Bupati Kudus Motivasi Kader Siaga Trantib untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat

Bupati Musthofa saat memberikan bintek kepada kader siaga trantib (KST). (Diskominfo Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketenteraman, keamanan, serta kenyamanan dalam masyarakat merupakan kunci dalam membangun bangsa. Termasuk di dalamnya adalah daerah bahkan level terkecil adalah dalam sebuah desa.

Oleh karenanya, keberadaan kader siaga trantib (KST) menjadi penting di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat memberikan pembinaan bagi KST se-Kabupaten Kudus, di Bae, Rabu (23/8).

Untuk bisa berperan secara maksimal, KST harus paham terhadap lingkungan. Tentunya tahu kondisi dan segala perkembangan yang ada. Sehingga apabila ada permasalahan bisa segera tertangani.

“Bahkan, keberadaan KST ini saya berharap semua persoalan selesai di tingkat desa,” pesan Bupati dua periode ini.

Koordinasi dan sinergi dengan kepala desa/lurah dengan babinsa dan bhabinkamtibmas menjadi sebuah kewajiban. Tentunya dibawah koordinasi camat beserta muspika.

“Yang wajib diketahui adalah pahami semua aturan yang ada,” imbuhnya pada acara yang juga dilakukan pengukuhan 135 orang KST baru ini.

Di akhir arahan, Bupati berpesan agar kekompakan dan kebersamaan terus dijaga. Kemampuan komunikasi dengan semua pihak juga harus dioptimalkan. Selain performance dan penampilan yang rapi sebagai representasi pemda di masyarakat.

Editor: Supriyadi

Puluhan Kepala Sekolah di Grobogan Dapat Bintek Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud

Puluhan kepala sekolah dari beberapa satuan pendidikan di Grobogan mengikuti bintek mengenai pendidikan keluarga dari Kemendikbud (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Puluhan kepala sekolah dari beberapa satuan pendidikan mendapat bintek mengenai pendidikan keluarga. Bintek yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dilangsungkan sejak 4-6 Mei 2017 di Hotel Front One Purwodadi.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Pudjo Albachrun menyatakan, peserta bintek sebanyak 50 orang. Terdiri 15 kepala PAUD, 15 Kepala SD, dan 7 Kepala SMP.

Sisanya dari unsur pengawas dan penilik, forum komunikasi PKBM, dewan pendidikan dan himpunan IKP.

“Bintek ini diselenggarakan kerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat pada Kemendikbud. Di Jawa Tengah hanya ada dua kabupaten yang dapat bintek pada tahun 2017 ini,” jelasnya.

Menurut Pudjo, pembinaan pendidikan keluarga sangat berperan dalam pengembangan awal pendidikan. Sebab, pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama serta memiliki pengaruh besar terhadap perilaku individu.

Dijelaskan, saat ini di Grobogan memiliki TK sebanyak 758 unit, kelompok bermain (387), SD (815), SMP (135), tempat penitipan anak (7), dan PAUD (110).

Banyaknya lembaga itu bisa dijadikan modal integrasi pengembangan pendidikan keluarga, sehingga kedepan dapat memperkuat kemitraan. Yakni, antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Melalui kemitraan itu, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli dan terlibat pendidikan dan selalu terlibat mendampingi putra-putrinya. “Dengan kemitraan akan terbangun iklim belajar yang kondusif baik dirumah dan di sekolah. Dampak kedepan akan bisa menumbuhkan nilai luhur seperti kejujuran, kerja keras, gotong-royong dan budaya prestasi,” tambahnya.(nao)

Editor : Kholistiono