Jualan Obat dan Kosmetik Via Online Kini Diawasi Polisi dan BPOM

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang saat jumpa pers mengenai upaya penindakan obat ilegal online. (istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Maraknya penjualan obat dan kosmetik secara online melalui media sosial kini mendapat pengawasan khusus dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang.

Bahkan BBPOM Semarang juga menggandeng Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Terlebih beberapa waktu lalu telah terbongkar pemalsu obat kuat dan pelangsing tubuh abal-abal dari Jepara yang dijual secara online.

Dua instansi ini akan bekerja sama untuk melakukan investigasi terhadap situs-situs online maupun akun media sosial yang digunakan untuk melakukan penjualan obat dan kosmetik.

 “Penjualan obat atau kosmetik berbasis internet atau online menjadi salah satu prioritas kami. Kita Kerja sama dengan Ditreskrimsus untuk melakukan investigasi,” Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati.

Penjualan obat dan kosmetik secara online jika tak dilakukan pengawasan, akan bisa merugikan konsumen. Karena produk obat dan kosmetik palsu dengan kandungan bahan kimia berbahaya bisa diedarkan dengan mudah.

Baca : Polda Jateng Jebak Pembuat Obat Perangsang dan Obat Kuat Palsu dari Jepara

Menurut dia, dengan pengawasan ketat ini, jika ditemukan adanya peredaran obat dan kosmetik secara ilegal melalui internet, pihaknya akan langsung bergerak melalukan tindakan, dan memprosesnya sesuai hukum.

“Kami investigasi dulu. Cara investigasinya tak perlu kami ungkapkan. Nanti bisa terdeteksi saranannya yang menjual dimana kemudian kami lakukan operasi penertiban,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membongkar jaringan peredaran obat kuat dan obat perangsang palsu yang beroperasi secara online.

Polisi mengamankan Muhamad Nazarudin (38) warga Dukuh Krajan, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jepara, beserta barang bukti satu pikap obat palsu siap edar.

Nazarudin diketahui sebagai peracik (pemroduksi) dan pengedar obat abal-abal yang diberi label dengan merk terkenal tersebut. Obat yang diproduksinya mulai dari obat kuat untuk laki-laki, obat perangsang wanita, hingga obat pelangsing.

Modus yang digunakan untuk mengedarkan obat-obat palsu ini dilakukan secara online, dan pemesanan melalui SMS.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 3,4 Miliar Dibakar BBPOM Semarang

Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 3,4 Miliar Dibakar BBPOM Semarang

BBPOM Semarang memusnahkan obat kuat, kosmetik dan obat tradisional ilegal, Rabu (4/10/2017). (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Semarang- Ribuan kemasan obat dan kosmetik ilegal, Rabu (4/10/2017) dimusnahkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, dengan cara dibakar. Obat berbahaya serta tanpa izin edar itu ditaksir mempunyai nilai jual sebesar Rp 3,4 miliar.

Obat-obatan tersebut merupakan barang bukti hasil sitaan dari sejumlah razia yang digelar BBPOM Semarang sejak 2016 lalu.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 1.359 kemasan obat kuat tanpa izin edar, 47.791 sachet obat tradisional mengandung bahan kimia, dan 72.078 bungkus kosmetik tanpa izin edar. “Perkiraan nilai ekonomis mencapai Rp 3.439.690.600,” kata Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati.

Wilayah asal obat-obat ilegal itu di antaranya berasal dari Semarang, Pati, Cilacap, Brebes, maupun Sukoharjo. ”Daerah-daerah ini sebagai tempat produksi dan diedarkan ke luar wilayah,” ujarnya.

Baca : Polda Jateng Jebak Pembuat Obat Perangsang dan Obat Kuat Palsu dari Jepara

Produk obat dan jamu ilegal tersebut cukup berbahaya, karena mengandung bahan kimia yang berpengaruh pada kesehatan.

Bahkan BBPOM ppernah mendapat laporan masyarakat ada warga yang mengidap gagal ginjal karena cukup lama mengonsumi obat-obatan ilegal. “Efeknya tidak seketika, mengkonsumsi obat-obatan ilegal dan mengandung bahan kimia itu efeknya belakangan,” terangnya. 

Dari razia di sejumlah daerah itu 11 orang telah dinyatakan sebagai tersangka dan tengah diproses hukum. Mereka terdiri dari pembuat atau produsen hingga pengedar.

Para pelaku juga tak segan menipu konsumen dengan mencantumkan nomor register BPOm palsu. Padahal menurutnya, data produk yang telkah terigester di BPOM bisa dipantau secara online melalui aplikai Android.

“Masukkan nomor ke aplikasi, kemudian cari. Jika tak cocok, berarti palsu atau tak berizin,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Begini Kondisi Rumah Tempat Pembuatan Obat Kuat Palsu di Jepara

Trik Aman Beli Obat dan Makanan di Kudus Versi BPOM

Jpeg

Contoh tampilan pengecekan barang di BPOM. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Maraknya obat dan makanan yang belum terdaftar di instansi pemerintahan, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang ambil langkah. Yaitu mengimbau kepada warga Kudus supaya bisa membuka internet.

Kemudian, meminta warga untuk membuka web, halaman, atau situs BPOM. Dalam situs itu, warga yang hendak membeli suatu produk makanan atau obat bisa mengeceknya. Apakah itu terdaftar atau tidak.

Sebab, jika produk tak terdaftar maka kualitas dan kandungan kesehatannya, diragukan.  “Di situs itu bisa mengecek, resmi tidaknya obat dan makanan yang akan dibeli oleh konsumen,” kata anggota BPOM Semarang Zeta Rina Pujiastuti di Kudus.

Bagi pengguna Android, warga bisa membuka program Play Store. Setelah dibuka, ada kotak yang bertuliskan Google Play. Kotak tersebut langsung diisi atau diketik, cek BPOM.

Setelah diketik cek BPOM akan muncul gambar situs BPOM. Selanjutnya, bisa langsung memilih gambar yang bertulislan BADAN POM data produk teregistrasi. Setelah memilihi situs itu, langsung bisa di-klik dan install. Situs itu akan tersimpan di ponsel.

Bila sudah tersimpan, lanjut dia lagi, bisa langsung dicoba atau dibuka. Yakni dengan mengetik nomor registrasi barang dan klik kata cari. Di situ nantinya akan diketahui, barang yang ada masukan nomornya tersebut apakah sudah terdaftar atau belum.

“Bila sudah terdaftar, maka aman untuk dibeli. Sedangkan belum tedaftar, maka harus waspada. Bisa jadi barang tersebut palsu,” tegasnya.

Hal itu tak lepas dari temuan BPOM di Kudus, terdapat ribuan produk kosmetik dan obat tak terdaftar di pasar dan apotek.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Bahaya, Obat dan Kosmetik Ilegal Beredar Bebas di Apotek dan Pasar di Kudus 

Ternyata Berbahaya kalau Makanan dan Obat Diletakkan di Satu Etalase

uplod jam 18 bahaya makanan dan obat (e)

BPOM mengecek kosmetik dan obat atau makanan di Pasar Jekulo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan sidak yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus bukan hanya terfokus pada obat terlarang dan kosmetik palsu saja. Melainkan penempatan atau penataan barang dagangan yang ada di etalase juga dipantau secara teliti.

Bagian Farmasi DKK Kudus Rohis mengatakan, sidak ini juga untuk memberikan pendidikan kepada pedagang. Bahwa satu etalase harus digunakan untuk menyimpan barang dagangan sejenis.Misalkan satu etalase tidak boleh dibuat menyimpan obat dan makanan.

“Sebab nantinya aroma obat itu bisa membuat kualitas makanan menurun.Terlebih jika obat tersebut adalah pembasmi nyamuk, kata Rohis.

Dia melanjutkan, bila satu etalase itu dibuat menyimpan dua produk berbeda, maka akan membahayakan kualitas barang dagangan makanan itu.

Dari pantauan MuriaNewsCom, rata-rata pedagang tersebut menyimpan barang dagangannya secara campur. Baik itu makanan, obat dan kosmetik. Semuanya ditempatkan di satu etalase.

“Seharusnya, pedagang memisahkan barang dagangan makanan baik itu minuman ringan, makanan dengan obat obatan maupun kosmetik. Ditempatkan di etalase berbeda. Biar makanan juga tidak beracun,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Bahaya, Obat dan Kosmetik Ilegal Beredar Bebas di Apotek dan Pasar di Kudus