Bripka Tejo, Terduga Pelaku Penembakan Brimob di Blora Dimakamkan Tanpa Upacara Militer

Pemakaman Bripka Bambang Tejo dilakukan tanpa prosesi upacara militer. (BeritaJateng.net)

MuriaNewsCom, Blora – Brigadir kepala (Bripka) Bambang Tejo (36) salah satu anggota Brimob yang tewas dalam penembakan di lokasi pengeboran minyak di Desa Trembul Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Rabu (11/10/2017), kemarin siang dimakamkan di pemakaman umum Jetis Blora.

Bripka Bambang tejo diduga bunuh diri dengan cara menembakkan senjatanya AKA 101 ke kepalanya setelah membunuh dua rekannya sesama anggota Brimob pada Selasa malam kemarin.

Baca: Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Prosesi pemakaman Bripka Bambang tejo sendiri dilakukan tanpa melalui upacara militer. Hal ini berbeda dengan pemakaman Brigadir Budi Wibowo (Pati) dan Brigadir Ahmad Supriyanto (Demak) yang dilakukan dengan upacara militer.

Sempat terjadi ketegangan antara awak media dengan petugas kepolisian yang melarang meliput prosesi pemakaman jenazah Bripka bambang Tejo.

Baca: Begini Firasat Keluarga Sebelum Anggota Brimob Pati Ini Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Suasana haru tampak menyelimuti prosesi pemakaman Bambang tejo. Istri korban terus menangis saat jenazah Bambang Tejo dimasukkan ke liang lahat.

Mulyono, kakak sepupu Bambang Tejo mengaku tidak percaya adiknya menjadi pelaku penembakan. Selama ini Bambang dikenal sosok yang baik dan sopan serta sering bercanda.

”Bambang Tejo sosok yang baik hati. Wajahnya saja bukan seperti orang-orang galak. Mimiknya saja seperti orang biasa,” ungkap Mulyono.

Bambang Tejo tewas diduga menembak kepalanya sendiri usai membunuh dua rekannya sesama anggota Brimob, Budi Wibowo (30) dan Ahmad Supriyanto (35) di lokasi pengeboran minyak kabupaten Blora. Kasus ini kini masih dalam penanganan Polda Jawa tengah dan polres Blora.

Editor: Supriyadi

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Baca:Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora 

KISAH SERAM Lokasi Penembakan 3 Personel Brimob di Blora

Lokasi sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT)-01, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora yang menjadi tempat penembakan anggota Brimob. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Ternyata di lokasi kematian tiga personel Brimob Proyek PT Sarana Gas Trembul (SGT)-01 di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Ngawen, Blora, benar-benar angker.

Dari info yang dihimpun, keangkeran lokasi diceritakan oleh warga setempat, Sutoyo, kepada wartawan. Dulu, warga setempat atau sekitarnya takut melewati daerah itu. Apalagi kalau bukan takut dengan hal-hal mistis di lokasi.

Baca : Angkernya Pos Perhutani di Kawasan Blora

Tidak heran jika awal pembangunan proyek SGT-01, beberapa imbauan warga santer diserukan. Seperti halnya, pekerja proyek dilarang merusak benda atau tanaman di area lokasi. “Kita sudah wanti-wanti supaya hati-hati di sini, “ kata Sutoyo.

Lokasi dekat peristiwa Brimob berdarah itu, terdapat sumur tua. Di sumur tua itu, banyak cerita seram berseliweran. “Lokasi sumur tua paling ditakuti warga,” ujarnya.

BacaBegini Firasat Keluarga Sebelum Anggota Brimob Pati Ini Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Tidak heran banyak yang menduga jika kematian tiga personel Brimob tak lepas dari faktor X yang ada di lokasi. Termasuk juga adanya kebiasaan Bripka Bambang Tejo yang kerap mengambil pohon serut di lokasi proyek. Muncul informasi pula jika saat Bambang menembak dua temannya tengah mengalami situasi psikologis tertentu.

“Itu mungkin menurut kami, orang itu (pelaku) ada gangguan stres atau gimana. Mungkin sebelum itu ada gesekan, unsur dendam apa gimana. Mungkin secara orang Jawa kadang ambil serut mungkin enggak permisi. Itu bagian dari analisa saya saja. Nyatanya korban sama-sama satu baju, satu regu,” kata Kepala Desa Karangtengah, Ngawen, Blora, Yasir.

Kabupaten Blora sendiri juga mempunyai banyak tempat angker. Seperti halnya, adanya bus masuk hutan, order gaib pentas ketoprak di Todanan, pada 2008 juga ada warga Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, yang mengendarai sepeda motor dan melintas di kawasan Hutan Bonggan tapi hilang. 

Serta adanya polisi yang mengitari kuburan saat melintas hutan menuju Kunduran Blora, ada juga kota misteri yang dialami salah satu pengendara, dan lainnya.

Baca : Diganggu Hantu Pocong Ngesot di Gubuk Reyot di Blora

Sedangkan PT SGT diketahui mulai melakukan pengeboran di lapangan Blok Trembul seluas 47 km persegi. Lokasi pengeboran ini berada di tiga desa di Kecamatan Ngawen, Blora. Pengeboran sudah mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus 2017.

PT SGT melakukan pengeboran di dua titik. Di antaranya pada sumur SGT-01 dan sumur SGT-02. Masing-masing dengan kedalaman sekitar 1.500 meter. Sumur SGT-01 akan dibor di wilayah Desa Karangtengah, sedangkan SGT-02 akan dibor di Desa Talokwohmojo.

BacaMisteri Penampakan Kuntilanak di Kawasan Taman Lumpur Kesongo Blora

Sementara lapangan migas Blok Trembul ini pernah dieksplorasi pada zaman Belanda dengan 24 titik sumur. Tapi, setelah itu tidak ada lagi pengeboran sampai saat ini.

Pertamina EP pun menggandeng PT SGT guna eksplorasi dengan masa kontrak 15 tahun sampai 2031 mendatang. Diperkirakan ada kandungan cadangan migas sampai 40 juta barrel di sumur di kawasan Trembul.

Editor : Akrom Hazami

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

 

Brigadir Budi Sempat Video Call dengan Istri, Sejam Sebelum Tewas Ditembak Sesama Anggota Brimob Pati

Jenazah Brigadir Budi Wibowo saat akan dikebumikan di TPU Sugihrejo, Gabus, Pati, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Brimob Subden IV Pati asal Sugihrejo, Gabus, Brigadir Budi Wibowo sempat melakukan video call dengan istri, satu jam sebelum meninggal dunia ditembak sesama anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul, Ngawen, Blora, Selasa (11/10/2017) malam.

Purwanto, kakak sepupu korban mengungkapkan hal itu kepada wartawan seusai prosesi pemakaman di TPU Sugihrejo. “Sempat video call dengan istri jam 17.30 WIB,” ujar Purwanto.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Sang istri tidak menduga bila video call tersebut menjadi momentum terakhir pertemuannya dengan suami. Namun, sang istri tidak bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.

Purwanto mewakili keluarga mengaku sudah merelakan kepergian korban. Pasalnya, insiden tersebut diakui sebagai sebuah musibah yang tidak bisa dihindari.

Baca: Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Dia menceritakan, sang istri sempat bertegur sapa dengan suami melalui video call pada pukul 17.30 WIB. Setelah itu, pihak keluarga mendengar kabar bila Brigadir Budi sudah tiada.

Jenazah Brigadir Budi dikebumikan di TPU Sugihrejo sekitar pukul 13.00 WIB. Puluhan polisi mengikuti prosesi pemakaman kedinasan yang dihadiri perwakilan Polda Jawa Tengah dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan beserta jajarannya.

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Suasana Rumah Duka Brigadir Budi Wibowo di Sugihrejo Pati

Polda Bakal Evaluasi Penugasan Brimob di Sumur Minyak SGT Blora

Lokasi sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT)-01, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora yang menjadi tempat penembakan anggota Brimob. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jateng akan melakukan evaluasi penempatan personel Brimob, termasuk peronel yang bertugas di lokasi sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT)-01, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Evaluasi dilakukan setelah terjadi aksi penembakan yang menewaskan tiga anggota brimob di lokasi pengeboran minyak tersebut. Pelakukanya adalah anggota Subden IV Sat Brimob Pati Bripka Bambang Tejo, yang menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

Bripka Tejo juga langsung bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri menggunakan senapa AK 101 miliknya.

“Akan kami evaluasi penempatan anggota Brimob, termasuk di lokasi itu (TKP penembakan). Akan kami evaluasi internal,” katanya, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan, keberadaan anggota Brimob di lokasi SGT-01 sudah sejak sebulan terakhir. Anggota Brimob ditugaskan untuk mengamankan proyek vital nasional, sesuai permintaan.

Baca : Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Baca : Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

”Ada permohonan pengamanan proyek vital nasional kepada Polri. Sat Brimob Jateng menugaskan 6 personel untuk pengamanan selama sebulan,: ujarnya.

Saat kejadian penembakan, Selasa (10/10) petang kemarin, ada 3 anggota yang mendapat giliran jaga. Yaitu para korban atas nama Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Bripka Bambang Tejo (36).

Ia juga menyebut, sebelum kejadian tidak ada cekcok antara pelaku dan korban. Hal ini sesuai keterangan saksi, yakni Brigadir Muhadi. Selain itu ia juga membantah adanya baku tembak, karena senjata yang ditemukan hanya satu pucuk AK 101.

“Senjata yang berada di dekat korban itu ada satu. Sedangkan dua senjata milik korban ada di dalam barak,” terangnya.

Ia juga memastikan, tiga anggota Brimob yang tewas dalam insiden tersebut mempunyai izin untuk menggunakan senjata api. Selain itu mereka juga telah tahap tes psikologi sebelum diizinkan memgang senjata.

Menurut Condro, pemegang senjata api harus melalui tahapan pengecekan psikologis di Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan psikologis, kata Condro, telah dilakukan secara rutin.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Tewasnya tiga anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa (10/10/2017) petang langsung direspon Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Rabu (11/10/2017) pagi kapolda menggelar jumpa pers mengenai peristiwa tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga anggota polisi yang tewas tercatat sebagai anggota Subden IV Sat Brimob Pati.

Pelaku utama dalam peritiwa itu yakni Bripka Bambang Tejo. Pelaku diketahui langsung bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri setelah menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

“Pukul 18.00 WIB terjadi penembakan anggota Brimob terhadap rekannya sendiri. Mengakibatkan 3 meninggal dunia,” kata Condro di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Rabu (11/10/2017).

Diduga penyebab aksi tersebut adalah cekcok di lokasi kejadian, sehingga mengakibatkan saling baku tembak. Bahkan salah satu saksi menyebut mendengar rentetatn tembakan sebanyak 20 kali.

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Rentetan senjata itu berasal dari senapan laras panjang tipe Ak 101 yang digunakan personel Brimob.

“Motifnya sampai tadi pagi, dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” ujar kapolda.

Hingga saat ini jenazah ketiga korban tewas masih diautopsi di RSUD Blora. Selama proses autopsi rumah sakit itu dijaga ketat aparat kepolisian.

Tempat penembakan juga masih dijaga ketat untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Diberitakan, tiga anggota Brimob Pati yang tengah melakukan pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, tewas, Selasa (10/10/2017).

Mereka terlibat baku tembak. Dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo. Setelah  melakukan penembakan, Brigadir Bambang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Editor : Ali Muntoha

Polres Jepara Perketat Pengamanan Usai Teror Blok M

 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memperketat penjagaan seusai teror yang penusukan yang menimpa anggota Brimob, di Masjid Falatehan Kebayoran Baru-Jakarta, Jumat (30/6/2017) lalu. Pengetatan termasuk pada fasilitas layanan umum seperti pembuatan SKCK, SIM dan masjid Kholilurahman yang ada di kompleks Mapolres. “Polda Jateng sudah memberikan direktif (arahan) untuk meningkatkan kewaspadaan. Ada peningkatan jumlah personel yang mengamankan. Sistem pengamanan juga diberlakukan sistem covering. Jadi yang mengamankan lalulintas ada itu personel pengamanan terbuka atau tertutup yang melindungi,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia mengatakan pengetatan pengamanan Mapolres  tidak lantas mengurangi kenyamanan pelayanan masyarakat. Ia menyebut, akan ada pemeriksaan khusus bawaan warga yang ingin membuat surat keterangan. 

Masjid polres digunakan umum untuk salat jumat, pelayanan umum sim dan perpanjangan stnk dan sebagainya agar tetap dilayani secara ramah, namun ditingkatkan pengamanannya. Tasnya ditinggalkan diluar,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, peningkatan pengamanan juga dilakukan di jajaran Polsek yang ada di Jepara. 

Editor: Supriyadi