Alamak, 2 Pemuda Aceh Penerbang Layang-layang Mirip Bendera GAM di Kudus juga Jual Obat Ilegal

Petugas menunjukkan obat tak berizin yang diamankan dari tangan pelaku di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) yang ditangkap Polres Kudus gara-gara menerbangkan layang-layang dengan motif mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ternyata peracik dan penjual obat-obatan ilegal.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan dan memeriksa tempat kos pelaku di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, obat tersebut dinyatakan ilegal lantaran tak ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu sebagian besar obatnya merupakan obat racikan.

”Ada beberapa obat yang memiliki izin dari BPOM. Tapi setelah petugas melakukan pengecekan ke BPOM ternyata tidak terdaftar,” katanya saat gelar perkara di Polres Kudus, Jumat (29/12/2017)

Baca: 2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres menyebut, untuk melancarkan aksi pelaku membuka balai pengobatan dengan nama Balai Pengobatan Jion Zen. Dari balai pengobatan tersebut pelaku berhasil menjual obat tanpa kecurigaan selama tiga bulan di Kudus.

”Selama tiga bulan jualan itu penghasilan mereka mencapai puluhan juta. Namun digunakan untuk kebutuhan hidup. Saat diamankan sisa penjualan masih menyisakan uang Rp 10 jutaan,” ungkapnya.

Disebutkan, obat yang diamankan sejumlah 255 berbagai merk, kapsul tanpa merk 5700 butir, bahan obat sebanyak 19 toples serta kapsul ksong 6,5 pak. 

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat seorang pelaku lainya yang kini masih buron. Pelaku tersebut merupakan dalang dari praktik usaha obat ilegal itu

“Saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Semoga saja cepat tertangkap,” tegasnya

Sementara itu, terkait ancaman pidana, para pelaku diancam 15 tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan pasal 197 UU No 36 tentang kesehatan.

Editor: Supriyadi

Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Korban perampokan masih syok setelah gerombolan perampok membobol rumahnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi perampokan kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Senin (20/11/2017) dini hari, segerombolan perampok membobol rumah milik warga di Dukuh Jatisari RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus.

Tak hanya membawa kabur perhiasan emas, uang tunai dan sejumlah barang berharga, perampok juga menganiaya pemilik rumah.

Rumah itu dihuni pasangan suami istri Afrodhi (51) dan Masroh (47). Perampokan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, saat pasangan ini tengah terlelap tidur.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Afrodhi menceritakan, perampok yang masuk ke rumahnya sebanyak empat orang. Ia mengaku sempat memberi perlawanan, namun akhirnya tak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah.

Ia menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

“Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Baca: Astaga, Gerombolan Rampok di Bae Kudus Juga Gasak Uang Musala

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

“Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

“Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Drum Bekas Berisi Bom di Kudus Didapat dari Pengepul Rongsok

Lima bom asap diamankan di Makodim Kudus untuk penyelidikan lebih lanjut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Temuan bom asap di dalam drum bekas oleh seorang perajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo memang membuat penasaran. Apalagi, bom tersebut masih aktif lengkap dengan pemicunya.

Temuan itu sempat membuat geger warga setempat. Lantas dari mana sang perajin dapat drum bekas tersebut?

Komandan Kodim (Dandim) Kudus/0722, Letnan Kolonel Infantri Sentot Dwi Purnomo menjelaskan bom asap yang ditemukan Solikin, seorang pembuat pisau di Desa Hadipolo RT 3 RW 2 memang berada di dalam drum bekas.

Baca: Warga Jekulo Kudus Temukan Lima Bom Asap Aktif Dalam Drum Bekas

Drum tersebut didapatkan dari pengepul rongsok langganannya di Kudus. Karena sudah sering mengambil dari pengepul tersebut, ia pun tak memeriksanya lagi.

Hanya, sekitar pukul 12.00 WIB, Solikin yang melakukan pembongkaran dan pemotongan drum bekas tersebut dibuat terbelalak. Ia menemukan benda aneh berwarna hijau lengkap dengan martil.

”Karena penasaran dengan temuannya itu, Solikin mencongkel tutup bom. Karena tak ada reaksi, akhirnya bom tersebut dibiarkan begitu saja,” katanya.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Namun sekitar pukul 14.30 WIB, bom yang dicongkel nampak menyala. Akhirnya penemuan barang tersebut dilaporkan kepada Babinsa Koramil Gebog, yang kebetulan adalah tetangganya..

Dengan demikian, lanjut dia, satu bom asap memiliki keadaan yang rusak pada bagian atas. Sedang empat lainya masih dalam kondisi baik.

Saat ini, bom asap diamankan di Makodim Kudus. Penyelidikan juga masih dilakukan oleh Kodim Kudus bersama Polres Kudus.

Sebelumnya, Warga Jekulo Kabupaten Kudus digegerkan dengan temuan bom asap di dalam drum bekas, Selasa (14/11/2017) sore. Bom asap tersebut diperkirakan masih aktif lantaran masih lengkap dengan pemicu.

Editor: Supriyadi

Warga Kudus Jalan Mundur Sambil Narik ’Truk Tangki’ Tolak Eksploitasi Air Gunung Muria

Warga menarik truk tangki mainan sambil berjalan mundur dalam aksi unjuk rasa di Alun-alun Kudus, Kamis (2/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan warga Kudus yang tergabung dalam Lembaga Aspirasi Publik menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghentian eksploitasi air Pegunungan Muria, Kamis (2/11/2017) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dalam aksinya mereka melakukan aksi jalan mundur sambil menarik truk tangki mainan. Aksi ini sebagai simbolik, karena selama ini truk tangki yang selalu berlalu-lalang mengangkut air dari Pegunungan Muria.

Aksi jalan mundur dilakukan mulai depan pendapa Kabupaten Kudus mengelilingi Simpang Tujuh. Kemudian masa melanjutkan aksinya dengan jalan mundur di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Koordinator aksi, Achmad Fikri mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung menghentikan aktivitas eksplotasi air pegunungan. Padahal usaha tersebut sudah dianggap ilegal.

“Jalan mundur ini sebagai simbol kemunduran aturan, yang mana tak segera mengeksekusi eksploitasi air pegunungan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah memang telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi pengambilan air Gunung Muria. Namun ia menuding, penyegelan tersebut tak efektif, lantaran tak ada penindakan lebih lanjut.

”Ini bisa dilihat dari sejumlah tempat yang sudah disegel nyatanya juga masih beroperasi,” ujarnya.

Baca : Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Ia memastikan, pihaknya akan terus menyuarakan untuk mendesak pemerintah bertindak tegas. Pihaknya akan terus mengawal hingga ekploitasi air Pegunungan Muria benar-benar dihentikan.

”Kami melindungi hak-hak petani, air bukanlah untuk dijualbelikan, melainkan untuk kebutuhan bersama,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

BREAKING NEWS : Mobil Kas Keliling Bank Jateng Meledak di Kudus

Kondisi genset yang diduga sebagai sumber ledakan pada mobil kas keliling Bank Jateng di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mobil kas keliling milik Bank Jateng bernomor polisi H 1464 VA, meledak di kawasan SMPN 1 Jati, Kudus, Jumat (20/10/2017). Ledakan yang diduga berasal dari genset di dalam mobil itu memicu kebakaran dan menghanguskan sjeumlah dokumen di dalam mobil.

Saat kejadian, mobil tersebut tengah digunakan untuk melayani nasabah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja, mobil mengalami kerusakan cukup parah dan dokumen-dokumen di dalam mobil ikut terbakar.

Sofi’i, pegawai Bank Jateng yang berada di lokasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar jam 09.30 WIB. Saat kejadian, mobil sempat melayani nasabah di SMP 1 Jati. Namun, tiba-tiba mobil meledak.

“Jadi tiba-tiba terdengar suara ledakan dari mobil. Sesaat kemudian api menjalar dengan dipenuhi banyak asap dari badan mobil kas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, ledakan dan api bersumber dari genset yang terdapat dari sisi kiri mobil. Api yang cepat membesar melalap sekitar bodi mobil kas keliling bagian kiri.

“Kebetulan genset yang digunakan ini adalah genset cadangan. Karena genset yang utama sedang rusak dan masih diperbaiki,” ujarnya.

Sementara, Hengki S, satpam Bank Jateng yang turut mendampingi menambahkan, hanya butuh waktu singkat untuk memadamkan mobil. Pemadaman dilakukan dengan APAR serta air selang yang terdapat dekat dari mobil yang terbakar.

“Dengan APAR dan air, api cepat dipadamkan. Bahkan petugas pemadam saat tiba di lokasi juga api sudah padam,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini belum diketahui jumlah kerugian atas kebakaran itu. Karena dari petugas masih belum menghitung dan mengecek kondisi mobil beserta dokumen serta alat yang ada di dalamnya.

“Tadi sudah ada beberapa yang transaksi, dan beberapa dokumen juga sempat terbakar karena api cukup besar,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Masih Gunakan Mesin Tua, PG Rendeng Kudus Bakal Diberi Suntikan Dana

Pekerja tengah melakukan perawatan mesin produksi di Pabrik Gula Rendeng Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus menjadi salah satu dari tiga pabrik gula di Provinsi Jateng yang akan mendapatkan suntikan dana dari Kementerian BUMN. Dana tersebut akan dikucurkan untuk merevitalisasi mesin, yang masih mengandalkan mesin tua peninggalan Belanda.

Selain PG Rendeng, dua pabrik lain yang juga mendapatkan jatah yakni PG Colomadu Karanganyar dan PG Pangkah Kabupaten Tegal. Tiga pabrik ini akan mendapat kucuran dana pinjaman sebesar Rp 1 triliun.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo mengatakan, kucuran dana untuk revitalisasi tersebut akan membantu upaya Jateng untuk swasembada gula pada 2019 mendatang.

Selama ini menurut dia, tebu hasil panen petani tak bisa tertampung pabrik gula lantaran terbatasnya kapasitas mesin produksi pabrik gula. Dengan revitalisasi maka kapasitas produksi akan bisa meningkat.

“Tiga pabrik gula ini akan mendapat pinjaman dari Kementerian BUMN sebesar Rp 1 triliun. Sehingga bisa membantu upaya revitalisasi pabrik gula,” katanya.

Menurut dia, revitalisasi pabrik gula menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk upaya memenuhi swasembada gula. Pasalnya, revitalisasi membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya menyebut, pihaknya berencana merevitalisasi seluruh pabrik gula. sebagai salah satu upaya mendukung dan mewujudkan swasembada gula.

“Nanti akan ada desain ulang pabrik tebu yang ada di Jateng. Karena selain kondisi bangunan pabrik yang jadul, mesinnya juga jelek dimakan usia,” ujarnya.

Menurut dia, revitalisasi pabrik gula yang juga bertujuan meningkatkan produktivitas gula berkualitas itu, perlu dilakukan karena kondisi hampir semua pabrik termasuk mesin penggiling tebu di Jateng sudah tua.

“Padahal selain kualitas tanaman, kondisi pabrik maupun mesin juga mempengaruhi posisi rendemen atau kadar kandungan gula dalam batang tebu,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Korban tergeletak di tengah jalan dalam kecelakaan antara truk trailer dengan motor roda tiga Viar di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). (Group FB KAAP)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan pantura Kudus, tepatnya di sebelah barat pabrik PT Pura di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). Sebuah motor roda tiga merk Viar disruduk truk trailer pengangkut mobil, hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia, dan satu lagi luka parah.

Informasi menyebutkan, korban meninggal dunia adalah pengendara motor Viar, sementara yang luka adalah penumpang motor roda tiga tersebut. Peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar pukul 8.30 WIB.

Belum diketahui secara pasti nama-nama korban, dan kronologisnya. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi lantaran kelalaian sopir truk trailer.

Truk yang melaju dari arah timur itu hendak menyalip. Namun dari arah depan melaju sepeda motor Viar, karena kecepatan truk yang tinggi tabrakan tak terhindarkan.

Pengendara dan penumpang Viar langsung terpental, dan muatanya berserakan di tengah jalan. Pengemudi Viar langsung meninggal di lokasi kejadian, sementara satu orang lain mengalami luka yang cukup parah, dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas dari arah timur (Pati) maupun barat (Kudus) mengalami kemacetan yang cukup panjang.

Hingga berita ini diturunkan, polisi tengah melakukan mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi dua kendaraan yang terlibat kecelakaan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Dewan Tak Permasalahkan Jumlah Minimarket yang Membengkak di Kudus, Ini Alasanya

Mukhasiron, Ketua Komisi B DPRD Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Meskipun jumlah minimarket di Kabupaten Kudus, membengkak melebihi kuota yang ditentukan, namun kalangan DPRD Kudus tak mempermasalahkannya.Dewan menganggap minimarket-minimarket itu beroperasi sebelum aturan baru muncul, yakni Perda Nomor 12 Tahun 2017 yang mengatur tentang pasar modern.

Ketua Komisi B DPRD Kudus, Mukhasiron mengatakan, minimarket tersebut diketahui dibangun sebelum perda anyar disahkan. Sedangkan sebelumnya, aturan belum detail seperti saat ini.

“Kalau sekarang tinggal menjalankan yang belum ada, atau yang sedang proses. Kalau yang sudah tidak bisa ditindak, lantaran aturan lama memperbolehkan. Perbaiki ke depannya saja,” katanya.

Menurut dia, dalam perda tersebut memuat beberapa aturan utama tentang minimarket, dapat diberlakukan di dua kecamatan yang kurang, yaitu Dawe yang kurang dua unit dan Gebog satu unit.

Baca : Jumlah Minimarket di Kudus Ternyata Sudah Membengkak Segini Banyaknya

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kududs, Revlisianto Subekti. Menurut dia, aturan lama memang memperbolehkan hal tersebut. Apalagi, kini minimarket sudah beroperasi cukup lama.

“Bagi yang sudah ada, tinggal proses perpanjangan izinya saja yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Dalam aturan terbaru, saat ini minimarket harus berjarak minimal satu kilometer dari pasar tradisional. Kebijakan ini mengubah aturan sebelumnya yang hanya berjarak minimal 500 meter dari pasar tradisional.

Editor : Ali Muntoha

Jumlah Minimarket di Kudus Ternyata Sudah Membengkak Segini Banyaknya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan minimarket di Kabupaten Kudus benar-benar sudah sangat menjamur. Bahkan jumlahnya sudah membengkak melebihi kuota yang diperbolehkan.

Catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kudus, jumlah minimarket di kota ini sudah mencapai 80 unit. Padahal sesuai ketentuan maksimal hanya diperbolehkan sebanyak 62 unit saja.

Minimarket-minimarket tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kudus. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kudus, Revlisianto Subekti mengatakan, Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penataan Pasar Modern hanya membatasi jumlah minimarket sebanyak 62 unit saja.

“Dalam perda tersebut, dijelaskan kalau jumlah maksimal minimarket di Kudus sejumlah 62 unit. Faktanya, jumlah jumlahnya sekarang sudah 80 unit,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, keberadaan minimarket yang membengkak melebihi kuota itu terdapat di lima kecamatan.

Yaitu Kecamatan Kota yang terdapat 21 minimarket, dari kuota 19 minimarket. Kecamatan Jekulo terdapat delapan minimarket dari kapasitas lima unit.

Baca : Langgar Ketentuan, Komisi B DPRD Kudus Tegur Indomaret dan Alfamart

Di Kecamatan Mejobo ada tujuh minimarket dari jatah hanya lima. Kemudian Kecamatan Bae ada 10 minimarket dari kuota empat, dan Kaliwungu terdapat 13 minimarket dari jatah lima saja 

Sedangkan, kecamatan yang sesuai dengan perda anyar itu berada di Kecamatan Jati dan Undaan. Untuk Jati, kapasitas 11 minimarket sudah penuh. Begitu pula dengan Undaan yang dijatah tiga minimarket saja.

“Dua kecamatan lainya, yaitu Dawe dan Gebog masih kurang. Untuk Dawe masih kurang dua minimarket dari kuota enam, baru ada empat. Begitu juga Gebog yang kuotanya empat baru ada tiga,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jadwal Pemadaman Listrik di Kudus: 4 Desa di Dawe Padam 7 Jam

Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan. (Foto : PLN Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Empat desa di Kecamatan Dawe, dijadwalkan mengalami pemadaman listrik pada Rabu (27/9/2017) hari ini. Rencananya, pemadaman listrik di kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga tujuh jam lamanya.

