishuh menuturkan alasan penghapusan bus peziarah, karena memenuhi badan jalan. Bus tersebut menghambat arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan, Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya melihat lebar jalan menuju ke wilayah makam Sunan Muria sudah sesak jika dilintasi satu kendaraan bus saja. Jika terjadi simpangan antarbus, maka jalan kerap tak muat, bahkan mepet. Untuk itu, langkah larangan bus wisata dan peziarah ke Muria dianggap sebagai solusi.

“Kalau jalan dilebarkan sudah sulit, jadi solusinya ya bus tidak boleh naik ke Muria. Karena satu bus saja sudah menghabiskan jalan karena ukuran yang besar. Apalagi saat di belokan,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Jumat (13/1/2017).

Menurutnya, keselamatan penumpang jelas menjadi hal yang diutamakan. Kebijakan tersebut juga mendukung kenyamanan para peziarah ke makam Sunan Muria.  Dikatakan wacana tersebut bakal dilakukan tahun ini juga di 2017. Namun sebelum diujicobakan, terlebih dahulu harus dibuatkan skema penataan lalu lintas dan sosialisasi yang intens.

“Nantinya bus peziarah Sunan Muria akan berhenti atau parkir di terminal bakalan Krapyak. Kemudian, untuk naik ke atas akan digunakan angkutan umum ke wilayah atas,” jelasnya.

Cara semacam itu, akan lebih nyaman bagi peziarah. Sehingga kesan jalan Muria yang sesak tidak akan terjadi lagi seperti sebelumnya.

Editor : Akrom Hazami

Ngeri, Ada Bus di Grobogan Baut Rodanya Copot tapi Tetap Operasi

 

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menunjukkan salah satu bus yang baut rodanya tidak lengkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menunjukkan salah satu bus yang baut rodanya tidak lengkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keteledoran pemilik kendaraan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di wilayah Grobogan, khususnya yang melibatkan angkutan umum jenis bus barangkali ada benarnya. Indikasinya terlihat dari pemeriksaan angkutan umum yang dilakukan Satlantas dan Dishubkominfo Grobogan, Kamis (29/12/2016).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan sore hingga menjelang petang di Kantor Dishubkominfo itu ditemukan kondisi bus yang cukup membahayakan keselamatan. Misalnya, ada bus yang baut rodanya tidak lengkap alias copot.

Jumlah baut yang copot ini tidak hanya satu saja tetapi ada lima. Dua baut copot di ban belakang sebelah kiri dan tiga lagi di ban yang kanan. Seharunya, tiap ban terkunci delapan baut.

“Dari pengecekan tadi kita dapati ada bus yang baut rodanya tidak lengkap. Ada juga bus yang bannya sudah gundul. Kita minta dari pihak Dishubkominfo untuk mengambil tindakan pada bus yang kondisinya tidak lengkap,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Dalam kesempatan itu, Panji juga sempat memberikan pengarahan pada para sopir. Mereka diminta untuk selalu mengontrol kondisi kendaraan sebelum dipakai mengangkut penumpang.

“Salah satu upaya untuk menekan kecelakaan adalah memastikan kondisi kendaraan aman. Pengecekan ini penting dilakukan sebelum dipakai bekerja,” katanya.

Dari pengecekan kondisi belasan bus yang melintas di depan Kantor Dishubkominfo di jalan Purwodadi-Solo km 5 itu akhirnya ada lima kendaraan yang terpaksa ditilang. Selain kelengkapan fisik tidak lengkap, seperti ban gundul dan baut tidak lengkap, kendaraan itu ditindak lantaran sopirnya tidak punya SIM dan KIR nya mati.

“Pemeriksaan tadi kita lakukan untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melintasi di jalur depan kantor,” kata Susanto Adi Wibowo, pegawai Dishubkominfo Grobogan yang juga menjabat sebagai Pejabat Penyidik PNS (PPNS), usai menggelar kegiatan.

Dijelaskan, pemeriksaan kali ini lebih diutamakan untuk mengetahui kondisi fisik kendaraan. Seperti, fungsi rem, lampu, ban, perlengkapan bus, dan administrasi kendaraan.

Oleh sebab itu, kegiatan dilakukan di kantor Dishubkominfo karena disitu ada alat uji rem atau brake tester. Alat ini terpasang permanen sehingga kendaraan yang akan dites harus diarahkan kesana.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjamin kenyamanan masyarakat selama liburan panjang dan tahun baru. Khususnya, bagi mereka yang memanfaatkan angkutan umum,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Rayakan HUT Ke 2 Bismania Area Blora – Cepu Keliling Kota Gunakan Bus

Pemotongan tumpeng oleh ketua Bismania area Blora Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pemotongan tumpeng oleh ketua Bismania area Blora Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Bismania wilayah Blora – Cepu menggelar acara yang di pusatkan di Blok T Blora. Acara yang diawali dengan keliling Blora dengan menggunakan bus ini berlangsung meriah. Para peserta sangat antusias mengikuti acara demi acara. Acara tersebut juga merupakan peringatan HUT ke 2 Bismania area Blora – Cepu.

Panitia penyelenggara Hanif Masadini mengaku kegiatan yang diadakan setiap tahunnya ini berlangsung meriah, sejumlah anggota yang tergabung dalam komunitas ini antusias mengikuti kegiatan perayaan HUT Ke 2 Komunitas Bismania Area Blora Cepu.

”Setiap tahun kami selalu melakukan kegiatan seperti ini. Dan alhamdulillah para anggota untuk wilayah Blora Cepu bertambah banyak,” jelas Hanif, Minggu (20/12/2015).

Dalam kegiatan tersebut anggota baik anggota dewasa maupun anggota yang masih anak-anak mengikutinya. Serangkaian acara menambah semarak diantaranya keliling Blora dengan bus, potong tumpeng, donor darah, dan pameran miniatur bus.

”Kami berharap komunitas ini bisa menjadi rumah kedua bagi mereka, sehingga untuk menjalin tali silahturahmi kami terus melakukan kegiatan pada setiap pekannya,” imbuhnya.

Ke depan pihaknya berharap dengan betambahnya usia pada komunitas ini silahturahmi antar anggota semakin erat, rasa kekeluargaan dalam anggota terus terjalin dengan baik, dan yang pasti Komunitas Bismania Area Blora Cepu semakin solid.

”Kegiatan seperti ini tentunya terus kami lakukan. Tidak hanya itu kegiatan sosial lain kami lakukan sehingga Komunitas Bismania tidak hanya komunitas pecinta bus yang hanya memfoto-foto saja, tetapi komunitas bis juga memiliki rasa solidaritas terhadap lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu anggota Aditiya mengungkapkan ulang tahun pecinta bus untuk wilayah Blora – Cepu ini meriah, selain itu panitia penyelenggara juga menyusun acara dengan baik. Sehingga semua bisa mengikuti kegiatan hingga selesai.

”Ke depan kami berharap keigatan seperti ini bisa terus dilakukan sehingga selain untuk ajang silahturahmi kegiatan ini juga bisa dijadikan forum untuk saling betukar pendapat demi kemajuan komunitas,” harapnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Bahaya! 50 Persen Kendaraan Umum di Grobogan Dalam Kondisi Tak Layak Jalan

Kasatlantas Polres Grobogan saat melakukan pengecekan kondisi bus di terminal Purwodadi (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

Kasatlantas Polres Grobogan saat melakukan pengecekan kondisi bus di terminal Purwodadi (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Sejumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) terindikasi tidak layak jalan. Hal ini diketahui berdasarkan pengecekan yang dilakukan petugas gabungan dari Satlantas dan Dishub Grobogan di terminal bus Purwodadi, siang tadi. Lanjutkan membaca