Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Aksi pembunuhan terjadi di lokasi proyek pembangunan gedung di Jalan Durian II, Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Seorang tukang bangunan tega menghabisi nyawa teman kerjanya sendiri dengan menghantam menggunakan linggis.

Diduga motifnya pelaku kesal ditegur korban karena terlalu sering guyonan saat bekerja. Korban diketahui bernama Juwarno (27) warga Ngadirejo, Kabupaten Boyolali. Sementara pelaku bernama Yuda alias Bayu (18) warga Purwodadi, Grobogan.

Aksi pembunuhan itu terjadi pada Rabu (1/11/2017) kemarin, dan hingga Kamis (2/11/2017) hari ini polisi masih memburu pelaku yang kabur usai membunuh temannya tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Gunungpati, AKP Hengky Prasetyo menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Menurut dia, dari keterangan sejumlah saksi peristiwa itu bermula saat korban menegur pelaku yang tengah bercanda dengan tukang bangunan lain saat bekerja. Aksi teguran itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin.

“Setelah ditegur, pelaku naik ke atas bangunan membawa linggis. Korban langsung dipukul dengan linggis,” katanya pada wartawan.

Linggis itu menurutnya dipukulkan di bagian kepala dan punggung, hingga korban tak sadarkan diri. Sejumlah saksi lain mencoba melerai, namun mereka juga kena pukul.

Setelah memukul korban dengan linggis, pelaku melarikan diri. Sementara korban sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Semarang. Namun karena luka yang cukup parah di kepala, nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diautopsi. 

Hengky menjelaskan, pihaknya bersama Resmob Polrestabes Semarang tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sejumlah tempat disisir, termasuk di rumah pelaku di daerah Purwodadi.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Pak Haji Penjual Miras Oplosan Asal Mlonggo Jepara Dikenai Pasal Berlapis

Edan! Sopir BRT Trans Semarang Ngangkut Penumpang Sambil Teler

Penumpang di salah bus BRT Trans Semarang. Sopir bus Trans Semarang bernama Saputra kedapatan mengangkut penumpang sambil teler dan memaksa penumpang turun. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Ulah sopir BRT Trans Semarang kembali menjadi sorotan. Selain karena suka ugal-ugalan di jalan, sopir Trans Semarang diketahui sedang teler karena pil koplo saat mengangkut penumpang.

Saat mengemudikan bus BRT koridor 1 dengan  nomor lambung 1-020, sopir yang diketahui bernama Saputra itu dalam kondisi setengah sadar. Alhasil bus yang dikendarainya melaju zigzag, hingga membuat penumpang histeris.

Tak hanya itu, sopir itu juga membawa bus keluar dari trayek yang seharusnya jurusan Mangkang-Penggaron. Sopir itu juga kemudian memaksa penumpang dan petugas tiket turun di tengah jalan.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat (20/10/2017). Plt Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti membenarkan hal itu. Bahkan menurutnya, sempat terjadi aksi kejar-kejaran, saat petugas mencoba menghentikan bus itu agar tak menabrak pengguna jalan lain.

Dikutip dari Tribunjateng.com, Senin (23/10/2017), Ade Bhakti mengatakan, pihaknya mengetahui aksi tersebut dari laporan penumpang melalui hotline aduan yang ditempel di dalam bus. Menurut dia kejadian itu terjai sekitar pukul 14.40 WIB.

Ade menggambarkan suasana yang dialami penumpang. Saat penumpang melaporkan tindakan sopir itu, terdengar suara penumpang histeris bahkan ada yang menangis.

“Inti laporan sopir bus nyopir dalam keadaan mabuk atau teler. Dan rute bus keluar dari jalur trayeknya,” kata Ade.

Menurut dia, setelah keluar dari Jalan Piere Tendean, bus seharusnya ke shelter transit Pemuda, namun sopir justru masuk ke Jalan Thamrin melaju dengan zig zag. Dari Thamrin, bus masuk Jalan Tri Lomba Juang ke arah Pahlawan-Simpanglima-Pahlawan.

Baca : Ugal-ugalan, BRT Semarang Seruduk 3 Mobil dan 1 Truk : Begini Pengakuan Sopir

Ketika sampai di Jalan Pahlawan, sopir kemudian memaksa penumpang dan petugas tiket keluar dari dalam bus. Mengetahui laporan itu, Ade lantas berkoordinasi dengan control room Area Traffic Control System (ATCS) untuk melacak keberadaan bus.

Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas BLU Trans Semarang, akhirnya bus berhasil dihentikan di lampu lalu lintas Peterongan.

“Sopir diturunkan. lalu kami amankan dan dibawa ke Kantor PT Trans Semarang untuk kami hadapkan ke direktur PT Trans, Pak Tutuk Kurniawan. Awalnya sopir tidak mengaku, lalu kemudian mengakui mengonsumsi pil,” ujarnya.

Sopir itu mengaku telah mengonsumsi obat terlarang yang didapat dari rekan sopir bus antar kota. Ia menyatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Semarang untuk melakukan pemeriksaan.

Tak hanya Putra, seluruh sopir bus BRT Trans Semarang sebanyak 26 orang juga dilakukan pemeriksaan.

Putra juga mendapatkan sanksi berupa lack list dan direkomendasikan untuk tidak dipekerjakan di PT Trans Semarang sebagai sopir BRT.

“Kami juga memasukkan Putra ke dalam black list. Jadi sampai sekarang sudah 29 sopir yang masuk black list,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Setelah Terbakar 2 Tahun Lalu, Pasar Johar Mulai Dibangun

Alat berat dikerahkan untuk melakukan pembangunan ulang Pasar Johar Semarang yang terbakar sejak 2015 lalu. (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Pascaterbakar pada 9 Mei 2015 lalu, Pasar Johar Semarang, Jumat (20/10/2017) hari ini mulai dibangun ulang. Pasar itu akan dibangun dengan model yang sama seperti sebelumnya yang merupakan bangunan cagar budaya.

Pasar Johar terbakar pada 9 Mei 2015. Kemudian tanggal 27 Februari 2016, Pasar Yaik Baru yang masih satu kawasan dengan Pasar Johar juga terbakar akibat korsleting listrik.

Tak sampai satu tahun, yakni 18 Juni 2016 kebakaran kembali terjadi di blok E Pasar Kanjengan yang juga berada di kompleks Pasar Johar.

Selain itu juga dibangun gedung baru untuk Pasar Kanjengan. Walikota Semarang Hendrar Prihadi memimpin groundbreaking pembangunan pasar itu.

Ia menyatakan, dana yang digunakan untuk pembangunan pasar berasal dari APBD Pemkot Semarang dan dari Kementerian PUPR. Dana dari pusat sebesar Rp 240 miliar untuk membangun Pasar Johar Lama karya Thomas Karsten.

“Dari APBD sebesar Rp 50 miliar untuk konstruksi. Tahun depan Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan kembali seperti bentuk semula,” katanya.

Menurutnya, pihaknya belum meminta bantuan dari Pemprov Jateng untuk pembangunan itu. Meski demikian, ia berharap pemprov juga akan memberikan dukungan.

“Ini keroyokan, ada dana pusat dan kota. Kita belum minta ke provinsi. Tapi saya yakin Pak Ganjar tahun 2019 akan melengkapi anggaran provinsi untuk melengkapi Pasar Johar ini,” tutur Hendi.

Kontraktor untuk pembangunan ulang pasar tersebut yakni PT Semarang Cerah Sejahtera (SCS). Rekanan ini diberi waktu selama 60 hari untuk menyelesaikan kontruksi gedung empat lantai dan kios.

Hendi menambahkan nantinya kawasan Pasar Johar akan dibuat lebih rapi dan bersih, bahkan bekas alun-alun di depan Masjid Agung Kauman Semarang akan dikembalikan fungsinya dan diberi basement. Meski demikian saat ini masih ada titik yang berstatus sengketa dan dalam proses penyelesaian.

“Target kami bangunan cagar budaya kembali seperti semula, lingkungan sekitar berubah, alun-alun tambah bagus, bawahnya ada untuk kawan-kawan Pasar Yaik, Kanjengan dibangun bagus,” jelas Hendi.

Direktur PT SCS Suharto menyatakan, dalam waktu 60 hari akan mengerjakan tahap pertama berupa pembangunan kosntruksi 4 lantai untuk gedung Pasar Johar baru. Kemudian pembangunan kios dan lapak pada lantai 1 dan 2.

“Proyek ini jenis pengerjaannya boredpile, struktur sampai lantai 4. Untuk lapak lantai 1 ada 50 kios, 105 lapak, lanti 2 ada 24 kios dan 100 lapak. Diharapkan tahun ini selesai sampai dengan lantai 2. Luas bangunannya 50×50 meter,” jelas Suharto.

Editor : Ali Muntoha

Banjir Kaligawe Belum Surut, Bahkan Merendam Perkampungan

Kondisi banjir di jalan Kaligawe Semarang, yang membuat kendaraan terjebak kemacetan panjang. (Beritajateng.net)

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir yang menggenangi jalan jalan raya Kaligawe sejak kemarin, hingga Selasa (3/10/2017) hari ini belum surut. Akibatnya kemancetan masih terjadi, sehingga pengendara dari arah Demak diimbau untuk melewati jalur alternatif.

Kemacetan terjadi baik dari arah barat maupun timur, karena banjir menggenangi seluruh badan jalan. Bahkan banjir membuat perkampungan di sekitar jalan itu ikut terendam.

Salah satunya beberapa wilayah di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Lurah Trimulyo, Dyah Winarni mengatakan, salah satu pemicu banjir di daerahnya karena limpasan air dari jalan raya Kalihgawe.

”Air akan turun ke pemukiman, karena lokasi kami lebih rendah. Belum lagi kalau truk-truk besar melintas, air datang seperti gelombang,” katanya kepada wartawan.

Ketinggian banjir yang menggenangi wilayahnya rata-rata antara 20 cm- 40 cm. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga, karena sjeumlah rumah dan fasilitas umum menjadi terendam.

Pagi ini BPBD Kota Semarang juga mengirimkan bantuan kepada warga di kelurahan tersebut. Bantuan berupa sembako dan mie instan. BPBD juga memberikan bantuan ke sejumlah lokasi, seperti Kelurahan Krobokan dan Kelurahan Bendungan.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Syahbandar Tanjung Emas Semarang Digeledah KPK

Tim KPK saat melakukan penggeledahan di Kantor dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang, Rabu (6/9/2017). (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang, di Jalan Yos Sudarso Nomor 30, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (6/9/2017) digeledah tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diduga penggeledahan tersebut terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perbuhungan, Antonius Tonny Budiono atas dugaan kasus suap, beberapa waktu lalu.

Namun Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang dihubungi MuriaNewsCom belum memberikan tanggapan.

Dari informasi yang dikumpulkan, tim dari KPK datang untuk melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.00 WIB. Tim tersebut datang secara mendadak dan langsung menuju kantor KSOP. Tim KPK didampingi aparat kepolisian, termasuk personel Brimob.

Saat dilakukan penggeledahan oleh KPK, dikabarkan Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno tengah berada di dalam kantornya. Belum ada keterangan resmi mengenai penggeledahan ini. Wartawan yang mencoba menggali informasi juga diminta menunggu di luar kantor.

Sebelumnya, Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang, Gajah Roesono memang menyebut siap diperiksa KPK. Hal ini terkait kemungkinan adanya suap dalam proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ia juga mengaku terkejut ketika KPK menyebut Semarang dalam dugaan kasus suap tersebut. Ia menyakini, suap tidak berasal dari Semarang.

“Uang dari mana. Sedangkan mengajukan proyek melalui tahapan yakni review, serta pantauan harga termurah. Saya siap diperiksa jika dibutuhkan. Karena itu risiko jabatan. Kalau kita tidak mau risiko jangan menjabat,” ujarnya dikutip dari Tribunjateng.com.

