Jadi ‘Gudang Narkoba’, Jepara Ternyata Belum Miliki BNNK

Ratusan kilogram sabu jasil penggerebekan gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara menjadi daerah dengan peredaran narkoba cukup besar. Bahkan di daerah ini, pada awal tahun 2016 lalu sempat ditemukan gudang yang berisi ratusan kilogram sabu yang diselundupkan jaringan narkoba internasional dari luar negeri.

Bahkan saat itu Kepala BNN Komjen Budi Waseso sampai turun langsung ke Jepara saat proses penggerebekan gudang yang berada di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, itu.

Meski peredaran narkoba cukup tinggi, namun ternyata di Jepara hingga kini belum berdiri Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Padahal daerah lain di sekitarnya seperti Kabupaten Pati, sudah lama mempunyai BNNK.

Dengan kondisi ini, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menginginkan agar BNNK segara ada di wilayahnya. Pihaknya mengupayakan agar tahun 2018 mendatang BNNK sudah beroperasi.

Ia menyebut telah melakukan komunikasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal itu terkait kesiapan terkait lokasi kantor. 

“Kami sudah berkomunikasi dengan BNN. Nanti akan kami ajukan proposal, terkait lokasi gedung untuk kantor BNN sudah kami persiapkan,” ujarnya, Kamis (5/10/2017). 

Baca : Gudang di Jepara Digerebek BNN, Simpan Ratusan Kilogram Sabu

Marzuqi berkeinginan agar BNNK segera dibentuk di Jepara.  

“Kalau kami berharap semakin cepat semakin baik. Dimungkinkan tahun depan 2018. Karena beberapa kali kan kita mengalami ujian (kasus narkoba) kita digunakan sebagai tempat singgah. Nah kalau sudah begitu kita tak boleh saling menyalahkan namun harus bergerak bersama untuk memberantas narkoba,” tuturnya. 

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengaku sangat setuju jika di Jepara dibentuk BNNK. Ia bahkan berjanji akan membantu komunikasi dengan BNN.

“Setuju kalau di Jepara ada BNNK. Bukan hanya di Jepara seharusnya di semua daerah ada, sehingga intensitas (penanganan) fokus pada peredaran narkoba. Namun pengusulannya itu berada di Pak Bupati Jepara (Pemkab), nanti saya ikut membantu (komunikasi dengan BNN),” tuturnya, usai Ground Breaking Mapolsek Welahan, kemarin.

Selain pembangunan BNNK, Kapolda Jateng juga meminta masyarakat Jepara untuk turut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba. Hal itu dengan melaporkan segala kejanggalan yang ada diwilayah terutama pantai. 

“Masyarakat juga harus ikut peduli dengan kawasan pantai, perairan dimana dijadikan sebagai akses masuk (pengedar narkoba) ke Jepara,” tutup Condro.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi

Belum Ada BNK di Jepara, Agus Kembali Jalan Kaki ke Jakarta Temui Kapolri

Agus Suwarno saat dilepas secara seremonial oleh Forkominda Jepara, Jumat (21/4/2017).(Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Agus Suwarno (69) kembali nekat berjalan kaki dari Jepara ke Jakarta seorang diri hendak menemui Kepala BNN Budi Waseso dan Kapolri Jendral Tito Karnavian. Aksinya itu, dilandasi kegeramannya akan peredaran narkoba yang marak di tanah kelahirannya.

Lelaki berkumis itu, berjalan menggunakan caping dengan menyandang bendera merah putih serta mengalungkan tulisan ajakan menjauhi narkoba. 

Aksi long march  nya itu, bukan kali pertama dilakukannya. Dulu, pada tahun 2000 warga Senenan, Kecamatan Tahunan itu berjalan dari Jawa Timur ke Jakarta. Setelahnya, ia nekat mengampanyekan gerakan anti narkoba dengan berkeliling negara ASEAN menggunakan sepeda kayuh selama dua tahun. 

Tidak berhenti disitu, aksi ketiganya adalah mengelilingi Indonesia dengan sepeda. Sementara, pada Januari tahun 2017 dirinya berjalan dari Jepara ke Jakarta, dengan mengusung misi yang sama.

“Kali ini saya tidak langsung ke Jakarta, tapi mengelilingi Puau Jawa baru kemudian menuju Ibu Kota,” ujarnya saat dilepas secara seremonial oleh Forkominda Jepara, Jumat (21/4/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan, misinya ini menuntut pemerintah khususnya Polri dan BNN mengusulkan pendirian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Jepara. Dengan hal itu ia berharap peredaran narkoba dapat ditekan. 

“Aksi ini saya lakukan dalam rangka mengampanyekan anti narkoba. Juga untuk menggugah BNN supaya membangunkan gedung BNK di Jepara. Karena itu saya akan menemui Pak Kapolri dan Pak Budi Waseso,” imbuhnya. 

Ia menegaskan, aksinya itu akan terus diulang selama belum ada realisasi pembangunan gedung BNK di Jepara. “Saya prihatin di Kabupaten Jepara banyak beredar barang haram tersebut. Bahkan bandar besar pernah tertangkap di sini,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono