Brigadir Budi Sempat Video Call dengan Istri, Sejam Sebelum Tewas Ditembak Sesama Anggota Brimob Pati

Jenazah Brigadir Budi Wibowo saat akan dikebumikan di TPU Sugihrejo, Gabus, Pati, Rabu (11/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Brimob Subden IV Pati asal Sugihrejo, Gabus, Brigadir Budi Wibowo sempat melakukan video call dengan istri, satu jam sebelum meninggal dunia ditembak sesama anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul, Ngawen, Blora, Selasa (11/10/2017) malam.

Purwanto, kakak sepupu korban mengungkapkan hal itu kepada wartawan seusai prosesi pemakaman di TPU Sugihrejo. “Sempat video call dengan istri jam 17.30 WIB,” ujar Purwanto.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Sang istri tidak menduga bila video call tersebut menjadi momentum terakhir pertemuannya dengan suami. Namun, sang istri tidak bisa dimintai keterangan lantaran masih syok.

Purwanto mewakili keluarga mengaku sudah merelakan kepergian korban. Pasalnya, insiden tersebut diakui sebagai sebuah musibah yang tidak bisa dihindari.

Baca: Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Dia menceritakan, sang istri sempat bertegur sapa dengan suami melalui video call pada pukul 17.30 WIB. Setelah itu, pihak keluarga mendengar kabar bila Brigadir Budi sudah tiada.

Jenazah Brigadir Budi dikebumikan di TPU Sugihrejo sekitar pukul 13.00 WIB. Puluhan polisi mengikuti prosesi pemakaman kedinasan yang dihadiri perwakilan Polda Jawa Tengah dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan beserta jajarannya.

Editor: Supriyadi

Baca: Begini Suasana Rumah Duka Brigadir Budi Wibowo di Sugihrejo Pati

Polda Bakal Evaluasi Penugasan Brimob di Sumur Minyak SGT Blora

Lokasi sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT)-01, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora yang menjadi tempat penembakan anggota Brimob. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jateng akan melakukan evaluasi penempatan personel Brimob, termasuk peronel yang bertugas di lokasi sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT)-01, di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Evaluasi dilakukan setelah terjadi aksi penembakan yang menewaskan tiga anggota brimob di lokasi pengeboran minyak tersebut. Pelakukanya adalah anggota Subden IV Sat Brimob Pati Bripka Bambang Tejo, yang menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

Bripka Tejo juga langsung bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri menggunakan senapa AK 101 miliknya.

“Akan kami evaluasi penempatan anggota Brimob, termasuk di lokasi itu (TKP penembakan). Akan kami evaluasi internal,” katanya, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan, keberadaan anggota Brimob di lokasi SGT-01 sudah sejak sebulan terakhir. Anggota Brimob ditugaskan untuk mengamankan proyek vital nasional, sesuai permintaan.

Baca : Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Baca : Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

”Ada permohonan pengamanan proyek vital nasional kepada Polri. Sat Brimob Jateng menugaskan 6 personel untuk pengamanan selama sebulan,: ujarnya.

Saat kejadian penembakan, Selasa (10/10) petang kemarin, ada 3 anggota yang mendapat giliran jaga. Yaitu para korban atas nama Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Bripka Bambang Tejo (36).

Ia juga menyebut, sebelum kejadian tidak ada cekcok antara pelaku dan korban. Hal ini sesuai keterangan saksi, yakni Brigadir Muhadi. Selain itu ia juga membantah adanya baku tembak, karena senjata yang ditemukan hanya satu pucuk AK 101.

“Senjata yang berada di dekat korban itu ada satu. Sedangkan dua senjata milik korban ada di dalam barak,” terangnya.

Ia juga memastikan, tiga anggota Brimob yang tewas dalam insiden tersebut mempunyai izin untuk menggunakan senjata api. Selain itu mereka juga telah tahap tes psikologi sebelum diizinkan memgang senjata.

Menurut Condro, pemegang senjata api harus melalui tahapan pengecekan psikologis di Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan psikologis, kata Condro, telah dilakukan secara rutin.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Ini Spesifikasi Senjata Serbu yang Digunakan Brimob untuk Nembak Mati Rekannya di Blora

Anggota Brimob sedang latihan menembak menggunakan senapa AK 101/102. (Indomiliter.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Tiga orang anggota Subden IV Sat Brimob Pati tewas tertembak saat melakukan pengamanan di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa (10/10/2017) petang.

Pelaku utama dalam peristiwa itu yakni Bripka Bambang Tejo. Pelaku diketahui langsung bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri setelah menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

Senapan yang digunakan Bripka Bambang Tejo untuk bunuh diri dan menembak rekannya adalah senapan serbu AK 101/102. Senapan ini merupakan senjata standar Brimob Polri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyebut senjara AK 101 itu berada di dekat tubuh tubuh Bripa Bambang Tejo.

“Saksi mendengar suara tembakan yang berasal dari barak personel brimob yang diperbantukan untuk pengamanan,” katanya dalam jumpa pers di Akpol Semarang, Rabu (11/10/2017) pagi.

Brimob kali pertama menenteng senjata ini awal-awal masa reformasi. Kehadiran Brimob yang menggunakan senapa serbu varian AK dari Rusia itu sempat mengejutkan publik. Karena pada saat itu, TNI hanya menggunakan senjata serbu SS-1 buatan Pindad.

Senapan AK 101 (atas) dan senapan AK 102 (bawah).

Senjata ini mempunyai tiga pilihan mode tembak. Yakni singgle shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis yang mampu menembakkan beberapa peluru dalam sekali tarikan picu.

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Baca : Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Dikutip dari indomiliter.com, AK 101/102 ini merupakan senapan serbu bercitarasa NATO,  lantaran menggunakan amunisi NATO 5,56 x 45 mm. Meski punya bentuk magasin berbeda dengan kepunyaan M-16/SS-1, tapi amunisi antara tiga senjata ini dapat saling dipergunakan.

AK-101 sejatinya adalah versi ekspor dari varian AK-74M. Senjata ini memang dirancang Izmash Machine Building Plant untuk merayapi pasar negara-negara penganut standar NATO. Berbeda dengan generasi AK-47, pada AK-101/102 keseluruhan bodi senjata di cat warna hitam.

Senjata AK-101/102 ini mengadopsi jenis receiver yang sama, termasuk dapat dipasangi teropong bidik.

Harga senapan serbu ini relatif murah, AK-101 per pucuknya dibandrol US$436,10 dan AK-102 US$ 422,04 per pucuk. Dan setelah enam belas tahun dioperasikan, AK-101/102 masih terbukti bandel, mirip dengan saudara tuanya AK-47.

Selain Indonesia, negara pengguna AK rasa NATO ini adalah Bhutan, Malaysia, Pakistan, Somalia, Uruguay, India, Venezuela, Cyprus, dan Uni Emirate Arab.

Spesifikasi AK-101/102
– Rilis perdana: 1994
– Pola tembakan: single shot (semi-otomatis), three-shot burst fire (satu tarikan picu tiga tembakan), dan otomatis
– Berat Kosong: 3,6 kg (AK-101)/3,2 kg (AK-102)
– Berat Isi: 4 kg (AK-101)/ 3,6 kg (AK-102)
– Panjang Popor terbuka: 943 mm (AK-101)/824 mm (AK-102)
– Panjang Popor terlipat: 705 mm (AK-101)/586 mm (AK-102)
– Panjang laras: 415 mm (AK-101)/314 mm (AK-102)
– Mekanisme senjata: gas operated, bolt rotating
– Kecepatan proyektil: 910 m/detik (AK-101) dan 850 m/detik (AK-102)
– Jarak tembak efektif: 450 m
– Magasin: 30 peluru

Editor : Ali Muntoha

Baca : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Tewasnya tiga anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa (10/10/2017) petang langsung direspon Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Rabu (11/10/2017) pagi kapolda menggelar jumpa pers mengenai peristiwa tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga anggota polisi yang tewas tercatat sebagai anggota Subden IV Sat Brimob Pati.

Pelaku utama dalam peritiwa itu yakni Bripka Bambang Tejo. Pelaku diketahui langsung bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri setelah menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

“Pukul 18.00 WIB terjadi penembakan anggota Brimob terhadap rekannya sendiri. Mengakibatkan 3 meninggal dunia,” kata Condro di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Rabu (11/10/2017).

Diduga penyebab aksi tersebut adalah cekcok di lokasi kejadian, sehingga mengakibatkan saling baku tembak. Bahkan salah satu saksi menyebut mendengar rentetatn tembakan sebanyak 20 kali.

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Rentetan senjata itu berasal dari senapan laras panjang tipe Ak 101 yang digunakan personel Brimob.

“Motifnya sampai tadi pagi, dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” ujar kapolda.

Hingga saat ini jenazah ketiga korban tewas masih diautopsi di RSUD Blora. Selama proses autopsi rumah sakit itu dijaga ketat aparat kepolisian.

Tempat penembakan juga masih dijaga ketat untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Diberitakan, tiga anggota Brimob Pati yang tengah melakukan pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, tewas, Selasa (10/10/2017).

Mereka terlibat baku tembak. Dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo. Setelah  melakukan penembakan, Brigadir Bambang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Editor : Ali Muntoha

Begini Kronologi Baku Tembak yang Menewaskan 3 Brimob di Blora

Salah satu korban baku tembak tewas setelah kena timah panas senjata laras panjang AK 101. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Tewasnya tiga anggota Brimob Pati pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB memang membuat orang tercengang.

Ini lantaran, proses tewasnya ketiga personel tersebut diwarnai baku tembak. Bahkan, dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri. Lalu bagaimana kronologinya?

Salah satu saksi mata, karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu ia mendengar rentetan tembakan kurang lebih 20 kali.

Karena kaget dan penasaran Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya.

Baca: 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang sudah tergeletak bersimba darah di depan tenda Pam Brimob. Dengan rasa panik dan memendam rasa takut, ia langsung lari dan segera menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pada pukul 18.00 WIB terdengar dua letusan di lokasi pengeboran minyak SGT 01 Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Saksi yang mendengar adalah anggota Brimob Brigadir Muhadi. Saat letusan terdengar Muhadi sedang berada di kamar mandi. Dia langsung menuju sumber suara dan melihat 2 anggota Brimob tergeletak.

Baca: Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Beberapa menit setelah terdengarnya dua letusan pertama, kembali terdengar suara tembakan. Ada sejumlah saksi yang mengecek lokasi sumber suara. Di lokasi ternyata Bripka BT atau Bambang Tejo sudah tergeletak dengan senjata api di dekatnya.

“Terdengar bunyi tembakan, dan senjata ada di dekat dia (Bripka Bambang Tejo),” katanya saat jumpa pers.

Diduga Bripka Bambang Tedjo menembak dua rekannya yaitu Brigadir Budi Wibowo (30) dan Brigadir Ahmad Supriyanto. Namun Condro menegas saat ini masih dilakukan pendalaman termasuk dari tim forensik dan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

“Motifnya sampai tadi pagi, belum pasti. Kemungkinan motif pribadi dari mereka,” tuturnya.

Hingga saat ini polisi masih menjalankan olah tempat kejadian perkara. Jenazah ketiga anggota Subden IV Brimob Polda Jateng itu masih ada di Blora untuk dilakukan autopsi. 

Editor: Supriyadi

3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Blora – Diduga karena cekcok, tiga anggota Brimob Pati pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, tewas, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Mereka terlibat baku tembak. Dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo. Setelah  melakukan penembakan, Brigadir Bambang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Adapun korban tewas Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Bambang Tejo (36 ). Ketiga jenazah masih berada di Blora.

Baca Juga: Polisi di Rembang Pergoki Istrinya Asyik Berduaan dengan Oknum TNI di Rumahnya

Personel Brimob yang melaksanakan pengamanan berjumlah 6 orang. Dua orang melaksanakan izin dan 4 orang ada di tempat. Mereka menggunakan senjata laras panjang AK 101. 

Karyawan GSS Giken Sakata Singapura, Redi mengatakan pukul 18.30 wib terdengar rentetan tembakan 20 kali. Redi mendekat ke TKP untuk memastikan ada apa sebenarnya. Setelah sampai di TKP, Redi melihat satu orang tergeletak di depan tenda Pam Brimob. 

Redi menghubungi personel Polsek serta Koramil Ngawen. Sedangkan Brigadir Slamet mengaku saat mandi, dia mendengar suara letusan senjata. Penasaran, Brigadir Slamet bergegas ke sumber suara. 

Baca Juga : Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Baca Juga: Bayar PSK Cantik dengan Uang Palsu, Lelaki Hidung Belang di Blora Ini Dicokok Polisi

Brigadir Slamet diperintahkan oleh Brigadir Kepala Bambang untuk meninggalkan tempat untuk menyelamatkan diri. Ketiga jenazah masih berada di Blora dan belum ada informasi akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.

“Iya (masih di Blora). Belum ada info (dibawa ke RS Bhayangkara Semarang),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Rabu (11/10/2017) dini hari.

Kabid Humas Polda Jateng AKBP Agus Triatmojo menyatakan berkaitan kejadian ini, pihaknya akan mengadakan konferensi pers oleh Kapolda Irjen Condro Kirono pada Rabu pagi.

Editor : Akrom Hazami

Baca Juga: Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf