Bocah 8 Tahun yang Terseret Arus di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tak Bernyawa

MuriaNewsCom, Jepara – Tubuh Noor Afidin bocah delapan tahun yang tenggelam di Sungai Mayong telah ditemukan, Kamis (4/1/2018) pagi. Jenazah diangkat dari sungai sekitar pukul 07.45 WIB.

“Jasadnya diangkat dari dalam sungai, ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya korban, sekitar 5-6 meter dari posisi awal,” kata relawan MDMC Jepara Hery Azhari.

Baca: Mandi Di Sungai, Bocah Delapan Tahun Hanyut Di Sungai Mayong Jepara

Menurutnya, kondisi korban ditemukan utuh. Hanya saja, ada beberapa luka dibagian wajah. Hal itu dimungkinkan karena tersangkut batuan yang ada di lokasi tersebut.

Di sekitar lokasi tenggelamnya korban, terdapat sebuah cekungan seperti palung, dengan kedalaman sekitar lebih kurang 7 meter.

Diberitakan sebelumnya, Afidin tenggelam di Sungai Mayong pada Rabu (3/1/2018) siang. Saat itu ia hendak mandi bersama tiga temannya. Namun karena air meninggi, tiga teman Afidin mengurungkan niat, sementara bocah itu justru nekat menceburkan diri.

Tidak bisa menguasai keadaan, bocah yang tinggal di Desa Mayong Lor RT/RW :4/3 itu lalu tenggelam. Upaya pencarian pun dilakukan oleh warga dan puluhan relawan dari BPBD Jepara, Basarnas, MDMC Jepara, Ubaloka, TRC, Senkom dan TNI serta Polri.

“Korban kemudian divisum eksternal petugas kesehatan. Penyebabnya murni  kecelakaan. Saat ini jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” kata Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno.

Dirinya mengimbau, agar warga waspada mengawasi anak-anaknya bermain di sungai. Saat ini curah hujan tinggi dan arus kuat. ‎”Lebih baik ajak ke kolam renang jika ingin berenang,” pungkas Lulus.

Editor: Supriyadi

Tenggelam 18 Jam, Siswa MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Akhirnya Ditemukan

Petugas Gabungan mengangkat siswa MTs yang tenggelam di Sungai Lusi, Jumat (6/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian hari kedua terhadap siswa kelas I MTs Miftahul Huda yang dilaporkan tenggelam di sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (6/10/2017).

Bocah yang diketahui tenggelam sejak pukul 14.30 Kamis (5/10/2017) ditemukan setelah bedara di dasar sungai sekitar 18 jam, yakni pukul 09.15. Saat ditemukan, korban sudah mengambang ke permukaan air.

Begitu terlihat, petugas yang berada di atas perahu karet langsung mendekat. Selanjutnya, korban yang dievakuasi dan dimasukkan kantong jenazah yang sudah disiapkan diatas perahu karet.

”Korban tenggelam ditemukan tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.15 WIB. Lokasinya ditemukannya korban hanya berjarak sekitar 20 meter dari titik tenggelam,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Baca Juga: GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi  Grobogan

Korban ditemukan dalam keadaan bertelanjang dada dan memakai celana pendek warna hijau. Setelah dievakuasi ke daratan, korban yang diketahui bernama Bagus Dwi Kurniawan (13) langsung dibawa menuju rumah duka.

Jarak rumah korban dengan lokasinya tenggelam sekitar 700 meter. Kedatangan petugas yang mengantar jenazah langsung disambut isak tangis orang tuanya.

Baca Juga: Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang bermain dipinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor: Supriyadi

Pencarian Anak MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Dilanjutkan

Tim SAR tengah menyusuri Sungai Lusi untuk mencari tubuh siswa MTs yang dilaporkan hilang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pencarian siswa kelas I MTs bernama Bagus, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan kembali dilanjutkan, Jumat (6/10/2017) pagi.

Sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari sore sampai dinihari, tetapi hasilnya masih nihil.

“Ini kita sedang bersiap melakukan pencarian korban tenggelam. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Groboga Masrichan.

Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa ratus meter.

“Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara,” jelasnya.

Baca : GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi Grobogan

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya, korban sedang bermain dipinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Tenggelamnya Anak MTs di Sungai Lusi ini Bikin Merinding Warga yang Tinggal di Dekat Lokasi

Beberapa warga menyusuri sungai Lusi di Kampung Kuripan, Purwodadi setelah mendapat kabar ada anak tenggelam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya anak yang tenggelam di sungai Lusi sempat membikin kaget sekaligus merinding Siti Kholifatin (40), warga Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Soalnya, sebelum kejadian, ia masih sempat menyapa Bagus, anak yang akhirnya dikabarkan tenggelam tersebut.

“Waktu Bagus dan temannya mau ke sungai lewatnya depan rumah saya. Waktu itu, saya sempat tanya anak-anak itu pada mau kemana. Mereka bilang mau mandi di sungai,” katanya.

Setelah anak-anak itu turun melewati tanggul yang persis di sebelah utara rumahnya, Siti langsung masuk ke dalam rumah. Selang 15 menit kemudian, mendadak ada orang yang menggedor pintu rumahnya sambil berteriak minta tolong.

Setelah dilihat, orang yang menggedor pintu adalah salah satu anak yang sebelumnya sempat disapa saat lewat didepan rumahnya. Sambil menangis, anak itu mengabarkan kalau salah satu temannya tenggelam di sungai.

“Begitu dapat kabar ini saya merasa kaget sekali. Kemudian, saya beritahu suami dan warga lain untuk menuju ke sungai,” jelasnya saat bertemu MuriaNews.Com di lokasi kejadian.

Baca : Pencarian Anak MTs yang Tenggelam di Sungai Lusi Dilanjutkan

Begitu tiba di sungai, salah satu anak yang dikabarkan tenggelam sudah tidak kelihatan. Kemudian, warga berupaya menyelam dan menyisir lokasi namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian.

Sementara itu, dari keterangan warga lainnya, kondisi air sungai saat ini tidak begitu tinggi karena dampak kemarau panjang. Namun, di lokasi tenggelamnya korban terdapat kedung atau cekungan yang cukup dalam.

Editor : Akrom Hazami

Pencarian Siswa MTs Tenggelam di Sungai Lusi Grobogan Diteruskan Hingga Malam 

Tim SAR BPBD Grobogan dan sejumlah warga melakukan pencarian korban tenggelam di sungai Lusi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah melakukan pencarian hampir tiga jam, namun pencarian anak yang tenggelam di sungai Lusi di Kampung/Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, belum membuahkan hasil.

Selain tim SAR BPBD Grobogan, pencarian juga dibantu sejumlah warga dengan melakukan penyelaman tradisional tanpa bantuan peralatan.

Dari pantauan di lokasi, pencarian korban masih difokuskan pada lokasi tenggelamnya siswa kelas I MTs tersebut. Satu perahu karet dikerahkan untuk menyisir radius 100 meter dari lokasi tenggelam.

Saat magrib tiba, upaya pencarian untuk sementara dihentikan. Rencananya, setelah Isak, tim SAR kembali akan menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi tenggelamnya anak bernama Bagus (13), warga setempat itu.

Baca :  GEGER, Siswa MTs Hanyut di Sungai Lusi  Grobogan

“Tim kita minta istirahat dulu sambil mempersiapkan lampu penerangan di lokasi. Malam ini, upaya pencarian korban kita lanjutkan lagi,” Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Grobogan Budi Prihantoro.

Menurut Budi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas Pos Jepara untuk minta dukungan. “Kita tadi sudah ngontak Basarnas pos Jepara untuk bantu pencarian korban. Sementara, kita maksimalkan dulu personel yang ada untuk mencari korban tenggelam,” katanya.

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama tiga teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Akrom Hazami

Semalaman Terseret Arus, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Tajum Banyumas

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Banyumas – Bocah berusia delapan tahun, Bima, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, ditemukan tak bernyawa di Sungai Tajum, Desa Karanganyar, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/8/2017) ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Tajum, desa setempat.

Bocah itu tenggelam setelah terseret arus pada Senin (14/8/2017) sore kemarin, saat bermain air bersama tiga temannya.

Kepastian ditemukannya tubuh Bima dikatakan Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono. Ia mengatakan, tubuh korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.

”Kami melakukan penyisiran dengan perahu dan menyisir di pinggiran sungai, dan pukul 08.45 WIB tubuh korban ditemukan,” katanya kepada wartawan.

Tubuh korban ditemukan tak jauh dari lokasi pertama tenggelam. Setelah dievakuasi, tubuh korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Mulwahyono mengatakan, operasi SAR pencarian korban ini melibatkan banyak pihak. Seperti personel Tagana Banyumas, Polsek Jatilawang, Koramil Jatilawang, dan potensi SAR lainnya serta keluarga korban.

Korban tenggelam Senin kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga temannya tengah mandi dan bermain di Sungai Tajum. Setelah beberapa saat korban langsung terseret arus dan hilang,

Oleh karena takut, ketiga teman korban baru menceritakan kejadian nahas itu kepada orang tua masing-masing sekitar pukul 18.00 WIB. Keluarga dan warga setempat segera mencari Bima namun hanya menemukan baju milik korban di sekitar lokasi kejadian.

Tagana Banyumas beserta personel Polsek Jatilawang dan Koramil Jatilawang yang menerima informasi tersebut segera mencari korban pada pukul 23.00 WIB dengan menyusuri alur Sungai Tajum sejauh 4 kilometer.

Namun setelah dilakukan pencarian hingga pukul 00.30 WIB, korban tidak ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Selasa (15/8) pagi.

Editor : Ali Muntoha

Terpeleset di Sungai Lusi, Bocah Berusia 11 Tahun di Kedungrejo Grobogan Dicari Tim SAR

Warga dan anggota Tim SAR gabungan berada di pingggir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, untuk mencari korban tenggelam Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Minggu (9/4/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Korban tenggelam seorang bocah berusia 11 tahun bernama Moh Multazam Arrsyad, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, pagi itu korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama tiga teman sebanya. Yakni, Kaidar, Moh Faruq, dan Rokhim.

Tenggelamnya korban terjadi saat hendak mengambil sebongkah tanah dipinggiran sungai. Usai mengambil tanah, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, setelah pegangan tangan terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hingga tengah hari hasilnya masih nihil.

“Kita masih melakukan pencarian bersama tim SAR. Semoga korban bisa cepat kita temukan,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Editor: Supriyadi

2 Bocah Sokopuluhan Pati Tewas Tenggelam di Sungai

tenggelam 1

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua bocah asal Dukuh Soko, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Savana (7) dan Kerinna (11) tewas di sungai desa setempat, Rabu (29/6/2016).

Kejadian bermula, ketika tiga bocah bernama Savana, Kerinna dan Alvian sedang bermain di pinggir sungai desa setempat. Tiba-tiba, Savana dan Kerinna terpeleset dan jatuh ke dalam sungai dengan kedalaman tiga meter.

“Satu anak melaporkan kejadian itu kepada ibunya, kemudian si ibu meminta tolong kepada warga. Namun, kedua bocah itu sudah meninggal di sungai,” ungkap Kapolsek Pucakwangi AKP Sumadi, Kamis (30/6/2016).

Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, yakni berjarak sekitar tujuh meter. Diduga keduanya terpeleset, karena medan pinggiran sungai licin mengingat kondisinya usai gerimis.

“Kami imbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anaknya saat bermain. Terlebih, lokasi dekat dengan sungai besar sehingga perlu pengawasan ketat,” imbau Sumadi.

Editor : Akrom Hazami