Editor : Ali Muntoha

Ugal-ugalan, BRT Semarang Seruduk 3 Mobil dan 1 Truk : Begini Pengakuan Sopir

Kondisi Honda Brio yang ringsek setelah ditabrak BRT Semarang Koridor I di Jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017). (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Bus Rapid Transit (BRT) Semarang kembali jadi cemoohan warga. Pemicunya kali ini BRT Koridor I nopol H 1387 AW menjadi penyebab kecelakaan karambol di Jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017).

Bus yang diduga melaju ugal-ugalan itu menabrak tiga mobil dan satu truk yang tengah berhenti menunggu lampu merah di Jalan Brigjen Katamso. Bahkan setelah menabrak mobil yang berhenti, bus tersebut masih melaju kencang, hingga baru berhenti setelah menabrak Honda Mobilio warna merah bernomor polisi K 9335 KF.

Selain Honda Brio, kendaraan lain yang terlibat kecelakaan karambol itu yakni Honda Mobilio H 9035 LP, Honda Freed H 8905 GR dan Truk Fuso W 8002 XH.

Berdasarkan keterangan saksi yang dikutip dari Tribunjateng.com, menyebut jika bus tersebut melaju dari arah Majapahit dengan kecepatan tinggi. Saat itu bus hendak menyalip mobil-mobil yang ada di depannya, namun dari arah berlawanan ada banyak kendaraan yang melaju.

“Sopir bus langsung banting stir ke kiri dan kena truk yang sedang berhenti menunggu lampu merah,” kata David Kurniawan (26), warga Plampongan, Semarang.

Truk yang ditabrak itu secara beruntun mengenai Honda freed dan Honda Mobilio yang juga tengah berhenti. Pengakuan David, setelah menabrak beberapa mobil bus tersebut masih melaju kencang.

BRT yang disopiri Abi Yoga itu baru berhenti setelah menabrak Honda Brio. Akibat tabrakan itu, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan yang parah. Kaca belakang Honda Brio dan kaca depan bus pecah berkeping-keping. BRT juga mengalami ringsek di bagian depan.

Baca : Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun sang sopir nyaris diamuk massa yang datang kantor DPD PDIP Jateng. Saat itu sempat terjadi keributan antara sopir dengan massa. “Massa datang cari sopirnya. Lalu masa mengeroyok sopir tersebut. Waktu itu sopirnya masih ngeyel,” tuturnya.

Sementara itu pengakuan sang sopir, saat ia tidak dalam kondisi mabuk atau telah mengonsumsi alkohol. Kondisi rem bus juga menurutnya normal tak blong.

Hanya saja menurutnya, ia terpaksa memilih menabrak truk karena jika memaksa menyalip akan menabrak sepeda motor. Pengakuannya saat itu ia terkejut karena mau menabrak selter Milo.

“Waktu itu tidak ada penumpang (di selter Milo) saya tetap melaju. Saya berpikir mau contra flow ternyata tidak cukup. Daripada menabrak motor mending saya banting setir ke kiri dikenakan ke truk. Namanya bus besar ngeremnya susah,” akunya.

Kecelakaan yang ditimbulkan BRT ini menambah catatan buruk pengelolaan BRT. Bahkan di media sosial muncul beragam keluhan yang menyebut sopir BRT sering ugal-ugalan. Komentar lucu juga muncul di grup Facevook MIK (Media Informasi Kota Semarang).

Akun  Martin Asbi Chef  bahkan berkomentar nylekit namun lucu:

“iki mergone supire kemrungsung selak meh melu nyate… brt supirnya jelek,padahal mereka gak di kejar setoran dan gak di kejar2 waktu… mbok yao golek slamet ae to brur , senengane kok yo ugal2an … sak no wong sing dadi korbane ,, nek ngeneh njur piye opo anak bojomu wes siap nompo nasibe nek sampean njur di pecat…” tulisnya.

Editor : Ali Muntoha