Humas PLN Kudus Muhdam, menyebutkan keempat desa di Kecamatan Dawe yang padam, meliputi Desa Rejosari, Desa Kandang Mas, Desa Masin dan Desa Cranggang.  Keempat desa tersebut padam, karena ada pemeliharaan jaringan yang berada pada jalur tersebut.

“Keempat desa tersebut akan padam karena berhubungan dengan lokasi pemeliharaan jaringan. Yaitu  di jaringan 20 KV JK 02 ,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman dijadwalkan selama tujuh jam, terhitung mulai jam 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. Namun, jika penyelesaian pemeliharaan jaringan rampung lebih awal, maka listrik akan langsung dinormalkan atau dinyalakan kembali.

Surat pemberitahuan pemadaman listrik, kata dia, sudah diberikan kepada para kepala desa di wilayah yang padam. Kemudian, pemberitahuan tersebut diharapkan akan diteruskan ke masyarakat melalui RT atau RW.

“Kami atas nama PLN meminta maaf kepada masyarakat, atas padamnya listrik. Demikian atas maklum karena ada perawatan,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Tiga Warga Undaan Kudus Nyaris Terpanggang Hidup-hidup di Dalam Rumahnya

Api membakar rumah milik Suharti, di Desa Karangrowo, RT 5 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib mujur masih menyertai Suharti (40) bersama dua anaknya, yang tinggal di Desa Karangrowo, RT 5 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus. Meski rumah yang mereka tempati hangus dilalap api, namun mereka masih bisa selamat.

Pasalnya, hampir saja mereka terpanggang hidup-hidup, karena masih terlelap tidur saat rumahnya terbakar.

Beruntung, saat api mulai membesar ada warga yang melintas dan mengetahui kebakaran, langsung mendobrak pintu untuk menyelamatkan tiga penghuni rumah tersebut.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Jumat (22/9/2017) dini hari, sekitar pukul 01.15 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, Suharti dan anaknya tengah tidur di dalam kabar, dan tak mneyadari jika rumahnya mulai terbakar.

“Saat itu, terdapat warga yang kebetulan memergoki api yang membakar rumah. Melihat hal itu, warga langsung menggedor-gedor pintu rumah untuk membangun pemiliknya,” kata Kapolsek Undaan AKP Anwar,  kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, setelah terbangun, bersama sejumlah warga lainya pemilik rumah langsung dibawa ke tempat yang aman di musala yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Setelah itu, lanjut Anwar, warga menghubungi pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api yang sudah membesar. Karena jaraknya jauh, pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Kudus datang cukup terlambat. Sekitar pukul 02.45 WIB api baru bisa dipadamkan.

“Akibat kebakaran yang hebat, kerugian ditaksi mencapai Rp 40 jutaan. Karena hampir semua barang di dalam rumah habis terbakar,” jelasnya.

Pihaknya menduga, kebakaran dipicu dari kompor gas yang digunakan masak air. Karena tak mati sempurna, sehingga membakar rumahnya. Beruntung, dalam kejadian tersebut tak memakan korban dan gas tak meledak.

Editor : Ali Muntoha

Dua Warga Kudus Kembali Meninggal saat Ibadah Haji

Almarhum Sipan Kamto sebelum meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji. (Foto : Saiful Annas/TPHD Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah warga Kabupaten Kudus yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji, kembali bertambah. Dua jemaah yang meninggal dunia itu dikabarkan langsung dimakamkan di Tanah Suci.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kudus, Sururi mengatakan, dua jemaah yang meninggal dunia yakni Suyatman Budiarso Karjo (60) asal Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, dia meninggal pada 9 September 2017 jam 21.00 waktu setempat.

“Sebelum meninggal, jemaah sudah dirawat di Rumah Sakit An Noor Makkah. Namun karena tak tertolong, akhirnya meninggal dan dimakamkan di Makkah Saudi Arabia,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (11/9/2017).

Menurut dia,  jemaah kedua yakni Sipan Kamto Marwi Sirin (67) warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati. Sipan meninggal pada 9 September 2017 lalu, sekitar jam 17.00 waktu setempat.

Baca : Lagi, Jemaah Haji Asal Kudus Meninggal di Mekah

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 37 ini, meninggal setelah dirawat selama 12 hari karena penyakit diabetes militus dengan komplikasi. Sipan akhirnya dimakamkan di Arab Saudi tak lama setelah meninggal dunia.

“Untuk keluarga jemaah sudah kami kabari akan meninggalnya jemaah. Kami kabari lewat KUA kecamatan dengan langsung ke rumahnya,” ujarnya.

Sebelumnya, dua jemaah haji asal Kudus yang meninggal adalah  Sulti Sanaji Ngadiman (61) warga Desa Temulus RT 1 RW 6, Kecamatan Mejobo. Dan Rebo Rukani Mokim (69) asal Desa Berugenjang Kecamatan Undaan telah meninggal lebih dahulu dan sudah dimakamkan.

“Kami mendoakan semoga Khusnul khatimah dan jadi haji mabrur. Dan keluarga yang ditinggal dapat menerima dan tabah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Warga Kudus Meninggal saat Haji, Dimakamkan di Tanah Suci

Banyu Landa Khusus untuk Jamas Pusaka Peninggalan Sunan Kudus

Prosesi penjamasan keris Kiai Cinthaka peninggalan Sunan Kudus, Kamis (7/9/2017) pagi tadi. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses penjamasan pusaka Kanjeng Sunan Kudus, tiap tahun digelar setiap hari Senin atau Kamis pada pekan pertama setelah hari Tasrikh, atau tanggal 11 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Seperti yang dilakukan Kamis (7/9/2019) pagi tadi.

