Teller BRI di Kudus yang Tolak Uang Receh Minta Maaf ke Rumah Nasabah, Persoalan Selesai

Screenshot keluhan tentang pelayanan BRI dari  Facebook Kiki Suryaningrum. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penolakan nasabah yang dilakukan salah satu teller BRI di Kudus, memasuki babak baru. Setelah kasus ini viral di media sosial, pihak BRI langsung mengambil sikap.

Petugas yang melakukan penolakan nasabah dengan alasan tak menerima uang recehan, langsung mendapat pembinaan. Tak hanya itu, petugas tersebut juga mendatangi rumah nasabah yang ditolak untuk meminta maaf.

Dari pertemuan itu pun didapatkan kesepakatan jika kasus tersebut sudah selesai.

Hal ini juga diamini Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, petugas khusus teller di Jekulo sudah datang ke rumah nasabah tersebut.  Tujuannya untuk menyelesaikan perkara yang menyangkut nama BRI.

“Kemarin siang langsung saya hubungi  unit Jekulo. Dan saya meminta langsung diselesaikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (21/12/2017).

Menurut dia, petugas yang menyebabkan keluhan pelanggan dipastikan akan diberikan pembinaan. Namun mengenai sanksi yang diberikan, ia enggan membicarakan karena yang memutuskan internal BRI.

Surat pernyataan yang ditulis nasabah BRI

Sementara itu, Kiki Suryaningrum, warga Kecamatan Jekulo yang mengeluhkan pelayanan BRI juga menganggap persoalan tersebut sudah selesai. Karena pihak BRI datang secara langsung ke rumahnya untuk meminta maaf dan menyelesaikannya.

“Sekitar jam 16.00 WIB petugas datang. Mereka berjanji untuk menelusuri petugas yang membuat saya kecewa,” ungkap dia.

Dia memastikan permasalahan sudah beres, bahkan dia sudah membuat surat pernyataan yang juga diunggah ke akun Facebook milik dia.

Sebelumnya Kiki memposting keluhan tentang pelayanan di kantor Teras BRI Jekulo, yang menolak nasabah karena uang yang di bawa pecahan di bawah Rp 50 ribu.

Editor : Ali Muntoha

Baca : VIRAL, BRI Jekulo Kudus Tolak Uang Pecahan di Bawah Rp 50 Ribu dari Nasabah, Begini Reaksi Nitizen

Ada ‘Pejuang’ Cantik Layani Nasabah BRI Kudus

Pegawai BRI Kudus mengenakan pakaian pahlawan saat melayani nasabah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak cara dilakukan untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain sejumlah perlombaan yang banyak digelar, ada pula yang memeriahkan dengan cara lain.

Seperti halnya yang dilakukan karyawan BRI Kudus, Rabu (16/8/2017). Mereka mengenakan atribut para pejuang. Tak hanya petugas teller yang melayani nasabah saja, tapi semua karyawan.

Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, keputusan untuk memeriahkan dengan cara ini sebelumnya hanya direncanakan untuk bagian teller saja, karena langsung melayani nasabah. Namun, setelah ditimbang timbang, akhirnya diputuskan untuk semuanya karyawan.

“Ini untuk merayakan Kemerdekaan RI, jadi diputuskan semuanya mengenakan seragam yang bertema pejuang atau kemerdekaan. Pakaian semacam ini akan dikenakan dua hari, yaitu pada 16 Agustus dan 18 Agustus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, para karyawan dibebaskan berkreasi mengenakan pakaian kemerdekaan. Hingga akhirnya kreativitas muncul, seperti pakaian putih berhasduk merah-putih, lengkap dengan topi pejuang dan pin merah-putih.

Selain itu, ada pula sejumlah karyawan yang mengenakan pakaian adat Jawa, dengan pertimbangan pejuang juga banyak yang muncul dari Jawa. Dengan nuansa baru tersebut, membuat suasana pelayanan tampak berbeda dan memberikan hal yang baru bagi nasabah yang datang.

“Ada sekitar 100 karyawan di cabang Kudus. Namun kami juga menerapkan hal yang sama bagi kantor-kantor kas di tiap kecamatan di Kudus, untuk berpakaian pejuang. Bahkan saya juga mengenakan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha