Pemkab Jepara Diminta Buat Aturan Mengenai Jasa Paket Wisata

Lilo Sunaryo, pelaku pariwisata di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Lilo Sunaryo, pelaku pariwisata di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Adanya sejumlah korban penipuan penyedia layanan paket perjalanan wisata aba-abal di Jepara, membuat pelaku bisnis pariwisata di Jepara geram. Sebab, hal itu dapat merusak penyedia jasa paket wisata yang sesungguhnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara diminta bisa membuat aturan yang jelas terkait penyediaan jasa atau biro paket wisata di Kota Ukir.“Harus ada aturan jelas paket wisata di Jepara, terutama di Karimunjawa,” ujar pelaku pariwisata Jepara Lilo Sunaryo kepada MuriaNewsCom.

Lilo yang juga Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Jepara ini, menyarankan agar ada aturan mengenai jasa paket wisata, mengingat Jepara memiliki banyak lokasi wisata, khususnya Karimunjawa yang gencar dikembangkan. Selain itu, juga perlu penegasan mengenai pemegang wewenang penindakan atas masalah ini.

“Hal itu sangat penting agar tidak ada lagi wisatawan yang tertipu dengan adanya penyedia jasa paket wisata palsu,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada puluhan wisatawan dari Jawa Timur yang gagal berangkat ke Karimunjawa. Saat tiba di Dermaga Kartini, tak ada satu pun pengelola biro wisata yang datang menemui. Padahal, mereka sudah jauh-jauh hari memesan tiket kapal. Seharusnya, mereka menyeberang dengan menggunaakan KMP Siginjai.

Beberapa hari yang lalu, Lilo juga mengetahui ada puluhan wisatawan dari sejumlah daerah dengan tujuan Kepulauan Karimunjawa tertipu melalui jasa biro pariwisata online.

“Mereka sudah memesan tiket melalui paket wisata di internet atau online, tapi saat tiba di Jepara, kantor dari biro perjalanan wisata itu tidak ada. Pengelola yang sebelumnya diajak berkomunikasi untuk pemesanan jasa, juga tak lagi bisa dihubungi,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Puluhan Wisatawan di Jepara Tertipu Biro Perjalanan Wisata Online

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di tengah perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jepara, ternyata justru dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk mengeruk keuntungan dengan cara melakukan penipuan.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada puluhan wisatawan dari beberapa kota yang ke Jepara terkena tipu.

Salah satu pemilik jasa pariwisata, Lilo Sunaryo mengatakan, beberapa hari yang lalu ada puluhan wisatawan dari sejumlah daerah dengan tujuan Kepulauan Karimunjawa tertipu melalui jasa biro pariwisata online.

“Mereka sudah memesan tiket melalui paket wisata di internet atau online, tapi saat tiba di Jepara, kantor dari biro perjalanan wisata itu tidak ada. Pengelola yang sebelumnya diajak berkomunikasi untuk pemesanan jasa, juga tak lagi bisa dihubungi,” ujar Lilo kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, masalah ini harus ditanggapi secara cepat. Sebab menyangkut kepercayaan dari wisatawan. Hal ini, katanya bisa merugikan pemilik jasa wisata lainnya jika dibiarkan.“Itu jelas, jika ada biro paket wisata abal-abal, akan berdampak pada biro wisata yang asli,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Mulyaji tak menampik informasi tersebut. Dia mengaku sering menjumpai masalah demikian. Hanya saja, untuk penindakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, lantaran sudah masuk penipuan, maka penindakan menjadi ranah kepolisian.

“Di luar itu, kami intensif memberikan arahan kepada pengelola biro paket wisata agar menjaga kepercayaan wisatawan. Selain masalah tiket dan sarana lainnya, juga mengenai pemandu wisata,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)