Belasan Vocal Group Pramuka di Grobogan Berebut Juara di Ajang Lomba, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, GroboganPramuka penegak di Grobogan ternyata punya kemampuan dalam bidang olah vocal. Hal ini terlihat dalam perhelatan Festival Vocal Group untuk pramuka penegak yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (21/3/2018).

Festival bertajuk Tembang Grobogan Bersemi itu diikuti 18 vocal group. Terdiri 14 peserta dari utusan kwarran, 3 dari sekolahan, dan 1 perguruan tinggi.

Dalam lomba tersebut, para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan kebolehannya membawakan lagu yang diselingi dengan gerakan-gerakan atraktif. Ratusan penonton yang hadir tampak terhibur dengan jalannya lomba tersebut.

Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Ketua Kwarcab Agus Siswanto juga terlihat cukup senang saat melihat beberapa peserta naik panggung. Sebelumnya, Sri sempat didaulat untuk membuka festival vocal group yang baru pertama kali digelar ini.

Sri menyatakan, penyelenggaraan kegiatan itu merupakan upaya yang positif dalam menumbuhkan partisipasi generasi muda khususnya anggota Pramuka terhadap Kabupaten Grobogan.

“Kegiatan ini perlu diapresiasi dan nantinya akan jadi agenda rutin tahunan. Perlu diketahui, tembang Grobogan Bersemi adalah sebuah karya seni yang didalamnya berisi semangat untuk membangun Grobogan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun Kabupaten Grobogan,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Peringati 2 Tahun Memimpin Grobogan, Sri Sumarni Gelar Tasyakuran, Ini Catatanya

MuriaNewsCom, GroboganAcara tasyakuran sederhana digelar di rumah dinas Bupati Grobogan Sri Sumarni, Rabu (21/3/2018). Tasyakuran ini dilangsungkan dalam rangka memperingati dua tahun masa kepemimpinan Sri Sumarni.

Seperti diketahui, Sri Sumarni resmi dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi Bupati Grobogan pada 21 Maret 2016 lalu. Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Acara tasyakuran juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan para pimpinan FKPD lainnya. Hadir pula, Sekda Moh Sumarsono dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BUMD serta karyawan dilingkungan setda.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya selama dua tahun ini. Ia meminta agar jalinan kerjasama yang baik dan kompak tersebut terus dipertahankan.

“Terimakasih atas dukungan dari semuanya. Mulai jajaran FKPD, Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan tercinta,” cetusnya.

Sri menegaskan, dalam dua tahun ini, sudah cukup banyak prestasi yang diraih dalam level Jateng maupun nasional. Namun, keberhasilan itu hendaknya tidak boleh membuat semuanya merasa puas. Sebaliknya, keberhasilan yang sudah didapat harus dijadikan cambuk untuk meraih prestasi lebih banyak lagi.

Selama dua tahun menjabat, lanjut Sri, sudah banyak dilakukan perbaikan infrastruktur jalan maupun fasilitas publik lainnya. Meski demikan, masih banyak pula PR yang butuh perhatian untuk dituntaskan.

“Masih banyak yang perlu kita kerjakan dan selesaikan bersama. Salah satunya adalah menekan angka kemiskinan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor: Supriyadi

Dua Abdi Negara di Kudus Kena Semprit Panwas Akibat Foto Bersama Cabup

MuriaNewsCom, Kudus – Panwaskab Kudus menyatakan dua PNS di lingkungan Pemkab Kudus melanggar aturan, karena nekat berfoto dengan Calon Bupati Tamzil. PNS yang diketahui suami istri tersebut berfoto dengan menggunakan isyarat tangan yang terindikasi untuk ajakan.

Hal itu dikatakan oleh Komisioner Panwaskab Kudus Eni Setyaningsih. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 11 Maret 2018. Saat itu, memang ada silaturahmi Cabup Tamzil kemudian dua orang tersebut sengaja berfoto dengan calon tersebut.

“Pada waktu itu kejadiannya sore hari, mereka tak menggunakan seragam. Akan tetapi, yang bersangkutan (ASN) berfoto sambil menggunakan isyarat tangan (menunjuk angka paslon) Tamzil,” tuturnya.

Oleh karenanya, pihaknya kemudian menelusuri hal tersebut dengan melakukan klarifikasi baik kepada yang bersangkutan dan kepada calon. Kasus tersebut pun dibahas pada Sentra Gakkumdu.

Terpisah, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan membenarkan hal itu. Menurutnya, ulah kedua Aparatur Sipil Negara itu telah dianggap melanggar. Hal itu karena keduanya melanggar Surat Edaran Menpan RB nomor B/71/M.SM.00.00/2017.

“Di sana disebutkan bahwa ASN dilarang berfoto dengan Calon Kepala Daerah dengan mengikuti atau simbol tangan yang digunakan sebagai identitas calon,” tuturnya, Senin (19/3/2018).

Adapun, sanksi yang akan diberikan, menurut Minan diserahkan sepenuhnya kepada atasan ASN tersebut (Sekretaris Daerah). Panwas, dikatakannya hanya sampai pada tahap rekomendasi.

Editor: Supriyadi

Temui Hambatan saat Gunakan Kartu Tani, Ini Solusinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebagian besar jatah kartu tani yang digunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi oleh petani memang sudah dibagikan. Namun, dalam perjalanannya masih terdapat kendala sehingga penggunaan kartu tani belum bisa dilakukan optimal. Hal itu terungkap dalam rakor komisi pengendalian pupuk dan pestisida (KP3) Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Senin (19/3/2018).

Pelaksanaan rakor dibuka dan dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula Dandim 0717 Purwodadi Letkol Teguh Cahyadi dan perwakilan FKPD terkait. Hadir pula para anggota KP3 hingga level kecamatan, perwakilan BRI, Disperindag, bagian perekonomian, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

Hingga saat ini, sebagian penerima masih banyak yang belum bisa menggunakan kartu tani untuk penebusan pupuk. Penyebabnya, ada yang terkendala sambungan internet. Kemudian, belum diaktivasinya kartu tani sehingga tidak bisa digunakan transaksi. Selain itu, banyak yang tidak bisa mengoperasikan kartu pada alat gesek elektronik.

Terkait dengan kondisi di lapangan, Sri Sumarni meminta agar untuk sementara, petani yang sudah punya kartu tani masih bisa menebus secara tunai seperti sebelumnya. Nanti, jatah pupuk petani harus dicatat sehingga datanya jelas.

“Jadi, sambil jalan, bisa pakai penebusan seperti biasa dulu. Nanti pengecer wajib mencatat transaksinya untuk dilaporkan ke dinas pertanian dan admin kartu tani. Demikian pula dengan petani yang belum dapat kartu tani tetapi sudah terdata dalam RDKK juga bisa menebus pupuk secara manual,” katanya.

Menurut Sri, penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut.

Ia menyatakan, pengawasan dalam distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan dengan optimal guna mencegah terjadinya penyimpangan. Langkah tersebut perlu dikerjakan mengingat kebutuhan pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi pertanian.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menegaskan jika para petani tidak perlu khawatir mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Soalnya, alokasi pupuk yang didapat dinilai mencukupi.

“Saat ini banyak petani mulai membutuhkan pupuk karena sedang musim tanam padi. Hal ini sudah kita perhitungkan dan kebutuhan pupuk semaksimal mungkin akan dicukupi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Minta Dalang Asal Rembang Mau Tularkan Ilmu pada Dalang Muda di Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganDalang senior Ki Sigit Ariyanto diminta membantu meningkatkan kemampuan dalang lokal yang ada di Grobogan. Permintaan itu dilontarkan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka pertunjukan wayang kulit di halaman setda, Kamis (16/3/2018) malam. Pagelaran wayang ini dilangsungkan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan.

“Selama ini, Ki Sigit sudah sering tampil di Grobogan. Selain menghibur penggemar wayang kulit, saya berharap juga bisa menularkan ilmu pedalangan pada dalang lokal yang ada disini,” katanya.

Menurut Sri, hingga saat ini potensi dalang yang tergabung daam wadah Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Grobogan masih bisa ditingkatkan. Selama ini, dalang-dalang lokal itu masih mendapatkan kesempatan tampil rutin dalam ajang pentas wayang kulit di pendopo kabupaten yang digelar tiap malam Jumat Kliwon.

“Kemampuan dalang lokal ini sebenarnya cukup bagus. Dengan tambahan ilmu dari dalang senior seperti Ki Sigit. Saya yakin kemampuan dalang lokal ini nanti bakal bertambah pesat dan lebih dikenal pecinta wayang kulit,” imbuhnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Ki Sigit menyatakan siap membantu menularkan ilmu yang dimiliki pada dalang lokal di Grobogan. Ia menilai, kemampuan beberapa dalang lokal sudah cukup mumpuni. Hanya saja, mereka perlu tambahan inovasi, kreasi dan jam pentas serta ketekunan berlatih.

Sementara itu, pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Srikandi Krido berlangsung meriah. Ratusan warga dari berbagai kecamatan hadir menyaksikan pentas wayang hingga usai. Pentas wayang makin ramai dengan hadirnya dagelan atau pelawak Gareng dari Semarang.

Editor: Supriyadi

KPP Pratama  Blora Gagal Capai Target Penerimaan Pajak Tahun 2017

MuriaNewsCom, Grobogan – Target penerimaan pajak tahun 2017 gagal dicapai KPP Pratama Wilayah Blora. Hal itu disampaikan Kepala KPP Pratama Wilayah Blora Udianto dihadapan Bupati Grobogan Sri Sumarni, pimpinan FKPD dan kepala OPD dalam acara publikasi penyampaikan SPT Tahunan melalui E-Filing, Selasa (13/3/2018).

Menurut Udianto, penerimaan pajak yang didapat tahun lalu hanya berkisar Rp 544 miliar. Sementara target yang ditetapkan sebesar Rp Rp 711 miliar.

”Dengan pencapaian tersebut, kita tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan untuk tahun 2017. Target ini untuk penerimaan pajak di dua kabupaten, yakni Blora dan Grobogan. Soalnya, kantor kita membawahi dua wilayah ini,” jelasnya.

Meski tidak mencapai target, namun penerimaan pajak yang didapat pada tahun 2017 sudah meningkat dibandingkan pada tahun 2016. Pada tahun 2016, pendapatan pajak yang diperoleh berkisar Rp 504 miliar lebih.

Untuk meningkatkan penerimaan pajak, khususnya tahun 2018 ini, lanjut Udianto, pihaknya akan melakukan beberapa upaya. Antara lain, melakukan pendekatan kepada sejumlah penunggak pajak. Pihaknya akan melakukan upaya persuasif agar para penunggak pajak itu mau melunasi tunggakannya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pendekatan pada masyarakat. Yakni, melakukan sosialisasi masalah perpajakan ke berbagai kalangan. Bahkan, pihaknya juga melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam sosialisasi pajak tersebut.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pembayaran pajak ini memang perlu dilakukan oleh mereka yang sudah terdaftar sebagai wajib pajak. Menurutnya, pembayaran pajak pada pemerintah ini nantinya akan dikembalikan lagi pada masyarakat untuk berbagai macam kegiatan pembangunan dan belanja daerah.

”Selama ini setoran pajak merupakan komponen penting bagi pemerintah. Sebab, sekitar 80 persen anggaran belanja pemerintah bersumber dari pendapatan pajak. Jika pendapatan pajak meningkat maka alokasi belanja untuk pemerintah pusat maupun daerah juga ikut naik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni dan para pejabat yang hadir sempat menunjukkan print out bukti laporan surat pemberitahuan (SPT) pajak yang dilakukan melalui layanan E-Filing.“Saya sudah melaporkan SPT tahunan beberapa hari lalu. Kepada para wajib pajak saya himbau untuk segera melaporkan SPT tahunannya lewat E-Filing karena cukup mudah dan bisa dilakukan dari mana saja,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Terenyuh Gaji Honorer Hanya 300 Ribu Perbulan, Ini Janji Bupati Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menjanjikan kenaikan penghasilan bagi para guru honorer wiyata bakti. Hal itu disampaikan saat menyerahkan SK penugasan mengajar pada guru honorer se-eks Kawedanan Manggar yang dilangsungkan di kantor Kecamatan Godong, Sabtu (10/3/2018).

Janji itu dilontarkan setelah Sri Sumarni mengetahui jika penghasilan yang didapat guru honorer dirasa masih sangat minim. Selama ini, para guru itu mendapatkan honor dari dana BOS rata-rata Rp 300 ribu per bulan.

”Terus terang, saya merasa trenyuh dengan penghasilan yang diterima guru honorer ini. Saya berjanji akan mengupayakan kenaikan honor atau penghasilan guru honorer,” kata Sri Sumarni yang disambut tepuk tangan meriah dari ratusan guru honorer yang hadir dalam acara tersebut.

Terkait dengan kenaikan penghasilan guru honorer itu, Sri menyatakan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto. Menurutnya, rencana untuk menaikkan penghasilan itu sudah mendapat lampu hijau dari pihak dewan.

”Mengenai besaran kenaikan belum bisa saya sampaikan. Minimal, saya ingin pendapatannya bisa ditambah sekitar Rp 200 ribu dari dana APBD,” jelasnya.

Sri menegaskan, besarnya kenaikan penghasilan bagi guru honorer itu tidak bisa dilakukan signfikan. Soalnya, anggaran APBD nilianya terbatas dan juga diperlukan untuk membiayai kegiatan lainnya yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya adalah untuk perbaikan infrastruktur jalan milik kabupaten yang masih butuh dana sangat besar.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta para guru tetap bersemangat menjalankan tugasnya. Terlebih setelah mereka mendapatkan SK penugasan mengajar.

Menurut Sri, SK penugasan itu diperlukan menyusul adanya Permendikbud No 26 tahun 2017. Sesuai peratuan tersebut, para guru honorer bisa mendapatkan honor dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika memiliki SK penugasan dari bupati. Besarnya honor yang didapat sebanyak 15 persen dari BOS.

Aturan Permendikbud itu akan diberlakukan mulai tahun 2018. Setelah ada Permendikbud, honor yang selama ini didapatkan terancam tidak bisa diterima lagi. Soalnya, keberadaan guru honorer belum dapat penugasan lewat SK bupati.

”Setelah ada Permendikbud tersebut, langsung kita sikapi. Namun, kita tidak bisa buru-buru mengeluarkan surat penugasan karena harus menyesuaikan dengan aturan lainnya. Jangan sampai surat yang kita keluarkan malah bertentangan dengan aturan lain. Setelah proses administrasinya selesai maka SK penugasan bisa kita berikan hari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat Jumlah guru honorer yang menerima SK penugasan sebanyak 3.293 orang. Mereka ini terdiri dari guru SD dan SMP yang tersebar di 19 kecamatan.

Penyerahan SK penugasan guru honorer dilangsungkan di tiap eks kawedanan. Untuk penyerahan hari ini dilakukan di dua lokasi. Yakni, di kantor Kecamatan Godong dan kantor Kecamatan Gubug.

Editor: Supriyadi

Peringati Hari Jadi, Bupati dan Pejabat di Grobogan Ziarah ke Makam Leluhur

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar momentum Hari Ulang Tahun ke- 292 ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya.

Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Hal itu ditegaskan bupati saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Grobogan di alun-alun, Senin (5/3/2018).

”Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” kata Sri.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selepas upacara, bupati bersama pimpinan FKPD dan pejabat setempat melakukan ritual ziarah ke makam tokoh-tokoh yang ada di Grobogan. Antara lain, makam Bupati Grobogan pertama Pangeran Puger di Kecamatan Grobogan. Kemudian, makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo di Kecamatan Tawangharjo serta makam Ki Ageng Getas Pendowo di Kelurahan Kuripan, Purwodadi.

”Ziarah makam para leluhur Kabupaten Grobogan sudah menjadi tradisi dalam setiap peringatan Hari Jadi. Tujuan dari ziarah ini adalah untuk mempertahankan tradisi dan menghormati jasa-jasa perjuangan waktu dulu,” cetus Sri Sumarni.

Sebelumnya, rangkaian acara menyambut hari jadi ini juga sudah dilakukan. Diantaranya, jalan sehat, khotmil Quran dan malam tirakatan yang digelar di pendopo kabupaten. Kemudian, dua hari sebelum upacara juga dilangsungkan prosesi adat boyong grobog di Kecamatan Grobogan.

Beragam acara lainnya juga sudah disiapkan Pemkab Grobogan untuk menyemarakkan HUT tersebut. Antara lain, parade seni dan budaya, pentas musik dan kesenian tradisional wayang kulit serta beberapa acara lainnya.

Editor: Supriyadi

Ribuan Warga Grobogan Saksikan Acara Kirab Boyong Grobo, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, Grobogan – Rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan yang jatuh 4 Maret besok dimulai, Sabtu (3/3/2018). Yakni, pelaksanaan acara kirab boyong grobog yang dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten.

Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan. Yakni, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Acara rutin boyong grobog dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, dan para pejabat. Proses boyong grobog dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dan berakhir menjelang pukul 12.00 WIB.

Sri Sumarni dan para pejabat mengikuti boyong grobog menaiki kereta kuda. Sekitar 40 dokar yang disiapkan untuk para pejabat tersebut.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menaiki kereta dalam prosesi kirab boyong gobo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selain itu, ikut dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit.

Selain itu, ada pula rombongan yang berjalan kaki dengan memikul gunungan sayur mayur dan hasil bumi. Jumlah gunungan ada 12 buah.

Prosesi boyong grobog menempuh jarak sekitar 6 km. Sepanjang perjalanan, ribuan warga dengan antusias menyaksikan momen setahun sekali tersebut. Selain itu, siswa sekolah yang berlokasi di sepanjang jalur kirab juga ikut dikerahkan untuk menyaksikan tontonan gratis tersebut.

Kirab boyong grobog berakhir di pendapa kabupaten. Di lokasi finish juga sudah menunggu ribuan warga yang ingin menyaksikan kemeriahan menyambut hari jadi tersebut.

Keris pusaka Pemkab Grobogan saat dikirab. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah acara seremonial, ritual boyong grobog diakhiri dengan rebutan gunungan yang dijajar di halaman pendapa. Begitu diberi aba-aba panitia, ribuan warga langsung berebut gunungan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni berharao agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” katanya.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Sri Sumarni Ajak Kaum Perempuan di Grobogan Bangkit dan Berprestasi di Dunia Politik

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta kaum perempuan untuk bangkit dan bisa meraih prestasi. Salah satunya, bisa dilakukan dengan berkiprah dalam kancah politik.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat membuka Seminar Peningkatan Partisipasi Politik Bagi Perempuan Jelang Pilkada 2018 dan Pileg 2019 yang dilangsungkan di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (27/2/2018).

”Perempuan bisa meraih prestasi seperti kaum laki-laki dalam berbagai bidang. Termasuk dalam bidang politik juga terbuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk menunjukkan kapasitasnya,” katanya.

Seminar yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan diikuti puluhan anggota organisasi kewanitaan, tim PKK dan sejumlah pihak terkait lainnya. Seminar menghadirkan Ketua KPPI Jateng Diyah Woro Hasmini selaku narasumber.

Dihadapan peserta seminar Sri Sumarni menegaskan bahwa dirinya sudah bisa membuktikan. Yakni, namanya sebagai perempuan pertama yang bisa menjabat jadi Bupati Grobogan. Sebelumnya, ia juga sudah merasakan jabatan sebagai Ketua DPRD Grobogan.

”Pencapaian ini memang tidak mudah dicapai. Tetapi, butuh perjuangan dan kerja keras serta dukungan dari banyak pihak. Jadi pada intinya, jika kita mau berupaya sungguh-sungguh maka kesempatan meraih prestasi dan cita-cita pasti bisa terlaksana,” tegasnya.

Sri menegaskan, partisipasi perempuan dalam bidang politik sampai saat ini masih menghadapi berbagai kendala. Baik dari dalam diri perempuan itu sendiri maupun adanya pemahaman yang keliru tentang politik yang di pandang sebagai hal yang kasar, kotor dan keras. Selain itu ada hambatan dari luar seperti berbagai norma kultural dan struktural yang tidak menguntungkan perempuan.

”Perlu kita ketahui bersama bahwa dunia politik bukan hanya menjadi milik kaum laki-laki dan sebenarnya bukan hanya merupakan ajang perebutan kekuasaan. Dunia politik juga mempunyai misi memperjuangkan, melindungi dan menjamin hak-hak masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan pemberdayaan perempuan masih banyak peluang dan kesempatan di Kabupaten ini yang membutuhkan keterwakilan perempuan, dalam bidang politik maupun sebagai pengambil keputusan serta dalam jabatan publik lainnya. Sebagai contoh di Kabupaten Grobogan  anggota legislatif baru ada 7 orang perempuan dari 50 anggota legislatif, Kepala OPD 1 orang, Camat 1 orang.

Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan agar kepada para perempuan agar tidak lupa tugasnya dalam membina keluarga. Menurutnya, meski punya banyak kesibukan kerja atau usaha namun perhatian terhadap keluarga jangan sampai terabaikan.

”Saat ini, kesibukan orang tua menjadikan komunikasi dengan anak ini berkurang bahkan menghilang. Untuk itu, orang tua harus memberi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Keluarga yang harmonis ini juga salah satu sarana untuk menjadikan anak-anak menjadi orang hebat dikemudian hari,” pesannya.

Editor: Supriyadi

SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

MuriaNewsCom, Kudus – Lima bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati-wakil bupati Kudus ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati-wabup Kudus 2018. Penetapan itu dilakukan oleh KPU Kudus di Hotel Kenari Asri, Jl Kenari Kota Kudus, Senin (12/2/2018).

Dalam kegiatan tersebut, hanya tiga calon yang menghadiri acara. Sementara dua calon lagi absen. Mereka yang hadir adalah Masan, M. Tamzil dan Noor Hartoyo-Junaedi. Sedangkan dua lainnya yakni Akhwan dan Sri Hartini nampak tidak hadir.

“KPU Kudus sudah menetapkan melalui pleno, lima bapaslon yang mendaftar, hari ini kita tetapkan sebagai calon pasangan bupati dan wakil bupati Kudus. Hal itu berdasarkan verifikasi administrasi dan verifikasi dokumen yang kita lakukan secara faktual, semuanya sah,” kata Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Ia mengungkapkan, penelitian yang dilakukan menganut azas keterbukaan dan ketelitian. Dirinya mengatakan, hingga dengan masa akhir penelitian dokumen, tidak ada sanggahan dari masyarakat terkait bakal pasangan calon.

“Setelah penetapan ini, besok kita akan melakukan pengundian nomor urut,” imbuhnya.

Ditanya mengenai ketidakhadiran beberapa paslon, Khanafi menyebut tidak menjadi masalah. Menurutnya, untuk proses penetapan tidak ada keharusan bagi calon untuk hadir.

“Kalau besok (pengundian nomor) itu harus. Kalaupun berhalangan, harus menyertakan surat mandat kepada yang mewakili,” tuturnya.

Adapun, nama-nama yang ditetapkan KPU Kudus sebagai calon bupati dan wakil bupati adalah, Akhwan-Hadi Sucipto yang mendaftar dari calon perseorangan. Nor Hartoyo dan Junaidi sebagai calon dari jalur perseorangan.

Selanjutnya Masan-Noor Yasin yang diusung oleh PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Golkar. Muhammad Tamzil dan Hartopo yang diusung PKB, PPP dan Partai Hanura. Terakhir adalah Sri Hartini-Setia Budi Wibowo yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB.

Editor: Supriyadi

Salurkan Bansos Beras, Bupati Grobogan: Jangan Ada Beras Berkutu!

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan mulai menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) kepada warga yang berhak menerima. Peluncuran bantuan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat wakil bupati, Selasa (30/1/2018).

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait. Antara lain, Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kepala Dinsos Andung Sutiyoso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Hidayat, perwakilan dari Polres Grobogan dan Perum Bulog Sub Divre Semarang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar bantuan bansos rastra benar-benar disalurkan tepat sasaran. Artinya, penerima bantuan adalah kepala keluarga yang memang berhak menerima, alias keluarga kurang mampu. Ia juga menekankan agar bantuan beras yang diberikan diperhatikan kualitasnya.

”Saya minta beras yang disalurkan diperhatikan kualitasnya. Jangan sampai ada beras berkutu yang diberikan dalam program Bansos Rastra ini,” tegasnya.

Sekeretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini akan disalurkan pada kurun waktu Januari dan Februari.

”Bansos Rastra hanya disalurkan dalam dua bulan ini. Mulai Maret bentuknya jadi bantuan pangan non tunai,” jelasnya.

Porgram bansos rastra merupakan peralihan dari bantuan Raskin. Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Editor: Supriyadi

DPRD Jepara Janji Usulkan Perda Kolaborasi Tb-HIV

Pemaparan terkait rencana pengusulan Perda kolaborasi Tb-HIV di Jepara, Rabu (1/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara berjanji akan mengusulkan Perda terkait penanggulangan tuberculosis (Tb). Hal itu mengingat, penanggulangan penyakit tersebut dirasa kurang maksimal. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) M. Fakhrudin mengatakan, peraturan daerah terkait Tb sangat diperlukan. Hal itu karena anggaran yang digunakan untuk penanggulangan penyakit itu kurang maksimal. 

“Pos anggaran guna penanggulangan Tb saat ini belum begitu maksimal. Oleh karenanya langkah ini (pengusulan kepada DPRD) kami lakukan agar bisa memaksimalkan penggunaan dana,” ucapnya, Rabu (1/11/2017) saat acara penyusunan Road Map Daerah Penanggulangan Tb di Bandengan. 

Ia menambahkan, selain perda Tb, pihaknya juga mendorong untuk diterbitkannya perda perubahan terkait HIV. Hal itu menurut Fakhrudin sesuai dengan rencana aksi nasional Kolaborasi Tb-HIV oleh Kemenkes tahun 2015. 

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jepara Sunarto mengatakan siap memfasilitasi hal tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melihat perda yang telah ada yakni HIV. 

“Penyakit tuberculosis cukup berbahaya, maka untuk itu harus ada langkah khusus. Sementara untuk Perda HIV kita akan lihat terlebih dahulu, bila memungkinkan akan dilakukan perubahan terhadap peraturan itu,” katanya. 

Ia menambahkan, pihaknya akan semaksimal mungkin demi terwujudnya Perda kolaboratif Tb-HIV. Hal itu guna memaksimalkan penggunaan dana untuk penanggulangan penyakit tersebut. 

“Jika belum memenuhi waktu di perubahan, maka akan dilakukan pada usulan perda inisiatif,” urainya. 

Koordinator Community Tb-HIV Care Aisyiyah Jepara, Muhammad Arief Sitegar berharap perda tersebut bisa segera diterbitkan. Dengan memaksimalkan peraturan daerah, pihaknya berharap penderita Tb-HIV dapat ditekan.

Editor: Supriyadi

Bupati Desak BPN Pati Tingkatkan Kualitas Layanan Sertifikasi Tanah

Bupati Pati Haryanto menerima kenang-kenangan dari Kepala BPN Pati Yoyok HA usai mengikuti upacara Hari Agraria di Kantor BPN Pati, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mendesak Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati untuk meningkatkan kualitas pelayanan sertifikasi tanah. Hal itu diungkapkan Haryanto usai mengikuti upacara Hari Agraria di Kantor BPN Pati, Senin (25/9/2017).

Haryanto mengaku kerap mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan kepengurusan administrasi tanah. Karena itu, momentum itu digunakan Haryanto untuk mendesak BPN Pati agar kualitas pelayanan administrasi tanah ditingkatkan.

“Saya minta BPN bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yang sudah bagus harus dijaga, kalau masih belum bagus, wajib ditingkatkan lagi,” ujar Haryanto.

Menurut dia, pembangunan ekonomi masyarakat akan terhambat bila pengaturan masalah pertanahan masih belum maksimal. Bahkan, pembangunan infrastruktur nasional juga bisa terhambat jika administrasi pertanahan tidak berjalan baik.

Haryanto berharap, pelayanan administrasi pertanahan di Pati bisa ditingkatkan dan dipermudah. Dengan begitu, program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan baik.

Sementara Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar mengatakan, program prona untuk masyarakat Pati dijamin tidak ada biaya selama berkas yang diajukan sudah lengkap dan memenuhi syarat.

Karenanya, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak segan berkonsultasi ke BPN Pati terkait administrasi pertanahan. Dia memastikan bila pegawai BPN akan memberikan arahan dengan baik.

Editor: Supriyadi

Bertemu Bupati Grobogan, Begini Perasaan Guru SD Peraih Juara Inobel Tingkat Nasional

Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan pertemuan dengan guru SDN 01 Wirosari Hendrik Hermawan, peraih juara Inobel tingkan nasional di ruang kerjanya, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberhasilan Hendrik Hermawan menjadi juara I tingkat nasional dalam ajang inovasi pembelajaran (Inobel) guru untuk kategori MIPA ternyata mendapat perhatian dari Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Bahkan, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan guru SDN 01 Wirosari tersebut, Senin (11/9/2017).

Hendik terlihat cukup senang ketika dapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan bupati. Bahkan, saking senangnya, ia sempat bersalaman komando saat berjabat tangan dengan Sri Sumarni.

”Saya bangga dan senang sekali karena bisa dapat kesempatan langka seperti ini. Saya tidak menyangka, jika prestasi jadi juara Inobel dapat perhatian serius dari Ibu Bupati,” kata Hendrik.

Pertemuan yang dilangsungkan dalam suasana santai itu dilangsungkan di ruang kerja Sri Sumarni. Ikut mendampingi Hendrik dalam pertemuan itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Wirosari Narto, Pengawas SD di Kecamatan Wirosari Slamet Irianto, dan Kepala Sekolah SDN 01 Wirosari Mujiyem.

Tampak pula Kepala Bappeda Anang Armunanto dan Kepala Dispermades Sanyoto. Kedua pejabat tersebut sebelumnya sedang mengadakan pertemuan dengan Sri Sumarni di ruang kerjanya. Setelah selesai, keduanya diminta untuk bergabung menerima kedatangan guru berprestasi itu.

”Terus terang, saya merasa bangga atas prestasi yang diraih Mas Hendrik sebagai juara tingkat nasional. Oleh sebab itu, keberhasilan ini layak dapat apresiasi tersendiri. Keberhasilan yang didapat nantinya bisa jadi bahan pertimbangan untuk promosi jabatan. Apalagi peraih juara ini juga masih muda dan jejang kariernya masih cukup panjang,” kata Sri Sumarni dalam pertemuan itu.

Menurut Sri, untuk bisa jadi juara inovel bukan hal yang gampang diraih. Selain pesertanya banyak dari seluruh Indonesia, penilaian yang dilakukan dalam lomba tingkat nasional juga melalui beberapa tahapan.

”Pesan saya, jangan puas dengan prestasi yang diraih ini. Terus semangat dalam menjalankan tugas dan membuat inovasi lainnya bagi kemajuan pendidikan di Grobogan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Mengejutkan, Akhwan Putuskan Daftar Melalui Jalur Independen di Pilkada Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Akhwan Berfoto bersama wakilnya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017). MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan mengurungkan niatnya maju melalui partai politik di Pilkada Kudus 2018 mendatang.

Di luar dugaan, politis Partai Nasdem yang sudah mendaftar ke Partai Nasdem, Golkar, PPP, Demokrat, hingga Hanura ini memutuskan mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen.

Keputusan tersebut (jalur independen) sekaligus untuk menjawab suara sumbang terkait keikutsertaannya di Pilihan Bupati Kudus yang beredar masyarakat. Apalagi, sudah banyak rumor yang mengatakan kalau ia batal nyalon karena tak dapat rekomendasi partai karena tak punya duit.

