Dih.. Ribuan Warga Blora Masih Buang Air Besar Sembarangan

MuriaNewsCom, BloraPerilaku buang air besar sembarangan (BABS) saat ini masih dilakukan banyak warga di wilayah Blora. Tidak memiliki jamban menjadi penyebab utama terjadinya perilaku ini. Ironisnya, ada ribuan warga yang masih buang air besar sembarangan.

”Hingga saat ini, masih ada 6 persen KK yang belum memiliki jamban. Jumlahnya sekitar 17.542 KK yang tersebar di 15 Kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, dalam acara Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya percepatan Program Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, saat ini baru ada satu Kecamatan yang sudah 100 persen mendeklarasikan sebagai wilayah Bebas Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Yakni, Kecamatan Cepu.

Untuk Kota Blora cakupannya baru 99,8 persen. Sedangkan data terendah ada di Kecamatan Randublatung dengan cakupan 82,8 persen.

Terkait kondisi itu, Ia berharap seluruh Camat, Puskesmas dan Kepala Desa bisa aktif melaksanakan program percepatan ODF di Kabupaten Blora. Soalnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga menargetkan agar Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF pada tahun 2018 ini.

Dijelaskan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya untuk membiasakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan upaya pencegahan penyakit, khususnya diare.

Untuk memerangi perilaku BABS itu dilakukan lewat program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat supaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Dinas Kesehatan untuk memerangi perilaku buang air besar sembarangan yang sekarang ini masih banyak dilakukan masyarakat. Soalnya, perilaku itu bisa menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung upaya menyadarkan masyakarat agar tidak lagi membiasakan buang air besar di sembarang tempat. Saya berharap agar tahun 2018 ini Kabupaten Blora bisa meraih predikat ODF karena itu merupakan salah satu indikator penting pola hidup masyarakat yang sehat,” cetusnya saat membuka workshop.

Supaya target itu bisa tercapai, Djoko meminta agar semua pihak terkait bisa bergerak bersama. Ia memerintahkan para camat agar meminta kepala desa untuk menganggarkan dana desanya buat program jambanisasi.

“Pemerintah sudah memberikan dana besar ke desa dan salah satunya untuk mendukung program ini. Kita royok bersama agar bisa segera tuntas,” tegasnya.

Dalam acara itu, Djoko sempat pula menyerahkan bantuan delapan unit ambulans untuk disalurkan ke puskesmas. Masing-masing, Puskesmas Cepu, Ngroto, Bogorejo, Doplang, Menden, Puledagel, Randublatung dan Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Top. Ciptakan Mesin Pencacah Rumput, Anggota Polres Blora Ini dapat Police Award

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah prestasi istimewa diraih Aipda Suyono, salah satu anggota Polres Blora yang bertugas di Polsek Jiken. Yakni, mendapat penghargaan Police Award Polda Jateng dibidang perternakan atau pertanian. Selain itu ada juga 20 polisi lainnya yang juga mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan kinerjanya pada bidang lainnya.

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (22/3/2018) malam. Acara penghargaan juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah menteri terkait. Hadir pula jajaran Forkompinda tingkat provinsi dan kabupaten.

Penghargaan didapat Aipda Suyono atas hasil karya yang dibuatnya beberapa bulan lalu. Yakni, menciptakan mesin pencacah rumput dengan modal pribadi.

Hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diwilayah tugasnya. Terutama saat musim kemarau tiba karena hasil fermentasi pakan ternak dari cacahan rumput atau batang jagung bisa bertahan hingga waktu enam bulan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan yang didapat anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono tersebut. Ia juga mengucapkan terimaksih atas kerja keras seluruh personil, serta dukungan dari rekan-rekan media hingga akhirnya mampu meraih penghargaan Police Award tersebut.

“Alhamdullilah, puji syukur atas anugerah Allah SWT, akhirnya Polres Blora mampu meraih penghargaan Police Award. Rasa terimakasih juga saya tujukan untuk rekan-rekan media yang ikut berpartisipasi dalam mendukung Aipda Suyono meraih penghargaan kategori Bhabinkamtibmas yang berpengaruh di bidang perternakan dan pertanian ini,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).

Atas keberhasilan tersebut, Suyono layak dijadikan sebagai motivator bagi semua anggota Bhabinkamtibmas. Ia berharap agar penghargaan itu bisa menjadi inspirasi anggota lainnya untuk bisa lebih peduli membantu persoalan sosial masyarakat di sekitar tempat tugasnya.

Editor: Supriyadi

Tawarkan Barang Curian, Maling Komputer MA Ma’arif Randublatung Blora Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pencurian seperangkat komputer di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif Randublatung Blora akhirnya berhasil dituntaskan pihak kepolisian. Hal ini menyusul tertangkapnya pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu.

Tersangka pencurian komputer adalah Muhammad Zainudin (55), warga Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tersangka bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) sebuah mini market di Blora.

“Tersangka kita amankan di Stasiun Cepu pada hari Rabu (21/03/2019) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, tersangka berada di stasiun karena mau pulang ke Jakarta,” ungkap Kapolsek Randublatung AKP Supriyo, Kamis (22/03/18).

Bersama tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti kejahatan. Yakni, seperangkat PC computer merk Lenovo dan LCD. Barang itu dicuri tersangka dari ruang guru dengan cara menjebol plafon ruangan.

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi mengingat gaji yang diterimanya tidak mencukupi.

“Tersangka saat ini masih diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” jelas Supriyo.

Menurutnya, keberhasilan polisi menangkap pelaku pencurian komputer sekolah ini, berkat informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa ada seseorang di sekitar Stasiun Cepu yang sedang menawarkan komputer. Dari informasi itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Editor: Supriyadi

Baru 2 Bulan Bebas, Seorang Residivis di Blora Ini Kembali Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan bernama Jarno kembali berurusan dengan polisi. Gara-garanya, pria berusia 25 tahun itu ditengarai telah melakukan tindak pidana penggelapan motor. Ironisnya, Jarno diketahui baru dua bulan lalu bebas dari menjalani hukuman di Rutan Blora dengan kasus yang sama.

“Tersangka atau pelaku bisa kita amankan hari Selasa 20 Maret 2018 kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor yang baru keluar pada 21 Januari 2018 lalu,” terang Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, Rabu (21/3/2018).

Kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka terjadi di rumah korban bernama Ika Widyastuti (40), warga Dukuh Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, pada 12 Maret 2018. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban dan mengaku sebagai montir. Kedatangannya bertujuan untuk memperbaiki truk milik korban yang mogok di wilayah Randublatung.

Mengingat memang butuh bantuan montir, korban tidak menaruh curiga meski orang tersebut belum dikenal sebelumnya. Setelah ngobrol sejenak, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk beli spare part truk yang mogok tadi.

Setelah pergi membawa motor Honda Beeat dengan nopil K 3200 CE, tersangka tidak kembali lagi ke rumah korban hingga malam hari. Merasa kena tipu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu pada Polsek Banjarejo pada keesokan harinya.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, ada informasi yang menyebutkan kalau sepeda motor itu akan dijual diwilayah Randublatung,” jelas Budiyono.

Selanjutnya petugas dari Polsek Banjarejo didukung anggota Polsek Randublatung melakukan pemantauan dan pengintaian di jalan raya Cepu-Randublatung. Sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka akhirnya muncul mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur.

“Setelah tersangka muncul, petugas langsung menghadang di depan Kantor KPH Randublatung. Kemudian, pelaku berikut barang bukti sepeda motor dan STNK kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Minta Dukungan Perbaikan 4 Ruas Jalan Rusak ke Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, BloraSedikitnya ada empat skala prioritas pembangunan yang diusung Pemkab Blora pada tahun anggaran 2019. Selanjutnya, keempat skala prioritas ini diusulkan pada Pemprov Jateng untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Empat usulan prioritas itu sudah kita sampaikan pada Pemprov Jateng. Yakni, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Kabupaten Rembang, hari Senin kemarin,” jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/3/2018).

Djoko menegaskan, empat usulan prioritas itu kesemuanya meliputi peningkatan infrastruktur jalan. Yakni, peningkatan jalan Kunduran-Doplang sepanjang 19,6 km dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Blora-Randublatung sepanjang 24,8 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas sepanjang 19,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar. Satu lagi adalah peningkatan jalan Mendenrejo-Megeri sepanjang 23 km dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar..

“Peningkatan jalan itu butuh alokasi dana cukup besar. Kami berharap Pemprov Jateng bisa membantu pembangunan empat usulan prioritas tersebut,” katanya.

Lebih jauh Djoko menyatakan, peningkatan infrastruktur itu diperlulan untuk membuka akses jalan desa hutan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di wilayah Blora Selatan.

Jika jalan itu bisa terbangun dengan baik, maka roda perekonomian disekitarnya akan tumbuh cepat. Dampak selanjutnya, tingkat kemiskinan akan bisa berkurang.

“Seperti kita ketahui, akses jalan dari Blora ke utara (Rembang) sudah bagus. Akses ke barat arah Purwodadi bagus, begitu juga ke timur arah Bojonegoro bagus. Tetapi begitu kita melihat Blora ke selatan menuju Ngawi, belum ada jalan yang layak,” imbuh Djoko.

Editor: Supriyadi

Lagi, 2 Pengedar Narkoba di Blora Diringkus Tim Cobra

MuriaNewsCom, Blora – Tim Cobra Satresnarkoba Polres kembali menunjukkan bisanya. Hal ini menyusul keberhasilan tim Cobra dalam membekuk dua pengendar narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Blora dan sekitarnya. Kedua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap dalam waktu dan tempat berlainan.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, tersangka pertama yang diamankan adalah Ardi Joko Nugroho (25), warga Kampung Simo Kwagean, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Tersangka yang kesehariannya bekerja ojek online ini ditangkap di depan pintu masuk Stasiun kota Cepu pada hari Jumat (16/03/18) pukul 20.00 WIB.

Penangkapan tersangka ini berawal dari info masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Stasiun Cepu. Pelaku dikabarkan datang dari kota Surabaya menuju Cepu dengan menggunakan kereta api.

“Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi stasiun, petugas mengetahui orang yang dimaksud yang baru turun dari kereta. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan di depan pintu masuk stasiun,” ungkap Suparlan pada wartawan, Senin (19/03/18).

Saat digeledah, dari dalam tas yang dipakai tersangka ini, petugas menemukan sebuah HP dan 2 paket narkotika seberat 1,34 gram. Barang terlarang ini dibungkus plastik klip warna bening yang digulung, kemudian dikemas dalam amplop warna putih.

Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan petugas beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul satu nama tersangka lagi yang diindikasikan sebagai pengedar. Yakni, Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

“Tersangka kedua ini kita amankan di rumahnya pada hari Sabtu (17/03/18) sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Cobra langsung melakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti narkoba. Jumlahnya ada tiga paket narkotika seberat 4,60 gram. Selain itu, ditemukan pula satu buah timbangan digital serta sebuah HP.

“Tersangka dan barang bukti diamanakan dan dibawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.” pungkas Suparlan.

Beberapa hari sebelumnya, tim Cobra sudah berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka atau pelaku yang diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Rabu (14/03/18).

Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih.

Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

Editor : Supriyadi

Warga Muraharjo Blora Gorok Lehernya Sendiri Sampai Tewas

MuriaNewsCom, Blora – Peristiwa orang bunuh diri yang menggegerkan warga terjadi di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, Minggu (18/3/2018). Pelaku bunuh diri yang dilakukan di rumahnya sendiri itu diketahui bernama Suwarni (50).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa bunuh diri diketahui sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, anak korban Muryanti (27) hendak memasukkan pakaian dari jemuran ke dalam kamar orang tuanya. Namun, kondisi pintu kamar ternyata terkunci dari dalam.

Selanjutnya, Muryanti memanggil ayahnya Wagiman (60) yang ada di pekarangan. Kedua orang itu kemudian mencoba memanggil nama korban beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Merasa curiga, Wagiman kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Setelah pintu terbuka, keduanya sontak kaget. Soalnya, mereka mendapati tubuh korban sudah bersimbah darah di atas tempat tidurnya. Pada kursi plastik di samping tempat tidur terdapat parang berlumuran darah.

Melihat kondisi itu, keduanya kemudian berteriak minta perlongan warga. Mendengar teriakan ini, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat diperiksa warga, korban ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Kunduran, AKP Untung Hariyadi ketika dimintai komentarnya menyatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, polisi bersama dengan tim medis memeriksa kondisi korban.

Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pada leher korban mengalami luka sobek sepanjang 15 cm dan dalamnya  2 cm.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Korban meninggal akibat bunuh diri. Luka pada leher terjadi akibat goresan sebuah parang yang dilakukan korban sendiri,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Menurutnya, mengenai penyebab tindakan bunuh diri, diduga disebabkan sakit glukoma selama dua tahun yang tidak kunjung sembuh. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, hampir setiap hari, korban sering mengeluhkankan penyakit pada kedua matanya yang tidak kunjung sembuh.

Editor : Ali Muntoha

Mengenal Si Denok, Jati Keramat di Blora Berusia 300 Tahun 

MuriaNewsCom, Blora – Denok sejatinya adalah nama panggilan untuk anak perempuan. Namun, di Blora nama ini dipergunakan untuk sebutan pohon jati tertua.  Pohon jati ini dapat kita temui di RPH Temetes BKPH Temanjang, Kecamatan Banjarejo. Di area hutan milik Perhutani ini, Denok berdiri sudah sekitar 300 tahun.

Masyarakat setempat mempercayai keberadaan Denok ini sebagai tempat yang keramat. Karena itu, Denok kini menyandang status situs budaya dan tempat ritual bagi masyarakat. Heri, warga Blora mengatakan banyak orang ngalap berkah dengan melakukan ritual di pohon denok itu.

Jati Denok  sendiri memiliki diameter berukuran tiga meter dan bentuknya menyerupai fosil. Konon, pohon ini dinamakan Denok karena pangkal pohon terdapat blendong atau gembol yang oleh masyarakat dinamakan denok.

Heri menambahkan, selain karena ada blendong tadi juga dikaitkan dengan cerita legenda di masa lalu. “Konon di masa itu Jati Denok merupakan tempat pemandian Putri Jonggrang Prayungan. Tempat itu diinjak seorang pangeran dan bekas injakan itu menggelembung. Jadi itu asal-usul Jati Denok jika dikaitkan dengan ceritera legenda,” ujar Heri yang mendampingi MuriaNewsCom selama di Blora.

Untuk mencapai lokasi memang harus membutuhkan persiapan khusus karena jalur menuju RPH Termetes BKPH Temanjang ini sangat ekstrem. Meski dinilai ekstrem, tidak menciutkan nyali para wisatawan untuk datang ke lokasi itu. Ratman misalnya. Warga Purwodadi  datang ke lokasi pohon jati denok ini karena disertai rasa penasaran.

“Penasaran, Mbak. Jati kok namanya Denok. Setelah tahu asal usulnya ternyata memang bagus dan bersih,” katanya.

Ratman beserta wisatawan lainnya baik dari dalam maupun luar Blora pun langsung mengabadikan diri lewat swafoto dengan background Jati Denok ini. “Bahkan, ada yang datang ke sini dengan segala harapan. Mereka percaya harapan itu akan terkabul,” pungkas Heri.

Editor: Supriyadi

Korban Banjir Bandang di Blora Diberi Bantuan Sembako

MuriaNewsCom, Blora – Pemkab Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyalurkan bantuan pada korban banjir akibat meluapnya sungai Cangkring yang terjadi pada pertengahan bulan Februari lalu.

Banjir bandang menimpa warga di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran dan Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan.

Bantuan pascabanjir diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Arief Rohman. Ikut mendampingi penyerahan bantuan, Kepala Dinsos P3A Blora Sri Handoko Camat dan Kepala Desa setempat.

Penyerahan bantuan berupa beras itu diserahkan langsung kepada para korban banjir di rumah Kades Kedungwaru dan Balai Desa Kedungwungu.

“Saya mewakili Pak Bupati turut prihatin atas musibah yang terjadi pada bulan Februari kemarin. Banjir yang biasanya kecil, ternyata tahun ini terjadi begitu besarnya sehingga melanda rumah penduduk. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang kemarin terkena banjir,” kata Arief.

Kepala Dinsos P3A Sri Handoko menyampaikan, bantuan sosial berupa beras ini diperuntukkan kepada korban bencana alam seperti banjir bandang. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing kepala desa untuk penyaluran bantuan.

“Masing-masing korban bencana menerima beras sebanyak 10 kg. Semoga bisa meringankan beban pasca banjir,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungwungu, Siti Guntari mewakili warganya mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Pemkab Blora yang disalurkan dalam bentuk beras. Ia berharap kedepan banjir bandang tidak akan terjadi lagi.

“Terimakasih Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan Dinas Sosial, semoga barokah. Kami ingin kedepan agar banjir tidak terjadi lagi. Kami berharag agar bisa dilakukan normalisasi sungai atau pembangunan penguatan tanggul dengan bronjong guna mencegah banjir,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Jalan Desa Gadon Blora Ini Hanya Tersisa Separuh, Warga Terancam Terisolir

MuriaNewsCom, Blora – Akses transportasi warga Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Blora, saat ini sedikit terganggu. Hal ini menyusul adanya bencana longsor yang menimpa bantaran sungai Bengawan Solo. Lokasi longsor ini letaknya berdekatan dengan ruas jalan utama desa tersebut.

Longsornya bantaran sungai mulai terlihat Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Bantaran sungai ini longsor sepanjang 25 meter dan terdapat rakahan selebar 5-10 cm.

“Longsor terjadi akibat naiknya debit air Bengawan Solo. Kondisi tanah terus bergerak dan rekahan makin lebar,” kata staf lapangan BPBD Blora Agung Tri, Kamis (15/3/2018).

Longsor itu memakan separuh lebih badan jalan. Akibatnya mobil tak bisa melintas, kendaraan roda dua pun harus hati-hati saat melewati jalan ini. ”Ini, kita masih melakukan pendataan guna menyiapkan langkah penanganan,” ujarnya.

Kepala BPBD Blora Sri Rahayu menyatakan, longsornya bantaran sungai itu berpotensi memutus jalan desa.

Untuk langkah awal, pihaknya sudah memberikan rambu peringatan pada pengguna jalan agar berhati-hati. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi longsor.

Editor : Ali Muntoha

KPP Pratama  Blora Gagal Capai Target Penerimaan Pajak Tahun 2017

MuriaNewsCom, Grobogan – Target penerimaan pajak tahun 2017 gagal dicapai KPP Pratama Wilayah Blora. Hal itu disampaikan Kepala KPP Pratama Wilayah Blora Udianto dihadapan Bupati Grobogan Sri Sumarni, pimpinan FKPD dan kepala OPD dalam acara publikasi penyampaikan SPT Tahunan melalui E-Filing, Selasa (13/3/2018).

Menurut Udianto, penerimaan pajak yang didapat tahun lalu hanya berkisar Rp 544 miliar. Sementara target yang ditetapkan sebesar Rp Rp 711 miliar.

”Dengan pencapaian tersebut, kita tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan untuk tahun 2017. Target ini untuk penerimaan pajak di dua kabupaten, yakni Blora dan Grobogan. Soalnya, kantor kita membawahi dua wilayah ini,” jelasnya.

Meski tidak mencapai target, namun penerimaan pajak yang didapat pada tahun 2017 sudah meningkat dibandingkan pada tahun 2016. Pada tahun 2016, pendapatan pajak yang diperoleh berkisar Rp 504 miliar lebih.

Untuk meningkatkan penerimaan pajak, khususnya tahun 2018 ini, lanjut Udianto, pihaknya akan melakukan beberapa upaya. Antara lain, melakukan pendekatan kepada sejumlah penunggak pajak. Pihaknya akan melakukan upaya persuasif agar para penunggak pajak itu mau melunasi tunggakannya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pendekatan pada masyarakat. Yakni, melakukan sosialisasi masalah perpajakan ke berbagai kalangan. Bahkan, pihaknya juga melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam sosialisasi pajak tersebut.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pembayaran pajak ini memang perlu dilakukan oleh mereka yang sudah terdaftar sebagai wajib pajak. Menurutnya, pembayaran pajak pada pemerintah ini nantinya akan dikembalikan lagi pada masyarakat untuk berbagai macam kegiatan pembangunan dan belanja daerah.

”Selama ini setoran pajak merupakan komponen penting bagi pemerintah. Sebab, sekitar 80 persen anggaran belanja pemerintah bersumber dari pendapatan pajak. Jika pendapatan pajak meningkat maka alokasi belanja untuk pemerintah pusat maupun daerah juga ikut naik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni dan para pejabat yang hadir sempat menunjukkan print out bukti laporan surat pemberitahuan (SPT) pajak yang dilakukan melalui layanan E-Filing.“Saya sudah melaporkan SPT tahunan beberapa hari lalu. Kepada para wajib pajak saya himbau untuk segera melaporkan SPT tahunannya lewat E-Filing karena cukup mudah dan bisa dilakukan dari mana saja,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pemuda dari Blora Ini Nekat Congkel Kotak Amal Musala di Sragen

MuriaNewsCom, Sragen – Seorang pemuda asal Randublatung, Blora, Aldika Gani (24) nekat mencongkel kotak amal musala dan menggasak isinya. Namun aksinya bisa terlacak, dan kini mendekam di sel tahanan setelah digerebek polisi.

Aldika diketahui mencuri kotak amal di Musala Al Ikrom, Dukuh Sentulan, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Ia mencuri uang dalam kotak amal itu sebesar Rp 194 ribu.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari kecurigaan warga terhadap gerak-gerik pelaku. Pasalnya, beberapa jam usai menggasak uang dalam kotak amal, pelaku kembali datang ke musala itu.

“Ada jemaah yang curiga saat pelaku berseliweran. Setelah dilaporkan ke polisi, dilakukan penyelidikan diketahui memang dia pelakunya,” katanya, Senin (5/3/2018).

Ia menyatakan, pelaku diamankan di Dukuh Karangasem Desa Banaran Kecamatan Kalijambe Sragen. Dari tangannya, petugas kemudian menyita uang sebesar Rp 194 ribu rupiah. Pelaku juga mengakui jika uang tersebut hasil dari pencurian kotak amal di Musala Al Ikhrom.

Modus yang digunakan pelaku yakni berpura-pura beribadah di musala itu. Setelah mengamati sekitar dan dirasa aman, pelaku lantas melancarkan aksinya dengan membobol paksa kotak amal itu. Aksi itu dilakukan skeitar pukul 15.00 WIB.

Usai menjalankan aksinya, pelaku langsung pergi. Namun beberapa jam kemudian ia kembali ke lokasi itu, dan menimbulkan kecurigaan warga.

Warga yang curiga lantas memeriksa kondisi musala dan didapati kotak amal sudah terbuka dengan kondisi dicongkel. Kasus ini pun langsung dilaporkan ke polisi.

Kapolres menjelaskan, pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Kalijambe. Ia dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian.

Editor : Ali Muntoha

32 Barung se-Kabupaten Blora Berebut Jadi yang Tergiat dalam Ajang Pesta Siaga

MuriaNewsCom, Blora – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Blora menggelar ajang pesta siaga 2018, Kamis (22/2/2018). Peserta pesta siaga tingkat kabupaten atau kwarcab ada 32 tim atau barung. Masing-masing terdiri dari 16 barung putra da 16 barung putri yang merupakan perwakilan dari 16 Kwarran/Kecamatan se-Kabupaten Blora.

Pesta Siaga 2018 yang ditempatkan di SMPN 1 Bogorejo dibuka langsung oleh Bunda Umi Kulsum bersama Bupati Djoko Nugroho yang menjabat Kamabicab dan Wakil Bupati Arief Rohman selaku Ketua Kwarcab Blora.

Umi Kulsum yang juga bertindak sebagai pembina upacara Pesta Siaga 2018 mengucapkan selamat berlomba kepada para peserta. Ia berpesan agar para pramuka selalu berani untuk tampil meraih prestasi demi kemajuan bersama.

”Bunda sangat bahagia bisa hadir di tengah adik-adik semua. Kalian semua adalah anak-anak pilihan dari 16 Kwarran untuk tampil disini dalam Pesta Siaga. Jangan takut, jangan minder. Kalian harus berani mempertunjukkan kemampuan kalian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Umi Kulsum yang tidak lain adalah istri Bupati Djoko Nugroho tersebut juga berpesan kepada adik-adik pramuka untuk ikut menjaga dan menyayangi lingkungan. Terlebih saat musim hujan seperti ini kerap terjadi banjir dan tanah longsor.

”Ayo kita tanam pohon sebanyak-banyaknya di sekitar kita agar alam tidak rusak. Sehingga saat musim hujan seperti ini tidak terjadi banjir dan tanah longsor. Selain merawat lingkungan, harus taat beribadah dan patuh kepada orang tua,” lanjutnya.

Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi diadakannya event tahunan Pesta Siaga oleh Kwarcab Blora. Menurutnya, dengan pesta siaga, anak-anak bisa melatih dan mengasah kemampuan diri dalam hal pengetahuan, keberanian, kekompakan dan rasa percaya diri.

”Ini acara yang sangat bagus dalam membangun karakter anak. Disini mereka dilatih kerjasama, saling menolong, kekompakan dan keberanian. Mereka semua adalah bibit unggul, generasi Blora yang pintar dan berani dari seluruh wilayah berkumpul bersama,” tegasnya.

Selain upacara, pembukaan Pesta Siaga juga dimeriahkan dengan serangkaian acara. Antara lain, kuis pengetahuan, tari gambyong, kesenian barongan, pencak silat, penanaman pohon, pelepasan balon dan burung merpati, serta senam bersama goyang Maumere.

Terpisah, Ketua Kwarcab Blora Arief Rohman mengatakan, kegiatan Pesta Siaga tahun 2018 ini dilaksanakan bersamaan dengan hari lahirnya Bapak Pandu Dunia Boden Powell.

”Di sini anak-anak akan berlomba menunjukkan keahlian di bidang pengetahuan, kekompakan, seni budaya dan ketangkasan lainnya yang memuat nilai kemandirian, kerjasama, nasionalisme, tolong menolong dan kebernian. Setidaknya ada 11 pos penilaian yang didirikan panitia untuk menilai kemampuan masing-masing tim. Semoga ini bisa mewujudkan generasi penerus yang kuat,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Komunitas Difabel Blora Mustika dapat Bantuan Alat Produksi Batik

MuriaNwsCom, BloraAnggota komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) mendapat bantuan beragam peralatan produksi batik dari  NU Care-LAZISNU, salah satu organisasi NU yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan pada hari Rabu (21/2/2018).

Selain menyalurkan bantuan peralatan NU Care-LAZISNU juga memberikan pelatihan pewarnaan dan pemasaran pada anggota komunitas difabel yang selama ini menggeluti usaha pembuatan batik.

”Untuk pewarnaan batik kita gunakan dari bahan alami yang berasal dari getah daun dan kulit tumbuhan. Ada daun tom atau nilla, kulit kayu tingi, dan biji jolawe. Keunggulan cat warna alami ini selain ramah lingkungan juga memiliki warna yang khas,” ujar Solihin, seorang pengusaha dan perajin batik dari Pekalongan yang memberikan pelatihan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah NU Care- Lazisnu dalam membantu pengembangan usaha komunitas difabel tersebut. “

Pemkab sangat mendukung kegiatan ini demi kemajuan Difabel Blora Mustika. Semoga hasilnya nanti bisa menginspirasi banyak kalangan untuk bisa terus maju di tengah keterbatasan yang dimiliki,” ungkap Arief yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.

Menurutnya, Pemkab Blora sangat mendukung pengembangan batik yang dibuat komunitas difabel tersebut. Salah satunya, dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Blora mendatang, akan mengenakan pakaian batik yang diproduksi komunitas DBM tersebut.

Untuk diketahui, Difabel Blora Mustika (DBM) adalah sebuah kelompok yang anggotanya menyandang disabilitas dan kusta. UMK yang berdiri pada tahun 2011 ini dipimpin oleh Ghofur dan Kandar.

Ghofur (33) adalah warga Kamolan, Kabupaten Blora. Kedua kakinya diamputasi karena tertimpa musibah sengatan listrik. Sementara Kandar (58) diamputasi pada kedua tangannya.

Bermodal tekad dan keyakinan Ghofur bersama para difabel di Blora merintis UKM batik yang kemudian diberi nama DBM. Tercatat ada 786 orang difabel tergabung dalam UKM ini.

Beranjak dari pengelolaan yang serba sederhana, kini batik DBM memproduksi sekitar 20 motif batik tulis dan 25 motif batik cap.

”Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para donatur melalui NU Care-LAZISNU. Semoga bantuan ini dan kegiatan ini bisa membantu kemajuan DBM,” ujar Ghofur didampingi Kandar, saat penyerahan bantuan.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Pembunuhan Perempuan Cantik Asal Demak di Hutan Randublatung Blora

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pembunuhan terhadap Ida Lestiyaningrum, warga Wedung, Demak yang dilakukan Edi Sumarsono alias Sondong (24) memang sempat membuat warga Blora geger. Apalagi, mayat perempuan muda itu ditinggal begitu saja tanpa identitas di hutan.

Setelah di selidiki, latar belakang pembunuhan tersebut ternyata faktor asmara. Keduanya, bahkan sudah saling kenal sekitar dua bulan sebelumnya. Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka setelah berhasil ditangkap polisi Minggu (18/2/2018) kemarin.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan, dari keterangan tersangka, awal mulanya sempat mengajak ketemuan korban di Alun-alun kota Demak.

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Kemudian korban diajak tersangka ke Blora untuk jalan-jalan dan mampir ke rumah dengan tujuan mau dikenalkan dengan keluarganya. Tersangka diketahui merupakan warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora.

Dalam perjalanansempat turun hujan deras dan keduanya berteduh di Tugu Monumen Pahlawan, Randublatung. Di tempat itulah, Edi mulai membujuk rayu korban untuk berhubungan intim.

Setelah dirayu, korban yang merupakan gadis lugu dan masih perawan tersebut akhirnya mau berhubungan intim dengan tersangka di sekitar lokasi tugu di kawasan hutan tersebut.

Usai berhubungan intim, korban kemudian menagih janji tersangka untuk dikenalkan dengan keluarganya. Namun tersangka justru mengelak dengan alasan belum siap. Korban yang takut hamil akibat setelah diajak berhubungan intim, terus mendesak tersangka agar mau menunjukan alamat rumahnya.

Baca: Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

Tidak lama kemudian, tersangka justru memberikan sebuah minuman kepada korban yang telah dicampur obat Apotas dengan alasan untuk menggagalkan kehamilan. Akhirnya korban meminumnya dan setelah itu, mereka melanjutkan perjalan naik motor.

Namun, di tengah perjalanan, tiba-tiba korban jatuh dari motor dan mengalami kejang-kejang. Tersangka yang takut kemudian langsung mebuang jasad korban ke pinggir semak-semak dan meninggalkannya begitu saja.

”Pelaku yang diketahui sudah beristri dan punya dua anak tersebut, mengaku lajang saat berkenalan dengan korban. Tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain,” ungkap kapolres.

Editor: Supriyadi

Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

MuriaNewsCom, BloraUpaya Polres Blora untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang mayatnya dibuang di kawasan hutan KPH Randublatung akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, pelaku pembunuhan yang sempat menggegerkan warga itu akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, tersangka pembunuhan diketahui bernama Edi Sumarsono alias Sondong (24), warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora. Tersangka berhasil diamankan kurang dari 72 jam setelah kejadian.

”Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo. Tersangka diamankan di rumahnya hari Minggu kemarin sekitar pukul 11.25 WIB,” ungkap kapolres saat press release, Senin (19/2/2018).

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Selain tersangka, sejumlah barang bukti berhasil pula diamankan petugas. Antara lain, sebuah motor Suzuki Sky Drive milik tersangka, bekas minuman bekas yang diminum korban, HP, dan Helm INK warna kuning yang dikenakan korban.

Korban pembunuhan ditketahui bernama Ida Lestiyaningrum (26), warga Wedung, Demak. Mayat korban ditemukan warga di kawasan hutan Mahoni dipinggir jalan raya Blora-Randublatung, Jumat (16/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Perempuan kelahiran 12 Juni 1991 bekerja di sebuah toko kain di Semarang.

Kapolres menjelaskan tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Terungkapnya tindak pidana pembunuhan itu, setelah sebelumnya polisi melakukan otopsi bersama Tim Dokter forensik Polda Jateng di RSUD Blora untuk mengungkap indentitas mayat wanita yang dibuang dihutan tersebut.

”Usai dilakukan otopsi jenazah dibawa pulang pihak keluarganya pada Sabtu (17/2) siang untuk dilakukan pemakaman,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Asyik, Pertengahan Tahun 2018, Pembangunan Bandara di Blora Akan Dimulai

MuriaNewsCom, BloraRencana pembangunan bandara di Kabupaten Blora akhirnya ada titik terang. Berdasarkan penyataan Wakil Bupati Blora Arief Rohman, pembangunan bandara yang ada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu akan dimulai pertengahan tahun 2018 ini.

“Pembangunan bandara akan dimulai pertengahan tahun nanti. Rencananya pada bulan maret nanti akan dilaksanakan groundbreaking terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut Arief, sebagai bentuk dukungan, Pemkab Blora telah menganggarkan dana senilai Rp 5 miliar untuk menunjang proyek nasional itu. Dana tersebut digunakan untuk perencanaan, penataan kawasan bandara, pembangunan jalan atau landasan lama, pemagaran, amdal dan lainnya. Sedangkan untuk pengembangan akan menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menegaskan jika akan membangun dua bandara lagi di Jawa Tengah. Yakni Bandara Jendral Sudirman di Wirasaba, Purbalingga dan Bandara Ngloram, Blora.

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan topping off (penutupan atap) terminal Bandara Ahmad Yani Semarang pada hari Minggu (11/2/2018) lalu. Dalam kesempatan itu, Menhub mengatakan, untuk bandara di Blora tanahnya sudah ada, dan saat ini sedang proses desain. Ditargetkan, sebelum lebaran, pembangunan kedua bandara itu bisa dimulai.

“Terimakasih kepada Pak Menteri Perhubungan yang akan mulai membangun Bandara di Blora. Adanya bandara ini bisa jadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khususnya Blora dan sekitarnya. Jadi nanti kalau ingin ke Jakarta kita bisa naik pesawat dari Cepu, tidak perlu ke Semarang dulu,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Usai Layani Pembeli, Penjual Togel di Blora Digerebek Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang penjual judi togel Hongkong berhasil diamankan anggota Polsek Blora. Penjual judi yang diamankan diketahui bernama Joko Setyo Utomo (33), warga Desa Patalan, Kecamatan Blora.

Sebelum diringkus, pelaku masih terlihat melayani pembali togel di rumahnya. Tidak lama kemudian, polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan pelaku.

”Pelaku kita amankan di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku ini merupakan penjual kupon togel dengan omset ratusan ribu rupiah perhari,” kata Kapolsek Blora AKP Slamet, Senin (12/2/2018).

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai sebesar Rp 335 ribu, tujuh buah buku togel, satu bendel kertas pembelian nomor, buku tertulis rekapan angka togel, empat bolpoint, satu buku ramalan dan satu tas slempang yang digunakan tersangka menyimpan uang.

Ia menyatakan, penangakapan pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktifitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Patelan. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya kasus itu berhasil terungkap.

Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP Pidana tentang perjudian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Soal Penyelewengan Dana Desa, Ini Pesan Khusus Bupati Blora Pada Pendamping Desa

MuriaNewsCom, Blora – Para tenaga pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) diminta untuk bekerja secara profesional dan menunjukkan kinerja terbaik.

Terutama, dalam tugas utamanya untuk mengawal Dana Desa agar tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya.

Hal itu disampaikan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam acara pengarahan dan pembinaan tenaga pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang diselenggarakan di Gedung Sasana Bhakti Blora.

“Dana Desa harus dikawal dengan baik agar tidak disalahgunakan. Adanya Dana Desa bisa digunakan untuk memajukan desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut Djoko, penekanan itu diperlukan mengingat tugas pendamping desa dinilai tidak ringan. Para pendamping itu akan membantu tugas desa dalam melaksanakan serangkaian kegiatan, khususnya yang dialokasikan dari Dana Desa yang nilainya cukup besar.

“Untuk itu, para pendamping desa ini harus paham mengenai aturan yang berkaitan dengan bidang tugasnya. Antara lain, mempelajari UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. Saya harap dengan adanya pendampingan ini dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora Gunadi menyatakan, tenaga pendamping yang dimiliki sebanyak 123 orang.

Rinciannya, 16 Pendamping Desa Teknik (PDTI), 32 Pendamping Pemberdayaan (PDP), 67 Pendamping Lokal Desa (PLD), 6 Tenaga Ahli (TA) dan 2 Operator Komputer (Opkom).

Menurutnya, tugas pendamping desa itu cukup banyak. Antara lain, mendampingi desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kemudian, ikut mendampingi desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana dan prasarana desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Editor : Ali Muntoha

Tak Sekedar Beladiri, Dalmas Polres Blora Juga Dibekali ‘Ilmu Sakti’ untuk Hadapi Penjahat

MuriaNewsCom, Blora – Para pelaku tindak kejahatan di Kabupaten Blora sepertinya harus berpikir dua kali untuk beraksi di Kota Mustika. Pasalnya, belasan Dalmas Sat Shabara Polres Blora ternyata dibekali ilmu beladiri yang tak biasa.

Hal itu terlihat saat 15 anggota Dalmas unjuk kebolehan beladiri di Halaman Belakang Polres Blora, Selasa (30/8/2018) usai apel pagi. Belasan anggota itu memperagakan atraksi memecahkan dan melumat Batako yang ditumpuk beberapa Lapis.

Mereka juga memamerkan cara beladiri bertarung menghadapi pelaku kejahatan yang membawa pistol, tongkat, dan pisau.

Setiawan, instrukutur beladiri Merpati Putih mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari pengamanam yang dilakukan Polri dalam menyikapi pelaku kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi.

”Sebelum memecahkan batako dan lempeng besi kali ini, seluruh personil Dalmas Polres Bora melewati latihan ilmu beladiri Merpati Putih selama beberapa bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata berhasil,” ucap Setiawan seperti dikutip dari Tribratanews.

AKP Siswanto Kasat Sabhara mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Anggota Dalmas supaya memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Sebab, tantangan tugas kedepan semakin berat apalagi jelang masa kampanye Pilkada tahun 2018 ini.

”Pasukan Dalmas adalah pasukan utama Polres Blora yang sebagian besar anggotanya masih berusia muda, maka dari itu ketahanan fisik dan mental perlu diasah terus untuk membentuk kepribadian Polri yang handal,” katanya.

Kasat Sabhara menambahkan, pematahan balok juga lempeng besi dengan kepala dan tangan itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dipelajari pada ilmu beladiri Merpati Putih.

Kemampuan mematahkan balok dan lempeng besi tersebut ternyata menjadi perhatiam Kapolres Blora AKBP Saptono. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Kapolres Blora menjelaskan, peragaan beladiri tidak lain hanya bagian dari unjuk keterampilan yang dimiliki anggotanya. Dan bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri serta besikap sewenang-wenang ketika berada di tengah masyarakat.

”Ini bagian dari show of force kami. Bahwa kami siap melayani dan mengayomi masyarakat. Yang paling penting keahlian ini bukan untuk disombongkan atau disalah gunakan sewenang-wenang,” terang AKBP Saptono.

Editor: Supriyadi

Puluhan Wajib Pajak Terbaik di Blora Dapat Penghargaan dari Bupati

MuriaNewsCom, Blora – Puluhan wajib pajak daerah dan Perangkat Daerah pengelola penatausahaan keuangan daerah tahun 2017 mendapat penghargaan tax award dari Bupati Blora Djoko Nugroho.

Penyerahan penghargaan dirangkai dengan acara penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB P2) tahun 2018 yang dilangsungkan di pendapa rumah dinas, Kamis (25/1/2018).

Pemberian tax award yang baru pertama kali dilakukan itu diselenggarakan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora.

”Acara ini merupakan yang pertama, oleh sebab itu kami rasa masih terdapat banyak kekurangan. Kami harap kedepannya dapat berlangsung lebih baik lagi. Terlebih lagi dalam aspek penilaian pemenang,” ungkap Kepala BPPKAD Blora Komang Gede Irawadi.

Ia menjelaskan, salah satu sumber pendapatan Kabupaten Blora berasal dari pajak. Oleh sebab itu, masyarakat maupun dinas/Instansi dapat lebih sadar akan pentingnya membayar pajak yang sebagian dananya bisa membantu Pemkab Blora dalam membangun infrastruktur.

Tax Award sendiri merupakan bentuk penghargaan dari Pemkab Blora kepada wajib pajak yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam pembayaran pajak daerah. Tujuan penghargaan tersebut untuk memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai aturan yang berlaku.

”Kita harapkan wajib pajak terbaik yang dapat penghargaan bisa  jadi panutan bagi yang lain agar lebih termotivasi dalam melaporkan dan membayar pajak. Melalui acara ini, kita juga ingin mengenalkan kepada masyarakat luas terkait pentingnya pajak untuk pembangunan daerah,” katanya.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi terselenggaranya acara pemberian Tax Award tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Blora agar membayarkan pajak tepat pada waktunya.

”Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat dalam membayar pajak.  Dengan pajaklah jalan dan taman-taman yang ada saat ini dibangun. Pajak itu kita yang membayar dan kita juga yang merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Siswa Berprestasi di SD Gayam Blora Girang dapat Bingkisan dari Polisi

MuriaNewsCom, BloraRaut gembira terlihat dari wajah sejumlah siswa SDN 1 Gayam, Kecamatan Bogorejo, Blora, Senin (22/1/2018). Hal ini terjadi setelah mereka mendapat bingkisan dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo.

Bingkisan itu berisi beberapa alat tulis dan uang pembinaan dari Polsek Bogorejo sebagai bentuk Polisi Peduli Pendidikan. Bingkisan dalam rangka mendukung program Polisi Sahabat Anak itu diberikan pada sejumlah siswa yang dinilai berprestasi.

”Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan menambah semangat belajar,” kata Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bogorejo Aiptu Mulyono, usai menyerahkan bingkisan.

Dalam kesempatan itu, sempat pula dilangsungkan penyuluhan pada para siswa. Materi penyuluhan terkait masalah kenakalan anak dan remaja serta bahaya narkoba.

Di tempat terpisah, Kapolsek Bogorejo AKP Djamrozie Ghozali menyatakan, penyuluhan diberikan sebagai upaya untuk mencegah agar para pelajar tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang mengarah perbuatan negatif. Untuk itu, para pelajar, harus diberikan pemahaman terkait masalah tersebut supaya mengerti.

”Kita ingin berperan aktif dan peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan serta upaya pencegahan kenakalan pergaulan bebas yang mengarah ke perbuatan negatif. Untuk itu kita berikan penyuluhan seperti ini kepada pelajar agar mereka terhindar dari segala sesuatu yang dapat merugikan mereka sendiri dan keluarga,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Berkunjung ke Blora, Menristekdikti Terkesima Lihat Buah Hasil Teknologi Hortikultura

MuriaNewsCom, Blora – Budidaya komoditas tanaman buah yang dilakukan petani di Desa/Kecamatan Tunjungan, Blora mendapat perhatian dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Terlebih, budidaya buah-buahan tersebut sudah dilakukan dengan menggunakan inovasi teknologi hortikultura.

Dalam kesempatan itu, Nasir didampingi Wakil Bupati Blora Arief Rohman sempat melakukan panen klengkeng dan melihat komoditas buah unggulan lainnya yang merupakan hasil inovasi teknologi hortikultura. Di antaranya alpukat berukuran jumbo yang beratnya bisa mencapai 2,5 kg, jambu Kristal, dan durian.

”Luar biasa. Blora yang dahulu dikenal sebagai daerah kering ternyata mampu menghasilkan buah yang luar biasa berkat adanya inovasi, kerja keras para petani dan dukungan riset teknologi. Ini harus dikembangkan, apalagi lahan di kebun buah ini masih luas. Ada sekitar 300 hektare,” ujarnya, Kamis (11/1/2018).

ia juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani buah yang bekerja di kebun tersebut. Menteri yang berasal dari PKB ini nampaknya tertarik untuk turut serta mengembangkan sektor hortikultura ke arah agrowisata berbasis riset dan teknologi.

Menristekdikti Mohamad Nasir (dua dari kiri) saat mencicipi klengkeng di Desa/Kecamatan Tunjungan, Blora yang dikembangkan menggunakan inovasi teknologi hortikultura.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Menurut Nasir, kedepan ia ingin buah dari Blora benar-benar bisa jadi “BLORA” akronim dari Buah Lokal Nusantara yang dikenal lebih luas. Salah satunya dengan cara menggandeng Kementerian LHK dan Kementerian Pertanian agar bisa dilakukan perluasan kebun buah melalui Perhutanan Sosial. Hal ini bisa dimungkinkan karena di sekitar kebun masih banyak lahan hutan milik Perhutani yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya.

”Nanti akan saya komunikasikan dengan Menteri LHK dan Mentan agar Blora ini bisa menjadi pusat buah unggulan hasil inovasi para petani. Negara yang maju itu karena inovasinya baik. Saya rasa inovasi di Blora ini perlu didukung untuk berkembang,” lanjutnya.

Selain kebun buah, Menristekdikti beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Pabrik Inseminasi Buatan (IB) peternakan sapi. Pabrik IB milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Blora tersebut berada di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan.

Wakil Bupati Arief Rohman mengucapkan terimakasih kepada Menristekdikti dan rombongan yang telah bersedia melakukan kunjungan ke Blora di tengah kesibukannya.

”Saya mewakili Bupati Djoko Nugroho, atas nama Pemkab Blora kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Menristekdikti yang telah bersedia datang ke Blora dan mengupayakan pengembangan sektor hortikultura dan peternakan. Semoga hasilnya nanti berguna untuk kemajuan Blora,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Minta Warga Sukseskan Pelaksanaan Pilgub 2018

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho meminta seluruh masyarakat agar ikut menyukseskan pesta demokrasi yang bakal dilangsungkan pertengahan tahun nanti. Yakni, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018. Hal itu disampaikan Djoko saat menghadiri peresmian pendapa baru Kantor Kecamatan Bogorejo, Rabu (10/1/2017) malam.

”Salah satu upaya menyukseskan Pilgub nanti adalah dengan selalu menciptakan suasana kondusif. Untuk itu, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Djoko berharap agar pendopo yang baru ini bisa membawa dampak positif. Yakni, menjadi spirit dan cara pandang baru dalam meningkatkan pelayanan prima kepada semua masyarakat.

Selain bupati, hadir pula dalam kesempatan itu Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bogorejo, Kepala UPT Puskesmas Bogorejo, Kepala Desa se-Kecamatan Bogorejo dan masyarakat umum.

Peresmian pendapa baru ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo yang diberikan kepada Ketua Peguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Bogorejo. Setelah itu, acara dirangkai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Suprayitno.

”Pegelaran wayang kulit ini merupakan gotong royong dari seluruh Kades se Kecamatan Bogorejo untuk menghibur warga yang kangen dengan kesenian tradisional. Melalui pertunjukan wayang kulit ini kita berupaya memupuk rasa kebersamaan untuk membangun Bogorejo yang lebih baik di tahun 2018,” ujar Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo.

Editor: Supriyadi

Pemuda Asal Blora Cabuli Bocah Umur 4 Tahun, Begini Nasibnya Sekarang

MuriaNewsCom, Batang – Seorang pemuda asal Kabupaten Blora, berinisial TDN (25), dibekuk aparat Polres Batang, karena nekat mencabuli bocah berumur 4 tahun. Untuk melancarkan aksinya, pemuda ini mengiming-imingi korban dengan uang seribu rupiah.

Namun aksi bejat ini akhirnya ketahuan. Pelaku pun sempat dihajar massa hingga babak belur, sebelum diamankan polisi.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kasat Reskrim AKP Eko Marudin membenarkan akan kejadian tersebut. “Diduga pelaku sudah Kami amankan dan tengah kami mintai keterangan,” katanya Kamis (4/1/2018).

“Pelaku berhasil kami amankan dari dalam rumah kontrakannya yang berada di Dukuh Sumur, Desa Ujungnegoro,” terangnya.

Di hadapan petugas, TDN mengakui perbuatanya telah mencabuli korban di kamarnya. Sebelumnya, kata Dia, korban terlebih dulu diiming-imingi uang sebesar seribu rupiah agar mau masuk ke kamarnya.

“Siang itu pelaku makan di sebuah warung, lalu datang korban ke warung tersebut untuk makan juga. Kemudian korban diajak ke salah satu kamar dalam rumah kontrakannya, dan di situlah diduga pelaku melakukan aksinya,” ujarnya.

Selain mengamankan diduga pelaku, kata Eko, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan hasil visum yang telah diambil oleh tim medis guna kepentingan penyidikan.

Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Batang. Kasus ini tengah ditangani Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Batang.

Editor : Ali Muntoha