Bupati Grobogan Terima Penghargaan Women’s Obsession Awards 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan baru diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, meraih predikat Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori Best Achiever in Women Regional Leader.

“Penghargaan ini diberikan oleh Obsession Media Group (OMG) Jakarta. Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Direktur OMG M. Lubis pada Rabu malam kemarin di Jakarta. Malam penyerahan penghargaan juga dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara,” ungkap Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Ayong, dalam kesempatan itu, Menkominfo sempat menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Sri Sumarni. Selama dua tahun menjabat jadi bupati, Sri Sumarni dinilai sudah banyak melakukan terobosan bagi masyarakat. Mulai dari pembenahan infrastruktur, prestasi pertanian dan perternakan, kabupaten peduli HAM dan kabupaten layak anak.

“Menkominfo juga menilai juga Kabupaten Grobogan saat ini mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan diberbagai bidang. Apresiasi juga diberikan karena Kabupaten Grobogan mampu mengelola tata administrasi dan keuangan secara baik sehingga berhasil mempertahankan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK,” kata Ayong.

Ayong menambahkan, penetapan pemenang atau penerima penghargaan dilakukan berdasarkan penjurian yang terdiri Tim OMG bekerjasama dengan Indonesia Research and survey serta lembaga konsultan komunikasi dan politik citra marketing communication. Penghargaan juga diberikan kepada 5 menteri, 4 gubernur dan 4 bupati wanita, anggota DPR RI, pengusaha, politisi, kalangan proffesional serta beberapa tokoh nasional. Diantaranya adalah Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sebelumnya sempat terkejut ketika mendapat pemberitahuan jika jadi penerima penghargaan tersebut. Ia mengaku, penghargaan itu didapat bukan karena kinerjanya sendiri. Tetapi berkat dukungan dari semua pihak, baik dari OPD maupun instansi lainnya.

“Penghargaan ini tidak boleh membuat kita merasa puas. Justru harus jadi pelecut semangat untuk meraih banyak prestasi lainnya dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Perbaikan Ratusan Ruang Kelas Rusak di Grobogan Dialokasikan Dana Rp 7,8 Miliar

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah ruang kelas SD di Grobogan yang kondisinya rusak parah dipastikan akan berkurang. Hal ini seiring bakal dilakukannya perbaikan ruang kelas rusak dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, untuk perbaikan ruang kelas pada tahun 2018 ini sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 7,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Perbaikan ruang kelas rusak akan dimulai sekitar bulan April mendatang.

”Anggaran untuk perbaikan sudah disiapkan. Rencananya, bulan April pekerjaan perbaikan ruang kelas rusak mulai dilakukan,” katanya, Rabu (14/3/2018).

Dana sebesar Rp 7,8 miliar tersebut disiapkan untuk perbaikan 105 ruang kelas di 34 sekolah dasar yang tersebar di 14 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon (3 SD), Karangrayung (3), Toroh (5), Geyer (3), Kradenan (1), Gabus (3), Wirosari (3), Ngaringan (3), Grobogan (2), Brati (1), Klambu (1), Godong (2), Gubug (2), dan Purwodadi (1).

Jumlah kerusakan ruang kelas pada tiap SD itu bervariasi. Ada SD yang ruang kelasnya hanya rusak parah 1 lokal saja. Namun, ada beberapa SD yang ruang kelasnya rusak hingga 4 lokal.

”105 ruang kelas di 34 SD itu masuk dalam skala super prioritas untuk ditangani.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat meninjau sekolah rusak, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Soalnya, tingkat kerusakannya sangat parah sehingga kurang representatif untuk kegiatan pembelajaran,” jelas mantan Kepala SMAN 1 Purwodadi itu.

Ia menjelaskan, jumlah SD baik negeri maupun swasta keseluruhan ada 823 sekolah. Sebagian besar gedung SD dibangun lewat program Inpres tahun 70 hingga 80 an. Pada beberapa tahun lalu, jumlah ruang kelas yang rusak mencapai ribuan.

Namun, secara bertahap sudah dilakukan perbaikan. Baik untuk ruang yang rusak parah maupun sedang. Meski demikian, perbaikan ruang kelas rusak belum bisa tuntas tetapi jumlahnya sudah berkurang.

Menurut Amin, jumlah ruang kelas rusak yang diperbaiki pada tahun ini dimungkinkan masih bertambah, diluar 34 SD tersebut. Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan bantuan perbaikan ruang kelas rusak pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Tahun ini, kita kemungkinan dapat bantuan sosial perbakan ruang kelas rusak dari Kementerian. Tetapi, untuk kepastiannya masih nunggu keputusan resmi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Seniman Se-Eks Karesidenan Semarang Ikut Semarakkan Hari Jadi Kabupaten Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan warga terhibur dengan penampilan aneka kesenian yang disuguhkan di alun-alun Purwodadi, Kamis (8/3/2018) malam. Pentas kesenian itu dikemas dalam event bersama dari kota/kabupaten se-Eks Karesidenan Semarang atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Kedungsepur’. Yakni, Kabupaten Semarang, Grobogan, Demak, Kendal, Kota Semarang, dan Salatiga.

Bupati Grobogan Sri Sumarni terlihat hadir sekaligus membuka acara. Tampak pula para perwakilan FKPD serta pejabat dari Dinas Porapar Jateng, Pemkab Grobogan dan kabupaten/kota di eks Karesidenan Semarang.

Pentas kesenian diawali pertunjukkan Song-song Pengayom dari Kendal. Setelah itu dilanjutkan Tari Mahesa Jenar (Demak), Drumbleg dan drama tari (Salatiga) serta ketoprak trutug (Kota Semarang).

Pentas selanjutnya menampilkan sendratari terjadinya Rawa Pening (Kabupaten Semarang). Pentas kesenian tradisi lesan dari seniman tuan rumah menjadi penutup acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam itu. Pada setiap pergantian sesi pentas, diselingi kuis dengan pertanyaan seputar budaya dan pariwisata yang ada di wilayah Jateng dan Kedungsepur.

“Pentas kesenian yang ditampilkan malam ini bagus-bagus. Saya lihat, masyarakat juga merasa terhibur dengan even bersama Kedungsepur ini,” kata Sri Sumarni.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, sejumlah daerah menggagas kerja sama pengembangan destinasi dan promosi pariwisata bersama di wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur). Kemudian, disepakati membuat even bersama Kedungsepur sebagai salah satu sarana pengembangan daya tarik wisata, menyusun paket wisata dan membuat event bersama agar wisatawan yang datang tak hanya terpusat di satu daerah.

Menurutnya, selama ini wisatawan yang datang ke wilayah Kedungsepur belum tersebar secara merata. Kota Semarang dan Kabupaten Semarang masih menjadi tujuan utama dan wilayah lainnya terkesan masih menjadi perlintasan.

”Kondisi ini salah satunya disebabkan promosi pariwisata yang dilakukan selama ini belum terpadu. Saat ini sudah ada kesepakatan di antara kabupaten/kota untuk mengembangkan wisata bersama diwilayah Kedungsepur,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Pasukan Kuning di Grobogan dapat Bantuan Paket Sembako

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan tukang sapu jalan atau biasa disebut pasukan kuning menerima bantuan paket sembako di pendapa kabupaten, Kamis (8/3/2018).  Bantuan itu diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan yang jatuh pada 4 Maret lalu.

Ratusan paket sembako itu didapatkan dari dana swadaya. Yakni bantuan dari Perusda, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta, Perhutani KPH Purwodadi serta sumbangan sukarela dari SKPD setempat.

Bantuan paket sembako secara simbolis diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni pada penerima. Para petugas kebersihan terlihat sumringah saat menerima bantuan sembako tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni menyatakan, selaku pribadi dan Pemerintah Kabupaten Grobogan, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada tenaga kebersihan yang telah melaksanakan tugasnya dengan sungguh sungguh sehingga kota Purwodadi menjadi bersih.

“Saya mohon maaf karena sampai saat ini belum bisa memberikan perhatian yang lebih. Namun saya mohon bapak dan ibu tetap semangat dalam menjalankan tugas,” katanya.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctahrom menambahkan, jumlah bantuan sembako yang diberikan totalnya ada 200 an paket. Penyaluran bantuan paket sembako masih merupakan rangkaian peringatan hari jadi. Selain acara resmi dan hiburan, kegiatan bakti sosial juga jadi agenda rutin dalam peringatan HUT Grobogan.

Editor: Supriyadi

Buka Pasar Rakyat, Bupati Grobogan Minta Promosi Produk UMKM Perlu Digencarkan

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar promosi terhadap produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM) terus digencarkan. Tujuannya, supaya produk tersebut makin dikenal dan harapan jangka panjangnya bisa memperluas jangkauan pemasaran.

”Produk UMKM dan IKM kita cukup bagus dan saya nilai layak bersaing dipasar. Supaya produk berkualitas ini makin dikenal luas, upaya promosi harus terus digencarkan. Kalau promosinya digarap lebih profesional maka akan berdampak dengan meningkatkan pemasaran produk,” tegas bupati saat membuka acara Pasar Rakyat di alun-alun Purwodadi, Rabu (7/3/2018).

Sri menyatakan, meski jumlah pelaku UMKM terus bertambah namun beberapa masalah klasik masih dialami para pengusaha tersebut. Salah satunya adalah soal pemasaran yang dinilai sebagian pengusaha sebagai permasalahan utama.

Menurutnya, jika selama ini masih banyak pelaku usaha yang memasarkan barangnya secara tradisional. Khususnya, pelaku usaha yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah terobosan baru buat pengusaha tersebut agar memasarkan produknya dengan cara-cara yang lain dari biasanya.

”Soal pemasaran ini memang jadi masalah besar bagi kalangan UMKM disamping soal modal. Untuk itu, pemkab sudah pasti akan berusaha semaksimal mungkin membantu persoalan yang dihadapi pengusaha kecil ini. Salah satunya dengan mengencarkan promosi  lewat berbagai sarana. Mulai, pemberitaan media, dan pameran seperti saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Grobogan Karsono menyatakan, acara pasar rakyat digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan. Dalam kegiatan itu ada sekitar 100 stand yang disediakan untuk pelaku usaha, UMKM, serta dinas/instansi.

Editor: Supriyadi

Ribuan Guru Honorer di Grobogan Akhirnya Terima SK Penugasan Bupati

MuriaNewsCom, GroboganKeinginan guru honorer wiyata bakti di Grobogan agar mendapatkan SK penugasan mengajar dari bupati akhirnya terwujud. Secara simbolis, SK penugasan mengajar langsung diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (1/3/2018).

Jumlah guru honorer yang menerima SK penugasan sebanyak 3.293 orang. Mereka ini terdiri dari guru SD dan SMP yang tersebar di 19 kecamatan.

Penyerahan SK penugasan guru honorer dilangsungkan di tiap eks kawedanan. Untuk penyerahan hari ini dilakukan di dua lokasi. Yakni, di gedung PGRI Kecamatan Brati dan lapangan basket indoor SMPN 1 Purwodadi.

Acara penyerahan SK penugasan juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto. Hadir pula, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, Asisten III Padmo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Beberapa waktu sebelumnya, ribuan guru yang tergabung dalam wadah Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) Grobogan sempat melangsungkan aksi unjuk rasa. Tuntutannya, segera diterbitkan SK penugasan dari Bupati Grobogan untuk guru honorer tersebut.

Tuntutan SK bupati itu diperlukan menyusul adanya Permendikbud No 26 tahun 2017. Sesuai peratuan tersebut, para guru honorer bisa mendapatkan honor dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jika memiliki SK penugasan dari bupati. Besarnya honor yang didapat sebanyak 15 persen dari BOS.

Aturan Permendikbud itu akan diberlakukan mulai tahun 2018. Setelah ada Permendikbud, honor yang selama ini didapatkan terancam tidak bisa diterima lagi. Soalnya, keberadaan guru honorer belum dapat penugasan lewat SK bupati.

Bupati Sri Sumarni menegaskan, sebenarnya, surat penugasan mengajar bagi para guru honorer itu sudah dipersiapkan sebelum ada aksi demo. Yakni, setelah turunnya Permendikbud No 26 tahun 2017.

“Setelah ada Permendikbud tersebut, langsung kita sikapi. Namun, kita tidak bisa buru-buru mengeluarkan surat penugasan karena harus menyesuaikan dengan aturan lainnya. Jangan sampai surat yang kita keluarkan malah bertentangan dengan aturan lain. Setelah proses administrasinya selesai maka SK penugasan bisa kita berikan hari ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga berjanji akan mengupayakan kenaikan penghasilan yang diterima para guru honorer. Selama ini, para guru itu mendapatkan honor dari dana BOS rata-rata Rp 350 ribu per bulan.

“Honor yang mereka terima saat ini sangat minim. Kita upayakan untuk bisa ditambah dari dana APBD meski kenaikannya tidak bisa signifikan,” sambung Sri.

Editor: Supriyadi

Usai Ditinjau Bupati, Jalan Longsor di Sumberagung Grobogan Mulai Ditangani

MuriaNewsCom, GroboganPerbaikan jalan longsor pada tiga titik di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan akhirnya mulai dilakukan, Rabu (28/2/2018). Perbaikan jalan di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Selain warga setempat, sejumlah personil TNI dan Polri juga ikut mendukung perbaikan ruas jalan longsor akibat banjir bandang tersebut.

Sehari sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyempatkan waktu untuk meninjau lokasi bencana. Saat itu, Sri langsung menjanjikan untuk secepatnya melakukan perbaikan insfrastruktur yang rusak. Baik jalan maupun talud sungai yang longsor dan mengancam rumah warga sekitar.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung Senin (26/2/2018) mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai di samping rumah warga longsor cukup parah.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, perbaikan infrastruktur yang rusak di Desa Sumberagung ditargetkan rampung dalam waktu dua hari. Untuk perbaikan kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang itu, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 400 juta.

”Biar penanganan bisa cepat, kita minta dukungan warga dan beberapa pihak untuk gotong royong. Jadi, penanganan kerusakan akibat banjir bandang kita lakukan bersama masyarakat,” katanya.

Subiyono menambahkan, setelah upaya perbaikan, dalam waktu dekat juga akan ada proyek perbaikan ruas jalan Wotgaleh-Sumberagung. Pada tahun ini sudah dialokasikan anggaran untuk perbaikan jalan senilai Rp 1 miliar.

”Seperti disampaikan Ibu Bupati kemarin, alokasi perbaikan jalan di Sumberagung akan jadi prioritas. Direncananakan, sampai tahun 2019, perbaikan ruas jalan rusak di Sumberagung hingga perbatasan Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari bisa tuntas diselesaikan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tinjau Lokasi Bencana di Desa Sumberagung, Bupati Grobogan Terkenang Masa Lalu

MuriaNewsCom, Grobogan – Kerusakan infrastruktur di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan akibat banjir bandang Senin kemarin bakal segera ditangani. Hal itu dijanjikan langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi bencana, Selasa (27/2/2018).

”Musibah yang terjadi tidak bisa diprediksi datangnya. Nanti, kerusakan infrastruktur akan kita tangani. Besok, kita minta DPUPR untuk langsung melakukan penanganan. Tolong masyarakat juga ikut dikerahkan kerja bakti biar proses penanganan cepat rampung,” tegasnya.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono yang ikut mendampingi bupati saat melihat lokasi bencana, langsung menegaskan kesiapannya untuk segera memperbaiki kerusakan infrastruktur tersebut. Kemudian, jajaran Muspika Kecamatan Ngaringan dan Kades Sumberagung Rusno juga siap mendukung perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi sehari sebelumnya itu.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung yang wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Todanan, Blora itu mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai disamping rumah warga longsor cukup parah.

”Penanganan kerusakan yang terkait infrastruktur kita prioritaskan dulu. Untuk bantuan korban bencana, nanti dari BPBD dan Dinas Sosial,” sambung Sri.

Usai melihat lokasi bencana, Sri dan rombongan sempat mampir di Balaidesa Sumberagung. Di tempat itu kebetulan masih ada puluhan warga yang baru saja selesai melaksanakan musyawarah desa untuk perencanaan pembangunan tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat bercerita jika kedatangannya ke Desa Sumberagung membuatnya terkenang masa lalu. Ceritanya, saat remaja dulu, Sri sering tinggal di rumah kakaknya yang waktu itu masih jadi guru di SD Sumberagung. Hampir setiap libur sekolah, Sri dan adik serta beberapa keponakannya selalu menginap di Sumberagung selama beberapa hari.

”Dulu kalau kesini saya jalan kaki dari jalan raya Purwodadi-Blora ke Sumberagung yang jauhnya sekitar 9 km. Waktu itu, jalannya masih jelek dan suasananya agak seram karena kawasan hutan sekitar sini pohonnya besar-besar,” katanya.

Selama tinggal di Sumberagung, Sri menyatakan, belum pernah terjadi banjir di desa tersebut. Oleh sebab itu, ia sempat merasa kaget ketika mendapat laporan adanya banjir bandang di Sumberagung yang menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur.

”Saya belum pernah menjumpai banjir bandang di sini. Barangkali, lingkungan alam yang berubah, menjadi salah satu penyebab banjir di sini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Dilantik sebagai Ketua Mabincab, Bupati Grobogan; Jadi Pengurus Gerakan Pramuka Itu Pengabdian

MuriaNewsCom, GroboganMenjadi pengurus Gerakan Pramuka merupakan kerja pengabdian. Di mana untuk bisa mengabdi dengan baik harus dilandasi dengan sikap ikhlas. Demikian disampaikan Bupati Sri Sumarni usai dilantik jadi Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Grobogan masa bhakti 2017-2022 di pendapa kabupaten, Kamis (1/2/2018).

”Saya harapkan agar semua pengurus menjalani amanah ini dengan ikhlas. Mudah-mudahan, dengan pengabdian ikhlas ini akan membawa manfaat bagi banyak orang,” pesannya.

Sri meminta pengurus baru untuk bersama-sama membangkitkan kembali semangat berorganisasi, latihan dan kegiatan pramuka di seluruh gugus depan (Gudep) yang ada di wilayah Kwarcab Grobogan.

Hal itu perlu dilakukan mengingat tugas yang diemban dinilai cukup berat. Untuk itu, perlu adanya sinergitas, komunikasi dan koordinasi dari yang baik antara jajaran Mabicab, Mabiran, Kwarran hingga Gugus depan (Gudep).

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat dilantik menjadi Ketua Mabicab Grobogan masa bhakti 2017-2022 di pendapa kabupaten, Kamis (1/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelantikan Ketua Mabicab Grobogan dilakukan Ketua Kwarda Jateng Slamet Budi Prayitno. Setelah dilantik, Sri Sumarni kemudian gantian melangsungkan pelantikan Ketua Kwarcab Agus Siswanto dan jajaran pengurus baru untuk masa bhakti 2017-2022.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan janji Trisatya oleh pengurus yang dilantik dengan dipandu oleh Ketua Mabicab. Kemudian, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar dan penandatanganan berita acara pelantikan.

Acara pelantikan juga dihadiri mantan Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro. Hadir pula, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Teguh Cahyadi, Kajari Edi Handojo, perwakilan FKPD lainnya, Sekda Moh Sumarsono serta sejumlah pejabat terkait yang juga dilantik sebagai jajaran pengurus Mabicab. (NAO)

Editor: Supriyadi

Serahkan DPA 2018, Ini Pesan Bupati Grobogan pada Kepala SKPD

MuriaNewsCom, GroboganPara kepala SKPD di Grobogan diminta segera melaksanakan kerja sesuai dengan program yang sudah ditetapkan. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam acara penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2018 pada kepala SKPD yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Sabtu (6/1/2018).

”Penyerahan DPA semua SKPD termasuk kecamatan ini bisa dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Selanjutnya, segera bekerja sesuai dengan program yang sudah dipersiapkan sebelumnya,” katanya.

Selain kepala SKPD, acara penyerahan DPA juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Sekda Moh Sumarsono.

Menurut Sri Sumarni, penyerahan DPA itu merupakan tahap akhir dari siklus perencanaan penganggaran dan menjadi langkah awal dari pelaksanaan kegiatan Pemkab Grobogan pada tahun anggaran 2018 ini.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim anggaran pemerintah daerah, kepala SKPD dan pihak lainnya atas selesainya DPA sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Dengan sudah diserahkannya DPA, Sri Sumarni meminta kepada semua kepala SKPD agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan sehingga serapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun. Kemudian, semua kendala yang menjadi penyebab lambatnya penyerapan anggaran agar selalu diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

”Kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan segera dilaksanakan tepat waktu. Kalau program segera dikerjakan maka tidak aka nada serapan anggaran yang menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga mengingatkan pada kepala SKPD agar segera berkoordinasi. Yakni, jika ada kendala yang dihadapi sehingga bisa segera dicarikan solusinya.

Selanjutnya, dia juga meminta agar pengawasan internal lebih dioptimalkan. Dengan demikian, proses penggunaan anggaran bisa sesuai rencana dan tidak menimbulkan kesalahan maupun persoalan dikemudian hari.

Editor: Supriyadi

Dua Hari Gelar Sidak, Bupati Grobogan Minta Semua Kantor Punya Tempat Arsip Khusus

MuriaNewsCom, GroboganBupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar semua kantor punya tempat untuk menyimpan arsip tersendiri. Permintaan itu dilontarkan berdasarkan hasil sidak ke beberapa kantor pada dua hari kerja tahun 2018.

”Dalam dua hari ini, saya lihat hampir sama kondisinya. Masih banyak arsip kerja yang ditempatkan dilantai atau bertumpuk diatas meja. Kondisi seperti itu terlihat tidak nyaman. Harus ada tempat arsip khusus biar ruangan terlihat rapi,” kata Sri Sumarni didampingi Asisten III Padmo dan Kabag Humas Ayong Muctarom, saat melangsungkan sidak ke kantor Dinas Pendidikan Grobogan, Rabu (3/1/2018).

Selain membikin rapi, adanya tempat arsip akan membawa banyak keuntungan. Antara lain, memudahkan ketika mencari serta menjamin keamanan arsip dari kerusakan.

”Tolong nanti segera dianggarkan untuk pembelian tempat arsip. Kalau ruangannya rapi maka kerja juga jadi betah,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga meminta Kepala Disdik Amin Hidayat untuk menuntaskan rencana perbaikan SD rusak di berbagai kecamatan. Ia berharap agar pada tahun 2018, semua gedung rusak sudah selesai diperbaiki sehingga kegiatan pembelajaran bisa berlangsung aman dan nyaman.

Usai melangsungkan pertemuan dan memberikan catatan pada pejabat disdik, Sri Sumarni sempat didaulat untuk meresmikan salah satu gedung yang sudah selesai direhab akhir tahun 2017 kemarin. Peresmian dilakukan sederhana dengan pemotongan tumpeng.

Sehari sebelumnya, Sri Sumarni juga melangsungkan sidak ke beberapa kantor. Antara lain, kantor setda, Bappeda dan BPPKAD yang ada satu komplek dengan kantor bupati.

Editor: Supriyadi

Hebat, Film Pendek Kisah Hidup Bupati Grobogan Sudah Ditonton Ribuan Orang

MuriaNewsCom, GroboganPembuatan film pendek yang mengisahkan perjalanan Bupati Grobogan Sri Sumarni ternyata mendapat respon positif. Indikasinya, film tersebut sudah ditonton 1.766 orang lewat akun youtube.

Film produksi anak muda yang tegabung dalam wadah Sabdha Langit Production (SLP) diuplod sejak 21 Desember kemarin.

Sebelumnya, film berdurasi 9 menit itu sempat diputar bersama di pendapa kabupaten, usai upacara peringatan Hari Ibu. Saat pemutaran film, Sri Sumarni bahkan sempat menangis karena merasa terharu dan teringat masa lalunya yang penuh perjuangan.

Dalam film bertitel ‘Ibu Inspirasiku’ tersebut, ada kisah ketika Sri Sumarni masih kecil hingga dewasa di tempat kelahirannya di Desa Karangsari, Kecamatan Brati. Kemudian, dirangkai dengan kisahnya ketika bekerja di sebuah KUD di Kecamatan Brati hingga terjun ke dunia politik.

Lama melintang di dunia politik, Sri Sumarni akhirnya terpilih jadi Bupati Grobogan periode 2016-2021. Di bagian akhir, ada juga slide berisi foto-foto Sri Sumarni dari kecil hingga sudah jadi bupati.

Produser SLP Andreas Nugroho menyatakan, pembuatan film dilakukan bekerjasama dengan Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan DP3AKB Kabupaten Grobogan. Pembuatan film dilakukan sebagai hadiah kejutan dalam peringatan Hari Ibu tahun 2017.

”Waktu produksinya hanya empat hari. Dua hari untuk ambil gambar dan dua hari editing. Meski waktunya mepet, kami berupaya keras untuk bisa membuat film pendek tersebut,” jelasnya.

Pembuatan film bisa lebih mudah dikerjakan karena pemerannya mudah didapat. Yakni, para tetangga dan kerabat Sri Sumarni yang masih tinggal di Desa Karangsari dengan senang hati bersedia jadi pemerannya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Pelototi Ruangan Pegawai di Hari Pertama Masuk Kerja

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari pertama masuk kerja di tahun 2018, Selasa (2/1/2018). Ada tiga lokasi yang didatangi Sri Sumarni saat melangsungkan sidak.

Yakni, kantor setda, Bappeda dan BPPKAD yang lokasinya jadi satu komplek. Sidak dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam sidak tersebut, Sri Sumarni sempat mendatangi hampir semua ruangan. Selain melihat kondisi ruangan, ia juga sempat mengecek kehadiran para pegawai.

“Dari hasil sidak, semua pegawai tidak ada satupun yang bolos. Semuanya sudah masuk kerja pascalibur tahun baru,” jelasnya.

Caption : Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan sidak pada hari pertama masuk kerja, Selasa (2/1/2018).
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sri menegaskan, para pegawai di lingkup Pemkab Grobogan yang kedapatan bolos pada hari kerja pertama pasca libur tahun baru bakal dapat sanksi tegas. Ia berharap, di instansi lainnya tidak ada pegawai yang bolos kerja.

“Jauh-jauh hari masalah ini sudah disampaikan melalui surat edaran ke semua SKPD. Semua pegawai tidak boleh ada yang bolos,” katanya.

Kabag Humas Ayong Muchtarom menambahkan, dalam sidak tersebut, bupati sempat menyoroti ruangan kerja. Bupati meminta agar tiap ruangan disediakan tempat arsip tersendiri.

“Saat sidak, bupati melihat banyak arsip bertumpukan di meja kerja dan hal ini dinilai kurang nyaman. Masing-masing pimpinan diminta mengangarkan pembelian tempat penyimpanan arsip, sehingga kondisi ruang kerja bisa terlihat rapi dan nyaman,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Bupati Grobogan Terima Penghargaan KASN 2017 Terkait Pelaksanaan Lelang Jabatan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima penghargaan Anugerah KASN 2017 dari MenPAN RB atas prestasinya mengelola seleksi terbuka pengisian pejabat tertinggi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negaran dan Reformasi Birokrasi diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni di penghujung tahun 2017. Yakni, Anugerah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) 2017 yang diserahkan MenPAN-RB Asman Abnur di Jakarta, Kamis (28/12/2017) malam.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, ada beberapa kategori dalam pemberian penghargaan tersebut. Untuk Kabupaten Grobogan mendapat penghargaan dalam kategori kepatuhan dan kualitas kelola seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi atau lelang jabatan.

”Penghargaan ini merupakan hadiah istimewa untuk Kabupaten Grobogan pada akhir tahun 2017 ini. Kedepan, kami akan selalu terbuka dan patuh dalam menyelenggarakan seleksi pengisian jabatan tinggi. Ini menjadi komitmen kami bersama dan keberhasilan bersama,” kata Ayong yang ikut hadir dalam acara pemberian penghargaan bersama Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

Menurut Ayong Mochtarom, Sesuai amanat undang-undang No 5 tahun 2014, pengisian jabatan pimpinan tertinggi dilakukan dengan sistem seleksi ASN secara terbuka, objektif dan transparan. Dalam pelaksanaannya, seleksi terbuka di Grobogan dinilai sesuai tahapannya dari awal hingga pelantikan pejabat terpilih.

”Pemberian penghargaan juga didasarkan pada pertimbangan aspek integritas dan moralitas,” jelas Ayong.

Ditambahkan, oemberian penghargaan tersebut menjadi sebuah motivasi serta mendorong para pejabat untuk menjadi pelopor. Setiap pejabat dituntut untuk profesional dan bijaksana serta dapat mengembangkan kerjasama dalam kepemimpinannya tersebut.

Editor: Supriyadi

Digerojok Bantuan Peralatan, Petani di Grobogan Diminta Tingkatkan Hasil Panen

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan peralatan pertanian secara simbolis pada petani di Kantor Dinas Pertanian, Rabu (27/12/2012). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPara petani diminta untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan peralatan pertanian pada petani di Kantor Dinas Pertanian, Rabu (27/12/2012).

Sebelum menyerahkan bantuan secara simbolis, Sri Sumarni melangsungkan pengukuhan 73 penyuluh pertanian swadaya di tempat yang sama. Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Teguh Cahyadi, Asisten II Ahmadi Widodo dan Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto.

Menurut Sri, selama ini, sudah banyak prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan pada bidang pertanian. Antara lain, tahun 2015 Grobogan dapat prestasi juara nasional dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan dan juara nasional kelompok tani kedelai tahun 2017 ini.

Atas prestasi ini, para petani mendapatkan banyak bantuan peralatan pertanian dari kementerian pertanian agar hasil panen bisa terus ditingkatkan. Seperti hand traktor,  traktor roda empat, pompa air, sprayer, dan mesin tanam padi.

“Selain itu, bantuan pembuatan sarana dan prasarana pertanian juga banyak kita dapat. Antara lain, pembangunan jaringan irigasi maupun jalan usaha pertanian,” ungkap Sri.

Sri menyatakan, adanya bantuan peralatan tersebut akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah saat ini.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Khusus bantuan traktor, jangan ditinggal disawah karena rawan pencurian,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto menambahkan, bantuan

 peralatan yang disalurkan pada petani ini berasal dari Kementerian Pertanian. Wujudnya berupa, 27 unit pompa air, 31 hand traktor, 4 traktor roda empat, 4 unit cultivator, 5 unit rice transplanter, dan 40 power threaser.

“Disamping itu, kita juga dapat bantuan benih pada sebanyak 110.350 ton. Bantuan benih disalurkan untuk petani yang tanamannya puso akibat banjir dan kekeringan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menerima kedatangan Bupati Brebes Idza Priyanti saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (21/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberhasilan Pemkab Grobogan bisa mendapatkan pinjaman dari pihak ketiga untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan ternyata mengundang ketertarikan daerah lain untuk menimba ilmu.

Salah satunya datang dari Pemkab Brebes yang sengaja datang ke Grobogan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai prosedur mendapatkan pinjaman tersebut, Selasa (21/11/2017).

Rombongan dari wilayah ujung barat Jawa Tengah tiba di Grobogan sekitar pukul 15.00 WIB. Bupati Brebes Idza Priyanti memimpin langsung acara studing banding tersebut. Sejumlah pejabat eselon II ikut mendampingi Idza dalam kesempatan itu.

”Seperti diketahui, pendapatan asli daerah yang kita miliki tidak terlalu besar sehingga butuh sumber dana lain untuk membiayai perbaikan infrastruktur di Brebes. Salah satu yang memungkinkan adalah melakukan pinjaman pada pihak ketiga seperti di Grobogan,” kata Idza.

Menurutnya, dana pinjaman diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Prioritas utama adalah perbaikan jalan milik kabupaten. Selain itu, perbaikan infrastruktur lainnya juga jadi sasaran berikutnya. Seperti pasar dan penyediaan layanan kesehatan.

Rombongan dari Brebes diterima langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat wakil bupati. Tampak pula dalam kesempatan itu. Kepala DPUPR Subiyono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kabag Pembangunan Siswanto dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pada tahun 2017 ini, pihaknya memang mengajukan pinjaman sebesar Rp 200 miliar melalui Bank Jateng. Seluruh dana pinjaman dialokasikan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km yang sudah selesai dikerjakan pada tahun ini,

”Masyarakat sudah sangat menantikan perbaikan jalan tetapi anggaran kita terbatas. Salah satu upayanya adalah melakukan pinjaman,” katanya.

Menurutnya, dalam melakukan pinjaman memang butuh proses cukup panjang. Mulai mempersiapkan rencana, membahas dengan dinas terknis terkait serta harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. Setelah itu, perlu pula melakukan pengajuan kepada Mendagri untuk mendapatkan persetujuan.

Sri menjelaskan, tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp 392 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Selain pinjaman Rp 200 miliar, dana perbaikan jalan juga berasal dari APBD, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan keuangan Provinsi Jateng.

Ia menambahkan, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 58 persen atau sekitar 500 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km.

”Kita targetkan, pada akhir tahun 2017 ruas jalan yang rusak tinggal 36,5 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” katanya.

Editor: Supriyadi

Duh, Senangnya Peserta Isbat Nikah Ini bisa Foto Bareng Bupati Grobogan

Salah seorang peserta isbat nikah mendapat kesempatan foto bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni dan sejumlah pejabat lainnya di sebuah pelaminan yang disiapkan di depan kantor wakil bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPasangan suami istri (Pasutri) yang menjalani isbat nikah semuanya mengaku senang dengan adanya program tersebut. Soalnya, status perkawinan mereka saat ini menjadi lebih pasti karena sudah tercatat oleh pemerintah. Disamping itu, anak-anak mereka bisa mendapatkan dokumen kependudukan gratis berupa akta kelahiran.

“Saya senang sekali ada program ini. Sekarang kami punya buku nikah dan anak-anak juga dapat akta kelahiran,” kata Darji (64), salah seorang peserta isbat nikah yang berasal dari Kecamatan Ngaringan, Senin (21/11/2017). 

Kebahagiaan beberapa pasutri makin bertambah karena mendapat kesempatan foto barang Bupati Grobogan Sri Sumarni dan para pejabat yang hadir dalam acara tersebut. Tempat foto bareng dilangsungkan di depan kantor wakil bupati yang dipermak layaknya pelaminan. Ada tiga pasutri yang dapat kesempatan istimewa tersebut.

“Wah, ini merupakan momen yang istimewa sekali. Selama ini saya tidak pernah bermimpi bisa foto bersama bupati dan banyak pejabat. Saya merasa seperi dapat sebuah kehormatan besar,” kata Sudiribowo, salah satu peserta isbat nikah yang dapat kesempatan foto bareng bupati dan pejabat tersebut.

Dalam sidang isbat nikah yang dilangsungkan di pendapa kabupaten itu diikuti 30 pasutri dari beberapa kecamatan. Di dalam pendapa, ada empat meja yang dipakai sidang. Masing-masing meja ada satu hakim tunggal. Dibelakangnya ada seorang panitera dan didepan hakim terdapat pasangan suami istri  (pasutri) dan dua orang saksi.

Sebagian pendapa sengaja dihiasi seperti yang terlihat saat acara pernikahan. Misalnya, ada pemasangan bleketepe atau hiasan janur, pisang dan tebu di depan pendapa. Kemudian ada pelaminan yang disiapkan di depan kantor wakil bupati untuk foto.

Dalam acara pelayanan terpadu sidang keliling ini dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Edi Handojo. Terlihat pula Ketua Pengadilan Agama Purwodadi Toha Mansyur, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo, Kabag Hukum Fachruddin dan pejabat terkait lainnya.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, Sidang Keliling Pelayanan Terpadu bertujuan  untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan di bidang hukum dan membantu masyarakat dalam memperoleh hak atas perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran yang dilakukan secara sederhana, cepat dan biaya ringan dalam waktu bersamaan.

“Ini kedua kalinya Pemkab Grobogan menggelar Sidang Keliling Pelayanan Terpadu  Isbat Nikah. Kegiatan ini kita biayai dari dana APBD,” katanya.

Editor: Supriyadi

Waduh, Jumlah Warga Miskin di Grobogan Masih Ratusan Ribu Orang

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat memaparkan kondisi wilayahnya dalam acara Rakor Membangun Komitmen Bersama Penanggulangan Kemiskinan yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten, Senin (6/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya menurunkan angka kemiskinan menjadi salah satu skala prioritas Pemkab Grobogan dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam acara Rakor Membangun Komitmen Bersama Penanggulangan Kemiskinan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Senin (6/11/2017).

”Angka kemiskinan di Grobogan masih cukup tinggi, yakni berkisar 13,5 persen. Dari  kondisi ini maka perlu komitmen bersama dari berbagai instansi untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut,” katanya.

Dalam rakor tersebut, hadir pula Kepala Bappeda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Sekda Moh Sumarsono. Hadir pula, anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Jateng dan Grobogan, pejabat terkait, camat dan kepala desa.

Menurut Sri Sumarni, data penduduk miskin pada akhir tahun 2016 lalu sebanyak 184.100 jiwa. Jumlah penduduk miskin ini angkanya sudah turun dibandingkan pada kurun waktu 2012 yang mencapai 210.800 jiwa.

”Jumlah penduduk miskin dari 2012-2016 sudah turun 26.700 jiwa. Meski demikian, angka kemiskinan di Grobogan ini masih diatas capaian kemiskinan Jawa Tengah. Oleh sebab itu, upaya penurunan angka kemiskinan akan kita prioritaskan,” tegas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Rakor penanggulangan kemiskinan itu sedianya akan dipimpin Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko. Namun, Wagub mendadak tidak bisa hadir karena ada acara bersamaan di Semarang.

Editor: Supriyadi

Gubernur Bangga Tim DPUPR Grobogan Juarai Livoli 2017

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Grobogan Sri Sumarni berfoto bersama tim dan official tim voli putra DPUPR Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberhasilan tim voli putra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan menjadi juara Kejurnas Livoli 2017 di Minahasa, mendapat sambutan hangat dari banyak pihak.

Hal itu terlihat saat rombongan tim DPUPR tiba di pendapa kabupaten Grobogan, Senin (30/10/2017) malam. Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama pimpiman FKPD dan para pejabat menyambut kedatangan tim DPUPR yang baru kembali dari Minahasa.

Sri Sumarni dan para pejabat kemudian langsung memberikan ucapan selamat pada para pemain dan para official tim. Usai memberikan ucapan selamat, Sri Sumarni terlihat memberikan sebuah stopmap yang di dalamnya berisi uang tunai sebagai bonus buat pemain.

“Hebat. Keberhasilan menjadi juara Kejurnas Livoli 2017 sungguh membanggakan,” kata Sri Sumarni sambil mengacungkan dua jempolnya.

Setelah ramah tamah beberapa saat, para pemain dan official tim DPUPR sedianya akan berpamitan. Namun, rombongan tim akhirnya diminta tetap berada di pendapa, karena Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak lama lagi akan tiba di Grobogan.

Kedatangan gubernur di Grobogan dalam rangka menghadiri acara pengajian bersama Habib Syech di Alun-alun Purwodadi yang dilangsungkan malam itu. Setelah menunggu sekitar 20 menit, Ganjar akhirnya datang.

Setelah bertemu dan memberikan ucapan selamat dengan tim DPUPR,  Ganjar menyatakan, keberhasilan menjadi juara Kejurnas Livoli 2007 membuatnya merasa bangga.

“Prestasi juara yang dicapai tim DPUPR Grobogan selaku wakil Jawa Tengah tentunya cukup membanggakan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Tim DPUPR Grobogan Juarai Livoli 2017 di Minahasa

Perbaikan Jalan Selesai, Akses Warga Menuju Kecamatan Gabus Grobogan Lebih Cepat

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan monitoring beberapa titik proyek perbaikan jalan tahun 2017, Kamis (29/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan monitoring beberapa titik proyek perbaikan jalan tahun 2017, Kamis (29/9/2017).

Kegiatan monitoring dilakukan sambil bersepeda menyusuri proyek perbaikan jalan. Yakni, dari Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan hingga Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus.

Sejumlah pejabat Pemkab Grobogan ikut bergabung dalam monitoring ini. Antara lain, Sekda Moh Sumarsono Kepala DPUPR Subiyono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, dan Kepala Disnakkan Riyanto, Asisten II Ahmadi Widodo, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Umum Supriyanto dan Kabag Humas Ayong Muchtarom.

Rute gowes melewati jalan raya antar desa yang baru selesai dicor beton beberapa minggu lalu. Disepanjang jalan, bupati dan rombongan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bupati dan rombongan sempat berhenti dibeberapa titik untuk mendengar masukan dari warga terkait proyek perbaikan jalan yang sudah dilakukan.

”Dampak perbaikan jalan sangat dirasakan warga. Sekarang kalau mau ke ibukota kecamatan hanya butuh waktu kurang dari 10 menit. Ketika jalannya masih jelek, butuh waktu hampir satu jam. Terima kasih, Bu,” kata Sumarto, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus.

Dihadapan warga, Sri Sumarni menegaskan, Pemkab Grobogan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah mengalokasikan dana cukup besar untuk perbaikan jalan. Yakni, sebesar Rp 420 miliar yang digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 161 km.

Meski demikian, dana yang sudah digelontorkan itu ternyata belum mencukupi untuk memperbaiki semua jalan rusak yang ada di Grobogan. Menurutnya, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan mencapai 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48,5 persen atau sekitar 400 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 161 km.

”Dengan perbaikan yang kita lakukan saat ini, ruas jalan yang rusak tinggal 36 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Usai mengakhiri gowes, rombongan melanjutkan perjalanan pulang ke Purwodadi menggunakan bus Pemkab Grobogan. Saat berangkat dari pendapa kabupaten, bupati dan rombongan juga naik bus tersebut hingga balaidesa Sengonwetan.

Dalam perjalanan pulang, bupati sempat meminta berhenti untuk melihat proyek perbaikan jalan di Desa Kalipang dengan anggaran Rp 8 miliar yang bersumber dari bantuan Provinsi Jateng. Selain itu, rombongan juga sempat melihat proyek pembangunan jembatan di Desa Bendoharjo, Gabus senilai Rp 2,7 miliar dari dana APBD yang saat ini masih berlangsung.

”Saya minta agar pekerjaan ini diselesaikan tepat waktu. Sebelum akhir tahun harus sudah rampung dan hasilnya harus sesuai kontrak kerja,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melangsungkan sidak di SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kamis (19/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSidak gedung sekolah rusak dilangsungkan Bupati Grobogan Sri Sumarni selama seharian, Kamis (19/10/2017). Dari pagi hingga siang, ada beberapa sekolahan yang dikunjungi untuk melihat seberapa parah kondisi sesungguhnya.

Setelah meninjau kondisi SDN 05 Sembungharjo, sidak berlanjut ke SDN 01 Tuko, Kecamatan Pulokulon. Di lokasi ini, ada satu ruang kelas yang kondisinya membahayakan karena kayu atap lapuk.

Selanjutnya, sidak dilanjutkan ke SDN 02 Tlogotirto, Kecamatan Gabus. Pada sekolahan ini, ada satu ruang kelas yang sudah tidak difungsikan karena tembok bangunan sudah jebol. Saat ini, ruangan yang sudah tidak beratap itu digunakan untuk kantin.

Saat meninjau SDN 01 Kalisari, Kecamatan Kradenan juga terdapat bangunan yang kondisinya mengenaskan. Yakni, ada tiga ruang kelas berdinding papan yang perlu perbaikan segera.

Selain kayunya sudah banyak yang lapuk, sebagian genting ruangan sudah tidak ada. Kondisi ini menyebabkan ruangan tidak bisa dipakai ketika hujan turun karena air masuk dalam ruangan. Dari tiga ruang yang rusak, ada satu ruangan yang tidak difungsikan karena kondisinya membahayakan.

“Kalau hujan, airnya pada masuk. Jadi, kegiatan belajar jadi terganggu,” kata beberapa guru.

Satu lagi sekolah yang disinggahi adalah SDN 03 Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Pada sekolahan ini, ada dua ruang kelas beratap seng yang perlu mendapat penanganan. Sebab, kondisi bangunan sudah agak miring dan sebagian kayunya lapuk dimakan usia.

“Kondisi kerusakan pada tiap sekolahan berbeda. Tapi yang pasti sama-sama mengkhawatirkan dan butuh penanganan segera,” cetus Sri Sumarni.

Terkait dengan kondisi itu, Sri Sumarni meminta agar Dinas Pendidikan agar pendataan yang dilakukan benar-benar akurat. Ia juga meminta agar jangan ada sekolah rusak yang kelewatan masuk dalam data base.

“Dalam waktu dekat, saya akan segera mengajukan bantuan ke provinsi dan pusat untuk perbaikan sekolah rusak. Makanya, jangan sampai ada yang kelewatan datanya,” tegas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Menurutnya, dari pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan, masih ada 219 ruang kelas yang rusak parah. Dari jumlah ini, sebagian sudah dapat alokasi perbaikan pada tahun 2018.

Sisanya sebanyak 147 ruang kelas rusak belum mendapatkan alokasi anggaran. Ruang kelas rusak parah sebanyak ini tersebar di 50 SD.

“147 ruang kelas rusak parah inilah yang masih harus dapat perhatian serius. Saya minta agar data ini dicek ulang untuk memastikan gedung sekolah rusak sudah masuk semuanya,” cetusnya.

Untuk mengalokasikan anggaran perbaikan 147 ruang kelas rusak pada tahun 2018 sudah tidak memungkinkan. Soalnya, APBD 2018 sudah ditetapkan beberapa bulan lalu sebelum ada pendataan ulang tersebut. Solusi tercepat adalah minta bantuan ke pusat dan provinsi.

Editor: Supriyadi

Sidak Gedung SD Rusak, Bupati Grobogan Langsung Ngelus Dada

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melangsungkan sidak di SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kamis (19/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni merasa miris ketika menyaksikan siswa melakukan kegiatan pembelajaran pada ruang kelas yang tidak layak. Hal itu terjadi saat Sri Sumarni melangsungkan sidak untuk melihat langsung kondisi gedung SD rusak, Kamis (19/10/2017).

”Waduh, bangunan sekolahan kok kayak gini. Miris sekali melihatnya,” kata Sri Sumarni saat meninjau ruang kelas rusak di SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi Sri Sumarni dalam sidak tersebut. Antara lain, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kabid Pembinaan SD Amin Hidayat, Kabid PMPTK Ruswandi, Kabag Pembangunan Siswanto, dan Kabag Humas Ayong Muchtarom.

Saat meninjau salah satu ruang kelas, Sri Sumarni sempat mengelus dada karena merasa trenyuh. Soalnya, dalam ruangan yang kondisinya mengenaskan itu digunakan kegiatan belajar siswa dua kelas sekaligus. Yakni, siswa kelas III dan IV. Satu ruangan itu disekat dengan papan setinggi 1,5 meter sehingga jadi dua kelas.

”Kalau satu ruangan dipakai belajar siswa dua kelas seperti ini jelas tidak bagus. Kegiatan belajar pasti terganggu. Misalnya, kalau kelas sebelah pas pelajaran nyanyi maka siswa disamping pasti terganggu,” cetusnya.

Bangunan sekolah rusak yang dikunjungi ini sempat viral saat diunggah ke media sosial. Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung menghubungi Sri Sumarni agar segera menangani gedung sekolah rusak itu.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni sempat meminta para siswa agar tetap semangat belajar kendati ruang kelasnya dalam kondisi rusak. Ia berjanji, bangunan yang rusak akan segera diperbaiki sehingga para siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

”Saya janji akan segera memperbaiki kerusakan gedung sekolah ini. Tetap belajar dengan tekun, ya,” katanya dihadapan para siswa.

Sebelum meninggalkan lokasi, Sri Sumarni juga sempat menyoroti kondisi bangunan SDN 03 Sembungharjo yang terlihat sudah bagus semua. Padahal, lokasinya satu komplek dengan SDN 05 Sembungharjo.

”Perbaikan gedung sekolah rusak ini belum merata kalau begitu. Buktinya, sekolah sebelah gedungnya bagus semua. Sedangkan di SD sini masih ada empat ruang kelasnya yang rusak parah. Kedepan, sekolahan yang ada disatu komplek bangunannya harus setara kondisinya,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Keberhasilan Poktan Kedelai dari Desa Nambuhan Jadi Juara Nasional Bikin Bupati Grobogan Sumringah

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Ketua Poktan Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan Darwoto usai menerima penghargaan tingkat Provinsi Jateng, bulan Agustus lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan meraih satu prestasi tingkat nasional dalam bidang pertanian. Yakni, keberhasilan kelompok tani (Poktan) Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi yang baru saja dinobatkan jadi juara nasional dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas kedelai. Sebelumnya, poktan ini sudah meraih juara tingkat provinsi sehingga mewakili Jateng maju dalam lomba tingkat nasional.

“Kita baru saja dapat kabar kalau kelompok tani dari Desa Nambuhan ditetapkan jadi juara nasional. Ini tentunya sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Soalnya, tidak gampang bisa meraih juara nasional karena saingannya banyak dan penilaiannya juga cukup ketat,” cetus Bupati Grobogan Sri Sumarni saat bertemu wartawan, Sabtu (14/10/2017).

Prestasi Poktan Ngudi Rejeki itu dirasa sangat membanggakan dan datang pada momen yang tepat. Yakni, bersamaan dengan dipilihnya Kabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra kedelai nasional yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian.

Menurutnya, pemerintah manargetkan swasembada kedelai tahun 2018 nanti. Untuk mendukung program ini, salah satu upayanya adalah memperluas areal tanam kedelai diberbagai wilayah. Termasuk di Grobogan yang akan menanam kedelai hingga 100 ribu hektar.

“Kita dukung penuh upaya swasembada kedelai ini. Tahun ini, areal kedelai kita luasannya tambah 5 kali lipat dari sebelumnya,” tegasnya.

Sri menegaskan, upaya pencapaian swasembada kedelai, membutuhkan komitmen dan kontribusi dari semua pihak terkait, mulai dari hulu sampai hilir. 

Selain itu, upaya swasembada juga butuh dukungan penuh dari pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga kedelai yang sering dikeluhkan petani. Salah satunya, adalah mengupayakan pelaksanaan regulasi Harga Pembelian Pemerintah mengacu pada Permendag 27/M-DAG/PER/5/2017 sebesar Rp 8.500 per kg.

Sementara itu, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto juga mengapresiasi keberhasilan (Poktan) Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan yang meraih juara nasional tersebut. Disisi lain, keberhasilan ini bisa menambah semangat dalam upaya mendukung target swasembada kedelai yang dicanangkan pemerintah.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan target tersebut. Yakni, harga panen kedelai harus menguntungkan petani.

“Kalau harga panen kurang menguntungkan maka dikhawatirkan petani kapok nanam kedelai lagi. Minimal, harganya harus mengacu pada Permendag 27/M-DAG/PER/5/2017 sebesar Rp 8.500 per kg. Jadi dalam hal ini prinsipnya semua instansi terkait harus bisa bersinergi sehingga target swasembada tercapai dan petani dapat untung,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

250 PNS di Grobogan Naik Pangkat

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan SK kenaikan pangkat pada 250 PNS yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Senin (2/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 250 PNS di lingkup Pemkab Grobogan menerima SK kenaikan pangkat, Senin (2/9/2017). Penyerahan SK dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Sekretaris Daerah Moh Sumarsono dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Suhadi.

Menurut Suhadi, PNS yang naik pangkat ini berasal dari lingkup guru dan non guru. Jumlah keseluruhan PNS yang mendapat kenaikan pangkat ada 250 orang. SK  kenaikan pangkat tersebut terhitung mulai berlaku periode 1 Oktober 2017.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni menegaskan, proses kenaikan pangkat saat ini berbeda dengan periode sebelumnya yang dilakukan secara otomatis. Sesuai aturan sekarang, PNS yang bisa naik pangkat harus melalui proses penilaian prestasi kerja terlebih dahulu. Oleh sebab itu, kesempatan mendapatkan kenaikan pangkat itu tergantung dari kinerja para PNS.

”Kalau prestasi kerjanya tidak bagus maka kenaikan pangkat PNS itu bisa tertunda. Saya berharap agar hal ini bisa dipahami. Saya minta para PNS yang dapat kenaikan pangkat makin meningkatan kinerja,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Salurkan Air Bersih, Bupati Grobogan Terkenang Perjuangan ’Ngangsu’ Ketika Masih Muda

Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan monitoring sekaligus menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Sabtu (23/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan monitoring sekaligus menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Sabtu (23/9/2017). Bantuan yang diberikan untuk salah satu desa terdampak kekeringan ini sebanyak enam tangki.

Datangnya bantuan air bersih langsung disambut gembira oleh ratusan warga. Sejak pagi, warga sudah menyiapkan tempat penampungan air di titik distribusi yang sudah ditentukan.

”Alhamdulillah ada bantuan air bersih. Sejak sebulan terakhir, kami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur sudah kering. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami mengandalkan air dari embung pertanian dan iuran beli air,” kata Sumini, warga setempat.

Melihat antusias warga menyambut datangnya bantuan air bersih, Sri Sumarni langsung terkenang memori ketika masih muda dulu. Saat kemarau tiba, ia dan saudaranya harus ngangsu air cukup jauh dari tempat tinggalnya di Desa Karangsari, Kecamatan Brati.

Baca Juga: 86 Desa di Grobogan Kesulitan Air Bersih

Selain jauh, saat ngangsu air juga butuh waktu lama karena harus menunggu giliran. Hal itu dilakukan mengingat sumber airnya cukup terbatas, sementara orang yang membutuhkan sangat banyak.

”Kebutuhan air waktu itu sangat banyak karena satu rumah ada 12 orang. Ketika kemarau, tiap hari saya harus ngangsu air pakai klenting. Habis sekolah berangkat ngangsu, nanti pulangnya bisa menjelang petang karena harus antri lama. Kalau pas libur, ngangsu airnya bisa seharian penuh,” katanya.

Sri Sumarni menyatakan, sejak datangnya kekeringan, pihak BPBD sudah menyalurkan lebih dari 200 tangki air ke berbagai desa. Penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan sampai bencana kekeringan berakhir.

”Masyarakat saya minta jangan kuatir. Kalau masih butuh bantuan air langsung hubungi BPBD. Alokasi anggaran untuk penyaluran air bersih masih mencukupi,” ujarnya.

Editor: Supriyadi