Ratusan Pebulutangkis se-Eks Karesidenan Semarang Berebut Juara di Grobogan

Para atlet bulutangkis menunjukkan permainannya saat bertanding. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganRatusan pebulutangkis dari wilayah Eks Karesidenan Semarang ambil bagian dalam kejuaraan bulutangkis yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi mulai hari ini, Senin (25/12/2017). Kejuaraan ini rencananya akan dilangsungkan empat hari hingga Kamis mendatang.

Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Grobogan Sumarli menyatakan, jumlah peserta keseluruhan ada 375 orang yang datang dari enam kabupaten/kota di eks Karesidenan Semarang. Yakni, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Demak, Semarang, dan Grobogan.

“Peserta kejuaraan berasal dari 36 klub dari eks Karesidenan Semarang. Jumlah keseluruhan 375 atlit,” jelasnya.

Dalam kejuaraan itu, ada 20 kelas yang dipertandingan. Yakni, mulai pradini usia 8 tahun hingga veteran usia 40 tahun. Jumlah pertandingannya ada sekitar 200 partai.

Marli menyatakan, kejuaraan itu adalah even rutin tahunan. Penyelenggaraannya dilangsungkan bergantian. Untuk tahun ini, giliran Kabupaten Grobogan yang jadi tuan rumah.

Tujuan utama kejuaraan bukan sekedar mencari titel juara. Upaya untuk pembinaan, pengenalan dan pemassalan bulutangkis lebih dikedepankan dalam penyelenggaraan kejuaraan itu.

“Jadi, kejuaraan seperti ini lebih fokus untuk menambah jam terbang dan pengalaman,” cetusnya.

Ia menambahkan, dari kejuaraan seperti itu sudah terlihat dampak positifnya, terutama untuk pebulutangkis Grobogan. Indikasinya, dalam Pra Porprov Jateng beberapa hari lalu di Salatiga, kontingen Grobogan bisa jadi juara umum.

“Dari Pra Porprov kemarin kita meloloskan 7 atlit dalam 5 kategori ke ajang Porprov 2018 mendatang. Yakni, dari single putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Editor: Supriyadi

Hariyanto Arbi Ingin Bulutangkis Jadi Pemersatu Bangsa

Hariyanto Arbi dikerumuni para peserta audisiUmum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum, Rabu (6/9/2017). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Legenda bulutangkis Indonesia Hariyanto Arbi ingin olahraga bulutangkis menjadi salah satu cara untuk mempersatukan bangsa dan membawa kejayaan Indonesia di dunia. 

Pasalnya, olahraga bergengsi tersebut tak mengenal perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Selain itu, pebulutangkis kelahiran Kudus itu tak pernah meragukan loyalitas dan dedikasi para pebulutangkis terhadap  NKRI.

“Kalau kita lihat di bulutangkis, kami sudah mengalami sendiri. Kami beda agama, beda golongan, beda ras, tapi bisa tetap satu untuk kejayaan Indonesia,” ujar Hariyanto, di sela-sela kegiatannya sebagai anggota tim pemandu bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum, Rabu (6/9/2017).

Menurut juara All England tahun 1993 dan 1994 ini, bulutangkis juga bisa memberi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, juga toleransi keberagaman.

Meski berbeda suku, ras dan agama, namun atlet bulutangkis dengan seluruh jiwa raganya berjuang mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Iya, pasti. Contohnya kan sudah ada di bulutangkis. Owi dan Butet (TontowiAhmad/Liliyana Nastir) yang meraih juara dunia, berbeda suku agama dan ras,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, jika dilihat dari SARA, Owi merupakan seorang muslim dan berasal dari Jawa. Sementara, Butet berasal dari Batak dan menganut agama Nasrani. Namun, keduanya bahu membahu bekerja sama membawa kejayaan Indonesia melalui bulutangkis

Disinggung mengenai proses audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum, Hariyanto menilai Indonesia memang tak pernah kehabisan talenta-talenta berbakat.

Menurutnya, secara teknik dan skill, para peserta audisi dengan kategori usia di bawah 11 dan 13 tahun, memiliki kualitas permainan yang sudah sangat bagus.

Namun, untuk menjadi juara, tentu bakat saja tidak cukup. Perlu kerja keras dan dukungan semua pihak agar bakat-bakat tersebut bisa dipoles dan menjadi juara-juara dunia di masa mendatang. 

”Perlu pembinaan yang baik sejak usia dini, serta suport dari semua pihak agar bakat-bakat yang ada menjadi juara-juara,” ujar salah satu legenda bulutangkis yang dikenal dengan julukan ‘smash 100 watt’ tersebut. 

Di sisi lain, Hariyanto juga memberi apresiasi yang cukup besar pada orang tua peserta audisi yang mau bekerja keras dan mendukung penuh putera puterinya untuk berjuang meraih beasiswa bulutangkis PB Djarum.

Sehingga, jika ada peserta yang masih belum bisa lolos audisi, Hari meminta untuk tidak patah semangat karena masa depan anak-anak masih sangat jauh. 

”Bagi yang belum lolos, tentu jangan patah semangat. Bagi nanti yang lolos dan memperoleh beasiswa bulutangkis PB Djarum, saya pesan jangan mudah berpuas diri terus berlatih untuk menjadi juara,” tukasnya.

Editor: Supriyadi

Latihan Fisik di Bulan Ramadan, Sempat Bikin Atlet PB Djarum Intan Ngedrop

Intan Dwi Jayanti (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

Intan Dwi Jayanti (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

Menempa diri dalam sesi latihan fisik pada bulan Ramadan ternyata tak hanya dirasa berat bagi atlet kategori pemula saja. Buktinya, atlet PB Djarum kategori remaja, Intan Dwi Jayanti juga merasakan betapa beratnya melakoni kewajiban berlatih di bulan Ramadan. Lanjutkan membaca

Pelatih PB Djarum Kejar Persiapan Atlet di Bulan Puasa

Pelatih PB Djarum memberikan instruksi kepada atlet saat latihan. Mereka terus digembleng selama puasa ini untuk mempersiapkan sejumlah pertandingan usai Idul Fitri nanti. (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Na'imy)

Pelatih PB Djarum memberikan instruksi kepada atlet saat latihan. Mereka terus digembleng selama puasa ini untuk mempersiapkan sejumlah pertandingan usai Idul Fitri nanti. (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Na’imy)

KUDUS – Segenap pelatih PB Djarum Kudus tengah menyingsingkan lengan dan bersimbah peluh demi mengejar kesiapan atlet dalam menghadapi even yang akan datang. Selepas Idul Fitri, sejumlah kompetisi bulu tangkis akan segera diadakan. Lanjutkan membaca

Akram, Pebulu Tangkis Asal Makassar yang Suka Lentog

Al Akram Ichmawan (MuriaNewsCom/IQBAL NA’IMY)

Al Akram Ichmawan (MuriaNewsCom/IQBAL NA’IMY)

KUDUS – Badannya relatif besar untuk anak seumurannya. Kulitnya kecoklatan dengan wajah yang menampakkan keseriusan, dia adalah Al Akram Ichmawan, satu dari 14 atlet yang dilatih Engga Setiawan di PB Djarum. “Saat ini saya masih berada di kategori anak-anak,” ujar Akram. Lanjutkan membaca