Dor, Ditembak Gara-gara Lawan Polisi

elaku pembobolan brankas saat di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

elaku pembobolan brankas saat di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dua dari empat komplotan pembobol brankas, ditembak polisi. Kedua pelaku terpaksa ditembak karena melawan saat sedang ditangkap petugas.

Hal itu disampaikan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan saat gelar kasus, Rabu (23/3/2016). Dikatakan, saat menggerebek pelaku, keduanya terpaksa ditembak karena menghindari perlawanan.

“Saat mereka ditangkap, mereka melakukan perlawanan. Karena sudah membahayakan, makanya petugas sampai menembak dua pelaku,” katanya.

Kedua pelaku yang ditembak adalah, RH alias Gembol, AR. Keduanya membuat petugas terpaksa menembak bagian kakinya. Kapolres menambahkan, jika tidak ada perlawanan maka petugas juga tidak akan menembaknya.

Baca juga : 4 Pembobol Brankas Berbahaya di Kudus Diringkus

Menurutnya, keempat pelaku tersebut merupakan spesialis dalam membobol rumah dalam keadaan kosong. Berdasarkan pengakuan pelaku kepada petugas, pelaku sudah menjalankan aksinya hingga dua kali.

“Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang di perumahan untuk lebih hati hati lagi. Jika hendak bepergian dapat lapor ke RT dan RW. Hal itu untuk membantu dalam hal pengamanan,” ujarnya.

Selain itu, laporan juga dapat disampaikan kepada babinkamtibmas agar dapat lebih diintensifikasi dalam melakukan patroli dan menjaga lingkungan. Khususnya bagi yang rumah kosong.

Editor : Akrom Hazami

4 Pembobol Brankas Berbahaya di Kudus Diringkus

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah empat kawanan pembobol brankas di Kudus, diringkus Polres Kudus. Keempat kawanan maling berhasil membawa brankas yang berisi sejumlah benda berharga.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, keempat pelaku adalah RH alias Gembol, AR, SD, dan TY alias Sakek. Keempat pelaku menjalani aksinya secara berkelompok dan berbagi tugas masing masing.

“Mereka membagi tugas, mulai dari mata mata, bongkar pintu hingga membawa dan membuka paksa brankas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, korban dalam kejadian ini adalah Budi Setiani, warga jalan Kutilang 10 Desa Panjunan, RT 1 RW 3, Kecamatan Kota, Kudus. Dari kejadian itu, kerugian mencapai sekitar Rp 20 juta isi dalam brankas.

Jumlah tersebut, terdiri dari uang tunai, perhiasan emas, serta BPKB dan surat-surat penting. Sebelum membongkar brankas, pelaku memasukkannya ke dalam mobil yang sebelumya sudah disiapkan pelaku.

Kejadian pencurian itu, terjadi pada 8 Februari lalu, namun setelah mendapatkan laporan serta penyelidikan, keempat pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 05.00 pada 14 Maret lalu.

“Ada beberapa barang bukti yang diamankan, satu buah mobil Avanza warna putih nopol H 9448 HE, dua buah linggis, gergaji besi, satu hp. Adalagi obeng dua buah dan kunci L,” imbuhnya.

Oleh polres, pelaku diancam 7 tahun penjara dengan melanggar pasal 363 KUHP dengan pencurian pemberatan.

Editor : Akrom Hazami