Jelang Natal, Ratusan Umat Kristen di Pati Dapat Sembako Gratis

Suasana pembagian beras kepada umat Kristen di depan Klenteng Hok Tik Bio Pati, Sabtu (23/12/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang Natal, ratusan umat Kristen di Pati mendapatkan sembako gratis. Sembako berupa beras itu diberikan komunitas lintas agama di Klenteng Hok Tik Bio, Pati, Sabtu (23/12/2017).

Pembagian beras kepada 400 warga Kristen tidak mampu di Pati tersebut melibatkan sejumlah pejabat dan tokoh, seperti Anggota DPR RI Firman Soebagyo, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, dan Ketua Gusdurian Pati Edi Siswanto.

Firman memberikan apresiasi kepada komunitas lintas agama di Pati yang sudah menggerakkan acara penyambut Natal dengan pembagian sembako kepada umat Kristen yang tidak mampu.

Menurutnya, aksi tersebut bisa memumpuk semangat persaudaraan dan persatuan di tengah hubungan antarumat beragama yang saat ini tengah dibenturkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Akhir-akhir ini, kita diadu domba, hubungan antarumat beragama yang sudah rukun dibenturkan. Kalau aksi di Pati seperti ini ditiru daerah di seluruh Indonesia, saya kira akan semakin merekatkan hubungan antarumat beragama di Indonesia,” ujar Firman.

Sementara, Edi Siswanto menuturkan, tidak semua umat Kristen hidup dalam kecukupan. Sebagian dari mereka masih banyak yang kurang mampu.

Karena itu, mereka butuh bantuan sembako beras supaya bisa digunakan untuk merayakan Natal yang kurang sebentar lagi. “Dengan kepedulian, sesama umat supaya bisa menikmati hidup,” papar Edi.

Maria (52), warga Juwanalan, Pati yang mendapatkan sembako mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberinya beras. Rencananya, beras itu akan digunakan untuk makan sehari-hari dan Hari Natal.

Maria sendiri hidup dalam kesederhanaan. Dia hidup sendiri, tidak punya suami maupun anak. Untuk makan sehari-hari, dia bekerja serabutan.

Karena itu, dia bersyukur bisa mendapatkan beras gratis sebanyak lima kilogram. “Terima kasih kepada yang sudah memberi saya beras. Ini akan saya gunakan makan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Satpol PP Bongkar Paksa Lapak PKL di Pasar Juwana Baru

Suasana eksekusi lapak PKL yang beroperasi di bahu jalan kawasan Pasar Juwana Baru, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati bersama instansi terkait membongkar paksa lapak pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di bahu jalan kawasan Pasar Juwana Baru, Kamis (23/11/2017).

Lapak mereka dibongkar, setelah diberikan surat pemberitahuan. Eksekusi berjalan lancar dan tidak ada perlawanan dari para PKL yang beroperasi di bahu jalan.

“Eksekusi dilakukan karena mereka masih tidak mau pindah ke dalam pasar. Seandainya mereka mengerahkan preman untuk menghadapi petugas, itu tidak mutu lagi. Sebab, aparat menjalankan tugas negara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Pati Riyoso.

Dia menjelaskan, aparat dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang. Sebelum eksekusi, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Selain menertibkan para pedagang yang membandel, kami juga menertibka parkir yang melebihi batas semestinya. Parkir sepeda motor harus dua lajur, sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” tuturnya.

Selama ini, keberadaan PKL di bahu jalan kawasan Pasar Juwana Baru dikeluhkan masyarakat lantaran menyebabkan kemacetan. Teguran hingga peringatan sudah beberapa kali dilakukan.

Namun, mereka kerap membandel dengan beroperasi kembali setelah penertiban dilakukan. Karena itu, aparat akhirnya menggunakan kewenangannya untuk membongkar paksa lapak mereka.

Editor: Supriyadi

Pukuli Orang Usai Nonton Dangdut, Pemuda di Cebolek Pati Dibekuk Polisi

Irfan, korban pengeroyokan saat dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda berinisial NR (19), warga Cebolek Kidul, Margoyoso dibekuk petugas kepolisian karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Ahmad Irfan (20), warga Bumulanis Lor, Margoyoso beberapa waktu lalu.

NR ditangkap di kediamannya atas laporan dari sejumlah saksi kepada polisi. “Setelah dilakukan penyelidikan dan monitoring, pelaku kami tangkap di rumahnya,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Sabtu (18/11/2017).

Selain NR, polisi saat ini mengantongi nama MZA (21), warga Cebolek Kidul yang masih buron. Dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), setelah diduga terlibat dalam penganiyaan terhadap Irfan bersama rekan-rekannya usai menonton konser dangdut.

Baca : Pulang Nonton Dangdut, Warga Bulumanis Lor Pati Babak Belur Dikeroyok Gerombolan Pemuda

Saat disidik, NR mengaku melakukan penganiayaan bersama sejumlah rekan, seperti Y, S, dan R. Ketiganya merupakan warga Cebolek Kidul, sementara satu rekan lainnya berinisial T merupakan warga Sekarjalak, Margoyoso.

“Pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 1, ayat 2 ke 1 e KUHPidana subsider Pasal 351 ayat 1 KUHPidana karena melakukan kekerasan terhadap orang. “Ancamannya, pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan,” jelas Kompol Sundoyo.

Diberitakan sebelumnya, Irfan dilarikan ke rumah sakit lantaran babak belur dikeroyok pelaku seusai menonton konser dangdut di Cebolek Kidul, Rabu (27/9/2017) malam.

Dia mengalami luka robek pada bagian kepala, pipi, pelipis kanan dan kiri. Pihak keluarga lantas melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Editor : Ali Muntoha

Api Berkobar di Gudang Kapuk Karaban Pati, 5 Orang Terbakar Dilarikan ke Rumah Sakit

Polisi mengidentifikasi penyebab kebakaran yang meludeskan gudang kapuk di Karaban, Gabus, Pati, Selasa (7/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran hebat terjadi di gudang kapuk yang berada di Desa Karaban, RT 6, RW 2, Kecamatan Gabus, Pati, Selasa (7/11/2017). Api yang berkobar tak hanya melalap isi gudang, tapi juga membakar lima orang pekerja.

Beruntung kelima orang ini mampu menyelamatkan diri, sehingga nyawa mereka tertolong. Meski demikian, para korban mengalami luka yang cukup parah, karena kulit mereka melepuh terkena api.

Mereka kini dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Mereka adalah Kaspi (45), seorang buruh asal Desa Jembangan, Sukolilo, Khiloeri (40), warga Karaban, Imam (38), warga Tambahagung, Tambakromo, Wandi (50), warga Jembangan, Sukolilo dan Pak Dul (50), warga Bogotanjung, Gabus.

Dari lima korban luka bakar, Kaspi yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Badan ibu berusia 45 tahun ini melepuh dan mengelupas akibat terkena paparan api.

Gudang yang terbakar diketahui milik Suparman (35), warga Desa Karaban. Kebakaran tersebut meludeskan bangunan tembok beratap seng dan genteng seluas 8×50 meter.

Api dan asap pekat membumbung dari gudang kapuk di Karaban yang terbakar. (Grup FB Kumpulan Anak Asli Pati)

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penyebab kebakaran tersebut diduga berasal bagian mesin hidrolis yang kering, sehingga mengeluarkan percikan api saat terjadi gesekan.

“Dari hasil identifikasi, penyebabnya bagian mesin hidrolis belum diberi pelumas, sehingga kering dan menyebabkan gesekan. Gesekan itu yang menimbulkan percikan api dan mengakibatkan kebakaran,” ungkap AKBP Maulana.

Karena itu, polisi menyimpulkan kebakaran gudang akibat kurangnya perawatan alat mesin pengodol kapuk atau laker hidrolik, sehingga menyebabkan kebakaran.

Adapun kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 700 juta. “Semua korban luka bakar dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH),” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Megapro Tabrak Pengayuh Sepeda Ontel di Jalan Pati-Kudus, 2 Orang Luka-luka

Pengayuh sepeda ontel dirawat di rumah sakit, setelah tertabrak pengendara Megapro di Jalan Pati-Tayu Km 7, Selasa (7/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Megapro bernopol AD 2736 MY dan sepeda ontel terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 7, Desa Bumirejo, Margorejo, Selasa (7/11/2017) pagi.

Pengendara Megapro merupakan Joko Ari Wibowo (21), warga Kembang, Todanan, Blora. Dia mengalami luka pada bagian kepala dan kaki.

Sementara pengayuh sepeda, Senin (53) adalah warga Dukuh Lumpur, Bumirejo, Margorejo, Pati mengalami luka pada kepala, robek tangan kanan, dan nyeri dada. Keduanya dilarikan ke rumah sakit.

Sukamto, salah satu saksi mengatakan, pengendara Megapro saat itu melaju dari arah Pati-Kudus. Pada saat yang sama, pengayuh sepeda ontel berjalan searah di depannya.

Diduga melaju terlalu kencang, pengendara Megapro tidak menguasai kendaraannya. Akibatnya, pengendara Megapro menabrak pengayuh sepeda ontel dari belakang.

Polisi yang mendapatkan informasi lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kondisi kendaraan Megapro mengalami ringsek pada bagian kepala motor.

Sementara kondisi sepeda ontel ringsek cukup parah bagian belakang. Beruntung, arus lalu lintas saat itu masih minim sehingga tidak terjadi kecelakaan beruntun.

Editor : Ali Muntoha

Mio vs Sepeda Ontel di Jalan Pati-Juwana, 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Sepeda ontel yang terlibat kecelakaan diamankan untuk menjadi barang bukti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara sepeda motor Mio bernopol K 6970 YA dan sepeda ontel terjadi di kawasan Jalan Pati-Juwana, Desa Growong Lor, Juwana, Jumat (6/10/2017).

Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dilarikan ke rumah sakit. Pengendara Mio diketahui seorang pelajar bernama Kristina Maharani (16), warga Desa Growong Kidul, Juwana.

Sementara kakek pengayuh sepeda bernama Ramijan (70), warga Desa Bringin, Juwana. Ramijan mengalami luka robek pada kepala sebelah kanan, lecet punggung dan bahu.

Baca Juga: Supra Fit vs Supra 125 di Jalan Pati-Gembong, 3 Pengendara Luka-luka

Kapolsek Juwana AKP Sumarni mengungkapkan, kronologi kecelakaan tersebut terjadi saat pengayuh sepeda ontel berjalan dari timur ke barat, sedangkan pengendara Mio melaju dari arah yang sama di belakangnya.

“Dari hasil olah TKP, pengendara Mio bermaksud mendahului kakek yang mengayuh sepeda ontel. Namun, dia ambil posisi terlalu kiri sehingga menyerempet pengayuh sepeda dan terjadi kecelakaan lalu lintas,” jelas AKP Sumarni.

Dia menyimpulkan, pengendara Mio kurang berhati-hati dalam berkendara sehingga mengakibatkan kecelakaan. Pengendara Mio sendiri mengalami luka pada bagian kiri, sehingga dilarikan ke RSUD Budiagung Juwana.

Editor: Supriyadi

Dua Maling Genset di Perum Winong Pati Dibekuk Polisi

Polisi tengah meminta keterangan saksi terkait kasus pencurian mesin genset di Perum Winong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polisi berhasil meringkus dua pencuri mesin genset di Kawasan Perum Winong RT 14 RW 3, Pati dalam Operasi Sikat Candi 2017.

Berbekal rekaman kamera CCTV yang dipasang di rumah korban, dua pelaku pencurian itu akhirnya ditangkap. Kedua pelaku berinisial AS (34), warga Panggungroyom, Wedarijaksa dan MI (22), warga Kajar, Wedarijaksa, Pati.

“Pelaku sudah diamankan. Setelah diinterogasi, dia juga melakukan pencurian genset di Perum Winong. Kami lantas mencari barang bukti,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ari Sulistyawan, Jumat (6/10/2017).

Dia menjelaskan, pencurian mesin genset itu terjadi pada 10 Februari 2017 lalu, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban menyimpan mesin genset di garasi rumah setelah dipakai dari proyek.

Hari berikutnya, korban hendak menggunakan mesin genset tersebut, tapi ternyata sudah tidak ada. Korban kemudian memutar rekaman CCTV yang dipasang dan diketahui telah dicuri.

Namun, korban tidak melaporkan kejadian pencurian itu kepada polisi. Setelah pelaku terjaring dalam Operasi Sikat Candi, korban lantas melaporkan kasus pencurian tersebut.

“Modus yang dilakukan pelaku, keduanya bekerja sama melakukan pencurian pada malam hari dengan target yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Adapun kerugian material yang dialami korban mencapai Rp 5,9 juta. Ungkap kasus sendiri melibatkan petugas gabungan dari Polsek Pati Kota, Tlogowungu, Margorejo, dan Gembong.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Kejar Honda Civic Ugal-ugalan yang Tabrak Lari PKL Alun-alun Pati

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Alun-alun Pati, sesaat setelah peristiwa tabrak lari, Selasa (27/9/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Pati mengalami syok dan luka ringan, setelah menjadi korban tabrak lari Selasa (27/8/2017) malam. Gerobak yang didorong korban ditabrak pengendara mobil Honda Civic, yang langsung kabur dari lokasi.

Danar (18), salah seorang saksi menuturkan, mobil sedan itu melaju dengan kecepatan tinggi di kawasan alun-alun yang padat kendaraan.

Mobil yang tidak diketahui identitasnya tersebut sempat akan menabrak pengendara Honda Vario, tapi sopir banting setir hingga menabrak dua gerobak di depan Toko Enggal.

Danar yang kesal dengan aksi ugal-ugalan pengemudi Honda Civic mencoba untuk mengejarnya hingga di Jalan Pati-Kudus. Namun, pengemudi Civic berhasil menghilangkan jejak.

Danar melihat, Honda Civic itu berknalpot bising, velg divariasi dengan modif khas mobil balap. “Saya sempat mengejar sampai di dekat pom taman kota. Dia melaju kencang sehingga tidak sempat tertangkap,” jelas Danar.

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyebut tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya memeriksa CCTV yang terpasang di sisi timur Alun-alun Pati untuk melakukan penyelidikan.

Anggota akan dikerahkan untuk mencari dan mengejar mobil yang diduga digunakan untuk aksi tabrak lari tersebut.

Dia mengimbau kepada pengendara untuk mengurangi kecepatan dan tidak ugal-ugalan saat berkendara. Terlebih, kawasan Alun-alun Pati terbilang kasawan padat pengendara.

Editor : Ali Muntoha

Omzet Santri Ganteng Asal Pati ‘Musuh’ Jonru Ini Capai Ratusan Juta per Bulan

Rifan Herriyadi, pemuda asal Desa Krandan, Trangkil yang menjalani bisnis dengan omzet ratusan juta rupiah per bulannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nama Rifan Herriyadi tidak asing lagi di kalangan warganet Indonesia. Dia dikenal sebagai pemuda pertama yang berani “head to head” dengan Jonru di meja persidangan.

Selain dikenal sebagai aktivis medsos, santri asal Desa Krandan, Trangkil, Pati ini ternyata punya bisnis online dan offline dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya. Di usianya yang masih 25 tahun, Rifan menjadi salah satu pengusaha muda asal Pati yang sukses.

“Saya sudah suka bisnis sejak kelas satu SMA, mulai dari jadi agen pulsa, usaha bimbingan belajar, usaha penerjemah, bisnis terasi, sampai trading forex yang sering gagal. Dulu, saya hampir saja putus asa,” ujar Rifan kepada MuriaNewsCom, Senin (11/9/2017).

Berkat keuletan dan kesabarannya, mahasiswa semester akhir Universitas Brawijaya ini berhasil membangun bisnis melalui CV Diginusa Dafelindo yang bergerak di bidang produksi pakaian.

Tak hanya itu, dia juga dipercaya Google sebagai salah satu mitra terbaik Google Asia Pasific di bidang ads publisher. Meski masih mahasiswa, Rifan sudah mempekerjakan lebih dari 20 orang.

Sebagian besar pekerjanya justru sudah sarjana. Dia bertekad terus mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa membuka lowongan pekerjaan dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Ditanya soal nilai pasti omzet, Rifan masih malu-malu dan enggan membeberkannya. Namun, ia memastikan bila omzetnya sudah mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Kepeduliannya pada Indonesia di tengah arus informasi yang begitu deras, Rifan juga membangun komunitas masyarakat peduli sosial media. Sebuah komunitas yang dibangun untuk tujuan bisnis dan analisa informasi hoax.

“Warganet sekarang banyak yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan media sosial. Kami ingin membangun komunitas yang bisa memanfaatkan medsos untuk bisnis, analisa framing suatu informasi dan bagaimana menganalisa berita hoax,” ucap Rifan.

Baca : Meski Hafal Alquran, Santri Asal Pati yang Jadi Lawan Berat Jonru Ini Enggan Disebut Hafiz

Dalam bisnis, kata dia, ada banyak hal yang harus disikapi dengan bijak. Misalnya, bisnis itu mesti punya nilai manfaat kepada orang lain.

Selain itu, seseorang tidak boleh putus asa saat mengalami kegagalan. Bagi dia, kegagalan adalah sesuatu yang berharga. Sebab, dari kegagalan seseorang bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

Nama Rifan mencuat setelah dilaporkan oleh Jonru ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus pencemaran nama baik. Jonru juga melaporkan Akhmad Sahal (@Sahal_AS) atas kasus yang sama.

Editor : Ali Muntoha

Tiga Hari Mengapung, Mayat Pemuda Ini Membusuk di Embung Desa Brati Pati

Sesosok mayat yang diketahui pria asal Mojomulyo, Tambakromo ditemukan mengapung di embung Desa Brati, Kayen, Jumat (8/9/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mayat sesosok pria ditemukan di sebuah embung milik Dinas Perikanan Pati, di Dukuh Sawah Ploso, Brati, Kayen, Jumat (8/9/2017) sore.

Mayat yang diketahui bernama Agung Wahyudi (23) ditemukan dalam keadaan membusuk dan mengapung. Korban merupakan warga Dukuh Kahuripan, Mojomulyo, Tambakromo, Pati.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan Parlan, pegawai honorer Dinas Perikanan saat melakukan pengecekan embung. Dia sempat kaget melihat sesosok mayat yang mengapung, sehingga langsung menghubungi perangkat desa setempat.

Pemeriksaan mayat dilakukan Tim INAFIS Polres Pati dan tim medis dari Puskesmas Kayen. Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia sejak tiga hari sejak pertama kali ditemukan.

“Tidak ada indikasi pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat,” kata Supriyanto, mantri Puskesmas Kayen.

Korban diperkirakan meninggal dunia karena tenggelam, sehingga kehabisan napas. Dari keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riyawat depresi sejak tiga tahun yang lalu.

Penemuan mayat tersebut sempat menggemparkan penduduk setempat. Mereka berbondong-bondong menyaksikan evakuasi terhadap korban yang tubuhnya sudah membesar.

Pihak keluarga sendiri sudah merelakan kepergian korban. Jenazah diantarkan ke rumah duka untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Mojomulyo.

Editor : Ali Muntoha

HUT ke-16, Demokrat Siap “Birukan” Pati pada Pileg 2019

Ketua DPC Demokrat Pati Joni Kurnianto (kanan) memotong tumpeng HUT Demokrat ke-16, Jumat (8/9/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati memperingati HUT ke-16 dengan menggelar prosesi manakiban dan doa bersama di Jalan Dr Wahidin Pati, Jumat (8/9/2017) malam.

Berbagai kader Demokrat ikut menyemarakkan prosesi tersebut dari anggota DPRD, pengurus DPC, pimpinan anak cabang (PAC), ranting sekitar kantor, Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI), satgas, hingga kepala desa.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengatakan, HUT ke-16  Partai Demokrat menjadi momentum untuk terus berbenah dan mengepakkan sayapnya. Karena itu, prosesi doa bersama dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Kami berharap, Demokrat akan terus berkembang, jaya dan semakin berbakti kepada masyarakat. Melalui prosesi ini, kader Demokrat juga diharapkan selalu dilindungi Allah,” kata Joni.

Selain itu, Joni mendoakan agar pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberikan panjang umur, kesehatan dan kesuksesan. Sebab, HUT Demokrat bertepatan dengan hari ulang tahun mantan presiden dua periode tersebut.

“Dari Pati, kami ucapkan selamat ulang tahun untuk Bapak SBY. Semoga diberikan kesehatan, umur panjang dan sukses selalu agar bisa terus berkiprah untuk membangun negeri,” ucap Joni.

Terkait dengan figur calon legislatif pada 2019 mendatang, Joni sangat optimistis. Pasalnya, animo masyarakat untuk maju sebagai caleg melalui Demokrat sangat tinggi, termasuk para pemuda yang ingin perubahan Pati menjadi lebih baik.

Melihat animo tersebut, Joni mengaku siap “membirukan” Kabupaten Pati. Ia sadar, kemajuan Demokrat berawal dari peran masyarakat. Karenanya, pihaknya juga meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati.

Saat ini, Demokrat konsen pada pengembangan kualitas kader dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai aksi kemanusiaan sudah dilakukan untuk memperingati HUT Demokrat ke-16, seperti donor darah dan pengobatan gratis.

Editor : Ali Muntoha

Kantor BPN Pati Pun Ikut Digeledah Tim Saber Pungli, Apa Hasilnya?

Polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli memeriksa dokumen di loket pelayanan Kantor BPN Pati, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati juga digeledah polisi bersama Tim Saber Pungli Pati, Rabu (30/8/2017). Penggeledahan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menyebut ada indikasi pungutan di sana.

“Informasi yang kami terima dari masyarakat, ada pungli di Kantor BPN Pati. Kami langsung mendatangi kantor tersebut dan melakukan penggeledahan di loket-loket pelayanan masyarakat,” kata Ketua Tim Saber Pungli Pati Kompol Sundoyo.

Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan adanya indikasi pungli. Pelayanan di BPN Pati diakui sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan administrasi.

Tak hanya penggeledahan dokumen, polisi juga bertanya kepada sejumlah pengunjung yang sedang mengurus di BPN Pati. Mereka mengaku tidak ada pungli di sana.

Namun, Kompol Sundoyo melihat papan pengumuman prosedur pengurusan di BPN Pati tidak begitu jelas. Karena itu, ia meminta kepada Kepala BPN Pati untuk memasang agar masyarakat tahu.

Baca juga : Edaan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar akan segera melakukan evaluasi penempatan poster prosedur pengurusan di BPN Pati. “Sebetulnya sudah ada, tapi kami kesulitan mau menempel di mana, nanti akan kami benahi,” kata Yoyok.

Penggeledahan di Kantor BPN Pati sempat membuat banyak pegawai dan pengunjung kaget. Namun, pegawai mempersilakan untuk melakukan pemeriksaan, setelah Kompol Sundoyo mengenalkan diri sebagai Tim Saber Pungli.

Editor : Ali Muntoha

Edan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Tim Saber Pungli mendatangi makelar yang beroperasi di sebelah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim Saber Pungli Kabupaten Pati yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menemukan makelar yang mangkal di kawasan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017).

Makelar tersebut memiliki kantor yang jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana. Saat ditanya petugas, dia mengenalkan diri dengan nama Kliwon.

Namun, setelah dicecar petugas, dia baru mengaku bila namanya Karyanto. Di kantor tersebut, Karyanto melayani berbagai macam pengurusan surat.

Salah satu pelayanan yang diberikan, antara lain SIUP, SIPI, surat laut, pengesahan surat ukur internasional, sertifikat garis muat, balik nama gros akte, dan halaman tambahan. Sayangnya, tidak ada pengunjung yang menggunakan jasanya saat Tim Saber Pungli memeriksanya.

Saat ditanya apakah Karyanto menyetor sejumlah uang kepada pegawai Kantor Pelabuhan Juwana untuk memuluskan profesinya sebagai makelar, dia hanya tersenyum dan tidak menjawabnya. Kompol Sundoyo lantas memerintahkan anggota Tim Saber Pungli untuk melakukan investagasi lebih lanjut.

“Kami memerintahkan kepada tim deteksi untuk melakukan investasi lebih lanjut apakah ada jaringan makelar yang melibatkan pegawai kantor pelabuhan. Sebab, kami menemukan adanya prosedur pengurusan surat di kantor pelabuhan yang sengaja tidak transparan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Menurutnya, informasi prosedur pengurusan surat ada indikasi dibuat tidak transparan, agar menggunakan jasa makelar yang sudah bekerja sama dengan pegawai. Hanya saja, pihaknya belum menemukan bukti yang menguatkan indikasi tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus surat-surat di kantor pelabuhan secara langsung, tanpa menggunakan jasa perantara. Bila sudah mengurus surat di kantor secara langsung tapi ada pungutan, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada Tim Saber Pungli di Mapolres Pati.

“Pegawai sudah digaji negara. Kalau masih saja melakukan pungutan kepada masyarakat, artinya mereka menghianati negara. Ini harus diberantas sampai akar-akarnya,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Tim Saber Pungli mendatangi Kantor Unit UPP Kelas III Juwana untuk pemeriksaan adanya dugaan pungli, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana diperiksa Tim Saber Pungli, Rabu (30/8/2017). Semua ruangan digeledah dan diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Pati Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemeriksaan Kantor UPP Kelas III Juwana tersebut melibatkan semua unsur, dari polisi, TNI, pemkab, propam, dan inspektorat.

“Ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi pungutan liar di sana. Laporan itu kami tindak lanjuti dengan memeriksa seluruh ruangan untuk menemukan barang bukti,” kata Kompol Sundoyo.

Belasan petugas Tim Saber Pungli yang datang, langsung masuk ke berbagai ruangan untuk memeriksa berkas-berkas. Sasaran utama yang diperiksa paling awal adalah ruang pelayanan umum.

Di ruangan itu, Tim Saber Pungli mencium adanya prosedur penerbitan sertifikat kelayakan pada Kantor UPP Juwana yang tidak transparan. Hanya saja, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi yang menunjukkan adanya pungli.

“Soal transparansi prosedur pelayanan masyarakat masih kurang. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan administratif,” tambahnya.

Dia meminta kepada pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana untuk melengkapi tata cara prosedur pelayanan sesuai dengan aturan.

Dengan demikian, masyarakat bisa paham dengan mudah prosedur pengurusan di UPP Juwana.

Editor : Ali Muntoha

Panen Brambang Melimpah, Warga Sidoharjo Pati Nanggap Wayang Kulit

Dalang asal Solo, Ki Bayu Aji Pamungkas saat memainkan wayang di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati memanfaatkan momen akhir bulan Apit dalam kalender Jawa untuk mengagendakan bersih desa dengan wayang kulit.

Pagelaran itu sekaligus menjadi wujud rasa syukur petani setempat karena panen bawang merah yang melimpah.

Kepala desa setempat, Bogi Yulistanto mengatakan, komoditas utama yang dihasilkan petani di Desa Sidoharjo adalah bawang merah dan padi. Karena itu, padi dan brambang diikat di atas panggung pada pagelaran wayang kulit agar pertanian warga diberkahi.

“Kondisi bawang merah cukup bagus, tapi harganya yang saat ini masih kurang memuaskan. Di sini, petaninya hampir separuh lebih merupakan anak muda. Mereka suka bertani bawang merah,” ungkap Bogi, Senin (28/8/2017).

Bupati Pati Haryanto yang hadir dalam pagelaran wayang tersebut memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang masih nguri-uri budaya Jawa melalui kesenian. Sebab, kesenian dan budaya tradisional saat ini mulai dilupakan di tengah kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang bisa diambil manfaat saat petani mengungkapkan rasa syukur pada prosesi bersih desa melalui kesenian. Pertama, pembersihan desa dari aspek jasmani, lingkungan maupun spiritual.

Jiwa masyarakatnya dibersihkan agar tidak gampang iri, dengki dan sifat-sifat buruk lainnya. Sebaliknya, bersih desa bisa dimanfaatkan untuk gladi agar manusia punya sifat yang bersih, baik dan bertindak sesuai dengan ajaran agama.

Kedua, kesenian bisa memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa, karena masyarakat “tumplek blek” menonton bersama tanpa membedakan status sosial. Ketiga, tontotan tradisional bisa meningkatkan tali silaturahmi dan persaudaraan.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menambahkan, potensi pertanian di Kabupaten Pati sangat luar biasa. Bawang merah menjadi salah satu komoditas andalan yang dihasilkan dari bumi Wedarijaksa.

“Setiap tahun, Pati selalu memberikan kontribusi yang baik untuk ketahanan pangan nasional. Hal itu tidak lepas dari perjuangan para petani di Pati. Kami berharap, Pati akan terus menjadi lumbung pertaniannya Indonesia,” tutur Firman.

Pagelaran wayang sendiri mengambil lakon “Pendawa Manunggal”. Lakon itu mengisahkan perjuangan Pandawa dalam merebut tahta kepemimpinan Kurawa yang mendasarkan ego, kepentingan pribadi, dan angkara murka dalam setiap kebijakannya untuk rakyat.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Siswa SDN 1 Muktiharjo Pati Ikuti Aksi Makan Bergizi Serentak

Siswa SDN 01 Muktiharjo mengikuti program makanan B2SA yang digalakkan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan siswa SDN 01 Muktiharjo Pati mengikuti aksi makan makanan bergizi secara serentak, Sabtu (26/8/2017). Kegiatan tersebut diadakan di masing-masing kelas.

Mereka nampak lahap memakan menu yang disediakan pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Menu yang dimakan terdiri dari karbohidrat, protein, dan mineral.

Viona Bilqis (10), salah satu siswi kelas 5 mengatakan, selama ini dia suka dengan sayur-sayuran seperti yang disarankan dalam aksi makan bergizi serentak. Sementara lauk-pauk yang paling ia gemari adalah ikan.

“Saya suka sayur. Untuk lauk-pauk sukanya ikan. Ini yang kita makan lengkap, ada ikan, telur, tahu, tempe, dan sup sayuran,” kata Viona.

Suhartono, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah yang meninjau lokasi tersebut menuturkan, SDN 01 Muktiharjo menjadi sasaran program makan bergizi bersama, karena jumlah siswanya mencapai lebih dari 250 orang. Selain itu, sekolah tersebut berada di pinggiran kota.

“Kita sasar sekolah yang berada di pinggiran kota, karena sekolah di kota rata-rata sudah mendapatkan pemahaman soal makanan bergizi. Selain itu, SDN 01 Muktiharjo siswanya banyak,” kata Suhartono.

Di Jawa Tengah, ada sebelas sekolah plus satu pesantren di sepuluh kabupaten yang menjadi sasaran program sosialiasi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Pati menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran program.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Muktiharjo Kusriah menuturkan, program tersebut akan dilakukan sebanyak sepuluh kali. Lima kali dilakukan pada Agustus, sedangkan lima agenda lainnya akan dilakukan pada September 2017.

“Sekarang makanan empat sehat lima sempurna sudah diganti dengan B2SA. Tidak harus dengan susu, asal ada karbohidrat, protein hewani, nabati, vitamin dan mineral itu sudah sangat cukup untuk kebutuhan gizi anak,” pungkas Kusriah.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Intelijen Kodim Pati Ungkap Kondisi Indonesia 10 Tahun Mendatang

Kapten Inf Yahudi saat mamaparkan kondisi Indonesia sekarang dan kemungkinannya yang terjadi pada 10 tahun mendatang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mantan Perwira Seksi (Pasi) Intel Kodim 0718/Pati yang saat ini menjabat sebagai Danramil Juwana Kapten Inf Yahudi mengungkap kondisi Indonesia pada 10 tahun mendatang. Hal itu disampaikan dalam berbagai forum kebangsaan di sejumlah daerah.

Apa yang disampaikan Kapten Inf Yahudi bukan prediksi, apalagi ramalan. Dia mengungkapkan sesuai dengan analisis intelijen yang didasarkan pada kondisi Indonesia saat ini.

“Penjajahan yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah proxy war, perang tanpa bentuk, tanpa pasukan. Penjajah pasang mata-mata, politik dikacaukan, ekonomi dikacaukan, berbagai aspek dibeli,” katanya.

Semua aspek dikacaukan dengan tujuan agar kondisi Indonesia tidak stabil. Negara-negara lain juga disebut menanamkan pengaruhnya untuk merebut sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah.

Berbagai “ranjau” yang ditebar untuk mengacaukan Indonesia itu memiliki ragam bentuk, dari narkoba yang merusak generasi bangsa, konflik politik yang mengguncang stabilitas nasional, terorisme dan kelompok radikal, hingga isu bangkitnya komunisme.

“Indonesia adalah negara equator, negara subur. Sepuluh tahun ke depan, negara yang tidak punya alam akan berbondong-bondong ke negara-negara equator untuk merebut SDA,” terangnya.

Dari data intelijen yang disampaikan, Indonesia akan menentukan nasibnya pada 28 tahun mendatang. Dia akan menjadi negara emas dan berjaya atau negara gagal yang penuh dengan kekacauan.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, tidak mudah terprovokasi untuk memusuhi saudara sendiri. Serta mengawasi generasi emas bangsa dari budaya asing, narkoba, serta perilaku tawuran antarpelajar.

“Maka, Indonesia saat ini perlu kita perjuangkan kembali. Masalah-masalah yang timbul jangan sampai membuat NKRI terpecah. Ini menyangkut nasib dan masa depan kita bersama,” tandas Kapten Inf Yahudi.

Editor : Ali Muntoha

Aksi Parkir Serentak, Petani Tebu di Pati Mbengok soal Pajak 10 Persen

Peserta aksi membentangkan spanduk berisi tuntutan di Jalan Wedarijaksa-Tayu, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani tebu di Kabupaten Pati, menggelar aksi dengan secara serentak memarkirkan truk tebu mereka di kawasan Jalan Wedarijaksa-Tayu, sebelum Polsek Wedarijaksa hingga plasement PG Trangkil, Kamis (24/8/2017).

Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan terkait kebijakan pemerintah dalam mengatur pergulaan nasional.

Selain aksi parkir serentak, mereka memanjatkan doa bersama agar hasil pertanian dan perkebunan seperti komoditas gula pasir masuk barang strategis, sehingga tidak dikenakan pungutan PPN 10 persen.

“Kebijakan PP Nomor 31 Tahun 2007 menjelaskan bahwa komoditas gula pasir tidak masuk barang strategis. Akibatnya, ada pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen. Ini cukup memberatkan,” ujar koordinator aksi, Suharno.

Ada lima hal yang mereka tuntut dalam aksi tersebut. Pertama, menolak PP Nomor 31 Tahun 2007. Kedua, menuntut Presiden RI untuk mengubah kebijakan pemerintah supaya berpihak pada petani tebu dan gula nasional.

Ketiga, hentikan gula impor dan beli gula petani dengan harga Rp 11 ribu per kilogram. Rembesan gula rafinasi juga diharapkan bisa disetop pemerintah.

“Kami juga menuntut kepada Menteri BUMN terkait janji kompensasi dari impor, yakni jaminan rendemen 8,5 persen pada 2016, kompensasi rendemen renndah pada 2017, revitalisasi pabrik gula, dan jangan tutup pabrik gula sebelum mendirikan pabrik gula baru,” tututnya.

Mereka juga menuntut agar Menteri Keuangan untuk melakukan pembebasan gula tani dari PPN. Aksi tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari kepolisian. Mereka tampak berjaga-jaga bila ada hal yang tidak diinginkan.

Editor : Ali Muntoha

Dini Hari Tadi, Ratusan Jemaah Haji Pati Kloter 89 Bertolak ke Tanah Suci

Calon jemaah haji Pati kloter 89 berada di Halaman Kantor Setda Pati, sebelum bertolak ke Tanah Suci, Rabu (23/8/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 353 calon jemaah haji dari Pati Kloter 89 bertolak ke Tanah Suci dari Halaman Kantor Setda Kabupaten Pati, Rabu (23/8/2017) dini hari.

Mereka berasal dari Kecamatan Tlogowungu, Gabus, Winong, Tambakromo dan Jakenan. Delapan armada bus diterjunkan yang dikawal satu unit ambulans, satu voorijder, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sejumlah pejabat yang hadir dalam agenda pemberangkatan, antara lain Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kepala Kemenag Pati Mundzakir, dan Ketua MUI Pati KH Abdul Mudjib Sholeh.

“Tahun ini, ada 1.665 warga yang menjadi calon jemaah haji. Mereka dibagi menjadi enam kloter pemberangkatan, kemarin kloter 88 sudah berangkat. Ini kloter 89 yang berangkat,” kata Mundzakir.

Sementara itu, Haryanto dalam sambutannya memberikan pesan kepada calon jemaah untuk disiplin, kompak dan saling kerja sama dalam menjalankan ibadah haji. Sesama jemaah diharapkan bisa saling membantu.

Haryanto yang baru saja dilantik sebagai Bupati Pati juga memohon doa kepada calon jemaah agar Kabupaten Pati selalu diberikan rasa aman, damai, dan kondusif. Sebab, doa para jemaah haji di Tanah Suci sangat mustajab.

Editor : Ali Muntoha

Kejari Pati 6 Kali ‘Ping Pong’ Berkas Kasus CIMB Niaga, Kenapa?

Korban CIMB Niaga melakukan aksi long march menjemput keadilan sepanjang 25 km pada akhir 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati sudah enam kali mengembalikan berkas kasus dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oknum Bank CIMB Niaga kepada polisi. Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Nimerodi Gulo, Selasa (22/8/2017).

“Terakhir, Kejari Pati meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat rumah tanah ganda. Yang kami tuntut adalah kejahatan perbankan karena CIMB Niaga lalai, jaksa malah meminta polisi membuktikan pemalsuan sertifikat. Ini di luar tuntutan. Ada apa dengan jaksa,” ungkap Gulo kesal.

Menurut Gulo, kasus tersebut sudah jelas karena CIMB Niaga terbukti lalai dan melanggar pasal 49 ayat 2 huruf b UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Penetapan tersangka kepada oknum CIMB Niaga juga sudah dilakukan polisi.

Bukti-bukti yang disodorkan juga dianggap sudah cukup. Seperti bukti kredit yang dicairkan dan adanya prinsip ketidakhati-hatian dari pihak perbankan. Tim kredit CIMB Niaga diduga sengaja mencairkan kredit dengan membuat surat palsu, kendati Tim Appraisal CIMB Niaga sudah mewanti-wantinya.

“Kasus ini sudah jelas, tapi jaksa sengaja mengaburkan kasus. Dari kacamata hukum, mestinya sudah P 21 (lengkap), karena unsur-unsur pidana perbankan sudah terpenuhi. Anehnya, jaksa sudah memberikan catatan kepada polisi untuk dilengkapi, begitu dilengkapi, dikasih catatan lagi. Begitu terus sampai enam kali. Ini jelas membuktikan Kejari Pati tidak profesional,” tuding Gulo.

Sebelumnya diberitakan, Mashuri Cahyadi membeli sertifikat tanah yang dilelang CIMB Niaga melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Namun, dia tidak bisa menguasai tanah yang dibelinya, karena ternyata bersertifikat ganda.

Sertifikat yang dibeli Mashuri dari lelang atas nama Kuswantoro, sedangkan sertifikat lainnya atas nama Sunoto. Meski Tim Appraisal CIMB Niaga disebut sudah memperingatkan masalah tersebut, tetapi Tim Kredit CIMB Niaga diduga nekat membuat surat keterangan yang menyebut Sunoto hanya menyewa.

Setelah dicek laboratorium oleh pihak kepolisian, surat keterangan sewa tersebut adalah palsu. Artinya, Gulo mengganggap Tim Kredit CIMB Niaga sudah melakukan rekayasa agar utang dengan agunan tanah tersebut dicairkan.

“Surat yang ternyata palsu itu dibuat untuk menangkis nasehat dari tim appraisal. Tampak dengan jelas ada kesengajaan untuk mencairkan kredit, meski tim appraisal tahu itu bermasalah karena sertifikatnya ganda. Lagipula, semestinya posisi surat keterangan tidak bisa mengalahkan sertifikat asli Sunoto,” imbuhnya.

Dia berharap, Kejari Pati bisa bekerja secara profesional dan tidak melakukan “ping pong” berkas kasus yang dilimpahkan dari polisi. Sebab, kasus itu sudah bergulir ke polisi sejak 26 Mei 2015 hingga sekarang.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pati menolak bertemu dengan wartawan. Alasan yang disampaikan petugas keamanan, ia sedang melakukan pemeriksaan.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Mahasiswa dan Guru PAUD Digembleng Peningkatan Kompetensi di IPMAFA Pati

Kaprodi PIAUD IPMAFA Pati Sumiati memberikan materi kepada peserta diklat berjenjang tingkat dasar, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 268 mahasiswa dan guru mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang tingkat dasar yang diadakan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Sabtu (19/8/2017).

Peserta dilatih berbagai materi PAUD, seperti konsep dasar PAUD, perencanaan pembelajaran PAUD, kesehatan dan gizi, peer teaching, dan berbagai materi yang menunjang proses kompetensi guru PAUD.

Kepala Prodi PIAUD IPMAFA Pati Sumiati mengatakan, diklat berjenjang tingkat dasar sangat dibutuhkan bagi pendidik PAUD. Setelah mengikuti diklat, peserta diharapkan memiliki sertifikat kompetensi yang akan menguatkan mereka di lapangan.

“Kebetulan prodi PIAUD di IPMAFA, lulusannya menjadi guru PAUD. Sebagian besar mahasiswa kita yang akan lulus dan wisuda tahun ini sudah mengajar, sehingga prodi perlu memberikan pembekalan berupa diklat,” ujar Sumiati.

Awalnya, diklat berjenjang tingkat dasar hanya diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni IPMAFA. Namun, pihaknya mengakomodasi guru dari umum mengingat permintaan dari luar cukup tinggi.

Hanya saja, kuota dari guru umum tetap dibatasi. Karena itu, kuota yang semestinya hanya 200 orang ditingkatkan menjadi 268 orang.

Setiap peserta wajib mengikuti 48 jam pelajaran yang dibagi selama enam hari, setiap Sabtu dan Minggu. Peserta juga mengikuti pre-test yang kemudian dilakukan penilaian pada post-test, sesudah mendapatkan materi diklat dasar.

“Jadi, nanti ada peringkat nilainya. Kami berharap, para peserta bisa mengerjakan post-test dengan baik, sehingga bisa lulus dan menjadi bekal untuk mengajar di lembaga pendidikan tingkat PAUD,” imbuhnya.

Guru RA AN Nur Tempur, Keling, Jepara, Endang Muati yang mengikuti diklat dasar mengaku senang mendapatkan kesempatan menjadi peserta. Pasalnya, diklat dasar sangat dibutuhkan bagi guru PAUD.

Terlebih, diklat tersebut menyesuaikan kurikulum 2013 yang nantinya menjadi bekal penting bagi para guru agar lebih kompeten. Bagi dia, diksar merupakan inovasi baru untuk membangun kreativitas dan kemampuan guru untuk diajarkan kepada peserta didik.

Editor : Ali Muntoha

Harga Ketela Naik Rp 1.450, Denyut Ekonomi Petani dan Industri Tapioka di Pati Mulai Bergeliat

Suasana di industri kecil menengah (IKM) tapioka di Ngemplak, Margoyoso yang kembali bergeliat setelah harga ketela naik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani dan penggiling ketela di Pati sujud syukur setelah komoditas ketela mulai merangkak naik dari Rp 600 per kg menjadi Rp 1.450 per kg. Hal itu disampaikan Khoirul Umam, salah satu penggiling ketela di kawasan Ngemplak, Margoyoso, Pati.

“Kami sujud syukur karena harga ketela mulai naik. Sebagai penggiling, kami tentu akan menaikkan harga beli ketela sesuai dengan harga pokok produksi (HPP), karena harga ketela disesuaikan dengan kenaikan harga tepung tapioka,” ujar Umam, Sabtu (19/8/2017).

Menurutnya, kenaikan harga singkong akan menghidupkan kembali para petani, pekerja, karyawan hingga pengusaha yang bekerja di penggilingan tapioka. Sebab, petani sempat mogok dan tidak mau menjual singkongnya saat harganya anjlok beberapa waktu lalu.

Akibatnya, beberapa mesin penggiling sempat berhenti beroperasi. Karena itu, dia berharap agar permintaan tapioka terus meningkat dengan harga yang layak, sehingga akan menghidupkan kembali mesin-mesin yang berhenti beroperasi.

Saat ini, harga singkong tanpa milih sudah mencapai Rp 1.350 per kilogram. Sementara singkong super yang biasa digunakan untuk ekspor kerupuk udang lebih besar Rp 100, yakni Rp 1.450 per kilogram.

Terkait dengan pemotongan terhadap harga barang atau rafaksi, dia memastikan sudah sesuai kesepakatan dan aturan yang saling menguntungkan. Rafaksi yang dilakukan mengacu pada kotoran yang menempel pada ketela, termasuk berat keranjang yang dibawa.

“Kalau ada yang bilang rafaksi tidak sesuai, itu tidak benar. Karena sudah ada kesepakatan. Rafaksi dihitung dari kotoran yang menempel pada ketela dan berat keranjang. Jadi ada aturan mainnya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Pati Bingung Dikabarkan jadi Korban Penipuan Swissindo

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dikabarkan terkena penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mengatasnamakan UN-Swissindo.

Kabar itu bersumber dari Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar dalam sebuah pemaparan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Rabu (16/8/2017).

Namun, Haryanto justru tidak mengetahui apa itu UN-Swissindo. Dia juga tidak tahu tentang kabar tentang penipuan yang mencatut namanya.

“Apa itu UN-Swissindo. Saya malah tidak tahu. Itu diklarifikasi ya,” ujar Haryanto saat ditemui MuriaNewsCom, usai menghadiri upacara penyerahan remisi umum narapidana di Lapas Kelas II B Pati, Kamis (17/8/2017).

Sebelumnya, Kombes Pol Lukas Akbar menyebut Bupati Pati Haryanto mejadi salah satu korban penipuan yang mengatasnamakan UN-Swissindo. Saat ini Ditreskrimsus Polda Jateng tengah melakukan penelurusan, termasuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Baca juga : Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menyebut ada sekitar 30 warga Pati yang terkena penipuan UN-Swissindo. Mereka membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota UN-Swissindo.

Korban dijanjikan mendapatkan fasilitas berupa pelunasan hutang ke enam prime bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, dan CIMB Niaga. Namun, surat kuasa yang diberikan kepada anggota untuk melunasi hutang di bank dipastikan pihak OJK sebagai bentuk penipuan.

Editor : Ali Muntoha

Nah lho…Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kasus penipuan yang dilakukan UN-Swissindo yang menimpa puluhan warga Kabupaten Pati, ternyata diduga menimpa orang nomor satu di Bumi Mina Tani.

Bupati Pati Haryanto dikabarkan ikut menjadi korban penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup tersebut.

Hal ini diterangkan Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar, saat mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Rabu (16/8/2017). Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, bupati Pati menjadi salah satu korban.

Saat ini, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk menyelidiki sejauh mana kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan tersebut.

“Sedang kami dalami termasuk yang menimpa bupati Pati. Jika ditemukan akan diproses hukum sesuai pasal 378 tentang Penipuan, diperkuat UU ITE jika mereka melakukan penipuan via media online. Ancaman hukumannya sampai empat tahun,” katanya dikutip dari Metrojateng.com.

Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan, kasus penipuan ini telah merambah di dua kota di Jateng. Yakni di Kabupaten Pati dan Purwokerto. Di Pati sendiri dilaporkan ada 30-an warga yang menjadi korban.

“Kami memonitor bahwa ada temuan adanya pemberian surat kuasa Swissindo tersebut masuk Pati dan Purwokerto. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika ada relawan yang menawarkan surat kuasa atas nama Swissindo,” ujarnya.

Kepala OJK Jateng Moch Ihsanuddin masih menyelidiki aksi tipu-tipu yang dilakukan Swissindo dengan menyebar surat kuasa palsu.

Baca juga : Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Menurutnya ada indikasi sejumlah perbankan lainnya yang jadi korban kasus penipuan tersebut. Yakni tujuh bank umum, 41 BPR, satu lembaga pembiayaan serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ia menegaskan, kegiatan Swissindo ilegal karena tidak mengantongi izin dari OJK. Ia pun mengimbau kepada para debitur dan pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran palsu tersebut.

“Para korban sebaiknya menempuh upaya hukum agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” tegasnya.

Baca juga : Puluhan Anggota UN Swissindo di Pati Berencana Datangi Bank Mandiri

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah. “Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo, Sabtu (12/8/2017).

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Editor : Ali Muntoha

Stok Blanko Habis, Pembuatan E-KTP di Pati Tersendat

Sejumlah warga tengah mengurus kependudukan di Kantor Disdukcapil Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lebih dari 27.000 warga Pati terpaksa belum memiliki E-KTP baru, lantaran stok blanko habis. Mereka harus bersabar menunggu hingga material untuk pembuatan E-KTP tersedia.

Riyanto, seorang warga Kayen yang hendak mengurus E-KTP karena pindah ke kawasan Sukoharjo, Margorejo mengeluhkan kondisi tersebut. Sejak April 2017 mengurus, sampai saat ini belum bisa mendapatkan E-KTP.

“Agustus 2017 ini saya cek lagi ke Kantor Kecamatan Margorejo, diminta untuk menunggu hingga Januari 2018. Itupun kata petugas belum ada kepastian, cuma diminta datang awal 2018,” ungkap Riyanto, Kamis (17/8/2017).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati Dadik Sumarji membenarkan adanya ketersendatan pembuatan E-KTP, karena ketersedian blanko terbatas. Saat ini, sudah lebih 27.000 warga yang sudah mengikuti rekam tapi belum dicetak.

Padahal, pihaknya mendapatkan material E-KTP sebanyak 10.000 pada April 2017 dan 26.000 blanko pada Mei 2017. Total blanko sebanyak 36.000 itu sudah digunakan untuk cetak, sehingga ketersediaan sekarang habis.

Pada Juni 2017, dia juga sudah melakukan kunjungan ke Jakarta dan mendapatkan tambahan blanko sebanyak 6.000. Terakhir, Disdukcapil mendapatkan tambahan 2.000 bersamaan dengan penambahan kuota di delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Hanya saja, berbagai penambahan kuota itu ternyata masih belum mencukupi untuk kebutuhan pembuatan E-KTP di Kabupaten Pati. Untuk saat ini, dia memprioritaskan kepada warga yang sama sekali belum punya E-KTP.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya memberikan surat keterangan sementara yang fungsinya sama dengan E-KTP. Namun, kelemahannya, surat sementara yang terbuat dari kertas diakui mudah rusak.

“Warga yang butuh KTP untuk keperluan administrasi, kami buatkan surat keterangan sementara. Meski memang mudah rusak karena terbuat dari kertas biasa, kami meminta harap maklum karena ini kendalanya dari pusat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha