Blora jadi Tempat Transit Narkoba dari Jawa Timur

Polisi memeriksa pengunjung di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Blora, Kamis dini hari. (Polres Blora)

Polisi memeriksa pengunjung di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Blora, Kamis dini hari. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora diindikasikan menjadi tempat transit peredaran narkoba yang datang dari Jawa Timur. Mengingat lokasinya yang berada di wilayah perbatasan dengan provinsi tersebut.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Soeparlan mengatakan, Kabupaten Blora merupakan wilayah rawan terhadap narkotika.  “Karena di wilayah Blora diindikasikan sebagai tempat transit peredaran narkoba dari Jawa Tengah ke Jawa Timur atau sebaliknya,” kata Soeparlan dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Maka dari itu, pihaknya akan merutinkan kegiatan razia memberantas narkotika di wilayah Kabupaten Blora. Seperti halnya merazia tempat hiburan malam. “Kegiatan preventif tidak hanya akan dilakukan untuk di tempat hiburan malam daerah Cepu saja, namun akan dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres Blora,” tegas Soeparlan.

Terutama di wilayah Kecamatan Cepu yang merupakan titik perbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. Pihaknya mendukung program penegakan pemberantasan narkoba, dan obat-obatan terlarang.

Kegiatan razia yang beberapa waktu terakhir kerap diadakan merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Blora. Terutama jelang perayaan Tahun Baru 2017. Operasi menyasar tempat yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba, seperti halnya area hiburan malam.

Editor : Akrom Hazami

Wanita Penghibur Dirazia di Blora

Beberapa wanita penghibur dirazia polisi di salah satu tempat karaoke di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

Beberapa wanita penghibur dirazia polisi di salah satu tempat karaoke di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah wanita penghibur berbaju seksi dirazia Polres Blora, di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Kamis (29/12/2016) dini hari.

Hal itu merupakan bagian dari kegiatan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Blora. Terutama jelang perayaan Tahun Baru 2017. Operasi kali ini menyasar dua tempat hiburan malam di wilayah itu.

Operasi cipkon dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Blora AKP Soeparlan dengan anggotanya. Adapun lokasi yang menjadi sasaran operasi yaitu Kafe Millenium dan Colour.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap badan dan barang yang dibawa oleh pengunjung. Sasaran dari kegiatan ini adalah narkotika dan miras. Seluruh pengunjung dan para wanita penghibur dites urine menggunakan Napza Rapid Test.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hasil positif dalam tes urine. Baik dari para pengunjung kafe maupun para wanita penghibur kafe. Bukan tanpa alasan petugas melakukan hal tersebut.

Sebab perkembangan tempat hiburan malam di Kabupaten Blora diindikasikan menjadi faktor peredaran narkoba yang terbuka. Oleh sebab itu petugas mengadakan tes urine untuk mengertahui apakah mereka mengkonsumsi narkoba seperti sabu-sabu dan lainnya, atau tidak.

AKP Soeparlan mengatakan, tujuan dari operasi ini untuk memberantas peredaran narkotika, khususnya di wilayah Kabupaten Blora, terutama di Kecamatan Cepu. “Apalagi Cepu merupakan perbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Bayi Perempuan Dikerubungi Lalat di Sungai, Polsek Kedungtuban Blora Sedang Buru Pembuangnya

bayi

Polisi dan petugas medis sedang memeriksa kondisi mayat bayi usai ditemukan di sungai di Desa Tanjung, Kedungtuban, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Polsek Kedungtuban, Kabupaten Blora, masih berburu pelaku pembuang bayi. Saat ini, penyelidikan itu masih berlangsung guna mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.

Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiarto dikutip dari halaman resmi Polres Blora, mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi di pinggir sungai Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku dan motif dari temuan mayat bayi tersebut,” tandasnya.

Sugiarto menuturkan, pada Selasa (27/12/16) sore pukul 15.00 Wib, mayat bayi perempuan malang tersebut ditemukan. Pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala Desa Tanjung Mulyadi. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Kedungtuban langsung mendatangi TKP dan bersama warga mengevakuasi mayat bayi tersebut untuk dibawa ke Puskesmas Kedungtuban dan dilanjutkan dengan tindakan otopsi/visum.

Warga Desa Tanjung sebelumnya memang dikejutkan dengan temuan sesosok mayat bayi perempuan dalam posisi telanjang dan terlentang di pinggir sungai. Mayat bayi sudah mengambang dan dikerumuni lalat. Mayatnya tersangkut di pinggir aliran sungai Desa Tanjung.

Diduga, mayat bayi yang ditemukan di pinggir sungai itu diperkirakan baru dilahirkan, karena tali pusar mayat bayi tersebut masih menempel. Berdasarkan informasi saksi, mayat bayi perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Krisna (12) pelajar SD asal desa setempat saat sedang mancing di pinggir sungai.

Krisna melihat barang yang mencurigakan seperti boneka, selanjutnya dirinya memberitahukan kepada temannya yakni Agus (15) pelajar SMP warga desa setempat. Mereka berdua mengecek lagi benda mirip boneka tersebut ternyata itu merupakan mayat bayi yang terapung.

Editor : Akrom Hazami

Waspada Angin Kencang, Koramil 08/Kedungtuban Blora Tebang Pohon

Warga dan TNI dari Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora melakukan kegiatan pemangkasan pohon di Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016). (ISTIMEWA)

Warga dan TNI dari Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora melakukan kegiatan pemangkasan pohon di Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora,- Personel Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora bersama warga setempat, melaksanakan gotong royong memangkas dan memotong pohon di sepanjang jalan masuk Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016).

Hal itu dilakukan untujk mengantisipasi robohnya pohon saat musim hujan tiba dan sengatan listrik yang  akan mengakibatkan rumah penduduk terbakar. Karena beberapa hari ini, hujan turun disertai angin kencang.

“Kini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, personel Koramil 08/Kedungtuban kami kerahkan untuk gotong royong bersama warga memangkas dan memotong ranting – ranting pohon di sepanjang jalan yang rawan sengatan listrik bahkan tumbang,” jelas Danramil 08/Kedungtuban Kapten Inf Darmanto.

Sementara itu, Kades Gondel Proyono mengatakan, di sepanjang jalan masuk Kedungpring ada beberapa pohon yang bisa dikatakan rawan sengatan listrik bahkan rawan tumbang.

“Terima kasih bapak Danramil Kedungtuban Kapten Inf Darmanto yang telah menerjunkan anggotanya untuk membantu warga kami. Semoga kerja sama yang baik ini ke depan  bisa dipertahankan, agar selalu terlihat kemanunggalan TNI dengan rakyat ” tandas Kades Godel Priyono.

Editor : Akrom Hazami

Polres Blora Intensifkan Patroli Gereja

Polisi melakukan patroli pengamanan Natal di salah satu gereja di Blora, Sabtu. (Polres Blora)

Polisi melakukan patroli pengamanan Natal di salah satu gereja di Blora, Sabtu. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Mengantisipasi terjadinya aksi teror jelang perayaan Natal dan tahun baru 2017, seluruh Polsek jajaran Shabara Polres Blora gencar lakukan giat patroli ke gereja dan objek vital. Patroli ini sekaligus upaya cipta kondisi bagi umat Kristiani saat melakukan ibadah perayaan Natal  tahun ini.

Selain berpatroli, petugas juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan penjaga maupun pengurus gereja terkait situasi dan kondisi lingkungan gereja.

Dialog tersebut juga untuk mengetahui kesiapan pihak gereja menjelang perayaan natal 2016. Kesiapan tersebut soal keamanan dan ketertiban jelang, saat maupun setelah perayaan Natal dan tahun baru  Patroli dilakukan tak hanya siang hari, namun juga dilakukan pada malam hari.

“Patroli ini sebagai langkah antisipasi terjadinya aksi teror jelang perayaan Natal dan tahun baru . Selain itu, sebagai bentuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani saat merayakan Natal dan masyarakat yang menyambut tahun baru nanti  ,” ujar Kapolres Blora AKBP Surisman dikutip situs resmi Polres Blora.

Selain itu, petugas juga mengimbau kepada penjaga ataupun pengurus gereja agar bisa segera melaporkan ke polisi setempat jika mendapati adanya orang atau benda mencurigakan yang berada di sekitar gereja.

“Kami juga mengajak warga sekitar gereja untuk selalu menjaga kondisi kamtibmas. Tentu saja, sejumlah personel juga akan disiagakan di tiap gereja untuk lakukan pengamanan berlangsungnya ibadah perayaan Natal nanti,” tandas Kapolres Blora.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Sambong Blora Datangi Sawah yang Panen Semangka

Polisi membantu petani memanen buah semangka di Desa Temengeng, Sambong, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

Polisi membantu petani memanen buah semangka di Desa Temengeng, Sambong, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bhabinkamtibmas Polsek Sambong, Desa Temengeng, Kecamatan Sambong, Blora Brigadir Bambang Sudayat sambang desa guna mempererat tali silaturahmi dengan warga di pedesaan tersebut.

Brigadir Bambang S tidak canggung dan segan untuk membantu masyarakat Desa Temengeng yang sedang memanen hasil kebunnya berupa buah semangka.

Hal itu dilakukan Bambang untuk menunjukkan kedekatan polisi dengan masyarakat di mana pun tempatnya dan kepada siapa pun. Kapolsek Sambong AKP Joko Priyono mengatakan, polisi sudah seharusnya mau turun ke lapangan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Dengan turun ke lapangan akan dengan mudah melaksanakan deteksi dini dan menciptakan situasi aman, tertib dan kondusif. “Kegiatan ini untuk mewujudkan citra polisi yang dekat dengan rakyat,” ungkap Joko dikutip dari Polres Blora.

Bambang mengatakan, tugasnya sebagai bhabinkamtibmas harus selalu siap sedia membantu warga desa, apalagi dalam kegiatan panen seperti ini.

Dia menyadari bahwa tugas polisi adalah memberi pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, sebagai petugas bhabinkamtibmas yang masing-masing memiliki desa binaan wajib mengetahui perkembangan di desanya. “Sembari mendekatkan diri kepada warga desa agar terciptanya hubungan yang harmonis, “terangnya.

Sementara itu para petani mengaku sangat senang dengan adanya aparat kepolisian yang terjun langsung membantu para petani.

Editor : Akrom Hazami

Linmas Buluroto Banjarejo Blora Digojlok Biar Jos

Anggota linmas mendapatkan pembinaan di aula Balai Desa Buluroto, Banjarejo, Blora. (Polres Blora)

Anggota linmas mendapatkan pembinaan di aula Balai Desa Buluroto, Banjarejo, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bhabinkamtibmas Polsek Banjarejo Polres Blora Bripka Yeni Susanto bersama Bhabinsa Koramil Banjarejo Koptu Rozak melaksanakan pelatihan dan pembinaan Kamtibmas bagi Linmas Desa Buluroto di balai desa setempat, Jumat (9/12/2016).

Anggota Linmas Desa Buluroto yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 18 orang. Adapun rangkaian kegiatan adalah dilaksanakannya pelatihan PBB dan pelatihan bela diri praktis.

Kades Buluroto Eny Susilowati senang dengan pelatihan tersebut. “Dengan diadakannya pelatihan dan pembinaan kamtibmas bagi linmas ini, mereka dapat mengetahui akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelindung masyarakat, serta lebih disiplin lagi dalam hal kegiatan di masyarakat,” katanya.

Sekcam Banjarejo Margono berharap linmas bisa berperan sebagai petugas keamanan. “Dan untuk pengadaan kelengkapan penunjang tugas linmas nanti akan diusulkan untuk dilengkapi,” tambahnya.

Bripka Yeni Susanto mengatakanpembinaan anggota linmas dalam membantu dan menjaga penanganan kamtibmas berdasarkan atas peraturan Mendagri Nomor 84, 2014. Di mana di situ linmas mempunyai tugas di antaranya, membantu dalam penanggulangan bencana.

Juga membantu keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), membantu dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu penanganan ketentraman, ketertiban dan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu, dan membantu dalam upaya pertahanan negara.

Dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa menegaskan bahwa tugas pokok linmas adalah sebagai kekuatan rakyat yang terlatih sehingga dapat membantu dan memperkuat pelaksanaan di bidang perlindungan masyarakat serta membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta dapat membantu TNI dalam upaya pertahanan negara apabila diperlukan.

Editor : Akrom Hazami

Makam 8 Mantan Bupati Blora Tiba-tiba Ramai

tabur-bunga

Kegiatan tabur bunga di makam pendahulu atau leluhur tokoh Blora dilakukan seiring Hari Jadi Blora tersebut. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Daerah Kabupaten Blora melakukan kegiatan ziarah dan tabur bunga di pusara para sesepuh cikal bakal pendiri Kabupaten Blora. Hal itulah di antaranya yang membuat ramai makam bupati terdahulu tersebut.

Lokasinya berada di berbagai wilayah Kabupaten Blora, di antaranya di Kecamatan Blora Kota dan Kecamatan Jiken. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora yang ke-267, Kamis (8/12/2016)

Berdasarkan informasi, kegiatan  ziarah dan tabur bunga dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam ziarah ini tampak juga dijadwalkan dihadiri oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Wakil Bupati Blora Arif Rohman dan sejumlah petinggi pemerintah daerah serta para tokoh agama,  tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dengan menggunakan pakaian adat  khas JawaTengah  yakni beskapan memakai blangkon, para peziarah tersebut seperti merasakan napak tilas perjalanan Kabupaten Blora tempo dulu.

Para personel kepolisian yang ditugaskan dari Sektor Blora Kota dan Jiken gabungan dengan personel Koramil dan Sat Pol PP dari masing-masing wilayah siaga di tempat. Tabur bunga dan ziarah dilakukan di

Pemakaman di Desa Ngadipurwo yang terdapat 8 makam Bupati Blora terdahulu, di tempat pemakaman Sunan Pojok Blora yakni Surobahu Abdul Rohim, di pemakaman di Desa Ngampel yakni KH Abdul Kohar  atau Raden Trenggono, dan di pemakaman di Desa NjanjangJiken yakni tempat Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara.

Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno mengatakan, ziarah ini sudah menjadi kewajiban dan tradisi di Kabupaten Blora sebelum puncak peringatan HUT Kabupaten. “Selain itu, ziarah dan tabur bunga ini merupakan tradisi dan bentuk penghormatan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Blora kepada para sesepuh dan  pendahulu yang telah berjasa untuk Kabupaten Blora,” katanya dikutip dari halaman resmi Polres Blora.

Editor : Akrom Hazami

Angkernya Pos Perhutani di Kawasan Blora

Foto pos yang menjadi tempat berteduh ketika hujan turun di Blora. (www.akarasa.com)

Foto pos yang menjadi tempat berteduh ketika hujan turun di Blora. (www.akarasa.com)

MuriaNewsCom, Blora – Pengalaman misteri ini dikutip dari salah satu situs dengan alamat www.akarasa.com. Berikut cerita misteri tersebut.

Selamat malam, dalam tulisan saya kali ini saya akan berbagi kisah sejati yang saya alami seorang diri saat pulang dari Kecamatan Jiken, Blora, Jawa Tengah menuju ke kediaman saya di Tuban, Jawa Timur.

Kejadian ini berawal dari saya menghadiri hajatan seorang kenalan yang punya gawe mengkhitankan putra sulungnya. Jujur, kejadian ini memang karena kenekatan saya, untuk sekadar sobat ketahui jarak antara Jiken, Blora dan Tuban tak kurang dari 90 Km dan harus menembus hutan jati sepanjang 20 km.

Pada awalnya saya berjanji akan menginap di tempat hajatan tersebut, lagi pula malam sudah larut dan terlalu berisiko melakukan perjalan malam hari seorang diri. Di samping katannya ada banyak begal di kawasan hutan milik perhutani juga seringkali ada kejadian aneh karena gangguan makhluk halus.

Entah mengapa malam itu saya benar-benar ingin pulang padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB malam, padahal saya sudah mencoba untuk rebahan di kursi undangan yang sengaja saya tata sedemian rupa hingga cukup untuk merebahkan diri.

Lagi pula malam itu tamu undangan sudah sepi. Saya mencoba menepis keinginan pulang dengan menelepon seorang teman untuk sekadar mengisi waktu. Hingga akhirnya pukul 00.00 WIB lewat.

Sekitar pukul 01.30 WIB saya putuskan untuk pulang dengan pertimbangan begal jam selarut itu pasti sudah tidak ada. Meski yang punya gawe mencoba menahan saya, karena masih terlalu malam dan dini hari tinggal sebentar lagi.  Di samping itu cuaca waktu itu mendung. Dia menawarkan ‘pendaratnya’ untuk mengantarkan saya hingga sampai Kecamatan Kenduruan, Tuban. Namun saya menolak dan meyakinkan pada dia bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

Singkat cerita, sialnya dalam perjalanan yang belum sampai 15 menit hujan benar-benar turun. Deru hujan meraung-raung menghiasi malam yang dingin, di kawasan hutan lagi. Gemrisik air hujan yang menerpa dedaunan jati memenuhi hutan. Awan kelabu merayap perlahan menjadi naungan hutan jati  yang lembab. Saya hentikan motor dan mengambil mantel yang saya taruh tas punggungku.

Hujan yang membabi buta derasnya memaksa saya harus ekstra hati-hati mengendarai kuda jepang-ku. Beruntung suasana hujan hingga saya tidak memikirkan apa-apa kecuali konsentrasi dalam mengendara dan bertahan dari dinginnya hujan yang bercampur angin tersebut.

Kurang lebihnya 1 Km  dari tempat saya memakai jas hujan tersebut, di samping kanan jalan ada pos jaga perhutani yang kosong. Karena saking deresnya hujan terpaksa saya meminggirkan kendaraan dan berteduh di pos tersebut.

Dengan menggigil kedinginan saya nyalakan sebatang rokok untuk sekadar mengusir hawa dingin setelah sebelumnya bersusah payah meyalakan korek api yang memang basah. Belum habis sebatang rokok,  dari dalam kegelapan malam, samar-samar saya melihat sesosok tubuh berjalan pelan  menelusuri jalan, sementara tubuhnya yang jangkung tak kurang dari 2 meter  terguyur derasnya air hujan.

Deg! Secara logika dalam guyuran hujan dan di tegah hutan selarut ini tidak mungkin ada orang yang nekat seperti itu dan serasa tidak terpengaruh derasnya hujan.

Refleks bulu-bulu tubuh meremang, terutama di bagian tengkuk yang artinya itu adalah indikator bahwa ada makhluk halus di sekitar kita. Beruntung sosok jangkung yang samar-samar terlihat tersebut berjalan terus saja ke arah barat, meski sekian detik berhenti persis di dekat motor saya yang saya pinggirkan di bahu jalan.

Sejurus kemudian dia lenyap begitu saja. Belum lenyap jantung berdebar melihat penampakan tersebut, lagi-lagi saya dikejutkan oleh suara aneh di belakang pos perhutani tersebut. Saya bilang aneh, karena suara tersebut seperti orang suara kucing namun seperti orang sedang berbicara.

Berbekal dengan pemahaman sedikit tentang ilmu hikmah, di tengah suasana hujan yang sudah sedikit mereda itu saya mencoba untuk berkontemplasi. Secara perlahan tabir gaib terbuka, hingga saya bisa melihat gambaran sebuah hunian yang berada di arah belakang tempat pos pehutani tersebut.

Dan banyak sekali sosok-sosok aneh menatap saya dengan sorot mata nanar di sela-sela pepohonan yang berada di samping kanan maupun kiri pos itu.

Melihat gelagat yang kurang bersahabat, meski terbilang hujan yang masih lumayan deras, saya putuskan untuk meneruskan perjalan saja dari pada mengambil risiko. Belum sempat saya masukkan gigi perseleng motor, lagi-lagi saya dikejutkan oleh sosok putih berkelebat persis di depan motor yang sudah menyala. Kontan membuat saya kaget. “Astaghfirullohal adzim..!”

Setelah beberapa detik menenangkan diri dan berusaha menguasai keadaan saya pacu kuda besi saya secara perlahan sambil merapal beberapa amalan khusus untuk menghalau gangguan makhluk halus yang usil. Belum sampai 50an meter lagi-lagi terdengan suara “ KRAK…..! KRAAAAAAK…..” hingga beberapa kali yang masih terdengar meskipun hujan dan saya pakai helm.

Beruntung setelah itu tidak ada kejadian-kejadian janggal lainnya hingga sekitar pukul 03.30 WIB ketika saya nyampek Jatirogo Tuban. 

Setelah beberapa hari setelah kejadian tersebut saya baru tahu dari seorang kenalan dari Bangilan, Tuban yang sedang bertandang ke rumah kalau alas itu namanya alas tawunan yang terkenal angker. Bahkan dia juga punya cerita mencekam saat muda dulu masih menjadi ‘blandong’ dan mencuri kayu jati di kawasan hutan jati tersebut. Pernah dia bersama beberapa rekannya memotong jati yang benar-benar putus namun tidak mau roboh.

Silakan bagi yang punya cerita misteri, segera kirimkan di alamat email red.murianews@gmail.com.

Editor : Akrom Hazami

Bandara Ngloram Blora Diusulkan jadi Komersial 

Warga beraktivitas di Bandara Ngloram, Cepu, Blora. (ISTIMEWA)

Warga beraktivitas di Bandara Ngloram, Cepu, Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Anggota DPR RI Djoko Udjianto akan mengusulkan Bandar Udara (Bandara) Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, jadi bandara komersial.

Sejauh ini, bandara itu melayani penerbangan untuk kepentingan bisnis. Khususnya perminyakan di sekitar wilayah Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Bandara ini, jika bisa dioperasionalkan jadi komersial, maka bisa melayani penerbangan di wilayah Jateng bagian tengah dan pantura timur, serta Jawa Timur bagian barat,” ungkap anggota Komisi I DPR RI dari Dapil Jateng III.

Dia melihat, bandara itu hanya perlu memperpanjang landas pacunya. Biar pesawat berbadan besar mudah mendarat. Selama ini, landas pacunya baru sepanjang 900 meter.  Tinggal landas pacunya dipanjangkan 600 meter.

Bandar Udara Ngloram memang diwacanakan akan menjadi bandar udara komersial pertama di Kabupaten Blora. Wacana ini disampaikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho sejak 2014 lalu.

Untuk mempersiapkan hal itu, pada tahun 2013 telah dilakukan perencanaan pembebasan lahan seluas 60 hektare, memanjang dari Desa Ngloram sampai ke Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuan.

Editor : Akrom Hazami

Warga Berfoto Selfie di Jembatan Ambrol Ngadipurwo Blora

Warga berfoto selfie di lokasi jembatan ambrol Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. (ISTIMEWA)

Warga berfoto selfie di lokasi jembatan ambrol Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah warga Blora memanfaatkan latar belakang jembatan anak sungai Kali Lusi di Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora, yang ambrol sebagai lokasi foto selfie. Diketahui, jembatan ambrol pada Jumat sore (18/11/2016). Pemicunya adalah terkikisnya tiang penyangga akibat derasnya aliran sungai, beberapa waktu terakhir.

Hal itu menjadi hiburan warga di tengah sulitnya akses.  Terutama jika hendak menuju ke kota untuk aktivitas ekonomi. Arus lalu lintas dari Desa Medang, menuju Desa Tempuran, Sayuran, Soka, Purwosari dan Suroyudan lumpuh. Untuk menjangkau lokasi tersebut, warga harus berputar dengan jarak hampir 10 kilometer. Tapi biasanya warga enggan berputar. Mereka nekat menyeberang sungai dengan berjalan kaki.

Salah seorang warga, Sri Asiyah menuturkan, dia harus pergi ke pasar. Tapi karena jembatan ambrol, dia kesulitan. Dia terpaksa berputar lebih jauh. “Warga berharap pemerintah Blora segera tanggap untuk kembali membangun jembatan tersebut, agar warga tidak perlu memutar jauh untuk menuju ke kota,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora, Bondan Sukarno mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim mengidentifikasi faktor ambrolnya jembatan. usai pendataan, hasilnya akan dijadikan dasar pengambilan kebijakan dalam pembangunan jembatan pascaambrol.

Diketahui, jembatan dibangun sejak puluhan tahun lalu. Diketahui, jembatan telah direnovasi sekitar 1990-an. “Derasnya aliran sungai beberapa hari terakhir bisa jadi salah satu penyebab pengikis kekuatan tiang penyangga yang akhirnya ambrol. Kita masih dalami apa penyebab sebenarnya. Untuk pembangunan akan kita usulkan dalam APBD 2017 yang saat ini sedang disusun,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Blora jadi Tuan Rumah Lomba MAPSI Jateng

Bupati Blora Djoko Nugroho saat membuka lomba MAPSI di GOR Mustika, akhir pekan. (www.blorakab.go.id)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat membuka lomba MAPSI di GOR Mustika, akhir pekan. (www.blorakab.go.id)

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Sekolah Dasar (SD) ke 19 Tahun 2016 tingkat Kabupaten  dan Kota se-Provinsi Jawa Tengah.

MAPSI deselenggarakan mulai  11 November hingga 13 November 2016. Acara diawali dengan pawai taaruf dari Alun-Alun hingga di Blok T.

Dikutip dari www.blorakab.go.id, Bupati Blora Djoko Nugroho, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan di wilayan Blora tidak hanya sebagai ajang meraih kejuaraan siswa tingkat SD, melainkan sebagai wahana pembinaan karakter dan sportivitas.

“Ini sungguh membahagiakan untuk Blora, sebelumnya telah diselenggarakan MHQ, sekarang MAPSI. Buat anak-anak selamat berlomba,” kata bupati di GOR Mustika.

Pada kesempatan yang sama Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi Jawa Tengah, Suyanto, melaporkan, Lomba MAPSI SD terbagi dalam lomba mata pelajaran dan lomba seni Islam.

Pihaknya mengapresiasi pelaksanaan MAPSI ke-19 di Kabupaten Blora sungguh luar biasa. Sebab dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Blora.

“Kami mengapresiasi, MAPSI tahun ini sungguh luar biasa, dihadiri langsung oleh pimpinan Kabupaten Blora,” kata Suyanto.

Pembukaan MAPSI dimeriahkan dengan sajian seni barongan, tari kreasi, dan tari saman. Beberapa penjual souvenir, makanan dan minuman serta kaos ikut menambah suasana pembukaan MAPSI di Blora.

Selama mengikuti lomba di Blora, para peserta MAPSI dari 35 Kabupaten/Kota Se Jateng disediakan penginapan di sejumlah hotel dan ruang sekolahan.

Editor : Akrom Hazami

Blora Gelar Potensi Pertanian yang Super Wow

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri kegiatan kegiatan pameran Gelar Potensi Pertanian Blora 2016 selama 2 hari bertempat di Blok T. (Tim Berita Humas dan Protokol Setda Blora)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri kegiatan kegiatan pameran Gelar Potensi Pertanian Blora 2016 selama 2 hari bertempat di Blok T. (Tim Berita Humas dan Protokol Setda Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day) ke XXXVI serta menyambut Hari Jadi Kabupaten Blora ke-267, Pemkab Blora melalui Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) melaksanakan kegiatan pameran Gelar Potensi Pertanian Blora 2016 selama 2 hari bertempat di Blok T.

Dengan mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan Kabupaten Blora”, pameran yang diikuti 16 UPT Dintanbunakikan dari tiap kecamatan se-Kabupaten Blora ini dibuka langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, Rabu (9/11/2016) dengan didampingi Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti dan Ketua Tim Penggerak PKK Umi Kulsum.

Dalam sambutannya, Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti mengatakan kegiatan ini merupakan perpaduan antara aspek pembangunan pertanian, pendidikan, dan seni budaya. Semua potensi pertanian yang ada di Kabupaten Blora ditampilkan agar masyarakat lebih mengenali potensi daerahnya sehingga ikut bersemangat bercocok tanam.

“Peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Nasional pada akhir bulan Oktober kemarin dipusatkan di Kabupaten Boyolali, dan hari ini giliran kita, Kabupaten Blora yang memperingatinya dengan menggelar pameran potensi pertanian,” ucapnya.

Selain itu, ia menuturkan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, antara lain ialah mengenalkan komoditas pertanian potensial yang dapat dikembangkan di Kabupaten Blora, memperkenalkan bermacam-macam produk olahan hasil pertanian, memperkenalkan kepada anak-anak komoditas pangan dan pertanian hasil produksi bumi Blora, serta memperkenalkan kepada masyarakat bermacam-macam alat mekanisasi pertanian.

Bupati amat mengapresiasi hasil pertanian di Blora, menurutnya hasil yang didapat ini tak lepas dari usaha dari semua pihak, “Ini tidak gemen-gemen, kalau kita tidak sungguh-sungguh, kita tak akan mendapat hasil seperti ini”, ujarnya.

Bupati juga menuturkan prestasi Blora dalam pertanian. “Ada 7 komoditas pokok yang ada di Blora surplus semua, mulai dari jagung, kedelai, padi, bawang merah, cabai merah, daging dan gula. Bahkan mulai 2 tahun ini, gudang Bulog yang tadinya diisi raskin dari luar, harus dari Blora sendiri. Bahkan tahun 2015 kemarin, pajale kita masuk 10 besar di Indonesia,” ujarnya.

Dalam pembukaan pameran tersebut, juga diadakan penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani berupa 181 traktor roda dua, yang mana 100 unit dari Bupati bersumber dari APBD Kabupaten dan 81 unit dari Menteri Pertanian. Ada juga traktor roda empat sebanyak 3 unit dari Kementan yang semuanya diserahkan kepada 23 kelompok tani se Kabupaten Blora.

Bupati berpesan, untuk Kelompok Tani (KT) yang telah diberi traktor mestilah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan pertanian. “Traktor itu diberikan untuk kesejahteraan njenengan, ojo didol. Kalau ketahuan didol, selawase ora tak kasih bantuan.” pungkasnya.

Usai membuka pameran yang diresmikan dengan pemotongan pita balon udara, Bupati dan tamu undangan berkeliling melihat stan pameran yang didirikan oleh masing-masing UPT Dintanbunakikan kecamatan. Dalam kegiatan pameran ini juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai PAUD/TK, lomba bernyanyi konco tani, pentas barongan anak dan nanti malam ada pamentasan wayang kulit.

Editor : Akrom Hazami

 

Warung Kopi di Tengah Hutan Jiken Blora Ramai Polisi, Ada Apa?

Polisi melakukan kegiatan jagongan di warung kopi di Desa Nglobo, Jiken, Blora. (Polres Blora)

Polisi melakukan kegiatan jagongan di warung kopi di Desa Nglobo, Jiken, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Berkumpulnya warga di warung kopi merupakan hal yang sudah biasa di kalangan masyarakat Kabupaten Blora.

Warung kopi merupakan tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dan tempat berbagai informasi, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya maupun kamtibmas.

Hal ini menarik perhatian kepolisian untuk berbaur dengan warga masyarakat di warung kopi supaya dapat melakukan penggalangan dan menggali informasi hal ini biasa disebut kegiatan “Jagongan Kamtibmas”.

Personel Polsek Jiken Blora melaksanakan kegiatan patroli di daerah permukiman penduduk Desa Nglobo. Tepatnya di wilayah yang sangat jauh dan berada di tengah hutan Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.

Ipda Sukarjiyo, Kanit Provos sebagai yang paling senior memimpin kegiatan tersebut bersama beberapa anggotanya dalam satu mobil patrol. Hal ini bukan dimaksud semata untuk jalan-jalan akan tetapi merupakan tugas pokok kepolisian yaitu berpatroli dan menyambangi warga masyarakat. “Terlebih ini letaknya jauh dari kota kecamatan dan berada di tengah hutan,” katanya.

Setibanya di desa tersebut dengan melihat banyak warga yang berkumpul di salah satu warung kopi, personel Polsek Jiken yang berpatroli pun berhenti sejenak. Hal ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti warga akan tetapi merupakan kegiatan patroli sambang desa dan warga masyarakat. Di warung kopi tersebut Sukarjiyo menyampaikan pesan Kamtibmas kepada warga Desa Nglobo.

Sukarjiyo mengatakan menjaga ketertiban lingkungan sekitar adalah tugas bersama bukan maka dari itu diharapkan warga selalu terbuka. “Dan apabila ada kejadian menonjol segera lapor ke Polsek Jiken,” katanya.

Laporan dari warga akan segera ditanggapi oleh kepolisian. Polisi mengimbau warga tetap jaga kerukunan dan budayakan gotong-royong, guyub, rukun dan saling membantu satu dengan yang lain.

Editor : Akrom Hazami

Puting Beliung di Blora, 1 Warga Bogowanti Tewas

Polisi berada di salah satu rumah warga yang rusak karena angin puting beliung. Tampak warga juga berkerumun di rumah korban meninggal dunia di Ngawen Blora. (Polres Blora)

Polisi berada di salah satu rumah warga yang rusak karena angin puting beliung. Tampak warga juga berkerumun di rumah korban meninggal dunia di Ngawen Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bencana angin puting beliung melanda Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Sabtu sore (29/10/2016). Seorang warga setempat tewas, akibat tertimpa bangunan yang ambruk. Korban bernama Ahmad Solekan (17).

Rumah yang ambruk itu merupakan milik warga, Sutar. Keterangan yang dihimpun, Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB, Sutar ada di sawah yang lokasinya tak jauh dari rumah. Dia merasakan angin kencang menerjang perkampungannya. Sutar melihatnya dari sawah.

Karena khawatir, Sutar bergegas ke rumah. Ternyata, bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah. Dari balik reruntuhan, dia melihat tubuh putranya terbujur kaku dengan tertimpa reruntuhan bangunan. Sutar berteriak minta tolong kepada tetaangganya.

Sejumlah tetangga tiba ke lokasi. Mereka berupaya menarik tubuh korban. Beberapa luka memar terlihat di bagian kepala siswa SMK Muhammadiyah 1 Blora itu.

Camat Ngawen Sunanto dan petugas Kepolisian tiba di lokasi setelah mendapati laporan. Korban pun dievakuasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Blora juga segera mendata jumlah kerugian.

Tercatat, ada enam rumah yang roboh terkena angin puting beliung. Puluhan rumah lainnya rusak ringan. Satu orang meninggal dunia. Ternyata tidak hanya Desa Bogowanti, bencana angin puting beliung yang bertiup kencang disertai hujan juga menerjang Desa Sarimulyo, Desa Sendangmulyo dan Desa Pengkolrejo. Hanya saja di desa ini tidak sampai jatuh korban jiwa.

Kapolsek Ngawen AKP Yulianto mengatakan setelah adanya kejadian seperti ini, pihaknya mengimbau warga agar lebih waspada. Dikarenakan cuaca tidak menentu dan bisa berubah cepat. “Bila terjadi bencana apapun segera langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Kami akan cepat merespons laporan masyarakat,” kata Yulianto.

Editor : Akrom Hazami

Geger, Granat Ditemukan di Blora

Petugas melihat benda seperti granat di Mapolsek Ngawen, Blora. (Polres Blora)

Petugas melihat benda seperti granat diKoramil Ngawen, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah benda mencurigakan bentuknya seperti granat tangan tanpa sengaja ditemukan salah seorang warga di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Kamis (27/10/2016) malam.

Sukardi adalah orang yang menemukannya. Dari informasi yang dihimpun, mulanya dirinya sedang membersikan pekarangan milik Sunari.  Tiba – tiba cangkulnya mengenai benda keras.

Setelah diambil dan diamati ternyata benda tersebut menyerupai granat tangan atau ranjau darat. Kemudian Sukardi melaporkan kepada Kepala Desa Sendangmulyo.

Oleh kepala desa setempat, barang tersebut dibawa dan dilaporkan.  Serta diserahkan ke Koramil Ngawen. Mendengar laporan warga bahwa ditemukan benda mencurigakan mirip granat tangan ini, Komandan Koramil Ngawen mengecek langsung serta menginformasikan kepada Kapolsek Ngawen.

Polisi memastikan dan berkordinasi dengan Koramil. Ternyata benar, benda tersebut adalah granat tangan. Setelah itu benda tersebut diamankan di mapolsek dan langsung dibawa untuk diteruskan ke tingkat atas yaitu di Polres Blora untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

Blora Bersiap jadi Tuan Rumah Voli Divisi Utama

Wabup Blora Arief Rohman yang juga bertindak sebagai ketua panitia turnamen voli nasional menjelaskan kesiapan kota teresebut menjadi tuan rumah voli divisi utama.  (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)

Wabup Blora Arief Rohman yang juga bertindak sebagai ketua panitia turnamen voli nasional menjelaskan kesiapan kota teresebut menjadi tuan rumah voli divisi utama.  (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati, pada Rabu (26/10/2015) mulai pukul 09.00 WIB diselenggarakan rakor persiapan Kabupaten Blora menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen voli divisi utama nasional tahun 2016 yang rencananya akan digelar pada tanggal 4 sampai 11 Desember mendatang.

Rapat diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Ahmad Wardoyo, Kabid Pemuda dan Olahraga Sukartono, segenap pengurus PBVSI Kabupaten Blora serta panitia lainnya yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Arief Rohman.

Dalam rapat tersebut, Wabup yang juga bertindak sebagai ketua panitia turnamen voli nasional mengatakan bahwa seluruh panitia harus bekerja keras untuk menyukseskan even tersebut. Mengingat ini adalah even bergengsi, event turnamen voli paling puncak divisi utama yang diikuti 16 klub besar se-Indonesia.

“Segala urusan teknis, penginapan, akomodasi, serta persiapan venue di GOR Mustika harus benar-benar dimaksimalkan. Begitu juga dengan publikasi dan penjualan tiket, harus dikelola dengan bagus agar tidak kacau,” ucapnya.

Wabup pun menyampaikan bahwa telah ada sponsor tunggal untuk pelaksanaan even tersebut, yakni dari Perusahaan Gas Negara (PGN). “Nanti namanya PGN LIVOLI 2016,” ujarnya.

Khusus untuk venue, Wabup yang juga mantan anggota DPRD Jateng ini meminta agar kondisi GOR benar-benar dipersiapkan maksimal. Lampu yang mati segera diganti dan ditambahi agar lebih terang. Begitu pula dengan kondisi ruang ganti atlet dan toiket harus bersih. “Ketersediaan air bersih jangan sampai dilupakan,” tegasnya.

Kepala Dindikpora Blora Ahmad Wardoyo meminta kepada seksi keamanan untuk bisa melakukan penjagaan yang ketat di loket tiket dan pintu masuk GOR Mustika. “Terutama mulai babak semifinal hingga final. Kalau perlu ambil tenaga keamanan dari luar agar tidak bocor. Biasanya kalau penjagaan dari lokal, banyak yang meloloskan anggota keluarga dan kerabatnya untuk masuk tanpa tiket,” tegasnya.

Adapun Wakil Ketua PBVSI Kabupaten Blora, Ahmad Sutaat menjelaskan bahwa untuk tiket akan dibedakan menjadi 4 kategori. Untuk tiket babak penyisihan harganya Rp 10 ribu, tiket babak semifinal hingga final Rp 20 ribu, dan ada tiket terusan mulai penyisihan hingga final sebesar Rp 150 ribu.

“Agar kontrol tiket bisa dilakukan dengan baik, sebaiknya penjualan tiket hanya dilakukan di komplek GOR Mustika saja,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan untuk persiapan penginapan atlet dari 16 tim dan wasit, serta para tamu undangan sudah dibookingkan hotel di sekitar Kota Blora. “Atlet dan wasit diutamakan mendapatkan hotel di Kota Blora, selebihnya akan diarahkan ke Cepu,” pungkasnya.

Sesuai rencana, hari pertama turnamen akan dibuka oleh Ketua PBVSI Jawa Tengah yang tidak lain adalah Kapolda Jawa Tengah. Sedangkan saat partai final nanti akan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menyerahkan hadiah utama kepada para pemenang.

Rapat koordinasi panitia tidak hanya dilakukan sekali saja, kedepan akan dilaksanakan kembali rapat koordinasi susulan. Untuk tehnical meeting tim peserta PGN LIVOLI 2016 akan dilaksanakan 3 Desember 2016 di Gedung Pertemuan Setda Kabupaten Blora dan malam harinya akan dilaksanakan welcome party di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Editor : Akrom Hazami

Blora Siaga Bencana Alam

 Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Hujan Tahun 2016-2017 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Kamis, (06/10/2016). (Humas Setda Pemkab Blora)


Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Hujan Tahun 2016-2017 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Kamis, (06/10/2016). (Humas Setda Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho memimpin Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Hujan Tahun 2016-2017 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Kamis, (06/10/2016). Rakor ini dihadiri oleh perwakilan dinas/instansi terkait, Forkopimda Kabupaten Blora, camat serta Perwakilan BUMN dan BUMD se-kabupaten setempat.

Djoko menyampaikan penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua lapisan masyarakat. Di musim hujan seperti saat ini sangat rawan terjadi bencana banjir dan juga tanah longsor. Diharapkan Forkopimcam dapat memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk terus siap siaga terhadap bencana.

“Meskipun terjadinya bencana tidak dapat diprediksi dengan tepat, diharapkan keberadaan posko di setiap daerah rawan bencana dapat memberikan ketenangan bagi warga,” katanya.

Bupati meminta masyarakat di daerah yang memiliki titik rawan bencana untuk membentuk posko bencana dan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah pelampung.
Dalam paparannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Sri Rahayu enyampaikan bahwa Kabupaten Blora rawan terjadi bencana banjir, tanah longsor dan angin topan dengan potensi yang kecil. Meskipun demikian diingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada karena bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.”Sebagai contoh adalah bencana banjir bandang yang terjadi di Garut,” katanya.

BPBD Kabupaten Blora telah siap mengatasi bencana yang terjadi. Akan tetapi masih diperlukan bantuan dari beberapa pihak terkait, misalnya TNI dan Polri dalam penanganan bencana, Perhutani untuk melakukan pencegahan dengan program penghijauan, serta dinas/instansi untuk melakukan sosialisasi bencana serta menjalankan program Jumat Bersih.

Kodim 0721/Blora dan Polres Blora menyatakan siap membantu penanggulangan bencana. Ke depan diharapkan dapat dibentuk tim penanggulangan bencana satu pintu, sehingga seluruh koordinasi dapat terpusat serta bantuan dapat dikelola dan didistribusikan dengan baik. Sehingga bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Editor : Akrom Hazami

Kebanyakan Anak, Camat di Blora Akan Ditegur

Bupati Blora Djoko Nugroho membacakan deklarasi Ayo KB di rumah dinas bupati setempat. (Humas Pemkab Blora)

Bupati Blora Djoko Nugroho membacakan deklarasi Ayo KB di rumah dinas bupati setempat. (Humas Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho serius ingin melakukan program Ayo KB. Bahkan, dia akan menegur camat yang angka kelahiran di wilayahnya masih tinggi.

“Laporkan kepada saya secara berkala, jika ada kecamatan yang angka kelahirannya masih tinggi maka camatnya akan saya ingatkan bahwa KB nya belum sukses,” kata Kokok, panggilannya, saat Deklarasi Ayo KB di Blora.

Bertempat di pendapa rumah dinas bupati, pemkab bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB), serta tim penggerak PKK Kabupaten Blora menggelar Deklarasi Ayo KB dalam acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK – KKBPK 2016. 

Kegiatan dihadiri bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Umi Kulsum Djoko Nugroho, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ainus Solichah Arief Rohman, segenap pengurus PKK, camat se-Kabupaten Blora dan perwakilan organisasi wanita.

Kokok mengibaratkan keberhasilan program KB sama halnya dengan keberhasilan menanam pohon jati. Agar hasilnya bisa bagus dan tumbuh besar dengan kualitas kayu top maka, penanamannya harus diatur dan jarak tanamnya tidak terlalu rapat sehingga akar tidak berebut makanan dalam tanah.

Begitu juga dengan manusia kalau ingin anaknya tumbuh sehat dan cerdas, maka harus mengatur jarak kelahiran dan jangan terlalu banyak anak. “Dua saja cukup,” ungkap bupati.

Pengucapan deklarasi diucapkan langsung oleh bupati dengan diikuti seluruh camat se Kabupaten Blora. Camat dan PKK di kecamatan diminta intensif melakukan penyuluhan KB secara seimbang dan menyeluruh. 

Deklarasi ini jangan semata-mata hanya untuk mengejar juara tingkat provinsi atau apapun. Laksanakan deklarasi gerakan ayo KB sebaik-baiknya untuk masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora dr Henny Indriyanti untuk melakukan pendataan angka kelahiran di masing-masing puskesmas dan kecamatan.

Ketua BPMPKB Blora, Winarno menjelaskan bahwa deklarasi Ayo KB merupakan upaya pengendalian penduduk sebagai tindak lanjut deklarasi yang dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo pada bulan Februari lalu. “Di Blora kali ini merupakan deklarasi tingkat kabupaten/kota kelima se Provinsi Jawa Tengah. Dengan kata lain, baru 5 kabupaten/kota yang mendeklarasikan gerakan ayo KB dua anak cukup,” ucap Winarno.

Editor : Akrom Hazami

Para Penembak Jitu Kumpul di Blora

tembak 1

Peserta siap melakoni Air Rifle Open Challenge Competition Bupati Cup Blora di Lapangan Tembak Baladewa Blora. (Humas Protokol Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Para penembak jitu berkumpul di Blora untuk mengikuti kompetisi bergengsi yang diadakan di kota itu. Bupati Blora Djoko Nugroho membuka Air Rifle Open Challenge Competition Bupati Cup Blora, dalam rangka Hari Jadi Yonif 410 Alugoro Blora ke 50 di Lapangan Tembak Baladewa. Sabtu, (03/09/2016).

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda, Ketua Perbakin Suryanto serta perwakilan dari KONI Blora. Dalam sambutannya, Suryanto menyampaikan bahwa lomba tembak ini merupakan kegiatan rutin,dan ini merupakan kegiatan kali kelima kali. Serta bertepatan dengan Hari Jadi Yonif 410 Alugoro.  “Tujuan dari diadakannya perlombaan tembak ini adalah untuk menjaring penembak jitu serta untuk mempererat tali persaudaraan,” kata Suryanto.

Komandan Yonif 410 Alugoro Mayor Inf M Heri Amrullah, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah hadir. “Komandan Yonif 410 Alugoro Blora berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung sportivitas dan di setiap lomba pasti ada memang dan kalah,” kata Heri.

Sementara Djoko mengucapkan Selamat Hari Jadi Yonif 410 Alugoro Blora. Nantinya lapangan tembak juga akan digunakan sebagai tempat berlatih golf serta akan dibangun trotoar dan pembuatan jalan paving hingga lapangan parkir.“Sedangkan untuk lapangan golf lama akan dibangun lapangan balap, trabas, dan tempat kegiatan untuk semua usia,” ungkap bupati.

Pembukaan Air Rifle Open Challenge Competition Bupati Cup Blora ditandai dengan penembakan balon Bupati Blora. Perlombaan ini dibagi atas empat kelas yaitu 17 meter, 22 meter, 33 meter dan 41 meter.  Peserta berasal dari seluruh Indonesia dan lomba berjalan selama dua hari, dengan acara penutupan akan dilaksanakan pada Minggu, 4 Agustus 2016.

Editor : Akrom Hazami

Manik-manik Cantik dari Blora Disulap jadi Suvenir Menarik

suvenir

Ruthrini memperlihatkan kerajinan maniknya di Blora. (Humas Pemkab Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Merangkai manik-manik menjadi karya suvenir cantik dan menarik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Namun tingkat kesulitan itu bukan sebuah penghalang jika dilandasi minat dan kemauan. Itu, yang dilakukan oleh Ruthrini (52) seorang ibu rumah tangga, warga RT 05/RW III Sawahan, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora.

Dari ketekunan itu akhirnya Rini panen orderan. “Pada awalnya saya mencoba belajar secara otodidak. Semua bahannya dari manik-manik dan benang. Saya kerjakan sendiri sejak tahun 2003,” ujar Rini sapaan akrab Ruthrini, di Blora, dikutip www.blorakab.go.id.

Untuk memperoleh manik-manik, kata dia, diperoleh dari dalam dan luar Blora. “Saya buat suvenir seperti gantungan kunci, tas, dompet, tempat tisu berbentuk angsa dan boneka. Tergantung pesanan yang diminati,” kata dia.

Harganya sangat terjangkau dan bervariatif. Untuk gantungan kunci Rp3000, tas Rp200 ribu, tempat minum Rp50 ribu dan dompet Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

Hasil karyanya, selain dipajang di rumah, juga dipromosikan melalui sosial media. “Usaha sambilan ini saya kasih nama Cindy Collection. Selain dipesan Blora dan sekitarnya. Juga beberapa kali melayani peminat dari Salatiga, Yogyakarta, Pati, Rembang, Lasem, Pati dan Tayu, ” ujar ibu tiga anak dan dua cucu itu.

Untuk menghasilkan karyanya, istri anggota polisi itu mengatakan, butuh waktu satu hingga dua hari, tergantung tingkat kerumitan dan jumlah pesanan.

“Semenjak ayahnya anak-anak meninggal, saya harus berjuang dengan kemampuan yang saya miliki. Yang penting tekun dan halal, bagi saya tidak ada sesuatu yang sulit, jika minat,” ungkapnya.

Salah seorang rekannya yang pernah belajar dengannya, kata Rini, sudah menekuni usaha yang sama di luar pulau Jawa.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Danrem Puji Hasil Pertanian Blora

danrem

Danrem 073/ Makutarama Kol Kav Pratama Santosa saat berbincang dengan Bupati Blora Djoko Nugroho

 

MuriaNewsCom, Blora – Danrem 073/ Makutarama Kol Kav Pratama Santosa memuji hasil pertanian Kabupaten Blora. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Blora, Jumat (22/7/2017).

Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut kedatangan Danrem bersama jajarannya di rumah dinas bupati. Kunjungan tersebut guna silaturahmi.

Hadir pula Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, Danyon 410 Alugoro Letkol Inf Heri Amrullah, Kapolres Blora AKBP Surisman, Ketua DPRD Blora Bambang Susilo, Kepala Rutan Blora Fajar Nurcahyono, dan Kasi Pidum Kejari Blora Dwi Cipto Tunggal, dan lainnya.

Usai pertemuan, Pratama memuji soal hasil pertanian kabupaten tersebut. “Blora cukup berpotensi ya. Beberapa waktu yang lalu terjadi peningkatan di dalam serapan padi dan gabah,” katanya kepada wartawan.

Dia berharap, dalam menyongsong program swasembada pangan ini,  nantinya Kodim Blora atau wilayah Blora bisa memberikan kontribusi yang bagus di tingkat nasional.

Editor : Akrom Hazami

.

Awas, Truk Pasir Menyenggolmu di Blora

truk

Sebuah truk pasir melintas di salah satu jalan raya di Blora. (BPBD Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pengguna kendaraan atau pejalan kaki di wilayah Blora hendaknya lebih berhati-hati. Jika tidak, maka keselamatan diri bisa terancam.

Yaitu keberadaan truk muatan pasir yang melintas pelan. Truk pasir juga biasanya kerap berhenti sembarangan. Terutama ketika sore hari dan malam hari.

BPBD Blora mengimbau penggguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di jalanan kabupaten tersebut.

“Hati-hati pengguna jalan yg lewat Blora, banyak truck pasir yg berjalan pelan dan berhenti sembarangan sore sampai malam hari,” kata BPBD Blora dikutip dari akun Twitternya.

Editor : Akrom Hazami

 

Wow, Pencari E-KTP di Blora Meningkat Hingga 50 Persen

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Pencari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Blora melonjak drastis. Dari yang semula hanya 150 perhari kini bisa mencapai 250 orang. Itupun belum termasuk pencetakan E-KTP yang dititipkan oleh pencari E-KTP ke masing-masing Kecamatan.

”Dihari biasa antara 100 hingga 150 orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendafataran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Blora, Agus Listiyono kepada MuriaNewsCom (16/5/2016).

Melonjaknya jumlah pencari E-KTP itu didomiinasi penduduk penduduk dengan predikat wajib KTP baru. Menurut Agus, dari jumlah tersebut 90 persen merupakan penduduk dengan wajib KTP baru.

”Memang setiap kelulusan SMA terjadi lonjakan pencari kartu identitas,” ujarnya.

Dalam sehari, kantor Disdukcapil Blora hanya mampu mencetak 150 E-KTP. Tentu, hal itu tidak sebanding dengan jumlah pencari. Untuk mengantisipasinya, Agus mengaku, pihaknya melakukan lembur pencetakan hingga malam hari.

”Kami melakukan pencetakan KTp hingga pukul 20.00,” ujarnya.

Meski lembur, bukan berarti pencari E-KTP bisa mendapatkannya dalam waktu sehari. Pencari E-KTP batru akan mendapatkan setelah melakukan perekaman identitas diri tiga hari sebelumnya.

”Kalau perekaman setelah itu langsung jadi, ya tidak bisa. Kalau dilakukan tiga hari sebelumnya baru bisa,” imbuhnya.

Selain itu, ada kendala lain yang dihadapi. Yakni ketika jaringan error, menurut Agus, ketika jaringan internet error maka pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa. Efeknya, pencetakan mundur dan pemohon marah-marah. ”Ya itu kendala yang kami hadapi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Warga Blora Tuntut Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Naiknya harga jelang Ramadan memang menjadi penyakit tahunan di setiap daerah, tak terkecuali di Kabupaten Blora. Apalagi, di bulan tersebut, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok bisa naik hingga dua ratus persen.

Jumilah, warga Kunden Blora mengaku sering kesulitan mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan jika Ramadan tiba. Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan tindakan riil untuk menanggulangi hal tersebut.

”Tolonglah, harga sembako diawasi. Terutama kebutuhan pokok di pasaran, biar tidak terjadi lonjakan harga yang sampai memberatkan masyarakat,” keluh pedagang di Pasar Induk tersebut.

Ia mengatakan, geliat lonjakan harga sembako sebenarnya sudah mulai nampak sejak satu bulan sebelum Ramadan. Terutama pada kebutuhan primer seperti beras, telur, minyak goreng, dan bumbu dapur.

Karena itu, langkah konkrit harus dilakukan Pemkab sejak dini, supaya masyarakat tak tercekik saat Ramadan tiba. Dengan begitu harga bisa dikendalikan. Bahkan pedagang dan pembeli bisa melakukan transaksi tanpa ada kecurigaan.

”Biasanya, pemerintah bertindak setelah ada lonjakan harga. Cobalah mulai dari sekarang berfikir yang logis. Kalau antisipasi dimulai sekarang, tengkulak yang suka bermain dengan harga pasti akan takut dan tak berani main-main,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi