Piala Adipura Buana untuk Pati Bakal Dikirab Awal Agustus

Bupati Pati Haryanto (kiri) bersama Kepala Disperindag Pati Riyoso memperlihatkan piala Adipura Buana yang rencananya akan dikirab pada awal Agustus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto (kiri) bersama Kepala Disperindag Pati Riyoso memperlihatkan piala Adipura Buana yang rencananya akan dikirab pada awal Agustus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan Piala Adipura Buana yang diterima Kota Pati dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI rencananya bakal dikirab pada awal Agustus 2016. Acara itu digelar bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pati.

“Itu sudah menjadi tradisi di Pati. Setiap mendapatkan penghargaan Adipura, kita langsung kirab. Rencananya, Piala Adipura akan dikirab bersama dengan Piala Wahana Tata Nugraha. Keduanya diarak bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Pati,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati Purwadi, Senin (25/7/2016) pagi.

Purwadi menuturkan, salah satu poin tertinggi yang membuat Pati meraih penghargaan Adipura Kencana adalah optimalisasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. TPA itu menjadi percontohan TPA se-Indonesia, karena sudah menggunakan sistem sanitary landfield.

Sementara itu, sebagian besar TPA di Indonesia masih menggunakan sistem control landfield. Padahal, sistem sanitary landfield yang dipakai di TPA Pati membuat lahan TPA menjadi efisien.

Tak hanya itu, TPA Sukoharjo sudah memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari pembusukan sampah. Gas tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kompor gas dan energi listrik rumah tangga.

Hal itu yang membuat Kota Pati mendapatkan poin tertinggi hingga berulang kali meraih penghargaan Adipura. Rencananya, kirab Adipura akan dimulai di Alun-alun Pati menuju Jalan Wahid Hasyim, Jalan Supriyadi, Jalan Jiwonolo, Jalan P Sudirman, Jalan Kol Sunandar, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Dr Susanto, Jalan Dr Wahidin dan kembali ke Alun-alun Pati.

Warga yang ingin menyaksikan serunya kirab Adipura bisa melihat di sejumlah jalan yang menjadi jalur kirab Adipura. “Kami berharap kirab Adipura Buana bisa memberikan semangat warga supaya ke depan bisa meraih Adipura lagi,” harapnya.

Editor : Kholistiono

 

Raih Adipura Buana, Pati Masuk Jajaran Kota Kecil Terbersih di Indonesia

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Kepala BLH Pati Purwadi menunjukkan penghargaan Adipura Buana yang diterima dari Wapres RI Jusuf Kalla, Jumat (23/7/2016). (Dok. Pemkab Pati)

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Kepala BLH Pati Purwadi menunjukkan penghargaan Adipura Buana yang diterima dari Wapres RI Jusuf Kalla, Jumat (23/7/2016). (Dok. Pemkab Pati)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati tercatat menjadi daerah yang selalu berlangganan mendapatkan penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Setelah pernah menyabet Adipura Kencana dalam beberapa tahun terakhir, kini Pati berhasil meraih Adipura Buana.

Penghargaan yang diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu diterima Bupati Pati Haryanto di Istana Sri Indrapura, Siak, Riau, Jumat (22/7/2016). Dengan diterimanya penghargaan itu, Pati masuk dalam jajaran kota kecil terbersih di Indonesia bersama dengan 26 kota kecil lainnya.

Di Jawa Tengah, hanya ada dua kota kecil yang berhasil meraih Adipura Buana, yakni Pati dan Sragen. Padahal, Pati awalnya sempat masuk nominasi untuk meraih penghargaan Adipura paling bergengsi Adipura Paripurna. Namun, Adipura Paripurana akhirnya hanya didapatkan daerah dengan kategori kota sedang, besar dan metropolitan.

“Kabupaten Pati sempat masuk empat besar calon peraih Adipura Paripurna, sebuah penghargaan Adipura paling bergenggi dengan grade tertinggi. Namun, tim penilai memutuskan, tidak ada satupun nominator kota kecil yang meraih Adipura Paripurna. Artinya, kota kecil di seluruh Indonesia tidak ada yang meraih Adipura Paripurna,” ujar Bupati Pati Haryanto, Sabtu (23/7/2016).

Kendati begitu, bupati mengaku Adipura Buana yang diterimanya sudah menjadi anugerah bagi warga Pati seluruhnya. Hal itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Pati masih diakui sebagai kota kecil terbersih di seluruh Indonesia.

Bupati Pati Haryanto foto bersama pejabat di lingkup Pemkab Pati (Dok. Pemkab Pati)

Bupati Pati Haryanto foto bersama pejabat di lingkup Pemkab Pati (Dok. Pemkab Pati)

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat yang sudah berperan aktif dalam mewujudkan Pati sebagai kota yang bersih hingga selalu meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan, Adipura. Ini sebuah prestasi yang membanggakan, karena sudah masuk jajaran empat besar nasional sampai akhirnya mendapatkan Adipura Buana,” ucap Bupati Pati.

Dia sadar, tanpa ada peran dari seluruh warga Pati yang ikut bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, mustahil prestasi tersebut bisa diraih tahun ini. Karena itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pengusaha, Perbankan, Paguyuban pedagang kaki lima (PKL), hingga “pasukan kuning” yang menjadi tenaga kebersihan di Kota Pati.

Ke depan, bupati berharap supaya seluruh elemen masyarakat bisa lebih termotivasi untuk membudayakan lingkungan yang bersih. Dengan demikian, Pati selalu dikenal sebagai kota yang bersih, indah, asri, dan teduh.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati, Purwadi menambahkan, awalnya ada 12 kabupaten/kota dari empat kategori yang masuk jajaran nominator penerima Adipura Paripurna. Dari 12 kabupaten/kota tersebut, Pati masuk empat besar nominator sebagai kota kecil yang akan menerima Adipura Paripurna.

Namun, Purwadi mengaku bila inovasi-inovasi yang disyaratkan untuk mencapai penghargaan Adipura Paripurna cukup berat. Karenanya, empat kota kecil yang masuk nominator penghargaan Adipura Paripurna belum ada yang bisa memenuhi inovasi tersebut. Ke depan, Purwadi berencana menyiapkan sejumlah strategi baru untuk memenuhi semua inovasi-inovasi yang disyaratkan untuk meraih Adipura Paripurna.

Editor : Kholistiono

 

Pengen jadi Bupati Pati? Kumpulkan 67 Ribu Dukungan dari 11 Kecamatan

Ketua KPU Pati Moch Nasich mengumumkan syarat calon perseorangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua KPU Pati Moch Nasich mengumumkan syarat calon perseorangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – KPU Pati mengumumkan syarat bagi warga yang ingin maju sebagai calon bupati melalui jalur independen, nonparpol. Tak sekadar 67.015 dukungan saja, tetapi dukungan itu harus tersebar minimal di 11 kecamatan.

“Kalau berhasil mengumpulkan 67.015 dukungan dari sembilan kecamatan, itu berarti tidak lolos. Dukungan itu harus tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Pati, sedikitnya 11 kecamatan,” kata Ketua KPU Pati Moch Nasich, Selasa (24/5/2016).

Hal itu sesuai dengan aturan bahwa sebaran dukungan minimal 50 persen dari total kecamatan yang ada di daerah. Di Pati, ada 21 kecamatan sehingga sebarannya dari 50 persen adalah 10,5 kecamatan. Bila dibulatkan menjadi 11 kecamatan.

“Cukup berat memang untuk maju sebagai calon bupati lewat jalur independen. Namun, hal itu harus ditempuh agar bisa lolos verifikasi, baik secara administrasi maupun faktual,” imbuhnya.

Setelah sejumlah syarat dipenuhi, KPU memberikan kesempatan bagi calon independen untuk menyerahkan KTP dukungan antara 6 sampai 10 Agustus 2016. Bila lolos verifikasi, calon independen berhak meramaikan bursa Pilkada Pati 2017 bersama dengan calon-calon lainnya yang maju lewat partai politik.

Editor : Akrom Hazami

 

Ciptakan Lingkungan Sehat, Bupati Pati Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Bupati Pati Haryanto menyerahkan secara simbolis penyerahan hadiah sepeda motor  roda tiga untuk mengangkut sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menyerahkan secara simbolis penyerahan hadiah sepeda motor  roda tiga untuk mengangkut sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sampah yang selama ini dibuang sia-sia, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, pemanfaatan kompos dari sampah. Bila dikelola dengan baik, sampah juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah, sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Hal itulah yang dikatakan Bupati Pati Haryanto, Senin (16/5/2016).

“Masyarakat harus mulai sadar pemanfaatan sampah. Jangan sampai sampah yang mestinya bisa dimanfaatkan dengan baik, malah dibuang sia-sia. Alih-alih volume sampah bisa dikurangi, sampah sendiri bisa menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Saya sudah sampaikan itu pada sosialiasi dan pencanangan gerakan masyarakat pilah sampah di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati beberapa waktu lalu,” ujar Haryanto.

Terlebih, lanjutnya, Kabupaten Pati sudah beberapa kali meraih penghargaan di bidang lingkungan. Misalnya, Adipura Kencana, Adiwiyata, dan Wahana Tata Nugraha. Hal itu diakui tidak lepas dari dukungan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah.

Karena itu, pemkab saat ini juga mengalokasikan anggaran untuk mengolah sampah. Dukungan berupa alokasi anggaran tersebut diharapkan bisa mengurangi limbah sampah rumah tangga, sekaligus mendukung program-program lingkungan seperti bank sampah dan rumah kompos.

“Sampah sudah menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Saya berharap, peran kader lingkungan yang bersinergi dengan pemerintah bisa membantu mengatasi persoalan sampah dan kebersihan lingkungan. Tahun 2017 nanti,  ada prioritas anggaran untuk mengolah sampah yang nilainya mencapai Rp 5 miliar,” tuturnya.

Ia menambahkan, hasil sampah yang sudah diolah bank sampah menjadi pupuk kompos bisa dimanfaatkan masyarakat sendiri. Bila ada kelebihan hasil pengolahan sampah, pihaknya meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk membelinya.

Hal itu mendapatkan tanggapan dari Kepala BLH Pati, Purwadi. “Sampah ada dua macam, satu sampah organik dan sampah anorganik. Untuk anorganik, kita sudah banyak kembangkan. Yang terbaru adalah program rumah kompos untuk pengolahan sampah organik. Hasil pengolahannya akan kita beli untuk pemeliharaan taman-taman kota,” kata Purwadi.

Terkait dengan bantuan rumah kompos, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 125 juta. Dana itu diberikan kepada desa dengan sumber daya manusia (SDM) yang sudah mendukung. Salah satunya, Desa Kutoharjo. Di sana, masyarakatnya sudah sadar lingkungan, punya kampung organik, terdapat pengolahan briket arang, pembibitan lele, dan kader-kader lingkungannya sudah mumpuni.

Kepala Desa Kutoharjo Hartono mengungkapkan, kesadaran warga RT 1 RW 2 untuk mengolah sampah dan menjaga lingkungan memang tinggi. Tak heran bila bantuan bank sampah tersebut bisa mereka dapatkan.

“Awalnya, kader-kader lingkungan bekerja keras. Mereka antusias mengolah dan memilah sampah yang akhirnya diikuti warga desa. Selain untuk keindahan dan keteduhan, kegiatan tersebut bisa menambah pendapatan warga. Sebab, hasil olahan sampah dijual ke kantor-kantor dinas untuk memupuk tanaman-tanaman di kantor dinas,” ucap Hartono.

Dalam kegiatan tersebut, bupati menyerahkan hadiah secara simbolis kepada Direktur Bank Sampah Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Sabilul Muhtadi dengan prestasinya yang berhasil mengolah bank sampah dengan pendapatan tertinggi dibanding desa lainnya. Hadiah itu berupa satu unit sepeda motor roda tiga untuk mengangkut sampah.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Warga Pati Kini Punya 2 Perda Baru

uplod jam 19 00 perda baru (e)

Bupati Pati Haryanto menandatangani dua raperda untuk menjadi perda baru di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab dan DPRD Pati akhirnya menyetujui dua rancangan perda untuk disahkan menjadi Pperda baru yang berlaku di Kabupaten Pati. Penandatanganan kedua perda tersebut dilakukan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pati, Senin (11/4/2016).

Raperda yang ditandatangani pertama menyangkut soal retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Raperda yang kedua mengatur Penyelenggaraan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan.

Raperda Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi yang mestinya disahkan akhir tahun lalu akhirnya mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota DPRD. “Perda ini mengatur formulasi penghitungan tarif retribusi pengendalian menara telekomunikasi seperti yang diamanahkan dalam putusan Mahkamah Konstitusi,” ujar Bupati Pati Haryanto.

Perda tersebut, kata dia, diharapkan bisa menjadi dasar hukum untuk melaksanakan pemungutan retribusi terhadap subjek pajak menara telekomunikasi. Sementara itu, Perda yang mengatur Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dibuat sebagai respons terhadap dinamika masyarakat terkait adanya keberatan pengenaan tarif PBB-P2.

“Perda ini mengatur adanya perubahan batas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk pengenaan tarif. Dengan perda yang baru ini, kami harap masyarakat tidak keberatan, terutama yang akan membayar pajak bumi dan bangunan,” ucapnya.

Penandatanganan dua perda baru dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Pati Ali Badrudin tersebut berjalan lancar, tanpa banyak interupsi. Dua perda tersebut diharapkan bisa mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Desak BPBD untuk Turunkan Indeks Risiko Bencana di Pati

Seorang nenek menangis saat disambangi Bupati Pati Haryanto untuk diberikan bantuan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang nenek menangis saat disambangi Bupati Pati Haryanto untuk diberikan bantuan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya bisa menurunkan indeks risiko bencana di Kabupaten Pati melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat.

Ia mengatakan, bencana memang tidak bisa dihindari. Namun, sumber daya manusia (SDM) diberi kesempatan untuk berusaha dengan meminimalisasi risiko bencana. Karena itu, Haryanto mendesak supaya BPBD Pati bisa menurunkan indeks risiko bencana melalui upaya antisipatif, termasuk menurunkan dampak kerugian ekonomi akibat bencana.

“Kami minta supaya indeks risiko bencana harus turun sampai level aman yang telah ditetapkan dalam Rakornas Penanggulangan Bencana yang digelar akhir Februari lalu di Jakarta,” kata Haryanto saat mengunjungi para korban bencana puting beliung di Desa Sundoluhur, Kayen dan Karaban, Gabus, Sabtu (19/3/2016).

Indeks risiko dihitung dari potensi kemungkinan korban dan dampak yang akan ditimbulkan dari suatu bencana. Tujuannya untuk memberikan informasi tingkat risiko bencana di masing-masing wilayah, sesuai dengan bahaya yang dimiliki.

Menurut Haryanto, kunci upaya penurunan indeks risiko bencana ini dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, peningkatan kapasitas pemkab dan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kedua, penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana. Ketiga, internalisasi pengurangan risiko bencana untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pati.

Salah satu strategi yang didorong untuk menjadi prioritas upaya penanggulangan bencana tersebut adalah peningkatan kapasitas pemkab dan masyarakat. Alasannya, ada keterkaitan yang sangat erat antara peningkatan kapasitas dengan penurunan indeks risiko bencana.

“Ada tiga faktor dari indeks risiko bencana yang harus diperhatikan, yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Ancaman dan kerentanan menjadi faktor yang cukup sulit diubah dalam lima tahun ke depan. Sedangkan, kapasitas menjadi faktor yang harus diubah, seiring dengan program pembangunan pada masa pemerintahan saya,” ungkapnya.

Karena itu, warga Pati yang sering terkena dampak bencana alam bakal dikenalkan dengan Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (Community Based Disaster Preparedness). Program itu diharapkan bisa mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk bersiaga dalam mengurangi dampak dan risiko bencana yang terjadi di lingkungan terdekatnya.

“Organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga harus lebih giat dalam merintis pelatihan untuk pertolongan pertama berbasis masyarakat. Saya bangga dan berterima kasih kepada kepolisian, TNI, ormas, relawan, serta semua komunitas masyarakat yang telah guyub rukun meringankan kesusahan saudara-saudara kita di sini,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Haryanto bersama PMI dan BPBD menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako, alas tidur, mi instan, dan dana tali asih. Bantuan berupa dana akan diberikan melalui bansos yang akan diajukan pada penganggaran selanjutnya.

Editor : Kholistiono

Ini Daftar Partai yang Sudah Disambangi Haryanto-Arifin

Haryanto (kanan) menjalin komunikasi dengan PPP terkait dengan Pilkada 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (kanan) menjalin komunikasi dengan PPP terkait dengan Pilkada 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dari empat bakal calon Bupati Pati yang sudah mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, hanya Haryanto yang terlihat aktif menyambangi partai politik. Sedikitnya ada lima parpol yang sudah disambangi Haryanto yang didampingi Saiful Arifin.

Kelima parpol yang sudah disambangi tersebut, antara lain PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Gerindra. Ke depan, Haryanto juga bakal meningkatkan komunikasi dengan parpol lainnya.

“Komunikasi itu penting. Selama saya di eksekutif, saya berteman baik dengan kalangan legislatif. Jadi, kami tidak canggung lagi ketika akan meningkatkan komunikasi terkait dengan Pilkada 2017 nanti,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Haryanto mengaku tidak punya masalah dengan semua parpol. Itu sebabnya, ia bakal menjalin komunikasi lebih lanjut dengan semua parpol yang dianggap bisa mengusungnya untuk maju kembali sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati.

Pada periode lalu, Haryanto memang diusung dari sejumlah partai yang diberi nama Koalisi Pelangi yang terdiri dari PKS, Gerindra, PKB, Hanura dan PPP. Kedekatan dengan koalisi pelangi pada periode lalu itulah yang membuat Haryanto semakin mudah dalam merangkul parpol untuk kepentingan Pilkada 2017.

Hal itu diakui Ketua DPC PPP Pati Suwito. Ia mengatakan sudah akrab dengan Haryanto sejak bergabung dengan “Koalisi Pelangi” pada periode lalu.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Pati Santuni Korban Kebakaran Rumah Akibat Obat Nyamuk

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran akibat obat nyamuk yang menyebabkan rumah milik Umbar (59), warga Desa Sidoluhur RT 4 RW 1, Kecamatan Jaken, Pati ludes terbakar membuat Bupati Pati Haryanto turun ke lapangan untuk memberikan santunan.

Bantuan yang diberikan bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati itu berupa kasur, beras, obat-obatan, dan mi instan. “Ini memang sudah menjadi bagian dari program kemanusiaan,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang cepat tanggap membantu memadamkan kebakaran. Pasalnya, lokasi kebakaran memang sulit dijangkau mobil unit pemadam kebakaran.

Karena itu, pihaknya bakal merealisasikan program unit pemadam kebakaran di setiap kawedanan supaya bisa menjangkau daerah-daerah pelosok sekalipun. “Saya sudah berulang kali mengusulkan damkar, karena keberadaan damkar memang penting supaya tidak ada peristiwa serupa menimpa Pak Umbar,” katanya.

Sementara itu, Umbar mengatakan, masih bisa bersyukur karena diberikan keselamatan saat kebakaran terjadi. “Saat kebakaran, warung mainan dan barang-barang rumah banyak yang habis terbakar,” tuturnya.

Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah memberikan bantuan. “Kami ucapkan terima kasih, karena Pak Bupati mau jauh-jauh datang dan memberikan bantuan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Arifin Klaim DPC PDIP Pati Restui Dirinya Berpasangan dengan Haryanto

Haryanto dan Saiful Arifin terlihat mesra usai mengembalikan formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil di DPC PDIP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto dan Saiful Arifin terlihat mesra usai mengembalikan formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil di DPC PDIP Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengakuan mengejutkan muncul dari Saiful Arifin, seorang pengusaha asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil saat mengembalikan formulir penjaringan Bakal Calon Wakil Bupati Pati di Sekretariat DPC PDIP, Jumat (19/2/2016).

Arifin mengaku, DPC PDIP Pati mendukungnya sebagai Calon Wakil Bupati Pati berpasangan dengan Haryanto. Kendati demikian, hal itu masih belum bisa dipastikan karena kewenangan untuk menetapkan calon bupati dan wakilnya ada di tangan DPP PDIP, bukan DPC PDIP Pati.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Nanti kita berusaha usul supaya DPP PDIP merestui kita. Namun, kenyataannya saat ini teman-teman di daerah sudah mendukung kita,” ujar Arifin saat ditanya MuriaNewsCom.

Salah satu alasan Arifin ngotot pilih Haryanto sebagai pasangannya, karena Haryanto dinilai berhasil membangun Kabupaten Pati selama empat tahun ini. Ia juga menilai investasi dan pembangunan di Pati berkembang pesat.

“Kelebihan dan kekurangan seorang pemimpin memang wajar. Tapi, saya melihat Pak Haryanto banyak kelebihannya dalam memimpin Pati. Kita patut pertahankan, kalau perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Saiful Arifin Dikawal Ratusan Simpatisan untuk Kembalikan Formulir Balon Wakil Bupati Pati

Terkendala Cuaca, Petani di Pati Diminta Hemat Air

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kelompok tani “Tani Makmur” bisa bernapas lega, lantaran jerih payahnya telah melewati masa tanam pada musim kemarau berbuah manis dengan hasil panen yang menggembirakan. Lebih dari itu, mereka juga sempat khawatir jika padinya diterjang banjir pada musim hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Mochtar Effendi menjelaskan, ada hamparan padi seluas 90 hektare pada areal persawahan Widorokandang, Kecamatan Pati yang siap panen. “Meski banyak kendala mengiringi masa tanam sepanjang Oktober 2015 hingga saat ini, kita bersyukur masih bisa menyaksikan panen raya,” tuturnya setelah mengikuti panen padi, Kamis (4/2/2016).

Kendati cuaca tak mendukung aktivitas petani, tapi Kabid Budidaya Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah Ir Nuswantoro yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengaku hasil panen padi di Kabupaten Pati masih terhitung bagus.

“Kita memang menghadapi banyak kendala sebelumnya, terutama dari aspek cuaca. Musim kemarau kemarin memang sangat lama, sehingga beberapa daerah dilanda kekeringan, termasuk di sini,” kata Nuswantoro.

Ia mengaku bila kondisi air saat ini terlalu memprihatinkan. “Meski hujan sudah turun, tapi kapasitas waduk besar baru terisi sekitar 32 persen saja. Kita lihat saja nanti apakah musim kemarau akan tiba pada April atau tidak. Kalau benar begitu, berarti musim hujan relatif kurang dan kemungkinan akan kesulitan air lagi untuk pertanian,” imbuhnya.

Dengan permasalahan tersebut, ia meminta petani supaya lebih hemat air. Selain itu, ia meminta agar petani melakukan percepatan tanam dengan metode tanam serentak, segera panen bila sudah umur, dan mewaspadai organisme pengganggu tanaman (OPT).

Masukan tersebut disambut baik Bupati Pati Haryanto. Ia akan mendukung hasil pertanian di Pati. Bahkan, ia akan memantau hasil pertanian. Pasalnya, berbagai kendala cuaca seperti kemarau panjang dan intensitas hujan yang minim sempat menjadi kendala bagi petani. Kendati begitu, ia masih bisa bernapas lega karena hasil panen di Pati masih melimpah ruah.

“Kami akan terus memacu agar hasil pertanian di Kabupaten Pati tetap meningkat. Kami akan lakukan peningkatan target nasional untuk menambah lahan pertanian seluas 100 ribu hektare,” ujar Haryanto.

Ia menambahkan, peningkatan target itu sebetulnya tidak mungkin karena berdasarkan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak boleh pemkab mengeluarkan izin yang tak sesuai peruntukannya. Apalagi di Jawa penambahan lahan pertanian hampir tidak mungkin. Karena itu, solusinya kita akan memaksimalkan percepatan tanam, bila biasanya dua kali panen menjadi tiga hingga empat kali panen,” paparnya.

Dengan berbagai upaya dari masing-masing sektor yang membidangi, ia yakin terget yang diberikan pada Kabupaten Pati akan bisa terpenuhi. “Yang penting kita bisa bersatu padu, karena memang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kami selaku pemerintah akan mengawal dan mendampingi. Apa yang menjadi kekurangan akan dipenuhi. Petani juga jangan putus asa untuk terus berusaha. Apapun kendalanya, kita harus mempertahankan gelar sebagai pendongkrak ketahanan pangan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati : Kalau Ada SKPD, Camat dan Kades yang Selewengkan Anggaran, Tanggung Sendiri Risikonya

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seluruh pejabat Pemkab Pati yang terdiri dari Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), camat, dan lurah atau kepala desa se-Kabupaten Pati menandatangani pakta integritas penggunaan anggaran 2016 di Ruang Pragola Setda Pati, Senin (4/1/2016).

Mereka diminta untuk menggunakan anggaran selama 2016 sesuai mekanisme dan aturan yang ada. “Jangan sampai ada yang menyimpang. Kalau ada yang melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran, itu urusan mereka karena tanggung jawab sudah diserahkan kepada mereka,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia juga mengimbau kepada pejabat di Kabupaten Pati untuk melaksanakan program-program 2015 yang belum sempat terlaksana untuk dilanjutkan pada 2016. “Kenapa kita buat pakta integritas? Ya agar mereka patuh dan melaksanakan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada,” ujar Haryanto.

Untuk mempercepat serapan anggaran agar tidak seperti tahun sebelumnya, SKPD, camat dan lurah diimbau untuk segera menggunakan anggaran yang digelontorkan dari APBD tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Saya juga punya rumusan. Dana alokasi dana desa (ADD) yang semula masuk penghasilan tetap (siltap) yang semula pencairannya bersamaan, tahun ini kita serahkan siltap setiap bulan kepada perangkat dan kepala desa,” imbuhnya.

Pasalnya, siltap didefinisikan sebagai gaji para perangkat, sehingga siltap akan diserahkan setiap bulan dan tidak per semester seperti tahun sebelumnya. “Formula itu kami nilai akan meningkatkan serapan anggaran pada tahun ini,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Songsong MEA, Bupati Pati Gandeng Toko Modern untuk Tampilkan Produk UMKM

Bupati Pati Haryanto sedang meninjau salah satu toko modern yang berada di Jalan Dr Susanto, Jumat (6/11/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto sedang meninjau salah satu toko modern yang berada di Jalan Dr Susanto, Jumat (6/11/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang dikhawatirkan sejumlah pihak. Pasalnya, warga lintas negara dalam satu komunitas MEA akan bersaing memasarkan produknya.

Kekhawatiran itu juga dirasakan Bupati Pati Haryanto. Karena itu, pihaknya menggandeng sejumlah toko modern di Pati untuk menampilkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut diharapkan agar produk lokal yang menjadi karakter dan kebanggaan masyarakat Pati bisa terakomodasi dan dipasarkan melalui toko modern. “Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap agar produk lokal khas Pati bisa tampil pada MEA yang kurang dua bulan lagi,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/11/2015).

Selain menggandeng toko modern, Haryanto juga sudah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2015 tentang pencanangan sikap cinta produk budaya asli Pati. “Dengan budaya cinta produk lokal sendiri, setidaknya kita bisa memilih produk sendiri ketimbang produk dari negara asing pada MEA 31 Desember 2015 mendatang,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bupati Pati Berzodiak Aries, Minggu Ini Banyak Tugas Menumpuk, Jangan Berleha-leha Ya

Bupati Pati Haryanto (MuriaNewsCom)

Bupati Pati Haryanto (MuriaNewsCom)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto ternyata berzodiak Aries. Dari penelusurannya di Wikipedia, ternyata Haryanto lahir pada 8 April 1964. Artinya, tanggal itu masuk di zodiak Aries.

Berdasarkan ramalan bintang, zodiak Aries pada minggu ini, untuk karier dan keuangannya akan banyak tugas yang menumpuk dan kurangi rasa malas. Sebagai orang nomor satu di Pati, jelas tidak boleh ada rasa malas dalam mengemban tugas. Sebab tugas menumpuk akan mengancam.

Masih menurut zodiak Aries, secara umum tidak perlu berburuk sangka dengan orang lain.

Jika Anda berzodiak sama dengan bupati, bila sudah berpasangan maka harus memerhatikan ketulusan orang lain. Ketulusan seseorang tidak dapat dinilai dari ucapannya saja. Bila masih sendiri, maka berhentilah menilai orang lain dari luarnya saja. (AKROM HAZAMI)

Bupati Pati: Korban Meninggal dalam Keadaan Tugas Negara

kecelakaan (3) (e)

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Bupati Pati Haryanto mengatakan, korban kecelakaan yang menimpa rombongan peserta Jambore dari Pati di Tanjakan Karanggeneng, Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam, meninggal dunia dalam keadaan tugas. Hal itu disampaikan Haryanto saat takziah di rumah duka keluarga Sukoco, Jumat (31/7/2015).

“Kami turut berduka cita. Kedua korban, Bapak Sukoco dan Ibu Mujaenab meninggal dunia dalam keadaan tugas. Karena itu, kami berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau,” ujarnya di sela-sela upacara pemakaman di rumah duka di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan.

Ia mengatakan, kedua korban mengikuti upacara pelepasan kontingen Jamda XIV di Ruang Pragola Setda Pati, Selasa (28/7/2015) lalu. Karena itu, bupati memberikan penghargaan kepada kedua korban yang meninggal dalam keadaan tugas negara.

Jenazah Sukoco dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Jumat (31/7/2015) sekitar pukul 10.20 WIB. Pihak keluarga masih tidak percaya dengan peristiwa yang menimpa Sukoco. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bupati Pati Akan Bubarkan Karaoke Jika Nekat Mulai Buka pada 20 Juli Mendatang

Bupati Pati Haryanto (kedua dari kiri) dan Wakil Bupati Budiyono (ketiga dari kiri) bersama dengan jajaran Forkompinda Kabupaten Pati menggelar rapat koordinasi terkait dengan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Bupati Pati Haryanto (kedua dari kiri) dan Wakil Bupati Budiyono (ketiga dari kiri) bersama dengan jajaran Forkompinda Kabupaten Pati menggelar rapat koordinasi terkait dengan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Ketua Paguyuban Kafe dan Karaoke Kabupaten Pati Heri Susanto memastikan tempat hiburan karaoke di Pati akan buka pada 20 Juli 2015 mendatang. Beberapa karaoke di antaranya akan buka usai Lebaran ketupat. Lanjutkan membaca