”Dengan ini semua pertanyaan masyarakat terjawab. Saya tetap maju dalam Pilbup Kudus,” katanya saat deklarasi Pengukuhan di kediaman pasangannya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017).

Ahwan menjelaskan, maju melalui jalur independen memang lebih banyak tantangan. Meski begitu, ia bisa mengukur dukungan dari masyarakat Kudus untuk memenangi Pilkada.

”Dengan jalur independen ini, saya yakin bisa menang. Terlebih lagi, kami menargetkan bisa mendapat 100 ribu suara,” terangnya.

Editor: Supriyadi

PNS Pati Manipulasi Absen Sidik Jari, Bupati  Akan Tindak Tegas  

Bupati Pati Haryanto mengancam mengindak tegas PNS di Pati yang memanipulasi mesin sidik jari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto ancam tindak tegas pegawai negeri sipil (PNS) memanipulasi mesin absen sidik jari (fingerprint). Hal itu disampaikannya, di Pati, Senin (28/8/2017).

“Modusnya, mereka melakukan scan sidik jari, lantas memesan sejenis stempel yang identik dengan sidik jari asli. Setelah itu, pelaku menitipkan stempel sidik jari pada orang lain,” ungkap Haryanto.

Saat salah seorang PNS bolos, temannya menempelkan stempel sidik jari itu di mesin sidik jari. Mereka secara bergantian memanipulasi mesin sidik jari bila sedang tidak masuk kerja. Hal itu dilakukan, karena absensi berpengaruh pada tunjangan yang diterima PNS. Tak mau masalah itu menghambat kinerja pemerintahan, Haryanto mengancam akan menindak tegas pelaku.

“Itu namanya tidak jujur dan tidak adil pada pegawai lain yang disiplin. Mesin sidik jari dibuat agar mereka disiplin, tapi kalau diakali begini kami akan menindak tegas,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Haryanto meminta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati untuk melakukan investigasi kepada PNS yang curang tersebut. Mereka yang kedapatan memanipulasi mesin sidik jari akan mendapatkan sanksi yang tegas.

Dia berharap, semua PNS di Pati bisa semangat untuk melayani masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat yang ingin menjadi PNS tapi gagal karena tidak lolos.

Bila sudah menjadi PNS, sudah menjadi kewajiban untuk bekerja dengan baik di pemerintahan. Sebab, pekerjaan PNS bukan semata-mata berorientasi gaji, tetapi juga pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dengan Pemda

Bupati Kudus Musthofa (tengah) berfoto bareng dengan panitia dan peserta UKW. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Ke-XV berlangsung di Kudus, 25-26 Agustus 2017. Acara yang diselenggarakan PWI Jateng ini disupport oleh Bupati Kudus Musthofa yang hadir membuka acara pada Jumat (25/8/2017).

Bupati Kudus menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya ini menentukan kompetensi sebagai pewarta. Karena begitu besarnya peran dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami ini tidak akan bisa dikenal kalau tidak ada pemberitaan dari para wartawan,” kata Bupati yang juga dihadiri jajaran OPD, Polres, dan Kodim ini.

Bupati juga meminta jajaran OPD-nya tidak alergi dengan wartawan. Bahkan bupati dua periode ini meminta para Kepala OPD untuk menjadikan jurnalis sebagai mitra.

“Mari bermitra secara profesional antara jurnalis dengan pemda termasuk seluruh OPD yang ada,” jelasnya pada acara yang dihadiri pengurus PWI Pusat dan PWI Jateng ini.

Bahkan, bupati akan memfasilitasi kegiatan ini bagi seluruh wartawan. Sehingga profesionalisme dalam pemberitaan bisa ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengapresiasi dukungan Bupati Kudus. Karena UKW makin memberikan peningkatan kemampuan teknis dan etika para wartawan. 

“Terima kasih, Pak Bupati. Kudus ini sebagai pelopor kegiatan ini,” kata Amir yang mengatakan saat ini di Jateng ada 480 wartawan yang kompeten.

Sedangkan Pengurus PWI Pusat Hendro Basuki mengatakan bahwa selain teknis dan etika, juga harus paham dengan peraturan perundang-undangan. Sehingga produk yang dihasilkan terkait bisnis ‘kata-kata dan waktu’ ini bisa berkualitas.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Nama, Pesilat Cantik Peraih Emas PON Jabar ini Bikin Bupati Grobogan Bangga

Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta perwakilan FKPD foto bersama para atlet peraih medali dalam PON XIX di Jawa Barat tahun 2016. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Sri Sumarni merasa bangga dengan hasil yang didapat atlet dari Grobogan yang memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam ajang PON XIX bulan September 2016 lalu. Sebab, dari 16 atlet yang tampil dalam PON tersebut, bisa membawa pulang 10 medali. Terdiri 1 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.

“Hasil yang didapat dalam PON di Jabar tahun lalu, saya rasa sudah cukup membanggakan. Saya berharap, prestasi ini bisa jadi tonggak kebangkitan olahraga di Grobogan,” kata Sri dalam acara penyerahan bonus atlet PON yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Jumat (31/3/2017) malam.

Secara khusus, Sri sempat melontarkan pujian tersendiri pada pesilat cantik yang ikut berlaga dalam PON XIX. Sebab, pesilat bernama Sri Rahayu ini merupakan satu-satunya atlet dari Grobogan yang berhasil mendulang emas. Berkat keberhasilannya meraih emas, pesilat ini mendapat bonus uang senilai Rp 25 juta. “Pantas kalau pesilat ini hebat. Soalnya, jenenge podo karo aku (namanya sama dengan saya). Sama-sama punya nama Sri,” kata Sri.

Pernyataan itu kontan langsung disambut tepuk tangan dan tawa para undangan yang hadir dalam acara itu. Termasuk di antaranya, Ketua DPRD Agus Siswanto, Kapolres AKBP Satria Rizkiano, Ketua KONI Fatchur Rachman, Plt Sekda Mokh Nursahid, dan Kepala Disporabudpar Karsono.

Menurut Sri, perjuangan untuk meraih medali di PON tahun lalu memang cukup ketat. Sebab, di beberapa cabor yang diikuti atlet Grobogan ada pesaing atlet pelatnas dan mantan duta olimpiade Brasil lalu. “Jadi perjuangan anak-anak untuk dapat medali di PON memang sangat berat. Oleh sebab itu, saya merasa salut karena mereka bisa berjuang keras untuk meraih medali,” katanya. 

Selain Sri Rahayu, masih ada sembilan atlet lainnya yang mendapatkan bonus. Masing-masing, Aries Susanti Rahayu dari cabor panjat tebing (Rp 10 juta), lifter Affuwun Afwa (Rp 15 juta) dan Ragil Satrio Pambudi dari voli indoor (Rp 7,5 juta).

Penerima bonus selanjutnya adalah tiga karateka, yakni Garuda Mahameru (Rp 10 juta), Ayu Kurniawati (Rp 5 juta), dan Desi Susanti (Rp 10 juta). Kemudian, Bayu Peni Hendraswati dari cabor wushu dan pegulat Jumain masing-masing dapat Rp 10 juta. Satu lagi adalah Ahmad Mustagfirin dari cabor renang yang dapat bonus Rp 5 juta.

Besarnya bonus yang diterima atlet memang tidak sama. Hal itu dipertimbangkan dari beberapa aspek. Seperti jenis medali yang didapat, nomor yang diikuti (individu / beregu) serta posisi dalam tim (pemain inti / cadangan).

Editor : Akrom Hazami

Rangkaian Hari Jadi Grobogan, Ratusan Pasukan Kuning Terima Sembako

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan paket sembako pada beberapa penerima di pendapa kabupaten. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan tukang sapu jalan atau biasa disebut pasukan kuning menerima bantuan paket sembako yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Jumat (10/3/2017).  Bantuan itu diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-291 Kabupaten Grobogan yang jatuh pada 4 Maret lalu.

Bantuan paket sembako secara simbolis diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni pada penerima. Selain petugas kebersihan jalan, bantuan sembako itu juga disalurkan pada beberapa pihak lainnya. Seperti, petugas kebersihan pasar dan rumah-rumah ibadah serta penyandang difabel. Kemudian, bantuan sembako juga diberikan pada sejumlah penghuni panti asuhan dan warga kurang mampu.

“Jumlah bantuan sembako yang kita berikan totalnya ada 850 paket. Penyaluran bantuan paket sembako masih merupakan rangkaian peringatan hari jadi. Selain acara resmi dan hiburan, kegiatan bakti sosial juga jadi agenda rutin dalam peringatan HUT Grobogan,” kata Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctahrom.

Ratusan paket sembako itu didapatkan dari dana swadaya. Yakni bantuan dari Perusda, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta, serta sumbangan sukarela dari SKPD setempat. 

Editor : Akrom Hazami

Mendadak Ada Pelantikan lagi, Pejabat Sekda Grobogan Digeser Jadi Staf Ahli Bupati

Bupati Grobogan Sri Sumarni melantik dan mengambil sumpah Sugiyanto yang menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni kembali melantik pejabat baru, Rabu (1/3/2017). Pelantikan yang dilangsungkan di gedung Riptaloka ini boleh dibilang mengejutkan dan terkesan sangat mendadak.

Pasalnya, pejabat yang dilantik hanya satu orang saja. Yakni, Sugiyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan.

Dalam pelantikan ini, Sugiyanto menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum. Posisi Sekda selanjutnya diemban seorang pelaksana tugas (Plt) yang dipercayakan pada Mokh Nursahid yang saat ini menjabat sebagai Asisten I bidang pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni memaklumi jika banyak pihak yang terkejut dengan pelantikan yang dilakukan hari ini. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan pasal 117 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Jabatan Pimpinan Tinggi hanya dapat diduduki paling lama 5 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan beberapa bahan pertimbangan.

Antara lain, pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi. Selain itu, perpanjangan juga baru bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan pejabat pembina kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Dengan mempertimbangkan berbagai hal maka dengan sangat berat hati, kami putuskan untuk tidak memperpanjang masa jabatan sekretaris daerah yang kebetulan telah mencapai lima tahun. Selanjutnya, Beliau kami tugaskan pada jabatan yang banyak memerlukan pemikiran atau kajian mendalam sebagai bahan masukan bagi bupati. Jadi pelantikan ini didasarkan pada kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kartu Tani Diluncurkan di Blora

kartu tani

Bupati Blora Djoko Nugroho menghadiri acara Launching Kartu Tani oleh BRI Blora di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. Kamis, (12/01/2017). (Humas dan Protokol Setda Kabupaten Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Bupati Blora Djoko Nugroho menghadiri acara Launching Kartu Tani oleh BRI Blora di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. Kamis, (12/01/2017). Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Blora Bondan Sukarno, Kepala SKPD terkait, Kepala Cabang BRI Blora, Direktur Telkom Blora, Perwakilan Distributor Pupuk di Kabupaten Blora, serta Perwakilan Petani di Kabupaten Blora.

Sekitar 108.031 Kartu Tani dibagikan kepada petani di Blora dengan batas subsidi pupuk untuk 2 hektar sawah. Nur Hidayat Kepala Cabang BRI Blora menyampaikan bahwa Kartu Tani ini bertujuan untuk memeratakan distribusi pupuk sehingga tepat sasaran.

“Selain itu dengan adanya kartu ini data petani dan distributor pupuk di Kabupaten Blora dapat tercatat secara Nasional sehingga dapat terorganisir dengan baik,” katanya.

Dengan adanya Kartu Tani maka setiap petani telah ditentukan distributor dan kuota pupuk yang diterima. Sehingga pengambilan pupuk hanya dapat dilakukan di pengecer yang sudah ditetapkan oleh BRI. Pengambilan pupuk dengan menggunakan mesin mempermudah petani untuk dapat mengetahui berapa sisa kuota pupuk yang dimiliki.

Dalam acara Launching Kartu Tani ini juga dilakukan Teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah dari Lapangan Supardi Mungkid Magelang. Selain itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis Kartu Tani oleh Kepala Cabang BRI Blora kepada Bupati Blora Djoko Nugroho dan selanjutnya diserahkan kepada perwakilan petani.

Bupati Blora Djoko Nugroho berpesan kepada seluruh petani dan distributor untuk memanfaatkan Kartu Tani dengan baik. Dengan adanya Kartu Tani diharapkan dapat mengurangi masalah kelangkaan pupuk di Kabupaten Blora. 

“Sekarang sudah ada Kartu Tani dari BRI, nanti pembagian pupuk biar bisa merata dan tidak ada lagi kecurangan untuk mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti M.Agr.Bus berpesan kepada petani agar kuota pupuk yang diberikan dapat digunakan semaksimal mungkin dan sesuai dosis yang ditentukan yaitu menggunakan pupuk urea 200kg untuk 1 hektare sawah dan ditambah dengan pupuk yang lainnya.

Sisa kuota pupuk dapat mempengaruhi pasokan pupuk di tahun selanjutnya, apabila sisa pupuk banyak maka kuota pupuk di tahun selanjutnya akan dikurangi.

Menjawab hal tersebut Kepala Cabang BRI Blora Triyono menyampaikan bahwa Kartu Tani dapat diisi maupun ditarik melalui bank maupun di pengecer pupuk yang telah ditunjuk.

Editor : Akrom Hazami

 

Grobogan Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Kali Keenam

Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari dari Presiden RI yang diserahkan Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise di Jakarta. (ISTIMEWA)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari dari Presiden RI yang diserahkan Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise di Jakarta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kado istimewa diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam peringatan Hari Ibu ke 88. Sri menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari dari Presiden RI Joko Widodo yang diserahkan Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise.

Penyerahan penghargaan dilakukan dalam malam penganugerahan APE di Gedung Auditorium Ir Sudjarwo, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, sejauh ini, penghargaan serupa sudah diraih lima kali. Yakni, tahun 2005 dan 2008 mendapat penghargaan APE kategori pratama. Kemudian, tahun 2010 dan 2012 meraih APE kategori utama. Sedangkan tahun 2013 meraih APE kategori madya.

“Dengan penghargaan APE tahun 2016 total sudah enam kali kita dapatkan. Untuk tahun ini, APE yang diterima untuk kategori madya. Penghargaan APE mulai diberikan sejak tahun 2004,” katanya.

Dijelaskan, APE sendiri diberikan kepada pimpinan daerah, atas prestasi dan kontribusi, dalam mendukung pelaksanaan dan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.

Selain itu, penerima penghargaan juga dinilai sukses melaksanakan program pemberdayaan perempuan secara berkesinambungan, melalui integrasi isu gender dalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.

Penghargaan APE diberikan dari sejumlah indikator penilaian yang digunakan untuk menakar keberhasilan sebuah daerah dalam pelaksanaan rangkaian program pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak. Adapun indikator penilaiannya antara lain mengenai kelembagaan, dukungan forum, komitmen pemerintah, pengarusutamaan gender (PUG), pelindungan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak, serta partisipasi masyarakat dan penguatan kelembagaan.

Di samping itu, perencanaan anggaran pemerintah yang responsif gender, serta komponen untuk penilaian hasil dan manfaat program serta kegiatan, juga masuk ke dalam aspek-aspek pertimbangan untuk memilih daerah yang dinilai layak menerima penghargaan.

Editor : Akrom Hazami

Promosi UMKM lewat Program Inbox, Buat Kudus Dikenal Luas

iklan-pemkab-kudus-munyus-tyg-15-nov-2016

Bupati Kudus Musthofa saat ikut meramaikan perhelatan musik, Inbox, di alun-alun setempat, beberapa pekan lalu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya produk dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kudus ini, memang harus terus menerus dipromosikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memiliki banyak cara untuk mempromosikan produk-produk UMKM tersebut. Salah satu yang cukup membuat banyak orang suka adalah dengan masuk ke program televisi, Inbox SCTV.

Ya, beberapa waktu lalu, Kudus memang menjadi salah satu lokasi program acara Karnaval Inbox, yang berlangsung selama dua hari di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dalam program yang disiarkan langsung itu, Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan aneka produk UMKM Kudus, yang memang patut dibanggakan. Ada batik, ada kerajinan tangan hiasan rumah, dan lain sebagainya. Termasuk biola bambu yang menjadi salah satu ciri khas dari Kudus.

”Ini adalah biola bambu yang memang satu-satunya dibuat di Kudus. Saya selalu mendorong pelaku UMKM untuk bisa membuat sesuatu yang berbeda. Salah satunya biola bambu ini,” katanya.

Dukungan Pemkab Kudus terhadap para pelaku UMKM juga terus dilakukan. Bupati mengatakan jika melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM, pihaknya membantu penuh supaya produk-produk UMKM Kudus bisa dikenal luas.

”Salah satunya melalui program Inbox ini, semoga produk-produk UMKM dari Kudus bisa dilihat banyak orang. Seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sehingga para pelaku UMKM yang ada di wilayah ini, akan semakin memiliki tempat, dan produknya akan laris,” tuturnya.

Belum melihat program Inbox yang berisi promosi produk UMKM Kudus itu, silakan tonton sendiri video berikut ini.

Editor: Merie

 

Bupati Jepara Berikan Tali Asih Kepada Keluarga 2 Bocah yang Tewas Tenggelam di Sungai

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berikan tali asih (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berikan tali asih (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan tali asih kepada keluarga Mustagfirin di RT I RW II, Desa Kedung leper, Bangsri, pada Kamis (21/1/2016). Dua anak Mustagfirin tewas tenggelam.

Bupati Jepara berharap, keluarga Mustagfirin dapat sabar menerima cobaan dan ujian dari Allah.Keluarga korban harus ikhlas terhadap ketentuan Allah. “Jika kita dapat menerima cobaan dan musibah ini dengan tabah, tawakal dan iklas Insya Allah akan akan ada balasan yang berlebih dari Allah,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, keluarga korban akan lebih bersemangat dalam menatap kehidupan dan hari depan dengan penuh semangat dan ketaqwaan yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, kedua anak dari Mustagfirin bernama Septiana Dinda Fitria Sari (5) dan Septian Aditya Putra (3) harus meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Suromoyo yang terletak di desa setempat.

Berdasarkan cerita Yusron, Petinggi Kedung Leper Bangsri, perisitiwa ini sendiri terjadi pada hari Sabtu, 16 Januari 2016 lalu. Saat itu, kedua bocah ini ikut Mustaghfirin ayahnya untuk mencari pasir di sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya tiba-tiba meninggalkan ayahnya yang saat itu sedang sibuk mencari pasir di sungai.

Mustaghfirin mengira, kedua anaknya sudah beranjak pulang terlebih dahulu ke rumah yang yang jaraknya tidak jauh dari sungai tempatnya mengambil pasir. Sehingga Mustaghfirin tidak merasa khawatir.

Sekitar pukul 15.30 WIB, Mustagfirin bergegas pulang ke rumah. Karena hari sudah sore dan di rumah tidak mendapati kedua anaknya, maka ia minta tolong sejumlah warga untuk mencari kedua anaknya di sungai. Selanjutnya bersama beberapa warga ia menyusuri sungai, hingga akhirnya menemukan kedua anaknya yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa tenggelam di sungai.

Editor : Kholistiono