Prosesi penjamasan keris Kiai Canthika dan dua mata tombak ini, tak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Kali ini H Abdul Faqihuddin, seornag ulama di Kudus, yuang ditunjuk untuk memimpin prosesi.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Nadjib Hasan mengatakan, prosesi yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB diawali ziarah bersama di makan Sunan Kudus. Setelah selesai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan pusaka keris peninggalan Sunan Kudus, yang diiringi dengan bacaan salawat bersama-sama dengan dilanjut dengan doa.

“Setelah itu  barulah proses penjamasan dilakukan. Penjamasan dilakukan oleh Abdul Faqihuddin, yang juga direkomendasikan oleh Almarhum Mbah Basyir,” katanya usai proses penjamasan di komplek makam Sunan Kudus, Kamis (7/9/2017).

Menurut dia, proses penjamasan dilakukan mulai dari pusaka Keris  Kiai Cinthaka dengan cara disiram  “banyu landa” atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali.

Langkah selanjutnya, lanjut dia, keris dibersihkan menggunakan air jeruk nipis, yang dioleskan pada keris lalu direndam dengan air jeruk. Kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam.

Usai pengeringan, keris kembali dimasukkan ke dalam air rendaman merang ketan hitam, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, keris dikembalikan ke tempat semula, yakni berada di atap bangunan tajuk kawasan makam yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan salawat.

Penjamasan berikutnya, kata dia yakni dua mata tombak peninggalan Sunan Kudus. Caranya sama dengan keris, namun untuk dua mata tombak sebelum dikeringkan dilap dengan kain putih terlebih dahulu.

“Untuk tombak, dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus,” ujarnya.

Usai proses penjamasan, dilakukan tahlilan dan dilanjutkan bacaan Al-Qur’an dan doa. Selanjutnya dilakukan bancakan dengan jajan pasar, yang dibeli di pasar pagi tadi. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama opor ayam.

Editor : Ali Muntoha

Gudang Kayu di Jati Kudus Ludes Terbakar

Petugas pemadam dan warga bersama-sama memadamkan gudang kayu di Jati, Kudus, yang terbakar, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang kayu di Desa Jati Kulon, RT 3 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (30/8/2017) pagi. Api melalap habis seluruh isi gudang hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga sekitar sempat panik khawatir jika api terus membesar dan merembet ke bangunan lain.

Informasi menyebutkan, api mulai membakar gudang sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu tak normalnya mesin oven kayu yang saat itu tengah dioperasikan.

Pemilik gudang, Tri Rudi (40) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, mesin pemanas tersebut tengah digunakan untuk mengeringkan kayu. Namun mesin oven itu bekerja terlalu over, sehingga justru membakar kayu-kayu tersebut.

“Di dalam gudang banyak kayu. Jadinya api yang sudah membakar kayu yang tengah dipanaskan. makin membesar dan sampai membakar kayu lainya. Apalagi pemanas juga masih nyala yang membuat suhu dalam gudang semakin panas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kayu yang disimpan di dalam gudang sebagian besar merupakan kayu mahoni dari berbagai ukuran. Kayu-kayu tersebut merupakan pesanan dari sejumlah toko meubel yang ada di Kudus.

Ia menaksir, kerugian yang diderita akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp 20 juta. Yakni kerugian kayu yang terbakar sebesar Rp 18 juta, dan bangunan sekitar Rp 2 juta.

Tri Rudi mengakui, kebakaran itu baru diketahui setelah api membesar, dan terlihat dari kejauhan. Sehingga tak bisa ditangani dengan cepat dan meminimalisasi kerugian.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan satu jam lebih setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga, berjibaku melakukan pemadaman. Sebagian besar isi gudang sudah menjadi arang.

Editor : Ali Muntoha

Ekspresi Lucu Bocah-bocah TK Cahaya Nur Kudus saat Diimunisasi Dokter Cantik

Ekspresi anak didik TK Cahaya Nur Kudus ketika disuntik imunisasi measles rubella. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selalu ada “drama” di tengah-tengah imunisasi yang dilaksanakan di sekolah. Sejak dulu, hingga kini pun imunisasi seolah-olah menjadi momok yang begitu menakutkan.

Beragam cara dilakukan bocah-bocah ini untuk menghindari imunisasi. Mulai dari bersembunyi, pura-pura sakit, bahkan ada yang melawan dan menendang seperti video yang beredar di medsos belakangan terakhir.

Begitu juga dengan anak didik di KB-TK Cahaya Nur Kudus, Selasa (29/8/2017). Lihatlah ekspresi lucu mereka ketika mendapatkan suntikan imunisasi MR (measles rubella). Ada yang biasa saja, ada yang menahan takut, bahkan ada bocah yang sok seolah tegar menahan suntikan, yang membuat orang tuanya terpingkal-pingkal melihatnya.

Untuk membuat anak didiknya mau diimusinasi, sekolah ini memang melakukan langkah edukasi yang cukup panjang.

Apalagi menurut  Sr Anna Damiana PI, Kepala KB TK Cahaya Nur Kudus, tak semua orang tua menerima begitu saja mengenai suntikan imunisasi. Sebagian orang tua justru khawatir jika anaknya harus diimunisasiIMR, terlebih pelaksanaan di sekolah dengan petugas dari Puskesmas.

“Kami pertama memberikan penjelasan lewat surat kepada seluruh orang tua. Jika ada yang mempertanyakan, maka guru akan melaporkan kepada saya untuk saya temui secara langsung yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan di sela-sela imunisasi di KB TK Cahaya Nur.

Salah satu anak didik TK Cahaya Nur Kudus menahan sakit sambil mengacungkan jempol saat disuntik imunisasi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Menurut dia, orang tua siswa mempertanyakan apakah ada dokter yang bertugas ataukah tidak. Selain itu, mengenai jarum suntik yang digunakan juga dipertanyakan apakah steril dan sekali pakai ataukah tidak.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak sekolah menjelaskan kalau terdapat dokter yang menangani langsung untuk proses imunisasi. Selain itu, jarum suntik yang digunakan juga sekali pakai, sehingga orang tua tak perlu khawatir.

“Sebenarnya otangtua juga masih ragu dengan petugas dari Puskesmas. Tapi dari kami menejelaskan kalau petugas puskesmas sekarang profesional dan sangat bagus. Apalagi ada dokternya juga,” ujarnya.

Sementara, untuk para siswa yang diimunisasi sejumlah 150 siswa. Untuk memberi pemahaman, selama sepekan penuh materi yang diberikan adalah materi tentang imunisasi dan dampaknya. Bahkan video tentang imunisasi juga diputarkan agar anak memahaminya.

Selain itu, lanjut dia, para pendidik juga memberikan contoh proses imunisasi. Harapnya, para siswa tidak kaget dan siap menjalani proses imunisasi.

“Kami mendukung program pemerintah pusat, makanya kami berusaha agar semua siswa dapat imunisasi,” ungkap dia.

Dalam sekolah tersebut, terdapat beberapa siswa yang tak bisa diimunisasi hari ini. Karena, sebagian sudah diimunisasi dan sebagian lainnya sedang sakit. Untuk itu, sekolah memberi rujukan agar diberikan imunisasi serupa di klinik.

Editor : Ali Muntoha

Petani Tebu di Kudus Ngluruk Istana Negara, Ini yang Mereka Tuntut

Para petani tebu dari Kabupaten Kudus sebelum bertolak ke Jakarta untuk menggelar aksi demo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Puluhan petani tebu dari Kudus, ngluruk ke Jakarta untuk memprotes kebijakan pemerintah mengenai gula, Senin (28/8/2017) hari ini. Mereka bergabung dengan para petani tebu lain dari seluruh Indonesia yang merasa nasibnya tak digubris pemerintah.

Aksi ini digelar lantaran para petani tebu merasa tercekik dengan kebijakan pembelian gula yang sangat murah, dan dibukannya keran impor. Tempat yang bakal menjadi lokasi demo adalah Istana Negara serta kementerian terkait.

Para petani tebu ini bertolak dari Kudus Minggu (27/8/2017) dengan menumpang bus. Mereka mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan pembelian gula segarga Rp 11 ribu per kilogram.

Seorang petani yang ikut berangkat, Agus, mengatakan jumlah petani tebu yang ikut aksi asal Kudus sejumlah 49 petani.

“Ada sejumlah tuntutan yang akan kami sampaikan. Seperti halnya meminta pemerintah mengehentikan impor gula ke Indonesia. Khususnya saat musim giling seperti saat ini,” katanya kepada wartawan.

Mereka mendesak pemerintah menghentikan impor gula, lantaran gula produksi petani lokal masih belum terserap.

Ini dikarenakan kebijakan Bulog yang membeli gula jauh di bawah biaya produksi. Agus menyebut, Bulog hanya membeli gula produksi petani seharga Rp 9,7 ribu per kilogram.

Padahal biaya produksi yang mereka keluarkan mencapai Rp 10,600 per kilogram. Apalagi saat ini menurut dia, kondisi petani tebu tengah terpuruk, lantaran curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu, hingga membuat hasil panen tak maksimal.

“Akibat cuaca kami mengalami rugi banyak. Jika biasanya bisa menghasilkan 1.000-1.200 kuintal per hektare, kini turun menjadi 500-600 kuintal per hektarenya. Apalagi tanaman tebu dalam panen membutuhkan 10 bulan,” ungkap dia.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin menambahkan, Bulog membeli gula petani masih di bawah   biaya pokok produksi (BPP) Rp10.600 per kilo. Untuk itu, kini petani menolak menjual gula ke perusahaan milik negara itu.

“Pemerintah harus bertindak dengan menghentikan impor gula. Karena hancurnya harga gula disebabkan impor tersebut,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Mereka Memilih Gelar Upacara Kemerdekaan di Bekas Stasiun Wergu Kudus

Upacara bendera untuk memeringati HUT ke-72 Kemerdekaan RI di bekas stasiun Wergu Wetan, Kudus, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah komunitas dan warga Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, memilih menggelar upacara kemerdekaan di tempat yang berbeda, Kamis (17/8/2017). Upacara yang digelar secara sederhana itu tak digelar di lapangan seperti umumnya, melainkan di dalam bangunan bekas Stasiun Wergu.

Peserta upcara juga mengenakan kostum-kostum para pejuang. Arief Indaryanto, panitia upacara, ada ratusan peserta yang berasal dari belasan komunitas dan warga Wergu.

“Lebih dari 15 komunitas mengikuti upacara ini. Selain kami dari Karang Taruna, ada komunitas Rumah Dongeng Marwah, Komunikasi Jenang, Pecinta Sejarah, Onto Onto Tok, Kresek, Kudus mengajar dan lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (17/8/2917).

Ia menjelaskan, dipilihnya tempat ini karena bekas stasiun itu merupakan peninggalan Belanda. Dengan menggelar di tempat bersejarah, maka harapannya jiwa kepahlawanan akan mudah muncul, terlebih bagi para kawula muda agar lebih mencintai Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, dengan mengajak sejumlah komunitas di Kudus dan warga, rasa persatuan dan kesatuan antarsesama warga juga akan lebih tercipta, sehingga kemerdekaan Indonesia akan tetap terjaga.

Upacara tersebut mampu menarik perhatian banyak warga. Bahkan mereka yang menonton, ikut hormat dan menyanyikan lagu Indonesia raya saat pengibaran bendera dilangsungkan.

Editor : Ali Muntoha

Ada ‘Pejuang’ Cantik Layani Nasabah BRI Kudus

Pegawai BRI Kudus mengenakan pakaian pahlawan saat melayani nasabah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak cara dilakukan untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain sejumlah perlombaan yang banyak digelar, ada pula yang memeriahkan dengan cara lain.

Seperti halnya yang dilakukan karyawan BRI Kudus, Rabu (16/8/2017). Mereka mengenakan atribut para pejuang. Tak hanya petugas teller yang melayani nasabah saja, tapi semua karyawan.

Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, keputusan untuk memeriahkan dengan cara ini sebelumnya hanya direncanakan untuk bagian teller saja, karena langsung melayani nasabah. Namun, setelah ditimbang timbang, akhirnya diputuskan untuk semuanya karyawan.

“Ini untuk merayakan Kemerdekaan RI, jadi diputuskan semuanya mengenakan seragam yang bertema pejuang atau kemerdekaan. Pakaian semacam ini akan dikenakan dua hari, yaitu pada 16 Agustus dan 18 Agustus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, para karyawan dibebaskan berkreasi mengenakan pakaian kemerdekaan. Hingga akhirnya kreativitas muncul, seperti pakaian putih berhasduk merah-putih, lengkap dengan topi pejuang dan pin merah-putih.

Selain itu, ada pula sejumlah karyawan yang mengenakan pakaian adat Jawa, dengan pertimbangan pejuang juga banyak yang muncul dari Jawa. Dengan nuansa baru tersebut, membuat suasana pelayanan tampak berbeda dan memberikan hal yang baru bagi nasabah yang datang.

“Ada sekitar 100 karyawan di cabang Kudus. Namun kami juga menerapkan hal yang sama bagi kantor-kantor kas di tiap kecamatan di Kudus, untuk berpakaian pejuang. Bahkan saya juga mengenakan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Masan, Umar dan Sumiyatun Harap-harap Cemas Tunggu Restu Megawati

Ketua DPRD Kudus, Masan saat pengambilan berkas pendaftaran di Kantor PDIP Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga tokoh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus melalui PDI Perjuangan, kini tengah bersiap-siap kapanpun akan dipanggil DPP untuk dites. Mereka berharap-harap cemas, akankan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan diberikan kepadanya.

Tiga orang yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan itu yakni Ketua DPRD Kudus Masan, Sumiyatun (PNS yang mengajukan pengunduran diri) dan Umar Ali atau dikenal dengan nama Mas Umar (pengusaha).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus M Yusuf Roni mengatakan, ketiga nama tersebut sudah melengkapi berkas pendaftaran dan telah dikirim ke DPP.

“Kalau kami di PDIP, rekomendasi semuanya yang menentukan adalah dari DPP. Jadi ketiga nama sudah diajukan dan tinggal menunggu proses berikutnya saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (14/8/2017).

Ia menyatakan, tiga calon itu harus siap kapanpun dipanggil DPP untuk dilakukan tes oleh pengurus PDI Perjuangan pusat. Tes terdiri dari tertulis dan wawancara. Tes tulis terdiri dari kemampuan calon dalam pemahaman partai hingga kemampuan akademik yang dimiliki.

M Yusuf juga menyebut, DPP dalam memberikan rekomendasi juga mendasarkan dari hasil survei internal terhadap bakal calon. Sebelumnya, internal PDIP jga telah melakukan survei, yang dilakukan sebelum penjaringan bakal calon dibuka.

Editor : Ali Muntoha

Hadiri Peringatan 116 Tahun Bung Karno, Begini yang Dirasakan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Megawati Soekarno Putri saat peringatan 116 tahun Bung Karno. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menghadiri peringatan 116 tahun Bung Karno, di Blitar, Selasa (6/6/2017). Dalam kesempatan itu Musthofa mengaku bisa merasakan semangat Bapak Proklamator dalam membangun negeri ini.

Musthofa menyebut, tak hanya Pancasila, gagasan Trisakti yang dicetuskan Bung Karno dinilai masih sangat relevan pada era modern saat ini.

Oleh karenanya, sudah selayaknya manusia Indonesia mewujudkan bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya seperti yang tercetus dalam Trisakti.

“Gagasan Trisakti yang dicetuskan Bung Karno menunjukkan bahwa beliau memiliki visi atas apa yang dikerjakannya untuk Indonesia,” jelasnya.

Menurut Musthofa, Bung Karno bukan hanya seorang proklamator. Namun juga seorang peletak dasar negara yang memiliki visi negara seperti apa yang hendak diwujudkan. “Resapi nilai dari gagasan itu dan ayo bekerja keras mewujudkannya,” kata Musthofa.

Ia menambahkan, Bung Karno juga memiliki kebijaksanaan untuk merajut keragaman menjadi kekuatan. Bung Karno adalah sosok yang selalu percaya bahwa modal utama kemajuan Indonesia adalah kekuatan dan keragaman rakyatnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Ingin Kudus Makin Maju, Ini yang Diharapkan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersama sejumlah pejabat saat menggelar safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menginginkan ada sinergi yang kuat antara pemerintah dengan warga. Tanpa sinergi menurut dia, keinginan sebuah daerah untuk maju dan berkembang akan sulit terjadi.

Kunci utamanya yakni komunikasi yang baik, karena menjadi modal untuk memperlancar program-program pembangunan. Ini disampaikan Musthofa dalam Safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017).

Menurut dia, komunikasi yang tak baik akan memengaruhi arah pembangunan menjadi tidak fokus pada satu tujuan yang disepakati bersama. Itulah mengapa Bupati Kudus H. Musthofa terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi bersama seluruh jajarannya dengan masyarakat.

Termasuk kegiatan Safari Jumat menurut dia, juga sangat bermanfaat untuk membangun komunikasi. Menurutnya, acara rutin ini bukan sekadar rutinitas. Tetapi ada hal-hal yang bisa dilihat dan didengar langsung dari masyarakat.

“Inilah yang saya harapkan. Yaitu seluruh pejabat bisa langsung turun ke tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan merasakan harapan saudara-saudaranya itu,” katanya.

Musthofa menginginkan, semua program pro rakyatnya merupakan buah dari komunikasi yang bagus dengan masyarakat. “Saya tidak mau lagi mendengar ada pejabat saya hanya bersumber dari ‘katanya’, tetapi lihatlah secara langsung yang sebenarnya,” ujarnya.

Menyinggung mengenai Salat Jumat yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini, bupati mengatakan bahwa kehadirannya tidak ingin diistimewakan. Karena salat Jumat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan.

“Salat Jumat bisa dilakukan di masjid mana saja. Dan saya ingin melaksanakannya bersama masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

English Competition Tandai Dimulainya Smasa Euforia 2017

Sejumlah peserta lomba story telling mempersiapkan diri mengikuti lomba EC di SMA 1 Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Smasa Euforia yang diselenggarakan rutin tiap tahun oleh SMA 1 Kudus, Minggu (23/4/2017) kembali dimulai. Dalam kegiatan tahun 2017 ini diawali dengan English Competition (EC).

Wiesma Irnanda, panitia kegiatan mengatakan, dalam Engglish Competition, terdapat beberapa kategori. Berbagai lomba dalam even ini tak hanya untuk tingkat SMA saja, tetapi juga untuk tingkat SMP, dan pesertanya dari wilayah eks-Karesidenan Pati.

“Kategorinya terdiri dari speech untuk SMP diikuti oleh 13 sekolah, story telling diikuti 25 sekolah. Ada juga news report 10 sekolah, speech tingkat SMA 10 sekolah, debat 6 sekolah dan speeling bee 4 sekolah,” katanya, kepada MuriaNewsCom.

Perlombaan menggunakan ruang-ruang kelas di kampus SMA 1 Kudus. Tiap ruang kelas, digunakan untuk satu cabang lomba, lengkap dengan panitia serta jurinya.

Untuk juri, dihadirkan dari berbagai wilayah. Seperti sejumlah dosen UMK, Dosen STIKES Cendekia Utama Kudus dan guru yang ahli membidangi kategori. Hasil dari juri bersifat mutlak, dan penilaian dilakukan tanpa campur tangan pihak luar. “Ini acara rutin, dan tahun ini terlaksana dengan meriah,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

 

Ratusan Pelajar di Kudus Dimotivasi Kuliah Hingga ke Luar Negeri

Suasana seminar pendidikan mengenai kiat sukses kuliah ke luar negeri (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana seminar pendidikan mengenai kiat sukses kuliah ke luar negeri (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kudus diberikan motivasi agar bisa kuliah hingga ke luar negeri. Kegiatan ini, dilakukan dalam acara seminar pendidikan yang dilaksanakan di Hotel Gripta, Sabtu (9/1/2016).

M Rozikan, Ketua Panitia Penyelenggara Seminar  mengatakan, jika kegiatan tersebut lebih mengenalkan pendidikan di perguruan tinggi, khususnya di luar negeri. Acara tersebut diharapkan memotivasi para pelajar dan santri tentang pentingnya mendapat pendidikan yang berkualitas dan kalau bisa didorong untuk bisa kuliah hingga ke luar negeri.

“Kegiatan ini, secara khusus memang kami tujukan kepada santri Qudsiyah. Namun memang, kemi juga mengundang perwakilan dari 20 sekolah yang ada di Kudus,” kata Rozikan, yang juga alumni Qudsiyah.

Dalam seminar ini, pihaknya menggandeng beberapa nara sumber terkenal dari berbagai kalangan. Di antarnaya Nur Asyhar, Direktur Pascasarjana UNSIQ Wonosobo yang merupakan alumni Universitas Al Azhar Mesir.

Kemudian ada juga M Zuhal A Lathif, yang sengaja didatangkan dari Singapura, agar memberikan motivasi terhadap pelajar mengenai pentingnya pendidikan. Sehingga, nantinya, siswa tidak hanya puas dengan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas.

“Harapannya supaya tetep dapat melanjutkan kuliah. Jadi, para santri juga mampu bersaing dan mengembangkan ilmunya. Bahkan kalau bisa memang sampai ke luar negeri, karena terbukti banyak yang berhasil,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)