Hadapi Demonstran, Pemkab dan DPRD Pati Sepakat Tolak Impor Beras

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab dan DPRD Pati sepakat dengan usulan para petani Pati menolak impor beras di Indonesia. Penolakan tersebut disampaikan langsung kepada para petani Pati saat menemui para demonstran di depan pendapa kabupaten, Senin (22/1/2018).

“Saya wakil dari DPRD Pati, dengan ini menyatakan kalau kami menolak impor beras. Seperti yang diinginkan para petani padi di Pati,” kata perwalian DPRD Pati, Ali N kepada ratusan petani.

Menurut dia, hasil putusan pertemuan antara perwakilan Pemkab Pati, DPRD Pati, dan perwakilan petani juga berbunyi demikian. Pertemuan yang berlangsung di ruang serbaguna DPRD Pati itu mengerucut pada penolakan impor beras.

www.krogerfeedback.com a Kroger website for Kroger Survey

Sementara, Edi S, asisten II Setda Pati menyuarakan hal yang sama kepada ratusan petani. Dikatakan usai perwakilan DPRD, dari Pemkab Pati juga menyetujui apa yang diinginkan para petani Pati.

“Saya mewakili Pemkab Pati juga setuju dengan usulan petani, untuk menolak impor beras, ucapnya singkat menyambut petani.

Ditambahkan Subhan, petani yang ikut aksi mengatakan Pemkab Pati harus komitmen menolak Impor Beras. Itu harus dibuktikan dengan meminta kementerian dan pemerintah pusat tidak impor beras.

“Kami akan terus mendampingi dan mengawal agar tak ada impor beras. Bahkan masa yang lebih banyak bisa kami kerahkan,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Tak Kunjung Temui Demonstran, Bupati Pati Dikirimi Fatihah

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan petani yang menggelar aksi penolakan impor beras di depan Alun-alun Pati ramai-ramai membacakan surat Al-Fatihah untuk Bupati Pati Haryanto. Itu dilakukan setelah orang nomor satu di Bumi Mina Tani itu tak kunjung menemui demonstran.

Subhan, salah sartu demonstran mengaku tak mudah bagi petani datang ke pendapa. Ia mengaku harus menjual gabah satu kwintal untuk beraksi menyuarakan aspirasi dan keinginan petani supaya didengar Bupati Haryanto.

“Cukuplah saya yang kehilangan satu kwintal gabah. Datanglah pak bupati, temuilah kami yang hanya rakyat jelata ini,” katanya saat aksi

Selain pembacaan surat Fatihah, dalam aksi tersebut juga dialunkan puisi khusus buat pejabat Pemkab Pati. Puisi keprihatinan tersebut muncul lantaran nasib petani yang dianggap makin tercekik.

Dalam aksi juga sempat terjadi aksi saling dorong antara masa dengan petugas kepolisian yang berjaga. Aksi dorong muncul karena tak kunjung ada tanggapan dari Pemkab Pati.

Editor: Supriyadi

Baca: Tolak Impor Beras, Ratusan Petani Pati Demo di Depan Pendapa

Bupati Pati Terima Penghargaan Tertinggi di Bidang Kelautan dari Presiden Jokowi

Bupati Pati Haryanto menerima penghargaan di bidang kelautan dari Presiden Jokowi, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan dan Pembangunan Kelautan dari Presiden Joko Widodo. Penyerahan penghargaan dilakukan Mendagri RI Tjahjo Kumolo di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Rabu (13/12/2017).

Penghargaan yang diterima Haryanto merupakan penghargaan tertinggi di bidang kelautan. Artinya, kepemimpinan Haryanto dinilai berhasil dalam membangun Pati menjadi negeri maritim yang berkontribusi untuk nasional.

“Saya tidak menyangka sebelumnya, karena ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang kelautan. Pati dianggap berhasil melakukan tindakan nyata dalam pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan,” ujar Haryanto.

Selain itu, ada sejumlah poin penting yang membuat Pati meraih penghargaan bergengsi tersebut. Satu di antaranya, Pati dinilai berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanaman mangrove dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perikanan.

Keberhasilan tersebut, sambung Haryanto, merupakan buah dari kerja bareng pemerintah bersama masyarakat. Dia mengucapkan terima kasih kepada warga Pati yang ikut berkontribusi hingga penghargaan tertinggi di bidang kelautan itu diterima.

Secara terpisah, Jokowi menyatakan jika laut yang menaungi sebagian besar wilayah Indonesia bukan menjadi pemisah, tetapi justru pemersatu bangsa. Melalui Deklarasi Juanda, negara kepulauan seperti Indonesia bisa diterima secara internasional.

Dengan alasan itu, pemerintah saat ini gencar memperkuat ketahanan maritim dengan memberantas illegal fishing. Dengan begitu, kekayaan laut Indonesia bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Alasan itu pula yang membuat Jokowi berkomitmen menggerakkan sektor maritim dengan memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang memiliki kontribusi tinggi di bidang kelautan dan perikanan. Ia sadar, pemanfaatan sektor maritim akan membuat Indonesia menjadi bangsa besar.

Editor: Supriyadi

JMPPK Desak Bupati Pati Tak Perpanjang Izin Pabrik Semen

Ratusan massa JMPPK menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Pati, Rabu (13/12/2017).

Mereka kembali menuntut agar rencana pendirian pabrik Indocement dihentikan. Berbagai spanduk penolakan pabrik semen dibentangkan, sedangkan massa dari ibu-ibu duduk berdiam di jalanan dengan mengenakan caping bertuliskan tolak pabrik semen.

“Usir Indocement dari Pati. Selamatkan Kendeng, tolak pabrik semen. Batalkan izin PT SMS di Pati,” begitu tulis di salah satu spanduk.

Koordinator lapangan, Bambang Sutiknyo menyampaikan, ada sejumlah tuntutan dalam aksi yang dikemas orasi, tembang, dan teatrikal tersebut.

Pertama, mereka meminta kepada bupati agar tidak memperpanjang izin lingkungan untuk pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang telah berakhir pada 8 Desember 2017.

Kedua, mereka meminta klarifikasi pernyataan bupati Pati pada saat pertemuan di Wisma Perdamaian Semarang, yang menyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Pati yang melakukan aksi demo tolak pabrik semen merupakan orang bayaran.

Dalam aksinya, massa menilai pabrik semen akan merusak lingkungan. Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk memajukan daerah Pati melalui sektor nontambang.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Pati Haryanto Kembali Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi

Bupati Haryanto saat meninjau hasil perikanan di TPI Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto kembali menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan tersebut berupa tanda kehormatan Satyalencana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan dan Pembangunan Kelautan yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 124/TK/2017.

Dari informasi, penyerahan penghargaan rencananya akan diterima pada Peringatan Hari Nusantara di Kota Cirebon, Rabu (13/12/2017) besok.

Selain Pati, ada sejumlah kepala daerah lain yang akan menerima penghargaan yang sama. Mereka adalah Bupati Pacitan, Probolinggo, Bone, Klungkung, Walikota Pariaman dan Pare-Pare.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Edy Martanto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan Presiden karena Pemkab Pati dinilai berhasil menyelenggarakan pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kelautan melalui tindakan nyata pengelolaan pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan.

“Pak Bupati juga dianggap sukses meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanaman mangrove sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Edy.

Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, sambung Edy, kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi kelautan-perikanan dituntut untuk bisa memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, serta menunjukkan integritas moral dan keteladanan dalam bidang pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kelautan.

Menanggapi hal itu, Haryanto menuturkan, penghargaan tersebut memang secara khusus ditujukan kepadanya. Namun, dia menyebut penghargaan itu sebetulnya untuk Pemkab dan masyarakat Pati.

Melalui penghargaan tersebut, Haryanto ingin Pati terus menjadi daerah maju dengan potensi maritimnya. Dia yakin, potensi daerah akan berkembang pesat bila didukung dengan pemerintah dan masyarakatnya.

Karena itu, Haryanto ingin mempersembahkan penghargaan dari Presiden Jokowi tersebut kepada masyarakat Pati. “Apa yang saya lakukan, semuanya untuk rakyat,” pungkas Haryanto.

Editor: Supriyadi

Bupati Siapkan Pati Menuju Smart City

Pejabat dari Kemenkominfo RI Setiawan saat menjelaskan program smart city di Ruang Pragola Setda Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto sedang menyiapkan Kabupaten Pati menuju “smart city”. Hal itu disampaikan Haryanto, seusai membuka Sosialisasi Persiapan Smart City dan Implementasi e-Office di Lingkungan Pemkab Pati, Selasa (12/12/2017).

“Kita ini sedang mempersiapkan. Harapannya, Pati bisa menjadi smart city yang tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada,” kata Haryanto.

Pati agar bisa menuju smart city, Haryanto meminta kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM). Untuk masalah anggaran, pihaknya sudah menyiapkannya.

“Dengan teknologi yang serba maju, semua OPD harus segera menangkap. Kalau tidak paham ya belajar, kalau tidak punya SDM, cari yang mampu dan mengetahui teknologi IT,” ucap Haryanto.

Saat ini, Pemkab Pati sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung percepatan pelayanan publik seperti e-planing, e-budgeting, dan sistem keuangan desa (siskeudes). Ke depan, berbagai pemanfaatkan IT akan dilakukan untuk mendukung program smart city di Pati.

Analis Kebijakan Publik untuk Perkembangan e-Government Kemenkominfo RI Setiawan mengatakan, konsep smart city harus disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah masing-masing.

“Diawali dengan analisis dulu, kelebihan, kekurangan dan potensi daerah. Kita lihat, Pati wilayahnya luas dengan dukungan APBD yang lebih besar,” tutur Setiawan.

Di Pati, sektor utama tidak hanya di bidang pertanian dan kelautan sesuai dengan slogan mina dan tani. Pati juga punya ragam sektor seperti wisata, UMKM dan bisnis.

Karena itu, Pemkab Pati disarankan untuk menyusun analisis tersebut sebelum membuat masterplan smart city. Sebab, konsep tersebut pada dasarnya untuk mengelola tata pemerintahan berbasis IT yang bertujuan mendongkrak potensi daerah.

Editor: Supriyadi

Bupati Instruksikan Penggunaan Produk Lokal Daerah Asli Pati

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menginstruksikan kepada jajarannya untuk menggunakan produk lokal daerah. Perintah itu tertuang dalam surat edaran bernomor 510/5146 yang ditujukan staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat daerah, camat, kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) dan kepala sekolah.

Dalam surat edaran tersebut, Haryanto meminta kepada setiap instansi pemerintah untuk mengutamakan produk lokal daerah dalam pengadaan barang atau jasa di masing-masing instansi sesuai ketentuan pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Dia juga mengimbau kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN), tenaga upah jasa dan peserta didik di lingkungan Pemkab Pati untuk menggunakan pakaian, seragam, sepatu, dan ikat pinggang hasil produk industri kecil menengah (IKM) Pati.

Pemanfaatan kegiatan-kegiatan yang bersifat khusus maupun temporal untuk mempromosikan dan membangun budaya cinta produk wong Pati juga ditekankan dalam surat edaran tersebut.

“Ini dalam rangka mengenalkan produk daerah dan meningkatkan kesejahteraan IKM di Kabupaten Pati. Kita punya banyak potensi IKM yang harus diangkat, sehingga ekonomi berbasis kerakyatan akan berjalan dengan baik,” ujar Haryanto.

Tak hanya itu, Haryanto juga meminta kepada instansi pemerintah agar ikut memberikan sosialisasi dan sambung informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan produk lokal daerah.

Dengan begitu, pemakaian produk lokal daerah akan membumi tidak hanya di kalangan instansi pemerintahan, tetapi juga di semua lapisan masyarakat. Dia berharap, pengutamaan produk lokal bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pati melalui basis kerakyatan.

Editor: Supriyadi

Berkinerja Baik, Bupati Pati Haryanto Bakal Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi

Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan Kapolsek Pati Iptu Pujiati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto akan segera menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan itu dijadwalkan diterima di Kemendagri, Jumat (10/11/2017).

Haryanto dinilai memiliki kinerja terbaik berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD) terhadap laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) tahun 2015.

Selain Haryanto, pemimpin daerah lain yang akan menerima penghargaan yang sama, antara lain Bupati Banyuwangi, Karanganyar, Probolinggo, Kuningan, Walikota Bandung, Banjar, Gorontalo, Makassar, Sukabumi, Bontang, dan Gubernur Kalimantan Timur.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pati Puji Istianto mengatakan, prestasi Kabupaten Pati mengalami kenaikan peringkat yang signifikan setiap tahunnya. Sejak dipimpin Haryanto pada 2012, Pati secara terturut-turut menempati peringkat 37, 33, 17 dan saat ini bertengger pada peringkat 10 besar nasional.

“Sebelum dipimpin Bupati Haryanto, Pati sempat mengalami keterpurukan hingga berada di peringkat terakhir dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Setelah Bupati Haryanto memimpin, bertahap tapi pasti saat ini Pati berada di peringkat sepuluh besar tingkat nasional,” jelas Puji.

Adapun sejumlah aspek yang menjadi penilaian, di antaranya pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, informasi keuangan daerah dan laporan kinerja instansi pemerintah daerah.

Ada pula sejumlah aspek penilaian lain seperti kebijakan, kelembagaan, dan sumber daya manusia (SDM) pada otonomi daerah. Setelah dilakukan penilaian, Pati akhirnya masuk dalam sepuluh daerah di Indonesia berkinerja terbaik.

Editor: Supriyadi

KEREN! Pasar Tayu Masuk Kategori Pasar Rakyat Terbaik se-Indonesia

Pasar Tayu yang baru saja dibangun mendapatkan anugerah Pancawara dari Kemendag. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasar Tayu yang baru saja dibangun Pemkab Pati mendapatkan penghargaan Anugerah Pancawara dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Anugerah tersebut diberikan kepada pasar yang memiliki inovasi untuk kesejahteraan bersama.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati Riyoso mengatakan, Pasar Tayu masuk dalam kategori Pasar Rakyat Pemda Tipe 1 dan 2 terbaik se-Indonesia bersama Kudus, Magelang, Surakarta, Denpasar, Pontianak, Jakarta Utara, Banda Aceh, Sukoharjo, Kuningan, dan Bogor.

“Kita masuk lima besar untuk kategori inovasi pasar rakyat terbaik. Kita patut bersyukur, karena Pati menjadi salah satu yang terbaik,” ujar Riyoso, Selasa (7/11/2017).

Ada sejumlah poin penting yang membuat Pasar Tayu masuk dalam lima besar pasar rakyat terbaik di Indonesia. Salah satunya, adanya sistem informasi pasar daerah (SIMPADA).

Selain itu, Pasar Tayu memiliki zona pedagang yang memenuhi kebutuhan, kebersihan, ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman, ruang kesehatan dan menyusui, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang baik.

“Fasilitas di Pasar Tayu tidak kalah dengan toko swalayan. Hanya saja, budaya pasar rakyat memang harus dilestarikan. Seperti tradisi tawar-menawar dan tidak mengambil sendiri sebagaimana di toko swalayan,” jelas Riyoso.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku bangga karena Pati memiliki pasar rakyat yang dianggap memiliki inovasi terbaik di Indonesia. Pasalnya, tidak semua pasar rakyat mendapatkan anugerah Pancawara dari Kemendag.

Terlebih, hasil survei yang dilakukan Kemendag menunjukkan, tingkat kepuasan pedagang dan konsumen di Pasar Tayu cukup bagus. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan penataan yang lebih mantap untuk Pasar Tayu.

Editor : Ali Muntoha

Haryanto Beberkan Rahasia Jadi Bupati Pati di Depan Ratusan Kader Golkar

Bupati Pati Haryanto saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-53 Golkar di Gedung Serbaguna DPD Golkar Pati, Sabtu (4/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dan wakilnya, Saiful Arifin menghadiri kegiatan HUT ke-53 Partai Golkar di Gedung Serbaguna DPD Partai Golkar Pati, Sabtu (4/11/2017).

Dalam sambutannya, Haryanto sempat membeberkan sebuah “rahasia” yang mengantarkannya menjadi Bupati Pati hingga dua periode. Hal itu disampaikan di depan ratusan kader Partai Golkar yang hadir.

“Masyarakat itu butuh sentuhan. Mereka tidak melihat partai besar atau kecil, tetapi yang dilihat seberapa peduli kita kepada masyarakat,” ujar Haryanto.

Karena itu, ia menyarankan kepada pengurus DPD Golkar Pati untuk terus peduli kepada rakyat bila ingin menjadi partai yang terus eksis. Sebab, kepedulian itu yang akan dilihat masyarakat.

“Biasanya di suatu daerah, ada wilayah merah, kuning, hijau, biru dan lainnya. Yang wilayahnya sudah mantap, terus dimantapkan. Jangan karena sudah mantap, justru ditinggalkan,” jelasnya.

Dalam politik, dia mengingat pepatah lama yang masih sangat relevan untuk diterapkan sampai sekarang, yakni pola kaderisasi sekasur, sedapur, sesumur, dan sedulur. Artinya, kaderisasi partai sangat efektif dengan pola pemanfaatan suami-istri, anak, tetangga, dan saudara-saudaranya.

Meski diakui sebagai konsep lama, tetapi pola tersebut dinilai masih sangat cocok diterapkan untuk pola kaderisasi partai zaman modern. Ia juga mengingatkan agar partai selalu semangat dalam memberdayakan pengurus dan underbow.

Berbagai pola itulah yang membuat Haryanto dipercaya masyarakat Pati sebagai kepala daerah. Dia berharap, pola-pola yang diterapkan dalam kepemimpinannya bisa menjadi teladan dan memberi manfaat untuk rakyatnya.

HUT ke-53 Partai Golkar sendiri dihadiri sejumlah tokoh penting Golkar, seperti Anggota DPR RI Firman Soebagyo, Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono, pengurus, dan semua anggota DPRD Pati Fraksi Golkar.

Editor: Supriyadi

Pemuda Karang Taruna Diminta Ikut Berkontribusi Memajukan Pati

Bupati Pati Haryanto (kiri) melantik Karang Taruna Pati di Stadion Joyokusumo, Sabtu (28/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna diminta ikut memberikan kontribusi dalam memajukan Kabupaten Pati. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam pelantikan Karang Taruna Pati di Stadion Joyokusumo, Sabtu (28/10/2017).

“Karang Taruna punya peran strategis untuk ikut membangun daerah dari berbagai aspek, termasuk ekonomi dan kemandirian. Karang Taruna juga bisa bersinergi dengan pemerintah desa untuk melaksanakan berbagai program,” ujar Haryanto.

Menanggapi hal itu, Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin mengaku siap bersinergi dengan pemerintah dan pihak manapun untuk melakukan pemberdayaan masyarakat hingga ke desa-desa. Sebab, ia tahu bila setiap desa punya potensi masing-masing yang bisa diberdayakan untuk kemajuan Pati.

Arifin juga menegaskan, Karang Taruna Pati akan menjadi wadah pemersatu pemuda yang ikut membantu di bidang pembangunan, ekonomi, dan kemandirian. “Kita siap bersama-sama menggerakkan kegiatan positif untuk kemajuan Pati,” katanya.

Di tingkat desa, Karang Taruna akan digerakkan untuk pemberdayaan desa. Jika Karang Taruna di tingkat desa sudah aktif, pihaknya akan memberikan dukungan penuh.

Namun, bila Karang Taruna di tingkat desa ternyata tidak aktif, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menggerakkan Karang Taruna Desa. Sebab, Karang Taruna Desa punya peran strategis untuk menggali potensi yang bisa dikerjakan untuk kesejahteraan bersama.

Editor : Ali Muntoha

Refleksi Sumpah Pemuda, Karang Taruna Pati Dukung Program Nawa Cita Jokowi

Pengurus Karang Taruna Pati menyerukan dukungannya untuk program Nawa Cita Jokowi, usai mengikuti dialog Refleksi Sumpah Pemuda, Jumat (20/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Karang Taruna Kabupaten Pati menggelar dialog refleksi sumpah pemuda bertajuk “Mewarisi Api Perjuangan Santri dalam Gelora Nawa Cita” di Ruang Adipati The Safin Hotel, Jumat (20/10/2017) malam.

Kegiatan tersebut untuk menyambut Hari Santri pada 22 Oktober, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

“Kami ingin meneladani semangat pemuda, termasuk santri yang dulu selalu jadi pembela negara,” ujar Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin.

Dalam kegiatan tersebut, pemuda Karang Taruna diajak untuk ikut menyukseskan agenda revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, revolusi mental dinilai menjadi pintu awal Indonesia menuju bangsa dan negara yang besar.

Karang Taruna Pati juga menyatakan dukungannya untuk program Nawa Cita yang digelorakan Jokowi. Dukungan itu akan direalisasikan dalam bentuk ragam kegiatan Karang Taruna yang bertumpu pada Nawa Cita.

“Kita harus bisa mewarisi semangat pejuang untuk mengabdikan hidup pada negeri. Kita akan mulai dari Pati. Kita harus selalu berpikir positif dan mengagendakan hal-hal yang positif pula,” ucap Arifin.

Sementara itu, salah satu narasumber, KH Abdullah Umar Fayumi mengatakan, Nawa Cita menjadi rintisan untuk Indonesia mengukir peradaban baru sebagai pemimpin peradaban dunia.

Menurutnya, Nawa Cita bukan sebagai cita-cita paling akhir, tetapi pilihan langkah strategis untuk kondisi Indonesia saat ini. Karena itu, Nawa Cita perlu mendapatkan dukungan dari berbagai elemen seperti yang dilakukan Karang Taruna Pati.

“Indonesia punya penduduk besar dan sumber daya alam yang menjadi tumpuan bagi dunia global. Kehadiran Nawa Cita dan semangat trisaksi yang dihidupkan kembali semestinya bukan hanya dilakukan pemerintahan Jokowi, tetapi juga rakyat dan bangsa Indonesia,” jelas Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum yang akrab disapa Gus Umar ini.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma menambahkan, dukungan Karang Taruna Pati untuk program Nawa Cita merupakan terobosan revolusioner di tengah kondisi Karang Taruna yang selama ini kurang begitu bergelora.

Karena itu, dia mengapresiasi langkah Karang Taruna Pati yang bergerak sesuai dengan visi dan semangat pemerintah. Langkah tersebut juga dinilai sebagai pemupuk semangat pemersatu bangsa dalam bingkai kebhinnekaan.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Minta Pejabat OPD Layani Warga Pati dengan Murah, Cepat dan Akurat

Bupati Pati Haryanto (kiri) meminta kepada pejabat OPD untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto meminta kepada pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat Pati dengan murah, cepat dan akurat.

“Yang mudah ya dimudahkan, yang sulit harus dipermudah sesuai aturan. Prinsipnya, pelayanan masyarakat harus murah, cepat dan akurat,” ujar Haryanto, Selasa (3/10/2017).

Salah satu instansi yang membidangi pelayanan publik, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati yang semula Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT).

Instansi tersebut diharapkan bisa bekerja sesuai dengan standard operating procedure (SOP) dan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

Haryanto menegaskan, investasi di Kabupaten Pati akan terus berkembang bila pelayanan dipermudah. Investasi itu yang akan membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

“Kalau pelayanannya murah, cepat dan akurat, investasi akan mudah masuk ke Pati. Dampak positifnya, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan pengangguran berkurang,” jelas dia.

Saat ini, Pati mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal itu diakui karena pelayanan dan perizinan di Pati dipermudah dengan slogan murah, cepat dan akurat.

Karena itu, Haryanto menegaskan agar pejabat OPD di Pati untuk sama-sama bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab, pemerintah mengabdi kepada negara yang muaranya kembali kepada rakyat.

Editor: Supriyadi

Bupati Pati Akan Bebaskan Biaya Pendidikan Anak Penyandang Disabilitas

Anggota Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pati seusai melakukan audiensi dengan Bupati Pati Haryanto, Senin (2/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto rencananya akan membebaskan biaya pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas. Hal itu diungkapkan Haryanto saat ditemui Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pati Suratno di Pendapa Pati, Senin (2/10/2017).

Ada empat hal yang disampaikan Suratno saat melakukan audiensi dengan Bupati. Pertama, dia meminta supaya akses penyandang disabilitas dipermudah.

Kedua, penyandang disabilitas meminta tempat untuk usaha. Selanjutnya, mereka berharap diberikan bantuan modal usaha seperti mesin jahit, kaos atau modal bahan baku kaos.

Terakhir, dia meminta agar pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas dibebaskan. Sebab, dia menemukan anak dari penyandang disabilitas ditolak karena orang tua tidak punya biaya.

“Kemarin ada anak dari penyandang disabilitas yang ditolak sekolah umum, karena orangtuanya tidak mampu. Padahal, nilainya bagus dan semestinya bisa masuk,” ucap Suratno.

Menurut dia, anak dari seorang penyandang disabilitas punya hak yang sama. Pasalnya, mereka hidup normal tidak seperti orangtuanya yang memiliki keterbatasan fisik.

Hanya saja, orangtuanya tidak mampu menyekolahkan karena keterbatasan biaya. Dia berharap, anak dari penyandang disabilitas yang berprestasi dan memiliki nilai bagus bisa sekolah seperti anak-anak orang mampu lainnya.

Menanggapi hal itu, Haryanto rencananya akan memberikan rekomendasi kepada anak-anak penyandang disabilitas agar digratiskan sekolah. Dia tidak ingin anak-anak kurang mampu terhalang sekolahnya karena keterbatasan biaya.

Terkait dengan bantuan yang diminta PPCI, Haryanto menegaskan akan memberikan bantuan. Tahun depan, masing-masing penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan sedikitnya Rp 3,5 juta per orang.

Editor: Supriyadi

Desa Wonosekar Pati Jadi Percontohan Perilaku Hidup Sehat Tingkat Jawa Tengah

Bupati Pati Haryanto bersama tim penilai PHBS Jawa Tengah mengunjungi Desa Wonosekar, Tlogowungu, Pati, Selasa (26/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong menjadi salah satu di antara tiga desa yang menjadi percontohan dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Jawa Tengah 2017.

Sebelumnya, Desa Wonosekar ditetapkan sebagai pemenang dalam lomba PHBS di tingkat kabupaten. Setelah diajukan ke tingkat Jawa Tengah, Desa Wonosekar masuk nominasi tiga besar.

“Tim penilai dari provinsi sudah melakukan penilaian. Kami berharap, Desa Wonosekar yang mewakili Kabupaten Pati mendapatkan nilai tertinggi sehingga bisa maju ke tingkat nasional,” ujar Bupati Pati Haryanto.

Selama ini, Desa Wonosekar sudah banyak mendapatkan dukungan dari Pemkab Pati untuk program PHBS Kesehatan. Salah satunya, gerakan cuci tangan dengan sabun, serta penunjang sarana dan prasarana kesehatan.

Berbagai pihak juga dilibatkan untuk mendukung program PHBS di Desa Wonosekar, seperti Posyandu, Pemuda Siaga Sehat, dan Kader Pemantau Jentik Nyamuk.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati Musus Indarnani menambahkan, Pati patut berbangga karena masuk nominasi tiga besar di tingkat Jawa Tengah. Menurutnya, perolehan itu cukup membanggakan.

Kendati demikian, dia berharap Pati bisa meraih nilai paling tinggi dari dua kandidat lainnya sehingga bisa melaju di tingkat nasional. Selain persoalan lomba, Musus menegaskan jika program itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat Wonosekar agar dicontoh desa lainnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Pati Haryanto Terima Penghargaan Pelopor Inovasi dari Gubernur Jateng

Bupati Pati Haryanto (kanan) menerima penghargaan pelopor inovasi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di GOR Jetayu Kota Pekalongan, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menerima penghargaan pelopor inovasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penghargaan itu diserahkan di GOR Jetayu Kota Pekalongan, Jumat (15/9/2017).

Selain Kabupaten Pati, ada tiga kabupaten dan kota lainnya yang mendapatkan penghargaan, yakni Kota Magelang, Kabupaten Klaten dan Boyolali.

“Penghargaan ini hanya sebagai penyemangat. Ke depan, produk inovasi dari Kabupaten Pati akan terus dikembangkan. Semuanya untuk warga Pati sendiri,” kata Haryanto.

Dalam pengembangan inovasi, pihaknya sudah menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mendampingi inovator secara berkelanjutan. Selain itu, para pemenang juga harus didampingi supaya produknya punya manfaat dan dikenal masyarakat luas.

“Ini semakin membuktikan bahwa Pati akan segera menjadi Kota Inovasi. Kami terus mencari bakat-bakar dari inovator muda. Berbagai kompetisi dan lomba akan kami adakan untuk pelajar dan masyarakat luas,” tuturnya.

Dua inovator asal Pati yang mendapatkan dua penghargaan sekaligus adalah Biriski Afrianto dan Muhammad Nur Alim dengan produk pemanfaatan limbah kulit kacang tanah sebagai bioantiseptik. Keduanya mendapatkan juara favorit.

Sementara Teguh Wikan Widodo mendapatkan juara harapan karena produk kopi prebiotik. Teguh dinilai berhasil memperbaiki mutu kopi dengan cita rasa yang enak dan aman bagi lambung.

Editor: Supriyadi

Kekeringan, Warga Lumbungmas Pati Digelontor 5 Tangki Air Bersih

Distribusi air bersih di Desa Lumbungmas, Pucakwangi, dihadiri Bupati Pati Haryanto, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi mendapatkan bantuan lima tangki air bersih dari Pemkab Pati. Bantuan itu diserahkan langsung kepada warga, Rabu (13/9/2017).

Penyerahan air bersih dilakukan Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin dan anggota DPR RI Evita Nursanty dengan dibantu anggota TNI AD dan polisi.

Haryanto mengatakan, distribusi air bersih ke sejumah wilayah terdampak kekeringan saat ini memang terkendala minimnya truk tangki yang digunakan untuk mengangkut air. Namun, dia optimistis bantuan itu akan terdistribusikan dengan baik.

“Permohonan dari warga tetap kami akan berupaya untuk mencukupi. Tapi pendistribusiannya akan dilakukan secara bertahap, karena armada tangki hanya berjumlah enam unit saja, yaitu dari DPUTR, PDAM, PMI dan BPBD,” kata Haryanto.

Air bersih yang didistribusikan ke berbagai desa terdampak kekeringan diakui akan menyesuaikan kebutuhan warga. Bila distribusi air ke Desa Lumbungmas masih kurang, pihaknya akan kembali mengirimkannya lagi dalam waktu yang dekat.

Sementara itu, Evita akan membawa persoalan kekeringan di Pati untuk dibahas ke parlemen. Dia yang melihat langsung kekeringan di Pati bisa menjadi masukan untuk disuarakan kepada pemerintah pusat.

“Saya sudah melihat secara langsung kebutuhan masyarakat Pati akan air bersih. Ini akan kami gunakan sebagai masukan supaya bisa ditindaklanjuti pemerintah pusat,” tandas Evita.

Editor: Supriyadi

Gaya Stylish Bupati Saat Gowes jadi Perhatian Warga Pati

Gaya stylish Bupati Pati Haryanto (kanan) saat meluapkan hobi gowes di kawasan Tlogowungu, Pati, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto punya kebiasaan bersepeda keliling ke sejumlah tempat di Kabupaten Pati. Hobi itu biasa dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Tak sendirian, Haryanto biasanya ditemani beberapa pejabat organisasi perangkat daerah (OPD). Pada Rabu (13/9/2017) tadi, ia ditemani Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Kali ini, aksi gowes dilakukan dengan menempuh jalur dari Pendapa Pati menyusuri Jalan Penjawi dilanjutkan ke arah Stadion Joyokusumo dan menjelajah di kawasan Regaloh dan Tlogowungu.

Tlogowungu dipilih menjadi salah satu tujuan gowes karena masih asri dan banyak pepohonan. “Gowes itu menyehatkan tanpa efek samping, bikin tubuh segar dan bugar,” ujar Haryanto.

Dia menjelaskan, kesadaran untuk berolahraga harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, kesehatan setiap orang terjamin di tengah aktivitas kerja sehari-hari yang kerap menyesakkan kepala.

Gaya stylish Haryanto saat gowes tidak lepas dari sorotan warga. Dia mengenakan kaos berkerah warna putih, celana jeans dan sepatu putih.

Ia juga mengenakan kacamata hitam dan topi hitam, lengkap dengan jam tangan pada bagian lengan kiri. Beberapa warga yang dilalui gowes sempat memanggil Haryanto dengan sebutan Pak Bupati.

Haryanto lantas membalasnya dengan melambaikan tangan sembari tersenyum lebar. Sementara Letkol Inf Andri lebih memilih pakaian sport berwarna oranye lengkap dengan helm sepeda yang dikenakan sepanjang aksi gowes.

Editor: Supriyadi

58 Desa dari 7 Kecamatan di Pati Alami Kekeringan, Begini Respon Bupati

Bupati Pati Haryanto bersama instansi terkait menggelar rakor terkait kekeringan di kantor dinasnya, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 58 desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Hal itu diungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo, Senin (11/9/2017).

“Sudah ada 58 desa di Pati yang mengajukan permohonan air bersih. Tapi ada empat desa yang belum terakomodasi, karena belum mengajukan permohonan,” kata Sanusi.

Empat desa yang belum mengajukan permohonan, antara lain Desa Lumbungmas, Mojoagung, Sitimulyo dan Mencon. Sementara puluhan desa yang berasal dari Jakenan, Batangan, Gabus, Kayen dan Sukolilo sudah mendapatkan bantuan air bersih.

Menanggapi hal itu, Bupati Pati Haryanto menjadwalkan akan turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan. Ada sekitar 400 tangki air bersih yang akan disalurkan ke sejumlah daerah yang dilanda kekeringan seperti Pucakwangi.

“Anggaran dari BPBD ada 400 tangki air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan. Selain itu, masih ada bantuan dari DPUTR, PDAM dan PMI yang akan segera disalurkan,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekeringan, pihaknya juga sudah menggelar rapat koordinasi dengan BPBD, Bagian Kesra, PMI, PDAM dan DPUTR. Hasilnya, bantuan dari Pemkab dan pihak swasta akan digalang untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga.

Editor: Supriyadi

Kerap Timbulkan Masalah, Bupati Instruksikan Batas Desa di Pati Diperjelas

Temu kerja Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa dan Kelurahan di Pendapa Pati, Rabu (6/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menginstruksikan kepada pemerintah desa (pemdes) untuk memperjelas batas desa. Hal itu disampaikan Haryanto, seusai menggelar pertemuan dengan Kepala Pusat Pemetaaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial RI Tri Fatmasari, Rabu (6/9/2017).

“Batas desa biasanya hanya berupa sungai. Bagi desa yang tidak punya sungai biasanya tidak memiliki batas yang jelas dengan desa lainnya,” ujar Haryanto.

Meski terkesan sepele, tapi persoalan tersebut kerap menimbulkan polemik antardesa. Kondisi itu yang melatari Haryanto untuk menginstruksikan kepada pemdes untuk segera membuat batas desa.

Selama ini, data batas desa di Pati masih berasal dari peninggalan pemerintahan Belanda. Karena itu, pembuatan batas wilayah administrasi desa dan kelurahan berdasarkan metode kartometrik dibutuhkan.

“Data itu penting karena bisa digunakan sebagai fakta kepemilikan wilayah desa. Itu bisa jadi bukti otentik manakala ada permasalahan,” paparnya.

Fatmasari menambahkan, pemerintah pusat saat ini tengah mencanangkan program nasional untuk percepatan penataan batas desa di seluruh Indonesia. Targetnya, ada 8.000 perbatasan desa se-Indonesia.

Hal itu diakui tidak mudah, karena harus bekerja sama dengan pemdes. Mareka harus menyepakati batas-batas desanya sebelum ditetapkan secara resmi menggunakan metode kartometrik.

Batas desa, lanjut dia, bisa berupa batas alam seperti sungai dan batas nonalam seperti jalan atau patok. “Kalau administrasinya jelas, pembangunan akan mudah sehingga tidak ada tumpang tindih soal pemberian izin dan pelaksanaan sensus,” jelas Fatmasari.

Editor: Supriyadi

Direktur RSUD Kayen Minta Maaf Soal Penolakan Pasien BPJS

Suasana mediasi antara direksi RSUD Kayen, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin dan masyarakat terkait penolakan pasien BPJS, Senin (4/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kayen dr Aviani akhirnya meminta maaf terkait dengan penolakan pasien BPJS yang sempat viral di media sosial.

Permintaan maaf itu disampaikan saat audiensi jajaran direksi RSUD Kayen bersama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin dan Aliansi Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (AMP3), Senin (4/9/2017).

“Kami dari jajaran direksi RSUD Kayen meminta maaf bila ada kekurangan dalam pelayanan pasien, sehingga muncul pemberitaan yang kurang baik di media sosial,” ujar dr Aviani.

Menanggapi persoalan penolakan pasien BPJS, ia mengaku sudah mengumpulkan semua petugas rumah sakit untuk melakukan evaluasi bersama. Menurut dia, pasien BPJS secara prosedural mesti menggunakan rujukan faskes di tingkat pertama.

Baca Juga: Tolak Pasien BPJS, Bupati Panggil Direktur dan Dokter RSUD Kayen Pati. Ini Hasilnya

Namun, pasien yang sakit parah bisa langsung dirawat supaya nyawa pasien tertolong. Karena itu, pasien yang darurat seharusnya mendapatkan pengecualian.

“Kalau kondisinya sangat parah tidak perlu menunjukkan rujukan. Yang terjadi pada ibu Siti tempo hari mungkin ada kesalahpahaman petugas dan keluarga pasien,” jelas dia.

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan. Sebab, RSUD Kayen saat ini terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin yang hadir dalam audiensi tersebut meminta kepada masyarakat untuk tidak memperbesar persoalan tersebut. Pasalnya, pihak rumah sakit sudah meminta maaf dan berjanji akan melakukan pembenahan.

“Masalah ini tidak usah diperlebar lagi, karena inti persoalannya ada miskomunikasi. Terlebih, pihak RSUD Kayen sudah meminta maaf dan akan membenahi mutu pelayanan,” kata Ali singkat.

Sementara itu, Koordinator AMP3 Naila Afif yang mewakili pihak keluarga meminta kepada RSUD Kayen agar tidak mengulangi hal yang sama. Sebab, rumah sakit punya peran yang vital dan menentukan nasib pasien.

“Kami berharap, ada perubahan pada pelayanan di RSUD Kayen menjadi lebih baik. Rumah sakit itu fungsinya vital, jangan dibuat main-main,” tambahnya.

Sebelumnya, Siti (46), pasien BPJS asal Dukuh Pelang, Desa Trimulyo, Kayen mengaku ditolak petugas RSUD Kayen saat akan berobat lantaran tidak membawa surat rujukan dari faskes tingkat pertama.

Padahal, Siti saat itu kondisinya cukup parah dan harus mendapatkan penanganan secepatnya. Setelah ditolak RSUD Kayen, Siti dilarikan ke RSUD Soewondo dan mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Editor: Supriyadi

Tolak Pasien BPJS, Bupati Panggil Direktur dan Dokter RSUD Kayen Pati. Ini Hasilnya

Bupati Pati Haryanto memberikan klarifikasi terkait dengan informasi yang menyebut adanya penolakan pasien BPJS di RSUD Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto memanggil direktur dan dokter RSUD Kayen terkait informasi yang menyebut adanya penolakan pasien BPJS. Keduanya dipanggil untuk melakukan klarifikasi.

“Di medsos itu ramai, RSUD Kayen menolak pasien BPJS. Saya langsung panggil direktur dan dokter yang bersangkutan untuk klarifikasi,” ujar Haryanto, Senin (4/9/2017).

Dari hasil klarifikasi, Haryanto menegaskan bila tidak ada penolakan pasien BPJS. Menurutnya, ada kesalahpahaman antara petugas dengan pihak keluarga pasien.

“Sebetulnya bukan penolakan, itu tidak benar. Karena pada saat itu yang bersangkutan sebelumnya periksa di salah satu perawat yang bekerja di RSUD Soewondo,” jelasnya.

