Gudang Distributor di Kudus Digrebek BPOM, Ribuan Makanan Ringan Berizin Palsu Diamankan

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan produk berizin edar palsu disita Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, dari sebuah gudang di Jalan Lingkar Timur No 88 Kudus, Kecamatan Jati, Selasa (20/3/2018) petang.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan, total kemasan produk yang disita adalah 1.307 buah. Adapun status gudang tersebut diketahui sebagai gudang distribusi.

“Ada izin edarnya, namun ternyata setelah diteliti izin edar yang digunakan tak sesuai atau palsu,” katanya kepada pewarta.

Dirinya menyebut, ribuan produk yang disita memiliki nilai total Rp 71.944.000‎. Adapun jenis kemasan yang disita adalah kue kering ataupun wafer.

Endang menyebut, penyitaan di Kudus didahului dengan temuan tempat produksi makanan yang ada di Surabaya dan Bandung. Adapun, status gudang yang ada di Kudus hanya sebagai penyalur atau distributor.

Dirinya menjelaskan, produk yang tak memiliki izin edar, melanggar ketentuan sebagaimana tertulis dalam UU no 18/2012 pasal 142 tentang pangan. Ancamannya adalah kurungan maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 4 miliar.

“Selanjutnya kemasan yang kami Sita, kita amankan dulu di kantor. Jika tidak ada konfirmasi dari pemilik maka akan dimusnahkan,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBPOM di Surabaya maupun Bandung sebagai tempat produksi makanan dalam kaleng itu.

Sementara itu pemilik gudang, mengaku tak tahu jika makanan tersebut tak terdaftar di BBPOM. Menurutnya, ia hanya percaya pada pemasok karena telah terdapat izin edar.

“Tahunya kalau itu ada izin edarnya, ternyata palsu. Ya lebih hati-hati lagi lah besok-besok,” ucapnya yang enggan menyebutkan identitasnya.

Editor: Supriyadi

Dinkes Jepara Instruksian Puskesmas Mlonggo Tindaklanjuti Temuan Coklat Berisi Baut

MuriaNewsCom Jepara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara instruksikan Puskesmas Mlonggo menindaklanjuti temuan coklat mengandung material baut, rafia dan plester, di MI Matholibul Huda. ‎

“Kami mengimbau pihak sekolah dan warga terutama murid untuk waspada terkait penganan yang dijual di‎ sekolahan, teliti sebelum membeli,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati, Jumat (5/1/2018).

Selain karena kasus di Mlonggo, dirinya juga meminta warga Bumi Kartini untuk mewaspadai, kudapan yang mengandung bahan kimia. Diantaranya pewarna kimia ataupun zat berbahaya lain.

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

“Hindari makanan yang warnanya menyolok karena diduga mengandung Rhodamin atau zat berbahaya lainya,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta warga yang menemukan jajanan yang diduga mengandung bahan berbahaya untuk segera dilaporkan ke Puskesmas setempat. Terkait penganan berharga murah Dwi meminta warga tidak tergiur.

“Makanan murah belum tentu sehat, untuk itu kita harus berhati-hati,” tuturnya.

Baca: Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur Di Mlonggo Jepara

Diberitakan sebelumnya, di kantin sekolah milik MI Matholibul Huda Mlonggo, ditemukan coklat yang didalamnya terdapat mur, tali plastik, dan potongan plester. Peristiwa yang terjadi kemarin (Kamis, 4/1/2018) itu sontak membuat pihak sekolah kaget.

Langkah jangka pendek kemudian diambil, dengan menyita seluruh stok coklat di kantin dan melaporkan hal ini kepada kepolisian setempat. Saat ini, polisi tengah menyelidiki pemasok coklat tersebut.

Editor: Supriyadi

Polisi Telusuri Pemasok Coklat Berisi Mur di Mlonggo Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Mlonggo bertindak cepat begitu mengetahui adanya temuan coklat berisi baut dan Rafia. Penelusuran terhadap pemasok kini tengah dilakukan.

AKP Maryono Kapolsek Mlonggo menyatakan, saat ini pihaknya telah mendatangi kios di Pasar Mlongo dimana coklat itu berasal. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Hari ini kami telah mendatangi toko di Pasar Mlonggo dimana coklat di MI Matholibul Huda berasal,” katanya, Jumat (5/1/2018‎).

Baca: Bikin Geger, MI Matholibul Huda Mlonggo Jepara Temukan Coklat Berisi Baut Dan Rafia

Menurutnya, ciri coklat yang mengandung material tak lazim itu berbentuk segi empat, berbungkus alumunium foil warna emas. Sementara pada bagian bungkus terdapat label produksi bertuliskan Pelita Enak dan Lezat Bandung. Bahkan didalamnya dicantumkan izin dari dinas kesehatan untuk penganan yakni P.IRT No 2103204011879-18.

Pengecekan yang dilakukan, menemukan bahwa coklat diperoleh di sebuah kios bernama Monaliza. Disana, diketehui coklat didistribusikan oleh seseorang dari Demak.

“Belum kami ketahui identitasnya (pemasok coklat), namun demikian diketahui yang memasok dari wilayah Demak,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Polsek Mlonggo telah melaporkannya kepada Polres Jepara. Selain itu, petugas Bhabinkamtibmas setempat juga telah melakukan imbauan kepada guru dan siswa, agar waspada.

Editor: Supriyadi

Anggota DPR RI Sri Wulan Desak Peredaran Obat Online Diawasi Ketat

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan saat rapat dengan Badan POM terkait implementasi Perpres No 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Wulan mengaku cukup resah dengan peredaran obat dan kosmetik secara online. Obat-obatan yang dijual bebas melalui media sosial itu tak bisa dipastikan keamanannya, sehingga dampaknya bisa membahayakan kosumen.

