16.034 Warga Blora Terima Kartu Keluarga Sejahtera

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos P3A) melaunching Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),Senin (12/03/2018). Jumlah penerima KKS untuk Program Keluarga Harapan (PKH) se-kabupaten sebanyak 16.034 orang.

Launching di aula Koperasi Pendidikan Kecamatan Banjarejo itu dilakukan dengan penyerahan KKS secara simbolis oleh Bupati Blora Djoko Nugroho pada perwakilan penerima. Hadir pula, Kepala Dinsos P3A Sri Handoko, Asisten II Sekda Blora Selamet Pamuji, para Camat, Forkompincam Kecamatan Banjarejo dan perwakilan Bank BNI cabang Cepu yang dijadikan sebagai Mitra dalam penyaluran KKS. 

“Total penerima KKS sebanyak 16.034 orang. Untuk Kecamatan Banjarejo paling banyak yang menerima, yaitu 1.049 KKS,” jelas Sri Handoko.

Menurutnya, secara bertahap KKS akan salurkan di masing masing Kecamatan secara bertahap. Yakni, mulai hari ini hingga 29 Maret mendatang.

Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi atas dilaunchingnya KKS tersebut. Djoko berharap, pemerima KKS benarbenar tepat sasaran sehingga bantuan yang diberikan pemerintah nantinya bisa bermanfaat.

“Saya harap ini nanti tepat sasaran. Untuk itu. Pak Camat, Pak Kades serta pendamping bisa mendata yang benarbenar membutuhkan. Jangan sampai yang mampu dapat dan yang tak mampu mampu malah tidak dapat,” tegasnya.

Kepada penerima KKS, Djoko berpesan aga bantuan yang telah tersalurkan nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga nantinya bisa ikut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Soalnya, tujuan utama dari program tersebut memang untuk membantu kesejahteraan para penerima.

“Tolong bantuan ini di gunakan sebaik mungkin. Kalau bisa bantuannya nanti dijadikan modal usaha sehingga bisa mendapatkan hasil lagi,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Harga Tinggi saat Panen, Petani Cabai di Blora Tersenyum Lebar

MuriaNewsCom, Blora – Petani cabai di Desa Purworejo, Kecamatan Blora kini bisa tersenyum lega. Ini lantaran, hasil jerih payahnya menanam cabai sejak beberapa bulan lalu sudah mulai dipanen dan dirasakan hasilnya.

Penanaman cabai di desa tersebut merupakan binaan dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI). Total lahan penanaman cabai luasnya mencapai 4 hektare.

Kepala BI Jateng Hamid Ponco Wibowo menerangkan, program CSR pengembangan pertanian cabai merah terintegrasi ternak sapi di Desa Purworejo ini merupakan salah satu upaya untuk membantu peningkatan perekonomian petani di daerah.

”Pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi sektor pertanian. Seperti di Kabupaten Blora ini yang didominasi pertanian menjadikan kami tertarik untuk ikut mengembangkan,” katanya saat menghadiri panen cabai dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/2/2018).

Model pengembangan dilakukan secara alami dengan mengintegrasikan antara peternakan sapi potong yang ada di desa dengan pertanian cabai merah keriting.

Dengan model terintegrasi, kotoran dari hasil peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik guna kebutuhan pemupukan dan pestisida cabai. Dengan demikian, biaya produksi pertanian cabai bisa lebih hemat namun harga jualnya tinggi karena ditanam secara organik.

”Komoditas yang ditanam disini adalah cabai merah keriting jenis lado. Pendampingan di sini dilakukan mulai menanam, merawat, pemupukannya hingga panen. Harga cabainya masih bagus, per kilogramnya laku Rp 24-27 ribu,” jelasnya.

Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terimakasih kepada BI yang telah bersedia mengucurkan program sosial berupa pendampingan pertanian cabai merah terintegrasi peternakan sapi di Desa Purworejo. Ia meminta agar kelompok tani bisa memanfaatkan program sosial dari BI ini secara serius.

”Alhamdulillah panen cabai binaan BI ini hasilnya bagus dan harganya masih bagus. Semoga berkah untuk para petani. Saya minta petani di Desa Purworejo untuk tenanan (serius-jawa) dalam mengikuti program dari BI ini. Karena dengan program seperti ini bisa meningkatkan pendapatan petani,” terangnya usai memetik cabai dilahan milik petani.

Usai panen perdana, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pertanian cabai dari BI Perwakilan Jateng. Bantuan diberikan pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Tani Desa Purworejo Kecamatan Blora dan Kelompok Tani Taruna Muda Serut Desa Dringo, Kecamatan Todanan.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Gelar Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Djoko-Arief

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melangsungkan acara tasyakuran memperingati dua tahun masa kepemimpinan pasangan Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Arief Rohman, Senin (19/2/2018). Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama itu dilangsungkan di halaman belakang kantor bupati.

Acara tasyakuran dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi Sekda Bondan Sukarno dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Camat, Kepala BUMD serta karyawan lingkungan Setda Blora. Wakil Bupati Arief Rohman berhalangan hadir dalam acara tersebut karena sedang ada tugas di Jakarta.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya hingga usia dua tahun ini.

“Terimakasih atas kinerja semuanya mulai Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Blora, mandampingi saya dan Pak Wakil. Kami sadar PR kita masih banyak, meskipun angka kemiskinan kita berkurang. Naik dari peringkat 21 menjadi 19 se-Jawa Tengah di 2017,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan harus terus dilakukan, utamanya membuka akses Blora Selatan agar perekonomian Kabupaten Blora lebih merata. Ia ingin agar akses Blora-Randublatung-Getas hingga Ngawi dan Sragen bisa terus dibangun agar ekonomi wilayah bisa tumbuh lebih cepat.

“Saya nanti ingin ketemu Bupati Ngawi untuk membahas ini. Begitu juga dengan rencana pembangunan jembatan Medalem-Ngraho di Kecamatan Kradenan agar segera ditindaklanjuti. Betapa bahagianya warga di sana jika jembatan itu terwujud, karena bisa memotong jarak tempuh hingga 40 kilometer untuk menuju Ngraho atau Ngawi tanpa harus memutar lewat Cepu,” lanjutnya.

Menanggapi rencana Kementerian Perhubungan yang akan membangun lapangan terbang Ngloram menjadi sebuah Bandara, Bupati yang akrab dipanggil Pak Kokok ini meminta agar Sekda bisa segera membentuk panitia khusus untuk mengupayakan percepatan pembangunan Bandara.

Di samping itu, PR besar Pemkab Blora menurutnya juga masih ada di sektor pembangunan Sumber Daya Manusia. Ia ingin sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Begitu juga sektor Pertanian dan UMKM yang sangat berpotensi mendorong peningkatan perekonomian.

Ia berpesan kepada Dinas Pertanian dan Dindagkop UKM untuk terus melakukan inovasi agar hasil pertanian serta produk-produk UMKM bisa bersaing di pasar regional, atau nasional.

Editor : Supriyadi

Asyik, Pembangunan Bendungan Randugunting di Japah Blora Segera Dimulai

MuriaNewsCom, Blora – Setelah tertunda beberapa tahun, pembangunan Bendungan Randugunting di Kecamatan Blora akan segera dimulai tahun ini. Bendungan yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Japah tersebut sedikit banyak akan mampu mengatasi kesulitan air bagi warga setempah. Selain itu, bendungan ini juga akan menjangkau kebutuhan air bagi sebagian warga Pati dan Rembang.

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan mengatakan, rencana pembangunan bendungan sudah ada sejak 2005-2017. Namun, realisasinya baru akan dimulai tahun ini dan direncanakan selesai pada tahun 2020 nanti.

”Bendungan Randugunting ini merupakan proyek sangat strategis nasional, dan Bapak Presiden sudah merencakanan 65 bendungan se-Indonesia,” jelasnya saat sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Randugunting di kantor Camat Japah, Selasa (30/1/2018).

Dijelaskan, selain mengairi kawasan pertanian, maksud dan tujuan di bangunnya bendungan randugunting ini untuk menyediakan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan air di Blora, Rembang dan Pati.

Selain itu, bendungan tersebut nantinya juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk sektor pariwisata kabupaten Blora sehingga mampu meningkatkan sektor perekonomian warga sekitar bendungan.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, dengan adanya bendungan akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Untuk itu, Pemkab Blora akan terus mengawal dan mendukung pembangunan bendungan tersebut.

”Insyallah, kalau ada bendungan ini nanti akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Dengan adanya bendungan akan mampu meningkatkan sektor pertanian yang ada di kecamatan japah, khususnya di Desa Gaplokan dan Desa Kalinanas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Ini Daftar Penghargaan Kepada Wajib Pajak Daerah Kabupaten Blora

MuriaNewsCom, Blora – Puluhan wajib pajak daerah dan Perangkat Daerah pengelola penatausahaan keuangan daerah tahun 2017 mendapat penghargaan tax award dari Bupati Blora Djoko Nugroho.

Penyerahan penghargaan dirangkai dengan acara penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB P2) tahun 2018 yang dilangsungkan di pendapa rumah dinas, Kamis (25/1/2018).

Baca: Puluhan Wajib Pajak Terbaik di Blora Dapat Penghargaan dari Bupati

Pemberian tax award yang baru pertama kali dilakukan itu diselenggarakan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora. Lantas siapa saja yang mendapatkannya? Berikut daftarnya

Atas Prestasinya dalam Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tercepat Tahun 2017 Kategori Kecamatan
1. Kecamatan Sambong
2. Kecamatan Ngawen
3. Kecamatan Bogorejo

B. Atas Prestasinya dalam Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tercepat Tahun 2017 Kategori Desa dengan Pagu sampai 20 Juta
1. Desa Nglobo, Kecamatan Jiken
2. Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan
3. Desa Wotbakah, Kecamatan Japah

C. Atas Prestasinya dalam Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tercepat Tahun 2017 Kategori Desa dengan Pagu 21 s/d 50 Juta
1. Desa Biting, Kecamatan Sambong
2. Desa Semawur, Kecamatan Ngawen
3. Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen

D. Atas Prestasinya dalam Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tercepat Tahun 2017 Kategori Desa dengan Pagu > 50 Juta
1. Desa Bangkleyan, Kecamatan Jati
2. Desa Jati, Kecamatan Jati
3. Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung

E. Atas Prestasinya dalam Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tercepat Tahun 2017 Kategori Wajib Pajak Perorangan
1. Bambang Hariyanto
2. Sri Mulyani
3. Hj. Mauyana

F. Atas Prestasi PPAT dalam Kontribusi Terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui BPHTB
1. PPAT Elizabeth Estiningsih, SH, M.Kn
2. PPAT Priscilla Lita Susana, SH, M.Kn
3. PPAT Bambang Harijanto, SH, M.Kn

G. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran dari Pajak Makan Minum Terbaik Kategori Taman Kanak-Kanak/PAUD
1. TK Pertiwi Seso Jepon
2. KB Al Fajr Cepu
3. KB Lestari Jepon

H. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran dari Pajak Makan Minum Terbaik Kategori SD
1. SDN 1 Tunjungan
2. SDN 2 Purworejo
3. SDN Tamanrejo

I. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran dari Pajak Makan Minum Terbaik Kategori SMP
1. SMPN 3 Blora
2. SMPN 4 Cepu
3. SMPN 3 Ngawen

J. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran dari Pajak Makan Minum Terbaik Kategori SMA
1. SMAN 1 Tunjungan
2. SMK PSM Randublatung
3. SMKN 1 Blora

K. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran dari Pajak Makan Minum Terbaik Kategori Perangkat Daerah
1. Satuan Polisi Pamong Praja
2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
3. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

L. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran Terbaik Kategori Katering
1. Widhani Catering

M. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran Terbaik Kategori Restoran
1. PT. Pioneerindo Gourment Int Tbk

N. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Restoran Terbaik Kategori Kafe
1. Kurma Resto N Café

O. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Hotel Terbaik Kategori Hotel Melati I
1. Hotel Wydhutama

P. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Hotel Terbaik Kategori Hotel Melati II
1. Hotel Al Madhina

Q. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Hotel Terbaik Kategori Hotel Melati III
1. Hotel Cepu Indah I

R. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Terbaik Kategori Rumah Kost
1. Graha Hanif

Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Terbaik Kategori Losmen
1. Losmen LestariT. Atas Prestasinya sebagai Wajib Pajak Reklame Terbaik
1. PT Djarum
2. PT Wings Surya
3. PT Yamaha Mataram Sakti

Daftar Penghargaan Kepada Perangkat Daerah atas Prestasinya sebagai Pengelola Penatausahaan Keuangan Daerah Terbaik Tahun 2017
A. Atas Prestasinya sebagai Pengelola Penatausahaan Keuangan Daerah Terbaik Kategori Badan/Dinas/Lembaga Teknis
1. Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blora
2. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blora
3. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blora

B. Atas Prestasinya sebagai Pengelola Penatausahaan Keuangan Daerah Terbaik Kategori Kecamatan
1. Kecamatan Cepu
2. Kecamatan Jepon
3. Kecamatan Sambong

Editor: Supriyadi

Puluhan Wajib Pajak Terbaik di Blora Dapat Penghargaan dari Bupati

MuriaNewsCom, Blora – Puluhan wajib pajak daerah dan Perangkat Daerah pengelola penatausahaan keuangan daerah tahun 2017 mendapat penghargaan tax award dari Bupati Blora Djoko Nugroho.

Penyerahan penghargaan dirangkai dengan acara penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB P2) tahun 2018 yang dilangsungkan di pendapa rumah dinas, Kamis (25/1/2018).

Pemberian tax award yang baru pertama kali dilakukan itu diselenggarakan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora.

”Acara ini merupakan yang pertama, oleh sebab itu kami rasa masih terdapat banyak kekurangan. Kami harap kedepannya dapat berlangsung lebih baik lagi. Terlebih lagi dalam aspek penilaian pemenang,” ungkap Kepala BPPKAD Blora Komang Gede Irawadi.

Ia menjelaskan, salah satu sumber pendapatan Kabupaten Blora berasal dari pajak. Oleh sebab itu, masyarakat maupun dinas/Instansi dapat lebih sadar akan pentingnya membayar pajak yang sebagian dananya bisa membantu Pemkab Blora dalam membangun infrastruktur.

Tax Award sendiri merupakan bentuk penghargaan dari Pemkab Blora kepada wajib pajak yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam pembayaran pajak daerah. Tujuan penghargaan tersebut untuk memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai aturan yang berlaku.

”Kita harapkan wajib pajak terbaik yang dapat penghargaan bisa  jadi panutan bagi yang lain agar lebih termotivasi dalam melaporkan dan membayar pajak. Melalui acara ini, kita juga ingin mengenalkan kepada masyarakat luas terkait pentingnya pajak untuk pembangunan daerah,” katanya.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi terselenggaranya acara pemberian Tax Award tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Blora agar membayarkan pajak tepat pada waktunya.

”Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat dalam membayar pajak.  Dengan pajaklah jalan dan taman-taman yang ada saat ini dibangun. Pajak itu kita yang membayar dan kita juga yang merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bonggol Bambu di Desa Botoreco Bikin Wakil Bupati Blora Jatuh Hati

MuriaNewsCom, Blora – Mata Wakil Bupati Blora Arief Rohman seakan tak bisa berhenti memandang hasil kerajinan bonggol bambu buatan Soim, pelaku industri kratif di RT 2/RW 4 Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Rabu (17/1/2018).

Orang nomor dua di Kota Mustika itu mengamati betul hasil sentuhan-sentuhan tangan ’dewa’ Soim. Beberapa kali ia meraba bonggol bambu yang sudah disulap menjadi wajah orang tua khas timur tengah ataupun India.

Sambil bergeleng-geleng kepala, lulusan pascasarjananya Program Studi Ilmu Politik Universitas Indonesia itu terlihat begitu kagum. Ia juga sempat membandingkan hasil karya Soim antara satu dengan lainnya.

Soim, pelaku industri kratif di RT 2/RW 4 Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, menunjukkan keahliannya membuat hiasan dari bonggol bambu, Rabu (17/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tanpa basa-basi, politisi PKB yang menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PKB itu langsung memborong hiasan milik Soim. ”Saya ambil lima ya mas. Nanti biar saya pasang di rumah dinas dan di kantor,” katanya.

Arief yang datang ke rumah Soim bersama Kepala Desa Botoreco Mulyadi juga sempat bercerita banyak. Selain senang hal yang berbau seni, Arief mengaku bonggol bambu buatannya layak jual. Terlebih lagi, Soim dirasa sangat memperhatikan betul bagian-per bagian.

”Kemampuan pahatnya sudah bagus. Bonggol bambu yang selama ini banyak dimanfaatkan untuk membuat kentongan dan patung bebek, ternyata di sini bisa dibuat bentuk lain yang tidak kalah artistik,” ujarnya.

Menurutnya, hasil kerajinan kreatif seperti yang dibuat Soim ini harus terus didukung dan dikembangkan. Ia juga berharap kepada Soim agar bisa mengajari menularkan kemampuannya itu ke beberapa pemuda di desanya sehingga jumlah perajin bisa bertambah dan mengurangi pengangguran.

”Agar hasilnya bisa lebih baik lagi, nanti bisa diberikan pendampingan atau pelatihan. Selain itu, kita (pemerintah) juga akan membantu pemasarannya,” lanjutnya.

Arif menegaskan, langkah ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap UMKM dari sektor industri kreatif. Salah satu tujuannya agar keberadaan UMKM ini bisa lebih dikenal dan berkembang hingga luar daerah.

”Agar sektor industri kreatif terus tumbuh dan berkembang dengan baik, Pemkab Blora terus melakukan identifikasi dan pendataan untuk memberikan dukungan pengembangan hinggapemasaran. Tujuannya supaya industri kreatif dalam negeri bisa dikenal. Kalau bisa hingga luar negeri,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati: Warga Blora Saya Minta Ojo Nyolong Kayu di Hutan

MuriaNewsCom, BloraBupati Blora Djoko Nugroho meminta warganya agar ikut andil dalam melestarikan kawasan hutan yang ada disekitarnya. Salah satunya tidak mencuri kayu di hutan. Hal itu dinilai akan merusak hutan dalam jangka panjang.

”Kalau hutannya bagus akan membawa manfaat bagi banyak orang. Untuk itu, saya minta kepada warga Blora, ojo nyolong (jangan mencuri) kayu di hutan. Kalau ambil yang kecil-kecil (dahan) untuk kayu bakar masih dibolehkan. Yang dilarang iku kalau negor (menebang) pohon yang besar,” kata Djoko, usai melakukan penyerahan bagi hasil produksi kayu dan non kayu dari Perhutani KPH Blora, Selasa (16/1/2018).

Menurut Djoko, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan tersebut. Selain melibatkan berbagai instansi terkait, pihak Perhutani selama ini juga mengandeng pemerintah daerah.

Baca: Perempuan di Blora Ini Dibui Gara-gara Curi Kayu Bakar, Ternyata Segini yang Diambil

Kemudian, upaya pelestarian yang dilakukan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

”Untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan kita libatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat sekitar. Sejauh ini, kerjasama dengan masyarakat atau LMDH ini hasilnya positif. Yakni, pihak LMDH sudah mulai mendapatkan bagi hasil dari produksi kayu maupun non kayu,” kata Djoko.

Ia mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Adanya hutan akan membawa banyak manfaat buat masyarakat luas. Terlebih jika hutannya bagus maka akan banyak manfaat yang bisa dirasakan banyak orang.

”Sekali lagi mari kita jaga hutan kita. Ojo nyolong kayu, opo meneh nebang pohon (jangan mencuri kayu, apalagi menebang pohon),” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Asyik, 3 Embung Baru di Blora Ditebari 22 Ribu Benih Ikan 

MuriaNewsCom, Blora – Agar bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Blora menebar benih ikan di perairan umum jenis embung yang baru selesai dibangun akhir tahun 2017 lalu. Yakni embung Purwosari, embung Rawa Karangjati dan embug Plered yang semuanya berlokasi di Kecamatan Blora.

Penebaran benih ikan dipimpin langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi Kepala Disnakkan Wahyu Agustini. Hadir pula, Kepala Dinporabudpar Kunto Aji, Camat Blora Sarmidi, Kepala Desa Purwosari, Lurah Karangjati dan Kepala Desa Purworejo.

”Semua ikan yang dilepas di tiga embung ini sengaja diberikan untuk masyarakat. Saya berharap benih ikan dijaga dan dirawat bersama. Kalau ikannya sudah besar, boleh dipancingi tapi tidak boleh dijaring,” kata Djoko usai penebaran benih ikan.

Djoko berharap agar keberadaan embung tidak hanya sebagai tempat tampungan air untuk kepentingan lahan pertanian saja. Namun, dalam jangka panjang bisa dimanfaatkan untuk perikanan darat dan pariwisata.

”Nantinya masyarakat bisa mancing bersama sambil bersantai ria setiap akhir pekan di tepi embung,” ujar Bupati yang akrab dipanggil Pak Kokok itu.

Kepala Disnakkan Blora Wahyu Agustini mengatakan, jumlah benih ikan yang ditebar sebanyak 22.350 ekor. Terdiri dari 17.500 ekor benih ikan nila dan 4.850 ekor ikan patin.

”Untuk embung Purwosari diberi 3.000 ekor ikan nila dan 450 ekor ikan patin. Kemudian, sebanyak 6.000 ekor nila dan 900 patin ditebar di embung Rawa Karangjati diberi dan embung Plered diberi 8.500 ekor nila dan 3.500 ekor patin,” ungkapnya, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, pembangunan ketiga embung itu baru saja selesai akhir 2017 lalu dan mulai terisi air pada Januari ini. Sesuai arahan Bupati, pada ketiga embung baru itu perlu ditebari benih ikan agar ekosistem alamnya baik. Selain itu, benih ikan nantinya bisa dimanfaatkan warga masyarakat sebagai sumber pangan atau lauk makanan.

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Bupati Blora Sediakan Beasiswa Rp 1 Miliar untuk Kuliah, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menyiapkan program pemberian beasiswa bagi siswa setingkat SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Beasiswa senilai Rp 1 miliar tersebut akan digelontorkan di tahun 2018 ini.

Hal itu disampaikan Djoko Nugroho saat menghadiri perayaan Natal di lingkup Dinas Pendidikan Blora di gedung Sasana Bhakti, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, besaran beasiswa tersebut sudah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Blora. Hanya, untuk jumlah penerimanya masih terbatas, yakni sekitar 40 siswa yang kurang mampu dan memiliki prestasi.

Terkait dengan adanya beasiswa itu, Djoko meminta para guru SMA/SMK supaya melakukan sosialisasi pada anak didiknya. Terutama bagi mereka yang memiliki prestasi apik namun tak memiliki uang untuk melanjutkan.

”Jangan lupa, tahun ini beasiswa di bangku perkuliahan sebesar Rp 1 miliar. Silahkan diperebutkan, yang jelas biaya akan di peruntukan 40 orang yang membutuhkan dan berprestasi. Tolong kepala sekolah agar informasi ini disebarkan ke anak didiknya,” tegasnya.

Ketua Panitia Perayaan Natal Ika Cahya Isra K menyatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak, khususnya Dinas Pendidikan yang selalu memberikan dukungan dan memfasilitasi terselenggaranya Natal bersama.

Diharapkan, adanya perayaan itu bisa meningkatkan semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Warga Sukseskan Pelaksanaan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta seluruh masyarakat agar ikut menyukseskan pesta demokrasi yang bakal dilangsungkan pertengahan tahun nanti. Yakni, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Hal itu disampaikan Djoko saat menghadiri peresmian pendapa baru Kantor Kecamatan Bogorejo, Rabu (10/1/2017) malam.

”Salah satu upaya menyukseskan Pilgub nanti adalah dengan selalu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko berharap agar pendopo yang baru ini bisa membawa dampak positif. Yakni, menjadi spirit dan cara pandang baru dalam meningkatkan pelayanan prima kepada semua masyarakat.

Selain bupati, hadir pula dalam kesempatan itu Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bogorejo, Kepala UPT Puskesmas Bogorejo, Kepala Desa se-Kecamatan Bogorejo dan masyarakat umum.

Peresmian pendapa baru ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo yang diberikan kepada Ketua Peguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Bogorejo. Setelah itu, acara dirangkai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suprayitno.

”Pegelaran wayang kulit ini merupakan gotong royong dari seluruh Kades se Kecamatan Bogorejo untuk menghibur warga yang kangen dengan kesenian tradisional. Melalui pertunjukan wayang kulit ini kita berupaya memupuk rasa kebersamaan untuk membangun Bogorejo yang lebih baik di tahun 2018,” ujar Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo.

Editor: Supriyadi

Pembangunan Infrastruktur jadi Prioritas Pemkab Blora

Bupati Blora Djoko Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan,pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemkab Blora untuk memajukan Blora. Pembangunan infrastruktur, tahun ini sebagian besar di wilayah Blora Selatan.

Prioritas pembangunan tersebut diantaranya adalah pembangunan jalan Menden-Megeri dengan pagu anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas dengan pagu anggaran Rp 15 miliar.

Selanjutnya adalah peningkatan jalan Doplang-Kunduran dengan pagu anggaran Rp Rp 10 miliar, dan peningkatan jalan Ngliron-Kalisari dengan pagu anggaran Rp 14,85 miliar.

Sedangkan untuk peningkatan jalan Kalisari-Wulung, pihaknya memberikan pagu anggaran Rp 6,3 miliar. Lantas peningkatan jalan Kamolan-Klopoduwur dengan pagu Rp 8,55 miliar. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas jalan di Blora Selatan sehingga perekonomian Kabupaten Blora bisa merata, tidak hanya di wilayah utara, barat dan timur saja.

Prioritas pembangunan lainnya adalah Pembangunan Pasar Rakyat Kabupaten Blora dengan pagu anggaran Rp 25 miliar, kemudian pembanguan trotoar penataan kota dari pertigaan Wonorejo hingga persimpangan Bank BNI 46 Kecamatan Cepu dengan pagu Rp 9 miliar. Pembangunan trotoar Jalan Gatot Subroto dengan pagu Rp 6 miliar dan revitalisasi Pasar Rakyat Kecamatan Cepu sebesar Rp 26,5 miliar.

Ia juga meminta dukungan pendampingan kepada Gubernur agar bisa membantu pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas tersebut dan pengaktifan lapangan terbang di Ngloram,Kecamatan Cepu sebagai daya ungkit peningkatan ekonomi Kabupaten Blora.

“Terimakasih Pak Gubernur, sekarang sebagian besar jalan provinsi di Kabupaten Blora sudah dicor beton. Tinggal beberapa bagian akan dilanjutkan tahun 2017 ini,” ujar Bupati beberapa hari lalu.

Editor : Kholistiono

Bakti Sosial Kesehatan TNI di Blora Meriah

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri bakti sosial di makodim setempat. (Humas Pemkab Blora)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri bakti sosial di makodim setempat. (Humas Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman beserta istri menerima kunjungan Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi dan Danrem 073 Makutarama Kolonel Inf Joseph Robert Giri, beserta istri dan rombongan.

Kunjungan tersebut dalam rangkaian kegiatan bakti sosial kesehatan HUT TNI ke 71, HUT Kodam IV Diponegoro ke-66 di Kabupaten Blora. Rombongan diterima di makodim setempat, Senin (24/10/2016).

Komandan Kodim 0721 Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos mengemukakan, ada sembilan item kegiatan baksos kesehatan yang dilaksanakan di empat lokasi. Yakni Donor Darah di Aula Makodim, Operasi Bibir Sumbing di RSU Blora, Pemeriksaan Gigi di Sasana Bakti, Pengobatan massal di Sasana Bakti, Pemeriksaan Mata di Sasana Cafe, Pembagian Kaca Mata di Sasana Cafe, Khitanan Massal di Gedung PKK Blora, Pelayanan KB Kes di gedung Darma wanita Blora dan Stan Pameran di pendapa rumah dinas Bupati Blora.

Bupati Blora mengapresiasi positif kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan TNI. “Terima kasih kepada Pangdam, Danrem beserta istri dan rombongan yang telah hadir di Blora. Semoga bakti sosial kesehatan ini terselenggara dengan baik dan lancar,” kata Bupati Blora saat menyampaikan sambutannya.

Kunjungan Pangdam IV Diponegoro yang diwakili Darem 073 Makutarama disambut grup seni barongan Seloganthi Blora dan tari kreasi. Acara baksos dibuka resmi dengan ditandai pemukulan gong.

Di sela-sela acara antara lain diserahkan piala dan piagam penghargaan dari Pangdam IV Diponegoro, Penghargaan dari BP3AKB atas diraihnya Juara III Lomba TNI Manunggal Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah, kepada Kodim 0721.

Hadir pada acara pembukaan bhaksos, unsur forkopimda Blora, pimpinan SKPD dan jajaran TNI Kodim, Yonif 410, Polri serta BUMN/BUMD.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Enggak Terima Jika Ikan di Waduk Tempuran Diracuni

tempuran

Kegiatan penyebaran benih ikan di Waduk Tempuran Blora. (Humas Protokol Kabupaten Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho enggak terima jika ikan di Waduk Tempuran Blora diracuni.

“Tolong ikan-ikan di Waduk Tempuran dijaga kelestariannya. Boleh dipancing seperlunya, tapi jangan dijaring, jangan diracun juga jangan disetrum, sehingga keberlanjutannya tetap terjaga”, kata Djoko.

Desa Tempuran merupakan salah satu desa di Kabupaten Blora yang memiliki potensi wisata. Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Blora memberikan dukungan penuh bagi kemajuan Desa Tempuran ke depannya, yang mana hal ini sejalan dengan program Visit Jawa Tengah 2016.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho menyatakan bahwa Desa Tempuran adalah sebuah desa yang tidak sulit air dan gemah ripah loh jinawi. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga Desa Tempuran untuk menanam tanaman yang dapat dipetik hasilnya setiap bulan di halaman rumah masing-masing, dengan memanfaatkan ketersediaan air di Waduk Tempuran.

Berdasarkan laporan dari Kepala Desa Tempuran, Sri Hartini, Rangkaian kegiatan Bhakti Sosial ini meliputi pemberian bibit jambu kristal sebanyak 600 batang, bibit duku sebanyak 20 batang, bibit sirsat sebanyak 100 batang, pengobatan massal 100 ekor sapi, pembagian 50 paket sembako bagi warga yang kurang beruntung dan penebaran bibit ikan nila sebanyak 3000 ekor.

Kokok menekankan kepada warga Tempuran untuk memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Ikan dilestarikan, bantuan bibit tanaman dirawat. Nanti jika bantuan ini hasilnya memuaskan, akan saya beri lagi bantuan lainnya”, ujarnya.

Lebih lanjut, Kokok meminta agar Kepala Desa Tempuran bersama para kelompok taninya untuk menimba ilmu tanam-menanam di Desa Tanggel. Desa Tanggel merupakan sebuah desa di Kecamatan Randublatung yang tidak memiliki banyak kandungan air, namun memiliki potensi jeruk siam yang luar biasa bahkan beberapa waktu yang lalu meraih Juara 3 nasional.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Blora Pamer Goreng Telur saat City Gas Diluncurkan

city gas

Bupati Blora Djoko Nugroho menggoreng telur saat uji City Gas di Kecamatan Kradenan. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan uji coba City Gas yang diprogramkan Kementerian ESDM dan dioperatori PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.

Dengan demikian secara bertahap Blora bisa menikmati gas alam yang diproduksi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP). Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

”Alhamdulillah, akhirnya program City Gas bisa dilaksanakan. Masyarakat sudah lama menunggu realisasi progam ini,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho dikutip dari www.blorakab.go.id.

Pengelolaan jaringan gas (jargas) yang dibangun Kementerian ESDM mulai 2013 dilakukan oleh PT Pertamina EP melalui wilayah Asset 4 Cepu. Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Jumat (29/7).

General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Wisnu Hindadari mengemukakan, gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Tengah dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Untuk tahap awal, kata dia, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke-720 rumah di wilayah Desa Sumber. “Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga selama dua tahun mendatang,” kata Wisnu.

Blora merupakan kota selanjutnya di Jawa Tengah setelah jargas Kota Semarang yang menikmati fasilitas jargas kota dari sumur-sumur di wilayah Kedungtuban, Kedunglusi dan Randublatung.

Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy menuturkan, berbeda dari program City Gas yang sudah dilaksanakan di daerah lain di Indonesia. City Gas di Blora menyasar daerah pedesaan.

Direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) Ahmad Rifai menuturkan, uji coba kali ini baru dilakukan di lima rumah warga. Menurutnya, secara bertahap gas akan dialirkan pula ke rumah lain di Desa Sumber.

Jargas dan instalasi pipa sudah terpasang di rumah warga sejak beberapa tahun lalu. “Untuk menggunakan gas City Gas, kompor yang dipakai masyarakat harus dikonversi dulu. Kami sudah menyiapkan petugas yang akan melakukan konversi. Mereka akan datang ke rumah warga yang sudah sepakat menggunakan gas City Gas. Konversi kompor kami gratiskan,” kata Rifai.

Editor : Akrom Hazami

 

 

20 Siswa Blora Ini Bernasib Mujur

beasiswa

Bupati Blora Djoko Nugroho dan wakil bupati, Arief Rohman di Pendapa Pemkab Blora. (Twitter)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sekitar 20 siswa asal Blora bernasib mujur. Mereka mendapatkan beasiswa guna melanjutkan pendidikannya.

Pemkab Blora memberikan beasiswa sekolah gratis ke SMPIT-SMAIT Insan Mandiri Cibubur, Jawa Barat.

Mereka dilepas oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dan wakil bupati, Arief Rohman di Pendapa Pemkab Blora, Sabtu (16/7/2016).

Dalam kesempatan itu, Kokok, panggilan akrab bupati berpesan agar siswa memanfaatkan beasiswa dengan baik. Lantaran itu demi masa depan mereka yang lebih baik.

Siswa akan diantarkan dengan bus satu unit dari Blora ke Cibubur.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Blora Minta Perbedaan Disikapi Secara Bijaksana

 Pembukaan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Pembukaan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

  MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho berharap masyarakat dapat menyikapi perbedaan secara bijaksana. Hal ini, agar kehidupan dalam bermasyarakat juga bisa berjalan dengan damai dan hidup rukun.

Dirinya mencontohkan, dalam Islam terdapat berbagai organisasi Islam yang terkadang memiliki perbedaan dalam hal tertentu. Namun, jika itu disikapi dengan bijaksana, maka hal tersebut tidak akan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Keberadaan masyarakat Islam yang tergabung dalam berbagai organisasi, haruslah menjadikan kehidupan yang harmoni kehidupan dan saling bersinergi. Hal itu dikarenakan perpecahan hanya akan merugikan masyarakat sendiri,” ujar Bupati Blora saat pembukaan tarawih keliling (tarling) di Pendodpo Rumah Dinas Bupati, Kamis (9/6/2016) malam.

Lebih lanjut, dirinya juga mencontohkan mengenai pelaksanaan tarawih tadi malam. Dia katakan, bahwa dalam tarawih yang digelar itu terdapat keindahan. “Yang menjadi imam NU, Muhammadiyah ikut jadi makmum, MTA ikut jadi makmum, LDII juga ikut jadi makmum. Indah kan?,” kata Kokok.

Dalam pembukaan tarling tersebut turut hadir komponen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta pejabat dinas di lingkungan Pemkab Blora.Tarling ini sendiri juga merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pemkab Blora sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Tarling tahun ini akan digelar empat kali, yakni di masjid At-Taqwa Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban, Masjid Baitul Makmur Dukuh Wanutengah, Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo,Masjid Al-Muslimun Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, dan terakhir di Masjid Besar Miftahul Jannah sebelah barat Pasar Jepon.

 

Editor : Kholistiono

 

Kata Bupati Blora, KB Bisa Jadikan Ekonomi Keluarga Lebih Stabil

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menilai program Keluarga Berencana (KB) dinilai bisa menstabilkan ekonomi keluarga. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat agar bisa merubah pepatah lama, yakni banyak anak banyak rezeki menjadi keluarga berencana banyak rezeki.

”Dengan ikut KB, keluarga akan menjadi lebih stabil perekonomiannya,” kata Djoko Nugroho dalam agenda Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Dukuh Wadung Desa Ngraho Kedungtuban, Selasa (17/5/2016).

Selain program KB, ia juga meminta agar budaya gotong royong senantiasa dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai poros dari pembangunan di semua lini. Mengingat masuknya arus teknologi yang tak terbendung, bukan tidak mungkin budaya lokal yang sarat akan kearifan akan luntur oleh terpaan modernisasi.

Ia juga menyinggung, agar setiap warga bisa menekan pengeluaran keluarga dengan cara yang sederhana. Ia mencontohkan, dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi di pekarangan rumah.

”Tentu dengan menanam, pengeluaran keluarga akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Ia juga menekankan, dari segi pendidikan, setiap anak wajib yang di sekolah. Hal itu dinilai bisa meningkatkan sumber daya manusia. Senada dengan itu, Kokok juga berharap agar segera terbentuk relawan pemberantasan kekerasan pada anak.

Sumaji, Kepala Desa Ngraho, mengungkapkan saat ini di Desa tersebut terdapat 59 penggerak KB. Menurutnya, sampai saat ini masih dibalut dengan semangat dan aktif dalam meberikan penyuluhan. ”Dengan ini, kami berharap diberikan bantuan KB implant,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mengenai potensi yang ada, yakni peternakan, bahwa sampai saat ini terhitung 96 KK yang ada di desa sebagai peternak sapi. Namun, dari Pemkab Blora masih terkesan tutup mata olehnya. Ia juga menyinggung mengenai infratsruktur penghubung antara Desa Ngraho menuju Kedinding agar segera difikirkan dan segera dibangun.

”Saat ini pembangunan jalan penghubung Ngraho-Kedinding baru 1,5 kilometer,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Jembatan Wadung Ngraho Blora Diresmikan Bupati

Peresmian jembatan Dukuh Wadung Desa Ngraho Kebungtiban Blora oleh Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Peresmian jembatan Dukuh Wadung Desa Ngraho Kebungtiban Blora oleh Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Jembatan penghubung Dukuh Wadung Desa Ngraho menuju Kecamatan Kedungtuban diresmikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (17/5/2016). Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Dukuh Wadung menuju Kecamatan Kedungtuban, selain itu juga menjadi akses bagi warga Ngraho untuk menuju Kedungtuban.

Bupati Blora mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh warga Dukuh Wadung. Menurutnya, atas gotong royong dari warga jembatan penghubung tersebut bisa jadi dan kini diresmikan.

”Ini semua atas gotong royong warga Wadung dalam membangun jembatan,” ungkap Kokok, sapaan karib Djoko Nugroho.

Dengan adanya jembatan, lanjut Kokok, masyarakat Wadung bisa lebih meminimalisir biaya tranportasi atas hasil pertanian. Selain itu, setelah dibangunnya jembatan mobilisasi warga Wadung menjadi semakin lancar.

”Diharapkan, kesejahteraan masyarakat Wadung menjadi semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ngraho Sumaji mengakui, bahwa Jembatan tersebut dibangun atas keikhlasan dan kerjasama para warga dengan waktu sekitar tiga bulan. ”Selama ini belum pernah dibangun jembatan sejak tahun 1996,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan ini sengaja dilakukan oleh warga sebab bertujuan untuk mempercepat proses laju ekonomi dan transportasi warga yang akan menuju ke pusat pemerintahan kecamatan Kedungtuban.

Sekedar diketahui, sumber dana yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut dianggarkan dari Dana Desa 2015 sebesar Rp. 195 juta. Dengan rincian panjang 60 meter lebar 2,1 meter dengan ketebalan 12 cm.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Ajak Warga Lestarikan Gotong Royong

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho mengajak masyarakat Kabupaten Blora agar senantiasa menjaga tradisi kearifan lokal berupa gotong royong. Hal itu dirasa bisa meningkatkan soiditas antarwarga dan mempererat persaudaraan dan kepedulian mesyarakat.

“Dengan gotong royong, dirasa tepat guna optimalisasi potensi lokal. Sehingga, cita-cita menuju Blora yang lebih sejahtera bisa tyerwujud,” ujar Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho saat acara Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo Blora, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, saat ini tardisi gotong royong mulai memudar. Hal itu disebabkan oleh maraknya arus budaya luar yang masuk. Sehingga, kepekaan terhadap sosial dan saling membantu sesama mulai berkurang.

”Gotong royong merupakan budaya bangsa kita. Lestarikan dan jangan ditinggalkan. Bangsa kita bisa merdeka juga karena gotong royong,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak dalam kegiatan bersih-bersih desa. Mereka bergotong royong mensukseskan kegiatan ini dengan didukung oleh anggota TNI. Penebaran 5.000 bibit nila dilakukan di embung desa, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Dalam sarasehan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa Jepangrejo, Djoko Nugroho mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Ke-13.

Tak lupa, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, juga mengintruksikan agar selama Bulan Mei ini mengelar aksi gotong royong di desa-desa. Hal ini menurutnya sangat penting dan besar manfaatnya bagi masyarakat.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Gregeten Lihat Perhutani Cuek Urusi Infrastruktur di Hutan

Bupati Blora Djoko Nugroho saat memberikan sambutan kepada pengusaha ukir dan mebel, Kamis (12/5/2016).  (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat memberikan sambutan kepada pengusaha ukir dan mebel, Kamis (12/5/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku gregeten dengan pihak Perhutani. Ini lantaran, instansi milik negara yang notabene sebagai pengelelola hutan yang ada di Blora terkesan cuek dengan kondisi infrastrukutur yang ada di kawasan tersebut.

”Saya gregeten dengan Perhutani. Infrastruktur jalan dan orang di sekitar tidak difikirkan,” ujarnya saat pertemuan bersama pengusaha ukir, akar dan meubel kayu jati di eks rumah dinas wakil Bupati Blora, Kamis (12/5/2016)

Padaha, dengan adanya infrstruktur yang layak, penjualan kayu jati yang merupakan bahan baku terbaik mebel bisa lebih tinggi. Ini lantaran akses masuk tertata. Karena itu, ia berencana melakukan koordinasi dengan Bupati lain yang kawasan kepemimpinannya berada dalam kawasan hutan Perhutani.

”Dalam hal ini, Blora sebagai daerah yang sangat terkenal akan kayu jatinya. Jangan sampai Blora sendiri tidak bisa memanfaatkan dengan maksimal. Kalian harus mampu memanfaatkan dengan baik,” ujarnya di hadapan 45 pengusaha.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho juga berjanjia akan mengupayakan bahan baku kayu jati bagi para pelaku usaha lebih mudah. Yang mana, para pelaku usaha bisa mendapatkan kayu dengan mudah dari wilayah Blora sendiri dan dengan harga lebih miring.

Ahmad Syaefuddin, salah satu pelaku usaha mengusulkan, agar Blora didatangkan investor. Menurutnya, dengan adanya investor di Blora sangat berdampak bagi industri kayu . ”Bahkan, perkembangan ekonomi akan merambah sampai pelosok,” ujarnya.

Mengenai usulan tersebut, Suwoko, pelaku usaha kayu yang lain, menyangkal bahwa sebaiknya Blora mengolah dan mampu dengan mandiri memproduksi kayu. Hal itu, menurutnya, dirasa bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Blora.

”Kita olah sendiri, kta mandiri, maka, hasilnya akan kita rasakan sendiri,” ujar dia.

Mengenai dua usulan tersebut, Kokok leboh memilih untuk mengkombinasikannnya. Yakni, dengan mendatangkan investor namun warga Blora juga dituntut untuk mandiri. ”Yang terpenting bagi kalian adalah bahan baku yang tersedia dengan harga yang miring,” pungkas Kokok.

Editor: Supriyadi

Pembangunan Infrastruktur Diyakini Bisa Naikkan Peringkat IPM di Blora

Caption: Seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Caption: Seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Blora memang menduduki urutan yang cukup buncit, yakni urutan 28 dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah. Dengan membangun infrastruktur, Pemkab Blora meyakini, urutan IPM yang diperoleh oleh Blora dapat merangkak naik ke urutan yang lebih baik.

Hal itu seperti disampaikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dalam seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Blora, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan hutan diibaratkan sebagai jaring atau kail. Dengan infrastruktur jalan yang baik, dinyakini akan berdampak bagi seluruh sendi kehidupan masyarakat. Dan pada akhirnya bisa meningkatkan IPM.

”Ekonomi akan tumbuh dengan pesat. Dengan kondisi jalan yang bagus, masyarakat tidak akan segan beraktifitas kerja maupun sekolah. Derajat kesehatan masyarakat desa juga akan lebih meningkat. Kami tidak ingin memberikan ikannya tapi kail atau jaringnya. Dengan begitu, masyarakat akan bisa berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bupati didaulat menjadi narasumber dalam seminar yang digagas KNPI bekerjasama dengan Bappeda. Selain Djoko Nugroho, narasumber lainnya yang mengisi seminar adalah Luhur Fajar Martha (Litbang Kompas) dan Kepala Bappeda Blora Samgautama Karnajaya.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho menambahkan, bahwa Blora sebagian merupakan kawasan hutan. Ia menegaskan, bahwa pihaknya akan mengambil alih perbaikan jalan yang melintasi kawasan hutan perhutani. Sampai saat ini, kondisi di kawasan hutan sangat jelek dan terkesan dibiarkan tanpa perbaikan. Padahal jalan tersebut menjadi jalur penghubung desa-desa di beberapa kecamatan.

”Kami akan mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan kepada Perhutani. Boleh tidak boleh, kami akan perbaiki jalan kawasan hutan agar lebih bagus,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Ajak Siswa SMP Junjung Tinggi Kejujuran saat UN

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat menjadi momen tersendiri bagi Bupati Blora, Djoko Nugroho. Orang nomor satu di Blora tersebut menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 1 Menden.

Dalam kesempatan tersebut Djoko menekankan, dalam mengerjakan soal saat UN yang terpenting adalah kejujuran dan percaya diri. Tanpa itu, tak ada gunanya UN digelar.

”Saya harap siswa bisa jujur dalam mengerjakan soal,” kata Djoko Nugroho (9/5/2016)

Selain itu, ia berharap, agar siswa yang saat ini sedang melaksanakan UN bisa lulus semua dengan hasil nilai yang memuaskan. ”Nilai yang mereka dapatkan saya harap dari hasil mereka sendiri, bukan dari hasil curang,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, bahwa UN merupakan evaluasi akhir yang harus dilalui setiap pelajar agar mengetahui sejauh mana kemampuan selama menempuh pendidikan formal. “Agenda tahunan ini saya harap siswa tidak menjadikannya momok. Namun, menjadi penyemangat dengan mensiasatinya dengan belajar yang giat,” pengkasnya.

Dalam tinjauan tersebut, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, didampingi oleh Achmad Wardoyo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Blora. Setelah meninjau pelaksaan UN di SMP Negeri 1 Menden Kokok juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di  SMP Negeri Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Dialog Lucu Bupati Blora dan Gubernur

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan celetukan spontan saat Bupati Blora Djoko Nugroho memaparkan berbagai persoalan yang ada di Blora pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) se-Keresidenan Pati di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Dalam pemaparannya, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, menjelaskan mengenai persoalan tentang masih buruknya infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. Mengingat hampir 50 persen wilayah yang ada di Blora masuk ke dalam kawasan hutan milik Perhutani. Ada juga pembangunan jembatan Medalem yang nantinya menghubungkan Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Nyuwun tulung pak Gubernur,” pinta Kokok kepada Ganjar atas persoalan yang ia paparkan

Ganjar pun menyahut dengan nada tanya “sek-sek, sing endi?”. “Mau lho, Perhutani, Jembatan,” sahut Kokok.

“Iki lho wes tak undangke Perhutani rene, kok cerigis (cerewet) terus. Sak mangkeh nopo sak niki?,” tandas Ganjar

“Sak mangkeh,” jawab Kokok yang sontak disambut gelak tawa audiens Musrenbang.

Kokok juga menjelaskan, sebelumnya Ganjar pernah ke Blora dan mendapatkan protes dari warga atas buruknya jalan yang ada di Blora. “Wonten warga yang meminta, jalannya diperbaiki, lha jalan buruk seperti itu di Blora banyak sekali,” ucap Koko dengan lantang.

Selanjutnya, Kokok juga menjelaskan bahwa pendapatan dari hutan selama ini hanya Rp 4 miliar kepada Blora yang masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD). Yang mana, uang itu, menurut Kokok tidak cukup untuk membenahi infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. “Uang segitu buat membangun jalan tidak cucuk,” ujar Kokok.

Kokok merasa lega setelah mendapatkan tanggapan langsung dari gubernur. Pada akhir pemaparannya, ia mengharapkan agar Gubernur bisa langsung merealisasikan. “Alhamdulillah, matur suwun pak Gubernur,” pungkasnya.

Editor :Akrom Hazami

Pedagang Pasar Induk Blora Emoh Pindah, Ini Reaksi Pemkab

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Maskur, menyatakan, bahwa pihaknya memaklumi atas munculnya aksi penolakan yang dilakukan oleh pedagang, Kamis (31/3/2016).

“Kalau sudah satu dua tahun pindah, pedagang termasuk masyarakat akan terbiasa. Mereka bakal menyesuaikan dengan lokasi pasar yang baru,” ujar Maskur.

Ia juga menambahkan, bahwa berdasarkan rencana bupati, pasar yang baru nantinya akan terintegrasi sarana trasnportasi dengan mudah, yakni dengan pembangunan sub terminal di kawasan pasar yang baru.
“Sepengetahuan kami juga akan dilakukan penataan angkutan umum. Sehingga memudahkan masyarakat mengakses pasar baru tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan MuriaNewsCom, mengenai potensi penolakan pedagang yang nantinya akan dipindah, Maskur belum memikirkan dampak dari pemindahan tersebut dari pedagang berupa penolakan.
Saat itu, ia juga mengharapkan agar pemindahan pasar bisa berjalan dengan mulus tanpa ada penolakan dengan pedagang. “Ketika selesai proses pembangunan nantinya, semua pedagang bisa menerima dan tidak ada perlawanan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pedagang Pasar Induk Blora Protes