Bangun Bisnis dari Nol, Wanita Asal Pati Ini Sukses Jadi Jutawan dari Bisnis Stik

Kusmianingsih menakar bumbu untuk membuat stik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kusmianingsih menakar bumbu untuk membuat stik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tak ada yang menyangka, Kusmianingsih (37), warga Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Pati justru sukses menjadi jutawan dari bisnis stik. Kondisi keluarga yang sempat berantakan dan membuatnya menjadi “single parent” tak membuatnya putus asa.

Dari kondisi yang terpuruk, wanita yang akrab disapa “Mbak Ning” ini justru mampu menyulapnya menjadi kekuatan untuk bertahan hidup, bahkan membawanya menjadi jutawan.

“Setelah jadi single parent sejak tiga tahun yang lalu, saya tidak mau menggantungkan hidup pada orang lain. Saya harus bisa menghidupi, menafkahi dan menyekolahkan kedua anak saya,” ujar Mbak Ning kepada MuriaNewsCom.

Sebelumnya, ia mengaku sudah berulang kali mencoba buka usaha toko baju, toko alat rumah tangga, hingga jualan nasi uduk di teras rumah. “Semuanya berhenti di tengah jalan. Kurang hoki, mungkin,” tuturnya.

Sampai pada titik kebingungannya, Mbak Ning kemudian memiliki ide untuk mengembangkan bisnis dari sebuah hobi. Terdesak untuk menghidupi keduanya anaknya juga memicu Mbak Ning untuk segera berkarya dan menyulapnya menjadi pundi-pundi rupiah.

Berbekal dengan hobi memasak dan desakan ekonomi, Mbak Ning mencoba untuk membuat stik dan menjualnya kepada tetangga. Namun, penjualan stik rupanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.”Stik yang saya jual seperti yang umumnya dijual. Hasilnya nihil. Banyak yang kurang minat,” ceritanya.

Akhirnya, ia memutar otak bagaimana agar stik buatannya itu laku. Setelah merenung, diskusi dengan teman, hingga mencari ide di internet, Mbak Ning berhasil menciptakan stik dengan beragam rasa, mulai dari stik lombok, brokoli, waluh, udang kering atau ebi, bayam merah, sawi dan beragam sayuran lainnya.

Dari kreasi itu, stik buatan Mbak Ning yang tak biasa itu akhirnya berhasil dijual di pasaran. Bahkan, pesanan berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia setelah ia coba posting di facebook.

Sebulan saja, Mbak Ning bisa mengantongi omzet hingga Rp 30 juta per bulan. Sementara itu, penghasilan bersih rata-rata setiap bulannya mencapai lebih dari Rp 15 juta.

“Bisnis itu dari hati. Kalau sudah hobi, kita bekerja menjadi suka, tanpa ada tekanan. Kondisi ekonomi kadang membuat kita semakin terpacu. Tapi, kerja keras, kesabaran dan doa itu yang paling penting,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono