Pemkab Naikkan Dana Hibah Perawatan Tempat Ibadah di Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meningkatkan dana hibah perawatan tempat ibadah di Bumi Kartini. Dari semula Rp 5,44 miliar tahun 2018 menjadi Rp 6,29 miliar.

Anggaran sebesar itu, kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi diperuntukan bagi 148 tempat ibadah. Sementara pada tahun sebelumnya, hanya 76 tempat ibadah yang menerima bantuan tersebut.

Dalam pidatonya, saat sosialisasi anggaran tersebut, bupati menyampaikan upaya itu merupakan upaya pemkab untuk memperhatikan tempat ibadah di Jepara. Meskipun demikian, ia mengakui jumlah yang diterima akan sangat kecil.

Ceriping gedhang pisang raja, tipis tapi rata, sithik edang dibagi rata (pantun Jawa). Ini jumlahnya meningkat dari tahun lalu yang hanya 76 unit tempat ibadah. Namun demikian perlu lebih meningkatkan rasa syukur meskipun jumlah yang diterima tidak signifikan,” tuturnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Jepara Lukito Sudi Asmara mengungkapkan hal serupa. Diharapkan agar seluruh pengurus tempat ibadah yang telah masuk dalam daftar penerima bantuan, dapat mengerti mekanisme pencairan hibah tersebut. Sehingga, nantinya para penerima dapat membuat lapiran pertanggungjawaban secara tepat waktu.

Editor: Supriyadi

Bupati Jepara Ancam Blacklist Rekanan Yang Tak Berkualitas

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ancam blacklist penyedia barang, jasa dan konstruksi yang tak penuhi syarat kualitas.

Menurutnya, target infrastruktur di tahun 2017 memang melebihi target. Dari total target 50 kilometer, pembangunan infrastruktur di Bumi Kartini mencapai 67,7 kilometer. Namun demikian, hal itu tak lantas memuaskan orang nomor satu di Jepara itu.

“Capaian itu melampaui target yang telah ditetapkan, namun kami tekankan kualitas pun harus diperhatikan,” kata Marzuqi saat memberikan pembekalan kepada penyedia barang/jasa dan konstruksi di pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (15/2/2018).

Dirinya mengatakan, ancaman pemberian sanksi merupakan upaya agar penyedia jasa bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaanya. Selain itu, ultimatum juga diberikan kepada Organisasi Pemerintah Daerah, Pemkab Jepara.

“Hal itu lantaran, di era seperti ini keterbukaan informasi dan pembiayaan dana publik menjadi sorotan semua pihak. Sehingga komitmen pengelolaan yang transparan, bersih, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan mutlak dilaksanakan,” ungkapnya.

Dirinya menekankan, semua penyedia barang/jasa dan konstruksi harus menomorsatukan zero complain. Artinya disetiap pekerjaan harus dilakukan dengan tertib administrasi, tertib waktu dan tidak ada komplain.

Editor: Supriyadi

Awal Tahun, Marzuqi Rubah Susunan Pejabat di Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 123 pejabat eselon II, III dan IV yang ada di Pemkab Jepara dirotasi oleh Bupati Bumi Kartini, Ahmad Marzuqi‎. Pergantian ini, berbeda dari tradisi pergeseran pejabat yang sebelumnya pernah dilakukan.

Ahmad Marzuqi mengatakan, pada pergantian eselon kali ini mereka yang diganti tidak lagi memakai batik. Sebagaimana hari Senin biasanya, mereka hanya memakai seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) lengkap.

“Meskipun tahu akan diganti, namun satu yang pasti pejabat tak tahu pergeserannya seperti apa. Karena hari Senin, mereka yang dilantik mengenakan PDH lengkap,” tutur bupati, saat melakukan pengarahan sebelum seremoni pergeseran pejabat, kemarin.

Marzuqi merinci ada 17 pejabat eselon II, 47 pejabat eselon III dan 59 pejabat eselon IV yang digeser. Menurutnya, setelah enam bulan dilantik sebagai bupati secara resmi, ia berhak melakukan penggantian pejabat.

Dirinya mengakui, isu rotasi pejabat sempat berembus pada bulan November lalu. Namun satu dan lain hal, sehingga pergantian itu baru terlaksana pada awal tahun 2018.

“Pergantian ini hendaknya dapat diterima oleh pejabat bersangkutan secara lega legawa (lapang dada) dan disertai dengan pengabdian yang sungguh-sunggu,” tambahnya.

Sementara itu Wabup Jepara Dian Kristiandi mengingatkan kerja pejabat Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) saat ini lebih menantang. “Saat ini pekerjaan kita tidak semakin ringan namun bertambah berat. Untuk itu, segala tantangan harus dilandasi dengan keikhlasan hati dan pikiran,” ucapnya.

Adapun, beberapa pejabat yang digeser posisinya antaralain, Deni Hendarko yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara kini menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sementara Kepala Dishub lawas Basuki Wijayanto kini menempati kursi yang ditinggalkan Deni Hendarko.

Fatkhurozzi menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, setelah sebelumnya menjabat Asisten III Setda Jepara. Kepala Bappeda kini dijabat Sudjarot, sementara itu Trisno Santoso yang sebelumnya menjadi Kasatpol PP kini menjadi Kepala Dinas Koperasi UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Editor: Supriyadi

Tak Hanya Beri Bantuan, Bupati Minta Kali Mati di Dekat SMKN 1 Batelatit Jepara Dinormalisasi

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melakukan tinjauan ke SMKN I Batealit yang tempo hari diterjang banjir bandang, Jumat (12/1/2018). Selain berjanji memberi bantuan, kedatangannya untuk memastikan, adanya tindak lanjut terkait normalisasi Kali Mati yang dianggap penyebab banjir pada hari Kamis (11/1/2018) kemarin.

Purwandono, seorang guru di SMKN I Batealit mengatakan, banjir itu disebabkan saluran Kali Mati yang ada didekat sekolahan dibendung oleh pihak pengembang perumahan. Sejak proyek tersebut berjalan, sudah ada dua kali kejadian banjir.

Dikatakannya, pengembang dan pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali melakukan pertemuan terkait pembendungan saluran Kali Mati. Namun hingga terjadinya banjir, belum ada titik temu terkait masalah itu.

“Sudah pernah dua kali banjir, yang terakhir kemarin sampai menyebabkan alat-alat praktik di kelas banyak yang rusak,” tuturnya, dihubungi MuriaNewsCom.

Baca: Sungai Dibendung Proyek Perumahan, SMKN 1 Batealit Jepara Kebanjiran

Menurutnya, kedatangan bupati Jepara untuk memberikan jalan tengah agar banjir tersebut tak terulang untuk ketiga kalinya. Solusi yang diberikan adalah peminjaman alat berat untuk meluruskan alur Kali Mati dan bantuan karung.

“Tadi pak bupati juga memerintahkan untuk menginventarisir kerugian kami apa saja. Harapan kami bisa dibantu, karena alat praktik yang mengalami kerusakan banyak,”

Pihak sekolah menghitung, kerugian yang diderita akibat banjir berkisar Rp 400 juta. Selain menimpa alat praktik seperti mesin otomotif, media kultur jaringan, dan kulkas, air juga menjebol ruang sekolah dan tembok pagar.

“Upaya untuk menanggulangi terulangnya banjir,‎ sekolah akan memasang karung berisi pasir untuk membendung air bilamana ada hujan besar datang. Terkait nominal kerugian, kami masih mengkalkulasinya, semoga tidak sampai sebesar itu (Rp 400 juta),” ungkapnya.

Terkait kegiatan belajar mengajar, hari ini siswa-siswi SMKN I Batealit telah kembali beraktifitas normal.

Editor: Supriyadi

Pemkab Jepara Gratiskan Biaya Rawat Inap Warga di Kelas III

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini masyarakat tak mampu di Jepara digratiskan mendapatkan perawatan inap di kelas III. Caranya dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menerangkan, program itu berlaku bagi seluruh penduduk Bumi Kartini yang belum memunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Langkah ini merupakan upaya agar seluruh penduduk kami memeroleh akses mudah atas fasilitas kesehatan bermutu,” kata dia, Rabu (3/1/2018). 

Ia menerangkan, layanan ini berlaku untuk perawatan kelas III baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ataupun Rumah Sakit. Adapun yang akan dibiayai oleh pemerintah kabupaten Jepara berlaku untuk satu kali rawat inap. 

Untuk perawatan lanjutan, masyarakat akan diarahkan dalam program Penerima Bantuan Iuran Daerah (PIBDa). Hal itu berlaku bagi mereka yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin dan terdata alam Basis Data Terpadu (BDT). 

Sementara bagi warga yang tak termasuk dalam Basis Data Terpadu, akan diarahkan untuk mengikuti program BPJS Kesehatan mandiri. 

“Kami harapkan dengan layanan ini pada tahun 2019 paling sedikit 95 persen warga Jepara memiliki jaminan kesehatan dan mempunyai akses pada layanan kesehatan yang bermutu,” tutup Marzuqi.

 

Editor: Supriyadi

Lima Santri Juara MQK Asal Jepara Dapat Motor dari Bupati

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyerahkan hadiah secara simbolis kepada santri pemenang ajang MQK, Senin (18/12/2017). (Diskominfo Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Lima santri pemenang lomba di ajang Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) di Ponpes Roudlotul Mubtadiin, Balekambang, Desa Gemiring Lor, Mayong dihadiahi motor oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Hal ini juga merupakan pelunasan janji orang nomor satu di Bumi Kartini, sebelum penyelenggaraan acara yang berlangsung 27 November-7 Desember 2017 itu.

“Ini (pemberian hadiah motor) sesuai dengan janji saya, ketika upacara di alun-alun dalam rangka menyongsong kegiatan MQK di Jepara. Saat itu saya berjanji memberikan hadiah motor untuk mereka juara 1 (yang berasal dari Jepara). Alhamdulillah semuanya sudah siap diberikan kepada penerima,” kata Marzuqi, Senin (18/12/2017), saat apel pagi. 

Lima santri juara itu adalah Ahmad Busro juara lomba Ilmu Hadist Ulya kategori putra, Wildatul Muyasiroh juara lomba Fiqh Wustho kategori putri, keduanya berasal dari Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang. Tiga santri lain berasal dari Ponpes Darul Falah Amtsilati Bangsri, yaitu, Lailatul Fadilah juara lomba Tafsir Ulya kategori putri, Wasi’atur Rizqiyah juara lomba Akhlak Ula kategori putri, dan Mohammad Hizbullah juara lomba Fiqh Ulya kategori putra.

Lebih lanjut bupati mengatakan, prestasi yang diperoleh lima santri tersebut layaknya duta daerah. Hal itu karena, dengan kemenangan yang diperoleh turut menyumbangkan citra positif bagi Kota Ukir. 

“Saya mengucapkan selamat kepada santri yang memenangi berbagai kategori di ajang tersebut. Secara tidak langsung titel yang diberikan secara langsung maupun tidak, meningkatkan nama baik untuk daerah kita,” ucapnya.

Terpisah, Ahmad Busro, seorang santri pemenang lomba Ilmu Hadist Ulya kategori putra mengungkapkan kegembiraanya. Ia bilang, titel yang ia terima tak lepas dari bimbingan gurunya. 

“Alhamdulillah, saya ucapkan kepada pengasuh ponpes Roudlotul Mubtadiin KH. Muhammad Ma’mun. Saat persiapan, saya belajar setidaknya dua kali sehari. Pada pagi hari dengan pembimbing, dan malam harinya saya belajar sendiri,” beber Busro. 

Editor: Supriyadi

Ini Tiga Bencana yang Harus Diwaspadai Hingga Akhir Tahun di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kanan) didampingi Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri) dan Dandim 0719/Jepara Letko (inf) Ahmad Basuki (dua dari kiri) meninjau persiapan dari BPBD Jepara menghadapi musim penghujan, Selasa (28/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan apel kesiapsiagaan bencana di halaman Gedung Setda, Selasa (28/11/2017). Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan seluruh stakeholder terkait ancaman kebencanaan yang ada di Bumi Kartini. Apalagi, tahun depan Jepara telah memasuki siklus bencana 8 tahunan. 

“Menilik dari sejara dan siklus terjadinya bencana di Jepara, ada siklus empat, enam dan delapan tahunan. Ada tiga jenis bencana yang patut diwaspadai akhir tahun ini, yakni, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat apel kesiapsiagaan bencana sekaligus pelantikan Pengurusa Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) masa bakti 2017-2022. 

Marzuqi mengingatkan, bencana banjir besar dan longsor besar terjadi terakhir kali pada tahun 2014 lalu (bencana banjir di Karangrandu). Jika berpedoman pada siklus bencana 8 tahunan, maka 2018 depan menjadi tahun yang diprediksi masuk dalam siklus tersebut. 

Meskipun prediksi tersebut bisa meleset, akan tetapi bupati mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bersiap-siap. “Prediksi itu bisa saja meleset namun tentunya kita harus siap menghadapi jika benar-benar terjadi,” katanya. 

Dirinya mengingatkan agar dinas terkait agar selalu siaga dan mengoptimalisasi koordinasi secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat, dirinya pun mengimbau agar turut berperan aktif dalam meminimalisir dampak bencana. 

Lebih lanjut ia mengatakan, kebencanaan bukan hanya tanggungjawab pemkab dalam hal ini BPBD,  Basarnas, Tim SAR dan organisasi lainnya. Marzuqi mengingatkan hal itu juga tanggungjawab seluruh masyarakat. 

“Cara ikut dalam pengawasan kebencanaan, saya kira dengan menggiatkan dan meningkatkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Hal itu dilakukan untuk mendeteksi secara dini terjadinya bencana,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Jadi Tersangka Banpol, Bupati Jepara Praperadilankan Kejati

Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengajukan gugatan praperadilan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, karena ia ditetapkan lagi sebagai tersangka dugaan korupsi bantuan partai politk (banpol) untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara tahun tahun 2011-2012. Sidang perdana praperadilan akan dilakukan Senin (30/10/2017).

Sebelumnya Kejati mengeluarkan surat penghentian penyidikan (SP3) atas kasus yang membelit Marzuqi dengan pertimbangan kurang bukti.

Namun SP3 itu dipraperadilankan Masyarakat Anti Korupsi (MAK) dan Pengadilan Negeri (PN) Semarang mengabulkan gugatan tersebut, dan Kejati melanjutkan penyidikan dengan penetapan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Narzuqi yang baru terpilih sebagai bupati di periode kedua ini kemudian mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka itu. Gugatan praperadilan telah diterima PN Semarang, dan sidang perdana direncanakan digelar pada 30 Oktober 2017 mendatang.

“Gugatan terhadap Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah atas sah atau tidaknya penetapan tersangka,” kata Panitera Muda Pidana PN Semarang, Noerma Soejatingsih.

Ia menyebut, perkara ini akan diadili oleh hakim tunggal yakni, Lasito.

Kasus ini bermula adanya dugaan penyelewengan danan bantuan Parpol kepada DPC PPP Kabupaten Jepara dari APBD Jepara Tahun Anggaran 2011-2012 sebesar Rp 149 juta.

Dana itu diketahui diselewengkan untuk dana tunjangan hari raya (THR) sebear Rp 30 juta. Kemudian sebesar Rp 23 juta untuk kerperluan pribadi bendahara partai dan Rp 23 juta lagi untuk tambahan THR bagi pengurus DPC PPP Jepara.

Dalam kasus ini, dua pengurus PPP telah dijatuhi vonis. Yakni Bendahara DPC PPP Jepara, Zainal Abidin dihukum 16 bulan penjara, dan Wakil Bendahara divonis 12 bulan penjara.

Keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai pasal 3 UU Nomor 30 Tahun 2001 junto UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipior dan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam fakta persidangan juga terungkap jika keduanya mengaku melakukan tindakan korupsi diduga atas perintah Ketua DPC PPP Jepara Akhmad Marzuqi, yang saat ini menjabat sebagai bupati Jepara.

Editor : Ali Muntoha

Tolak Skema Pengupahan Berdasarkan PP 78, Buruh Jepara Minta Penentuan UMK Berpacu Pada Survei KHL

Pertemuan antara pengurus organisasi buruh di Jepara dengan Bupati Ahmad Marzuqi, di ruang kerja bupati, Kamis (26/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sejumlah organisasi buruh beraudiensi dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Kamis (26/10/2017). Mereka mengusulkan agar skema pengupahan 2018 mengacu pada metode survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dan menolak skema pengupahan berdasarkan PP 78/2015.

Muhammad Abidin perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mendesak agar pemerintah menerapkan skema survei KHL. Hal itu karena angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara saat ini yang hanya Rp 1,6 juta dianggap tidak mencukupi kebutuhan harian.

Hal serupa dikemukakan oleh Murdiyanto dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Menurutnya, jika pemerintah menerapkan PP 78/2015 maka untuk UMK 2018 tak banyak berubah. 

“Kalau menggunakan skema pemerintah, maka kenaikan UMK 2018 hanya Rp 139.000. Untuk itu sebaiknya pemerintah tidak hanya menggunakan skema PP 78/2015 namun juga menggunakan survei KHL,” pintanya. 

Adapun, berdasarkan hitung-hitungan organisasi buruh besaran UMK Jepara 2018 adalah sebesar Rp 2.425.432. Angka tersebut menurut klaim serikat pekerja, dihasilkan dari perhitungan sesuai survei KHL ditambah angka inflasi dan produk domestik bruto. 

Di sisi lain, Pemkab Jepara mengaku dilematis. Hal itu karena pada penentuan UMK 2017, pemerintah sudah mengatrol upah buruh sebesar 18 persen dari angka Rp 1.350.000 menjadi Rp 1.600.000. 

Bupati Ahmad Marzuqi mengungkapkan menerima usulan perwakilan buruh. Namun demikian ia tidak dalam posisi bisa menentukan. Hal itu karena usulan besaran UMK harus disetorkan ke meja Gubernur esok Jumat (27/10/2017). 

“Kami tampung saran dari panjenengan semua, namun forum ini bukanlah justifikasi, nanti akan kami tindak lanjuti. Akan tetapi, kita juga perlu bicara dengan pengusaha bukan hanya dari satu pihak,” ujarnya. 

Berdasarkan hitung-hitungan pemerintah kabupaten Jepara bersama dewan pengupahan, besaran UMK tahun 2018 adalah Rp 1.739.630 jika mengacu pada PP 78/2015. Angka itu didasarkan pada perhitungan UMK berjalan plus angka inflasi nasional sebesar 3,72 dan PDB sebesar 4,99. 

Editor: Supriyadi

Marzuqi Minta PDAU Jepara Manfaatkan Perkembangan Teknologi Digital

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Setelah kembali terpilih sebagai bupati, Marzuqi kini mengincar posisi wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menuntut Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Jepara melakukan terobosan digital, demi meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami berharap ada terobosan baru dan inovasi dalam dunia bisnis di era yang serba digital,” ucap Marzuqi, Jumat (20/10/2017). 

Menurutnya, jumlah UMKM di Jepara mencapai angka 12.763 pengusaha. Dengan banyaknya pengusaha berskala kecil pihaknya meminta PDAU ikut mendampingi para pengusaha agar nantinya bisa berkembang.

Selain itu, Pemkab juga selalu berusaha pengembangan dan pendampingan serta pengawasan agar perusahaan daerah selalu menjadi andalan pemasukan PAD bagi Kabupaten Jepara. 

Direktur utama PDAU Jepara Rifky Rosdani menjelaskan, pihaknya siap menyambut tantangan digital. Saat ini pihaknya tengah menambah beberapa program baru seperti Eco Buisness yakni dengan memanfaatkan lahan di Pakisaji, untuk pengembangan perdagangan berbasis pemanfaatan sumberdaya alam. 

Disamping itu, pihaknya juga bekerjasama dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas UMKM dalam bisnis trading atau jual beli.

“Kami sudah memulai dengan pengembangan sistem informasi teknologi, guna menunjang program kerja seperti pembangunan webstore building jeparamart.com,” ungkap Rifky.

Editor: Supriyadi

Menikmati Durian Langganan Para Bupati Jepara 

Gipah (59) saat menata dagangannya yang berada di garasi rumahnya di Desa Kecapi, RT/RW : 10/02 Kecamatan Tahunan-Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jika sedang berada di Jepara dan ingin menikmati buah durian bisa menghampiri rumah milik Gipah di Desa Kecapi, RT10/RW 2 Kecamatan Tahunan. Lantaran, buah berkulit duri dagangan ibu satu anak ini, sudah menjadi langganan Bupati Jepara sejak dulu. 

Selain itu, durian yang diperdagangkannya sering menjuarai lomba durian se-Kabupaten Jepara. 

Menurut Gipah, ia sudah berjualan durian sejak 32 tahun lalu. Pada tahun 1985, ia memulai usahanya dengan modal sekeranjang durian.

“Dari dulu saya berjualan buah, kalau sedang musim durian ya durian, kalau tidak ada ya buah lain,” katanya, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, hanya buah terpilih yang ia jual di rumahnya. Sementara yang kualitas kurang bagus ia jual di pasar. 

Kebiasaan itu menurutnya banyak menarik pembeli datang ke rumahnya. Terkait menjadi langganan bupati, ia mengaku sudah lupa kapan kebiasaan itu dimulai.

“Wah sudah lupa, wong sejak Bupatinya Pak Narto (Soenarto) dulu sudah dipesan,” ujarnya.

Gipah menyebut, setiap musim durian duriannya selalu dipesan orang nomor satu di Jepara. Oleh karenanya, ia selalu mempersiapkan buah pilihan jikalau ada pesanan.

“Nanti kalau bupati butuh, tinggal menelpon, yang ambil anak buahnya kesini,” tutur perempuan 59 tahun itu. 

Adapun, untuk durian termurah dijual mulai Rp 25 ribu. Sementara yang termahal ia jual sampai Rp 150 ribu. 

Terkait kualitas buah, Gipah mengaku musim ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hal itu mengingat hujan yang belum begitu kerap turun saat pohon durian berbuah. 

Seorang pembeli durian Syarif (30) mengaku rutin membeli durian milik Gipah tiap musim. Menurutnya, citarasa “raja buah” ditempat itu masih segar. 

“Pertama kali tau tempat ini dari istri saya. Saya sendiri orang Brebes aslinya, kalau musim seperti ini ya biasa jalan-jalan kesini. Rasa duriannya manis dan lebih segar karena habis diambil dari pohonnya,” tuturnya, yang kini tinggal di Pecangaan Kulon itu. 

Editor: Supriyadi

Bupati Jepara Minta Tiap Kecamatan Kembangkan Cabang Olahraga Unggulan

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Setelah kembali terpilih sebagai bupati, Marzuqi kini mengincar posisi wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ingin setiap kecamatan di Bumi Kartini memiliki dan mengembangkan olahraga unggulan. Hal ini menurutnya akan memudahkan dalam pembinaan dan pencarian bibit olahragawan. 

Disamping itu, Marzuqi juga berjanji untuk memberikan dukungan berupa sarana maupun prasarana, pada saat penyelenggaraan kejuaraan ataupun atlet yang akan mengikuti suatu event olahraga. 

“Seperti Kecamatan Welahan, di sana banyak lahir bibit-bibit olahragawan dan banyak melahirkan prestasi olahraga, khususnya sepak takraw. Sehingga bila mendengar cabang olahraga disebut, yang teringat adalah kecamatan Welahan. Di sana juga telah dibangun fasilitas gedung olahraga yang cukup memadai,” ucap Marzuqi, Jumat (22/9/2017). 

Ia melihat, pembangunan prestasi olahraga, dapat diterapkan asal mampun mengomptimalkan pembinaan berjenjang dan berkesinambungan. Ia meminta pembinaan olahragawan dimulai pada usia dini, sehingga pada usia emas bibit tersebut dapat menyumbangkan prestasi. Hal itu menurut bupati, dapat dilakukan dengan penyediaan sarana pendukung. 

Oleh karenanya, ia mengingatkan insan olahraga di Jepara mengedepankan tata kelola olahraga yang baik. “Bibit olahragawan harus dibina untuk dapat berprestasi di tingkat regional maupun ajang antar negara,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Koni Jepara Sutedjo Sumarto mengungkapkan, mimpi Marzuqi itu dapat tercapai, asalkan ada campur tangan dari warga Jepara. Hal itu menurut diwujudkan dengan peran serta swasta (perusahaan) dalam mengembangkan berbagai cabang olahraga. 

Editor: Supriyadi

Bupati Marzuqi Kurban Sapi di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kiri) saat menyerahkan hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama wakilnya Dian Kristiandi menyerahkan hewan kurban di Masjid Agung Baitul Makmur, Jumat (1/9/2017).Total ada tujuh ekor sapi dan lima ekor kambing, yang juga berasal dari para jamaah yang menitipkan hewan kurbannya.

Sebelum penyerahan hewan kurban Marzuqi bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jepara, terlebih dahulu melaksanakan salat ied. Dalam sambutannya politisi asal partai berlambang ka’bah itu mengajak warga menjadikan momentum Idul Adha sebagai tonggak penanaman kesabaran dan menjalankan totalitas keimanan.

 “Inilah wujud ketaqwaan kita bersama, wujud nyata kepedulian sosial untuk saudara-saudara kita yang kondisinya kurang beruntung, supaya mereka dapat merasakan limpahan rezeki yang diberikan kepada orang yang mampu berkurban,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, barang siapa mau berkurban maka setiap tetes darah menjadi sarana pengampun dosa. “Siapa yang mau menyembelih hewan kurban, maka setiap darah yang bertetes itu Allah akan mengampunkan dosa keluarganya. Semoga kita semua dapatkan anugerah dari Allah,” terang Marzuqi yang masih aktif sebagai penceramah itu.

Sementara itu, panitia kurban Totok Setyanto mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan tidak dilaksanakan pada hari Jumat. Mengingat durasi waktu yang nantinya terpotong dengan salat Jumat.

“Mengingat hari ini hari pendek untuk melaksanakan kegiatan maka pelaksanaan penyembelihan dilakukan pada hari Sabtu (2/9/2017) ucapnya.

Ia menjelaskan, hewan kurban yang sudah terkumpul hingga pelaksanaan penyerahan oleh Bupati, semuanya berasaldari penitip sebanyak 48 orang. Adapun jumlahnya adalah tujuh ekor sapi dan lima ekor kambing.

Editor: Supriyadi

Jepara Terkena Imbas Pemotongan DAU

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat penandatanganan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Smentara (KUA-PPAS), di DPRD Jepara, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara terekena imbas efisiensi Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakkan oleh pemerintah pusat. Dana transfer dari APBN itu dipotong sebanyak Rp 30 miliar.

Hal itu diungkap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat penandatanganan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Smentara (KUA-PPAS), di DPRD Jepara, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, hal itu membebani anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah. Adapun DAU 2017 untuk Jepara adalah 1.000.373.359.000.

“Kami mendapatkan pemotongan tiga persen atau sebear Rp 30 miliar, dari DAU. Selain itu ada penyesuaaian dengan alokasi bantuan keuangan provinsi Jawa Tengah dan dana bagi hasi dari pusat serta provinsi,” kata Marzuqi. 

Hal itu turut berpengaruh pada penganggaran sejumlah pembiayaan daerah, pada sejumlah kegiatan yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

Terkait penyesuaian KUA-PPAS ia mengatakan, sejumlah faktor lain pun turut memengaruhi. Diantaranya pertumbuhan ekonomi Jepara yang ditarget melaju dari 5 hingga 5,5 persen. Hal itu terkait dengan pertumbuhan disektor industri dan investasi yang berkembang di kabupaten ini.

Selain itu, sinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, yang mulai dilakukan secara bertahap. Sejumlah pengeluarana pun ditekan untuk melakukan pembiayaan pada kegiatan yang dianggap penting dan mendesak. 

Marzuqi yakin, perubahan KUA-PPAS itu telah sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. 

Editor: Supriyadi

Ini Alasan Marzuqi Idamkan Kursi Wakil Gubernur Jateng

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, yang ikut meramaikan bursa calon wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Marzuqi nampaknya serius untuk memperebutkan kursi wakil gubernur Jateng pada pilkada serentak 2018 mendatang. Kamis (10/8/2017) hari ini, ia mengembalikan formulir pendaftaran Cawagub ke kantor DPD PDI Perjuanga Jateng di Kota Semarang.

Sebelumnya diberitakan, Marzuqi mewakilkan pengambilan formulir pendaftaran Cawagub kepada Agus Sutisna, Selasa (1/8/2017). Ia adalah anggota DPRD Jepara asal partai PPP.

“Dari segi kelengkapan formulir insyaallah sudah kami lengkapi. Pak Marzuqi nantinya yang akan mengembalikannya sendiri, didampingi beberapa petinggi parpol dan ormas serta membawa grup kesenian khas Jepara,” kata Agus Sutisna, yang ikut dalam rombongan pengembalian formulir ke Semarang.

Perlu diketahui, Ahmad Marzuqi merupakan politisi asal partai berlambang kabah, PPP. Namun saat pemilihan bupati Jepara 2017, ia diusung oleh PDI Perjuangan. Bersama wakilnya Dian Kristiandi, ia kemudian dinobatkan sebagai pemenang pemilu, dan ditahbiskan memimpin Jepara hingga 2022.

Namun belum sampai enam bulan, ia mengambil langkah untuk mencalonkan menjadi Jateng 2 (wakil gubernur).

Disinggung alasan Ahmad Marzuqi, Agus Sutisna tak mengetahui lebih detil. Namun dirinya mengaku pernah diajak bicara soal tersebut.

“Kalau alasanya apa saya rasa Pak Marzuqi yang lebih mengetahui. Namun demikian Pak Marzuqi pernah diusung oleh PDIP, yang bersangkutan juga menerima amanat dari DPP PDIP dan perintah dari DPW PPP untuk ambil formulir (pencalonan cawagub). Jadi sebagai kader partai (PPP) ia berusaha taat atas apa yang diperintahkan,” ujarnya.

Baca juga : Baru Kembali Terpilih jadi Bupati Jepara, Marzuqi Kini Incar Posisi Wakil Gubernur

Agus juga menerangkan, alasan Marzuqi memilih mendaftar cawagub dari partai berlambang banteng.

“Kalau PPP sendiri kan tidak bisa mengusung pencalonan gubernur atau wakil gubernur, karena kursinya tak terpenuhi. Sementara PDIP sendiri adalah partai di Provinsi Jateng yang memenuhi untuk mengusung Cagub dan Cawagub sendiri di Jawa Tengah,” urainya.

Editor : Ali Muntoha

Baru Kembali Terpilih jadi Bupati Jepara, Marzuqi Kini Incar Posisi Wakil Gubernur

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Setelah kembali terpilih sebagai bupati, Marzuqi kini mengincar posisi wakil gubernur Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Marzuqi, baru saja terpilih kembali sebagai bupati Jepara pada Pilkada Serentak Februari 2017 lalu. Tiga bulan setelah dilantik menjadi bupati, Ahmad Marzuqi punya ambisi lain, yakni mengincar posisi wakil gubernur Jateng.

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaanya dalam penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang dibuka DPD PDI Perjuangan Jateng.

Kamis (10/8/2017) hari ini, Marzuqi mengembalikan formulir pendaftaran bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah ke Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, di Panti Marhaen Kota Semarang.

Untuk mengembalikan formulir dan berkas-berkas pendaftaran ini, Marzuqi diantar sekitar 850 orang dengan menumpang 17 bus.

Agus Sutisna, anggota DPRD Jepara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut serta dalam rombongan. Menurutnya, selain unsur partai politik dan organisasi masyarakat, pihaknya juga mengikutsertakan rombongan kesenian, yang nantinya akan dipertontonkan kepada khalayak di ibukota Jawa Tengah. 

“Pak Marzuqi tentu saja ikut dalam rombongan. Selain itu ada tokoh dari DPC PDIP Jepara, PPP, Fatayat NU, Muslimat, Wanita PPP, KNPI dan sanggar seni budaya, serta alim ulama berikut tokoh masyarakat. Wakil Bupati Dian Kristiandi juga ikut mendampingi,” ucapnya, melalui sambungan telepon. 

Dirinya mengatakan, sesampainya di Semarang pihaknya akan menyajikan kesenian khas Jepara. Seperti tari Laskar Kalinyamat, rebana, terbang telon dan pertunjukan perkusi hasil kreasi seniman Jepara. 

Disinggung masalah komunikasi dengan calon lain, Agus mengungkap pihaknya belum berpikir sejauh itu. 

“Komunikasi dengan calon lain belum ada, kita fokus pada pengembalian formulir dulu. Baru ke depannya setelah kita memang diterima dan mendapatkan rekomendasi kita akan mengembangkan komunikasi dengan seluruh jajaran partai dan calon gubernur yang juga telah mendapatkan rekomendasi,” jelas Agus.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Jepara Mendadak Jadi Jagal Kerbau

Bupati Jepara Ahmad Marzuki saat bersiap untuk menyembelih kerbau di rumah potong hewan. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi jadi jagal kerbau dadakan di Rumah Potong Hewan (RPH), Sabtu (1/7/2017). Ini dilakukannya untuk menyongsong perayaan Syawalan atau lomban yang akan diselenggarakan esok, Minggu (2/7/2017). 

Sebelum menjadi jagal Marzuqi bersama jajaran pemkab dan unsur muspika, mengikuti prosesi kirab kerbau. Acara itu dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan Ujung Batu dan berakhir di RPH Jepara, Sabtu (1/7/2017) pagi tadi. 

Setibanya di RPH, bupati lantas mengeksekusi kerbau yang telah disiapkan. Adapun bagian kepala hewan tersebut rencananya akan dilarung di laut pada acara lomban. Sedangkan dagingnya akan dibagikan kepada warga.

Dalam sambutannya, ia mengatakan prosesi tersebut sebagai bentuk syukur masyarakat nelayan Jepara atas hasil laut yang diberikan Tuhan.

“Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah, prosesi kirab kerbau dan larungan juga bermanfaat menggugah rasa senang bersedekah. Karena sedekah dapat menjadi penolak bala’ (malapetaka),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Deni Hendarko mengatakan, kirab tersebut dimaksudkan satu di antaranya untuk menarik partisipasi masyarakat. 

Selain di Jepara, ia mengungkapkan, pesta Syawalan juga di gelar di Karimunjawa. “Adapula penyembelihan hewan, namun kita hanya membantu untuk menyediakan dua ekor kambing di pulau tersebut,” tutur Deni.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Perintahkan Pantau Harga Sembako di Belasan Pasar di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (empat dari kiri) saat memimpin rapat koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekuinda) di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (30/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memerintahkan jajarannya untuk melakukan pantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Hal itu lantaran, memasuki Ramadan 1438 H, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. 

Marzuqi mengatakan, pantauan tersebut akan dilakukan pada 12 pasar tradisional yang ada di Jepara. Jika ditemukan adanya indikasi kenaikan harga kebutuhan pasar yang tinggi, maka pihaknya tak segan untuk melakukan operasi pasar. 

“Jika memang ada peningkatan harga yang tidak seimbang, segera lakukan operasi pasar,” tegas Bupati Jepara saat memimpin rapat koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekuinda) di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (30/5/2017).

Ia mengemukakan, pantauan terhadap kebutuhan dan harga tersebut harus dilakukan secara langsung ke pasar-pasar tradisional. Bukan hanya di tingkat penjual, pantauan menurut Marzuqi perlu dilakukan di tingkat penyuplai dan agen. 

Selain itu, dirinya juga meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jepara, untuk bersiaga. Mereka bertugas untuk mempersiapkan langkah strategis dan terkoordinir guna menjamin stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat. 

“Pengawasan tak hanya pada kelayakan dan mutu barang konsumsi. Awasi juga peredaran bahan berbahaya,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Inah Nuroinah mengatakan, beberapa komoditi kebutuhan warga mengalami kenaikan signifikan. Di antaranya, cabe merah keriting naik menjadi Rp 26.667 per kilogram dari harga semula Rp 16.742 per kilogram, cabe merah teropong naik menjadi Rp 30.533 per kilogram dari sebelumnya Rp 18.528 per kilogram. Adapun cabe rawit merah naik dari harga Rp 19.262 per kilogram menjadi Rp 55.111 per kilogram.

Sedangkan, harga bawang putih naik dari harga Rp 37.587 per kilogram menjadi Rp 58.333.  “Hal ini dikarenakan terbatasnya distribusi dan meningkatnya permintaan, sedangkan distribusinya tidak lancar,” jelas Inah. 

Editor : Kholistiono

Pelantikan Bupati Jepara Terpilih Dilakukan 22 Mei 2017

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jepara terpilih dipastikan berlangsung pada Senin (22/5/2017). Hal itu setelah Pemkab Jepara, menerima surat pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

“Surat tersebut, terkait pelantikan bupati pada 22 Mei sudah kami terima. Besok pagi (16/5/2017), kami mendapatkan surat undangan rapat ke Semarang, untuk mempersiapkan hal itu (proses pelantikan),” ujar Sekda sekaligus Plt Bupati Jepara Sholih, Senin (15/5/2017).

Dirinya mengatakan, inti surat tersebut berkait dengan proses pelantikan bupati terpilih di Jateng dipercepat. Sebelumnya dikabarkan, bahwa proses tersebut akan dilakukan serentak se-Jawa Tengah. Dengan kondisi demikian, maka Bupati Jepara terpilih dilantik bersamaan, menunggu Kabupaten Brebes yang akan habis masa baktinya pada akhir tahun 2017.

Sholih melanjutkan, rencananya pelantikan akan diselenggarakan di Semarang. Adapun pelantiknya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Besok (Selasa) akan ada koordinasi terkait prosesi acara pelantikan bupati. Jadi kalau merunut surat tersebut, sudah 99,9 persen pelantikan diselenggarakan pada tanggal tersebut (22 Mei 2017),” tuturnya. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara 22 Februari lalu, Paslon Marzuqi-Dian mengantongi 319.837 suara unggul atas paslon nomor satu Subroto-Nur Yahman. Bertumpu pada keputusan tersebut, KPU Jepara menetapkan paslon nomor dua menjadi calon terpilih, pada rapat pleno yang diselenggarakan pada Kamis (6/4/2017).

Editor : Kholistiono

Sholih jadi Plt Bupati Jepara

Sholih (kanan) bersama Ahmad Marzuqi dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Sholih kini menjabat sebagai Plt Bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi-Subroto resmi berakhir hari ini, Senin (10/4/2017). Sembari menunggu masa pelantikan bupati baru, Pemprov Jawa Tengah menugaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati.  
Hal itu disampaikan Marzuqi, saat pamitan di Pendapa Pemkab Jepara. Menurutnya, penunjukan Sekda sebagai plt bupati, telah dilakukan minggu lalu. 

“Sehingga nanti setelah tanggal 10 April, sebagai pelaksana tugas sudah ditunjuk yakni Pak Sholih, yang sekarang menjabat sebagai Sekda,” tuturnya.  

Menurutnya, meskipun melaksanakan tugas sebagai Plt bupati, namun hal itu tak menggugurkan tugas Sholih sebagai sekda. Malah, tugasnya sebagai pejabat publik kian bertambah, sebab yang bersangkutan harus mengawal pembangunan berdasarkan RPJMD yang telah dibuat. 

Sementara itu, Sholih mengatakan siap menerima tugas tersebut. Dirinya mengatakan, akan mengawal kebijakan dari pemimpin sebelumnya. “Sesuai surat tugas tersebut, maka sudah bisa melaksanakan tugas, tidak ada pelantikan,” tuturnya. 

Dirinya pun menyebut, akan berkoordinasi dengan bupati terpilih. Perlu diketahui, calon yang memenangkan Pilbup Jepara 2017, adalah petahana Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi. Bila sesuai rencana, mereka akan dilantik pada Bulan Desember 2017, menunggu pelantikan serentak.

Editor : Kholistiono

Marzuqi-Dian Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Jepara

Ahmad Marzuqi (berdiri) didampingi wakilnya Dian Kristiandi, saat memberikan sambutan seusai ditetapkan sebagai calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017-2022, oleh KPU Jepara. Kamis (6/4/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi (Madani) resmi ditetapkan sebagai calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017. Hal itu sesuai hasil rapat pleno yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Jepara, Kamis (6/4/2017).
Ketua KPU Jepara Muhammad Haidar Fitri mengatakan, penetapan tersebut telah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7/2016 tentang tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017.

“Hal itu sudah sesuai dengan peraturan, jika di suatu daerah ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pilbup, maka penetapan calon terpilih dilaksanakan maksimal tiga hari setelah putusan keluar, dan putusan MK keluar pada hari Senin,” ujarnya saat membuka rapat tersebut. 

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara 22 Februari lalu, Paslon Marzuqi-Dian mengantongi 319.837 suara unggul atas paslon nomor satu Subroto-Nur Yahman. Bertumpu pada keputusan tersebut, KPU Jepara menetapkan paslon nomor dua menjadi calon terpilih. 

Sementara itu, Marzuqi dalam sambutannya merasa bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada warga Jepara. Hal itu disampaikannya, mengingat proses penetapan dirinya sebagai calon terpilih, sempat terganjal gugatan di MK yang diajukan rivalnya dalam pemilihan lalu. 

“Walaupun proses ini sempat ada proses warna-warni retorika. Adapula kendala gugatan, namun pada akhirnya proses tersebut bisa kita lalui hingga gugatan tersebut tak diterima,” ujarnya. 

Di samping itu, pihaknya juga memohon doa restu kepada warga agar dirinya bisa menjalankan janji sewaktu kampanye.  “Mohon doa restu agar kami bisa melaksanakan semua program yang kami tawarkan selama proses kampanye. Kami akui perjuangan untuk menjadi pemenang pemilu tidaklah mudah, namun merealisasikan apa yang terucap selama kampanye lebih sulit,” pinta Marzuqi. 

Pada acara itu, paslon nomor satu Subroto-Nur Yahman tak menampakkan diri, meskipun telah mendapatkan undangan. Mereka hanya diwakili oleh unsur dari partai pengusung pada pilkada 2017. Namun demikian, KPU Jepara tak mempermasalahkan hal tersebut.

Editor : Kholistiono

Aktif sebagai Bupati Jepara Lagi, Ini yang Dilakukan Marzuqi di Hari Pertama Kerja

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi terlihat ikut memancing bersama warga di sela kunjungannya ke Desa Gedangan yang terkena dampak banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah cuti kampanye, hari ini Ahmad Marzuqi kembali menjalankan tugasnya sebagai Bupati Jepara. Pada hari pertama kerja, Marzuqi langsung turun ke lapangan untuk mengunjungi warga korban banjir dan abrasi.

Kunjungan terhadap korban banjir dilakukan Marzuqi di Desa Gedangan, Kecamatan Welahan, Jepara, yang beberapa hari lalu terdampak banjir. Pada kesempatan tersebut, dirinya bersama rombongan melewati beberapa orang yang sedang memancing. Marzuqi pun kemudian menyempatkan diri untuk ikut memancing bersama warga.

Ketika mengunjungi korban banjir Desa Gedangan dan dan abrasi di Ujungbatu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi juga terlihat didampingi pejabat Dinas Kesehatan, BPBD, PMI, dan SKPD terkait.

Sementara itu, saat ditanya mengenai aktivitas di hari tenang ini, ia mengutarakan, bahwa kegiatannya hanya bersifat normatif saja. “Kembali kerja, ngantor. Ya normatif sajalah. Ziarah ke makam pahlawan, ke makam ulama atau auliya dan lainnya,” ungkapnya, Senin (13/2/2017).

Editor : Kholistiono

Warga Jepara Kini Lebih Mudah untuk Mengadu ke Bupati, Begini Caranya

 Plt Bupati Ihwan Sudrajat melaunching Portal “Lapor Bupati” di Alun-alun Jepara, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Plt Bupati Ihwan Sudrajat melaunching Portal “Lapor Bupati” di Alun-alun Jepara, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat melaunching Portal “Lapor Bupati” di Alun-alun Jepara, Jumat (13/1/2017). Portal ini, nantinya bisa digunakan masyarakat untuk mengadukan atau melaporkan permasalahan yang ada di Jepara.

“Dengan adanya portal ini, kita berharap dari masyarakat untuk bisa memberi masukan atau lainnya terkait kemajuan Kabupaten Jepara. Kita berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu mendukung pemerintah yang ada. Supaya kinerja pemerintah bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Dengan portal ini pula, katanya, diharapkan bisa memacu kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Jepara untuk bisa lebih maksimal. Sebab, masyarakat bisa langsung melapor ke bupati, jika mendapatkan adanya lambannya birokrasi di suatu OPD.

Ia juga mencontohkan beberapa kasus di Jepara saat ini yang sudah bisa direspon dengan cepat oleh pemkab. “Contohnya saja kasus di SMAN 1 Mlonggo beberapa waktu lalu. Kita langsung ambil sikap dan ambil langkah untuk mengurai permasalahan itu. Dan kasus itu juga sering ditanyakan oleh Pak Ganjar, dan memang saat ini kita dituntut untuk bekerja lebih cepat, merespon laporan dengan cepat,” ucapnya.

Seperti yang terlihat di banner yang berukuran panjang sekitar 5 meter dan leber 2 meter di Alun-alun Jepara, terdapat beragam corong untuk layanan aduan di Portal “Lapor Bupati.” Ada nomor yang bisa untuk ditelepon atau SMS untuk melapor atau mengadu ke bupati, yakni ke nomor 0812 90000 525. Kemudian juga bisa ke Facebook jeparakab.go.id atau Twitter @jeparakabgoid.

“Laporan yang masuk dari masyarakat akan mendapatkan respon dengan cepat, dan mudah-mudahan ini bisa memberikan layanan yang maksimal terhadap masyarakat Jepara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Gaya Bupati Jepara yang Jatuh-Bangun Main Sepak Bola dan Balap Karung

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kanan) ikut lomba balap karung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kanan) ikut lomba balap karung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama dengan pejabat di lingkungan pemkab  asyik mengikuti sejumlah lomba, seperti lomba sepak bola dan balap karung, Jumat (5/8/2016).

Lomba itu digelar di Alun-alun Jepara dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke 71. Kegiatan ini diawali dengan sepak bola antara Setda yang bergabung dengan BUMD melawan Kecamatan se-Kabupaten Jepara.

Marzuqi ikut dalam pertandingan sepak bola bersama Asisten Pemerintahan M Junaidi, dan para pimpinan BUMD. Tim yang diperkuat Marzuqi mampu menang dengan skor 3-1.

Kemudian untuk pertandingan kedua, antara tim gabungan Dinas, Badan dan Kantor melawan tim Forkopinda dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 1-0.

Keseruan Marzuqi tak berhenti di situ, dirinya kemudian mengikuti lomba balap karung. Marzuqi bersama dengan Kepala BKD Abdul Syukur dan Kabid Tata Ruang pada Dinas Ciptaru Setiyanto melakukan lomba eksebisi untuk memeriahkan hari Kemerdekaan, yang dimenangkan oleh Kepala BKD Abdul Syukur.

Keseruan Marzuqi semakin memuncak. Dengan semangat tinggi, Marzuqi berusaha mencapai garis finish, namun lantaran keseimbangan kurang, badan yang besar dan karung membuat dirinya gagal, ya dia sampai terjatuh dan membuat penonton tertawa.

Untuk lomba balap karung putri juara dari BKD yang diwakili Anastya Devi, peringkat kedua Dinas Pariwisata oleh Erna Pratiwi dan peringkat tiga dari Disosnakertrans oleh Fitriana.

Selanjutnya untuk lomba balap karung putra peringkat pertama Sudarno dari Dinas Ciptaru, peringkat dua Dodi Hermawan dan peringkat tiga Derita Nur Handriyono dari Bagian Pembangunan.

Sedangkan juara untuk lomba bakiak beregu putri juara diraih Bagian Umum, kedua BP2KB dan peringkat tiga Kantor Arsip Daerah. Sedangkan untuk juara lomba bakiak beregu Putra dimenangkan oleh BKD, kedua Bagian Kesra dan peringkat ketiga Bagian Umum.

Salah satu panitia penyelenggara kegiatan Moh Yeani mengatakan masih ada beberapa lomba di antaranya lomba menyanyi lagu perjuangan antar pelajar baik SD/SMP/SMA baik putra- putri yang akan diselenggarakan pada Sabtu 6 Agustus 2016 di Pendapa Kabupaten Jepara.

“Selanjutnya di hari Senin juga masih ada beberapa lomba. Ini digelar untuk menyambut perayaan HUT RI ke 71,” kata Moh Yeani.

Editor : Akrom Hazami

 

Kasus Bupati, Kejari Jepara Belum Bisa Beri Keterangan

demo 3

Para pendukung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melakukan aksi ihwal penetapan tersangka bupati. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Jepara yang tergabung dalam Forum Warga Jepara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Mereka menuntut agar kasus Bupati Jepara Ahmad Marzuqi tidak dipolitisasi dan meminta agar instansi kejaksaan tidak dimanfaatkan oleh kepentingan pribadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Jepara Yuni Dari Winarsih mengatakan, pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh pengunjuk rasa. Namun pihaknya mengaku tidak memiliki wewenang atas kasus yang menjerat orang nomor satu di Jepara itu. Sehingga, untuk sementara ini aspirasi warga ditampung untuk selanjutnya disampaikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

“Mengenai kasus yang menimpa pak bupati, itu kewenangan kejati. Sehingga kami akan menampung semua aspirasi warga kemudian menyampaikannya kepada kejati,” ujar Yuni, Jumat (22/7/2016).

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan secara resmi dari Kejati Jawa Tengah terkait penetapan status tersangka pada Ahmad Marzuqi. Untuk itu pihaknya enggan berkomentar banyak mengenai kasus tersebut.

“Lebih jelasnya, bisa ditanyakan ke Kejati karena kami di Kejari tidak tau posisi dan detail kasusnya seperti apa,” katanya.

Ia menambahkan, aksi unjuk rasa yang memberikan masukan-masukan tersebut akan menjadi masukan yang berharga bagi Kejari Jepara. Apalagi saat ini juga sedang merayakan ulang tahun, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi.

Editor : Akrom Hazami