Objek Wisata Bukit Pandang Dongkrak Ekonomi Desa Durensawit Pati

Sejumlah pengunjung tengah beristirahat di warung kawasan wisata bukit pandang Desa Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Objek wisata Bukit Pandang Ki Santa Mulya di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati yang baru dibuka awal pertengahan Januari 2017, ternyata mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Saat ini, ada sekitar sepuluh warung yang buka di sana.

Mereka menjajakan aneka makanan dan minuman kepada wisatawan yang mengunjungi bukit pandang. Rata-rata, satu warung mampu mendapatkan penghasilan antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta setiap harinya.

Praktis, sejumlah warga yang biasa bekerja sebagai buruh tani beralih profesi menjadi penjual di kawasan wisata tersebut. Seniwati (54) adalah satu di antara warga Durensawit yang berjualan di bukit pandang.

Ibu dua anak ini mengaku mendapatkan penghasilan antara Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu setiap harinya. “Paling sedikit Rp 200 ribu, kalau hari-hari biasa dan lagi sepi. Kalau pas ramai seperti hari libur atau weekend bisa dapat Rp 600 ribu setiap hari,” kata Seniwati, Selasa (28/3/2017).

Baca juga : Spot Kupu-kupu Percantik Kawasan Wisata Bukit Pandang Pati

 
Awalnya, dia bekerja sebagai buruh tani dan jualan sayuran keliling. Sejak bukit pandang dibuka sebagai objek wisata, dia mencoba berjualan dan hasilnya melebihi ekspektasi lantaran kawasan tersebut dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya.

Karena itu, dia berharap kawasan bukit pandang selalu ramai agar ekonomi warga setempat terbantu. “Kami berharap, bukit pandang selalu ramai biar ekonomi masyarakat setempat bisa ikut terbantu,” harap Seniwati.

Sementara itu, pengelola bukit pandang Ki Santa Mulya, Krisno mengatakan, kawasan tersebut dibuka sebagai objek wisata atas kesadaran masyarakat. Sebelum dibuka, dia bersama pemuda karang taruna membenahi lokasi hingga akhirnya menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi.

Saat ini, pengelola terus berupaya mengembangkan bukit pandang Ki Santa Mulya. Sejumlah  fasilitas penunjang seperti musala dan toilet sudah mulai dibangun secara swadaya. Dalam waktu dekat, kawasan tersebut juga dilengkapi kolam renang, flying fox, jembatan goyang dan outbond.

Editor : Kholistiono

Bukit Pandang Gunung Kendeng Pati Bakal Dilengkapi Jembatan Goyang dan Flying Fox

Sejumlah pengunjung tengah berada di spot “I Love U” dan rumah pohon di Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Desa Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Banyaknya minat wisatawan yang berkunjung di Bukit Pandang Ki Santa Mulya, kawasan Pegunungan Kendeng Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati, membuat pengelola akan menambahkan fasilitas baru. Salah satu yang akan ditambahkan, antara lain jembatan goyang, flying fox dan outbond.

“Sejak kita buka 18 Januari 2017 lalu, pengunjung setiap hari makin banyak. Bahkan, kita hampir kewalahan untuk menempatkan parkir sepeda motor dan mobil. Namun, kita akan tetap gunakan sistem membanjar dan mengutamakan keamanan karena ini kerja bareng dengan pemuda karang taruna,” kata pengelola Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Krisno, Senin (6//3/2017).

Beberapa pengunjung diakui meminta untuk menambah fasilitas berupa kegiatan wisatawan. Karena itu, Krisno rencananya dalam waktu dekat akan menambah fasilitas outbond, jembatan goyang, dan flying fox yang menghubungkan dua bukit gunung.

Namun, Krisno mengaku masih terkendala dua hal, yaitu dana dan pengetahuan untuk membuka fasilitas flying fox dan jembatan goyang. Soal dana, ia masih menunggu dana dari biaya parkir Rp 2 ribu per sepeda motor dan donasi dari berbagai pihak untuk melengkapi fasilitas baru.

Baca juga : Bukit Pandang di Durensawit Pati Dibanjiri Ribuan Wisatawan

Terkait teknis flying fox dan jembatan goyang, ia akan menyekolahkan pemuda karang taruna agar memiliki bekal untuk mengurus teknis penggunaan flying fox dan jembatan goyang. “Ini memang dana pribadi dan dikelola pemuda karang taruna. Jadi, kalau mau menambah fasilitas, kita andalkan pemasukan dari parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil,” ucap Krisno.

Tak hanya soal penambahan wahana baru, penambahan fasilitas berupa kamar kecil dan musala juga masih terkendala dana. Sementara dari pemerintah daerah, Krisno mengaku masih belum ada perhatian. Padahal, keberadaan bukit pandang dinilai tidak hanya mendongkrak potensi wisata di Kecamatan Kayen, tetapi juga Kabupaten Pati seluruhnya.

Dia berharap, keberadaan bukit pandang tidak hanya mendongkrak potensi pariwisata di Kabupaten Pati, tetapi juga perekonomian masyarakat setempat. Saat ini saja, sudah ada sekitar sepuluh warung yang berjualan di sepanjang jalan setapak menuju puncak bukit pandang.

Editor : Kholistiono

Bukit Pandang di Durensawit Pati Dibanjiri Ribuan Wisatawan

Pengunjung tengah berfoto di spot “I Love U” Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Desa Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati saat ini memiliki destinasi wisata berupa bukit pandang yang elok dipandang. Adalah Bukit Pandang Ki Santa Mulya di kawasan perbukitan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati yang saat ini dibanjiri ribuan wisatawan, khususnya di hari libur.

Pengelola Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Krisno mengatakan, banyaknya pengunjung yang datang disebabkan adanya penambahan sejumlah fasilitas berupa spot-spot cantik untuk selfie. Salah satunya, spot berbentuk “I Love U” yang terbuat dari bambu dan rumah pohon yang paling sering digunakan untuk selfie.

“Pada saat awal dibuka, memang pengunjungnya baru dari warga sekitar. Setelah ada penambahan fasilitas berupa tempat-tempat yang nyaman untuk menikmati pemandangan hamparan Kabupaten Pati dan pegunungan Kendeng, saat ini dikunjungi rata-rata 500 orang setiap hari. Pada weekend dari Jumat hingga Minggu, pengunjung bisa lebih dari seribu,” ungkap Krisno kepada MuriaNewsCom, Senin (6/3/2017).

Akses jalan untuk menuju kawasan wisata ini sangat mudah. Dari jalan beraspal menuju Desa Durensawit, pengunjung tinggal naik ke kawasan perbukitan Pegunungan Kendeng yang sudah diberikan tangga batu. Butuh waktu sekitar lima menit untuk sampai ke puncak bukit pandang.

Di sana, wisatawan disuguhkan satu panorama Pegunungan Kendeng yang masih sangat hijau dan hamparan tanah Kabupaten Pati pada bagian bawah, serta cakrawala Laut Utara Jawa. Di puncak bukit, ada sekitar tiga gerdu untuk duduk santai menikmati udara segar, serta beberapa tempat duduk terbuat dari kayu.

Pada bagian bawah puncak, ada tiga spot cantik untuk berfoto, yakni tempat duduk dari kayu, spot “I Love U” dan rumah pohon. Sebagian besar pengunjung berasal dari anak-anak muda, beberapa di antaranya pasangan yang sudah berkeluarga.

Tak tanggung-tanggung, beberapa pengunjung berasal dari luar daerah seperti Kudus, Brebes, Boyolali, Semarang, Yogyakarta, dan Tuban. Beberapa mahasiswa yang datang juga berasal dari Medan. Kendati begitu, sebagian besar pengunjung masih berasal dari Kabupaten Pati.

Shinta Kristiani, misalnya. Pelajar asal Desa Karang Gempol, Kayen ini sudah beberapa kali mengunjungi bukit pandang. Dia selalu memilih hari libur dan weekend untuk mengunjungi bukit pandang. Menurutnya, Bukit Pandang Ki Santa Mulya menjadi satu-satunya spot paling menarik untuk selfie.

Editor : Kholistiono

Bukit Pandang Durensawit Jadi Destinasi Wisata Baru di Pati Selatan

Pengunjung sedang menikmati pemandangan di kawasan bukit pandang Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengunjung sedang menikmati pemandangan di kawasan bukit pandang Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah bukit kecil setinggi lima meter yang berada di kawasan perbukitan setinggi 200 meter di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati saat ini menjadi daya tarik wisata. Di sana, pengunjung bisa melihat pemandangan alam yang indah berupa hamparan daratan Kabupaten Pati dengan cakrawala laut utara Jawa.

Koordinator Pengelola Bukit Pandang Durensawit, Krisno mengatakan, pengunjung bisa memanjakan mata dengan alam bebas yang masih sangat asri di sana. Di sebuah bukit kecil seluas empat meter, pengunjung bisa melihat pegunungan di wilayah Lasem pada bagian timur dan Kota Pati pada bagian barat.

“Kawasan ini baru kita buka untuk umum, setelah melakukan pembangunan jalan setapak menuju lokasi, pemberian pagar besi dan tangga pada bukit pandang. Semuanya dikelola pemuda setempat yang ingin memajukan desanya melalui potensi wisata,” ujar Krisno, Rabu (18/1/2017).

Saat ini, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk masuk ke bukit pandang. Mereka cukup membayar biaya parkir untuk keamanan kendaraan senilai Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Dari Alun-alun Kayen, pengunjung mesti menempuh perjalanan sekitar 3,5 kilometer menuju Desa Durensawit. Akses jalannya cukup bagus, sehingga tidak menghambat pengunjung yang ingin datang ke sana.

Sebagian besar pengunjung yang datang ke sana berasal dari kalangan muda-mudi yang penasaran dengan keindahan bukit pandang. Selfie menjadi cara berwisata muda-mudi untuk mengabadikan momen terbaik saat berkunjung dengan latar belakang hamparan wilayah Pati yang luas.

Nia, salah satu pengunjung menuturkan, bukit pandang punya sensasi wisata baru yang tidak ditemukan di daerah lainnya. Atmosfer udara yang sejuk di perbukitan Pati selatan setinggi 200 meter dinilai menjadi nilai plus berkunjung ke bukit pandang Durensawit.

Editor : Kholistiono