Borobudur Lebih Menguntungkan Bagi Yogyakarta, Begini Tanggapan DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Keberadaan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, seharusnya bisa menjadi hal yang menguntungkan bagi Provinsi Jateng. Namun selama ini yang lebih banyak mendapatkan hasil secara maksimal dari candi tersebut justru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pasalnya, kebanyakan turis yang datang ke Candi Borobudur lebih memilih menginap dan menghabiskan waktunya di Yogyakarta.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyayangkan kondisi ini. Ia mendesak Pemprov Jateng dan Pemkab Magelang mampu memaksimalkan potensi Candi Borobudur.

“Pemerintah daerah harus bisa mendorong masyarakatnya agar bisa memaksimalkan potensi borobudur itu. Sangat disayangkan, jika potensi ini justru dimanfaatkan daerah lain,” katanya.

Menurut Rukma, potensi pariwisata Borobudur ini perlu dikembangkan, sehingga perekonomian masyarakat Magelang ikut terangkat. Untuk itu, Pemkab Magelang perlu memperhatikan dan mengembang infrastruktur pendukung, sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi daerah.

“Kesiapan infrastruktur akses menuju objek wisata perlu diperhatikan. Persoalan itu sangat menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah. Semua itu butuh perencanaan matang dari dinas terkait. Potensi wisata bisa dioptimalkan dengan dukungan infrastruktur yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Magelang Tavip Supriyanto mengatakan pemkab melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan secara bertahap telah mengembangkan sektor wisata dan kesenian. Hal itu bisa dilihat dari peran serta masyarakat dalam event kesenian tingkat nasional.

“Kami tetap berupaya agar potensi-potensi tersebut bisa dikelola optimal dan mampu memberikan pendapatan untuk daerah,” kata Tavip.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Larang Masyarakat Kudus Ikut Aksi Rohingya di Magelang

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melarang masyarakat Kudus, untuk terjun aksi bela Rohingya di Magelang, Jumat (8/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melarang masyarakat Kudus, untuk terjun aksi di Masjid An Nur Mungkid, Magelang terkait Rohingnya Jumat (8/9/2017) mendatang. Larangan tersebut dilakukan, lantaran tak ada izin dalam aksi yang dilakukan nanti.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kudus, agar tak terpengaruh ajakan ke sana. Karena, aksi damai tersebut tak memiliki izin dari Polres Magelang dan Polda Jateng,” katanya usai acara silaturahmi Forkopimda dengan Pemkab Kudus dan FKUB di Pendapa Kudus, Rabu (6/9/2017).

Menurutnya, monitor akan terus dilakukan mulai hari ini hingga Jumat mendatang. Monitor dilakukan secara intensif dan persuasif, agar tak ada satupun masyarakat Kudus yang ikut ke sana.

Baca Juga: Aksi Bela Rohingya Dialihkan, Borobudur Tetap Ditutup untuk Wisatawan Perorangan

Hingga kini, lanjutnya, belum ada kabar terkait masyarakat Kudus yang ikut aksi tersebut. Pengajuan izin akan aksi juga tidak ada masuk sehingga dianggap Kudus masih kondusif. Namun, segala kemungkinan tetap diwaspadai termasuk adanya masyarakat yang diam-diam berangkat.

“Di sana adanya doa bersama di Masjid pas jumatan. Kalau untuk jumatan, di sini juga ada. Jadi tidak usah jauh-jauh,” ungkapnya.

Senada, Bupati Kudus Musthofa juga menyatakan hal yang sama. Dia mengimbau masyarakat Kudus tak usah terprovokasi untuk pergi ke sana. Sebagai kepala daerah, mendukung apa yang dijalankan oleh polres Kudus.

“Jangan ada yang terpengaruh oleh kabar-kabar semacam itu. Kudus masih kondusif dan aman,” jelasnya. 

Editor: Supriyadi

Spiderman, Batman, dan Superman Ikut Upacara Bendera di Borobudur

Tampak peserta upacara dengan kostum superhero di Borobudur, Magelang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Magelang – Ada yang unik dari perhelatan upacara HUT RI di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (17/8/2017). Karena sejumlah peserta upacara, mengenakan kostum superhero seperti Spiderman, Batman, Superman, tokoh pewayangan, dan lainnya.

Dari sejumlah sumber, sebelum upacara dilakukan, terlebih dulu diadakan prosesi peringatan berupa kirab mulai dari jalan Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur menuju Limanjawi Art House, lokasi tempat kumpul Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) 15.

Koordinator Acara, Umar Chusaeni mengatakan, pihaknya memang mengusung tema keanekaragaman seni tradisi. “Kita juga mengajak seniman kontemporer modern yang mengenakan kostum superhero,” kata Umar Chusaeni dikutip dari detikcom.

Masih kata Umar, keberadaan peserta upacara mengenakan kostum superhero guna melambangkan tokoh yang ngayomi. Biasanya tokoh tersebut membela pihak yang benar dan lemah. “Indonesia membutuhkan superhero-superhero seperti ini,” ungkapnya.

Kegiatan merupakan wujud kepedulian seniman nilai tradisi, serta bentuk menyambut kemerdekaan RI. Pihaknya juga ingin memberikan suasana berbeda yang menyenanangkan dalam upacara kali ini. Kendati demikian, pihaknya tetap memegang erat nilai sakral Hari Kemerdekaan.

Editor : Akrom Hazami