KPU Kudus Bagikan APK Pilbup kepada Timses 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai mendistribusikan Bahan Kampanye (BK), kepada lima tim sukses Pilbup Kudus 2018. Dari total 264 BK yang difasilitasi oleh KPU, Rabu (28/3/2018) sore baru diserahkan sebanyak 55 buah, kepada tim sukses. 

“Pertengahan bulan April, penyerahan seluruh BK diperkirakan selesai,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi, seusai menyerahkan alat peraga kampanye kepada masing-masing tim sukses calon. 

Ia menyebutkan, pemberian fasilitas BK bagi calon bupati sesuai dengan PKPU 4 tahun 2017. Pada peraturan tersebut, KPU di masing-masing daerah yang menyelenggarakan pemilukada difasilitasi BK, berupa Baliho, Spanduk dan umbul-umbul. 

Terkait ukuran, didalam peraturan KPU tersebut sudah dijelaskan. Ukuran baliho sebesar 4×7 meter, untuk umbul-umbul 5×1,15 meter dan spanduk ukuran 1,5×7 meter. 

Adapun alat peraga tersebut sudah ditentukan zonasi pemasangannya. “Untuk baliho paling banyak lima untuk setiap paslon di kabupaten atau kota. Umbul-umbul paling banyak 20 buah di kecamatan dan spanduk paling banyak dua buah untuk setiap paslon di tingkat desa,” jelasnya. 

Ia mengatakan, untuk desain dan ukuran BK sudah terstandardisasi sesuai dengan peraturan KPU. Meskipun demikian, para paslon boleh menggandakan maksimal tiga buah. 

Editor: Supriyadi

Pimpin Musrenbang, Bupati Kudus Musthofa Pamitan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berpamitan pada pejabat-pejabat yang ada di Kota Kretek, saat Rapat Musrenbangda, Rabu (28/3/2018). Ia mengatakan, capaian selama 10 tahun dirinya memimpin perlu dikawal agar lebih baik.

“Karena ini adalah Musrenbang terakhir bagi saya, saya pamit. Mudah-mudahan Kudus akan dipimpin oleh bupati yang lebih baik daripada saya. Maaf selama masa pimpinan saya kepada semua pihak, para Kades yang selama ini saya kencengi itu karena kasih sayang ,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Dandim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, Kajari Kudus Herlina Setyorini, kepala OPD dan para kepala desa serta akademisi.

Berbicara mengenai masa kepemimpinanya, ia berujar sebanyak 91 persen jalan di Kabupaten Kudus telah dibenahi. Sementara 9 persen diantaranya memang menjadi pekerjaan rumah, yang harus dituntaskan pada tahun anggaran kedepan.

Menurutnya, kesejahteraan suatu daerah salah satu indikasinya adalah pembangunan fisik. Seperti pembangunan jalan ataupun penerangan jalan.

Disamping itu, ia mengklaim angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp 9 juta perbulan. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi di Kudus pun mencapai 5,76 persen.

“Tak hanya bicara tentang aspirasi, tapi membangun fisik dan kesejahteraan serta tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi kunci,” ungkap Musthofa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pemimpin Kudus, setelah dirinya lengser. Di antaranya, laju inflasi yang mencapai 2,38 persen dan angka kemiskinan yang mencapai 7,65 persen.

“Laju inflasi Kudus dipengaruhi juga dari daerah lain. Seperti Semarang dan Demak yang kini tengah berbenah. Kudus adalah jantung bagi Pantura Timur. Namun tidak lantas kita bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kudus Sudjatmiko menyebut, Musrenbang tersebut akan menentukan arah pembangunan Kota Kretek. Menurutnya, acara tersebut juga digunakan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lima tahun ke depan.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Desa Jati Kulon Layak Jadi Inspirasi Nasional

MuriaNewsCom, Kudus – Seribu satu inovasi. Itulah yang menjadi tagline Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Pasalnya desa ini kaya dengan berbagai inovasi untuk membangkitkan perekonomian warganya. Bersama Kepala Desa Sugeng Prasetyo, warga Jati Kulon tidak ada yang tidak berinovasi.

Tak heran ketika kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Hal ini terlihat dari grafik pertumbuhan ekonomi yang menanjak dengan angka kemiskinan yang terus menurun. Sedangkan tingkat pendidikan seluruh warga desa ini tidak ada yang tidak bersekolah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Jati Kulon, Sugeng, saat ditemui di Kantor Desa Jati Kulon, Jati, Rabu (21/3/2018). Siang itu Sugeng memaparkan seluruh keberhasilan pembangunan di desanya.

“Tahun 2017 lalu kami telah mencanangkan kampung tematik dengan tema 1001 inovasi,” kata Sugeng.

Di antaranya yakni adanya kampung padang bulan. Setiap Sabtu malam di desa ini digelar car free night (CFN) dengan berbagai hiasan lampu yang cocok untuk jagong bareng sambil menikmati kuliner setempat.

Selain itu, juga ada homestay yang tidak kalah dengan hotel berbintang. Sugeng menyebutnya ‘Bunga Citra Lestari’ (BCL) yang didukung kebersihan serta penataan lingkungan yang indah. Jati Kulon ingin terus mempertahankan Juara I kebersihan tingkat kabupaten.

“Bahkan kami punya kampung ASI. Yang mewajibkan anak/bayi usia 0-2 tahun wajib diberi ASI tanpa susu formula. Caranya kami minta pernyataan kesanggupan dari warga kami setiap mengurus pelayanan administrasi di desa,” terangnya yang ingin seluruh warganya sehat berkat ASI.

Dalam bidang kuliner juga ada inovasi. Yakni di kampung tempean yang mampu memproduksi tempe dengan berbagai rasa. Sedang di era digital ini, Jati Kulon punya perpustakaan digital agar anak-anak gemar membaca.

Sementara Bupati Kudus Musthofa menyebut Desa Jati Kulon ini layak menjadi inspirator desa lain di Indonesia. Karena desa ini sangat komplit dengan berbagai gagasan liarnya.

“Ini desa yang sangat berkualitas. Yang bisa memberi inspirasi desa lain di Indonesia,” kata Musthofa.

Ia pun mengapresiasi guyub-rukun yang selalu dijunjung warga Jati Kulon untuk membangun desanya. Terlebih adanya kampung ASI yang sangat inspiratif. Selain berbagai inovasi lain tentunya.

“Inilah contoh desa yang maju. Dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat, kemiskinan dan pengangguran yang sangat rendah. Bahkan tidak ada anak yang putus sekolah,” tambah Musthofa.

Editor: Supriyadi

Desain Surat Suara Pilbup Kudus 2018 Sudah Jadi, Begini Penampakannya

MuriaNewsCom, Kudus – Desain surat suara Pilbup Kudus 2018 telah dipersiapkan oleh KPU Kabupaten Kudus. Nantinya, contoh surat suara tersebut juga bisa digunakan oleh pasangan calon untuk keperluan kampanye.

Dalam surat berukuran 27×34,5 cm tersebut, foto paslon berada pada dua lajur. Nomor 1,2 dan 3 berada pada lajur pertama dan nomor 4 serta 5 di lajur bawah. Sedangkan di atasnya terdapat kop KPU dan identitas pilkada sesuai dengan daerah.

Khanafi Ketua KPU Kudus mengatakan, desain tersebut mengacu pada ketentuan KPU RI. “Nanti dalam pelipatannya secara horisontal. Jadi. Dengan begitu tidak ada paslon yang akan merasa dirugikan,” tutur dia, Rabu (14/3/2018).

Saat ini, desain surat suara belum sempurna lantaran masih berbentuk template dan belum diberi foto paslon. Dirinya juga telah meminta para pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus 2018 agar menyerahkan foto-foto terbaiknya.

Terkait pencetakan, Khanafi menyebut akan dilakukan setelah daftar pemilih tetap (DPT) ditetapkan. Hal itu untuk memastikan akurasi jumlah logistik surat suara.

“Nanti pencetakan surat suara akan dilakukan setelah DPT ditetapkan dan ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut sebagai cadangan,” tutur dia.

Editor: Supriyadi

Dukung Kebijakan Presiden RI Jokowi, Bupati Kudus Serahkan Rastra dan KKS

MuriaNewsCom, Kudus -Bupati Kudus H. Musthofa mendukung penuh kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat. Yakni pemberian beras untuk rakyat sejahtera (rastra) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Menteri Sosial RI.

Bupati turun langsung untuk menyerahkan dan memastikan penyaluran rastra dan KKS ini berlangsung dengan baik, di Kecamatan Dawe dan Jekulo, Senin (12/3/2018). Bupati hadir bersama Sekda dan pejabat terkait, pihak BNI Kudus, pihak Divre Bulog Kares Pati, serta dihadiri ratusan penerima.

Tahun ini, kata Musthofa, ada yang berbeda dari rastra tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya ada uang tebusan untuk memperolehnya, tahun 2018 ini bantuan sosial rastra diberikan secara gratis untuk 35.166 KK.

Selain itu, Bupati Kudus juga menyerahkan KKS sebanyak 22.666 penerima untuk se-Kabupaten Kudus. Dengan KKS ini, masyarakat penerima bisa melakukan pengecekan saldo rekening penerima di bank atau ATM serta agen-agen yang tersebar di setiap desa.

“Data penerima ini telah melalui verifikasi dari dinas hingga tingkat RT dan desa,” kata Musthofasaat menyerahkan rasta untuk 7.191 penerima di Dawe dan 4.780 penerima di Jekulo.

Namun demikian, bupati meminta kesadaran masyarakat penerima yang sudah dirasa mampu untuk mengalihkan kartu pada yang masih membutuhkan. Dia meminta camat dan kades sebagai pelayan masyarakat untuk memfasilitasi.

Untuk beras rastra, pihaknya yakin beras medium yang dibagikannya berkualitas bagus dan layak konsumsi. Sedangkan KKS senilai Rp. 500 ribu/3 bulan ini dipastikan tanpa ada potongan. Karena semua dilakukan dengan sistem transfer.

“Untuk melayani masyarakat, terutama yang sepuh, saya minta petugas bank melayani yang baik. Karena mayoritas belum familier dengan perbankan dan ATM,” pesan Bupati Kudus dua periode ini.

Pada kesempatan tersebut, bupati memberikan penjelasan dengan praktik penggunaan kartu dengan EDC untuk memastikan jumlah saldo yang ada. Selain itu Dia meminta agar kartu disimpan dengan baik agar aman.

“Kartu ini jangan sampai hilang dan rusak, nggih. Ini hak panjenengan. Monggo kartu disimpan yang baik termasuk mengingat nomor PIN kartu,” pesannya seusai menyerahkan simbolis KKS untuk Dawe dan Jekulo.

Kepada masyarakat Bupati berpesan agar jangan lupa budi baik seseorang. Kebijakan dari Presiden dilaksanakan olehnya sebagai Bupati di daerah. “Program ini adalah kebijakan Presiden Jokowi, yang layak diteruskan agar kesejahteraan makin meningkat,” ajak Musthofa.

Seminggu sebelumnya, Bupati telah menyerahkan rastra dan KKS ini untuk Kecamatan Mejobo. Salah seorang penerima, Djemi, asal Desa Golantepus mengaku senang menerima rastra dan KKS ini. Seorang nenek yang sepuh ini akan mempergunakannya dengan baik. “Matur nuwun, Pak Bupati,” katanya.

Editor : Supriyadi

Gandeng Qaryah Thayyibah, Bupati Kudus Kembangkan Ekonomi Desa lewat Pertanian

MuriaNewsCom, Kudus – Tekad Bupati Kudus Musthofa untuk mengembangkan pertanian di Kudus kembali digenjot. Di enam bulan terakhir masa jabatannya ini, ia mengajak masyarakat petani lebih berdaya. Yakni dengan menggandeng Qaryah Thayyibah Salatiga.

Acara pelatihan peserta dan pendamping dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakerperinkop UKM Kudus selama tiga hari yang dimulai pada Senin (12/2/2018). Dengan diikuti 107 orang dengan fokus utama di Kecamatan Dawe dan Undaan.

Mereka berasal dari kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) dan fasilitator pemberdayaan ekonomi desa. Dengan tujuan terwujudnya pemberdayaan ekonomi desa dengan konsep jamaah produksi sebagaimana diterapkan di Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT).

Bupati Kudus mengaku bahagia bisa merealisasikan program Presiden RI dalam mewujudkan nawacita. Salah satunya membangun kekuatan ekonomi dari desa. Apalagi saat ini Kudus merupakan yang pertama dan satu-satunya yang kerja sama dengan SPPQT.

“Saya hanya ingin desa bisa mandiri, semua masyarakat bisa tersenyum bahagia, dengan kesejahteraan yang semakin meningkat,” kata Musthofa saat sambutan..

Ia berpesan pada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya. Karena manfaat yang didapat akan sangat besar bagi perekonomian. Terlebih potensi pertanian di Kudus sangat besar yang tentunya harus dioptimalkan.

“Ini kesempatan berharga dan sangat langka bisa bersama belajar dari Kang Din (Ahmad Bahruddin, red) dari Qaryah Thayyibah ini,” lanjutnya.

Termasuk dukungan dari camat dan seluruh OPD diharapkan bisa mengkoordinir hingga implementasinya. Karena tidak ada kata lain selain demi kepentingan dan kemaslahatan umat.

Menanggapi hal ini, Kang Din menyambut positif kegiatan di Kudus ini. Menurutnya ini tindak lanjut positif bagi keberkuasaan ekonomi rakyat khususnya pertanian.

“Bagus sekali gagasan Pak Musthofa ini. Tentu ini bagus untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena mayoritas masyarakat desa di Kudus adalah petani,” kata Kang Din.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Serahkan Hibah Pengamanan Pilkada Sebesar Rp 3, 58 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menyerahkan dana hibah pengamanan Pilkada 2018, Rabu (17/1/2018) kemarin. Penyerahan dana ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemerintah Kabupaten Kudus di Pendopo kabupaten.

Hanya saja, penandatangan NPHD kali ini hanya dilakukan dengan Kodim 0722/Kudus. Sedangkan dengan Polres Kudus sudah dilakukan penandatanganan pada 10 Januari 2018.

Adapun nilai dana hibah pengamanan untuk Pilkada Kudus 2018, sebesar Rp 3,58 miliar. Dari dana sebesar itu, meliputi dana hibah pengamanan untuk Polres Kudus sebesar Rp 2,583 miliar dan untuk Kodim 0722/Kudus sebesar Rp 998,02 juta.

”Pencairan dana hibah tersebut, baru bisa dilakukan setelah ada penandantanganan NPHD yang dilanjutkan dengan penyerahan persyaratan administrasi,” katanya.

Pencairan ini dilengkapi surat pernyataan sanggup melaporkan penggunaan dana, pakta integritas yang menyatakan bahwa hibah yang diterima akan digunakan sesuai dengan NPHD, fotokopi NPHD antara Pemkab Kudus dengan Kapolres Kudus/Dandim Kudus, serta surat keputusan dalam jabatan (Kapolres/Dandim).

Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, maka BPPKAD akan melakukan transfer ke rekening masing-masing penerima dana hibah.

Anggaran pengamanan tersebut, sudah termasuk pengamanan ketika ada pemungutan suara ulang di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Jangan Anggap Enteng Amanah

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meminta kepala desa, tenaga pendidikan, serta tenaga kesehatan untuk menjaga amanah yang diemban selama bertugas. Ini lantaran amanah tersebut langsung berkaitan dengan masyarakat.

”Amanah adalah titipan sederhana yang memiliki seribu makna. Oleh karenanya, jangan disia-siakan, jangan dianggap enteng, dan jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Terutama yang memiliki amanah sebagai pemimpin bagi masyarakat,” kata Musthofa saat pembinaan wilayah di Dawe dan Bae, Kamis (18/1/2018).

Politisi PDIP itu menegaskan, amanah jabatan yang diemban sekarang ini bukanlah untuk gaya-gayaan. Namun, lebih tertuju untuk melayani masyarakat. Karenanya, bagi setiap pemimpin harus mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi.

”Bangsa ini, daerah ini, tidak akan maju jika tidak memiliki fondasi pendidikan yang baik. Namun semuanya butuh sebuah kondisi yang sehat. Inilah pentingnya sinergi semua elemen pemerintahan,” tegasnya.

Bagi Musthofa, maju dan berhasilnya sebuah desa dan daerah, akan terwujud jika telah terpenuhi beberapa indikator. Yaitu tingkat ekonomi yang disertai menurunnya angka kemiskinan, berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang baik.

”Di sini bukan hanya membutuhkan intelektualitas. Namun butuh adanya integritas dan moral yang baik. Maka seorang pemimpin harus dibekali dengan pembangunan moral yang baik,” ungkapnya.

Ia pun berpesan, semua pejabat bisa bekerja dengan maksimal dan tidak tertarik untuk melakukan tindakan yang bisa merugikan masyarakat. “Hidup ini pilihan. Mau selamat atau tidak, kita sendiri yang menentukan. Tentunya, pilihan baik tetap dinantikan seluruh masyarakat dalam pelayanan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Musthofa: Ada Siswa Tak Mampu di Kudus, Hubungi Saya

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menujukkan perhatiannya bagi siswa-siswi kurang mampu. Hal itu ditunjukkan dengan penganggaran APBD yang diperuntukan bagi mereka yang tak mampu melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK.

“Kalau ada yang kurang (mampu) tolong hubungi saya, jangan sampai ada anak putus sekolah,” ucap Bupati Kudus Musthofa, Rabu (17/1/2018).

Di sektor pendidikan (tingkat SMA/SMK) pihaknya sebenarnya sudah mengalokasikan dana yang cukup besar mencapai Rp 28 miliar, untuk bantuan siswa-siswi pada jenjang tersebut. Namun, mengingat kewenangan SMA/SMK yang kini diambil alih oleh Provinsi Jateng, dirinya tak bisa berbuat banyak.

“Uang tersebut kami kembalikan, karena tak ada izinnya (untuk bantu siswa SMA/SMK). Namun hal itu kami rubah menjadi bantuan sosial, yang berbasis by name, by address itu yang paling penting,” tambahnya.

Bupati menyebut, program pendidikan di Kudus mewajibkan setiap anak mendapatkan pendidikan hingga 12 tahun. Selain itu, pemkab juga menanggun pembiayaan sekolah. Namun hal itu terhenti mengingat kewenangan pengelolaan SMA/SMK kini berada di Pemprov Jateng.

Sudjatmiko, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus mengatakan, program yang digulirkan pemkab tidak bertentangan dengan program pemerintah pusat.

“Hal itu karena, mereka yang telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak mendapatkan beasiswa lagi dari kami pemerintah kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

BKPP Kudus Telusuri Dugaan Pengerahan Massa Guru saat Pendaftaran Calon Bupati ke KPU

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kudus berencana mengklarifikasi pengerahan Guru GTT yang dilakukan oleh oknum pegawai negeri saat pendaftaran pasangan calon bupati ke KPU, Senin (8/1/2018).

“Kita akan mengklarifikasi dulu, karena surat ini (tembusan dari Panwaslu Kudus), baru kami terima hari ini, setelah kemarin diteliti dari pimpinan kami,” ujar Tri Nugroho Kabid Pembinaan dan Dokumentasi BKPP Kudus, Jumat (12/1/2018).