Mestinya, lanjut Haryanto, pada malam itu juga pasien periksa lagi di RSUD Kayen karena sudah disarankan. Kemudian, pasien istirahat semalam dan paginya baru periksa di RSUD Kayen.

Setelah dicek, tidak ada tanda-tanda yang menghawatirkan. Dokter lantas menyarankan kepada pasien untuk rawat jalan.

“Dokter menyarankan agar rawat jalan, bukan ditolak. Sebab yang semula malam diperiksa drop, rendah gula dan tensi, kemudian setelah istirahat semalam periksa di RSUD Kayen, itu normal lagi,” tuturnya.

Haryanto sendiri tidak segan untuk memberikan sanksi tegas bila ada pelayanan di rumah sakit yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Hanya saja, persoalan di RSUD Kayen diakui adanya miskomunikasi antara dokter dan pasien.

Editor: Supriyadi

Bupati Ajak Warga Pati Kurbankan sikap Egosentrisme

Bupati Pati Haryanto menyerahkan satu ekor sapi untuk kurban di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengajak warga Pati untuk mengorbankan sikap egosentrisme demi membangun solidaritas dengan sesama. Hal itu disampaikan Haryanto dalam momentum Hari Raya Idul Adha di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (1/9/2017).

Ia juga mengajak warga untuk bisa meneladani semangat berkurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Keduanya mengajarkan kepada umat manusia untuk ikhlas dalam berkurban, sehingga Allah akan memberikan yang terbaik bagi mereka yang ikhlas melaksanakan perintah-Nya.

“Kita harus kurbankan sikap egosentrisme kita demi membangun solidaritas dengan sesama. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa akan terwujud dengan baik,” pesan Haryanto.

Pagi sebelum menyerahkan satu ekor sapi untuk disembelih, Haryanto bersama keluarga dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin terlihat melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baitunnur Pati. Keduanya berangkat bersama-sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berangkat dari pendapa menuju masjid.

Dengan pakaian serba putih, Haryanto dan Arifin nampak berjalan kompak. Tak sendirian, Haryanto ditemani istrinya, Musus Indarnani dan kedua putrinya, Vera dan Disa.

Saiful Arifin sendiri memaknai kurban sebagai sebuah cinta kepada Tuhan dan sesama. Hubungan manusia dengan Tuhan harus dijaga dengan baik. Begitu juga hubungan manusia dengan manusia lainnya.

“Ibadah vertikal dan horizontal harus berjalan secara beriringan. Kurban mengajarkan kita untuk taat pada perintah Allah, sekaligus menjadi momentum untuk berbagi kepada sesama,” pungkas Arifin.

Editor: Supriyadi

Haryanto-Arifin Fokus pada Pemberantasan Kemiskinan di Pati

Bupati Pati Haryanto seusai dilantik Gubernur Jateng, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto selama kepemimpinannya selama lima tahun ke depan akan fokus pada agenda pemberantasan kemiskinan. Selain itu, upaya pengentasan pengangguran juga akan digencarkan.

“Saat ini sampai akhir 2017, kami akan melanjutkan periode kemarin sesuai dengan pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), nanti akan nyambung,” ujarnya, Rabu (23/8/2017).

Berbagai pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan akan menjadi prioritas utama. Hal itu sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencari formula baru dalam program pengentasan kemiskinan.

“Formula itu tidak hanya pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), tapi formula lain yang bisa mengangkat kemiskinan di Pati. Karena itu, butuh masukan dari berbagai pihak agar program ini sukses menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Pati sebelumnya memiliki progres yang baik di bidang pengentasan kemiskinan. Jika angka kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 13 persen, angka kemiskinan di Pati hanya 10 persen.

Kendati begitu, Haryanto mengaku kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan. Hanya saja, langkah itu tidak bisa dilakukan secara spontan dalam waktu dekat, tetapi butuh waktu dalam jangka panjang.

“Kita bersama-sama selesaikan berbagai masalah yang ada di Pati. Kami tidak bisa seperti lampu Aladin, tinggal ngomong bim salabim jadi. Mungkin ada yang bilang, baru dilantik kok tidak bisa. Semuanya butuh proses, seperti melalui APBD dan RPMJ,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Haryanto Konsultasi ke Singapura untuk Pembangunan Pati

Bupati Pati Haryanto (kanan) bersama Wabup Pati Saiful Arifin, seusai dilantik Gubernur Jawa Tengah, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengonsultasikan pengembangan wisata di Kabupaten Pati hingga ke Singapura dan Australia. Hal itu disampaikan Haryanto, usai dilantik sebagai Bupati Pati, Selasa (22/8/2017).

“Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan teman arsitektur dari Singapura dan Australia. Saya minta tolong untuk membantu perencanaan pembangunan di Pati, termasuk wisata,” ujarnya.

Sejumlah tempat wisata yang rencana akan dikembangkan lebih lanjut, antara lain Gunung Rowo, Gua Wareh, Jolong, dan Jrahi. Jauh-jauh hari, beberapa tempat wisata itu direncanakan untuk dibangun dengan tujuan menarik investasi.

Sebab, program pembangunan di Pati lima tahun ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, tetapi juga wisata. Selain mengakomodasi potensi lokal, dunia pariwisata dinilai ikut meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk wisata, saya sudah berkonsultasi kepada arsitektur tersebut. Sejumlah wisata di Pati yang saya sebutkan tadi itu pantasnya dibuat bagaimana biar memiliki daya tarik bagi pengunjung,” kata Haryanto.

Hanya saja, upaya untuk pengembangan wisata masih dalam tahap perencanaan. Ke depan, pembangunan infrastruktur berbasis pengembangan wisata akan dianggarkan sehingga Pati menjadi lebih dikenal dengan pariwisatanya.

“Pengembangan wisata sudah masuk dalam program Noto Projo Mbangun Deso. Doakan agar rencana untuk membangun Pati berjalan lancar dan sukses. Semuanya untuk warga Pati,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi