Bupati Blora Curhat, tapi Gubernur Cuek

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak banyak komentar saat diwaduli Bupati Djoko Nugroho ihwal masalah yang prioritas untuk segera dipecahkan. Beberapa masalah diungkapkan oleh Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, saat sambutan selaku tuan rumah Musyawarah perencanaan Pembangunan (Musrenbang) se-Keresidenan Pati di Pendapa rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Beberapa persoalan yang dilontarkan Kokok tak mendapat banyak tanggapan dari orang nomor satu di Jawa Tengah, di antara persoalan tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan di kawasan hutan, pembangunan jembatan Medalem – Ngraho Bojonegoro dan sodetan Bengawan Solo yang dialirkan ke Randublatung dan Kecamatan Jati.

Satu persatu wadulan Kokok memang mendapatkan tanggapan dari Ganjar Pranowo. Misalnya, untuk persoalan infrastruktur jalan di kawasan hutan, Ganjar mendatangkan langsung Perhutani pada forum itu untuk memberikan pengarahan atas hak pinjam pakai lahan perhutani guna pembangunan jalan. “Iki tak tekakke Perhutani, nanti bisa kordinasi,” ujar Ganjar.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Medalem-Ngraho serta sodetan aliran Bengawan Solo ke Randublatung dan Jati, Ganjar tak berkomentar apapun. Dia hanya mengiyakan untuk ikut nyengkuyung atas wadulan Kokok itu.Atas tanggapan dari ganjar, Kokok merasa lega serta mengucapkan banyak terima kasih. “Matur nuwun pak Gubernur, mugi-mugi berkah,” pungkas Kokok.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Bupati Blora Curhat ke Gubernur Soal Listrik Belum Ngalir 

Pedagang Pasar Induk Blora Protes

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Rencana Bupati Blora Djoko Nugroho untuk memindahkan pasar induk Blora ke wilayah Gabus rupanya menemui kendala. Hal itu dikarenakan sejumlah pedagang pasar induk yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Induk menolak rencana tersebut, dengan menggelar aksi penolakan pemasangan spanduk di pintu masuk pasar.

“Dengan tegas kami menolak Pasar Induk Blora dipindah di wilayah Gabus,” ujar Tarwa Saladin, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, Kamis (31/3/2016).

Prionggo, pengurus paguyuban pedagang lainnya menambahkan, secara historis di daerah mana saja, pasar induk kabupaten itu lokasinya berada di wilayah perkotaan dan tidak jauh dari alun-alun. Dia menyebut, dengan lokasi pasar induk Blora yang saat ini berada di wilayah perkotaan saja, kondisinya relatif sepi pembeli. “Kami khawatir jika pasar dipindah ke Gabus, justru akan lebih sepi pembeli. Apalagi wilayah Gabus itu berada bukan di jalur lalu lintas umum. Pembeli akan malas datang ke sana karena jauh,” ujar dia.

Sekadar diketahui, kawasan Gabus berada di wilayah Kelurahan Mlangsen. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari pasar induk Blora saat ini. Calon lokasi pasar baru itu berada di tepi jalan jalur Blora-Randublatung.
Prionggo juga menyoal kebijakan bupati yang ingin memindahkan pasar ke kawasan Gabus Mlangsen itu.

Ia membandingkan ketika Blora dipimpin oleh Ihwan Sudrajat sebagai Penjabat Bupati, merencanakan akan membangun pasar Blora menjadi lebih modern, bukannya dipindahkan. Atas rencana pembangunan pasar yang lebih modern itu, para pedagang menyetujui dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter pada Desember 2015 silam.

“Tahu-tahu sekarang begitu terpilih kembali menjadi bupati, Bupati Djoko Nugroho justru akan memindah pasar induk,” pungkas Prionggo.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Curhat ke Gubernur Soal Listrik Belum Ngalir

Pemaparan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada acara Musrenbangwil eks Keresidenan Pati, yang dihadiri oleh masing-masing bupati di wilayah tersebut berserta Forkopimda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pemaparan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada acara Musrenbangwil eks Keresidenan Pati, yang dihadiri oleh masing-masing bupati di wilayah tersebut berserta Forkopimda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Djoko Nugroho, Bupati Blora, mengadukan beberapa persoalan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Keresidenan Pati di pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Beberapa persoalan dilontarkan Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho. Yang merupakan persoalan klasik yang semula menjadi janjinya ketika kampanye. Ia menyinggung perihal masih adanya beberapa wilayah di kabupaten Blora yang masih belum teraliri listrik. Selain itu ia juga menyinggung perihal pembangunan infrastruktur di kawasan hutan, yang notabene milik Perhutani.

“Kami akan kordinasi dengan PLN, selain itu kami akan pinjem pakai kaleh Perhutani. Kersane masyarakat pinter-pinter lan sugih-sugih,” kata Kokok dalam Bahasa Jawa saat memaparkan di depan Ganjar.

Kokok minta Gubernur agar mendukung pula pembangunan jembatan antara Dusun Medalem, Desa Nglungger, dengan Ngraho Bojonegoro Jawa Timur.

Menurut Kokok, jika jembatan penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu terbangun, masyarakat bisa menghemat jarak sepanjang 40 kilometer.

Bukan tanpa alasan, jika jembatan terbangun, nantinya akan memudahkan mobilisasi petani yang ada di Kecamatan Kradenan dan Kedungtuban. “Jika jembatan antara Medalem sama Ngraho terbangun, pak Gubernur, alhamdulillah. Karena Kradenan dan Kedungtuban merupakan lumbung padi,” ujar Kokok.

Ada juga persolanan pengairan yang dipaparkan Kokok, yakni perihal Sungai Bengawan Solo yang rencananya alirannya akan disodet dan ditampung di kawasan Randublatung. Setelah itu, akan dialirkan ke Kecamatan Jati, sebagai wilayah Blora paling selatan dan berbatasan langsung dengan kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kokok, juga menuturkan Kecamatan jati merupakan daerah penghasil jagung tertinggi nomor dua di Jawa Tengah. “Kecamatan Jati sudah bagus, sebagai perwakilan Jawa Tengah dalam produksi pertanian berupa jagung,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Fakta tentang Bupati Blora yang Enggak Semua Orang Tahu

Bupati Blora Djoko Nugroho (jas hitam di tengah) saat pelantikannya beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Bupati Blora Djoko Nugroho (jas hitam di tengah) saat pelantikannya beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Letkol Inf (Purn) Djoko Nugroho diketahui merupakan Bupati Blora periode 2016-2021. MuriaNewsCom mengumpulkan fakta tentang sosok Kokok, panggilan akrabnya. Berikut fakta tentang orang nomor satu di kabupaten penghasil minyak itu.

1. Lahir di Blora, Jawa Tengah, 25 Mei 1963;
2. Adalah Bupati Blora yang menjabat pada periode 2010-2015 dan 2016-2021.
3. Ia menggantikan R.M. Yudhi Sancoyo.
4. Pasangan Djoko – Arief memperoleh suara terbanyak di Pilkada 2016. Mengalahkan pasangan Abu Nafi-M Dasum dan Kusnanto-Sutrisno
5. kakak dari Djoko Nugroho, yakni Basuki Widodo (almarhum) yang juga memimpin selama dua periode di Kabupaten Blora
6. Karir militer Djoko lulus dari Akademi Militer pada tahun 1988
7. Setelah itu ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton di Balikpapan
8. Pasi Intel Balikpapan
9. Dansat A Balakpam Pusintel AD Jakarta
10. Kasubdpmilum Pusdik Intel Kodiklat Bogor
11. Danyonif 113/JS, Bireun
12. Pabandya Kumtal Tibprod Spresdam IM Aceh
13. Katim Gumil Rindam IV/DIP Magelang
14. Kasiops Rem 072 PKM Yogyakarta
15. Dandim 072 Rembang
16. Ia juga pernah menjalani pendidikan di Seskoad pada tahun 2005

Demikian fakta tentang sosoknya yang memang sarat pengalaman. Silakan ditambahkan jika ada yang kurang.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Minta Petani di Cepu Kelola Irigasi dengan Baik

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Petani di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora melakukan panen raya padi varietas ciherang pada Senin (29/02/2016).

Bupati Blora Djoko Nugroho yang hadir dalam kesempatan itu mengingatkan, agar petani bisa memanfaatkan pengairan yang ada. Pasalnya, air di daerah tersebut cukup lebih dibanding daerah lain.

“Kecamatan Cepu merupakan lumbung padi, selain Kecamatan Kedungtuban. Jangan menjual hasil panen padi kepada tengkulak,” kata bupati.

Di sisi lain, Reni Miharti, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora mengatakan, bahwa Blora akan melaksanakan pembangunan infrastruiktur irigasi sebagai upaya peningkatan produksi pertanian.

Reni juga menjelaskan, bahwa ada enam poin untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni sarana irigasi, penyediaan benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian, penanggulangan organisme, pengganggu tanaman dan penyuluhan secara intensif. “Poin-poin ini sebenarnya sudah dilakukan oleh temen-teman babinsa di Jajaran Kodim 0721/Blora dan PPL selaku pendampingpetani,” jelas Reni.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Tanaman Padi Varietas Ciherang Milik Petani di Ngadipurwo Blora Diserang Hama Jamur

Usai Dilantik, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora Baru Belum Ada Agenda

Rumah dinas Bupati Blora. Saat ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora yang baru belum ada agenda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rumah dinas Bupati Blora. Saat ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora yang baru belum ada agenda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pasangan Bupati dan wakil Bupati Blora seusai dilantik pada Rabu lalu, rupanya belum ada agenda. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Blora Irfan A Iswandaru.
Ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada kegiatan ataupun agenda untuk pasangan Djoko Nugroho dan Arief Rohman. ”Belum ada agenda,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ajudan Bupati Djoko Nugroho masih dari anggota kepolisian sejak ditetapkan calon bupati. Sehingga, belum ada pergantian ajudan dari pemkab. Direncanakan agenda sertijab digelar pada 25 Februari mendatang. ”Jadi agenda belum bisa terpantau,” terangnya.

Sementara itu, Wabup Arief Rohman mengatakan saat ini dirinya masih berada di Jakarta. ”Seusai pelantikan saya harus kembali ke Jakarta,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Diketahui, saat pelantikan, Gubernur Ganjar Pranowo berpesan agar para kepala daerah membuka saluran komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kanal komunikasi yang dibuka oleh setiap kepala daerah itu bisa berupa pertemuan fisik, dialog interaktif, atau teknologi informasi seperti situs maupun akun media sosial berupa facebook dan twitter.

Dia meminta masyarakat juga harus memaksa para kepala daerahnya masing-masing untuk membuka kanal komunikasi. Selain mewajibkan membuka kanal komunikasi, Ganjar juga menginstruksikan kepala daerah turun langsung ke lapangan setelah resmi dilantik. Hal ini bertujuan agar pengambil kebijakan dapat merespons secara cepat berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Dua pasangan ini diusung oleh tiga partai yakni PKB, Partai Hanura, dan Partai Nasdem. Djoko-Arief unggul dari dua pesaingnya yakni Abu-Dasum dan Kusnanto-Sutrisno.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sah! Jabatan Bupati Blora Resmi Diserahkan ke Djoko Nugroho

Djoko Nugroho dan Arief Rohman (MuriaNewsCom)

Djoko Nugroho dan Arief Rohman (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (17/2/2016). Pelantikan ini juga serempak bersama 16 kepala derah terpilih lainnya.

Atas nama Presiden, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengambil sumpah 17 bupati/wali kota beserta wakilnya yang dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyerahan petikan putusan Menteri Dalam Negeri.

Pada prosesi pelantikan kepala daerah tersebut, juga dilaksanakan pelantikan ketua tim penggerak PKK di 17 kabupaten/kota dan pemberhentian dengan hormat ke-17 penjabat kepala daerah yang telah bertugas selama beberapa bulan.

Editor : Kholistiono

Pelajar dan Tukang Becak di Blora Beri PR Bupati

Waluyo (49) warga Tegalgunung yang berprofesi sebagai tukang becak ikut menyuarakan harapan kepada pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman lewat selembar kertas. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Waluyo (49) warga Tegalgunung yang berprofesi sebagai tukang becak ikut menyuarakan harapan kepada pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman lewat selembar kertas. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah siswa ikut andil dalam menyuarakan harapannya kepada Bupati Blora pasangan Djoko-Arief. Salah satunya Vivi, siswi kelas 3 SMK PGRI Blora mengungkapkan keinginannya kepada pasangan Bupati Blora Djoko Nugroho-Arief Rohman untuk tanggap terhadap kebutuhan modernisasi dan kemajuan teknologi.

”Kami mohon Bapak Bupati yang dilantik bisa pasang wifi di daerah pelosok. Biar kami tidak gaptek. Harapan di kertas ini kami foto dan akan kami upload di media sosial, agar Bapak Bupati tahu,” harap Vivi.

Sementara, Ricky, siswi kelas XII SMK PGRI Blora berharap agar jalan di desa bisa segera diperbaiki. Pasalnya, sampai saat ini jalanan di desa masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam aksi menyuarakan harapannya tersebut, mereka menggunakan selembar kertas yang bertuliskan harapan mereka kepada Bupati. ”Semoga aspirasi kami didengar Bapak Bupati,” katanya.

Waluyo (49), tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Tugu Pancasila Blora pun ikut menyuarakan aspirasinya dengan menuliskan harapan pada selembar kertas. Ia berharap kepada pasangan Djoko-Arief bisa memperhatikan nasibnya sebagai tukang becak. Menurutnya, sampai saat ini tukang becak tidak pernah mendapatkan perhatian khusus dari pemangku kebijakan di Bumi Mustika itu. ”Semoga kami diperhatikan,” harapnya singkat.

Diketahui, tulisan harapan kepada Bupati itu mereka foto dan diunggah di media sosial. Dengan harapan Bupati Blora bisa membaca dan mewujudkannya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Masyarakat Blora Harapkan Bupati yang Akan Dilantik Besok Mampu Memanajemeni Pasar Tradisional dengan Baik

Rumah dinas Bupati Blora, sebentar lagi Djoko Nugroho kembali resmi menghuni rumah tersebut. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rumah dinas Bupati Blora, sebentar lagi Djoko Nugroho kembali resmi menghuni rumah tersebut. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Masyarakat Blora sangat berharap kepada Bupati incumbent yang kembali menunjukkan taringnya pada Pilkada 9 Desember 2015 silam. Abdul hakim, ketua paguyuban pedagang pasar Jepon mengungkapkan, dirinya berharap agar Bupati yang jadi untuk kedua kalinya itu, mampu memanajemeni dengan baik perihal pasar tradisional yang ada di Blora.

Hal ini dikarenakan, pasar tradisional masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat Blora dalam memenuhi segala kebutuhan. ”Mempunyai kebijakan yang pro rakyat, artinya, melindungi pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pasar modern,” jelas Abdul Hakim kepada MuriaNewsCom (16/02/2016)

Sementara, Heri Purnomo, warga kelurahan Kunden Blora berharap agar Bupati serta wakil Bupati Blora yang dilantik nantinya bisa menepati janji semasa kampanye. Seperti memprioritaskan infrastruktur akses jalan yang ketika kampanye menjadi janji pasangan Djoko-Arief.

”Yang pasti semua yang telah dijanjikan akan kita tagih, dan semoga Bupati dan wakil Bupati diberi kekuatan dan amanah dalam memimpin Blora dan mampu menjadikan Blora menjadi semakin baik,” harapnya.

Dijadwalkan, Rabu (17/02/2016) bersamaan dengan 17 kepala daerah baik Bupati maupun Walikota  se Jawa Tengah akan dilantik secara serentak secara bersamaan oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Editor : Titis Ayu Winarni

PILKADA BLORA : Pj Bupati Ucapkan Selamat Cabup Menang di Tengah Makam

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengucapkan selamat kepada cabup yang menang di pilkada, Djoko Nugroho-Arief Rohman. Ucapan selamat dilakukan di tengah makam.

Ya, hal itu dilakukannya saat jajarannya berziarah ke makam Basuki Widodo, mantan Bupati Blora di Cepu, dalam rangka rentetan Hari Jadi Blora ke-266, Kamis (10/12/2015).

Sebagaimana diketuhui, pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman sampai saat ini unggul dalam penghitungan cepat. “Pilkada telah usai, siapa yang menangpun sudah diketahui meski belum ditetapkan” ujarnya.

Dia juga berharap lima tahun mendatang seluruh elemen masyarakat agar bisa mendukung jalannya pemerintahan bupati terpilih. “Mari bersama-sama kita dukung, agar Blora lebih maju” tuturnya.

Dalam ziarah tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Blora, yang semuanya mengenakan pakaian adat jawa.

Sementara, Djoko berharap bagi semua calon agar bisa menerima dengan legawa. “Harapan saya, siapa yang menang dan siapa yang kalah bisa menerima dengan baik. Kalaupun ada kekeliruan dalam penyelenggaraan silahkan diproses secara hukum yang berlaku,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Masing-masing Cabup di Blora Unggul di TPS Ia Mencoblos

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-maaing TPS dimana ia mencoblos. Yaitu Abu Nafi di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220, sementara paslon nomor 2 mendapat 62 suara, paslon nomor 3 mendapat 21 suara. Sedangkan suara rusak 10 dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 Abu Nafi mendapat 48 suara, paslon nomor 3 mendapat 13 suara dan 13 suara tidak sah.

Kusnanto mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat 45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Para Cabup Blora Jago di Kandang

cabup menang kandang

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-masing TPS tempat mereka mencoblos. Pasangan nomor urut 1 Abu Nafi-Dasum di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220. Sementara paslon nomor 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman mendapat 62 suara, paslon nomor 3 Kusnanto-Sutrisno mendapat 21 suara, sedangkan suara rusak 10. Dari jumlah DPT 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 mendapat 48 suara, dan paslon nomor 3 mendapat 13 suara serta 13 suara tidak sah.

Kusnan
to mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat  45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup dan Cawabup Blora ke TPS Diantar Keluarga

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Calon Bupati Blora yakni, Abu Nafi, Djoko Nugroho, dan Kusnanto masing-masing mencoblos di TPS yang berbeda. Untuk Abu Nafi mencoblos di TPS 2 Kelurahan Kauman Blora, dia berangkat dari rumah pada pukul 08.15 WIB dari kediamannya di Mlangsen Blora.

Didampingi oleh istrinya Sulismini dan anak lai-lakinya Yanuar Rezano. Mereka melakukan pencoblosan pada pukul 08.20 WIB. Dia tidak memberikan komentar apa-apa, hanya berharap pilkada berjalan dengan lancar.

Lain halnya dengan Djoko Nugroho, dia berangkat dari kediamannya pada pukul 09.00 WIB di Tempelan. Dia melakukan pencoblosan di TPS 1 Kelurahan Kunden Blora. Di dampingi istrinya, yakni Umi Kulsum dan kedua anak laki-lakinya yakni, Judahan Satrio Nugroho dan Prayogo Nugrhoho.

Kabarnya, Kusnanto melangsungkan pencoblosan di TPS 12 Jiken. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup Blora Ini Sudah Yakin Akan Menang

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Hari pemungutan suara menjadi hari yang sangat menentukan bagi kandidat calon bupati. Salah satunya, Djoko Nugroho.

Bahkan saat waktu pemilihan masih berlangsung, Djoko sudah percaya diri akan menang di Dapil 1 yang melingkupi Blora, Jepon, Bogorejo, dan Jiken. Serta menang di Dapil 2 melingkupi Sambong, Cepu, dan Tuban. Serta di Dapil 3 Kradenan, Randublatung, dan Jati.

“Target saya tidak banyak, yakni 60 persen. Harapannya ya tercapai dan bisa menang” tuturnya di TPS 1 Kunden Blora.

Sementara, ia juga akan menerima dengan legawa ketika kalah tanpa harus memproses secara hukum. “Kalau sesuai aturan kenapa harus menempuh secara hukum, kecuali secara hukum dirugikan baru menempuh jalur hukum,” tandasnya

Ia juga berharap, bahwa calon lain bisa menerima hasil pilkada selama prosesnya tidak melanggar hukum. “Apapaun hasilnya saya legawa, begitu sebaliknya dengan calon lain harapan saya memilik persepsi yang sama yakni juga legawa,” imbuhnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

704.864 Warga Blora Pilih Bupati Hari Ini

pilkada_01

 

BLORA – Sebanyak 704.864 warga Blora memanfaatkan suaranya memilih Bupati dan Wakil Bupatinya, hari ini Rabu (9/12/2015). Mereka berbondong-bondong menuju TPS se Kabupaten Blora yang berjumlah 1.681.

Dengan rincian pemilihnya adalah laki-laki sebanyak 347.213 dan perempuan sebanyak 357.651. Adapun untuk pengamanan telah dikerahkan sebanyak 580 personel gabungan.

“Personel itu akan mengawal dan mengamankan TPS se Kabupaten Blora mulai proses distribusi logistik, pemungutan suara hingga perhitungan dan pengiriman hasil rekapitulasi dari TPS ke PPS,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana. (AKROM HAZAMI)

Hilangkan Ketegangan, Paslon Keluarkan Banyolan-banyolan Saat Debat Kandidat

Suasana debat Cabup dan Cawabup Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Suasana debat Cabup dan Cawabup Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Debat Cabup dan Cawabup Blora yang digelar di Gedung DPRD Blora siang tadi berlangsung seru. Masing-masing pasangan calon menyampaikan program yang ditawarkan untuk memimpin Blora ke depan.

Kandidat juga menjawab semua pertanyaan yang diajukan moderator maupun dari pasangan calon lain. Untuk menghilangkan suasana yang tegang, beberapa kali pasangan calon mengeluarkan banyolan, yang kemudian disambut tepuk tangan dari pendukung calon yang hadir dalam debat kandidat tersebut.

“Piye kabare ji (haji)?,” ujar Kusnanto, Cabup nomor urut 3, yang kemudian dijawab Cabup nomor urut 1 Abu Nafi. “Kabarku apik ji, kangen aku po ora?,” sahut kandidat lain. Hal-hal seperti ini, ternyata dapat mencairkan suasana, yang akhirnya membuat pendukung maupun pasangan calon lebih rileks dalam mengikuti debat.

Secara umum, masing-masing paslon menyampaikan visi dan misi yang bertujuan untuk membangun Blora ke depan. Beberapa di antaranya, juga ada yang menjanjikan akan rutin menggelar kongkow setiap bulan sekali bersama SKPD, untuk bersama-sama melihat rakyat, seperti halnya yang disampaikan pasangan nomor urut 1, Abu Nafi dan HM. Dasum.

Debat publik yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dihadiri semua pasangan calon, yakni paslon nomor urut 1 Abu Nafi dan HM. Dasum, nomor urut 2 Djoko Nugroho dan Arif Rochman serta paslon nomor urut 3 Kusnanto dan Sutrisno.

Debat kandidat ini juga berjalan lancar, sebab para pendukung dari tiga pasangan bisa saling menjaga diri untuk tidak terpancing emosi. Debat ini dipandu moderator Dosen Hukum Tata Negara Undip Hasyim Asy’ari. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

3 Calon Bupati Blora Umbar Janji Bangun Infrastruktur

Debat kandidat di gedung DPRD (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Debat kandidat di gedung DPRD (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing pasangan Calon Bupati Blora menyampaikan visi dan misi selama 4 menit. Berdasarkan panduan dari moderator.

Dari ketiga calon, sebagian besar fokus pada pembangunan infrastruktur jalan. Berdasarkan apa yang diungkapan 3 calon itu, bahwa infrastruktur jalan yang ada di Blora patut mendapatkan perhatian khusus.

Masing-masing dari calon menyampaikan dengan mantab bahwa mereka yakin akan mampu melaksanakan apa yang menjadi janji mereka saat ini.

“Peran pemerintah Blora selama ini belum mampu membangun infrastruktur jalan sampai ke daerah-daerah pedalaman” ungkap salah satu calon.

Debat berjalan ketat. Pendukung juga tetap diminta menjaga kekondusifan suasana. Sebelumnya, pendukung telah diperiksa polisi sebelum masuk ke gedung DPRD Blora. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Debat Calon Bupati Blora, Polisi Bersenjata Periksa Pendukung yang Hadir

Polisi bersenjata memeriksa pendukung calon bupati yang hadir dalam debat calon di gedung DPRD Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Polisi bersenjata memeriksa pendukung calon bupati yang hadir dalam debat calon di gedung DPRD Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Debat kandidat cabup-cawabup yang dilaksanakan di gedung DPRD Blora mendapatkan pengamanan ketat dari aparat. Polisi bersenjata memeriksa setiap pendukung yang masuk ke gedung itu. Personel yang dikerahkan merupakan pasukan gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Agenda debat kandidat dilakukan Selasa (24/11/2015). Kegiatan merupakan salah satu tahapan yang dilakukan KPU menyambut datangnya Pilkada.

Menurut Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra, ketatnya pengamanan tersebut disesuaikan dengan protap dan upaya prefentif. “Ini hanya tindakan prefentif saja untuk menjaga situasi tetap kondusif,” katanya saat berada di lokasi.

Bagi simpatisan masing-masing calon yang tidak memiliki undangan resmi dari KPU dilarang untuk memasuki arena debat. Ini semua dilakukan guna meminimalisasi kegaduhan. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Bupati Blora Jengkel, Realisasi Program City Gas Tak Jelas

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk program city gas di Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk program city gas di Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho tampak jengkel terkait dengan program city gas. Karena, hingga saat ini, realisasi dari program tersebut tak jelas. Padahal, sejak 2013, pembangunan instalasi jaringan gas (jargas) ke pemukiman warga sudah selesai dibangun. Sedangkan untuk jaringan yang melintasi rel kereta api sudah selesai 2014 lalu.

”Gas yang alokasi ke Tambaklorok saja sudah bisa dialirkan, kenapa untuk warga Kabupaten Blora belum,” ungkap Bupati Blora Djoko Nugroho,Kamis (2/7/2015).

Menurutnya, dari produksi gas Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina, program city gas di Blora dialokasikan mendapatkan pasokan gas yang nantinya dialirkan ke rumah-rumah warga. Kabar terbaru yang diterima, kata bupati, kuota gas yang akan dialirkan untuk program itu sebesar 0,1 juta kaki kubik per hari.

”Dari rencana awal, ada tujuh desa di tiga kecamatan yang akan menikmati program city gas di Kabupaten Blora.Yaitu Desa Sumber dan Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Kemantren, Desa Pulo dan Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban. Serta Desa Kapuan, Kecamatan Cepu. Untuk kebutuhan gas ke rumah warga akan dipasok gas dari PPGJ sebesar 0,02 juta kaki kubik per hari.” Terangnya

Sekedar diketahui, program city gas menggunakan gas dari Central Processing Plant (CPP) yang dihasilkan PPGJ Pertamina. Proyek yang berpusat di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan tersebut sudah mulai berproduksi. Bahkan, gas yang dihasilkan telah dialirkan melalui pipa ke pembangkit listrik di Tambaklorok Semarang. (PRIYO/KHOLISTIONO)