Ia menyebut, penelusuran dilakukan untuk mengetahui kebenaran apakah yang menyuruh guru GTT datang adalah benar ASN. Hal itu menyangkut kewenangan BKPP dalam menindak pegawai negeri.

“Kami tak berwenang menindak Guru Tidak Tetap, namun kalau kita melihat kesalahan orang yang diduga menyuruh (diduga PNS),” tambahnya.

Berdasarkan surat yang diterima oleh BKPP dari Panwaskab Kudus, ada dugaan pengerahan massa GTT tingkat TK dan SD oleh beberapa UPT pendidikan tingkat kecamatan Kudus. Oleh karena itu Panwas berharap agar pemerintah kabupaten untuk menegakkan netralitas pegawainya.

Terkait hal itu, Tri Nugroho mengatakan akan melihat pelanggaran yang dilakukan oleh ASN tersebut. Meski begitu, ia tak mau berandai-andai terkait sanksi yang akan diberikan.

“Kami tak bisa mengatakan hal itu jika belum dilakukan klarifikasi kepada dinas pendidikan, pemuda dan olahraga dan yang bersangkutan (oknum PNS). Namun secara normatif, pegawai negeri dilarang berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh partai politik,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Daftar Paling Akhir, Sri Hartini Klaim Wakili Pemilih Perempuan Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Pasangan Calon Sri Hartini-Setia Budi Wibowo menjadi yang terakhir mendaftarkan kepesertaannya sebagai kontestan Pilbup Kudus, ke kantor KPU Rabu (10/1/2018). Ia datang didampingi warga pendukung dan partai pengusung, yakni PKS, Gerindra dan PBB, sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam pemeriksaan berkas awal, keduanya dinyatakan memenuhi syarat baik pencalonan dan syarat calon. Hanya beberapa poin di syarat calon yang harus dipenuhi.

”Untuk syarat pencalonan, sudah ada tanda terima dan dinyatakan lengkap dan diterima. Selanjutnya kita kasih pengantar untuk melakukan check up kesehatan di RSUP dr Karyadi. Untuk syarat calon masih ada beberapa hal yang dalam proses,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Dalam keterangan persnya, Sri Hartini berkomitmen untuk menang. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu mengaku mendapat mandat dari warga Kudus terutama kaum perempuan.

”Targetnya menang, pencalonan ini atas dasar kemauan saya sendiri dan hasil aspirasi kaum wanita. Tujuannya supaya dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan kaum perempuan di Kudus. Apalagi ada 70 persen pemilih perempuan di sini (Kudus),” tuturnya.

Sementara itu Setia Wibowo berkeyakinan jiwa kepemimpinan Sri Hartini dapat diunggulkan. ”Dia layak jadi pemimpin ke depan, terkait komunikasi tidak masalah berjalan dengan lancar,” paparnya, anggota DPRD Kudus itu.

Keduanya mengatakan, hingga saat ini relawan dan mesin partai pengusung sudah berjalan hingga pelosok pedesaan.

Editor: Supriyadi

Dua Bakal Calon Bupati Kudus Daftar ke KPU Esok Hari

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sri Hartini-Setia Budi Wibowo, rencananya akan mendaftarkan pencalonannya ke KPU Kudus, Rabu (10/1/2017). Diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PBB keduanya yakin dapat diterima.

“Syarat pencalonan dan sebagainya sudah selesai semua, tinggal langkah terakhir yakni pendaftaran,” kata Sri Hartini, Selasa (9/1/2018).

Keyakinan itu didasarkan atas koordinasi yang telah dilakukan mesin partai pengusung hingga ke pelosok desa. Secara faktual, ia mengaku dengan dukungan tiga partai atau 10 kursi di DPRD sudah melebihi syarat minimal pencalonan.

Terkait rekomendasi, dirinya menyebut sudah diterima olehnya dan pasangannya, yang Ketua Komisi D DPRD Kudus.

Dirinya membeberkan, akan diarak oleh sejumlah simpatisan dan relawan ke Kantor KPU Kudus esok hari sehabis waktu salat zuhur.

Bapaslon lain yang direncanakan mendaftarkan keikutsertaannya ke KPU Kudus ialah M. Tamzil dan Hartopo. Pasangan yang dideklarasikan oleh PKB pada Minggu (7/1/2018) itu mengatakan sebelum datang ke komisi pemilihan umum, pihaknya akan bersilaturahmi kepada para kyai.

Jika kedua bapaslon (Sri Hartini-Setia Budi Wibowo dan Tamzil-Hartopo) jadi mendaftar, maka ada lima pasang yang mendaftar ikut serta dalam pilbup Kudus 2018. Tiga pasang diusung oleh partai politik, termasuk Masan-Noor Yasin.

Sementara dua sisanya, yakni Akhwan-Hadi Sucipto dan Hartoyo-Junaidi, berasal dari jalur perseorangan. Ketiganya diketahui memanfaatkan hari pertama untuk melakukan pendaftaran di Kantor KPU Kudus, Jl Ganesha IV Purwosari, Senin (8/1/2018).

Editor: Supriyadi

Masan-Noor Yasin Diantar Musthofa Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Masan-Noor Yasin menjadi yang ketiga mendaftar sebagai Cabup-Cawabup Kudus, Senin (8/1/2018).

Datang ke kantor KPU Kudus sekitar pukul 15.00 WIB, pasangan itu diantarkan oleh masing-masing ketua DPC Partai Pengusung yakni PDIP, Golkar, PAN, dan Demokrat.

Bahkan, Ketua DPC PDIP Kudus yang juga Bupati Kota Kretek Musthofa datang lebih dulu, sekitar pukul 14.37 WIB.

“Saya ini (ibaratnya) nganter sekolah,” seloroh Musthofa.

Seperti bapaslon lain (Akhi, Harjuna), pasangan tersebut diterima langsung oleh komisioner KPU Kudus.

Sementara itu Masan, mengaku akan meneruskan program yang telah dilaksanakan oleh pendahulunya. Ia mengaku, apa yang dilakukan oleh Musthofa direspon baik oleh warga Kudus.

“Nanti kami akan melanjutkan program yang telah dilaksanakan oleh Pak Musthofa. Apa yang kurang dilengkapi, apa yang sudah baik akan disempurnakan,” tuturnya.

Menggandeng Noor Yasin yang merupakan Sekda Pemkab Kudus, Masan mengaku sangat siap.

“Pasangan politisi dan birokrat adalah yang ideal. Apalagi dengan dengan pengalaman Pak Yasin selama 40 tahun sebagai ASN, bekal kami untuk membangun Kudus kedepan,” urainya.

Ditanya visi dan misi, keduanya mengaku akan mengedepankan empat pilar yang telah di bangun oleh Musthofa. Diantaranya pendidikan, UMKM, Fasilitas Kesehatan, dan infrastruktur yang merata.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pedagang Padati Gebyar PKL di GOR Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pedagang di Kabupaten Kudusmemadati GOR Bung Karno, Jumat (5/1/2017). Pedagang tersebut berkumpul untuk istighotsah dan pengajian dalam acara Gebyar PKL 2018.

Ketua Paguyuban PKL Kudus M Toha mengatakan, para pedagang sangat berterimakasih atas kepemimpinan Bupati Kudus Musthofa. Karena, berkat bupati, para pedagang merasa aman berjualan karena tidak digurak satpol PP.

“Kami yang selama ini dianggap sebagai pembuat onar dan pembuat macet. Tapi, sekarang tidak lagi demikian. Karena kami ditata lebih baik, sehingga indah dipandang. Bahkan kami para PKL malah dinantikan,” katanya saat sambutan.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti. Karena, Kadinas lah yang selama ini sabar menata pedagang sehingga menjadi indah.

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan, apa yang terjadi pada PKL akan terus terjadi kedepannya nanti. Para PKL akan terus nyaman berjualan, sampai kapanpun. Bahkan sampai Musthofa lengser dari jabatannya.

“Jika saya jadi gubernur, saya pastikan kalian (PKL) tetap aman. Bahkan saat saya tidak bisa jadi gubernur, saya tetap akan memastikan hal yang sama. Jika ada bupati yang tidak bersahabat dengan PKL, maka laporkan ke saya dan saya yang akan jewer bupati itu,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, juga dihadirkan penceramah dari Kiai M Gufron atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ki Bodo asal Grobogan. Dalam ceramahnya, disebut kalau pedagang merupakan pencaharian yang sifatnya sunnah.

Editor: Supriyadi

Ribuan Siswa SMP SMA di Kudus Terima Bantuan Pendidikan

Bupati Kudus Musthofa memberikan keterangan kepada awak media usai memberikan bantuan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan siswa di Kudus mendapat bantuan pendidikan berupa beasiswa dari Pemkab, Kamis (28/12/2017). Beasiswa diberikan kepada ribuan siswa mulai jenjang pendidikan SMP sederajat dan SMA/SMK sederajat.

“Tidak boleh lagi ada siswa yang gagal bersekolah ataupun putus sekolah. Apalagi hanya gara-gara biaya,” kata Bupati Kudus Musthofa pada awak media usai penyampaian beasiswa di GOR Bung Karno Kudus.

Menurut Bupati, pemberian beasiswa merupakan langkah Pemkab Kudus menunjukkan keseriusannya memperhatikan pendidikan. Terlebih, beasiswa ini akan jadi agenda rutinan tiap tahun.

Khusus untuk tingkat SMA sederajat, lanjut bupati, pemberian diberikan dalam bentuk bantuan sosial langsung pernama siswa. Hal itu dilakukan lantaran, pengelolaan pendidikan tingkat atas diambil alih provinsi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo menambahkan, jumlah siswa yang mendapat beasiswa ini mencapai 1.182 siswa. Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan mulai tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat.

“Untuk para siswa SMP sederajat mendapat beasiswa Rp 600 ribu per anak, sedang untuk SMA SMK sederajat mendapat beasiswa Rp 1,08 juta per siswanya,” ujarnya.

Selain untuk para siswa, beasiswa juga diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan di sekolah swasta. Jumlahnya mencapai 322 tenaga kependidikan dan guru untuk jenjang SMP dan SMA sederajat.

“Tiap tenaga pendidik mendapatkan bantuan kesejahteraan sejumlah Rp 1,5 juta per gurunya,” ungkap dia.

Ditambahkan Joko, semua biaya itu diambilkan dari APBD 2017. Dan total keseluruhan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 1,4 Miliar.

Editor: Supriyadi

Akhi Klaim Lolos Verifikasi Faktual Calon Independen di Pilkada Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Akhwan Berfoto bersama wakilnya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017). MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati Kudus dari jalur independen Akhwan – Hadi Sucipto (Akhi) mengklaim lolos verifikasi faktual sebagai bakal calon di Pilkada Kudus 2018 mendatang.

Klaim tersebut bahkan sudah dipublikasikan dalam akun fanspage Facebook Sahabat Mas Akhwan pada 26 Desember 2017. Dalam fanspage tersebut Akhi mengklaim dukungan yang terverifikasi sebanyak 64.417 suara.

Alhamdulilahirabbil “alamin… berkat doa dan dukungan para ulama/kiai, masyarakat Kudus dan pendukung setia. Pasangan AKHI lolos verifikasi bacabup Kudus dari perseorangan berdasarkan rekapitulasi di 9 Kecamatan dengan total dukungan 64.417 . Sementara perseorangan lain 40.995 
Batas minimal dukungan perseorangan yang ditetapkan KPU Kudus adalah 45.323 . 
Mohon doa restu dan dukungannya untuk tahapan selanjutnya,
” tulisnya dalam akun Facebook.

Saat dimintai keterangan, Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan membenarkan hal tersebut. Akhwan menuturkan kalau data tersebut diperoleh dari verifikasi yang sudah berlangsung di tiap kecamatan. Sehingga, meski belum ada edaran resmi dari KPU, pihaknya yakin itu benar.

“Alhamdulillah sudah lolos, berkat dukungan semuanya,” kata politisi Partai Nasdem kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/12/2017).

Pihaknya menambahkan, saat ini ia masih menunggu hasil verifikasi dari KPU Kudus. Rencananya, hasil verifikasi tersebut akan diumumkan kepada para calon bupati independen akhir Desember mendatang.

Disinggung soal tulisan yang menerangkan calon perseorangan lain memiliki jumlah 40.995 dukungan, pihaknya menejelaskan kalau itu adalah pasangan Noor Hartoyo dan  Junaidi (Harjuna).  

”Yang mendaftar ke KPU kan hanya dua calon, yaitu kami (Akhi) dan Harjuna,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, belum menerima laporan resmi akan hal itu. Karena, verifikasi dari KPU Kudus baru mulai dilaksanakan besok Jumat (29/12/2017).

”Tahapan Rekap di KPU tanggal 29-31 Desember 2017,” jawabnya singkat.

Editor: Supriyadi

Kembangkan Ekonomi Pertanian, Bupati Kudus Timba Ilmu ke Qaryah Thayyibah Salatiga

Rombongan Bupati Kudus Musthofa berbincang dengan pengelola Qaryah Thayyibah, Rabu (27/12/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berkunjung untuk ngangsu kaweruh dan mengadopsi konsep sekolah alam Qaryah Thayyibah untuk penguatan ekonomi rakyat di bidang pertanian di Kalibening, Salatiga, Rabu (27/12/2017).

Bupati disambut hangat dan akrab oleh pemilik Qaryah Thayyibah, Kang Din, sapaan Ahmad Bahruddin, bersama punggawa lembaga pendidikannya.

“Saya akan segera kerjasama dengan Kang Din untuk memberdayakan pertanian dengan konsepnya,” kata Musthofa.

Dia mengaku segala sesuatu harus diserahkan pada ahlinya apabila ingin menuai hasil secara optimal. Menurutnya, Kang Din ini sosok yang tepat yang segera didatangkan di Kudus.

“Lha, kalau saya sederhana saja. Serahkan saja sama yang paham. Yang terpenting ini ihtiar saya demi masyarakat,” imbuh Bupati yang juga menyosialisasikan tentang ihtiarnya dalam Pilgub Jateng tahun depan.

Menanggapi hal ini, Kang Din menyambut positif kehadiran dan niat Bupati Kudus tersebut. Menurutnya ini sebuah niat positif bagi keberkuasaan ekonomi rakyat khususnya pertanian.

“Bagus sekali yang disampaikan Pak Musthofa ini. Tentu ini bagus untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena mayoritas masyarakat desa adalah petani,” kata Kang Din.

Kapasitas sebagai Bupati yang berihtiar bagi peningkatan ekonomi masyarakat Kudus, sangat layak dicontoh.

“Namun demikian, kalau memang di Kudus berhasil dan Pak Musthofa bisa memimpin wilayah yang lebih luas. Tentu ini juga akan dikembangkannya,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Qaryah Thayyibah merupakan sekolah alternatif/alam yang kini juga ada serikat paguyuban petani. Di Qaryah, Kang Din ingin mendekatkan anak dengan alam, desa dan lebih peduli lingkungan. 

Di sini juga untuk memberdayakan ekonomi rakyat melalui pertanian dan konsep alam/lingkungan. Ini yang membuat Kang Musthofa ingin mengembangkannya di Kudus. Mengingat potensi pertanian/alam di Kudus yang begitu besar.

Editor: Supriyadi

Sekda Kudus: Banyak Partai yang Melamar Saya Maju di Pilbup

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengaku banyak partai yang meminangnya untuk maju di Pilihan Bupati (Pilbup) Kudus. Tawaran tersebut bahkan sudah mengalir jauh sebelum tahapan pilkada dimulai.

“Bukan hanya PDIP saja lho yang mengajak saya. Sejumlah partai juga meminta saya maju di Pilbup,” katanya.

Sayangnya, pejabat eselon 2 ini enggan membeberkan partai mana saja yang sudah meminangnya. Ia lebih memilih menyimpan hal itu rapat-rapat.

”Pokoknya adalah. Nanti juga bakal tahu sendiri,” ungkapnya.

Meski begitu, Noor Yasin mengakui sudah mengikuti fit and propertest sebagai Calon Wakil Bupati dari PDIP. Hanya saja, keikutsertaannya karena mendapat undangan dari Partai berlambang Moncong Putih tersebut.

“Ya benar (ikut tes di PDIP). Ini sekaligus upaya saya dalam hal mengabdikan diri kepada masyarakat. Apalagi saya juga masih merasa sehat,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tak tahu menahu soal penjaringan partai pemenang pemilu tersebut. Yang jelas, pihaknya siap mengabdi kepada masyarakat pasca purna menjabat sebagai Sekda Kudus.

”Tujuan saya hanya untuk mengabdi dan bisa membawa Kudus lebih baik,” tandasnya.

Disinggung terkait pensiunnya, Sekda menjawab bahwa masa pensiunnya bakal jatuh 31 Januari 2018 nanti. Namun, jika rekom untuk maju sebagai Wakil Bupati jatuh sebelum tanggal tersebut, ia memastikan tak akan mengundurkan diri sebagai Sekda Kudus dan memilih menunggu hingga waktunya pensiun.

“Dalam ketentuannya, menyebutkan kalau saat mendaftar masih diperbolehkan menjabat. Namun, saat penetapan 12 Februari nanti barulah tidak boleh menjabat. Jadi saat itu saya sudah pensiun,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Tamzil Berharap Miliki Wakil dari Kalangan Perempuan di Pilbup Kudus

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil (kiri) tersenyum setelah dipastikan mendapat rekomendasi dari Partai Hanura, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil, semakin mantap mencari wakil setelah dijanjikan rekomendasi dari Hanura. Dia berharap, wakilnya nanti bisa seirama dengan dia dan berasal dari kalangan perempuan.

Tamzil mengatakan, kriteria seirama dalam menjabat nantinya merupakan syarat wajib olehnya. Dengan seirama, maka pemerintah juga akan berjalan dengan baik pula.

“Itu seperti saat menjabat Bupati Kudus 2003 – 2008 lalu. Saat itu wakil saya perempuan, yaitu Bu Haniah,” katanya saat konferensi pers, Senin (13/11/2017).

Baca: Hanura Resmi Usung Tamzil di Pilkada Kudus

Dia berharap nantinya yang menjadi wakil juga minimal seperti Haniah. Artinya, ada kemungkinan kedepannya nanti juga akan meminang Haniah menjadi wakilnya maju dalam Pilbup Kudus mendatang.

Disinggung calon perempuan lainya, yaitu Sri Hartini, Tamzil juga tersenyum. Bagi dia, sosok Sri Hartini juga pantas mendampingi dia sebagai wakil dalam Pilbup Kudus 2018.

“Keduanya (Sri Hartini dan Haniah) masuk kriteria. Namun saya juga harus mengusulkan ke pihak partai terlebih dahulu boleh tidaknya wakil saya nanti,” ungkap dia.

Sementara, Ketua  Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) DPP Partai Hanuram Sudewo menjamin tak akan memberikan intervensi kepada Tamzil untuk memilih wakil. Karena, saat menjabat nanti wakil pilihan juga penting.

“Soal pasangan, kami kembalikan ke  Tamzil. Kami tidak intervensi, kami sebatas memberikan masukan saja kepada Tamzil,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Hanura Resmi Usung Tamzil di Pilkada Kudus

Ketua  Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) Partai Hanura Sudewo (kiri) saat memberikan ketengan soal rekomendasi M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil, resmi mendapatkan rekomendasi dari Partai Hanura. Hanya saja, rekomendasi tersebut baru disampaikan secara lisan sambil menunggu pendampingnya di Pilkada Kudus.

Perwakilan DPP Partai Hanura, Ketua Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) Sudewo menegaskan, Partai Hanura resmi mengusung M Tamzil maju dalam Pilbup Kudus mendatang.

Namun, rekomendasi belum bisa diturunkan secara resmi (tertulis) lantaran terdapat hal yang belum dilengkapi M Tamzil.

“Pak Tamzil akan dapat rekomendasi secara resmi (tertulis) setelah mendapatkan wakilnya. Tapi rekomnya sudah pasti ke beliau,” katanya saat jumpa pers di RM Ulam Sari, Senin (13/11/2017) siang.

Baca: Balon Bupati Kudus M Tamzil Dapat Rekomendasi Hanura?

Menurut dia, pihak partai memutuskan mengusung M Tamzil sesuai usulan Partai Hanura. Karena, bagaimanapun M Tamzil merupakan kader dari Partai Hanura sehingga harus diakomodir.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat Kudus juga menginginkan M Tamzil untuk kembali menjabat sebagai Bupati Kudus. Itu ditunjukkan dari survey yang sudah dilakukan, dengan memiliki hasil lebih dari 65 persen.

“Survey dilakukan oleh tim survey yang terpercaya. Untuk lembaganya tidak usah disebutkan,” ungkap dia.

Ditambahkan, Tamzil dipilih bukan karena kong kalikong atau ada mahar rekomendasi. Namun, lebih karena percaya Tamzil bisa membuat Kudus jauh lebih bagus dari yang sekarang.

Sementara, Ketua DPC Hanura Kudus Kadarjono nenyebutkan kalau M Tamzil memang kader partai. Dan jika dukungan kepada Tamzil sudah final, maka dari DPC mendukung sepenuhnya.

“Kami akan samikna waathokna. Aplagi kalau DPP sudah mengambil sikap untuk mendukung pak Tamzil,”tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Gunakan Sistem Tiketing, Bupati Seragamkan Tarif Becak, Ojek, dan Angkutan di Kawasan Menara Kudus

Bupati Kudus Musthofa (baju putih) berbincang dengan salah satu peziarah di Terminal Bakalan Krapyak, Jumat (27/10/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Makam Syech Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus yang berada di kompleks Menara Kudus tak pernah sepi peziarah. Ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk berziarah dan berdoa di makam salah satu Walisongi itu.

Tak ayal, banyak peziarah berjubel di kawasan Menara Kudus. Karenanya, pemerintah perlu melakukan terobosan dalam menata hilir mudik peziarah dari dan ke terminal wisata Bakalan Krapyak.

Hal itulah yang mendasari Bupati Kudus Musthofa meningkatan layanan. Beberapa di antaranya, sarpras jalan ditata dengan baik, bahkan ojek, becak, dan angkutan lain diberikan harga seragam dengan sistem tiket sebagai bentuk akuntabilitas dari level bawah.

“Kami terus tingkatkan kenyamanan bagi peziarah. Yakni dengan sistem satu tiket satu harga,” kata Bupati Kudus saat melihat langsung pemberlakukan sistem tiket, Jumat (27/10/2017).

Bupati tidak ingin para pelaku usaha angkutan seenaknya main harga. Tetapi semuanya seragam dengan tiket ini. Dia juga berpesan agar para tukang becak dan ojek serta angkutan lain menaati lalu lintas, tertib, serta melayani yang terbaik.

“Saya minta semuanya berikan layanan terbaik yang ramah untuk para tamu (peziarah, red) yang datang ke Kudus,” imbuhnya.

Pagi itu, Bupati datang untuk memastikan sistem tiket ini berjalan baik. Bahkan kehadirannya disambut hangat para tukang becak yang jumlahnya lebih dari 300 orang ini. Semua aspirasinya pun didengar demi menata Kudus semakin baik.

Sebagaimana yang diungkapkan kepala paguyuban becak putih Suyitno, bahwa Dia bersama para tukang becak menyambut baik sistem tiket ini. Karena akan membuat antrian tertib, rapi, dan tertata baik.

“Para penumpang dan para tukang becak juga merasa nyaman. Saya menilai Pak Musthofa bagus dalam menata Kudus,” kata Suyitno.

Senada juga disampaikan paguyuban becak merah Abdul Hadi. Bahwa Dia menyambut baik sistem ini. Musthofa dinilainya punya perhatian dan nilai lebih bagi masyarakat, tak terkecuali tukang becak.

Salah seorang pengunjung asal Tegal Nuryati juga merasakan kenyamanan dengan sistem tiket ini. Dia bersama rombongan benar-benar terlayani baik tanpa ‘ditengkik’. Sehingga bisa berziarah dengan teratur.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Santri Motivator Kemajuan Bangsa

Bupati mengunjungi Pondok tahfidz Yanbuul Quran Desa Krandon, Kota Kudus. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan santri dari berbagai elemen masyarakat, ormas, dan para pelajar di Kabupaten Kudus mengikuti apel Hari Santri Nasional di Alun-alun Kudus, Minggu (21/10/2017).

Mereka terlihat khusyuk dan dan penuh semangat mengiki upacara yang dipimpin Bupati Kudus Musthofa tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan kembali besarnya peran santri pada era kemerdekaan. Untuk itu, di masa sekarang, para santri sudah seharusnya bisa menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan NKRI. Termasuk sebagai motivator dan inspirator kemajuan.

“Santri harus bisa menjadi motivator dan inspirator kemajuan bangsa. Untuk itulah santri tidak boleh hanya berpikir normatif,” pesan Bupati pagi itu.

Sesuai tema hari santri “Santri Mandiri, NKRI Hebat”, Bupati menaruh harapan besar dari para santri. Mereka bukan hanya belajar ilmu-ilmu agama, akan tetapi dituntut mengikuti perkembangan zaman dengan segala perubahannya dengan kemandirian.

“Filosofi Gusjigang hendaknya bisa menjadi penyemangat untuk diimplementasikan di dalam kehidupan, untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Seusai apel, Bupati bersama forkopinda dan tokoh agama dan ormas melakukan pemusnahan miras. Dia berpesan bahwa untuk memberantas adanya miras dan penyakit masyarakat lainnya merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kudus.

Agenda peringatan hari santri masih berlanjut. Bupati mengunjungi Pondok tahfidz Yanbuul Quran Desa Krandon, Kota Kudus. Sambutan luar biasa diberikan oleh para santri yang sudah belajar menghafal Quran sejak dini.

Ketekunan mereka merupakan bekal tersendiri bagi masa depan kehidupannya. Bupati berdoa dan berharap kelak mereka menjadi anak-anak yang salih dan bermanfaat bagi khalayak dan tentunya tetap berbakti pada kedua orang tua.

“Inilah cerminan wajah Kudus yang religius. Semoga kelak ada yang menjadi pemimpin yang juga tahfidz Alquran,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Nelayan Rembang Dukung Musthofa Jadi Gubernur Jateng

Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng. (Humas Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Rembang – Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng tahun depan. Mereka berkumpul di pantai Desa Sukoharjo, Rembang, Jumat (13/10/2017) untuk menyambut kedatangan Musthofa. 

Tanpa ragu, KNB yang beranggotakan ratusan orang tersebut bersepakat secara bulat untuk mengusung dan mendukung Musthofa menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. 

“Dukungan ini kami berikan karena melihat kinerja bupati dua periode ini dalam memajukan Kudus dan menyejahterakan warganya,” kata ketua KNB Sejati Supar.

Yang mereka harapkan adalah adanya perhatian dari seorang gubernur bagi para nelayan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan. Apalagi sosok Musthofa yang dekat dengan rakyat seperti yang terlihat pagi itu.

Supar dengan tegas membacakan pernyataan dukungan di dampingi ratusan nelayan lainnya. Para nelayan mendukung dan siap menjadi relawan tanpa syarat ketika Musthofa ditetapkan sebagai Calon Gubernur Jateng.

“Kami semua berdoa semoga Bapak Musthofa mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dan terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah 2018-2023,” tegas Supar.

Perhatian Musthofa, lanjutnya, pada dunia kelautan di Kudus telah terbukti. Yakni meski tidak memiliki lautan, Kudus menyiapkan masa depan anak bangsa bidang kemaritiman. Itu ditunjukkan dengan adanya sekolah maritim berstandar internasional.

“Untuk itulah kami memberikan dukungan ini tanpa adanya paksaan dari siapapun. Semata mata demi kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya yang telah memasang bendera bergambar Musthofa pada ratusan perahu nelayan.

Sementara itu, Musthofa menyampaikan terima kasih atas deklarasi ini dan kesediaan para nelayan memberikan dukungan serta menjadi relawan. Dia akan memberikan dukungan agar para nelayan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan kebijakannya nantinya.

“Terimakasih dukungan ini dilakukan secara tulus dan ihlas. Para nelayan ini adalah sebagai keluarga besar kami,” kata Musthofa yang pagi itu juga melakukan kunjungan ke Pemkab Rembang.

Editor: Supriyadi

PDIP Berambisi Pertahankan Kursi Bupati Kudus

Ketua PDIP Kudus Musthofa (dua dari kanan) saat menyerahkan berkas ke KPU Kudus, Kamis (12/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom – PDI Perjuangan Kudus menjadi partai pertama yang lolos sebagai  parpol di Kudus yang ikut serta dalam pemilu mendatang. Melihat itu, PDIP bertekad kembali jadi Bupati Kudus dan penambahan kursi di DPRD Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mengatakan, pihaknya tak mau mengkoreksi partai lain yang belum diterima KPU Kudus. Namun, sebagai partai yang sudah besar, pihaknya ingin memberi contoh yang baik. 

“Ini dapat sebagai contoh tertib aturan. Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh kader PDIP Kudus, mulai anak ranting hingga PAC,” katanya saat pendaftaran.

Menurut dia, dalam  KTP dan KTA yang dikumpulkan ke KPU Kudus, sejumlah 1.574. Jumlah tersebut sesuai dengan berkas yang dikumpulkan dalam pendaftar di KPU Kudus.

“Target kami adalah lebih dari yang sekarang. Menjadi bupati kembali, dan juga menambah kursi di DPRD Kudus mendatang,” ujarnya.

Dalam pengumpulan berkas itu, diterima oleh divisi Hukum KPU Kudus Naily Syarifah. Menurut Naily, PDIP jadi partai pertama yang lengkap. Namun masih ada proses verifikasi pada 17 Oktober mendatang.

“Sebelumnya ada beberapa partai yang datang. Seperti Perindo, PSI, Hanura dan ini PDIP. Namun yang sudah lengkap baru ini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Naikkan Kelas UMKM Kudus Lewat Expo

Bupati Kudus Musthofa saat melihat Kudus Expo di Alun-alun Kudus. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemberdayaan UMKM yang menjadi tekad Bupati Kudus terus digiatkan. Salah satunya melalui expo yang digelar selama lima hari di Alun-alun Simpang Tujuh dan dibuka Bupati Kudus pada Rabu (27/9/2017).

Ada 75 stand yang memamerkan berbagai produk UMKM asal Kudus dan berbagai daerah di Jawa Tengah. Bupati Kudus Musthofa berharap terus muncul kreativitas dari para pelaku UMKM agar punya nilai lebih.

“Kekuatan ekonomi nasional ada di pundak para pengusaha kecil mikro. Maka, komitmen kami akan terus memberikan fasilitas bagi mereka, termasuk membangun jaringan,” papar Musthofa yang juga pembina Forum UMK Jawa Tengah.

Selain itu, juga dilangsungkan launching transaksi nontunai untuk pembayaran retribusi dan BPHTB. Kerjasama antara Pemkab Kudus dengan Bank Jateng ini diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan asli daerah karena transaksi ini aman dan langsung masuk kas daerah.

“Kami bersama OPD mendukung e-transaksi ini. Karena di era digital, ini menjadi sebuah keadaan yang tidak bisa dihindari,” kata Bupati.

Salah seorang pedagang Pasar Kliwon Yusnita mengaku senang dengan transaksi ini. Karena dirinya tidak perlu repot membawa uang tunai. Tetapi lebih praktis dengan hanya menggesek kartu ke piranti EDC.

“Terima kasih Pak Bupati. Saya berhatap jangan hanya Kudus saja. Tetapi bisa diterapkan di daerah lain,” harap Yusnita.

Sambutan positif adanya expo juga muncul dari Noor Rohman (27) asal Dersalam Bae. Pengusaha kerajinan rajut ini bisa memromosikan secara lebih luas produknya.

“Expo ini bagus. Dan saya berharap bisa terus dilaksanakan untuk tahun-tahun mendatang,” harap Rohman.

Editor: Supriyadi