Bocah yang Jatuh dari Hypermart Kudus, Biaya Pengobatannya Ditanggung Manajemen

Manajemen KEM dan anggota DPRD Kudus membesuk bocah yang jatuh dari mal KEM Hypermart Kudus, di RS Mardi Rahayu Kudus. (Istimewa)

Manajemen KEM dan anggota DPRD Kudus membesuk bocah yang jatuh dari mal KEM Hypermart Kudus, di RS Mardi Rahayu Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat dengan Harum Duta Rofiah Farih (2), balita yang terjatuh dari lantai II Kudus Extention Mall (KEM).  Manajemen mal itu siap membantu pengobatan bocah tersebut.

General Affairs KEM, Oktora Kurnia saat membesuk Harum mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan untuk mengantisipasi kejadian yang menimpa Harum tidak terulang lagi. ”Saat ini kami sudah menutup semua celah-celah yang ada di KEM, yang bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti yang terjadi pada Harum,” kata Okto.

KEM juga menyatakan komitmennya untuk mensuport pengobatan Harum. Setiap hari, perwakilan manajemen ada yang bertugas untuk ikut menemani keluarga korban. Kondisi bocah asal Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo tersebut kini kondisinya berangsur-angsur membaik. Kondisi Harum sebelumnya parah karena mengalami gegar otak berat.

Lima hari dirawat, kondisinya sudah semakin membaik. Selain sudah sadar, sejumlah penggumpalan darah yang ada otaknya juga sudah hilang. Tak hanya itu, tulang kakinya yang patah ternyata juga sudah membaik dengan sendirinya. “Saya sangat bersyukur sekali,” kata Basuki, ayah Harum, saat menunggui anaknya di ruang perawatan RS mardi Rahayu, Jumat (9/9/2016).

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kudus, Muhtamat mengatakan kejadian terjatuhnya balita dari lantai II KEM ini, diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi semua pengelola mal di Kudus. ”Semua pengelola mal harus mengecek lagi standar keselamatan yang ada di gedungnya,” kata Muhtamat.

Selain itu, menurut Muhtamat, pihaknya juga mendesak pemkab Kudus segera mengeluarkan juklak dan juknis penerbitan Sertifikasi Layak Fungsi (SLF) terhadap bangunan dan gedung yang ada di Kudus. Menurutnya, syarat SLF tersebut sudah diatur dalam Perda Bangunan.

Editor : Akrom Hazami

Bocah 2 Tahun yang Jatuh di Mal KEM Alami Gegar Otak Parah

kudus-bocah jatuh-lagi (e)

Kawasan Kudus Extension Mal (KEM) yang menjadi lokasi jatuhnya bocah berusia dua tahun bernama Harum, Minggu (4/9/2016). Saat ini korban masih dirawat intensif di RSUD dr Loekmonohadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Harum Duta Rofiah Farih, (2), warga Kecamatan Jekulo, yang jatuh dari lantai II gedung Hypermart, Kudus Extension Mal (KEM), Minggu (4/9/2016), mengalami luka parah.

Bocah bernasib malang yang masih berada di ruang rawat NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) RSUD dr Loekmonohadi Kudus itu, disebut mengalami gegar otak parah.

Humas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Laili mengatakan jika memang benar ada pasien atas nama Harum, yang merupakan korban jatuh dari lantai II mal, yang dirawat di rumah sakitnya. ”Saat dibawa atau datang di RSUD Kudus, pasien langsung mendapatkan penanganan yang cepat,” katanya.

Menurut Laili, meski memperoleh penanganan yang cukup cepat, namun luka korban ternyata cukup parah. Korban mengalami gegar otak parah, sehingga harus dirawat di ruang NICUdan PICU.

Ruang NICU dan PICU sendiri, adalah ruang perawatan intensif untuk bayi dan anak-anak, yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-oragan vital.

”Ya, dari RSUD tetap berupaya memberikan yang terbaik. Untuk sementara ini, kondisi korban memang dalam keadaan sangat kritis,” jelasnya.

Harum, bocah berusia dua tahun, terjatuh dari lantai II Kudus Extension Mal (KEM), Minggu (4/9/2016), sekitar pukul 10.30 WIB. Dia adalah warga Kecamatan Jekulo, anak dari Basuki.

Menurut paman korban, Sakdiyanto yang juga anggota DPRD Kudus, menceritakan bahwa keponakannya itu datang ke bersama kedua orang tuanya. ”Ikut juga kakaknya bersama mereka. Keluarga itu sedang jalan-jalan di sana. Niatnya mau belanja di Hypermart,” jelasnya.

Pada saat itu, orang tua korban sedang memilih tas di salah satu gerai yang ada di KEM, tepatnya di lantai II. Tidak disangka, korban ternyata berlarian di sekitar toko tersebut. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, korban diduga menyelinap di sela-sela pagar kaca, yang terhubung ke eskalatof. Entah bagaimana, sela-sela kaca itu memang muat dengan tubuh korban.

”Ironisnya, kok sela-sela antara pagar kaca dengan eskalator itu, bisa muat dengan tubuh keponakan saya. Nah, setelah kakinya masuk ke sela-sela itu, dia langsung jatuh ke lantai bawah,” jelasnya.

Ketinggian antara lantai II dan lantai bawah KEM yang ada Hypermartnya itu sendiri, diperkirakan mencapai 5 meter. Jatuhnya korban itu, tentu saja menggemparkan pengunjung yang ada di sana. Korban langsung dibawa ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus untuk mendapatkan perawatan.

Editor :Merie