Legislator asal Kabupaten Pati ini meminta pihak-pihak terkait, mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun aparat kepolisian melakukan pengawasan ketat mengenai hal ini.

”Peredaran obat yang dilakukan lewat online itu cukup meresahkan. Pelanggan tak tahu apakah obat itu legal atau ilegal, sehingga konsumen nantinya yang dirugikan. Belum lagi risiko bagi kesehatan jika obat itu palsu,” katanya, Kamis (7/9/2017).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, masalah ini telah ia sampaikan saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan POM di ruang rapat Komisi IX DPR RI, Selasa (5/9/2017) kemarin.

Ia menyebut, banyak kasus ditemukan di beberapa daerah di mana masyarakat tertipu membeli obat maupun kosmetik yang dibeli secara online. ”Iklan obat dan obat-obatan tradisional yang beredar juga harus diawasi,” ujarnya.

Menurutnya, obat maupun kosmetik yang beredar di pasaran harus sudah mendapatkan izin dari BPOM. Lembaga ini juga yang berwenang untuk melakukan pengawasan obat maupun produk makanan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Perpres ini ditandatangani Presiden Joko Widodo tanggal 9 Agustus 2017 lalu. Sri Wulan menyebut, dalam rapat tersebut juga dibahas tentang percepatan implementasi perpres dan simplifikasi dan percepatan proses registrasi obat dan makanan.

Selain harus mengawasi secara ketat peredaran obat dan kosmetik melalui online, mantan anggota DPRD Jawa Tengah periode 2009-2014 ini juga meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan pengamanan perilaku nge-lem yang masih banyak ditemui di kalangan anak muda.

Editor : Ali Muntoha

Disidak BPOM, Pedagang Pasar Jekulo Kudus Ini Malah Senang

 

Salah satu pedagang di Pasar Jekulo saat menjaga toko kosmetiknya usai disidak BPOM. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu pedagang di Pasar Jekulo saat menjaga toko kosmetiknya usai disidak BPOM. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa hari lalu membuat sejumlah pedagang di Pasar Jekulo senang. Ini lantaran aksi BPOM tersebut berhasil mengedukasi para pedagang untuk tetap berhati-hati dengan kosmetik, makanan, ataupun obat-obatan ilegal.

Salah satu pedagang di Pasar Jekulo, Yanti mengaku, tidak tahu kosmetik dan obat-obatan yang dijual belum terdaftar di BPOM. Apalagi, barang-barang yang menjadi temuan BPOM merupakan barang titipan dari sales.

”Saya tidak tahu, apakah barang (makanan, kosmetik dan obat obatan ) tersebut sudah di akui BPOM atau belum. Tapi, berkat sidak tersebut kami jadi faham mana yang barang ilegal dan mana yang resmi,” katanya.

Semenatara itu, terkait adanya sidak tersebut dirinya berjanji bakal berhati hati untuk membeli dan menerima dari sales produk yang akan mheyetori.

”Kalau sudah tau mana yang ilegal dan tidak, tentu kami akan ekstra hati-hati. Terutama saat ada barang yang disetori sales,” ujarnya.

Dia menambahkan, setidaknya sidak ini bisa mencerahkan semua kalanga. Baik itu masyarakat dan penjual. Sehingga penjual juga tidak tertipu oleh produk yang diberikan oleh sales.

Editor: Supriyadi

Trik Aman Beli Obat dan Makanan di Kudus Versi BPOM

Jpeg

Contoh tampilan pengecekan barang di BPOM. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Maraknya obat dan makanan yang belum terdaftar di instansi pemerintahan, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang ambil langkah. Yaitu mengimbau kepada warga Kudus supaya bisa membuka internet.

Kemudian, meminta warga untuk membuka web, halaman, atau situs BPOM. Dalam situs itu, warga yang hendak membeli suatu produk makanan atau obat bisa mengeceknya. Apakah itu terdaftar atau tidak.

Sebab, jika produk tak terdaftar maka kualitas dan kandungan kesehatannya, diragukan.  “Di situs itu bisa mengecek, resmi tidaknya obat dan makanan yang akan dibeli oleh konsumen,” kata anggota BPOM Semarang Zeta Rina Pujiastuti di Kudus.

Bagi pengguna Android, warga bisa membuka program Play Store. Setelah dibuka, ada kotak yang bertuliskan Google Play. Kotak tersebut langsung diisi atau diketik, cek BPOM.

Setelah diketik cek BPOM akan muncul gambar situs BPOM. Selanjutnya, bisa langsung memilih gambar yang bertulislan BADAN POM data produk teregistrasi. Setelah memilihi situs itu, langsung bisa di-klik dan install. Situs itu akan tersimpan di ponsel.

Bila sudah tersimpan, lanjut dia lagi, bisa langsung dicoba atau dibuka. Yakni dengan mengetik nomor registrasi barang dan klik kata cari. Di situ nantinya akan diketahui, barang yang ada masukan nomornya tersebut apakah sudah terdaftar atau belum.

“Bila sudah terdaftar, maka aman untuk dibeli. Sedangkan belum tedaftar, maka harus waspada. Bisa jadi barang tersebut palsu,” tegasnya.

Hal itu tak lepas dari temuan BPOM di Kudus, terdapat ribuan produk kosmetik dan obat tak terdaftar di pasar dan apotek.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Bahaya, Obat dan Kosmetik Ilegal Beredar Bebas di Apotek dan Pasar di Kudus