Kotak Misterius Ditemukan di Hutan Prawoto Pati, Isinya Bikin Kaget

Polisi bersama warga mengevakuasi brankas misterius yang ditemukan di kawasan hutan Prawoto, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah brankas misterius yang berisi surat-surat berharga bernilai ratusan juta rupiah ditemukan di kawasan pinggir hutan Desa Prawoto, Sukolilo, Pati, Kamis (23/11/2017) malam.

Kepala Desa Prawoto Hyro Fachrus mengatakan, brankas itu pertama kali ditemukan warganya. Sebelum ditemukan, warga sempat melihat orang laki-laki berdiri di dekat mobil Avanza warna silver.

“Warga saya melihat sebuah handuk di jalan. Karena penasaran, dia mengecek dan melihat ada kotak besi. Berhubung takut, dia lapor saya yang kemudian informasi dilanjutkan ke pihak kepolisian,” ujar Hyro, Jumat (24/11/2017).

Baca: Pelaku Mesum di Masjid Jepara Dinikahkan di Mapolsek

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pengecekan. Setelah dibuka, brankas tersebut berisi surat-surat berharga berupa dua sertifikat tanah dan dua buah BPKB.

Selain surat berharga, polisi juga menemukan tiga linggis dan dua gergaji. Belum diketahui secara pasti penyebab brankas tersebut dibuang di kawasan hutan Desa Prawoto.

Namun, dugaan sementara mengarah pada aksi pencurian brankas dari rumah seseorang. Pelaku diduga kecewa, setelah brankas dibuka ternyata bukan berisi uang atau perhiasan sehingga dibuang.

Editor: Supriyadi

Baca: Rismanto, Kapolsek Welahan Jepara, Terharu Nikahkan Pasangan Mesum 

Baca: Begini Cerita Lengkap Kapolsek Welahan yang Didapuk Menikahkan Pasangan Mesum di Jepara

Dandim Kudus: Bom yang Ditemukan Warga Sering Digunakan Tentara dan Polisi

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komandan Kodim (Dandim) Kudus/0722 Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo mengatakan, som asap yang diketemukan Solikin, pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo bukanlah peninggalan masa lalu. Bom tersebut merupakan bom modern yang sering digunakan untuk kalangan tentara dan polisi.

“Sampai saat ini bom asap seperti itu masih dipergunakan. Kami di instansi tentara juga masih aktif mempergunakan bom asap tersebut,” katanya Rabu (15/11/2017).

Baca: Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Menurut Dandim, bom asap yang diketemukan tersebut diyakini bukan berasal dari Kudus. Karena, di Kudus cenderung aman sehingga tak perlu mengeluarkan bom asap. Meski begitu, baik kepolisian ataupun tentara masih menyelediki temuan bom tersebut.

“Dulu saya pernah menggunakannya. Itu merupakan bom asap biasa yang digunakan untuk melarikan diri. Jadi ledakannya juga biasa saja,” ujarnya.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Dia menjelaskan, bom asap tersebut merupakan bom asap jenis GT-6 AR CN lot no: 2/94 buatan Pindad. Sesuai nomornya, bom tersebut dibuat pada 1994 lalu.

Disinggung soal keaktifan atau tidaknya bom asap itu, Dandim tak bisa menjawabnya. Karena, untuk mengetahui hal tersebut harus melibatkan tenaga ahli. Untuk itu, bom akan dikirim ke pusat untuk pengecekan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Temuan bom asap di dalam drum bekas oleh pengrajin pisau dapur di Jekulo Kudus ternyata sempat dibuka paksa. Itu dilakukan lantaran, sang penemu penasaran dengan barang temuannya tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) Kudus/0722, Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo mengatakan satu dari lima bom asap yang ditemukan Solikin, perajin pisau dapur di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo memang sempat dibuka paksa. Akibat tindakan tersebut, tutup dan panel bom rusak.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, Solikin melakukan pembongkaran drum bekas untuk dibuat pisau. Disaat itulah ia (Solikin) menemukan ada bom asap. Karena tidak tahu dan penasaran ia mencongkel tutup bom tersebut,” katanya saat jumpa pers di Makodim, Rabu (15/11/2017).

Baca: Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Karena tak ada reaksi, bom tersebut pun dibiarkan begitu saja. Namun sekitar pukul 14.30 WIB, bom yang dicongkel nampak nyala.

”Karena khawatir, ia akhirnya melaporkan penemuan barang tersebut kepada Babinsa Koramil Gebog, yang kebetulan adalah tetangganya. Selanjutnya bom asap dibawa ke Kodim,” ujarnya.

Sebelumnya, Warga Jekulo Kabupaten Kudus digegerkan dengan temuan bom asap di dalam drum bekas, Selasa (14/11/2017) sore. Bom asap tersebut diperkirakan masih aktif lantaran masih lengkap dengan pemicu.

Bom asap tersebut ditemukan Solikin, seorang pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo. Saat itu, Solikin hendak menggarap drum bekas yang dibelinya dari tukang rosok langgananya.

Editor: Supriyadi

Baca: Kunduran Kontainer, Mobil Pengangkut Uang ATM di Jepara Ringsek

Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Jekulo Kabupaten Kudus digegerkan dengan temuan bom asap di dalam drum bekas, Selasa (14/11/2017) sore. Bom asap tersebut diperkirakan masih aktif lantaran masih lengkap dengan pemicu.

Komandan Kodim Kudus/0722, Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo mengatakan bom asap tersebut ditemukan Solikin, seorang pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 Kecamatan Jekulo. Saat itu, Solikin hendak menggarap drum bekas yang dibelinya dari langgananya.

“Sekira pukul 12.00 WIB, Solikin akan bekerja seperti biasa membuat pisau dengan bahan dari drum atau tong bekas. Pada saat melakukan pembongkaran tong bekas itulah, ditemukan bom asap,” katanya saat jumpa pers di Makodim, Rabu (15/11/2017).

Untuk jumlahnya, lanjut Dandim, bom asap yang ditemukan berjumlah lima buah. Saat ditemukan kelimanya masih lengkap dengan tutup dan pemicu.

Hanya, karena penasarandengan temuannya itu, Solikin mencongkel tutup bom. Karena tak ada reaksi, akhirnya bom tersebut dibiarkan begitu saja.

“Namun sekitar jam 14.30 WIB, bom yang dicongkel nampak nyala. Akhirnya penemuan barang tersebut dilaporkan kepada Babinsa Koramil Gebog, yang kebetulan adalah tetangganya,” ujar Dandim.

Dengan demikian, lanjut dia, satu bom asap memiliki keadaan yang rusak pada bagian atas. Sedang empat lainya masih dalam kondisi baik.

Saat ini, bom asap diamankan di Makodim Kudus. Penyelidikan juga masih dilakukan oleh Kodim Kudus bersama Polres Kudus.

Editor: Supriyadi

Kardus Dikira Benda Bahaya, Pasar Gatak Grobogan Geger

Inilah kardus berisi sangkar burung yang sempat bikin panik warga Warga Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah kardus berisi sangkar burung yang sempat bikin panik warga Warga Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, digegerkan dengan keberadaan sebuah kardus yang diletakkan di depan sebuah toko, Jumat (23/12/2016).

Kardus berukuran cukup besar dan dibalut lakban tebal itu berada dalam sebuah keranjang bambu.

Ketika aktivitas pasar mulai ramai pada sekitar pukul 07.00 WIB, keberadaan kardus warna kuning itu menjadi pusat perhatian. Ditunggu beberapa saat, tidak ada orang di sekitar yang mengambil kardus tersebut.

Hal ini membuat banyak warga khawatir. Mereka menduga jangan-jangan ada benda berbahaya yang ada di dalam kardus, yang sengaja diletakkan di tempat itu.

“Waktu saya lewat sekitar pukul 06.00 WIB, sempat melihat ada kardus itu. Saya kira kardus itu tadi sampah yang dibuang di situ,” kata Sigit, warga Pulokulon.

Lantaran khawatir terjadi sesuatu, keberadaan kardus misterius tersebut kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, Kapolsek Panunggalan AKP Djuhari beserta beberapa anggotanya langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil penelusuran, pemilik kardus yang sempat bikin geger itu berhasil ditemukan. Identintas pemilik diketahui bernama Wiranto (33), warga Dusun Gade RT 06 / 03 Desa Pojok, Kecamatan Pulokulon. Selanjutnya, pemilik kardus berhasil didatangkan ke lokasi untuk membuka kardus yang diklaim miliknya itu.

Editor : Akrom Hazami